PERAWAT MENGABDI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 2 No. 1 April 2023 http://journal. p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x Optimalisasi Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Program RAKAT (Relawan Kesehatan Jiwa Masyaraka. Di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Subhannur Rahman1*. Anita Herawati2. Rina Al Kahfi3. Khairunnisa4. Noor Hasanah5 1Program Studi Sarjana Keperawatan. Universitas Sari Mulia Banjarmasin 2Program Studi Sarjana Promosi Kesehatan. Universitas Sari Mulia Banjarmasin 3Program Studi Sarjana Keperawatan. Universitas Sari Mulia Banjarmasin 4Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum. Provinsi Kalimantan Selatan 5 Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum. Provinsi Kalimantan Selatan E-mail Corespondence:* zikrisubhan55@gmail. Info Artikel: Diterima :23 Januari 2023 Diperbaiki :06 Februari 2023 Disetujui :15 Februari 2023 Kata Kunci: Covid-19. Relawan Kesehatan Jiwa Keywords: Covid-19. Mental Health. Volunteers Abstrak: Banyak kasus terkonfirmasi covid-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan membuat pemerintahan pemberlakukan social distancing dan physical distancing (PKKM Level . Semua aktivitas seperti bekerja, belajar, ibadah sehingga sekolah dilakukan secara online. Hal tersebut sangat menimbulkan berbabagai macam dampak yang merugikan, seperti halnya permasalahan kesehatan Meningkatnya temuan kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 ditambah dengan adanya kesimpangsiuran informasi yang tidak adekuat serta ketidakpastian hasil program perawatan dan pengobatan menyebabkan masyarakat memiliki perasaan was-was, khawatir, cemas, takut, gelisah dan merasakan beban dalam menghadapi kondisi saat ini. Apabila hal ini terus terjadi dan tidak ditangani dengan cara yang tepat dan cepat akan menyebabkan penurunan imunitas fisik dan jiwa selama masa pandemi. Kondisi seperti ini membuat masyarakat harus mencari solusi untuk mengatasi masalah yang Metode yang digunakan dengan pendekatan Fokus Group Discussion (FGD), sosialisasi program RAKAT Jiwa, pemilihan Relawan Kesehatan Jiwa, penjelasan tugas dan peran relawan Keswa melalui pelatihan yang diberikan oleh tim Kesehatan Jiwa. Hasil dari kegiatan ini terbentuknya relawan kesehatan jiwa yang peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan jiwa yang ada di wilayah desanya. Kesimpulan dari kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif dalam hal peningkatan pengetahuan relawan tentang kesehatan jiwa dan penanganan stress selama masa pandemi Covid-19. Abstract: Many cases of confirmed Covid-19 in the Province of South Kalimantan have forced the government to implement social distancing and physical distancing (PKKM Level . All activities such as work, study, worship so that school is carried out online. This really causes various kinds of adverse effects, such as mental health problems. The increasing findings of positive confirmed cases of Covid-19 coupled with the confusion of inadequate information and the uncertainty of the results of care and treatment programs has caused people to have feelings of anxiety, worry, anxiety, fear, anxiety and feeling burdened in dealing with the current If this continues to happen and is not handled in a proper and fast way, it will cause a decrease in physical and mental immunity during the pandemic. Conditions like this make people have to find solutions to overcome the problems they are experiencing. The method used is a Focus Group Discussion (FGD) approach, socialization of the RAKAT Jiwa program, selection of Mental Health Volunteers, explanation of the duties and roles of mental health volunteers through training provided by the Mental Health team. The result of this activity is the formation of mental health volunteers who care about and are responsive to mental health problems in their village area. The conclusion of this activity was that it succeeded in having a positive impact in terms of increasing volunteer knowledge about mental health and stress management during the Covid-19 pandemic. Pendahuluan Awal tahun 2020 dunia sedang digemparkan dengan fenomena pandemi Virus Corona (Covid-. yang membuat kepanikan dimana-mana. Ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia. Data WHO . per tanggal 04 Agustus 2021 menunjukkan jumlah kasus yang terkonfirmasi Covid 19 sebanyak 211 orang, dan sebanyak 4. 541 orang meninggal dunia. Di Indonesia sendiri sampai dengan sekarang penyebaran terus bertambah bahkan dalam update per tanggal 04 Agustus 2021 sebesar 3. 567 orang berstatus terkonfirmasi, 524. orang dalam perawatan, sembuh 2. 920 orang dan mengalami kematian sebanyak 636 orang . ttps://kawalcovid19. id/). Begitu pula yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin, data yang terkonfirmasi Covid-19 sampai tanggal 03 Agustus 2021 berjumlah 12. 873 orang (Dinkes Provinsi Kalsel, 2. Keadaan pemerintah memberlakukan social distancing dan physical distancing (PKKM Level . dimana semua aktivitas seperti bekerja, belajar, sekolah, universitas, kementrian dan lembaga diliburkan atau dikurangi aktivitasnya, sehingga hal tersebut sangat menimbulkan berbabagi macam dampak yang merugikan, seperti halnya gangguan kesehatan fisik, kesenjangan ekonomi dan kesenjangan sosial (Wang et al, 2. Selain beberapa dampak yang ditimbulkan diatas, virus ini juga memberikan dampak lain pada masalah kesehatan jiwa bagi masyarakat di Kalimantan Selatan khususnya masyarakat yang ada dikota Banjarmasin. Meningkatnya temuan kasus ditambah dengan kesimpangsiuran informasi yang tidak adekuat dan ketidakpastian hasil program perawatan dan pengobatan menimbulkan berbagai masalah kesehatan jiwa dan psikososial seperti perasaan was-was, khawatir, cemas, takut, gelisah dan merasakan beban dalam menghadapi kondisi saat ini. Apabila hal ini terus terjadi dan tidak ditangani dengan segera akan menyebabkan penurunan imunitas tubuh selama masa pandemi. Semakin seseorang merasa stress dan cemas berlebihan, maka tubuh mengalami kegagalan dalam menghasilkan antibodi dalam melawan virus, sehingga dengan keadaan seperti ini masyarakat ataupun keluarga sangat berpeluang besar untuk terpapar Covid-19 (Keliat et al, 2020. Sudarsana, 2. Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk merupakan salah satu desa yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan dimana dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan hampir masyarakatnya bersikap acuh terhadap bahaya covid-19 dan tidak pernah menggunakan masker selama beraktivitas, ditambah lagi dengan sebagian besar masyarakatnya tidak mau melakukan vaksinasi Covid-19. Hal ini mereka lakukan karena adanya berita yang simpang siur tentang covid-19 dan efek samping vaksinasi yang membuat perasaan masyarakat cemas dan tidak percaya terhadap adanya covid19 (Marsha et al. , 2. Walaupun sekarang kasus terkonfirmasi covid-19 sudah melandai namun bahaya covid-19 masih menjadi sebuah ancaman. Melalui program RAKAT (Relawan Kesehatan Jiwa Masyaraka. yang dibentuk bersama dengan aparat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, harapannya masyarakat yang tinggal di Desa Paku Alam bisa mendapatkan edukasi, konsultasi dan pendampingan psikologi secara berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan hak kesehatan mental masyarakat Desa Paku Alam di masa pandemi covid-19(Marsha et al. , 2. Metode Kegiatan ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan melaksanakan sosialisasi kepada beberapa aparat Desa Paku Alam dan Pemegang Program Kesehatan Jiwa yang ada di Puskesmas Sungai Tabuk 2. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan Relawan Kesehatan Jiwa sebanyak 5-10 orang yang dipilih oleh Kepala Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk. Pemilihan dilakukan dengan memperhatikan beberapa syarat menjadi relawan kesehatan jiwa. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan tugas dan peran relawan Keswa melalui pelatihan yang diberikan. Pelatihan dilakukan dengan cara beberapa tahap, yakni : 1. Skrinning SRQ 29 & Sosialisasi tentang kesehatan jiwa. Melatih melakukan managemen stress dimasa pandemic covid-19. Sosialisasi peran dan tugas relawan kesehatan jiwa 4. Melakukan simulasi pemeriksaan deteksi dini keluarga sehat jiwa. Aplikasi deteksi dini keluarga sehat jiwa kepada masyarakat. Melakukan monitoring evaluasi dari semua kegiatan yang dilakukan. Hasil dan Pembahasan Proses pelaksanaan kegiatan dari PkM yang berjudul RAKAT (Relawan Kesehatan Jiwa Masyaraka. Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar di masa Pandemi COVID 19Ay diuraikan pada tabel 1. Tabel 1. 1 Hasil Kegiatan PKM Waktu September September Kegiatan Pemilihan Relawan Kesehatan Jiwa Bersama SDM mitra (Kepala Desa Paku Alam Kecamatan Kabupaten Banja. dengan kriteria: Bertempat tinggal di Desa Paku Alam Kecematan Sungai Tabuk Kondisi sehat fisik dan jiwa Mampu Bersedia RAKAT (Relawan Kesehata. Jiwa sebagai tenaga sukarela Mempunyai kesehatan jiwa Menyediakan waktu untuk menjalankan peran relawan / kader kesehatan jiwa Mendapat istri/suami/keluarga Focus Group Discussion bersama mitra SDM diberikan pengetahuan tentang Peran dan fungsi relawan Kesehatan SDM Peserta 5 Relawan 1 Kepala Desa 6 Aparat Desa 2 Tim Dosen 5 Relawan 1 Kepala Desa 6 Aparat Desa 2 Tim Dosen No Waktu Kegiatan Peserta keluarga sehat jiwa pada resiko dan gangguan jiwa SDM mitra diajarkan untuk mengkaji tanda dan gejala menggunakan kuesioner Self Repoting Questionnaire-29 (SRQ-. SDM pendidikan kesehatan atau penyuluhan tentang kesehatan jiwa dan cara mengelola stress pada masa pandemi Covid-19 Latihan nafas dalam Latihan nafas dalam dilakukan dengan cara mengambil posis yang nyaman bisa duduk atau tiduran, tutup mata. Tarik nafas dalam dari hidung ditahan . -5 hembuskan udara perlahan-lahan dari mulut, ulangi 4 sampai 5 kali, evaluasi manfaatnya, dan latih secara rutin 3 sampai 4 kali sehari. Latihan progresif Relaksasi otot progresif adalah latihan mengendorkan otot sambal nafas dalam pada otot muka sampai kaki. Latihan berfokus pada lima jari Latihan berfokus pada lima jari dikenal juga dengan hipnotis lima jari, pasien pandangan dan pikiran pada ke lima jari. Tarik nafas dalam, rileks dan kosongkan Mengelola emosi Emosi yang positif seperti kegembiraan endorphin, meningkatkan imunitas. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan kegiatan yang menyenangkan atau hobi. Membangun spiritual positif Melaksanakan bersama di rumah dengan semua anggota keluarga. Berdoa untuk diri sendiri dan keluarga, masyarakat, membaca kitab suci dan No Waktu 09 Oktober 2022 Nopember Kegiatan perbanyak membaca bukubuku agama SDM mitra . elawan Kesehatan diberikan modul dan buku evaluasi pelaksanaan kegiatan pedoman dan evaluasi stress selama pandemi Covid-19. SDM mitra melakukan simulasi langsung pemeriksaan deteksi dini keluarga sehat jiwa dengan menggunakan SRQ 29 kepada 30 KK disetiap RT Desa Paku Monitoring evaluasi hasil kegiatan yang dilakukan Bersama kepala desa, relawan Kesehatan jiwa dan mahasiswa. Peserta 5 Relawan 4 Mahasiswa 1 Kepala Desa 2 Tim Dosen 5 Relawan 1 Kepala Desa 4 Mahasiswa 2 Tim Dosen Pelaksanaan kegiatan PkM dihadiri oleh 5 relawan Kesehatan jiwa, kepala desa dan aparat desa paku alam kecamatan sungai tabuk. Para relawan Keswa dibentuk dan dipilih langsung oleh kepala desa yang terdiri dari ibu rumah tangga 2 orang dan kader Kesehatan sebanyak 3 orang. Relawan Kesehatan jiwa diberikan beberapa pengetahuan tentang peran dan fungsi relawan keswa, pengetahuan umum tentang Kesehatan jiwa, stress dan manajemen stress dimasa pandemi covid-19 diantaranya Latihan relaksasi napas dalam, relaksasi otot progresif. Latihan berfokus 5 jari, mengelola emosi dan membangun spiritual yang positif. Gambar 1. 1 Ketua Pengusul memberikan edukasi terkait peran dan fungsi relawan keswa, pengetahuan umum tentang Kesehatan jiwa, stress dan manajemen stress dimasa pandemi covid-19. Latihan relaksasi napas dalam efektif dalam menurunkan tingkat stres pada Latihan relaksasi napas dalam juga diaplikasikan pada beberapa teknik manajemen stres seperti latihan berfokus pada 5 jari dan relaksasi otot progresif. Terdapat perubahan psiko-fisiologi pada tubuh dengan melakukan teknik relaksasi napas dalam. Teknik bernapas lambat mempengaruhi sistem saraf pusat dan otonom yang secara khusus berdampak terhadap jantung dan paru-paru (Hastuti & Arumsari, . Rahman et al. , 2. Bila dikaitkan dengan tingkat stress dan ansietas, latihan relaksasi napas dalam dapat diterapkan pada stress dengan tingkatan ringan sampai sedang saja. Pada level ansietas berat dan stress berat, individu cenderung sulit memfokuskan pikiran dan mengendalikan diri sehingga akan sulit menerapkan latihan napas dalam. Setelah dijelaskan tentang cara melakukan latihan napas dalam, tim pengabmas meminta relawan Kesehatan jiwa untuk bisa mengajarkan masyarakatnya untuk mengulangi kembali tahapan teknik relaksasi napas dalam. Semua relawan Kesehatan jiwa tampak mampu mempraktikkan teknik latihan napas dalam dengan baik sesuai dengan tahapan yang diajarkan. Teknik manajemen stress dan ansietas lainnya yang diajarkan kepada mitra adalah latihan relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif tidak memerlukan peralatan tertentu dalam pengaplikasiannya, individu hanya menggunakan dirinya Teknik ini dilakukan dari otot wajah hingga otot kaki. Otot area tertentu dikontraksikan sembari individu menarik napas dalam, kemudian otot di relaksasikan bersamaan dengan napas dihembuskan melalui mulut secara perlahan. Relaksasi otot progresif telah diteliti dapat menurunkan tingkat stres pada individu (Parker et al. , 2016, Rahman et al. , 2. Penelitian lainnya yang juga meneliti tentang relaksasi otot progresif memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi dengan tingkat depresi (Alfiyanti. Setyawan. Kusuma. , 2. Relaksasi otot progresif dilakukan pada beberapa area meliputi area wajah, leher, punggung, anggota gerak atas, anggota gerak bawah. Ketika mempraktikkan latihan relaksasi otot progresif, masyarakat kembali mempraktikan teknik relaksasi napas Semua relawan Kesehatan jiwa tampak mampu mempraktikkan teknik latihan relaksasi otot progresif dengan baik sesuai dengan tahapan yang diajarkan. Teknik selanjutnya yang digunakan untuk menurunkan tingkat stress dan ansietas yaitu latihan berfokus pada lima jari. Latihan berfokus pada lima jari juga dapat digunakan untuk menurunkan ansietas. Teknik ini membutuhkan seorang hal-hal Teknik ini baik digunakan untuk individu yang sehat maupun yang memiliki gangguan fisik dan sedang mengalami ansietas. Satu penelitian membuktikan bahwa latihan berfokus pada lima jari dapat menurunkan tingkat ansietas pada pasien dengan masalah fisik baik yang baru pertama kali dirawat di rumah sakit maupun klien yang sudah pernah dirawat sebelumnya di rumah sakit (Rizkiya & Susanti. , 2017, Rahman et al. , 2. Saat pelaksanaan latihan berfokus pada lima jari, relawan Kesehatan jiwa yang diajarkan teknik ini dapat mengikuti arahan dari pemandu dengan Saat melakukan latihan ini, tim membuat suasana yang tenang dalam melaksanakan latihan berfokus pada lima jari ini. Relawan Kesehatan jiwa dalam hal ini SDM mitra diminta untuk menutup mata, sambil mengatur napas. Kemudian dengan dipandu oleh penyuluh. Relawan Kesehatan jiwa diminta untuk membayangkan: tempat yang paling membuatnya merasa nyaman, membayangkan bila ia berada pada kondisi tertentu dimana merasa sangat sehat, membayangkan pencapaian yang pernah ia alami sehingga ia merasa sangat bangga, serta diminta membayangkan orang yang paling berarti di dalam hidupnya. Penggunaan latihan berfokus pada lima jari ini akan lebih efektif apabila dilakukan dengan kolaborasi teknik relaksasi napas dalam. Hal ini didukung oleh sebuah penelitian dan teori yang menyebutkan bahwa terdapat penurunan ansietas pada pasien dengan penyakit fisik yang diberikan treatment relaksasi napas dalam serta hypnosis lima jari (Parker et al. , 2016. Rahman et al. , 2. Mengelola emosi merupakan latihan berikutnya yang diajarkan kepada relawan kesehatan jiwa untuk mengelola stress dan ansietas. Emosi yang positif seperti kegembiraan akan meningkatkan hormone endorphin dan dapat meningkatkan imunitas tubuh. Beberapa aktivitas positif yang diajarkan kepada relawan Kesehatan jiwa untuk disampaikan kepada masyarakatnya adalah dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan atau hobi seperti menyanyi, menyulam, memancing dan lain sebagainya selama masa pandemi covid-19 (Rahman et al. , 2. Latihan terakhir yang diajarkan kepada SDM mitra untuk bisa diaplikasikan kepada masyarakatnya untuk mengelola stress dan ansietas yang dialami selama masa pandemic covid-19 adalah dengan cara membangun spiritual positif. Melaksanakan ibadah bersama di rumah dengan semua anggota keluarga. Berdoa untuk diri sendiri dan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan dan pemerintah, senantiasa membaca kitab suci dan perbanyak membaca buku-buku agama merupakan cara-cara yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk mengatasi stress (Parker et al. , 2016. Rahman et al. Selanjutnya. SDM mitra . elawan Kesehatan jiw. dibimbing langsung untuk melakukan simulasi pemeriksaan deteksi dini keluarga sehat jiwa dan deteksi SRQ 29 kepada 30 Kepala Keluarga disetiap RT Desa Paku alam untuk mengkaji tanda dan gejala stress selama pandemi covid-19. Berdasarkan hasil Self Repoting Questionnaire29 (SRQ-. yang dilakukan oleh para relawan Kesehatan jiwa didesa paku alam selama masa pandemi diketahui bahwa sebagian besar masyarakatnya . %) mengalami tanda dan gejala neurosis yang mengindikasikan adanya masalah psikososial selama pandemi Covid-19. Keluhan yang terbanyak adalah keluhan somatis seperti sakit kepala . %), kehilangan nafsu makan . %), merasa tidak enak di perut . %), dan gangguan pencernaan . %). Keluhan mental emosional lainnya dikeluhkan oleh masyarakat adalah mudah lelah . %), gangguan tidur . %), dan lelah sepanjang waktu . %). Gangguan mental emosional ditegakkan jika seseorang mengalami 6 keluhan atau lebih dari pertanyaan 1 sampai 20 atau mengalami salah satu keluhan dari pertanyaan 21 Gambar 1. 3 Simulasi Pemeriksaan Deteksi Dini Keluarga Sehat Jiwa Dan Deteksi SRQ 29 Kepada 30 Kepala Keluarga Disetiap RT Desa Paku Alam Stres bisa dialami oleh setiap orang di dalam kehidupan sehari-hari dan penyebabnya sangat bervariasi, dalam hal ini sebagian besar disebakan oleh situasi pendemi Covid-19. Stres yang dialami tersebut dapat menimbulkan gangguan mental emsosioanl seperti ansietas atau kecemasan Ansietas adalah perasaan cemas terhadap hal yang penyebabnya tidak jelas atau tidak diketahui secara pasti. Ansietas terdiri dari beberapa tahapan antara lain ansietas ringan, ansietas sedang, ansietas berat dan panik (Marsha et al. , 2020. Rahman et al. , 2. Terakhir kegiatan ini yakni melakukan monitoring evaluasi yang bertujuan untuk melihat hasil pelatihan yang dilakukan antara penyuluh dengan beberapa relawan Kesehatan jiwa yang yang sudah terbentuk di desa paku alam kecamatan sungai tabuk kabupaten banjar. Beberapa isi kegiatan monitoring evaluasi adalah pendokumentasian dari tindakan para relawan kesehatan jiwa meliputi hasil deteksi dini keluarga sehat jiwa dan skirinning SRQ 29 yang tercatat dengan baik. Gambar 1. 4 Monitoring Evaluasi Pendokumentasian Buku Relawan Kesehatan Jiwa di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam bentuk pengkaderan relawan Kesehatan jiwa di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar berhasil memberikan dampak positif dalam hal peningkatan pengetahuan relawanan tentang Kesehatan jiwa dan managemen stress selama masa pandemi Covid-19. Beberapa metode yang ajarkan untuk mencegah masalah kesehatan jiwa tetap membutuhkan partisipasi dari setiap relawan agar tetap konsisten dan sukarela memberikan pengatahuannya, sehingga tercipta masyarakat yang sehat jiwa di masa pandemi ataupun end demi covid-19. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih kami berikan kepada Universitas Sari Mulia Banjarmasin yang telah memberikan pendan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat dan Aparat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yang sudah memfasilitasi dan bersedia mendukung terselenggaranya pembentukan relawan kesehatan jiwa masyarakat. Referensi