Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. PENINGKATAN KUALITAS NYALA API PADA KOMPOR BLOWER RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKAR MINYAK JELANTAH Ahmad Farid1. Hadi Wibowo2. Agus Wibowo3. Royan Hidayat4. Mustaqim5. Irfan Santosa6. Bambang Hermani7 1,2,. 3,4,5,6 Teknik Mesin Fakultas Teknik UPS Tegal. Jl. Halmahera Km. Tegal 52121 Teknik Mesin Fakultas Teknik UNTAG Cirebon Email: farid@upstegal. ABSTRAK Upaya dalam penyelesaian permasalahan tentang penkoversian kompor elpiji dan permasalahan kompor listrik yaitu dengan mencari alternatif bahan bakar murah berupa bahan limbah atau bekas . elah digunaka. yaitu dari minyak goreng, tentunya diperlukan juga desain atau rancangan agar bahan bakar tersebut mampu terbakar sempurna dan memiliki efisiensi yang baik seperti halnya kompor elpiji atau listrik atau bahkan lebih baik dari keduanya. Pelaksanaan penelitian eksperimen ini menggunakan variable berupa variasi kecepatan blower kompor dengan pengaturan speed 1:1,5 m/s, speed 2:3. 5m/s dan speed 3:5,5 m/s dengan bahan bakar berupa minyak jelantah. Kualitas nyala api pembakaran yang baik dari kompor berbahan bakar minyak jelantah yaitu menghasilkan warna api merah jingga dan merata yaitu pada pada kec. angin blower 5,5m/s dengan temperature api mencapai 497,1 0C, waktu pemasakan 6 menit dan jumlah minyak jelantah terbakar 92ml serta mencapai 7043,9Watt dengan efisiensi thermal 12,67, kemudian pada kecepatan angin blower 3,5m/s warna api kuning merata dengan temperature api 368,90C, waktu pemasakan air 14 menit, jumlah minyak jelantah terbakar 135ml dan daya kompor mencapai 4656,1Watt serta efisensi thermal 3,7 kemudian pada kecepatan angin blower kompor 1,5m/s warna api kuning tapi tidak merata waktu pemasakan air yaitu 25 menit dengan jumlah minyak jelantah terbakar 140ml, temperature api mencapai 308,10C dan daya kompor 3110,9Watt serta efisiensi thermal 1,71. Kata kunci: Kompor blower, jelantah, warna api. PENDAHULUAN Melihat perkembangan yang sangat pesat usaha restoran menyediakan makanan siap saji di Indonesia, telah menghasilkan sisa produk berupa minyak goreng bekas yang sangat banyak. Salah satu restoran siap saji yang terkenal di Indonesia adalah KFC (Kentucky Fried Chicke. Dalam satu hari, dapat menghasilkan minyak goreng bekas yang berwarna hitam sebanyak A 750 liter dari total jumlah usaha KFC se- Indonesia. Besarnya jumlah minyak goreng bekas tersebut akan berpotensi sebagai bahan baku bagipengembangan BBM alternatif, maka dipandang perlu dilakukan penelitian kualitas minyak goreng bekas sehingga masih dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar atau untuk tujuan lain. Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Penanganan awal minyak jelantah dapat dilakukan proses pemisahan yang disertai pemanasan yang bertujuan untuk memudahkan penyaringan. Penyaringan minyak jelantah dilakukan untuk menjernihkan minyak jelantah dari koloid dan partikel-partikel padat yang terdapat pada minyak jelantah agar dapat dipergunakan kembali. Pada dasarnya penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar telah dilakukan dengan menggunakan minyak kasar . rude oi. , dengan menggunakan peralatan atau kompor yang dimodifikasi (Reksowardojo 2. Rancangan kompor blower diharapkan memiliki nilai ekonomis yang lebih baik daripada menggunakan bahan bakar pada umumnya seperti minyak tanah, elpiji, dan lain sebagainya. Pembakaran minyak jelantah dengan cara penguapan untuk menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih bersih. Sehingga asap yang dihasilkan tidak banyak dan tidak mengganggu daerah Selain itu rancangan kompor tersebut harus memiliki kemudahan dalam pemeliharaannya . Adapun tipe burner yang dianalisis diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas nyala api dan kompor lebih efisiensi dengan pengaturan kecepatan angin blower kompor. RUANG LINGKUP PENELITIAN Rumusan Masalah Dalam penelitian ini permasalahan yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana proses perancangan kompor blower berbahan bakar minyak jelantah? Bagaimana kualitas nyala api pada kompor blower berbahan bakar minyak jelantah? Bagaimana efisiensi pembakaran pada kompor blower berbahan bakar minyak jelantah? Batasan Masalah Tungku pembakar menggunakan blower yang dapat diatur kecepatan udaranya sebagai peningkat nyala api, namun dalam hal ini ditetapkan dengan kecepatan maksimum. Menggunakan diameter pipa udara blower yo20 mm. Menggunakan variasi jenis bahan bakar dari oli bekas, minyak jelantah dan campuran Hasil pengukuran berupa temperatur api, kecepatan pembakaran, konsumsi bahan bakar dan warna api. Pengujian kompor dengan jenis bahan bakar pada beban pemasakan air 1 liter. Hasil efisiensi menggunakan persamaan perhitungan kecepatan pembakaran dan konsumsi bahan bakar METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dimana untuk melakukan pengujian dibuat rancangan kompor blower berbahan bakar minyak jelantah dilakukan perhitungan berdasarkan kajian teoritis yang kemudian dilakukan perancangan alat dan diujicoba untuk mendapatkan analisa hasil untuk dijadikan suatu kesimpulan dari fungsi alat tersebut. Dari data yang diperoleh dari hasil pengujian maka data tersebut kemudian dianalisa menggunakan persamaan-persamaan/ rumus agar mendapatkan hasil untuk disimpulkan. Adapun persamaan tersebut sebagai berikut: Perhitungan Daya Kompor Daya kompor diukur dengan cara menyalakan kompor tanpa beban dengan nyala api stabil. Jadi daya kompor adalah panas yang diberikan oleh bahan bakar selama waktu pengujian, yaitu : ycE= ycoyce ycuya yc (Wat. Dimana . P = daya kompor (Wat. = . cal/ja. mf = massa bahan bakar . E = nilai kalor bahan bakar . cal/k. Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. = waktu pengujian . Perhitungan konsumsi bahan bakar yayca = ycOyce yc Dimana = Fc = Fuel Consumtion / Konsumsi bahan bakar . Ve = volume bahan bakar . = cm3 t =Waktu pemasakan . Persamaan perhitungan Efisiensi Thermal Untuk menguji efisiensi thermal diawali dengan memasak air dengan mengukur volume air yang akan dimasak yaitu 1 liter, dimana waktu yang dibutuhkan tiap kenaikan temperature 10AC dicatat sebagai fungsi waktu. Massa air dapat ditentukan yaitu massa jenis dikalikan dengan Capasity volume specific (C. , yaitu 1 kal/g0C. Efisiensi thermal dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: ycEayceycycoycayco = ycoycaycnyc ycu yaycyycaycnyc ycu yuuycNycaycnyc ycyceycyceyco ycu yaycOyceycyceyco ycu ycyco Dimana, ycoycaycnyc = massa air . yaycyycaycnyc = panas jenis air . Kkal/ kgAC) ycOyceycyceyco = laju aliran massa . bahan bakar . g/meni. ycyco = waktu pemanasan . yuuycNycaycnyc = perubahan suhu air selama ycyco (AC) yaycOyceycyceyco (E) = heating value . ilai kalo. bahan bakar . kal/k. Gambar Alat Kompor Minyak Jelantah Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Diagram Alir Penelitian Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Dari data-data penelitian yang diperoleh diatas maka untuk dapat membuat sebuah kesimpulan penelitian dilakukan analisa hubungan mengenai pengaruh dari kecepatan angin blower kompor berbahan bakar minyak jelantah untuk mendapatkan hasil kualitas api pembakaran manakah yang lebih baik. Analisa hubungan beberapa hasil tersebut di tunjukkan dengan grafik sebagai berikut: Pengaruh kecepatan angin blower terhadap kualitas api pada kompor dilihat dari warna api dan temperature api pembakaran. Temperatur (C) Kec. Angin Blower vs Tempertur Api Kec. Angin Blower . Gambar 4. 1 Grafik Kec. Blower terhadap temperatur Api Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Dari gambar 4. 1 di atas dapat diketahui bahwa variasi kec. angin pada kompor blower menghasilkan temperature api pembakaran yaitu tertinggi yaitu pada mencapai 497,1 0C pada angin 5,5m/s, temperature 368,90C pada kec. angin 3,5m/s dan temperature 308,10C pada angin 1,5m/s. Pengaruh kecepatan angin blower terhadap kualitas api pada kompor blower dilihat dari jumlah bahan bakar yang terbakar, waktu dan laju pembakarannya. Waktu Sampai mendidih . Kec. Angin Blower vs Waktu Sampai Air Mendidih Kec. Angin Blower . Gambar 4. 2 Grafik Pengaruh kecepatan angin blower terhadap waktu pemasakan air Dari gambar 4. 2 di atas dapat diketahui bahwa waktu pemasakan air 1liter tercepat yaitu dengan menggunakan kecepatan angin blower 5,5m/s dengan waktu yaitu 6 menit, kemudian menggunakan kecepatan angin blower 3,5m/s dengan waktu yaitu 14 menit dan menggunakan kecepatan angin blower 1,5m/s dengan waktu yaitu 25 menit. Kec. angin blower vs Vol Bahan bakar terbakar Vol BB . Kec. Angin Blower . Gambar 4. 3 Grafik Pengaruh kecepatan angin blower terhadap Volume Bahan Bakar Dari gambar 4. 3 di atas dapat diketahui bahwa volume bahan bakar yang terbakar dipengaruhi oleh besarnya api karena tingginya angin yang masuk pada ruang bakar kompor blower ini sehingga dengan menggunakan kecepatan angin blower 5,5m/s jumlah minyak jelantah yang terbakar 92ml, kemudian kecepatan angin blower 3,5m/s jumlah minyak jelantah yang terbakar 135ml dan kecepatan angin blower 1,5m/s jumlah minyak jelantah yang terbakar 140ml Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Pengaruh variasi bahan bakar terhadap daya pada kompor blower efisiensi pembakarannya. Kec. Angin Blower vs Daya Kompor (Wat. Daya Kompor (Wat. Kec. Angin Blower . Gambar 4. 4 Grafik penggunaan jenis bahan bakar terhadap daya kompor Dari gambar 4. 4 di atas dapat diketahui bahwa daya terbesar yang dihasilkan dari kompor minyak jelantah pada pemasakan air 1liter yaitu dengan menggunakan kecepatan angin blower 5,5m/s yaitu mencapai 7043,9Watt, kemudian kecepatan angin blower 3,5m/s yaitu mencapai 4656,1Watt dan kecepatan angin blower 1,5m/s yaitu mencapai 3110,9Watt Kec. Angin Blower vs Efisiensi Thermal Efisienai Thermal 12,67 3,70 1,71 Kec. Angin Blower . Gambar 4. 5 Pengaruh kecepatan angin blower Terhadap Efisiensi Thermal Dari gambar 4. 5 diatas dapat diketahui bahwa efisiensi thermal pada kecepatan angin blower 5,5m/s yaitu 12,67, pada kecepatan angin blower 3,5m/s yaitu 3,70, pada kecepatan angin blower 1,5m/s yaitu 1,71. Dari hasil pengujian diatas warna nyala api dapat diketahui dari variasi kecepatan angin blower kompor pada gambar berikut: Engineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar 4. 6 Gambar Nyala Api Pengaruh kecepatan angin blower kompor Dari table 4. 6 diatas dapat diketahui bahwa kecepatan angin pad blower kompor sangat mempengaruhi kualitas nyala api. Dilihat pada gambar diatas bahwa pada kecepatan angin blower 5,5m/s terlihat warna merah, sedangkan kecepatan angin blower 3,5 nyala api agak kekuningan merata dan besar, sedangkan pada1,5 m/s nyala api kecil dan tidak merata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan analisis kompor blower minyak jelantah dengan variasi kecepatan angin blower untuk mendidihkan air 1 liter dapat disimpulkan sebagai berikut : Kualitas nyala api pembakaran yang baik dengan warna api merah jingga dan merata yaitu pada pada kec. angin blower 5,5m/s mencapai 497,1 0C, pada kec. angin 3,5m/s warna api kuning merata dengan temperature 368,90C dan pada kec. angin 1,5m/s warna api kuning tapi tidak merata dengan temperature 308,10C. Waktu pemasakan air yaitu dengan menggunakan kecepatan angin blower 5,5m/s yaitu 6 menit dengan jumlah minyak jelantah terbakar 92ml, kemudian pada kecepatan angin blower 3,5m/s 14 menit dengan jumlah minyak jelantah terbakar 135ml dan pada kecepatan angin blower 1,5m/s dengan waktu yaitu 25 menit dengan jumlah minyak jelantah terbakar 140ml. Daya kompor pada kecepatan angin blower 5,5m/s yaitu mencapai 7043,9Watt dengan efisiensi thermal 12,67, kemudian kecepatan angin blower 3,5m/s yaitu mencapai 4656,1Watt dengan efisensi thermal 3,7 dan kecepatan angin blower 1,5m/s yaitu mencapai 3110,9Watt dengan efisiensi thermal 1,71. DAFTAR PUSTAKA