JPFT - volume 10, nomor 3, pp. December 2022 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft ANALISIS KESULITAN KONSEP FLUIDA STATIS SISWA KELAS XI MIA 2 SMA NEGERI 2 SIGI Analysis of the Difficulty of the Static Fluid Concept of Students of Class XII MIA 2 SMA Negeri 2 Sigi I Putu Roni Kuntara. Jusman Mansyur Pendidikan fisika. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Universitas Tadulako, palu. Indonesia Email : tu. roni79@gmail. Kata Kunci Analisis Kesulitan. Kesulitan Konsep. Fluida Statis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam konsep fisika pada topik fluida statis. Subjek penelitian ini terdiri dari 20 siswa dan dipilih 8 responden secara acak. Data kesulitan siswa diperoleh melelui pemberian tes diagnostik dan dikonfirmasi melalui kegiatan wawancara kepada responden penelitian. Tes diagnostik terdiri dari enam soal dengan materi fluida statis. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriftif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukan kesulitan yang dialami siswa pada topik fluida statis adalah kesulitan pemahaman fakta, kesulitan pemahaman konsep dan kesulitan Kesulitan-kesulitan ini timbul kerena kurang telitinya siswa dalam membaca soal, pemahaman yang keliru tentang konsep fluida statis, rendahnya kemampuan siswa dalam konversi satuan, serta siswa tidak membaca kembali hasil pekerjaan sebelum mengumpulkan. Keywords Difficulty Analysis. Concept Difficulties. Static Fluid Abstract This study aims to describe the difficulties experienced by students in the concept of physics on the topic of static fluids. The subjects of this study consisted of 20 students and 8 respondents were randomly selected. Data on students' difficulties were obtained through administering diagnostic tests and confirmed through interviews with research respondents. The diagnostic test consists of six questions with static fluid material. Research data were analyzed through a descriptive-qualitative approach. The results showed that the difficulties experienced by students on the topic of static fluid were difficulties in understanding facts, difficulties in understanding concepts and mathematical difficulties. These difficulties arise due to students' inaccuracy in reading the questions, a wrong understanding of the concept of static fluid, the low ability of students in unit conversions, and students not re-reading their work before submitting it. A2022 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 20 Oktober 2022. Accepted 24 November 2022. Available Online 31 December 2022 *Corresponding Author : tu. roni79@gmail. PENDAHULUAN kesulitan konseptual. Kebiasaan belajar siswa merupakan salah satu faktor utama yang mengusai konsep fisika (Azizah, dkk. Seperti yang diungkapkan Sutarja, dkk. kontruktivisme, ketika masuk kelas pada umumnya siswa telah membangun dan mengembangkan pemahaman awal tentang topik yang dibahas di kelas. Pemahaman tersebut terbangun dari pengalaman yang telah dilalui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Namun beberapa siswa terkadang memiliki pemahaman yang berbeda dan tidak sesuai yang biasa disebut miskonsepsi, alternative conception, dan nayve conception (Docktor dan Mestre, 2. Penelitian tentang kesulitan konsep siswa telah dilakukan oleh Suarez, dkk. pada topik hidrodinamis, kesulitan siswa ditemukan pada asumsi-asumsi yang salah Fisika adalah ilmu dasar yang memiliki karakteristik yang mencakup bangun ilmu yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, hukum, postulat dan teori serta metologi keilmuan (Mundilarto, 2. Melalui pembelajaran konseptual dan prosedural yang relevan dengan sehari-hari (Akinwuni, 2. Dalam pembelajaran fisika kemampuan siswa dalam penguasaan konsep-konsep materi menunjukkan siswa memahami materi-materi fisika dengan baik. Indrawan dan Yaniawati . merupakan sebuah ide hasil dari abstrak berpikir suatu keadaan atau fakta yang menjadi kajian sebuah ilmu. Penelitian Suarez, dkk. menunjukkan dalam pembelajaran fisika masih banyak siswa yang mengalami tentang hukum hidrodinamis. Selain itu juga, siswa mengabaikan prinsip konservasi massa dan tidak mengenali gaya mana yang bekerja pada elemen fluida yang mengalir melalui pipa Kesulitan siswa juga muncul pada asumsi bahwa tekanan pada ujung pipa vertikal dengan fluida adalah sama, hal ini menyiratkan bahwa siswa tidak memahami peran tekanan dan gaya yang diberikan pada elemen fluida. Penelitian terkait kesulitan konsep siswa juga dilakukan oleh Yadaeni, dkk. penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada hukum Arcimedes kesulitan siswa adalah masih terpengaruh dengan volume air dan bentuk bejana dalam menentukan tekanan hidrostatis. Pascal terpengaruh oleh bentuk cabang piston yang mengarah kesamping bawah , siswa memiliki pandangan ketika cabang piston yang paling besar diberikan gaya F maka tekanan yang paing besar terjadi pada cabang psiton yang mengarah kesamping bawah dengan angapan dipengaruhi oleh gaya tarik bumi. Penelitian lain yang senada juga dilakukan oleh Ringgo, dkk. yang menjaskan pada bahasan tekanan hidrostatis siswa kesulitan menjelaskan pengaruh massa jenis fluida yang berbeda terhadap tekanan sedangkan pada hukum pascal kesulitan siswa adalah masih beranggapan bahwa tenakan hidrostatis tidak sama pada setiap rongga bejana tertutupyang memiliki luas penampang yang berbeda-beda. Siswa juga beranggapan bahwa gaya yang harus diberikan pada rongga kecil harus lebih besar harus lebih besar dari pada rongga rongga besar untuk mengangkat Beberapa penelitian sebelumnya tersebut menunjukkan fakta bahwa kesulitan konsep siswa masih sering terjadi. Maka dari itu penting untuk dilakukannya kajian atau analisis tentang kesulitan konsep siswa pada topik fluida statis. Berbeda dengan penelitian sebelumnya penelitian ini berfokus pada didasarkan pada kesalahan siswa dalam Pengelompokkan kesulitan tersebut terbagi atas tiga jenis kesulitan yaitu kesulitan pemhaman fakta, kesulitan pemahaman konsep dan kesulitan matematis. dialami siswa pada konsep fluida statis menggunakan tes diagnostik kesulitan konsep Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sigi pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021. Siswa yang diberi tes yaitu siswa yang telah mengikuti mata pelajaran fisika tentang fluida statis Penelitian ini memerlukan waktu 1 bulan persiapan dan pelaksanaan selama 2 minggu pada bulan Desember tahun 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi XII MIA 2 Tahun ajaran 2020/2021 yang telah mengikuti materi fluida statis. Penentuan responden penelitian ini dipengaruhi oleh sulitnya peneliti berinteraksi dengan siswa karena penelitian dilakukan dimasa pandemi dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, sehingga dalam penentuan responden peneliti memilih secara acak siswa yang HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam konsep fisika pada topik fluida statis. Untuk dapat mengetahui kesulitan-kesulitan konsep siswa pada topik fluida statis dilakukan dari anasisis jawaban siswa. Siswa diberikan soal tes diagnosis sebanyak 6 nomor yang berisi dengan materi fluida statis. Dari hasil tes diagnostik yang diberikan ditemukan berebarapa kesulitan yang dialami oleh siswa yang ditunjukan oleh kesalahan responden dalam menjawab soal. Kesulitankesulitan tersebut ialah kesulitan pemahaman fakta, kesulitan pemahaman konsep dan kesulitan matematis. Tabel 1. Rangkuman kesulitan siswa Indikasi Kesulitan Kesulitan Pemaha Fakta METODOLOGI PENELITIAN Kesulitan Pemaha Konsep Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang datanya berupa fakta-fakta yang ada. Penelitian ini kesulitan-kesulitan Kesalahan Nomor soal/Responden Siswa salah atau tidak R-01 dan R06 R-05, R-07 R-08 R-03 R-06 Siswa salah satuan atau R-05 R-04 R-04, R-05, R-06, R-07 R-08 Siswa salah atau tidak R-02. R-03. R-04. R-05 dan R07 Siswa dalam an data tidak sesuai R-01 dan R06 R-01 R-02, R-04, R-05, R-06, R-07 R-08 R-02, R-03, R-04, R-05 R-07 R-01, R-02, R-03, R-04, R-05, R-06, R-07 R-02, R-04, R-05, R-06 R-07 R-01, R-03 R-05 tidak menghafal simbol fisika dari besaran data yang disebutkan oleh soal, kurang teliti dalam membaca soal dan tidak memeriksa kembali sehingga siswa sering kali salah atau bahkan ditanyakan dari soal. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Juliartini, dkk. yang menyebutkan penyebab kesulitan pemahaman fakta pada siswa terjadi karena kurang teliti dalam menjawab soal sehingga siswa salah atau bahkan tidak menuliskan kembali data pada soal. Penelitian serupa juga dilakukan Suroso penyebab terjadinya kesulitan pemahaman fakta adalah siswa lupa atau tidak memahami simbol fisika dari data yang disebutkan pada soal dan kurang teliti dalam membaca soal sehingga salah mengartikan maksud soal. Kesulitan pemahaman konsep sangat erat kaitannya dengan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep suatu materi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Kesalahan yang dilakukan siswa pada aspek kesulitan ini adalah kesalahan siswa dalam menentukan persamaan atau rumus, salah dalam menjelaskan konsep tekanan hidrostatis pada bejana berhubungan serta menggunakan data tidak sesuai dengan prasyarat dan kondisi yang berlaku. Siswa beranggapan pada bejana berhubungan bentuk dan volume bejana mempengaruhi tekanan hidrostatis hal ini tidak sesuai dengan prinsip bejana berhubungan dimana pada bejana berhubungan yang diisi dengan fluida yang sejanis maka tekanan hidrostatis yang sejajar dengan bidang datar adalah sama. Ditemukan juga siswa menggunakan data tidak sesuai langkah-langka seperti mensubtitusikan nilai yang salah pada rumus dan menggunakan besaran data yang memiliki satuan yang tidak setara untuk melakukan proses perhitungan. Selain itu beberapa siswa mengerjakan soal dengan menggunakan persamaan atau rumus yang didapatkan hanya mengalikan besaran-besaran yang diketahui tanpa menganalisis maksud dan perintah soal untuk menentukan persamaan dan langkah-langkah penyelesaian. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Fitri, . menyatakan siswa cenderung menggunakan persamaan tanpa mengetahui makna fisis dari persamaan yang dipakai. Kesalahan-kesalahan yang menunjukkan siswa mengalami kesulitan pemahaman konsep yaitu: . menggunakan persamaan yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku, kesalahan ini dilakukan oleh responden R-02. R-03. R-04. R-08 Siswa salah n konsep pada bejana Kesulitan Matemati R-02. R-03. R-04. R-05. R-06. R-07 R-08 Siswa salah pada proses atau operasi Siswa salah R-03 R-06 R-07 R-03 R-06 R-04 R-05 R-02, R-04, R-05 R-07 Kesulitan kesulitan siswa dalam menerjemahkan faktafakta pada soal menjadi data agar siap dilakukan tahap penyelesaian soal. Kesulitan ini menuliskan simbol dan satuan serta salah dalam menerjemahkan yang diketahui dan Kesalahan menerjemahkan soal mengakibatkan dalam menjawab soal siswa tidak mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai. Siswa menuliskan yang diketahui tidak sesuai dengan soal seperti salah menuliskan satuan dari besaran yang diketahui, menuliskan lambang atau simbol tidak sesuai dengan soal, tidak lengkap menuliskan variabel yang deketahui dan sama sekali tidak menuliskan kembali yang diketahui oleh soal. Kemudian menuliskan yang ditanyakan oleh soal seperti menuliskan kembali yang diketahui pada tahap yang ditanyakan serta sama sekali tidak menuliskan yang ditanyakan oleh soal. Seperti menghitung tekanan hidrostatis responden R01 menuliskan satuan pada besaran yang diketahui tidak sesuai dengan soal dan R-06 ditanyakan oleh soal. Untuk konteks soal responden R-04 tidak menuliskan satuan pada hasil perhitungan dan tiga responden yaitu R05. R-07 dan R-08 menuliskan data tidak sesuai dengan soal. Selanjutnya pada soal menghitung massa jenis fluida responden R-03 tidak menuliskan kembali data pada soal. R-06 ditanyakan oleh soal serta salah dalam penentuan satuan pada hasil perhitungan. Kesalahan dalam penentuan satuan juga dilakukan oleh responden R-08. Selanjutnya pada soal untuk konteks hukum Archimedes responden R-02. R-04. R-05. R-06. R-07 dan R08 menuliskan data yang diketahui tidak sesuai dengan soal. Penyebab pemahaman fakta pada siswa adalah siswa R-05. R-06 dan R-07. menggunakan data tidak sesuai dengan kondisi, seperti melakukan perhitungan tanpa menyetarakan satuan dan persamaan, kesalahan ini dilakukan oleh responden R-01. R-02. R-03. R-04. R-05. R-06. R-07 dan R-08. salah dalam menjelaskan konsep tekanan hidrostatis pada bejana berhubungan, kesalahan ini dilakukan oleh responden R-02. R-03. R-04. R-05. R-06. R-07 dan R-08. Faktor yang menjadi penyebab siswa mengalami kesulitan pemahaman konsep dalam penelitian ini ialah siswa tidak menguasai materi, memiliki pemahaman yang salah atau persamaan atau rumus serta menggunakan persamaan yang didapatkan hanya dengan mengalikan besaran yang diketahui. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Charli . yang menyatakan faktor yang pemahaman konsep adalah siswa tidak paham dengan materi soal serta tidak paham menggunakan rumus. Penelitian lain juga dilakukan Ashadarini, dkk. yang menyatakan penyebab kesulitan konsep siswa pandangan yang berpendapat bahwa siswa memperoleh pengetahuan tentang dunia . aik melalui pendidikan formal ataupun informa. , mereka sering kali membangun teori yang salah tentang bagaimana dunia fisik bekerja dan sering kali teori-teori tersebut mengandung miskonsepsi yang bertentengan. Kesulitan matematis adalah kesulitan yang dialami siswa dalam proses perhitungan. Kesulitan-kesulitan yang dimaksud ialah seperti perkalian dan pembagian. Aspek yang menjadi indikator siswa mengalami kesulitan matematis menggunakan operasi hitung dan salah dalam mengkonversikan satuan pada besaran data. Seperti R-06 kedalaman penyelam pada hasil perhitungan responden mengkonversi 0,07 m = 700 cm dan 0,08 m = 800 cm. Kesalahan dalam mengkonversikan satuan juga dilakukan oleh responden R-02. R-03. R-04. R-05, dan R-07. Kesalahan lain yang ditemukan yaitu dalam proses perhitungan dan menggunakan operasi hitung seperti pada responden R-03 dalam menyelesaikan soal untuk konteks hukum Pascal responden responden menghitung 12 = Kesalahan dalam proses perhitungan dan menggunakan operasi hitung juga dilakukan oleh responden R-03. R-04. R-05 R-06 dan R07. Penyebab terjadinya kesulitan matematis pada siswa adalah kurangnya ketelitian dalam mengerjakan soal, tidak membaca kembali jawaban yang telah selesai dikerjakan untuk memastikan penggunaan operasi hitung sudah sesuai kaidah matematis dan rendahnya Hasil mengkonfirmasi penelitian yang dilakukan AlAmin, dkk. menyatakan bahwa matematis adalah siswa tidak teliti dalam melakukan perhitungan serta kemampuan berhitung siswa rendah sehingga dalam mengerjakan soal hitungan siswa mengalami Penelitian senada juga dilakukan Marchelia, dkk. yang menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan siswa penjumlahan, pengurangan, perkalian dan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data pada hasil penelitian dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tiga jenis kesulitan yang dialami siswa pada topik fluida statis yaitu: kesulitan pemahaman fakta, kesulitan ini ditunjukkan oleh kesalahan siswa dalam menuliskan data pada soal, salah menuliskan simbol atau lambang dan salah dalam menuliskan satuan. Penyebab terjadinya kesulitan pemahaman fakta pada siswa adalah tidak menghafal simbol fisika dari besaran data yang disebutkan oleh soal, kurang teliti dalam membaca soal dan tidak memeriksa kembali hasil pekerjaan sebelum mengumpulkan sehingga siswa sering kali salah atau bahkan tidak menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan dari soal. kesulitan pemahaman konsep, kesalahankesalahan mengalami kesulitan pemahaman konsep yaitu menggunakan persamaan yang tidak menggunakan data tidak sesuai dengan kondisi, seperti melakukan perhitungan tanpa menyetarakan satuan dan salah dalam mensubtusikan data pada persamaan dan salah dalam menjelaskan konsep tekanan hidrostatis pada bejana berhubungan. Faktor yang menjadi penyebab siswa mengalami penelitian ini ialah siswa tidak menguasai materi, memiliki pemahaman yang salah atau menggunakan persamaan atau rumus serta menggunakan persamaan yang didapatkan hanya dengan mengalikan besaran yang . kesulitan matematis, kesalahan-kesalahan kesulitan matematis ialah salah dalam melakukan proses perhitungan dan salah dalam mengkonversikan satuan. Penyebab terjadinya kesulitan matematis pada siswa mengerjakan soal, tidak membaca kembali jawaban yang telah selesai dikerjakan untuk memastikan penggunaan operasi hitung rendahnya pengetahuan matematika siswa tentang konversi satuan. DAFTAR PUSTAKA