p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Optimalisasi Peningkatan Sarana Belajar dan Skill Leadership melalui Inisiasi Outbound Terpadu di Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru Berry Kurnia Vilmala1*. Ilham Hudi2. Rahmad Firdaus3. Wulan Yulianti Nurlatifah4. Suci Puspita Rini5. Sunanto6 1,4,5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau email: berrykurniavilmala@umri. Abstract This community service program aims to improve learning facilities and leadership skills of students at Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru through the initiation of integrated outbound activities. This school has a nature-based educational approach, but still needs development in terms of learning facilities and strengthening students' soft skills. This program is designed as a solution to overcome these limitations by providing structured outbound activities, including team-based learning, problem solving, and leadership character development. The methods used include initial evaluation of learning facilities, outbound training for students, and post-activity monitoring and evaluation. The expected results of this activity are an increase in the quality of learning facilities in the school environment and the formation of better leadership skills in students, which include communication skills, teamwork, and decision-making. This program is also expected to be able to increase student learning motivation through interactive and contextual learning experiences. The impact is expected to be sustainable, contributing to the quality of education at Sekolah Alam Rumbai and can be a model for other schools with a similar approach. Keywords: Outbound. Skill Leadership. Sekolah Alam Rumbai Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan sarana belajar dan keterampilan kepemimpinan . siswa di Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru melalui inisiasi kegiatan outbound terpadu. Sekolah ini memiliki pendekatan pendidikan yang berbasis alam, namun masih membutuhkan pengembangan dalam hal fasilitas belajar dan penguatan soft skills siswa. Program ini dirancang sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan menyediakan kegiatan outbound yang terstruktur, meliputi pembelajaran berbasis tim, pemecahan masalah, dan pengembangan karakter kepemimpinan. Metode yang digunakan mencakup evaluasi awal sarana belajar, pelatihan outbound bagi siswa, serta monitoring dan evaluasi pasca kegiatan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas sarana belajar di lingkungan sekolah serta terbentuknya keterampilan kepemimpinan yang lebih baik pada siswa, yang mencakup kemampuan komunikasi, kerjasama tim, dan pengambilan keputusan. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual. Dampaknya diharapkan akan berkelanjutan, memberikan kontribusi terhadap kualitas pendidikan di Sekolah Alam Rumbai dan dapat menjadi model bagi sekolah lain dengan pendekatan serupa. Kata Kunci: Outbound. Skill Leadership. Sekolah Alam Rumbai PENDAHULUAN Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru berada di kelurahan Umban Sari. Kecamatan Rumbai kota Pekanbaru. Sekolah ini berjarak 11 km dari lokasi kampus Universita Muhammadiyah Riau. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Sekolah Alam Rumbai berfokus pada empat pilar pendidikan: akhlak, logika ilmiah, leadership . , dan Empat pilar ini diterapkan melalui program keteladanan, bahasa ibu dalam kegiatan sehari-hari, logika melalui program belajar bersama alam, dan bisnis melalui program market day dan magang. Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru, sebagai salah satu sekolah yang mengedepankan pembelajaran di alam, memiliki potensi besar untuk mengembangkan aspek Sebagaimana yang sudah umum merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal, diperlukan sarana belajar yang memadai dan kapasitas kepemimpinan yang kuat sebagaimana yang dicanangkan oleh Sekolah Alam Rumbai melalui empat pilar pendidikan tersebut . Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru memiliki beberapa potensi seperti memiliki lingkungan alam yang luas dan asri, memiliki kurikulum yang fokus pada pembelajaran di alam, memiliki guru-guru yang kreatif dan inovatif. Akan tetapi. Sekolah Alam Rumbai juga memiliki beberapa permasalahan, di antaranya, sarana belajar yang masih terbatas, terutama untuk kegiatan outbound, skill kepemimpinan siswa yang masih perlu ditingkatkan, kurangnya pelatihan dan mengembangkan pembelajaran di alam. Berikut ditampilkan kondisi sarana outbound yang ada di sekolah alam saat ini p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pengembangan karakter siswa dapat dipengaruhi oleh kegiatan outbound dan rasa percaya diri, kreativitas, emosional, kejujuran, sikap, dan keterampilan sosial. Dengan prinsip belajar dari pengalaman, metode outbound akan lebih efektif untuk siswa dalam praktik langsung . Kecerdasan kinestetik siswa dapat ditingkatkan melalui program outbound, yang meningkatkan rasa percaya diri dan kepemimpinan siswa . Pengabdian ini memiliki beberapa . meningkatkan sarana belajar di Sekolah Alam Rumbai, khususnya untuk kegiatan outbound, . meningkatkan skill kepemimpinan siswa, . memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran di Permasalahan di atas diatasi dengan melaksanakan pengabdian yang berfokus pada pegadaan saran outbound yang memadai agar dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan leadership siswa dan memberikan pelatihan terkait integrasi pembelajaran di alam kepada guru di Sekolah Alam Rumbai. METODE PENGABDIAN Secara khusus permasalahan yang dihadapi oleh Sekolah Alam Rumbai adalah . keterbatasan sarana belajar (Sarana Outbound Terpad. , . Belum optimalnya skill leadership siswa melalui program yang sudah ada. Hasil observasi dan wawancara dengan pihak sekolah menunjukkan bahwa Sekolah Alam Rumbai sangat membutuhkan perlengkapan outbound permanen dan terpadu untuk menunjang proses pembelajaran. Ada lahan yang belum digunakan di sekolah yang dapat digunakan untuk membangun sarana outbound yang permanen dan terpadu yang berfokus pada belajar bersama alam. Berikut disajikan dokumentasi observasi awal tim di Sekolah Alam Rumbai. Gambar 1. Kondisi Sarana Outbound di Sekolah Alam Rumbai https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Tah Kegi Sosial Pener Tekn i Pelati . Gambar 2. Survei Awal dan Diskusi dengan Mitra Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), sebagai lembaga dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan program studi Pendidikan IPA, merasa memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mitra. Agar empat pilar Sekolah Alam Rumbai, terutama pilar belajar bersama alam dan kepemimpinan dapat tercapai melalui program outbound. Sehingga dalam program ini disepakati untuk diadakan program antara lain: 1. Pengukuhan kerjasama (MoU) antara UMRI dengan Mitra 2. Merancang sarana outbound yang terpadu dengan sarana belajar bersama alam sesuai dengan kebutuhan sekolah 3. Pengadaan perlengkapan outbound yang dibutuhkan Pengawasan pelaksanaan 5. Evaluasi pelaksanaan program. Tahapan Pelaksanaan Program Program PKM ini akan dilaksanakan selama 8 bulan di Sekolah Alam Rumbai dengan dengan 5 . tahapan kegiatan Rincian kegiatan ditampilkan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Tahapan Kegiatan Program PKM Penda Evalu Keber Progr Keterangan Persiapan Program Pengukuhan kerjasama (MoU) antara UMRI dan mitra Identifikasi Sarana Outbound Terpadu yang dibutuhkan dan sesuai Pilar Sekolah Alam menggunakan IT dari berbagai Merancang sarana outbound Terpadu Pengadaan sarana dan prasarana Pelatihan kepemimpinan berbasis outbound bagi warga Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru dalam rangka meningkatkan kapasitas leadership Simulasi dan Praktik leadership berbasis outbound bagi guru Simulasi dan Praktik leadership berbasis outbound bagi siswa oleh guru Pendampingan dan pengawasan dilakukan dimulai dari tahapan penerapan teknologi sampai dengan tahapan akhir program Keberlanjutan program ini untuk pengadaan sarana outbound level lanjut meningkatkan prestasi non akademik Metoda Pendekatan Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan diskusi Kelompok terarah (FGD), metode praktis . , dan Evaluasi. Metode FGD adalah diskusi terfokus dari manajemen Sekolah Alam Rumbai. Guru, dan Dosen. Hal yang ingin dicapai dari metode ini adalah konsep sarana outbound yang dibutuhkan dan sesuai dengan konsep Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru. Metode Tindakan, yaitu tindakan yang bertujuan untuk melaksanakan hasil dari FGD yang telah dilakukan sebelumnya. Pada metode ini selain membuat sarana outbound terpadu juga dilakukan perbaikan jika perlengkapan outbound belum sesuai dengan konsep yang dibutuhkan. Metode Evaluasi dilakukan untuk memeriksa proses perjalan PKM pada semua tahapan yang telah dilaksanakan. Bentuk Partisipasi Mitra Mitra utama program PKM adalah Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru. Mitra ini akan terlibat penuh dalam tahapan kegiatan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 program PKM. Bentuk partisipasi mitra . Menyediakan lokasi pengembangan sarana outbound. Menyediakan jasa tukang untuk membuat sarana outbound sesuai dengan konsep yang sudah dibahas. Bersedia diwawancarai atau mengisi angket dalam rangka pelaksanaan evaluasi keberlanjutan program. Sedangkan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyediakan sarana transportasi darat menuju ke lokasi mitra selama program berjalan. Evaluasi dan Keberlanjutan Program Evaluasi Program PKM Bentuk evaluasi pelaksanaan program PKM dilakukan dengan metode Formatif Summatif Evaluation Model. Model evaluasi ini dilaksanakan ketika program masih berjalan . valuasi formati. dan ketika program sudah selesai . valuasi Secara garis besar tahapan tersebut meliputi: identifikasi kegiatan program, bentuk pelaksanaan evaluasi, dan data/informasi yang diharapkan dapat Evaluasi pelaksanaan program PKM dilaksanakan untuk. Pemenuhan ketentuan dalam pedoman program PKM, . Akuntabilitas pelaksanaan program, . Alat mengontrol pelaksanaan program, . Alat komunikasi dengan mitra program, . Keputusan . Diteruskan . Dilaksanakan di tempat lain . Dirubah . Dihentikan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pelaksanaan kegiatan pada PKM ini akan dijelaskan sesuai dengan tahapan kegiatan program PKM. Penjelasana tahap demi tahap sebagai berikut. Sosialisasi Pada tahap ini hal yag dilakukan adalah Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengukuhan kerjasama melalui Memorandum Understanding (MoU) dengan mitra https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Sekolah Alam Rumbai. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dalam rangka pengembangan sarana kepemimpinan siswa melalui kegiatan outbound terpadu. Tujuan utama dari sosialisasi adalah mengoptimalkan sarana belajar melalui pengadaan fasilitas outbound yang inovatif serta meningkatkan kemampuan leadership siswa melalui pelatihan yang sistematis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Alam Rumbai, sekaligus menjadi ajang kolaborasi yang bermanfaat bagi mahasiswa UMRI untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari dalam kegiatan pengabdian kepada Kerjasama ini juga membuka peluang bagi pengembangan berbagai program lain di masa depan, yang dapat mencakup penelitian dan pengabdian masyarakat lebih lanjut di bidang pendidikan dan pemberdayaan anak didik. Harapan besar dari kedua belah pihak adalah agar MoU ini menjadi langkah awal bagi terciptanya sinergi yang berkelanjutan, yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di Pekanbaru dan sekitarnya. Pada realisasinya MoU baru akan dilaksanakan pada bulan oktober 2024 Hal ini hasil diskusi yang telah dilakukan dengan pihak yayasan yang menanungi Sekolah Alam Rumbai. Pekanbaru. Namun untuk pelaksanaan berbagai kegiatan di Sekolah Alam Rumbai tetap dapat dilaksanakan. Sebagaimana yang diminta oleh pihak yayasan. Pada tahap ini juga dilaksanakan Focus Grup Discussion (FGD). Salah satu metode untuk mengumpulkan data adalah Focus Group Discussion (FGD). Metode ini melibatkan interaksi sosial di antara orangorang dalam suatu diskusi berseri . FGD bertujuan untuk mendapatkan berbagai macam sudut pandang dari berbagai pihak terkait dengan PKM yang dilaksanakan. FGD dihadiri oleh Bapak Imron Sutiyono. ST sebagai ketua yayasan. Ibu Nurhazni. sebagai Direktur Program yayasan. Ibu p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Molina. Pd sebagai staf administrasi Sekolah Alam Rumbai dan Tim pelaksana PKM yang dihadiri oleh Dr. Berry Kurnia Vilmala. Pd. Berikut ditampilkan dokumentasi FGD. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 saat peserta harus meluncur dari ketinggian. Flying fox juga mengajarkan peserta tentang pengelolaan risiko dan kemampuan untuk menghadapi tantangan, sehingga dapat membantu dalam mengembangkan pengambilan keputusan. Selain itu, aktivitas ini sangat efektif dalam memperkuat kerja sama antarpeserta, yang sejalan dengan tujuan meningkatkan Disain dari flying fox yang dibuat seperti gambar berikut. Disain Gambar 3. FGD di Sekolah Alam Rumbai Penerapan Teknologi Tahap ini hal yang telah dilakukan adalah mengidentifikasi sarana outbound terpadu yang dibutuhkan dan sesuai dengan pilar Sekolah Alam menggunakan Informasi dan Teknologi dari berbagai Hal berdasarkan hasil dari survei awal, observasi lanjutan dan FGD yang telah dilakukan sebelumnya. Selain itu juga dilakukan perancangan dan pengadaan sarana outbound terpadu. Hasilnya ditetapkan tiga sarana outbound yang perlu dibuat, yaitu flying fox, panahan dan Pertimbangan yang dilakukan sesuai dengan hasil dari FGD yang dilakukan antara pihak yayasan. Sekolah Alam Rumbai dan Tim PKM Universitas Muhammadiyah Riau. Pertimbangannya adalah flying fox dipilih sebagai salah satu sarana outbound karena memiliki berbagai manfaat yang mendukung pengembangan keterampilan individu maupun kelompok. Outbound terdiri dari 2 jenis berdasarkan pemain . utbound anak dan outbound dewas. Berdasarkan jenis permainan terbagi 2, outbound yang melatihkan soft skill dan hard skill . alah satu contohnya flying fo. Aktivitas ini menuntut keberanian, kepercayaan diri, dan ketangguhan mental Hasil Gambar 4. Disain dan Hasil Flying Fox Panahan dipilih karena olahraga ini konsentrasi, ketenangan, dan pengendalian Setiap peserta perlu fokus dan tenang dalam mengambil keputusan cepat keterampilan penting dalam pengembangan Selain itu, panahan juga mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dan disiplin, karena mencapai target memerlukan latihan terus-menerus dan Keterampilan ini sangat berguna dalam melatih daya konsentrasi siswa, yang https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 juga dapat berdampak positif pada aspek akademik mereka. Semua sasaran, termasuk alat panah, pagar penghalang, papan sasaran, dan tempat berdiri pemanah harus layak, dan aman untuk digunakan . Disain dari panahan yang akan dibuat seperti gambar berikut. Disain p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Mereka juga belajar toleransi dan berkolaborasi saat bermain . Disain dan hasil Playground yang dibuat seperti gambar berikut. Disain Hasil Hasil Gambar 6. Disain dan Hasil Playground yang Gambar 5. Disain dan Hasil Panahan yang dibuat Playground atau area bermain dirancang untuk menjadi fasilitas yang mendukung pengembangan motorik anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan Pilihan playground dalam outbound terpadu ini dimaksudkan untuk memberi ruang bagi siswa, khususnya yang lebih muda, untuk belajar melalui Aktivitas di playground koordinasi, serta membangun interaksi sosial yang sehat. Dengan beragam alat anak-anak mengeksplorasi kemampuan fisik mereka, sambil tetap belajar bekerja sama dan berinteraksi dengan teman-teman dalam lingkungan yang santai dan kreatif. Permainan outbound juga secara signifikan mempengaruhi kemampuan motorik kasar https://doi. org/10. 37859/jpumri. Pemilihan ketiga sarana ini dilakukan untuk menciptakan kegiatan outbound yang tidak hanya menyenangkan, pembentukan karakter, pengembangan keterampilan fisik dan mental, serta peningkatan kemampuan sosial siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan PKM, yaitu mengoptimalkan sarana belajar dan memperkuat leadership skill siswa di Sekolah Alam Rumbai. Pelatihan Pada tahap ini, kegiatan yang telah dilakukan meliputi pelatihan kepemimpinan berbasis outbound bagi warga Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas leadership di kalangan guru dan siswa. Pelatihan ini kepemimpinan melalui berbagai simulasi dan praktik yang menggabungkan aktivitas p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 fisik dan mental. Melalui kegiatan outbound seperti flying fox, panahan, dan tantangan kelompok lainnya, para peserta diajak untuk berkolaborasi, mengambil inisiatif, serta membuat keputusan dalam situasi yang menuntut kerja sama dan ketangguhan. Guru dan siswa terlibat secara aktif dalam setiap simulasi, yang tidak hanya mengasah kemampuan kepemimpinan mereka, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab dan kemampuan berkomunikasi efektif dalam Kegiatan pelatihan dihadiri oleh seluruh guru Sekolah Alam Rumbai. Berikut ditampilkan dokumentasi dari kegiatan pelatihan. Gambar 7. Pelatihan terkait optimalisasi sarana outbound di Sekolah Alam Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan dan pengawasan dilakukan dimulai dari tahapan penerapan teknologi sampai dengan tahapan akhir Pendampingan dan pengawasan dalam suatu PKM dilakukan secara penerapan teknologi hingga tahapan akhir Pada tahap penerapan teknologi, pendampingan dimulai dengan pengawasan pembuatan sarana outbound terpadu, seperti flying fox, panahan, dan playground, yang melibatkan monitoring desain, pemilihan material, serta proses Tim memastikan bahwa setiap fasilitas yang dibangun sesuai dengan standar keamanan dan kenyamanan untuk digunakan oleh siswa dan guru. Setelah sarana outbound selesai dibangun, pendampingan berlanjut pada Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 tahap implementasi, di mana tim memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada tahap ini, tim juga mengawasi kegiatan pelatihan dan simulasi memastikan bahwa setiap kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan program. Setiap perkembangan dan hasil dari pelatihan serta respons peserta dipantau secara berkala, dan jika ditemukan kendala, solusi diberikan secara langsung. Pengawasan terus dilakukan hingga tahap akhir program, termasuk evaluasi dampak, dan tindak lanjut yang diperlukan penggunaan sarana outbound serta implementasi keterampilan kepemimpinan yang telah dilatih. Pendampingan ini memastikan bahwa seluruh tahapan program berjalan sesuai dengan rencana, mencapai tujuan peningkatan kapasitas leadership bagi warga Sekolah Alam Rumbai. Keberlanjutan Program Fasilitas outbound tingkat lanjut akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk terus meningkatkan keterampilan soft skills yang esensial dalam kehidupan sosial dan Aktivitas ini tidak hanya mengembangkan karakter individu, tetapi juga mendorong prestasi di luar akademik, seperti keberhasilan dalam lomba-lomba kepemimpinan, olahraga, atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Selain itu, memungkinkan sekolah untuk membangun reputasi yang lebih kuat dalam bidang pendidikan karakter, menjadikan sarana outbound sebagai elemen penting dalam kurikulum yang mendukung perkembangan holistic siswa. Melalui evaluasi berkala dan pelatihan lanjutan, program ini diharapkan akan terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi siswa, guru, dan sekolah. Skill Leadership https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Persepsi guru terkait dengan outboun dapat meningkatkan skill leadership siswa ditanyakan melalui kuisioner. Hasilnya seperti ditunjukkan pada Gambar berikut. Gambar 8. Persepsi Guru Terkait pentingnya outbound menigkatkan skill leadership Guru-guru Sekolah Alam Rumbai diberikan pertanyaan terkait dengan persepsi terhadap pengembangan skill leadership melalui outbound terpadu. Pertanya pertama adalah seberapa penting keterampilan kepemimpinan . bagi pengembangan siswa di Sekolah Alam Rumbai. Seluruh responden . %) menjawab keterampilan leadership sangat Pertanyaan kedua yang diberikan adalah Apakah menurut anda kegiatan outbound kepemimpinan, 100% menjawab sangat Sejauh mana Anda memahami konsep outbound terpadu yang akan diinisiasi melalui program ini? Memiliki jawaban yang bervariasi. 28,6% menjawab netral, 57,1 % menjawab penting dan 14,3% menjawab sangat penting. Pertanyaan terbuka juga diberikan kepada Adakah masukan atau saran yang ingin anda sampaikan terkait pelaksanaan program ini? Rangkuman jawaban dari guru-guru adalah sebagai berikut sekolah sebagai sarana pendidikan yang diyakini dapat meningkatkan kualitas kehidupan https://doi. org/10. 37859/jpumri. manusia yang akan menjadi khalifatufil ardh sudah selayaknya dapat menjadi Turun gunung nya lembaga kampus dalam hal ini Universitas Muhammadiyah Riau, dengan program ini menjadikan kami (Sekolah Alam Rumba. benar-benar merasa dibersamai dan Moralitas dan karakter seorang pemimpin tentu tidak bisa langsung ada, namun benar benar dipersiapkan dan diwadahi dengan berbagai instrumen kebaikan yang tentunya dapat mengasah kepemimpinan anak sedini mungkin sesuai usia tahapan perkembangan melalui kegiatan oubound terpadu. Kedepan kami berharap, program ini tetap dapat dilanjutkan di Sekolah Alam Rumbai. Baik dalam hal peningkatan kualitas ataupun evaluasi dan monitoring program. SIMPULAN Program pengabdian masyarakat telah membantu mengatasi masalah kurangnya kepemimpinan siswa. Kegiatan ini mengoptimalkan fasilitas belajar sekolah dengan menyediakan outbound terpadu yang dapat digunakan sebagai media. Selain itu. Sekolah Alam Rumbai keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses Dengan integrasi outbound kepemimpinan, pelatihan kepemimpinan ini berhasil meningkatkan kemampuan leadership yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karakter Selain itu, program ini telah mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dana BIMA Kemdikbud, dan kolaborasi tim pengabdi yang terdiri dari mahasiswa dan dosen, yang telah menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan untuk pengembangan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, atas bantuan dana yang diberikan melalui hibah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMRI. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 29303/jpmpi. Ramdani and N. Azizah. AuPermainan Outbound Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini,Ay J. Obs. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 4, no. 1, p. 31004/obsesi. DAFTAR PUSTAKA