PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Pengaruh Senam Low Impact Aerobic Terhadap Kestabilan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Betty Sunaryanti1*. Pandu Aseta2 Di Keperawatan. Politeknik Insan Husada Surakarta Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi. Politeknik Insan Husada Surakarta *Email: betty@polinsada. Kata Kunci: Abstrak Senam. Low Impact Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung koroner, stroke iskemik dan hemoragik. Tingkat tekanan darah Aerobic. Hipertensi telah terbukti positif dan terus berhubungan dengan risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di dunia. Hipertensi menjadi penyebab kematian dengan angka 23,7% dari total 1,7 juta kematian di Indonesia tahun 2016. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti aktivitas fisik yang kurang dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi, dengan demikian uji hipotesis penelitian menggunakan uji statistik deskriptif. Berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam low impact aerobic terhadap kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan senam low impact aerobic ke4 dengan p-value =0,011 . ekanan darah sistoli. dan p-value =0,011 . ekanan darah diastoli. C 0,. Kesimpulan penelitian ini adalah tekanan darah awal penderita hipertensi di PKK Mojosongo rata-rata sebesar 134,00/84,80 mmHg berada pada interval 130-139 sistolik yaitu dalam kategori high. The Effect of Low Impact Aerobic Gymnastics on Blood Pressure Stability in Hypertension Patients Keyword: Gymnastics. Low Impact Aerobic. Hypertension Abstract High blood pressure is a major risk factor for coronary heart disease, ischemic and hemorrhagic stroke. Blood pressure levels have been proven to be positively and continuously related to the risk of stroke and coronary heart disease. Until now, hypertension is still a major health problem in the world. Hypertension is the cause of death with a rate of 23. 7% of the 7 million deaths in Indonesia in 2016. This is caused by various factors such as lack of physical activity and smoking habits. This study aims to determine the effect of low impact aerobic exercise on the stability of blood pressure in hypertension patients, the research hypothesis test uses descriptive statistical tests. Based on the Wilcoxon test, it can be concluded that there is an effect of low impact aerobic exercise on the stability of blood pressure in hypertension patients before and after the 4th low impact aerobic exercise with p-value = 0. ystolic blood pressur. and p-value = 0. iastolic blood pressur. C 0. The PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ conclusion of this study is that the initial blood pressure of hypertension patients at PKK Mojosongo was an average of 134. 00/84. 80 mmHg in the interval 130-139 systolic, which is in the high category. Pendahuluan masyarakat berusia 18 tahun ke atas menurut Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah (Kementrian Kesehatan RI, 2. Olahraga merupakan suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulangulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Olahraga memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, saat melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, jantung menjadi lebih kuat, sehingga tidak perlu bekerja lebih keras dalam memompa Pada kondisi ini, membuat aliran darah menjadi lancar dan tekanan darah menjadi lebih terkendali. Kurangnya olahraga meningkatkan risiko menderita hipertensi karena kelebihan berat badan. Orang yang tidak aktif juga cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi sehingga otot jantungnya harus bekerja lebih keras pada setiap kontraksi, makin keras dan sering otot jantung harus memompa, makin besar tekanan yang dibebankan pada arteri (Palmer & Williams, 2. Berbagai hal telah diketahui dapat mengontrol tekanan darah, salah satunya adalah latihan olahraga khususnya jenis Senam aerobik dibagi menjadi dua yaitu high impact dan low impact. Senam yang cocok digunakan untuk orang yang menderita penyakit jantung maupun hipertensi yaitu jenis senam aerobik low impact karena merupakan senam yang gerakannya ringan dan bisa dilakukan siapa saja mulai dari usia anakanak, dewasa bahkan lansia (Susanto, 2. Senam aerobik low impact merupakan suatu aktivitas fisik aerobik yang terutama untuk meningkatkan mempertahankan kesehatan dan daya tahan jantung, paru, peredaran darah, otot dan sendi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung koroner, stroke iskemik dan hemoragik. Tingkat tekanan darah telah terbukti positif dan terus berhubungan dengan risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Selain itu, komplikasi hipertensi juga termasuk gagal jantung, penyakit pada pembuluh darah penglihatan dan perdarahan retina (WHO. Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi. WHO (World Health Organizatio. menyebutkan bahwa hipertensi menyerang 22% penduduk dunia, dan mencapai 36% angka kejadian di Asia Tenggara. Hipertensi juga menjadi penyebab kematian dengan angka 23,7% dari total 1,7 juta kematian di Indonesia tahun 2016 (Anitasari, 2. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. yang dilakukan Kementrian Kesehatan tahun 2018 menghasilkan peningkatan kejadian hipertensi dibandingkan hasil pada tahun Prevalensi kejadian hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil Riskesdas 2018 adalah 34,1%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang menyentuh angka prevalensi 25,8%. Hasil tersebut merupakan kejadian hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke atas (Kementrian Kesehatan RI, 2. Prevalensi kejadian hipertensi di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan hasil Riskesdas 2018 adalah 37,57%, sedangkan prevalensi kejadian hipertensi di Kota Pemalang mencapai 34,53%. Hasil tersebut merupakan kejadian hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Senam ini dapat dilakukan dengan frekuensi latihan 3-5 kali dalam satu minggu, dengan lama latihan 20-60 menit dalam satu kali Senam aerobik low impact dapat menyebabkan penurunan denyut jantung maka akan menurunkan cardiac output, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan tekanan Peningkatan efisiensi kerja jantung dicerminkan dengan penurunan tekanan sistolik, sedangkan penurunan tahanan perifer dicerminkan dengan penurunan tekanan diastolik (Harber & Scoot, 2. Berdasarkan Tabel 4. 2 hasil perhitungan tekanan darah awal pada penderita hipertensi di PKK Mojosongo rata-rata sebesar 134,00/84,80 mmHg berada pada interval 130139 sistolik yaitu dalam kategori high normal dan berada pada interval 80-84 diastolik yaitu dalam kategori normal. Nilai standar deviasi tekanan darah sistolik maupun diastolik lebih kecil daripada mean, maka data tekanan darah awal pada penderita hipertensi di PKK Mojosongo penyimpangan data. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi, dengan demikian uji hipotesis penelitian menggunakan uji statistik deskriptif. Min Maks Mean 48,76 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Responden 11,110 Hasil distribusi berdasarkan usia responden penelitian pada Tabel 4. 1 dapat diambil kesimpulan bahwa penderita hipertensi di PKK Mojosongo umur termuda adalah 28 tahun dan tertua adalah umur 70 Nilai standar deviasi usia lebih kecil daripada mean, maka data terkait usia menunjukkan tidak ada penyimpangan data. Tekanan Darah Awal Penderita Hipertensi Tabel 2. Tekanan Darah Penderita Hipertensi Sebelum Dilakukan Perlakuan Slow Stroke Back Massage dan Low Impact Aerobic Min Maks Mean 134,00 84,80 13,844 5,099 Maks Mean 0/84,8 0/84,8 0/82,8 0/82,8 Std. Deviat 13,844 /5,099 13,844 /5,099 12,249 /4,583 12,249 /4,583 Berdasarkan Tabel perhitungan tekanan darah pada penderita hipertensi di PKK Mojosongo setelah perlakuan Slow Stroke Back Massage di hari ke 1 sampai dengan hari ke 2 konstan dengan rata-rata sebesar 134,00/84,80 mmHg berada pada interval 130-139 sistolik yaitu dalam kategori high normal dan berada pada interval 80-84 diastolik yaitu dalam kategori normal, sedangkan di hari ke 3 mengalami perubahan ke arah penurunan menjadi rata-rata sebesar 132,00/82,80 mmHg berada pada interval 13039 sistolik yaitu dalam kategori high normal dan berada pada interval 80-84 diastolik yaitu dalam kategori normal dan bertahan di hari ke Tekanan Darah Sistolik Diastolik Hari ke-1 Mini Tekanan Darah Hasil Analisis Univariat Karaktersitik Responden Tabel 1. Karakteristik Berdasarkan Usia Tekanan Darah Penderita Hipertensi Setelah Dilakukan Slow Stroke Back Massage Tabel 3. Tekanan Darah Penderita Hipertensi Setelah Perlakuan Slow Stroke Back Massage PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Nilai standar deviasi tekanan darah sistolik maupun diastolik lebih kecil daripada mean, maka data tekanan darah pada penderita hipertensi di PKK Mojosongo setelah perlakuan Slow Stroke Back Massage dari hari ke 1 sampai dengan ke 4 menunjukkan tidak ada penyimpangan data. aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi, dengan demikian uji hipotesis penelitian menggunakan uji statistik Adapun hasil analisis bivariat adalah sebagai berikut: Tabel 5. Tekanan Darah Penderita Hipertensi Setelah Senam Slow Stroke Back Massage dan Low Impact Aerobic Tekanan Darah Penderita Hipertensi Setelah Dilakukan Low Impact Aerobic Treatmen Tabel 4. Tekanan Darah Penderita Hipertensi Setelah Perlakuan Low Impact Aerobic Awal/Pre-Test Post-Test_Kontrol 1 Tekanan Darah Hari ke1 Hari ke2 Hari ke3 Hari ke4 Post-Test_Kontrol 2 Min 110/80 Maks 180/90 110/80 180/90 110/80 180/90 110/80 180/90 Mean 134,00 /84,80 134,00 /84,80 133,20 /84,80 133,20 /84,80 Tekanan Darah 134,00/84,80 Kriteria Stabil 134,00/84,80 13,844/ 5,099 13,844/ 5,099 13,140/ 5,099 13,140/ 5,099 Berdasarkan Tabel perhitungan tekanan darah pada penderita hipertensi di PKK Mojosongo setelah perlakuan Low Impact Aerobic di hari ke 1 sampai dengan hari ke 2 konstan dengan ratarata sebesar 134,00/84,80 mmHg berada pada interval 130-139 sistolik yaitu dalam kategori high normal dan berada pada interval 80-84 diastolik yaitu dalam kategori normal, sedangkan di hari ke 3 mengalami perubahan sistolik ke arah penurunan menjadi rata-rata sebesar 133,20/84,80 mmHg berada pada interval 130-39 yaitu dalam kategori high normal dan bertahan di hari ke 4. Nilai standar deviasi tekanan darah sistolik maupun diastolik lebih kecil daripada mean, maka data tekanan darah pada penderita hipertensi di PKK Mojosongo setelah perlakuan Slow Stroke Back Massage dari hari ke 1 sampai dengan ke 4 menunjukkan tidak ada penyimpangan data. Stabil 134,00/84,80 Post-Test_Kontrol 3 132,00/82,80 Menurun 2,00/2,00 132,00/82,80 Stabil 134,00/84,80 134,00/84,80 Stabil Stabil 133,20/84,80 Menurun 0,80/Stabil Stabil Post-Test_Kontrol 4 PostTest_Perlakuan 1 PostTest_Perlakuan 2 PostTest_Perlakuan 3 PostTest_Perlakuan 4 133,20/84,80 Hasil analisis menggunakan statistik deskriptif, tekanan darah penderita hipertensi setelah mengikuti senam slow stroke back massage di hari ke 3 mengalami penurunan baik secara sistolik maupun diastolik dengan selisih 2,00/2,00 dan di hari ke 4 tetap sama, sedangkan setelah mengikuti senam low impact aerobic di hari ke 3 hanya secara sistolik mengalami penurunan sebesar 0,80 dan di hari ke 4 tetap sama. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi setelah mengikuti senam low impact aerobic cenderung dengan tekanan darah yang stabil, khususnya pada tekanan diastolik, sehingga ada pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita Tabel 6. Rekapitulasi Data Pengaruh Senam Low Impact Aerobic Dengan Kestabilan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Analisis Bivariat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam low impact PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Treatmen Awal/Pre-Test Tekanan Darah Sistolik/Diast . m/H. 134,00/84,80 Kategori Ket. Ringan/ Normal Ringan/ Normal Stabi 134,00/84,80 Ringan/ Normal Stabi Men 2,00/ 2,00 Stabi PostTest_Kontrol PostTest_Kontrol PostTest_Kontrol 134,00/84,80 132,00/82,80 High Normal/ Normal PostTest_Kontrol PostTest_Perlakua PostTest_Perlakua PostTest_Perlakua 132,00/82,80 High Normal/ Normal Ringan/ Normal PostTest_Perlakua 134,00/84,80 disimpulkan bahwa penderita hipertensi setelah mengikuti senam low impact aerobic cenderung dengan tekanan darah yang stabil, khususnya pada tekanan diastolik, sehingga ada pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitiannya Agus Fahmi . , bahwa menunjukkan rerata tekanan darah sistolik sebelum dilakukan senam low impact aerobic adalah 153,18 mmHg dan sesudah dilakukan senam low impact aerobic ke-4 adalah 134,37 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah diastolik sebelum dilakukan senam low impact aerobic adalah 99,37 mmHg dan setelah dilakukan senam low impact aerobic ke-4 adalah 84,37 mmHg. Berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam low impact aerobic terhadap kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan senam low impact aerobic ke-4 dengan pvalue =0,011 . ekanan darah sistoli. dan pvalue =0,011 . ekanan darah diastoli. C 0,. Menurut Susanto . , senam yang cocok digunakan untuk orang yang menderita penyakit jantung maupun hipertensi yaitu jenis senam aerobik low impact karena merupakan senam yang gerakannya ringan dan bisa dilakukan siapa saja mulai dari usia anakanak, dewasa bahkan lansia. Palmer & Williams . menegaskan bahwa bahwa semakin sering frekuensi pemberian senam low impact aerobic akan dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic sampai keadaan tekanan darah menjadi stabil dalam batas yang normal. Stabi 134,00/84,80 Ringan/ Normal Stabi 133,20/84,80 Ringan/ Normal 133,20/84,80 Ringan/ Normal Men 0,80/ Stabi Stabi Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi yang telah dilakukan terhadap 25 penderita hipertensi di PKK Mojosongo diperoleh hasil sebagai berikut: Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan darah penderita hipertensi yang mengikuti senam slow stroke back massage di hari ke 3 mengalami penurunan baik secara sistolik maupun diastolik dengan selisih 2,00/2,00 dan di hari ke 4 tetap sama, sedangkan setelah mengikuti senam low impact aerobic di hari ke 3 hanya secara sistolik mengalami penurunan sebesar 0,80 dan di hari ke 4 tetap sama. Hal ini dapat Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Tekanan darah awal penderita hipertensi di PKK Mojosongo rata-rata sebesar 134,00/84,80 mmHg berada pada interval 130-139 sistolik yaitu dalam kategori high PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ normal dan berada pada interval 80-84 diastolik yaitu dalam kategori normal. Tekanan darah penderita hipertensi di PKK Mojosongo setelah senam Slow Stroke Back Massage di hari ke 3 132,00/82,80 mmHg dan bertahan di hari Tekanan darah penderita hipertensi di PKK Mojosongo setelah senam Low Impact Aerobic di hari ke 3 mengalami penurunan menjadi 133,20/84,80 mmHg dan bertahan di hari ke 4. Penderita hipertensi setelah mengikuti senam low impact aerobic cenderung dengan tekanan darah yang stabil, khususnya pada tekanan diastolik, sehingga ada pengaruh senam low impact aerobic dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi serta dapat memperluas cakupan wilayah dengan jumlah responden yang lebih banyak agar hasil penelitian selanjutnya memiliki hasil dengan tingkat keakuratan yang baik. Pendanaan Penelitian ini didukung dan didanai oleh Politeknik Insan Husada Surakarta. Tidak ada konflik kepentingan yang relevan Referensi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revis. Jakarta: Rineka Cipta Dede. Meredam Hipertensi Dengan Aerobik. Diakses pada tanggal 27 Februari http://radmarssy. Saran