Copyright A 2022 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 2, 2022 Edukasi Pada Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Gangguan Sistem Reproduksi Yusnidar 1*. Mirawati 2 1 Ae 2 Universitas Muhammadiyah Palopo *1 yusnidardarwis2@gmail. 2 mirawatimalik918@gmail. Abstrak Kesehatan wanita di usia muda dan dewasa akan mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi organ reproduksi. Kegiatan ini bertujuan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai gangguan kesehatan Metode kegiatan dilakukan dalam 5 tahap kegiatan dan dilakukan secara langsung, door to door meliputi beberapa langkah yaitu: Persiapan tim, mengumpulkan data, menentukan masalah, kegiatan penyuluhan dan evaluasi. Sampel diambil seperti WUS dan PUS kategori tersebut dengan status belum menikah dan sudah menikah yaitu sebanyak 117 orang. Setelah dilakukan penyuluhan serta edukasi tentang gangguan reproduksi khususnya tentang gangguan menstruasi dan infeksi menular seksual maka diperoleh hasil bahwa WUS memiliki pengetahuan yang baik tentang gangguan reproduksi sebanyak 88 orang . %). Pemberian penyuluhan dan edukasi yang dilakukan secara diskusi tatap muka dalam pengabdian masyarakaat ini lebih efektif dimulai dari pemaparan materi yang berlangsung audiens dapat memperhatikan dan fokus dengan gambar tentang gangguan sistem reproduksi. Kata Kunci: Wanita Usia Subur. GSR Pendahuluan Kesehatan reproduksi berkaitan dengan kesejahteraan yang membahas secara keseluruhan, baik psikis maupun fisik serta sosial dan juga terhindar dari berbagai penyakit baik dalam hal fungsi dan sistem serta proses reproduksi (Ade Tyas Mayasari. Hellen Febriyanti. Inggit Primadevi, 2. Kesehatan menurut WHO yaitu keadaan sehat sejahtera secara utuh terbebas dari penyakit yang membahas tentang sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya defenisi ini sesuai dengan Konferensi sedunia IV mencakup wanita yang dilaksanakan di Cina. Bejing di Haquee 1999. New York tahun 2000 (Purwandani. Faizal and Utami, 2. Kesehatan wanita di usia muda dan dewasa akan mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi organ reproduksi. Masalah reproduksi yang sering didapatkan pada wanita adalah salah satunya infeksi menular seksual (Sukmasari et , 2. Penyebab yang mengakibatkan gangguan sistem reproduksi terjadi adalah: . pendidikan remaja yang masih rendah, . petugas kesehatan memiliki keterampilan https://jurnal. id/index. php/singkerru/article/view/163 Vol. No. 2, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. yang masih kurang, dan . semua pihak kurang menyadari pentingnya penanganan kesehatan yang terjadi pada remaja. Dapat kita lihat dari penyebab-penyebab berikut, untuk remaja, khususnya perempuan diwajibkan harus lebih merawat kesehatan reproduksinya. Apabila organ-organ reproduksi tersebut tidak dijaga dan dirawat dengan baik, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit di kemudian hari. Terutama bagi remaja dengan kategori WUS sampai pasangan usia subur (PUS) yang memungkinkan mengalami masalah-masalah tersebut. (Aristyasari et al. , 2. Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita, serta para musaffir menginterpretasi kontekstual, sehingga dapat diketahui bahwa kesehatan reproduksi wanita berkaitan dengan Al-Qur'an. Menurut Al-QurAoan, terdapat enam konsep kesehatan reproduksi wanita yaitu, haid, seksualitas dan seks, persalinan, masa menyusui, dan masa pengasuhan anak. Konsep ini di kutip dari penjelasan AlQurAoan dan sama dengan penafsiran kontekstual dari musaffir. (Dewi, 2. Masalah kesehatan reproduksi wanita yang menyebabkan gangguan reproduksi diakibatkan karena kesadaran masyarakat yang kurang tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi. Penyebab lain yang berpengaruh yaitu masalah biaya pemeriksaan yang cenderung mahal dan masih minimnya pengetahuan masyarakat. Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan promotif dan preventif sehingga mengurangi terjadinya gangguan kesehatan reproduksi dan mendorong WUS menerapkan pola hidup sehat dan bersih, serta berupaya mengunjungi tenaga kesehatan guna memeriksakan kesehatan (Kartika & Arini, 2. Berdasarkan data yang dilakukan sebelum penyuluhan, diperoleh bahwa sebanyak 86% dari 117 orang wanita usia subur (WUS) di wilayah kelurahan Salekoe RT 004/RW 005 dengan pengetahuan yang masih kurang tentang gangguan sistem reproduksi (GSR). Dalam hal ini kegiatakan yang diadakan yaitu penyuluhan pada wanita usia subur (WUS) di kelurahan Salekoe RT 004/ RW 005 tanggal 01 Juni 2022. Kegiatan ini bertujuan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai gangguan kesehatan reproduksi. Penyuluhan dilakukan secara musyawarah dan tatap muka Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 01 Juni 2022 yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Wanita usia subur tentang gangguan pada sistem reproduksi. Dukungan yang diberikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memudahkan koordinasi dengan warga dalam pengadaan kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang AuGangguan Sistem Reproduksi Pada Wanita Usia Subur (WUS)Ay. Sasaran kegiatan ini yaitu wanita yang berusia 18-45 tahun Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. yang ditentukan secara purposive sampling dimana sampel diambil seperti WUS dan PUS kategori tersebut dengan status belum menikah dan sudah menikah yaitu sebanyak 117 orang. Metode kegiatan dilakukan dalam 5 tahap kegiatan dan dilakukan secara langsung, door to door meliputi beberapa langkah yaitu: Persiapan tim, mengumpulkan data, menentukan masalah, kegiatan penyuluhan dan evaluasi. Jenis penyuluhan yang digunakan yaitu forum diskusi tentang GSR seputar sistem Sebelum materi ditutup terlebih dahulu melakukan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta penyuluhan tujuannya untuk menilai pengetahuan ibu dari hasil penyuluhan tersebut. Dan diakhir penyuluhan dilanjutkan pemeriksaan gratis yaitu mengukur tekanan darah dan menimbang berat badan. Penyuluhan yang berlangsung lebih efektif karena audiens dapat langsung bertatap muka sehingga terjadi komunikasi dua arah. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan post-test untuk mengetahui efektivitas dari penyuluhan yang telah dilakukan. Target luaran atau Indikator capaian pada kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan WUS yang mencakup gangguan sistem reproduksi yang sering kali terjadi, diharapkan WUS dapat melakukan deteksi dini munculnya kelainan atau penyakit pada sistem reproduksi, sehingga mempermudah memberikan upaya preventive dan jika diperlukan lebih awal diberikan upaya curative. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara langsung atau face to Proses Kegiatan penyuluhan berjalan lancar, kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan tentang gangguan yang seringkali terjadi pada sistem reproduksi Wanita Usia Subur. Peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias dan aktif bertanya serta saling berdiskusi membahas kesehatan reproduksi Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan Vol. No. 2, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. Penyuluhan kami adakan pada sore hari dimana waktu sore masyarakat memiliki waktu yang luang untuk hadir dengan memperoleh informasi, edukasi dan konseling seputar keluhan yang dirasakan pada sistem reproduksi. Pemberian edukasi secara langsung ini memperoleh respon yang positif dari WUS dikarenakan mereka dapat berkonsultasi dan memperoleh informasi tanpa harus datang ke tenaga kesehatan. Tabel 1. Distribusi Frekuensi WUS Pada Edukasi Tentang Gangguan Kesehatan Reproduksi di Kelurahan Salekoe RT 004/RW 005 Variabel Kategori Frekuensi (N) Persentase (%) SMP SMA Di D IV Media Cetak Media elektronik Tenaga Kesehatan 38 Kurang Cukup Baik Pendidikan Sumber Informasi Pengetahuan Berdasarkan Tabel 1 dijelaskan bahwa berdasarkan hasil pre-test diperoleh mayoritas yang tidak memiliki pengetahuan tengtang gangguan sistem reproduksi pada yaitu sebanyak 86 orang . %). Melihat kurangnya tingkat pendidikan dan ilmu pengetahuan menganai kesehatan gangguan sistem reproduksi di kelurahan Salekoe RT 004/RW 005, yang paling mempengaruhi yaitu faktor kesehatan dan faktor ekonomi. Makna kesehatan sudah ditetapkan dalam Undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 mengenai kesehatan, dimana keadaan sehat secara mental, sosial, fisik serta utuh. Bukan hanya terlepas dari penyakit saja akan tetapi dari kecacatan yang berkaitan dengan fungsi, sistem dan proses reproduksi pada perempuan dan laki-laki. Pernyataan ini menjadi acuan tentang perlunya pengetahuan kesehatan yang mencakup sistem reproduksi dengan melukan penyuluhan terhadap seluruh lapisan masyarakat, terkhusus pada WUS Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Menurut psikologis pada remaja yang memasuki masa pubertas, yang mengalami perubahan baik secara psikologis, sosial dan fisik telah dituntut untuk mengerti dan paham mengenai perkembangan dan pertumbuhan yang dialami sehingga dapat melewati masa tersebut dengan baik. (Zahra Muzakki & Siska Yuningsih, n. Tabel 2. Hasil Post-Test WUS Pada Edukasi Tentang Gangguan Kesehatan Reproduksi Di Kelurahan Salekoe RT004/RW005 Variabel Pengetahuan Kategori Frekuensi (N) Persentase (%) Kurang Cukup Baik Setelah dilakukan penyuluhan serta edukasi tentang gangguan reproduksi khususnya tentang gangguan menstruasi dan infeksi menular seksual maka diperoleh hasil bahwa WUS memiliki pengetahuan yang baik tentang gangguan reproduksi sebanyak 88 orang . %). Hal ini menggambarkan bahwa pentingnya pemberian edukasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dengan harapan untuk semua wanita usia subur memeriksakan lebih dini adanya kelainanatau penyaki pada sistem reproduksinya sehingga mempermudah memberikan upaya preventive dan bila diperlukan lebih awal diberikan juga upaya curative. Dengan mengetahui apa itu kesehatan sistem reproduksi wanita, faktor-faktor mempengaruhi sistem dan cara menjaga kesehatan reproduksi agar tidak terkena dari virus, bakteri dan penyakit berbahaya. Dengan begitu wanita lebih menjaga kesehatan reproduksinya. (Kurniawaty et al. , 2. Masalah yang mencakup kesehatan reproduksi sangat memprihatinkan. Untuk itu mengatasi masalah seperti ini diperlukan kerjasama dari berbagai pihak yang peduli terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, dan menyampaikan pemahaman edukasi kesehatan itu poin penting. Dimana komunikasi kesehatan berkontribusi langsung di beberapa aspek seperti meningkatnya interaksi sesama kelompok dan Komunikasi yang baik dapat meningkatkan hubungan kerjasama berbagai Pesan-pesan kesehatan reproduksi disebarkan melalui kampanye publik sehingga membangkitkan perilaku sehat, meningkatkan kesadaran dengan bersikap lebih sehat serta memotivasi masyarakat untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi perempuan. (Dan et al. , 2. Hasil pengabdian masyarakat ini sesuai dengan pendapat hasil penelitian (Susilowati, 2. mengemukakan bahwa faktor Pendidikan berkaitan penting dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh WUS, berdasarkan kelompok yang memiliki pendidikan tinggi dengan pengetahuan baik, lebih besar dibandingkan Vol. No. 2, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. kelompok yang memiliki pendidikan menengah dan rendah. Pengetahuan yang baik perlu dimiliki WUS tentang kesehatan reproduksinya untuk mengetahui secara dini masalah gangguan yang terjadi pada organ reproduksinya. Penelitian oleh Martiningsih . berpendapat bahwa melalui promosi kesehatan, partisipasi wanita pada program deteksi dini kanker serviks dapat meningkatkan pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengikuti penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan, hal ini disebabkan berbagai faktor seperti responden menyimak dengan baik informasi yang disampaikan oleh penyuluh, akan tetapi ada juga responden yang tidak berkonsentrasi saat berlangsung penyuluhan. Hal ini mejadi keterbatasan yang tidak mengintervensi seluruh peserta pennyuluhan. Pendidikan formal mempengaruhi meningkatnya Pengetahuan berkaitan erat dengan pendidikan, yang diharpakan melalui pendidikan tinggi seseorang maka semakin luas pula pengetahuannya (Anandita. Rachma. Yuria, 2. Bagi orang yang berpendidikan rendah, tidak berarti pengetahuannya juga sedikit. Ada dua aspek tentang suatu objek pada pengetahuan sesorang yaitu aspek positif dan aspek negatif. Aspek ini menjadi penentu sikap seseorang yaitu bertambahnya aspek positif dan objek yang diketahui, maka semakin menunjukkan sikap positif terhadap objek tertentu (Sadiyah. , 2. Upaya meningkatkan promosi kesehatan, maka dibutuhkan media dan alat bantu sehingga dapat menyampaikan pesen sesuai tujuan promosi yang ingin dicapai secara maksimal. Media promosi yang dimaksud adalah peran tenaga kesehatan, media elektronik dan media cetak yang terdiri dari poster, brosur, dan leaflet. Media menjadi sumber informasi untuk memaparkan pesan yang ingin disampaikan sehingga meningkatkan pengetahuan sasaran untuk merubah perilaku kearah positif tentang masalah kesehatan (Dinni et al. , 2. Informasi yang didapatkan dapat mewujudkan perubahan perilaku kesehatan terutama tentang meningkatkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini munculnya penyakit. Hal ini sesuai dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, terlihat dari antusias peserta menyimak materi dan informasi yang Peserta juga mengatakan telah mendapat ilmu pengetahuan yang baru serta telah memahami yang telah disampaikan. Setelah pemberian edukasi ini diharapkan masyarakat memahami masalah yang biasa terjadi pada wanita usia Kesimpulan Pemberian penyuluhan dan edukasi yang dilakukan secara tatap muka langsung dalam pengabdian masyarakaat ini lebih efektif dimulai dari pemaparan materi yang berlangsung audiens dapat memperhatikan dan fokus dengan gambar tentang gangguan sistem reproduksi. Dengan dilakukan penyuluhan secara tatap muka Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. selain mengetahui tentang pengetahuan gangguan sistem reproduksi pada WUS dapat juga terjalin silaturrahmi antar ibu-ibu warga Kelurahan Salekoe yang selanjutnya diselingi sesi tanya jawab tujuannya untuk menilai pengetahuan ibu dari hasil penyuluhan tersebut. Dan diakhir penyuluhan ditutup dengan pemeriksaan gratis yaitu mengukur tekanan darah dan menimbang berat badan. Penyuluhan yang berlangsung lebih efektif karena audiens dapat langsung bertatap muka sehingga terjadi komunikasi dua arah. Ucapan Terimakasih Pada pengabdian masyarakat kali ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pak RT dan ibu kader di Kelurahan Salekoe yang telah membantu dalam kegiatan penyuluhan pada Wanita Usia Subur dengan mengumpulkan peserta untuk berpartisipasi pada kegiatan penyuluhan. Serta Tim Panitia, pembimbing Prodi Di kebidanan Universitas Muhammadiyah Palopo terimakasih atas segala Referensi