SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 INDIKATOR SITUASI TELIK DALAM KALIMAT BAHASA INGGRIS DAN BAHASA JAWA Muhammad Kamaluddin Dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon Email: m. kamaluddin@umc. ABSTRAK Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa adalah dua bahasa yang digunakan oleh banyak orang di Bahasa Inggris merupakan bahasa nasional di negara Inggris bahkan kini telah menjadi bahasa internasional yang digunakan oleh masyarakat dunia. Adapun bahasa Jawa adalah satu dari sekian banyak bahasa daerah di negara Indonesia. Tulisan ini mengkaji perbandingan bentuk sintaksis situasi telik dalam bahasa Inggris dan Jawa. Kedua bahasa ini menarik untuk dikaji indikator situasi telik dalam kalimat-kalimatnya. Indikator situasi telik adalah ciri yang terdapat dalam sebuah kalimat berupa ujaran yang menyarankan proses perbuatan dan ketercapaian targetnya. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, pendekatan studi pustaka digunakan untuk mencermati ketelikan dalam kedua bahasa tersebut. Kata Kunci: Bahasa Inggris. Bahasa Jawa. Telik. Kalimat ABSTRACT English and Javanese are two languages used by many people in the world. English is a national language in the United Kingdom and even now has become an international language used by the world community. The Javanese language is one of the many regional languages in the country of Indonesia. This paper examines the comparison of the syntactic forms of telik situations in English and Javanese. These two languages are interesting to study indicators of situations in their sentences. Indicators of telik situations are traits contained in a sentence in the form of utterances that suggest the process of action and achievement of the target. Through descriptive qualitative research methods, the literature study approach is used to examine the nudity in both languages. Keywords: English. Javanesse. Telik. Sentences Diterbitkan oleh FISIP-UMC SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 PENDAHULUAN seperti di Suriname. Belanda. New Bahasa Caledonia dan di wilayah Pantai Barat Inggris adalah rumpun bahasa Jermanik Barat, yang berasal dari Johor. negara Inggris. Bahasa ini merupakan diperkirakan sekitar 75,5 juta jiwa. kombinasi antara bahasa lokal yang samping itu, bila di dunia terdapat kurang Norwegia, 703 bahasa, maka bahasa Jawa Denmark. Saxon dan Angel dari abad ke menempati urutan ke-11 dalam jumlah enam sampai abad abad ke sepuluh yang terbanyak penuturnya (Wedhawati. Masehi. Bahasa Inggris juga diketahui 2010:. orang-orang Jumlah Secara umum, baik bahasa Inggris Amerika Serikat. Australia. Bahama. Barbados. Bermuda. Britania Raya, pembangun bahasa yang berbeda. Hal ini Guyana. Jamaika. Selandia Baru, bisa dilihat dari struktur fonologi dan Antigua. Saint Kitts dan Nevis serta fonetik, morfologi, serta sintaksisnya. Trinidad dan Tobago. Ia juga satu bahasa Namun perbedaan yang jelas di antara resmi yang digunakan di negara berbagai performa-performa tersebut tidak berarti belahan dunia semisal Afrika Selatan. Belize. Kanada. Hongkong. Irlandia dan kesamaan-kesamaan di antara keduanya. Singapura (Hidayat dan Elis, 2009:132- Hal ini dapat diketahui dengan melihat lebih dekat ke dalam kontruksi contoh Adapun bahasa Jawa merupakan bahasa pertama penduduk di pulau Jawa Jawa dari kalimat-kalimatnya. Selanjutnya pendekatan ke dalam yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah. Daerah sebagaimana tadi di atas disebut dengan Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur, dan Banten. Selain itu digunakan pula oleh masyarakat di beberapa wilayah menurut Hijazi . , sejak tahun semisal Lampung, sekitar Medan, daerah- 1957 cenderung digandrungi kajiannya oleh para linguis. Sementara itu. Pateda Indonesia Provinsi Riau. Pendekatan . mengatakan bahwa, tata bahasa Jambi dan Kalimantan Tengah. Beberapa tempat di luar negeri juga ada yang mengenai sintaksis dari segi makna. masyarakatnya menggunakan bahasa ini Diterbitkan oleh FISIP-UMC SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 Istilah sintaksis sendiri berasal dari Bahasa Jawa. Baik contoh-contoh kalimat bahasa Yunani, yaitu sun yang berarti dalam Bahasa Inggris maupun dalam AdenganA bahasa Jawa yang dianalisis didapatkan AmenempatkanA. Secara dari penelusuran kajian pustaka. sintaksis berarti Aumenempatkan bersamasama kata-kata atau kelompok kata LANDASAN TEORETIS menjadi kalimatAy (Achmad, 1996/1997 Tadjuddin . mengatakan dalam Putrayasa, 2007:. Ada lagi bahwa situasi telik adalah situasi yang Ramlan sintaksis secara langsung terambil dari internal, sedangkan sebaliknya situasi bahasa Belanda, syntaxis. Dalam bahasa atelik adalah situasi yang unsur waktunya Inggris tidak mengandung unsur batas internal. digunakan istilah syntax. Kesemuanya Menurutnya, situasi telik dapat bersifat pada muara bahwa sintaksis adalah implisit, inheren di dalam semantik verba Aubagian atau cabang dari ilmu bahasa itu sendiri. Maka dari itulah verba yang membicarakan seluk-beluk wacana, semacam itu disebut verba telik. Di sisi kalimat, klausa dan frasaAy. lain, situasi telik dapat pula bersifat Di satu sisi, bahasa dikatakan oleh Ramlan eksplisit, misalnya saja terdapat pada penggunaan verba telik dengan bantuan lapisan, yaitu lapisan bentuk dan lapisan unsur-unsur arti yang dinyatakan oleh bentuk itu. , yaitu yang menggambarkan Menurutnya, bentuk bahasa terdiri atas unsur waktu yang mengandung batas satuan-satuan Baik secara eksplisit maupun non-verba yang bersifat Kedua fonologik dan satuan gramatik. Satuan fonologik meliputi fonem dan suku variabel tersebut yakni adanya proses menuju sasaran akhir dan berakhirnya wacana, kalimat, klausa, frasa, kata dan Adapun proses/tercapainya sasaran akhir. Dengan demikian, masih menurut melalui pendekatan kualitatif deskriptif Tadjuddin . , situasi telik harus akan dikaji beberapa indikator situasi menggambarkan adanya dua variabel telik dalam kalimat bahasa Inggris dan tersebut sekaligus. Dengan kata lain. Diterbitkan oleh FISIP-UMC SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 batas internal situasi telik merupakan titik Rama reads a book every day. peralihan antara dua keadaan, yakni (Rama membaca sebuah buku antara keadaan dimana proses masih setiap har. berlangsung/sasaran akhir belum tercapai Shinta dengan keadaan dimana proses telah berhenti/sasaran akhir telah tercapai. Pada (Shinta minum sus. Shinta ngunjuk Tadjuddin susu sagelas. (Shinta minum segelas sus. menerangkan bahwa secara lingual, proses menuju batas internal . asaran Contoh-contoh diungkapkan dalam bentuk verba bentuk lampau sederhana. Adapun sasaran akhir terbilang adalah indikator situasi telik, itu sendiri diungkapkan dalam bentuk maka kalimat pada contoh . frasa nominal yang berupa objek terikat adalah tidak menyatakan situasi telik . ounded nomina. atau frasa adverbial . Frasa nominal bahasa Inggris Sifat book AbukuA pada kalimat . dan bahasa keterikatan itu lazimnya diungkapkan Jawa susu AsusuA pada kalimat . sebagai melalui pemarkah ketakrifan atau kata bilangan jumlah. Senada dengan itu, tercapainya sasaran akhir dari verba read Krisdalaksana . mengutarakan AmembacaA pada kalimat . dan ngunjuk bahwa Autelik adalah tentang perbuatan AminumA pada kalimat . sebagai proses. yang jelas batas akhirnya atau tuntasAy. Karena sasaran . pada kalimat . tidak memiliki keterikatan dengan PEMBAHASAN Frasa Nominal Terikat Argumen Tunggal Terbilang Berikut ini yakni contoh kalimat dalam bahasa Inggris dan Jawa: Rama reads the book every day. (Rama membaca buku setiap Adapun kalimat . adalah telik karena memiliki dua unsur pembangun situasi telik yaitu proses menuju sasaran akhir dinyatakan oleh objek yang berupa frasa terbilang bahasa Inggris a book Asebuah Diterbitkan oleh FISIP-UMC SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 bukuA dan bahasa Jawa susu sagelas Asegelas susuA. Januari-Juni 2019 Srikandi (Srikandi menjemur dua Dengan kata lain proses . karung gaba. read AmembacaA dalam kalimat . dan AminumA . Contoh karena frasa nominal book AbukuA pada nominal terikat argumen jamak terbilang kalimat . dan susu AsusuA pada kalimat adalah indikator situasi telik, maka . terikat oleh argumen tunggal terbilang kalimat pada contoh . adalah yang berupa. a AsebuahA pada kalimat . tidak menyatakan situasi telik . dan sagelas AsegelasA pada kalimat . Frasa nominal girl AgadisA pada kalimat Maka dari itulah kalimat . dan gabah AgabahA pada kalimat . sebagai sasaran . tidak menunjukan internalnya . karena proses . tercapainya sasaran akhir dari verba kiss tidak selesai mencapai sasaran akhirnya AmenciumA pada kalimat . dan mepe . Sedangkan kalimat . AmenjemurA pada kalimat . sebagai dinyatakan mencapai batas internalnya Karena sasaran . karena proses . selesai kalimat . tidak memiliki mencapai sasaran akhirnya . Adapun kalimat . Frasa Nominal Terikat Argumen Jamak Terbilang adalah telik karena memiliki dua unsur Berikut ini yakni contoh kalimat pembangun situasi telik yaitu proses dalam bahasa Inggris dan Jawa: menuju sasaran akhir yang dinyatakan Arjuna kissed the girl yesterday. oleh verba dan tercapainya sasaran akhir (Arjuna telah mencium gadis yang dinyatakan oleh objek yang berupa frasa nominal terikat argumen jamak Arjuna kissed two girls yesterday. (Arjuna telah mencium dua gadis Srikandi mepe gabah. (Srikandi menjemur gaba. Diterbitkan oleh FISIP-UMC Dengan kata lain proses . kiss AmenciumA dalam kalimat . dan mepe AmenjemurA dalam kalimat . | SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 karena frasa nominal girl AbukuA pada Contoh kalimat . dan gabah AgabahA pada kalimat . terikat oleh argumen jamak adverbial terikat argumen takrif adalah terbilang yang berupa. two AduaA pada indikator situasi telik, maka kalimat pada kalimat . dan rong karung Adua karungA pada kalimat . Maka kalimat . dan menyatakan situasi telik . Frasa . dinyatakan tidak mencapai batas adverbial to Bandung Ake BandungA pada internalnya . karena proses . dan ing griya Adi rumahA pada tidak selesai mencapai sasaran akhirnya kalimat . sebagai sasaran . Sedangkan kalimat . tidak menunjukkan tercapainya sasaran dinyatakan mencapai batas internalnya akhir dari verb went ApergiA pada kalimat . karena proses . mencapai sasaran akhirnya . sebagai proses. Karena sasaran . pada kalimat . dan Frasa Adverbial Terikat . AmenungguA argumen takrif. kalimat dalam bahasa Inggris dan Jawa: Last year Bima went to Bandung. (Tahun . tidak memiliki keterikatan dengan Argumen Takrif Berikut . Bima Bandun. Adapun kalimat . adalah pembangun situasi telik yaitu proses menuju sasaran akhir yang dinyatakan Last year Bima went to Bandung oleh verba dan tercapainya sasaran akhir in three days. (Tahun lalu Bima yang dinyatakan oleh keterangan yang pergi ke Bandung berupa frasa adverbial terikat argument selama tiga Dengan kata lain proses . Kunti ngenteni Yudhistira ing (Kunti Yudhistira di ruma. went ApergiA dalam kalimat . dan ngenteni AmenungguA dalam kalimat . mencapai sasaran akhirnya . Kunti ngenteni Yudhistira ing karena frasa adverbial to Bandung Ake griya nganti jam siji bengi. (Kunti BandungA pada kalimat . dan ing griya menunggu Yudhistira di rumah Adi rumahA pada kalimat . terikat oleh sampai jam satu mala. argument takrif yang berupa. in there days Aselama tiga hariA pada kalimat . Diterbitkan oleh FISIP-UMC SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 dan nganti jam siji bengi Asampai jam statif . yang tidak menunjukkan satu malamA pada kalimat . Maka dari Adapun kalimat . itu kalimat . dinyatakan tidak . AmenendangA dalam kalimat . dan proses . tidak selesai mbukak AmembukaA dalam kalimat . mencapai sasaran akhirnya . adalah verba pungtual . roses sekila. Sedangkan kalimat . dinyatakan yang menunjukan ketercapaian. Maka mencapai batas internalnya . karena dari itu, kalimat . dinyatakan proses . selesai mencapai sasaran tidak mencapai batas internalnya . karena verbanya bukan verba pungtual Verba Pungtual tetapi statif. Sedangkan kalimat . dan Berikut ini yakni contoh kalimat . dalam bahasa Inggris dan Jawa: Doni Donita. (Doni adalah verba pungtual. (Doni SIMPULAN mencintai Donit. Doni Donita. menendang Donit. Berdasarkan Donita lara mripate. (Donita sakit kalimat yang disajikan di atas, dengan Donita mbukak mripate. (Donita membuka matany. dalam ujaran kalimat bahasa Inggris dan bahasa Jawa sama-sama memiliki konsep Contoh situasi telik. Situasi telik sebagaimana yang para sarjana katakan yakni situasi . yang mencapai batas internal. eskipun Sebuah situasi . dalam sebuah tidak diikuti argume. adalah pada kalimat dikatakan telik jika proses telah berhenti/sasaran . roses situasi telik, maka kalimat pada contoh . atas interna. Keharusan berakhirnya . adalah tidak menyatakan proses/tercapainya sasaran itu dalam situasi telik . Karena verba love situasi telik, menurut para ahli sama AmencintaiA pada kalimat . dan lara AsakitA pada kalimat . adalah verba padamnya nyala sebatang lilin. Lilin Diterbitkan oleh FISIP-UMC SOSFILKOM Volume Xi Nomor 01 Januari-Juni 2019 padam dengan sendirinya pada saat bahan lilin habis terbakar. Akhir nyala lilin, yakni saat padamnya lilin merupakan batas internal antara keadaan Auada nyala lilinAy dengan keadaan Autidak ada nyala lilinAy yang dalam kalimat bahasa Inggris Bahasa Jawa Sumarlam. Aspektualitas Bahasa Jawa: Kajian Morfologis dan Sintaksis. Surakarta: Pustaka Cakra indikatornya terdapat dalam kalimatkalimat berfrasa nominal terikat argumen tunggal, berfrasa nominal terikat argumen jamak terbilang, berfrasa adverbial terikat argumen takrif dan berverba pungtual. DAFTAR PUSTAKA Hidayat. Amir F. dan Elis N. Rahmani . Ensiklopedi BahasaBahasa Dunia Peristilahan Bahasa. Bandung: Pustaka Grafika Hijazi. Fahmi. Pengantar Linguistik. (Diindonesiakan oleh Wagino H. Hamdan. Bandung: PSIBA Press Diterbitkan oleh FISIP-UMC Kridalaksana, . Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama