Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 DETERMINAN NILAI PERUSAHAAN Suroto Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang Email :srt. smpg@yahoo. ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dalam indeks LQ-45 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010 AeJanuari 2015. Ukuran sampel penelitian ini sebanyak 15 perusahaan yang ditentukan dengan rumus Slovin dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionil random sampling. Tehnik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda Ordinary Least Square dengan = 0,05. Hasil analisis ditemukan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, namun bukan merupakan variabel kontrol. Kata Kunci: keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen, ukuran perusahaan dan nilai perusahaan. ABSTRACT The aim of this study is to examine effect of investment decisions, financing decisions and dividend policy on firm value of companies in the LQ-45 index listed on the Indonesia Stock Exchange in the period Februari 2010 to January 2015. The sample is 15 companies with Slovin method and the sample are taken by proporsional random sampling. The analysis tehnique in study used multiple regression ordinary least square with = 0,05. The results show that Investment decisions has significant positive effects on firm value, financing decisions was significant positive effects on firm value, dividend policy has negative not significant effect to firm value, and firm size has significant negative effect on firm value, but is not control Key Words: investment decisions, financing decisions, dividend policy, firm size and firm Pendahuluan Latar Belakang Tujuan perusahaan menurut perspektif manajemen keuangan pada dasarnya memaksimumkan kemakmuran pemegang saham (Husnan, 1. Kemakmuran para pemegang saham biasanya dapat dilihat dari tingginya nilai perusahaan. Hal ini berarti memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dilakukan dengan cara memaksimumkan nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan, maka akan semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemegang saham. Walker Hardiningsih menyatakan nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Hermuningsih dan Wardani dalam Setiani . , menyatakan nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Wright dan Ferris Hardiningsih menyatakan harga saham merupakan pencerminan kemampuan unit bisnis menghasilkan keuntungan yang telah menggunakan sumber daya perusahaan secara efisien. Pujiati dan Widanar . juga menyatakan bahwa harga pasar saham perusahaan merupakan suatu cerminan penilaian investor secara keseluruhan atas setiap ekuitas yang dimiliki. Selain itu, harga pasar saham menunjukkan penilaian sentral diseluruh pelaku pasar, dan bertindak sebagai barometer kinerja manajemen perusahaan. Nilai perusahaan ini merupakan suatu hal yang penting bagi manajer maupun Bagi manajer nilai perusahaan merupakan suatu tolak ukur atas prestasi kerja yang telah dicapainya. Jika manajer perusahaan, maka manajer tersebut telah menunjukkan kinerja baik bagi perusahaan. Selain itu, secara tidak langsung manajer ini telah mampu untuk meningkatkan kemakmuran bagi pemegang saham yang merupakan tujuan perusahaan. Namun, bagi investor peningkatan nilai perusahaan merupakan suatu persepsi yang baik terhadap perusahaan, jika investor sudah memiliki suatu pandangan yang baik terhadap perusahaan, maka investor tersebut akan tertarik untuk berinvestasi sehingga hal ini akan membuat harga saham perusahaan mengalami peningkatan. Perusahaan yang ingin mencapai tujuan keputusan keuangan berupa keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen (Husnan dan Pudjiastuti. Fama French Hardiningsih . , menyatakan bahwa merupakan tujuan perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan, di mana satu keputusan keuangan yang mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan. Keputusan investasi menyangkut tindakan mengeluarkan dana saat sekarang untuk mendapatkan return di masa mendatang dengan jumlah yang lebih besar dari dana yang dikeluarkan pada saat sekarang sehingga harapan perusahaan untuk selalu berkembang akan semakin terencana (Pujiati dan Widanar, 2. Prasetyo perusahaan mampu menciptakan keputusan investasi yang tepat, maka aset perusahaan akan menghasilkan kinerja yang optimal sehingga memberikan sinyal positif bagi investor yang nantinya akan meningkatkan harga saham dan menaikkan nilai Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Keputusan lain yang dapat mempengaruhi Husnan . , menyatakan menyangkut keputusan tentang bentuk dan komposisi pendanaan yang akan digunakan oleh perusahaan. Secara umum sumber dana perusahaan ada yang berasal dari dalam perusahaan seperti laba ditahan dan dari luar perusahaan seperti utang dan modal sendiri. Atmaja . , mengatakan bahwa manajer harus mampu untuk mengambil mempertimbangkan komposisi utang dan modal sendiri yang akan digunakan oleh Dengan adanya komposisi yang optimal dari penggunaan utang dan modal sendiri akan dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Modigliani dan Miller dalam Husnan . , mengatakan bahwa penggunaan utang akan meningkatkan nilai perusahaan, karena biaya bunga utang adalah biaya yang mengurangi pembayaran Dengan adanya pengurangan pajak, maka biaya modal perusahaan juga akan meningkatkan nilai perusahaan. Utang yang terlalu besar akan berkaitan dengan risiko keuangan yang akan memperbesar kemungkinan terjadinya risiko kebangkrutan. Penambahan utang yang digunakan untuk mendanai aktiva akan mengakibatkan semakin besarnya kemungkinan kesulitan perusahaan dalam membayar kewajiban tetap berupa bunga dan pokoknya. Hal ini tentunya akan mengakibatkan risiko kebangkrutan yang penghematan pajak (Mulianti, 2. Selain keputusan investasi dan keputusan pendanaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan adalah kebijakan dividen. Husnan . , menyatakan kebijakan dividen merupakan kebijakan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau ditahan sebagai laba ditahan. Modigliani and Miller . , menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berdampak pada harga saham maupun biaya modal suatu perusahaan, karena nilai perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh laba, bukan pada pembagian laba perusahaan untuk dividen dan sebagian untuk laba ditahan. Perusahaan bisa saja membagikan dividen besar atau kecil asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana sumber eksternal. Dampak dari pilihan tersebut sama saja terhadap nilai perusahaan. Gordon dan Lintner dalam Sartono . , menjelaskan bahwa investor menghendaki pembayaran dividen yang tinggi karena beranggapan bahwa memperoleh dividen tinggi saat ini risikonya lebih kecil daripada memperoleh capital gain di masa yang akan datang. Pembayaran dividen yang tinggi, maka harga saham perusahaan juga akan semakin tinggi. Namun, ada kekurangan dalam bird in the hand theory, yaitu investor diharuskan untuk membayar pajak yang besar akibat dari dividen yang Penelitian yang mengakaitkan pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan menunjukkan hasil yang berbeda di atara peneliti. Hasnawati . , menemukan bahwa keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sujoko dan Subiantoro menemukan hasil yang kontradiktif terhadap hasil penemuan Hasnawati . , menyatakan bahwa kebijakan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hardiningsih . , menemukan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Begitu juga penelitian Suroto . , menyatakan bahwa keputusan investasi Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan keputusan pendanaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, kebijakan dividen berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai Penelitian ini memperbaiki keterbatasan penelitian yang telah dilakukan oleh Suroto . dengan memasukkan variabel kontrol, yaitu ukuran perusahaan . ke dalam model penelitian dengan tujuan untuk menurunkan variance residual, menaikkan nilai koefisien determinasi dan menjadikan model lebih fit, sehingga hipotesis yang menyatakan AuAda pengaruh positif dan sginifikan kebijakan dividen (DPR) terhadap nilai perusahaanAu, diterima. Pengambilan variabel ukuran perusahaan . ini didasari dari hasil penelitian lain yang menunjukkan hubungan kausal terhadap nilai perusahaan. Sujoko dan Soebiantoro . , membuktikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Rumusan Masalah Adanya sebelumnya, secara rinci dari permasalahan penelitian ini dapat diajukan pertanyaan sebagai berikut: Adakah pengaruh positif dan signifikan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan LQ-45 yang terdapat di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015? Adakah pengaruh positif dan signifikan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015? Adakah pengaruh positif dan signifikan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015? Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut: Untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015. Untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015. Untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015. Tinjauan Pustaka Signalling Theory Menurut Brigham dan Houston . , signal adalah suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Teori sinyal menunjukan adanya asimetri informasi antara manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Menurut JamaAoan . Signalling Theory menjelaskan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Signalling Theory menyatakan bahwa: Pengeluaran investasi memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai perusahaan (Hasnawati, 2. Peningkatan utang dapat diartikan pihak Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 luar tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya di masa yang akan datang atau risiko bisnis yang rendah, sehingga penambahan utang akan memberikan sinyal positif (Brigham dan Houston, 2. Kebijakan dividen sering dianggap sebagai sinyal bagi investor dalam menilai baik buruknya perusahaan, hal ini disebabkan karena kebijakan dividen dapat membawa pengaruh terhadap harga saham perusahaan. Kenaikan jumlah dividen dianggap sebagai sinyal meramalkan laba yang baik di masa depan (Brigham dan Houston, 2. Trade-off theory Trade-off theory menyatakan bahwa perusahaan menukar manfaat pajak dari pendanaan utang dengan masalah yang ditimbulkan oleh potensi kebangkrutan (Brigham dan Houston, 2. Esensi trade-off theory dalam struktur modal adalah menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat penggunaan utang. Sejauh manfaat lebih Apabila karena penggunaan utang sudah lebih besar, maka tambahan utang sudah tidak Bird in The Hand Theory Gordon dan Lintner dalam Sartono . , beranggapan bahwa investor memandang satu burung di tangan lebih berharga daripada seribu burung di udara, yang berarti bahwa kemungkinan capital gain yang diharapkan lebih besar risikonya daripada dividend yield yang sudah pasti, sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih tinggi untuk setiap pengurangan dividend yield. Salah satu keuntungan apabila menerapkan bird in the hand theory adalah dengan memberikan dividen yang tinggi, maka harga saham perusahaan juga akan semakin tinggi pula. Namun, ada kekurangan dalam bird in the hand theory, yaitu investor diharuskan untuk membayar pajak yang besar akibat dari dividen yang tinggi. Dividend Irrelevant Theory Modigliani and Miller . , menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berdampak pada harga saham maupun biaya modal suatu perusahaan, karena nilai perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh laba, bukan pada pembagian laba perusahaan untuk dividen dan sebagian untuk laba ditahan. Perusahaan bisa saja membagikan dividen besar atau kecil asalkan dimungkinkan menutup kekurangan dana sumber eksternal. Dampak dari pilihan tersebut sama saja terhadap nilai perusahaan. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan di mana hal ini sering dikaitkan dengan harga saham Sujoko Soebiantoro . , menjelaskan bahwa nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Husnan . , menyatakan nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi, maka akan diikuti dengan tingginya kemakmuran pemegang Nilai perusahaan yang tinggi dapat meningkatkan kemakmuran bagi para pemegang saham, sehingga para pemegang saham akan menginvestasikan modalnya kepada perusahaan tersebut (Fenandar dan Surya, 2. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi nilai perusahaan, semakin tinggi nilai perusahaan maka akan semakin tinggi juga kemakmuran para pemilik saham. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Keputusan Investasi Keputusan investasi merupakan tindakan untuk menanamkan dana yang dimiliki saat ini ke dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang (Salim dan Moeljadi, 2. Keputusan investasi merupakan ketetapan yang dibuat oleh pihak perusahaan dalam membelanjakan dana yang dimilikinya dalam bentuk aset tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang (Nahdiroh, 2. Pujiati dan Widanar . , menyatakan bahwa keputusan investasi merupakan keputusan yang dikeluarkan perusahaan terkait dengan kegiatan perusahaan untuk melepaskan dana pada saat sekarang dengan harapan untuk menghasilkan arus dana masa mendatang dengan jumlah yang lebih besar dari yang dilepaskan pada saat investasi awal, sehingga harapan perusahaan untuk selalu tumbuh dan berkembang akan semakin jelas dan terencana. Keputusan Pendanaan Keputusan pendanaan berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam mencari dana untuk membiayai investasi dan menentukan komposisi sumber pendanaan (Kumar et al. Pendanaan dananya yaitu pendanaan internal dan pendanaan eksternal. Efni, dkk. menyatakan bahwa pendanaan internal merupakan pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan berupa laba ditahan sedangkan pendanaan eksternal yaitu pendanaan utang, ekuitas, dan hybrid Kebijakan Dividen Kebijakan dividen merupakan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham dan laba tersebut dapat dibagi sebagai dividen atau laba yang ditahan untuk diinvestasikan kembali (Husnan. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba perusahaan sebagai dividen, maka akan mengurangi laba yang ditahan . etained earnin. dan selanjutnya mengurangi total sumber dana intern . nternal financin. Sebaliknya apabila laba yang diperoleh perusahaan digunakan sebagai laba ditahan, maka kemampuan pembentukan dana intern perusahaan akan semakin besar (Ningsih dan Iin, 2. Apabila pembayaran dividen, maka dapat diartikan oleh investor sebagai sinyal harapan manajemen tentang membaiknya kinerja perusahaan di masa yang akan datang sehingga kebijakan dividen memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen melibatkan dua pihak yang memiliki kepentingan berbeda, yaitu pemegang saham dan perusahaan itu Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan Keputusan investasi merupakan keputusan yang menyangkut mengenai menanamkan mendapatkan hasil atau keuntungan di masa yang akan datang. Fama . , menyatakan bahwa nilai perusahaan semata-mata ditentukan oleh keputusan Prasetyo . , menyatakan manajer yang berhasil menciptakan keputusan investasi yang tepat, maka aset yang diinvestasikan akan menghasilkan kinerja yang optimal sehingga memberikan suatu sinyal positif kepada investor yang nantinya akan meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan. Hasil penelitian Haruman . , menyatakan bahwa investasi yang tinggi yang dilakukan perusahaan, maka akan meningkatkan nilai Investasi merupakan sinyal pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Sinyal tersebut akan dianggap sebagai good Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 news yang nantinya akan mempengaruhi mempengaruhi nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis pertama sebagai berikut: H1 : Ada pengaruh positif dan signifikan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan LQ-45 yang terdapat di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari Pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Keputusan keputusan mengenai sumber dana yang akan digunakan oleh perusahaan. Sumber dana terbagi dua yaitu sumber dana internal dan sumber dana eksternal. Sumber dana eksternal yang digunakan oleh perusahaan adalah utang dan modal sendiri. Untuk menentukan komposisi pendanaan yang optimal yang nantinya dapat mempengaruhi nilai perusahaan, seorang manajer haruslah komposisi antara penggunaan utang dengan modal sendiri. Jensen . , menyatakan bahwa dengan adanya utang, maka dapat digunakan untuk mengendalikan free cash flow secara berlebihan oleh manajemen, dengan demikian menghindari investasi yang siasia dan akan meningkatkan nilai Peningkatan rasio utang suatu perusahaan merupakan sinyal positif bagi investor dengan asumsi bahwa cash flow perusahaan di masa mendatang akan terjaga dan adanya utang juga menunjukkan melakukan investasi, sehingga diharapkan bahwa di masa mendatang prospek perusahaan semakin cerah. Modigliani and Miller dalam Husnan . , menyimpulkan bahwa penggunaan utang . akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga utang adalah biaya yang mengurangi pembayaran Kesimpulan ini didukung oleh hasil penelitian Mizqia et al . Afzal dan Rohman . dan Pancawati . , menyatakan bahwa keputusan pendanaan terhadapnilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis kedua sebagai H2 : Ada pengaruh positif dan signifikan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan LQ-45 yang terdapat di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan dividen merupakan kebijakan perusahaan untuk membagi pendapatan yang dihasilkan dalam bentuk dividen memegangnya sebagai laba ditahan untuk investasi di masa mendatang (Weston and Copeland, 1. Perusahaan yang memiliki kemampuan membayar dividen dinilai masyarakat sebagai perusahaan yang (Suharli. Rakhimsah Barbara menyatakan bahwa semakin tinggi dividend payout ratio, maka nilai perusahaan akan semakin tinggi pula, karena dividend payout ratio yang tinggi menunjukkan Hasil penelitian Ashamu et al . Wongso . dan Salawu et al . dapat membuktikan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis ketiga sebagai H3 : Ada pengaruh positif dan signifikan kebijakan dividen pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan LQ-45 Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 yang terdapat di Bursa Efek Indonesia periode Februari 2010-Januari 2015. Model Penelitian Berdasarkan kajian teori dan penelitian terdahulu, maka model penelitian dapat dilihat pada gambar berikut. Keputusan Investasi Keputusan Pendanaan Kebijakan Dividen H1 ( ) H2 ( ) Nilai Perusahaan H3 ( ) Gambar 1: Model Penelitian Metodologi Penelitian Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang konsisten tercatat dalam perhitungan indeks LQ-45 periode Februari 2010-Januari 2015, membagikan dividen setiap akhir tahun dan secara rutin menerbitkan laporan keuangan tahunan auditan dan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia sebanyak 17 perusahaan. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang konsisten tercatat dalam perhitungan indeks LQ-45 periode Februari 2010-Januari 2015, membagikan dividen setiap akhir tahun dan secara rutin menerbitkan laporan keuangan tahunan auditan dan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, sedangkan yang menjadi subyek atau unit analisis dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan auditan perusahaan yang tepilih menjadi Ukuran sampel penelitian ini sebanyak 15 perusahaan yang ditentukan dengan rumus Slovin, yaitu n = [N/. eA)]. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk mengambil 15 perusahaan sebagai anggota sampel adalah random sampling. Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan variabel independen, variabel dependen dan variabel Variabel independen dalam penelitian keputusan pendanaan dan kebijakan Keputusan investasi diukur dengan menggunakan Price Earning Ratio, di mana rasio ini menunjukkan perbandingan antara closing price dengan earning per share. PER dirumuskan dengan (Brigham dan Houston, 2. PER = Ea Keputusan pendanaan diukur dengan Debt to Equity Ratio, di mana rasio ini menunjukkan perbandingan antara pendanaan melalui utang dengan pendanaan melalui ekuitas (Wijaya dan Wibawa, 2. DER = x 100% Kebijakan dividen diukur dengan Dividend Payout Ratio, di mana perbandingan antara dividend per share dengan earning per share. DPR dirumuskan dengan (Brigham dan Houston, 2. DPS DPR = x 100% EPS Variabel dependen penelitian ini adalah Nilai Perusahaan. Nilai Perusahaan diproksi dengan Price Book Value (PBV), di mana rasio ini menunjukkan perbandingan antara harga pasar per lembar saham nilai buku per lembar PBV dirumuskan dengan (Brigham dan Houston, 2. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 PBV = Harga Pasar Per Lembar Saham Nilai Buku Per Lembar Saham Variabel kontrol penelitian ini adalah ukuran perusahaan yang diukur dengan menggunakan log natural (L. of total Size dirumuskan dengan (Sujoko dan Soebiantoro, 2. :Size = Ln of Total Asset Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi yaitu dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa laporan keuangan dan ringkasan kinerja perusahaan yang terdapat dalam ICMD tahun 2011 dan IDX per Juli 2015. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Analisis Hasil Penelitian Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda ordinary least square dan tingkat signifikansi 5% ( = 0,. Regresi berganda OLS dipilih sebagai alat analisis karena data penelitian ini berskala rasio, serta karena kemampuannya untuk menunjukkan pengaruh dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Adapun model regresi yang digunakan adalah sebagai NP = 1X1 2X2 3X3 e. Untuk mendapatkan model regresi yang BLUE, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji asumsi klasik dan uji goodness of fit. Secara rinci adalah sebagai . Uji Normalitas Untuk mendeteksi apakah data residual terdistribusi normal atau tidak digunakan Kolmogorov Smirnov Test (Ghozali. Imam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa data residual terdistribusi normal , karena nilai signifikansi = 0,900 > 0,05 seperti tampak pada lampiran 1 tabel . Uji Asumsi Klasik Untuk mendeteksi ada tidaknya independen dapat dilihat dengan nilai tolerance atau VIF (Ghozali. Imam. Hasil pengujian menunjukkan mengalami multikolonieritas, karena masing-masing variabel mempunyai nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10 seperti tampak pada lampiran 2 tabel Untuk menguji apakah ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada pada periode t-1 . digunakan Run test (Ghozali. Imam. Hasil pengujian menunjukkan tidak terjadi autokorelasi, karena diperoleh nilai signifikansi = 0,081 > 0,05 seperti tampak pada lampiran 2 tabel 3. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan Glejser test (Ghozali. Imam. Hasil pengujian menunjukkan tidak terjadi heteroskedastisitas, karena masingmasing variabel independen dan variabel kontrol memiliki nilai signifikansi > 0,05 seperti tampak pada lampiran 2 tabel 4. Uji Model Untuk mengukur seberapa dekatkah garis regresi yang diestimasi terhadap digunakan ukuran Goodness of fit yang dilihat dari koefisien determinasi dan uji F (Ghozali. Imam. Koefisien determinasi sebesar 0,527 menunjukkan proporsi variasi nilai dari rata-ratanya yang dijelaskan oleh price earning ratio. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 debt to equity ratio dan dividend payout ratio sebesar 0,527, sedangkan sisanya sebesar 0,473 dijelaskan oleh variabel di luar model. Koefisien determinasi sebesar 0,527 mempunyai nilai signifikansi F = 0,000 < = 0,05 . ampiran 3 tabel 5 dan . Dengan demikian model regresi ini adalah fit, karena sudah bebas dari uji asumsi normalitas, uji asumsi klasik serta uji dari Goodness of fit, sehingga dapat digunakan sebagai alat analisis. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil uji hipotesis pada lampiran 4 tabel 9 dapat dinyatakan bahwa secara parsial PER berpengaruh postif dan signifikan terhadap NP, karena mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap NP, karena mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Namun. DPR berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap NP, karena mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,732 > 0,05. Pembahasan . Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan Hasil pengujian hipotesis pertama investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan signaling theory yang menyatakan memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai PER yang tinggi menunjukkan investasi perusahaan yang bagus dan prospek pertumbuhan perusahaan yang bagus sehingga para investor akan tertarik. Permintaan saham yang tinggi akan membuat para investor menghargai nilai saham lebih besar dari pada nilai yang tercatat pada neraca perusahaan, sehingga PER perusahaan tinggi dan nilai perusahaan pun tinggi. Hasil penelitian ini juga mendukung pendapat Fama . , menyatakan bahwa nilai perusahaan semata-mata ditentukan oleh keputusan investasi. Keputusan investasi merupakan faktor penting dalam fungsi perusahaan, semakin tinggi minat investor dalam berinvestasi pada perusahaan, maka keputusan investasi tersebut berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan Prasetyo . , mengatakan bahwa keputusan yang tepat yang dilakukan oleh manajer dalam membuat keputusan investasi akan menciptakan suatu peningkatan nilai pada perusahaan sehingga akan meningkatkan nilai Hal ini dikarenakan apabila manajer yang berhasil menciptakan keputusan investasi yang tepat, maka akan menghasilkan kinerja yang optimal yang nantinya akan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Selain daripada itu hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Rakhimsyah & Gunawan . dan Honarbakhsh et al . Pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan Hasil pengujian hipotesis ke dua pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Trade off Theory dalam Brealey et al . , menyatakan bahwa manajer akan berusaha meningkatkan tingkat utang sampai pada suatu titik di mana tambahan benar-benar terimbangi oleh tambahan biaya masalah keuangan, penggunaan utang akan meningkatkan nilai perusahaan hanya sampai pada suatu titik optimal. Ini berarti bahwa penggunaan utang oleh perusahaan-perusahaan LQ-45 sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 melebihi pada suatu titik Oleh sebab itu peningkatan peningkatan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga mendukung pendapat Modigliani and Miller dalam Husnan . , menyatakan bahwa penggunaan utang . akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga utang adalah biaya yang mengurangi pembayaran pajak. Hasil penelitian ini juga mendukung pendapat Atmaja . , mengatakan bahwa manajer harus mampu untuk mengambil mempertimbangkan komposisi utang dan modal sendiri yang akan digunakan oleh perusahaan. Dengan adanya penggunaan utang dan modal sendiri akan dapat mempengaruhi nilai Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian Mizqia et al . Afzal dan Rohman . dan Pancawati . , menyatakan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil penelitian ini kontradiktif dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fitriana . , pendanaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Perbedaan ini mungkin disebabkan bahwa dalam penelitian ini perusahaan yang dijadikan sampel sebagian besar munggunakan utang masih dalam batas penelitian yang dilakukan Fitriana perusahaan yang dijadikan sebagian besar menggunakan utang sudah di luar batas optimal, sehingga . Pengaruh Kebijakan terhadap Nilai Perusahaan Dividen Hasil pengujian hipotesis ke tiga menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif tidak signifikan. Hasil penelitian ini selaras dengan Dividend Irrelevant Theory, menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berdampak pada harga saham maupun biaya modal suatu perusahaan, pembagian laba perusahaan untuk dividen dan sebagian untuk laba Hasil penelitian ini juga mendukung pendapat Myers dan Marcus . , menyatakan bahwa investor tidak mengkonversi saham mereka menjadi uang tunai, mereka tidak akan membayar harga yang lebih tinggi untuk perusahaan dengan pembayaran dividen yang lebih tinggi. Namun, hasil penelitian bertentangan dengan Bird in The Hand Theory , menghendaki pembayaran dividen yang tinggi karena investor beranggapan bahwa memperoleh dividen tinggi saat ini risikonya lebih kecil daripada memperoleh capital gain di masa yang akan datang. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian Afzal dan Rohman . , menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Wijaya dan Wibowo . Ashamu et al . Wongso . dan Salawu et al . , menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan siginifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak berpengaruh positif dan signifkan terhadap nilai perusahan, mungkin disebabkan investor tidak mengkonversi saham mereka menjadi uang tunai, sehingga mereka tidak akan perusahaan dengan pembayaran dividen yang lebih tinggi. Selain dari itu investor di pasar modal termasuk investor jangka pendek, sehingga tidak memperhatikan faktor fundamental perusahaan salah satunya adalah kebijakan dividen, namun hanya memperhatikan fluktuasi harga pasar. Dengan kata lain kebijakan dividen tidak akan berdampak terhadap nilai Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Uji Variabel Kontrol Berdasarkan hasil tampilan output SPSS menunjukkan bahwa ukuran perusahaan . ternyata berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan . ampiran 4 tabel . Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian Taswan dan Soliha . Soepriyatno dan Suwarti . , serta Sujoko dan Soebiantoro . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka akan mempermudah perusahaan tersebut untuk memperoleh sumber pendanaan baik dari internal maupun dari eksternal bahkan perusahaan dengan skala besar economics of scale. Di samping itu, hasil tampilan output SPSS menunjukkan bahwa R square mengalami penurunan dari 0,701 tanpa variabel kontrol . ampiran 3 tabel . menjadi 0,527 dengan variabel kontrol . ampiran 3 tabel . , sehingga varian residual . tandard error of the estimat. mengalami kenaikan yang pada akhirnya model menjadi tidak lebih baik sebelumnya dan kebijakan dividen (DPR) tetap berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, karena kebijakan dividen (DPR) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,732 > 0,05 . ampiran 4 tabel . Hasil penelitian ini bahwa variabel ukuran perusahaan . belum dapat menjadi variabel kontrol dalam menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel Hal ini didasari pada temuan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Simpulan Keputusan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifkan terhadap nilai Kebijakan negatif tidak signifikan terhadap nilai Ukuran perusahaan tidakdapat mengontrol pendanaan dan kebijakan dividen terhadap variabel Saran-Saran Obyek penelitian untuk peneliti mendatang, hendaknya dengan mengamati setiap sektor industri, misalnya sektor manufaktur sehingga memberikan hasil yang Peneliti menggunakan kebijakan keuangan sebagai variabel intervening dalam keuangan terhadap nilai perusahaan. Hal ini didasari pada hasil pengujian yang belum dapat memberikan penjelasan yang akurat bagaimana pengaruh kebijakan dividen yang diputuskan oleh manajemen terhadap nilai perusahaan. Penggunaan variabel kontrol guna memperjelas beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan untuk penelitian mendatang hendaknya lebih dikembangkan, bukan hanya berasal internal perusahaan saja sehingga mampu memperjelas fenomena yang terjadi secara lebih baik. Daftar Pustaka