Journal of Applied Management Studies (JAMMS) Vol. 6 No. 1 Desember 2024: 159-167 ANALISIS ENDORSEMENT. SOSIAL MEDIA MARKETING, BRAND AWARENESS PADA PLATFORM INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI BAHANA GUEST HOUSE Luh Kadek Budi Martini1, *). Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. 1,2,3 Sekolah Tinggi Bisnis Runata *) Corresponding author: jrseruni@gmail. Abstract The tourism industry in Bali has experienced significant growth in 2024 following the global impact of the COVID-19 pandemic. This rapid development has inevitably affected accommodation options for guests, including Bahana Guest House. To attract guest decisions to stay, business operators must consider various factors influencing these decisions. Therefore, this study aims to analyze the impact of endorsements, social media marketing, and brand awareness on the decision to stay at Bahana Guest House. This research is a descriptive analysis research using a quantitative approach. Sampling used a random sampling method with a total of 67 respondents. Data collection was carried out using a likert scale questionnaire. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis. Hypothesis testing is carried out using the t test and f test. The results of the research show that: . Endorsement has a positive and significant effect on purchase interest, the t-count value is 2. 895 and the significance value is 0. Social Media Marketing has a positive and significant effect on buying interest, the t-count value 639 and the significance value is 0. Brand Awareness has a positive and significant effect on buying interest, the t-count value is 3. 725 and the significance value is 0. Endorsement, social media marketing, brand awareness simultaneously . influence purchasing interest, this is proven by the f-count value of 44. ,498 and a significance value of 0. Keywords: Instagram Social Media Advertising. Electronic Word of Mouth. Brand Image. Stay Decision. PENDAHULUAN Tahun 2023 diprediksi menjadi tahun penting dalam pemulihan industri pariwisata setelah berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang pandemi COVID19. Dengan meluasnya vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan yang lebih baik, perjalanan internasional kembali menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi banyak Namun, tahun ini juga akan menjadi periode transisi, dengan keamanan dan kesehatan tetap menjadi perhatian utama. Teknologi dan inovasi akan terus memainkan peran kunci dalam cara orang merencanakan dan mengalami perjalanan mereka, sementara keberlanjutan dan kesadaran akan dampak lingkungan akan semakin memengaruhi pilihan wisatawan. Pariwisata 159 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . virtual dan eksplorasi digital destinasi akan terus berkembang, menjadikan pilihan baru untuk mengenal dunia. Selain itu, pariwisata lokal dan pariwisata budaya akan mengalami peningkatan, dengan orang yang lebih cenderung menjelajahi destinasi terdekat dan mencari pengalaman yang terhubung dengan sejarah dan budaya. Dalam menjalani tahun 2023, industri pariwisata akan terus beradaptasi dengan perubahan dan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan para pelancong sambil menjaga keragaman pengalaman yang ditawarkan kepada mereka. Keputusan menginap merupakan suatu tindakan dalam pengambilan keputusan konsumen untuk memilih penginapan atau hotel yang akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara. Dalam Bab Buku Literasi Digital: Tren. Tantangan, dan Peluang, keputusan pembelian didefinisikan sebagai serangkaian pilihan yang diambil oleh konsumen sebelum melakukan pembelian produk atau menggunakan layanan yang tersedia (Yuniar, 2. Sementara itu, dalam buku Perilaku Konsumen (Tinjauan Konseptual dan Prakti. , dijelaskan bahwa sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen umumnya melalui proses pengambilan keputusan terlebih dahulu (Kusuma, 2. Proses pengambilan keputusan ini merupakan tahap di mana konsumen memilih produk yang dianggap terbaik, yang kemudian mendorong niat mereka untuk melakukan Endorsement adalah bentuk periklanan dengan menggunakan tokoh terkenal yang diakui, dipercaya, dan mendapat rasa hormat dari orang-orang. Menurut Luh dan I Gusti . Endorsement adalah salah satu strategi promosi dengan memanfaatkan figure atau tokoh terkenal untuk mereferensikan produk yang akan dipasarkan, dengan harapan calon konsumen menjadi tertarik untuk Adapun pengertian lain Endorsement adalah memasarkan produk dengan bantuan endorser pada jejaring sosial khususnya Instagram dapat mempengaruhi konsumen secara tidak langsung akan produk yang dipasarkan (Wan, 2. Social media marketing adalah penggunaan media sosial untuk promosi produk atau layanan bisnis. Beberapa contoh platform yang biasa digunakan di social media marketing adalah TikTok. Instagram. Facebook. Twitter, dan YouTube. Social media marketing adalah pemasaran yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan sosial media sebagai alat berkomunikasi dengan konsumen (Tuten. Dapat dikatakan social media marketing adalah proses yang menyadarkan pelaku bisnis untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kepentingan bisnis (Weinberg,2. Kesadaran merek atau brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenal, mengetahui dan atau mengingat kembali bahwa sebuah merek merupakan bagian dalam kategori produk tertentu. Kesadaran merek . rand awarenes. adalah suatu tingkat kesadaran masyarakat terhadap sebuah merek, yang mencerminkan kekuatan merek dalam ingatan publik. Ini terlihat melalui kemampuan masyarakat untuk mengenali berbagai elemen merek, seperti nama, logo, simbol, karakter, kemasan, dan slogan dalam berbagai konteks (Febriani & Dewi, 2. Brand awareness menjadi salah satu tujuan utama dalam komunikasi dengan memiliki kesadaran merek yang tinggi, diharapkan ketika kebutuhan dalam kategori tertentu muncul, merek tersebut akan diingat dan dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam proses pengambilan keputusan (Firmansyah, 2. Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa brand 160 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . awareness adalah kemampuan atau tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu produk atau komponen dari produk tersebut, termasuk nama, gambar, logo, dan Oleh karena itu, brand awareness memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat posisi merek, yang secara langsung dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui apakah Endorsement berpengaruh terhadap keputusan menginap di bahana guest house. apakah Social Media Marketing berpengaruh terhadap keputusan menginap di bahana guest house. apakah Brand Awareness berpengaruh terhadap keputusan menginap di bahana guest house. apakah Endorsement. Social Media Marketing, dan Brand Awareness berpengaruh secara simultan terhadap keputusan menginap di bahana guest house. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan perbandingan bagi penelitian-penelitian lain yang terkait dengan pengaruh endorsement, pemasaran media sosial, dan kesadaran merek terhadap keputusan konsumen dalam memilih tempat menginap. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai isu-isu yang TINJAUAN PUSTAKA Endorsement Menurut Kotler dan Kevin Lane Keller . , endorsement yang efektif harus memenuhi beberapa kriteria yang terkait dengan tujuan periklanan, yaitu: . Informasi (Informin. , di mana endorsement yang baik dapat menciptakan kesadaran merek, menyampaikan informasi tentang produk, serta memberi tahu pasar mengenai keberadaan produk atau layanan. Persuasif (Influencin. , di mana endorsement yang efektif dapat membujuk dan mempengaruhi calon pelanggan untuk mencoba produk atau layanan yang dipromosikan, serta membangun keyakinan konsumen untuk menggunakan barang atau jasa tersebut. Pengingat (Remindin. , di mana endorsement yang baik harus mampu mengingatkan konsumen tentang produk atau layanan, sehingga mendorong terjadinya pembelian. Pengulangan (Pervasivenes. , yang berarti bahwa endorsement yang sama perlu diulang secara intensif untuk memperkuat dan meyakinkan penerimaan informasi oleh konsumen. Social Media Marketing Gunelius . dikutip oleh Mileva dan Fauzi, 2. mengemukakan empat alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi dalam pemasaran media sosial, yang dikenal sebagai 4 CAos of social media marketing participation, yaitu: . Pembuatan Konten (Content Creatio. , yaitu dengan menciptakan konten unik yang relevan dengan bisnis, memastikan bahwa konten tersebut mencerminkan merek dan menarik serta bermanfaat bagi target pasar atau calon . Berbagi Konten (Content Sharin. , yaitu dengan mendistribusikan konten yang berkaitan dengan bisnis kepada target pasar atau calon konsumen, dan jika memungkinkan, konten tersebut dapat dibagikan kembali oleh audiens online, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Terhubung (Connectin. , yaitu memastikan bahwa konten dapat terhubung dengan audiens online serta jejaring sosial lainnya, sehingga dapat membangun kredibilitas merek dan loyalitas. Membangun Komunitas (Community Buildin. , yaitu dengan menciptakan 161 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . komunitas sosial yang memungkinkan individu untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa, di mana pembangunan komunitas sosial dapat membantu memperluas jaringan bisnis dan jangkauan audiens secara online. Brand Awareness Menurut Sadiya . , terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesadaran merek, yaitu: . Puncak Pikiran (Top Of Min. , yang merujuk pada kondisi di mana suatu merek menjadi yang pertama kali diingat atau disebutkan oleh responden ketika ditanya mengenai kategori produk tertentu. Pengingat Kembali (Brand Recal. , yang menggambarkan tingkat di mana merek dapat disebutkan oleh responden setelah mereka diminta untuk menyebutkan namanama produk dalam kategori tertentu tanpa adanya bantuan. Pengalaman Merek (Brand Recognitio. , yang diukur dengan memberikan bantuan kepada responden melalui pertanyaan yang menyebutkan ciri-ciri merek tersebut, untuk melihat sejauh mana mereka mengenali merek. Tidak Menyadari Merek (Brand Unawar. , di mana pada tingkat ini, responden sama sekali tidak mengenal atau tidak tahu tentang suatu produk. Keputusan Menginap Menurut Kotler dan Keller . , terdapat beberapa tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu: . Pengenalan Masalah (Problem Recognitio. , yang merupakan langkah di mana konsumen menyadari kebutuhan Kebutuhan ini biasanya muncul sebagai respons terhadap rangsangan internal, yang dapat berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti lapar atau haus. Pencarian Informasi (Information Searc. , setelah menyadari kebutuhan, konsumen terdorong untuk mencari informasi baik secara aktif maupun pasif. Pencarian aktif bisa meliputi kunjungan ke berbagai toko untuk membandingkan harga dan kualitas, sedangkan pencarian pasif terjadi melalui membaca iklan di media tanpa tujuan khusus. Evaluasi Alternatif (Alternative Evaluatio. , di mana konsumen menilai dan membandingkan berbagai produk atau merek yang . Keputusan Pembelian (Purchase Decisio. , yaitu tahap di mana konsumen benar-benar memilih dan melakukan pembelian produk atau jasa. Pada tahap ini, konsumen juga membuat sub-keputusan terkait merek, pemasok, jumlah, waktu pembelian, dan metode pembayaran. Perilaku Pasca Pembelian (Post-Purchase Behaviou. , di mana konsumen mengalami kepuasan atau ketidakpuasan setelah melakukan pembelian. Oleh karena itu, penting bagi pemasar untuk memperhatikan pengalaman konsumen setelah transaksi. METODE PENELITIAN Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah endorsement (X. , social media marketing (X. , dan brand awareness (X. Keputusan menginap (Y) berfungsi sebagai variabel dependen dalam penelitian ini. Peneliti mengumpulkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Dimana data kuantitatif yang peneliti gunakan yaitu jumlah kunjungan tamu di bahana guest house tahun 2022 yang disebarkan melalui kuisioner. Serta data kualitatif yang peneliti gunakan yaitu dokumentasi dan gambaran umum di bahana guest house. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data Data primer yang peneliti peroleh mengacu pada informasi yang diperoleh dari kuisioner yang diisi oleh responden berupa identitas dan tanggapan 162 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . responden dari hasil kuisioner. Data sekunder yang peneliti peroleh yaitu adalah pengenalan umum perusahan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua metode untuk mengumpulkan data, yaitu dokumentasi dan kuesioner. Untuk menganalisis data, dilakukan beberapa langkah, termasuk pengujian instrumen yang mencakup uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas. Selain itu, analisis kuantitatif dilakukan melalui analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda, dan analisis determinasi. Akhirnya, uji hipotesis dilaksanakan menggunakan uji t dan uji f. Adapun populasi dalam penelitian ini 210 tamu yang telah melakukan pemesanan di Bahana Guest House. Adapun teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan yaitu teknik purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Dimana responden yang akan penulis gunakan harus sesuai dengan kriteria yang telah penulis tentukan, yaitu merupakan tamu yang sudah menginap di Bahana Guest House. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan toleransi eror 10%, maka dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah 67 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kuesioner yang peneliti sebarkan kepada 67 orang responden diperoleh bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebesar 55%, berdasarkan usia didominasi oleh usia 18 Ae 23 tahun sebesar 57%, berdasarkan pendidikan didominasi oleh Sarjana sebesar 39%, berdasarkan pekerjaan didominasi oleh pegawai swasta sebesar 60%, dan berdasarkan kewarwanegaraan didominasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) sebesar 97%. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas endorsement (X. , social media marketing (X. , dan brand awareness (X. , dan secara simultan terhadap variabel terikat keputusan menginap (Y) di Bahana Guest House. Dimana hasil analisis regresi linier berganda adalah sebagai berikut : Tabel 1 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. 4,147 1,219 3,401 0,001 Endorsement 0,237 0,082 0,318 2,895 0,005 Social Media Marketing 0,252 0,096 0,262 2,639 0,010 Brand Awareness 0,291 0,078 0,364 3,725 0,000 Dependent Variable: Keputusan Menginap Sumber : Data diolah, 2024 Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa hasil analisis regresi linier berganda yaitu b1 = 0,237, b2 = 0,252, dan b3 = 0,291. Sehingga dapat dinyatakan bahwa 163 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . variabel endorsement, social media marketing dan brand awareness memiliki pengaruh positif terhadap keputusan menginap. Ini menunjukkan bahwa apabila endorsement, social media marketing dan brand awareness ditingkatkan maka keputusan menginap juga akan semakin tinggi. Analisis korelasi berganda (R) digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya hubungan antara variabel bebas endorsement (X. , social media marketing (X. , dan brand awareness (X. , dan secara simultan terhadap variabel terikat keputusan menginap (Y) di Bahana Guest House. Dimana hasil analisis korelasi berganda adalah sebagai berikut: Tabel 2 Korelasi Berganda (R) Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate 0,824 0,679 0,664 1,384 Sumber : Data diolah, 2024 Berdasarkan data pada tabel 2 dapat dilihat bahwa hasil perhitungan koefisien korelasi berganda (R) adalah 0,824. Dimana terletak antara 0,800 Ae 1,000 yang berarti korelasinya sangat kuat. Ini berarti ada hubungan secara positif yang kuat antara endorsement, social media marketing dan brand awareness terhadap keputusan menginap konsumen. Analisis determinasi digunakan untuk mengetahui persentase besarnya pengaruh variabel yang diteliti, yaitu endorsement (X. , social media marketing (X. , dan brand awareness (X. , dan secara simultan terhadap variabel terikat keputusan menginap (Y). Dimana hasil analisis determinasi adalah sebagai berikut: Tabel 3 Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate 0,824 0,679 0,664 1,384 Sumber : Data diolah, 2024 Dari hasil koefisien determinasi seperti pada tabel diatas dan perhitungan diatas dapat diartikan bahwa endorsement, social media marketing dan brand awareness mempengaruhi minat beli sebesar 66,4% sedangkan sisanya 33,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. T-test (Uji-T) bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan secara parsial antara variabel endorsement, social media marketing dan brand awareness terhadap keputusan menginap. Dimana hasil uji T adalah sebagai berikut : 164 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . Tabel 4 Hasil Uji T (T-tes. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 4,147 1,219 Endorsement 0,237 0,082 Social Media Marketing 0,252 0,096 Brand Awareness 0,291 0,078 Dependent Variable: Keputusan Menginap Sumber : Data diolah, 2024 Standardized Coefficients Beta 0,318 0,262 0,364 Sig. 3,401 2,895 2,639 3,725 0,001 0,005 0,010 0,000 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H. yang berbunyi Auendorsement berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap konsumenAy diterima. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,010 < 0,05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H. yang berbunyi Ausocial media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap konsumenAy diterima. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H. yang berbunyi Aubrand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap konsumenAy diterima. F-test (Uji-F) bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan secara simultan antara variabel endorsement, social media marketing dan brand awareness terhadap keputusan menginap konsumen di Bahana Guest House. Dimana hasil uji F adalah sebagai berikut : Tabel 5 Hasil Uji F (F-tes. ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. Regression 256,035 85,345 44,498 0,000b Residual 120,830 1,918 Total 376,866 Dependent Variable: Keputusan Menginap Predictors: (Constan. Endorsement. Social Media Marketing. Brand Awareness Sumber : Data diolah, 2024 Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa endorsement, social media marketing, brand awareness secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menginap konsumen di Bahana Guest House. 165 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai endorsement, social media marketing, brand awareness pengaruhnya terhadap keputusan menginap konsumen di Bahana Guest House, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : . Endorsement berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap. Hal ini berdasarkan hasil uji t hitung sebesar 2,895 dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 yang artinya nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Hal ini berarti apabila variabel endorsement ditingkatkan maka keputusan menginap di Bahana Guest House juga akan . Social Media Marketing dan signifikan terhadap keputusan Hal ini berdasarkan hasil uji t hitung sebesar 2,639 dengan nilai signifikansi sebesar 0,010 yang artinya nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Hal ini berarti apabila variabel social media marketing ditingkatkan maka keputusan menginap di Bahana Guest House juga akan meningkat. Brand Awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap. Hal ini berdasarkan hasil uji t hitung sebesar 3,725 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang artinya nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Hal ini berarti apabila variabel brand awareness ditingkatkan keputusan menginap di Bahana Guest House juga akan meningkat. Endorsement, social media marketing, brand awareness berpengaruh positif dan signifikan secara bersama Ae sama . terhadap keputusan menginap di Bahana Guest House dengan hasil F hitung 44,498 dengan signifikasi 0,000. Dari hasil uji determinasi variabel endorsement, social media marketing, brand awareness mempengaruhi keputusan menginap sebesar 66,4% sedangkan sisanya 33,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Saran Saran bagi Bahana Guest House Pada variabel endorsement upaya yang dapat dilakukan Bahana Guest House diantaranya menggencarkan kembali kolaborasi dengan selebgram/influencer yang memiliki audience yang memiliki minat terkait dengan akomodasi sehingga dapat menjangkau tamu yang lebih Pada variabel social media marketing, upaya yang dapat dilakukan Bahana Guest house diantaranya meningkatkan kembali ide-ide konten yang kekinian yang disesuaikan dengan karakteristik tamu sehingga konten yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh audience. Pada variabel brand awareness, upaya yang dapat dilakukan Bahana Guest House diantaranya lebih gencar melakukan brand awareness guna meningkatkan dan mempertahankan kepercayaan tamu di media sosial. Brand Awareness dapat berupa champaign, membuat tagline, aktif membuat konten soft selling di media untuk menyampaikan identitas brand yaitu Bahana Guest House Saran bagi penelitian selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar dapat melakukan penelitian dengan memperluas variabel yang diteliti, dengan menambahkan variabel lain diluar penelitian ini seperti harga, kualitas produk, kualitas pelayanan, 166 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Luh Kadek Budi Martini. Putu Suweca Nata Udayana. Komang Ayu Cinthya Prameswari. , 159 - . citra merek, dan lain sebagainya. Dengan harapan hasil penelitian selanjutnya dapat lebih baik. DAFTAR PUSTAKA