Pendidikan Kesehatan Repoduksi Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2025 Murwati 1. Sulastri 2. Kartika Murya Ningrum 3. Noni Renata 4. Dila Anggraini 5. Viona Oktavia 6. Tita Septi Handayani 1,2,3,4,5,6,7 ) Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 murstikes@yahoo. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Examination. Detection. Cancer. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ,2 sulastry2007@gmail. com ,3 muryaningrumkartika@gmail. ABSTRAK Penyakit pada sistem reproduksi wanita tidak boleh dianggap sepele. Gangguan pada organ reproduksi wanita ini bisa disebabkan banyak hal. Jika tidak diobati, beberapa penyakit pada sistem reproduksi wanita ini bahkan dapat meningkatkan risiko wanita untuk mengalami masalah Sistem reproduksi wanita terdiri dari labia mayora, labia minora, kelenjar Bartholin, klitoris, vagina, uterus atau rahim, ovarium . ndung telu. , dan tuba falopi (Julina et al. , 2. Perempuan Indonesia beresiko terhadap berbagai masalah kesehatan, dan upaya- upaya promosi dan prevensi kesehatan wanita pada kelompok wanita sehat sangat dibutuhkan mengingat selama ini kelompok sehat ini kurang memperoleh perhatian dalam upaya kesehatan Padahal kelompok orang sehat di suatu komunitas sekitar 80 85 % dari populasi. Promosi dan prevensi yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan kondisi kesehatan Wanita. (Durham & Chapman, 2. ABSTRACT Female reproduction can be caused by many factors. If left untreated, several diseases of the female reproductive system can even increase a woman's risk of experiencing fertility problems. The female reproductive system consists of the labia majora, labia minora. Bartholin's glands, clitoris, vagina, uterus, ovaries, and fallopian tubes (Julina et al. , 2. Indonesian women are at risk of various health problems, and efforts to promote and prevent women's health in healthy female groups are very much needed considering that these healthy groups have so far received little attention in public health initiatives. In fact, healthy individuals in a community comprise around 80Ae85% of the population. Promotion and prevention can be carried out as efforts to improve women's health conditions. (Durham & Chapman, 2. PENDAHULUAN Penyakit pada sistem reproduksi wanita tidak boleh dianggap sepele. Gangguan pada organ reproduksi wanita ini bisa disebabkan banyak hal. Jika tidak diobati, beberapa penyakit pada sistem reproduksi wanita ini bahkan dapat meningkatkan risiko wanita untuk mengalami masalah kesuburan. Sistem reproduksi wanita terdiri dari labia mayora, labia minora, kelenjar Bartholin, klitoris, vagina, uterus atau rahim, ovarium . ndung telu. , dan tuba falopi (Julina et al. , 2. Perempuan Indonesia beresiko terhadap berbagai masalah kesehatan, dan upaya- upaya promosi dan prevensi kesehatan wanita pada kelompok wanita sehat sangat dibutuhkan mengingat selama ini kelompok sehat ini kurang memperoleh perhatian dalam upaya kesehatan masyarakat. Padahal kelompok orang sehat di suatu komunitas sekitar 80 85 % dari populasi. Promosi dan prevensi yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan kondisi kesehatan Wanita. (Durham & Chapman, 2. Fenomena di lapangan menunjukkan fakta bahwa pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan hanya di puskesmas ataupun di rumah sakit Perempuan yang datang ke pelayanan kesehatan kebanyak bertujuan untuk berobat dan sedikit yang berkunjung untuk melakukan upaya promotive atau preventive. Selain itu terbatas informasi tentang bagaimana perempuan usia reproduktif menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. (Restuning & Anita, 2. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi atau mempunyai konsep yang salah terhadap kesehatan reproduksi pada pasangan usia subur dapat disebabkan karena masyarakat masih belum menganggap bahwa kesehatan reproduksi itu penting. Faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut adalah biaya pemeriksaan yang relatif mahal, dan pengetahuan masyarakat mengenai masalah kesehatan reproduksi saat ini pun masih kurang. Dengan adanya beberapa kendala yang terjadi pada pasangan usia subur maka tenaga kesehatan pun sulit mendeteksi adanya masalah kesehatan yang terjadi di daerah, padahal masalah kesehatan reproduksi yang tidak segera terdeteksi dan tidak segera mendapatkan tindakan preventive dan curative akan menjadi masalah yang cukup serius dan bahkan berbahaya seperti kanker serviks yang sekarang menjadi masalah kesehatan yang menjadi penyebab terbesar kematian di seluruh dunia, terutama di Negara berkembang. Atas dasar hal tersebut sehingga pendidikan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sangat diperlukan, terutama bagi pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan tindakan promotif dan preventive untuk meminimalisir terjadinya Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 71 Ae 74 | 71 gangguan kesehatan reproduksi bagi pengguna kontrasepsi, sehingga dapat mendorong mereka untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan mau berupaya untuk mendatangi tenaga kesehatan untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya. (Lidiana. D, dkk, 2. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Wanita Usia Subur (WUS) tentang kesehatan sistem Upaya ini berkaitan dengan aktifitas promosi dan prevensi kesehatan khususnya kesehatan reproduksi sehingga dapat menjadi masukan kepada pelayana kesehatan berkaitan pengembangan program promosi dan prevensi kesehatan reproduksi. METODE Kegiatan pengukuran dengan tema Promosi Kesehatan Repoduksi pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dipandang sangat penting sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami tentang gangguan sistem repoduksi serta mendapatkan pengobatan dengan segera. Persiapan Kegiatan . Bula. Penjajakan lokasi Identifikasi pengetahuan Persiapan alat dan bahan Pelaksanaan . Koordinasi dengan pihak Nara sumber Mempersiapkan materi pembelajaran Pelaksanaan promosi kesehatan repoduksi Pemeriksaan organ sistem repoduksi yang terkait Evaluasi Kegiatan . Monitoring kegiatan para peserta Identifikasi mitra kerja sama HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan mulai bulan Juni 2025. Khalayak sasaran yang strategis dalam kegiatan ini adalah masyarakat yang tinggal di Wilayah kerja puskesmas sawah lebar Kota Bengkulu yang dilakukan promosi kesehatan repoduksi. Penentuan khalayak sasaran dilakukan berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas dan petugas PTM yang ada di puskesmas sawah lebar Kota Bengkulu. Dalam pelaksanaan Pengabdian pada masyarakat ini digunakan beberapa dokumen diantaranya : Instrumen Penuntun kegiatan Intrumen berupa penuntun pembelajaran untuk mengetahui tentang kesehatan repoduksi, dimulai dari pengertian sampai dengan penanganan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan selama A lima hari, dua hari persiapan. Satu hari dilakukan pertemuan dengan tempat yang menjadi pengabdian ddan persiapan edukasi dan pemeriksaan. Satu hari melakukan edukasi dan pemeriksaan kesehatan repoduksi dan satu hari evaluasi. Adapun rincian hasil kegiatan berdasarkan metoda pengabdian pada masyarakat adalah sebagai berikut : Karakteritik Khalayak Sasaran Khalayak sasaran sebanyak 20 orang. Semua khalayak sasaran tinggal di Wilayah kerja puskesmas sawah lebar. Selama pelaksanaan kegiatan seluruh peserta tetap berada tinggal di wilayah kerja puskesmas sawah lebar dan berpartisipasi aktif untuk terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan baik dan lancar. Pengetahuan Khalayak Sasaran Tentang Edukasi dan pemeriksaan kesehatan repoduksi. Setelah dilakukan evaluasi melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan repoduksi untuk mencegah terjadinya gangguan sistem repoduksi. Khalayak sasaran masyarakat yang tinggal di wilayah kerja puskesmas sawah lebar Kota Bengkulu dapat meminimalkan gangguan kesehatan pada sistem 72 | Murwati. Sulastri. Kartika Murya Ningrum. Noni Renata. Dila Anggraini. Viona Oktavia. Tita Septi Handayani . Pendidikan Kesehatan Repoduksi Pada Wanita. Pembahasan Pendidikan kesehatan melalui penyuluhan merupakan proses pemberian informasi yang bertujuan untuk merubah perilaku individu, kelompok, atau masyarakat dalam memelihara perilaku sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Perawat professional ataupun tim kesehatan lainnya harus dapat memberikan edukasi kesehatan dimanapun dan dengan teknik komunikasi baik sehingga tujuan dari edukasi itu sendiri tercapai dan terlaksana. Manfaat dari penyuluhan antara lain adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman pentingnya pencegahan untuk tercapainya perilaku kesehatan sehingga dapat meminimalkan terjadinya penyakit kanker serviks dan dapat mendapat penanganan yang tepat sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Dengan peningkatan pengetahuan diharapkan khalayak sasaran mampu memahami tentang pencegahan dan penanganan penyakit kanker serviks. Tujuan penyuluhan adalah mengubah perilaku individu dan masyarakat terutama di bidang kesehatan, serta tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga, dan masyarakat lebih baik. Kegiatan edukasi atau promosi kesehatan repoduksi yang dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas sawah lebar Kota Bengkulu dengan jumlah peserta A 20 orang yang diberikan edukasi tentang kesehatan repoduksi. Sebelum diberikan edukasi, peseta kita evaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang kesehatan repoduksi sebatas mana. Didapatkan 50% atau cukup baik pengetahuan peserta tentang penyakit tersebut, kemudian baru kita berikan edukasi tentang kesehatan repoduksi. Selanjutnya kita evaluasi kembali, pengentahuan peserta sudah 90% atau sudah sangat baik. Kegiatan berjalan dengan baik tanpa ada hambatan apapun, masyarakat antusias dalam kegiatan tersebut. Manfaat dari pemeriksaan gangguan kesehatan repoduksi adalah untuk mendeteksi secara dini apakah ada masalah dalam kesehatan repoduksi,sehingga mendapatkan penanganan serta pengobatan yang tepat peserta sudah 90% atau sudah sangat baik. Kegiatan berjalan dengan baik tanpa ada hambatan apapun, peserta antusias dalam kegiatan tersebut. Gambar 1. Dokumentasi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Para peserta pengabdian masyarakat mampu menjelaskan secara singkat kesehatan repoduksi Para peserta pengabdian masyarakat berantusias dengan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dalam bentuk edukasi atau promosi kesehatan repoduksi Para peserta sangat senang mengikuti pemeriksaan kesehatan repoduksi Saran Secara teoritis Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 71 Ae 74 | 73 Agar dapat memberikan sumbangan kajian berbagai disiplin ilmu dalam membantu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan repoduksi. Secara praktis Para peserta pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan mengetahui gangguan pada kesehatan repoduksi sehingga mendapat penanganan serta pengobatan yang tepat. DAFTAR PUSTAKA