MAHSEER: Vol 7 No 1 Januari 2025 1-9 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 7 Desember 2024 / Revised 9 Januari 2025 / Accepted 13 Januari 2025 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/mahseer PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PERES (Osteochilus kappen. MENGGUNAKAN Hydrilla verticilata DENGAN KEPADATAN BERBEDA [Growth And Survival Of Fish Larvaes Peres (Osteochilus kappen. Uses Hydrilla verticilata With Different Discovery Solid. Rizki Melinda . Iwan Hasri2,3. Kavinta Melanie1. Nurliza Yanda1. Mahdayani1. Buge Mahara1. Akhdan Mamduha1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Kelautan dan Perikanan. Universitas Syiah Kuala Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Gajah Putih Dinas Perikanan Aceh Tengah Email : rizkymelinda105@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan peres (Osteochilus kappen. dengan pemberian tanaman air dengan padat tebar yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Lukup Badak Dinas Perikanan Aceh tengah pada bukan Agustus dampai dengan November 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap satu arah dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan A . % Hydrill. B . % Hydrill. C . % Hydrill. dan D . % Hydrill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan larva ikan peres pada perlakuan A . % Hydrill. B . % Hydrill. C . % Hydrill. dan D . % Hydrill. , dengan nilai panjang mutlak dari semua perlakuan berkisar antara 2,80 mm sampai dengan 4,07 mm, sedangkan untuk laju pertumbuhan harian berkisar antara 18,67% sampai dengan 27,11%. Hasil Uji ANNOVA menunjukkan bahwa perlakuan Hydrilla dengan padat tebar berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup larva ikan peres terbaik diperoleh pada perlakuan A . % Hydrill. , yang menunjukkan bahwa kepadatan tanaman air yang lebih rendah mendukung pertumbuhan yang lebih baik. Kata Kunci : Osteochilus kappeni. Hydrilla, pertumbuhan, kelangsungan hidup Abstract This study aims to analyze the growth and survival of Peres fish larvae (Osteochilus kappen. by providing aquatic plants with different stocking densities. The study was conducted at the Lukup Badak Fish Hatchery Center of the Central Aceh Fisheries Service from August to November 2024. The experimental design used was a one-way Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Treatments A . % Hydrill. B . % Hydrill. C . % Hydrill. , and D . % Hydrill. The results showed that the growth of peres fish larvae in treatments A . % Hydrill. B . % Hydrill. C . % Hydrill. and D . % Hydrill. , with absolute length values of all treatments ranging from 2. 80 mm to 4. 07 mm, while the daily growth rate ranged from 18. 67% to 27. The results of the ANNOVA test showed that Hydrilla treatments with different stocking densities had a 2 Melinda et al. Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Peres (Osteochilus Kappen. Menggunakan Hydrilla Verticilata Dengan Kepadatan Berbeda significant effect on absolute length growth, daily growth rate and survival. The best absolute length growth and survival of peres fish larvae were obtained in treatment A . % Hydrill. , which indicates that lower aquatic plant densities support better growth. Keyword : Osteochilus kappeni. Hydrilla. Growth. Survival rate PENDAHULUAN Provinsi Aceh memiliki potensi kekayaan sumberdaya alam yang beragam, salah satunya adalah sumberdaya hayati ikan air Ikan peres (Osteochilus kappen. adalah salah satu ikan yang tersebar di Danau Laut Tawar (Marini dan Fahmi, 2. dan dapat di temukan di sungai Peusangan terutama di bagian hulu (Husnah, 2. , namun populasi ikan peres ini semakin berkurang yang disebabkan oleh penangkapan yang berlebihan dan kerusakan alam. Oleh karena itu, usaha kearah domestikasi perlu dilakukan. Ikan peres (Osteochilus kappen. merupakan spesies air tawar lokal yang berpotensi untuk dikembangkan, terutama dalam tahap larva (Syahrinaldi, et al. , 2. Salah satu tantangan utama dalam budidayanya adalah memastikan pertumbuhan optimal dan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Ikan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas budidaya, dan salah satu perairan yang memiliki potensi ikan peres adalah Danau Laut Tawar (Muchlisin dan SitiAzizah, 2. Tanaman air di Danau Laut Tawar terdapat beberapa jenis yang terdiri dari tanaman air terapung, tenggelam dan mencuat (Husnah dan Fahmi, 2015. Hasri et al. , 2. tanaman air tenggelam yang dominan yaitu Hydrilla verticillata. Berdasarkan habitat aslinya ikan peres sangat erat berasosiasi dengan tanaman air. Tanaman air ini merupakan habitat bagi ikan peres terutama untuk daerah pemijahan, pemeliharaan anak ikan dan mencari makan (Kartamihardja, 1. Penggunaan Hydrilla verticillata dengan padat tebar yang berbeda merupakan hal yang berpotensi memengaruhi hasil budidaya (Siregar et al. Oleh karena itu, masalah yang dialami adalah bagaimana pengaruh padat tebar Hydrilla verticillata dapat memengaruhi kedua parameter tersebut. Penelitian menganalisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan peres dengan pemberian tanaman air dengan padat tebar yang berbeda. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilakukan selama 15 hari menggunakan metode eksperimental yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu A . % Hydrill. B . % Hydrill. C . % Hydrill. dan D . % Hydrill. Penggunaan Hydrilla penelitain Hasri et al . dimana tanaman ini pertumbuhan yang paling baik. Wadah yang digunakan pada penelitian berupa wadah akuarium sebanyak 12 buah. Setiap wadah pemeliharaan diisi dengan 5 liter air dan diberi aerasi untuk mensuplai oksigen. Tanaman air dimasukkan dengan berdasarkan Larva ikan peres berasal dari hasil pijahan ikan yang dilakukan di BBI Lukup Badak. Jumlah larva ikan peres yang dipelihara dengan kepadatan 5 ekor/liter. Pakan yang digunakan selama penelitian berupa pakan tepung yang diberikan 3 kali sehari. Pengamatan ikan dilakukan setiap 5 kali sehari dengan mengukur panjang dan jumlah larva yang mati. PARAMETER PENELITIAN Pertumbuhan Panjang Mutlak Pertumbuhan merupakan ukuran panjang ikan yang diukur dari bagian kepala hingga sirip ekor. Pertumbuhan panjang mutlak dihitung dengan menggunakan rumus menurut Effendie . yaitu sebagai berikut : Pm = Lt - Lo Keterangan : Pm : Pertambahan panjang mutlak . Lt : Panjang rata Ae rata akhir . Lo : Panjang rata Ae rata awal . MAHSEER: Vol 7 No 1 Januari 2025 hal 01-09 Laju Pertumbuhan Harian (LPH) Laju pertumbuhan harian dapat dihitung berdasarkan rumus yang ditemukan oleh Castel dan Tiews . dalam Robisalmi et al. yaitu sebagai berikut : LPH = yaycOeya0 x 100% yc Keterangan : LPH: Laju pertumbuhan harian (%). Lt : Panjang rata-rata ikan pada akhir pemeliharaan . L0 : Panjang rata-rata ikan pada awal pemeliharaan . dan T : Lama waktu pemeliharaan. Koefisien Keragaman Panjang Variasi ukuran dalam penelitian ini berupa variasi panjang ikan, diukur menggunakan rumus yang ditemukan oleh Steel dan Torrie . yaitu sebagai berikut: yc KK = x 100% Keterangan : KK : Koefisien Keragaman. S : Simpangan Baku dan : Rata-rata. Kelangsungan Hidup Kelangsungan persentase jumlah ikan dalam keadaan hidup dalam kurun terentu dari seluruh ikan yang ditebarkan pada awal penelitian sampai dengan akhir peneltian. Penghitungan kelangsungan hidup pada larva ikan Peres dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Rumus perhitungan menurut Effendie . yaitu sebagai berikut : SR = ycAyc x 100% ycAycu Keterangan : SR : Persentase kelangsungan hidup (%). Nt : Jumlah ikan yang hidup pada akhir pemeliharaan . dan N0: Jumlah ikan pada awal pemeliharaan . HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama 15 hari pemeliharaan, pertumbuhan panjang larva ikan peres mengalami peningkatan. Data hasil penelitian nilai rata-rata pertumbuhan panjang larva ikan peres (Osteochilus kappan. dapat dilihat pada Gambar 1. Pertumbuhan meningkat selama 15 hari penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan larva ikan peres pada perlakuan A . % Hydrill. B . % Hydrill. C . % Hydrill. dan D . % Hydrill. , dengan nilai panjang mutlak dari semua perlakuan berkisar antara 2,80 mm sampai dengan 4,07 mm, sedangkan untuk laju pertumbuhan harian berkisar antara 18,67% sampai dengan 27,11%, untuk nilai koefisien keragaman panjang dari perlakuan berkisar antara 10,02% sampai dengan 12,16% dan untuk nilai tingkat kelangsungan hidup larva rata-rata dari semua perlakuan berkisar antara 45,33% sampai dengan 65,32%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan setiap perlakuan kepadatan Hydrilla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup larva, dan tidak berpengaruh nyata terhadap koefisien keragaman panjang (Tabel Berdasarkan uji lanjut beda nyata jujur menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang mutlak (PM) terbaik diperoleh pada perlakuan A . % Hydrill. dimana perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C . % Hydrill. D . % Hydrill. , namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan B . % Hydrill. Tingkat kelangsungan hidup larva (SR) pada perlakuan A. B dan C tidak berbeda nyata antar perlakuan, namun lebih tinggi dari perlakuan D. Koefisien keragaman panjang (KK) tidak berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan laju pertumbuhan harian (LPH) terbaik terdapat pada perlakuan A dimana perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C dan D, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. 2 Melinda et al. Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Peres (Osteochilus Kappen. Menggunakan PERTAMBAHAN PANJANG (MM) Hydrilla Verticilata Dengan Kepadatan Berbeda H10 H15 HARI Gambar 1. Rata-rata pertambahan panjang . Larva ikan peres . steochilus kappan. yang dipelihara selama 15 hari dari 4 perlakuan. Tabel 1. Pertumbuhan panjang mutlak. Laju pertumbuhan harian. Koefisien keragaman panjang dan Kelangsungan hidup larva Parameter Perlakuan Panjang Mutlak . Laju Pertumbuhan Harian (%) Koefisien Keragaman Panjang (%) Kelangsungan Hidup (%) 20% Hydrilla 4,07A0,31c 27,11A2,04c 11,17A4,76a 65,32A2,31b 40% Hydrilla 3,80A0,00bc 25,33A0,00bc 12,16A3,15a 64,00A4,00b 60% Hydrilla 3,00A0,20ab 20,00A1,33ab 12,09A3,37a 64,00A4,00b 80% Hydrilla 2,80A0,53a 18,67A3,53a 10,02A0,21a 45,33A6,11a Keterangan : Nilai superscript pada kolom yang sama tidak berbeda nyata (P<0,. gerak larva, sehingga dapat membatasi aktivitas PEMBAHASAN berenang dan mencari makan. Ikan peres Pertumbuhan (Osteochilus kappen. , termasuk famili pertambahan ukuran panjang atau berat dalam Cyprinidae, merupakan ikan air tawar yang suatu waktu (Effendi, 2. Pertumbuhan tumbuh optimal dalam lingkungan dengan panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian ruang yang cukup, akses makanan yang baik, larva ikan peres tertinggi terletak pada dan kualitas air ideal. Larva ikan peres lebih perlakuan A dan B, hal ini disebabkan oleh responsif terhadap lingkungan dengan sejumlah faktor yang melibatkan keseimbangan kepadatan tanaman yang seimbang karena hal antara ruang, makanan, dan tingkat oksigen ini mendukung aktivitas berenang dan Larva ikan mempunyai akses yang lebih pencarian makanan (Rizki et al. , 2. Larva baik terhadap sumber makanan pada perlakuan memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi A dan B karena kepadatan tanamannya tidak pada kondisi yang tidak menghambat terlalu tinggi, namun perlakuan C dan D pergerakan, seperti dalam perlakuan dengan memiliki kepadatan tanaman yang lebih tinggi kepadatan tanaman rendah hingga sedang. sehingga dapat menghambat kemampuan larva Kepadatan tumbuhan air memengaruhi untuk bergerak mencari makanan. Siregar et al. distribusi makanan alami sehingga larva pada . menyatakan bahwa kepadatan tanaman lingkungan dengan kepadatan lebih rendah air yang terlalu tinggi dapat mengurangi ruang memiliki akses makanan yang lebih optimal. MAHSEER: Vol 7 No 1 Januari 2025 hal 01-09 Kondisi lingkungan yang seimbang mendorong pertumbuhan maksimal (Dewi et al. , 2. Salah satu faktor yang berpengaruh pada kelangsungan hidup ikan yaitu kondisi lingkungan dan makanan (Effendie 2. Hydrilla verticilata merupakan tanaman air tawar yang memiliki berbagai manfaat bagi ekosistem perairan dan kehidupan ikan. Menurut Puspitaningrum et al. Hydrilla efektif meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui proses fotosintesis. Penggunaan kelangsungan hidup larva ikan peres. Tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan A. B dan C tidak berbeda nyata antar perlakuan namun lebih tinggi dari perlakuan D. Hal ini diduga karena keberadaan tanaman air yang terlalu padat bisa menyebabkan pengurangan ruang gerak bagi larva ikan. Putri Khofifah . menyatakan bahwa penambahan Hydrilla verticillata dapat meningkatkan kualitas air melalui peningkatan oksigen terlarut, yang berdampak positif pada kelangsungan hidup Namun, penambahan Hydrilla verticillata dalam jumlah berlebihan dapat menurunkan kualitas air akibat dekomposisi tanaman yang berlebihan, yang pada akhirnya menurunkan kelangsungan hidup ikan (Dwiputra, 2. Berdasarkan hasil penelitian oleh Hasri, et al 2024 untuk kelangsungan hidup (SR) dengan nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan menggunakan Hydrilla Hal ini diduga karena tanaman air Hydrilla verticilata dapat mebuat kondisi lingkungan wadah menjadi optimal untuk kelangsungan hidup larva ikan peres. Hydrilla verticilata dapat menggunakan CO2 bebas yang tersedia di sekitar perairan dan dapat juga memanfaatkan bikarbonat ketika berada pada kondisi tertentu. Kondisi tersebut disebabkan karena produktivitas perairan dan proses fotosintesis yang tinggi. Tanaman Hydrilla juga mampu menjadi fitoremediasi pada media pemeliharaan larva ikan, sehingga kualitas media pemeliharaan dapat optimal bagi ikan. Keberadaan tanaman air yang terlalu padat dapat menghambat pergerakan ikan muda, kemampuan mereka untuk mencari makanan dan beradaptasi dengan lingkungan mereka (Yang et al. , 2. Kepadatan tanaman yang tinggi menciptakan hambatan fisik bagi larva untuk bergerak di dalam kolam atau akuarium, yang mengurangi kesempatan mereka untuk menemukan pakan yang diberikan. Tanaman air yang sangat padat, seperti pada perlakuan D, dapat menghalangi larva dalam mencari Kesimpulan Kepadatan tanaman air yang terlalu tinggi, dapat menghambat pergerakan larva ikan, sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk mengakses makanan. Pengelolaan kepadatan tanaman air dalam budidaya larva ikan peres merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva pada wadah pemeliharaan. Pertumbuhan panjang mutlak larva ikan peres terbaik diperoleh pada perlakuan dengan dengan 20% Hydrilla yang menunjukkan bahwa kepadatan tanaman air yang lebih rendah mendukung pertumbuhan yang lebih baik. Daftar Pustaka