Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Pemetaan Pengetahuan Guru TK tentang Keterampilan Gerak Dasar Anak TK Nila Fitria1. Rohita 1 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD). Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al Azhar Indonesia. Jalan Sisingamangaraja. Kompleks Masjid Agung Al Azhar. Kebayoran Baru. Jakarta Selatan 12110 Penulis untuk korespondensi/Email: nilafitria84@gmail. Abstrak - Pertumbuhan perkembangan dan belajar melalui aktivitas jasmani akan mempengaruhi tiga ranah dalam pendidikan yang meliputi ranah kognitif . enyadari gera. , ranah psikomotor . ertumbuhan biologis, kesehatan, kebugaran jasman. , dan ranah afektif . asa senang, aktualisasi diri, konsep dir. Permasalahan yang tampak di era digital ini, terbatasnya kemampuan motorik anak dikarenakan anak-anak usia dini sudah terpapar oleh gadget sejak dini. Sehingga kemampuan motorik anak era digital terbatas karena pengaruh gadget. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan guru keterampilan gerak dasar anak TK. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak yang berada pada Gugus Cut Nyak Dien. 32 guru TK yang berada di Gugus Cut Nyak Dien dengan latar belakang pendidikan dari sarjana pendidikan, 65% masa kerjanya 2 tahun. Terdapat 15 guru TK yang memiiki pengetahuan yang tinggi dalam pengetahuan keterampilan gerak dasar. Terdapat 6 guru TK yang memiliki pengetahuan dalam kategori sedang terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar pada motorik kasar. Serta terdapat 12 guru TK yang memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar dalam motorik kasar anak TK. Sejumlah 18% dari jumlah guru memiliki pengetahuan mengenai gerak lokomotor dan 15% dari jumlah guru belum memiliki pengetahuan mengenai gerakan non-lokomotor. Guru dapat mengimplementasikan ketiga keterampilan gerak dasar dalam berbagai kegiatan motorik melalui menari, senam, dan bentuk permainan yang diciptakan oleh guru. Penilaian keterampilan gerak dasar dilakukan guru TK dan guru melalui Sejumlah 75% guru TK mengetahui tujuan stimulasi keterampilan gerak dasar anak yaitu untuk meningkatkan perkembangan motorik anak. Abstract - Developmental growth and learning through physical activity will affect the three domains in education which include cognitive domains . ware of motio. , psychomotor domains . iological growth, health, physical fitnes. , and affective domain . leasure, self-actualization, self-concep. Problems that appear in this digital era, limited motoric abilities of children because early childhood have been exposed to gadgets early. So that the digital motor skills of children are limited due to the influence of The purpose of this study was to determine the level of teacher knowledge of basic movement skills of kindergarten children. This research was conducted with quantitative methods with the type of survey research. Survey research is a study that uses a questionnaire as a research instrument. Research carried out in kindergartens in Cut Nyak Dien's Cluster. 32 kindergarten teachers who are in Cut Nyak Dien Group with educational background from undergraduate education, 65% working period is 2 years. There are 15 kindergarten teachers who have high knowledge in basic motion skills knowledge. There are 6 kindergarten teachers who have knowledge in the moderate category of basic motion skills knowledge in gross motor skills. And there are 12 kindergarten teachers who have low knowledge of basic motion skills knowledge in rough motoric kindergarten children. A total of 18% of teachers have knowledge of locomotor motion and 15% of teachers have no knowledge of non-locomotor movements. TK teachers can implement all three basic motion skills in various motor activities through dancing, gymnastics, and forms of games created by the teacher. Assessment of basic motion skills is done by Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 kindergarten teachers and teachers through observation. 75% of kindergarten teachers know the purpose of stimulating children's basic motion skills, namely to improve children's motor development. Keywords - Knowledge. Teacher. Skills. Basic movement PENDAHULUAN erkembangan anak usia dini mencakup aspek bahasa, kognitif, sosial emosional, dan fisik Dalam perkembangan fisik motorik, makanan dengan gizi seimbang serta stimulasi menjadi perhatian bagi orangtua. Perkembangan motorik anak sudah dimulai sejak bayi di dalam Kemampuan motorik bayi berkembang semakin matang tergantung kepada kematangan fungsi-fungsi organ tubuh. Pertumbuhan perkembangan dan belajar melalui aktivitas jasmani akan mempengaruhi tiga ranah dalam pendidikan yang meliputi ranah kognitif . enyadari gera. , ranah psikomotor . ertumbuhan biologis, kesehatan, kebugaran jasman. , dan ranah afektif . asa senang, aktualisasi diri, konsep dir. Dapat dikatakan bahwa kemampuan motorik mengintegrasikan aspek perkembangan yang lain. Guru harus menyadari bahwa kemampuan anak bukan hanya terbatas anak dapat berjalan dengan Tetapi terdapat kemampuan lain yang harus dikembangkan dengan optimal. Seperti berlari, melompat, meloncat, melempar, menangkap, memantulkan, dan menendang. Selayaknya seorang guru harus memiliki kemampuan tersebut. Permasalahan yang tampak di era digital ini, terbatasnya kemampuan motorik anak dikarenakan anak-anak usia dini sudah terpapar oleh gadget sejak Sehingga kemampuan motorik anak era digital terbatas karena pengaruh gadget. Anak-anak akan memilih untuk memainkan gadgetnya daripada berlarian bermain bola ataupun main lompat tali. Hal lain ditemukan pula di salah satu taman kanak-kanak di daerah kota Tangerang bahwa pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik masih minim dilakukan oleh guru. Salah satu alasan yang disampaikan oleh guru, karena tidak memiliki Alasan lain yang disampaikan berkenaan dengan lokasi jalan yang dijadikan tempat parkir motor serta banyaknya kendaraan yang lalu lalang di depan sekolah. Terbatasnya kemampuan guru untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik anak keterampilan gerak dasar menggugah peneliti untuk mengetahui pengetahuan guru tentang keterampilan gerak dasar anak TK. Pentingnya mengembangkan kemampuan motorik sejak dini dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan interaksi sosial pada anak. Latihan olahraga dapat mengajarkan anak untuk fokus sehingga dapat meraih hasil yang ingin dicapai. Hal tersebut dibahas dalam kompasiana yang menuliskan AuA. tentunya kematangan kemampuan motorik halus anak membantu mereka menanamkan citra diri yang positif dalam bentuk kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain dan Ay Melihat pentingnya kemampuan motorik yang difokuskan pada keterampilan dasar, peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul Pemetaan Pengetahuan Keterampilan Gerak Dasar Anak TK. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan guru TK keterampilan gerak dasar anak TK. Sehingga dapat dirumuskan. Bagaimana tingkat pengetahuan ketrampilan gerak dasar guru TK Gugus Cut Nyak Dien. Larangan Guru Dapat memperoleh pengetahuan mengenai keterampilan dasar motorik kasar anak usia 3-4 Dapat mempraktikkan langsung pengetahuan pengetahuan tentang keterampilan dasar anak usia 3-4 tahun. Mampu menciptakan kegiatan kreatif yang dapat meningkatkan keterampilan dasar anak usia 3-4 tahun. Mahasiswa Belajar menerapkan konteks teoritis dan fakta ke dalam praktik . heory in to actio. Melatih kepekaan terhadap masalah-masalah yang terjadi di dalam masyarakat. Dosen Mewujudkan salah satu tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Mengasah empati dan kepekaan terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Fakultas Psikologi dan Pendidikan Memperluas akses jaringan di dalam Sarana untuk mempromosikan Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Keterampilan Gerak Dasar Pengertian Keterampilan Keterampilan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dan menulis, membaca, menyimak, atau berbicara. Tri Budiharto mengungkapkan bahwa keterampilan berasal dari kata dasar AuterampilAy yang mendapat imbuhan AukeAy dan akhiran AuanAy yang merujuk kepada kata sifat, terampil sendiri memiliki arti Aumampu bertindak dengan cepat dan tepatAy. Istilah lain dari terampil adalah cekatan dalam mengerjakan sesuatu. Dengan kata lain keterampilan dapat disebut juga kecekatan, kecakapan, dan kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar. Keterampilan adalah perilaku yang menunjukkan kemampuan individu dalam melakukan tugas mental atau fisik tertentu yang dapat diobservasi . Perilaku tersebut dapat diobservasi oleh guru, orang tua, dan orang dewasa di sekitar anak. Keterampilan adalah hasil dari rangkaian pengalaman, maka para pendidik perlu bimbingan ahli secara terus menerus, atau berbagi pengalaman diantara mereka . Keterampilan pengalaman dari aktivitas yang telah Sehingga kemampuan diri yang dimiliki. Istilah motor diartikan sebagai istilah yang menunjukkan padahal, keadaan, dan kegiatan yang melibatkan otot-otot juga gerakannya, demikian pula kelenjar-kelenjar juga sekresinya . Secara singkat, motor dapat pula dipahami sebagai segala keadaan yang meningkatkan atau menghasilkan stimulasi atau rangsangan terhadap kegiatan organorgan fisik. Sementara Zulkifli menjelaskan, yang dimaksud dengan motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh . Terdapat tiga unsur yang menentukan gerak, yaitu otot, saraf, dan otak. Ketiga unsur ini melaksanakan masing-masing perannya secara positif, artinya unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, dan saling melengkapi dengan unsur lainnya untuk mencapai kondisi motorik yang lebih sempurna keadaanya. Seorang anak yang otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil menggerak-gerakkan tubuhnya. Gerakan akan dilakukan mulai dari yang sederhana menuju gerak yang kompleks yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada dasarnya gerakan dapat diklarifikasikan ke dalam lokomotor, non-lokomotor, dan manipulative. Ketiga klasifikasi tersebut merupakan gerakan yang mendasari aktivitas fisik yang kompleks seperti yang banyak terlihat di dalam kegiatan berolahraga maupun bermain. Adapun jenis gerak dasar tersebut dibagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut . Keterampilan Lokomotor Merupakan gerakan yang sangat penting bagi transportasi manusia. Keterampilan ini diidentifikasi sebagai keterampilan yang menggerakkan individu dalam suatu ruang atau dari satu tempat ke tempat Gerakan lokomotor terdiri dari: lari, jalan, loncat, lompat, dan jengket. Gerak kombinasi: meluncur, menggeser ke kanan dan ke kiri. Gerak Dasar Konsep Gerak Dasar Gerak pada anak usia dini sudah dilakukan sejak di dalam kandungan. Gerak anak terus berlanjut seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan dari fungsi organ. Motorik sebagai istilah umum untuk berbagai bentuk perilaku gerak manusia . Psikomotorik digunakan untuk mempelajari perkembangan gerak pada manusia. Jadi motorik ruang lingkupnya lebih luas daripada psikomotorik. Motorik kasar adalah kemampuan anak TK beraktivitas dengan menggunakan otot-otot besar . Kemampuan menggunakan otot besar ini tergolong pada kemampuan gerak dasar. Keterampilan Non-lokomotor Keterampilan non-lokomotor dalam istilah lain disebut dengan keterampilan stabilitas, yaitu gerakan yang dilakukan dengan meminimalisasi atau tanpa bergerak dari tempatnya atau landsan. Gerakan non-lokomotor terdiri dari: meliukkan badan, mengulur, menekuk, mengayun, bergoyang, mengangkat, dan mendarat. Manipulatif Ada dua klasifikasi dalam keterampilan manipulative yaitu receptive dan propulsive. Keterampilan receptive adalah keterampilan menerima sesuatu objek seperti menangkap. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Sedangkan keterampilan propulsive ditandai dengan penerapan gaya terhadap suatu objek seperti melempar, memukul, memantul, menendang, mengguling, menerima, menangkap, dan menghentikan. Jadi gerak dasar adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan otot-otot besar yang mencakup gerak lokomotor, gerak non-lokomotor, dan gerak Perkembangan Motorik Anak TK Dalam Peraturan Menteri No. 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD. Standar Isi tentang Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Tabel 1. Standar Nasional PAUD. Standar Isi tentang Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Perkembangan motorik anak TK dibatasi pada usia 4-6 tahun. Menurut Gesell, perkembangan motorik setiap anak berbeda, beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, motor development comes about through unfolding of genetic plan or maturation . Pengetahuan Pengetahuan menurut Pudjawidjana . adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu. Dalam hal ini pengetahuan mengalami reaksi terhadap manusia setelah memperoleh rangsangan dari alam sekitarnya. Pengetahuan menurut Ngatimin . , merupakan ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengingat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai. Pengetahuan mengingat kembali pengetahuan yang sudah dimiliki maupun pengetahuan yang diperolehnya. Notoatmodjo . menjelaskan pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan pengindraan yang terjadi melalui panca manusia, yakni pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Informasi yang didapatkan dalam pengetahuan melalui alat indra manusia. Semakin banyak indra yang digunakan maka akan semakin banyak informasi yang diterima. Jadi pengetahuan adalah segala bentuk informasi yang diterima oleh manusia dan dapat diingat kembali yang diperoleh melalui panca indra. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Guru Guru adalah: Autenaga pendidik yang pekerjaan utamanya adalah mengajar, kegiatan mengajar yang dilakukan guru tidak hanya beroriantasi pada kecakapan-kecakapan berdimensi ranah cipta saja tetapi kecakapan yang berdimensi ranah rasa dan karsaAy . Dalam suasana pendidikan dan pengajaran terjalin interaksi antara siswa dengan guru atau antara peserta didik dengan pendidik. Interaksi ini sesungguhnya merupakan interaksi dua kepribadian yaitu kepribadian siswa sebagai anak yang belum dewasa dan sedang berkembang mencari bentuk kedewasaan dengan guru yang telah memiliki kepribadian dewasa. Menurut . bahwa: Auguru mempunyai peranan ganda sebagai pengajar dan pendidik. Kedua peran tersebut bisa dilihat perbedaannya, tetapi tidak bisa Tugas utama sebagai pendidik adalah membantu mendewasakan anak didik, dewasa secara psikologis, sosial, dan moral. Dewasa secara psikologis berarti individu telah mampu berdiri sendiri, tidak tergantung pada orang lain, juga telah perbuatannya, mampu bersikap objektifAy. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. METODE Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner merupakan lembaran yang berisi beberapa pernyataan dengan struktur yang baku . Kuesioner dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk pertanyaan tertutup dan dilengkapi dengan pertanyaan terbuka untuk memperoleh informasi yang perlu diperdalam. Penelitian ini dilakukan di wilayah kecamatan Larangan kota Tangerang. Adapun taman kanakkanak yang dipilih adalah taman kanak-kanak yang berada pada gugus Cut Nyak Dien. Terdiri dari 8 taman kanak-kanak di wilayah kecamatan Larangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis yang dijawab sesuai dengan keadaan menurut subjek. Kuesioner dapat dijawab dengan berbagai cara, antara lain melalui wawancara tatap muka, diisi sendiri oleh subjek, dijawab melalui telepon, atau pos. Pengisian kuesioner pada penelitian ini diisi sendiri oleh subjek dan dilengkapi dengan wawancara secara langsung dan melalui telepon untuk lebih memperdalam hasil yang Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yaitu analisis yang menekankan pada pembahasan data-data dan subjek penelitian dengan menyajikan data-data secara sistematik dan tidak menyimpulkan hasil penelitian . Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan datadata penelitian seperti mean, standar deviasi, varian, modus, dan lain-lain Data penelitian ini berupa tingkat pengetahuan guru TK tentang keterampilan gerak dasar anak TK. Adapun sumber data penelitian ini adalah 30 guru TK yang berada di Kecamatan Larangan. Penelitian pengetahuan keterampilan dasar anak TK secara garis besar penelitian ini dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu: Persiapan penelitian Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk penelitian ini adalah membuat alat ukur berupa kuesioner. Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah menghubungi pihakpihak yang terkait dan dibutuhkan sebagai subjek dalam penelitian ini, termasuk surat izin kepada taman kanak-kanak se-kecamatan Larangan untuk melakukan penelitian. Pelaksanaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai bulan April 2018 di kecamatan Larangan kota Tangerang. Pelaporan Pada tahap ini peneliti melakukan pengolahan data penelitian yang sudah terkumpul dengan menggunakan analisis deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Tempat Penelitian Penelitian pemetaan pengetahuan guru TK tentang keterampilan gerak dasar anak TK sudah dalam tahapan pengolahan data. Pengambilan data Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 dilakukan sesuai dengan jadwal penelitian yang dilakukan ketiga Taman Kanak-Kanak yang berada pada Gugus Cut Nyak Dien. Adapun TK tersebut Latar Pendidikan Pendidikan Guru TK Tabel 2. Data Sampel Penelitian Nama TK Alamat Raudlatul Azhar TK Alfiah Jl. Sukarela 1 Kreo Larangan Jl. Najih. Kreo Larangan Jl. Istiqomah. Cipadu Larangan Jl. Sawo. Cipadu Larangan Jl. Timbul TK Nurul Azhar Bintang Kejora Babusalam TK Nabila Komplek Departemen Luar Negri TK Al Jl. Taman Khairiyah Asri Lama Komplek Muhajirin Deplu. Cipadu Jumlah Jumlah Guru Gambar 2. Latar Belakang Pendidikan Masa Kerja Gambar 3. Masa Kerja Sampel Penelitian Deskripsi Data Hasil Penelitian Pengetahuan Guru Pengolahan data 30 guru TK akan memetakan pengetahuan guru dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Deskripsi Profil Guru TK Tabel 3. Kategori Pengetahuan Jenis Kelamin Jumlah guru yang mengisi data penelitian berjumlah 35 guru yang mayoritas adalah perempuan. Gambar 1. Jumlah Guru TK Kategori Angka Tinggi Sedang Rendah Series1 Gambar 4. Tingkat Pengetahuan Keterampilan Gerak Dasar Guru TK di Gugus Cut Nyak Dien Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Dari hasil penelitian mengenai keterampilan gerak dasar dalam pengembangan motorik pada anak yang dilakukan kepada 30 guru TK yang keseluruhannya adalah guru perempuan dengan 25% dengan latar belakang pendidikan dari sarjana pendidikan, 65% masa kerjanya 2 tahun. Terdapat 15 guru TK yang memiliki pengetahuan yang tinggi dalam pengetahuan keterampilan gerak Guru sudah mengetahui macam-macam gerak dasar dalam motorik kasar serta implementasinya dalam pembelajaran. Terdapat 6 guru TK yang memiliki pengetahuan dalam kategori sedang terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar pada motorik kasar. Sebagian dari guru telah mengetahui macam-macam gerak dasar dan implementasinya dalam pembelajaran. Serta terdapat 12 guru TK yang memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar dalam motorik kasar anak TK. Jawaban yang didapatkan pada guru TK tersebut, pengetahuan dan implementasi tentang keterampilan gerak dasar belum diketahui. Terutama terhadap pertanyaan pada gerakan manipulatif masih banyak guru yang belum mengetahui apa gerakan Adapun grafik yang diperoleh pada masing-masing Taman Kanak-Kanak di Gugus Cut Nyak Dien, sebagai berikut : Gambar 7. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 3 Gambar 8. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 4 Series1 Tinggi Sedang Rendah Gambar 9. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 5 Gambar 5. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 1 Gambar 10. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 6 Gambar 6. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 2 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 72% guru TK mengetahui macam-macam gerak Mereka menjawab jumlahnya saja, menyebutkan nama-nama gerak dasar yaitu lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, atau ada yang menyebutkan gerakannya seperti berjalan, berlari, dan melempar. Gambar 11. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 7 Gambar 15. Grafik Pengetahuan Guru tentang Tujuan Keterampilan Gerak Dasar Gambar 12. Grafik Pengetahuan Guru TK tentang Ketrampilan Gerak Dasar dalam Motorik Kasar Anak pada TK 8 Keterampilan Gerak Dasar 75% guru TK mengetahui tujuan pengembangan gerak dasar, dengan rata-rata menjawab tujuannya untuk meningkatkan kemampuan motorik anak. Macam-Macam Keterampilan GerakA Benar Salah Gambar 13. Grafik Pengetahuan Guru tentang Keterampilan Gerak Dasar Gambar 16. Grafik Pengetahuan Guru tentang Macam Keterampilan Gerak Dasar Dari 30 guru TK yang menjawab, 59% dari mereka mengetahui tentang kemampuan gerak dasar dengan rata-rata menjawab bahwa kemampuan gerak dasar adalah gerak dasar yang mengawali gerakangerakan selanjutnya yang lebih kompleks. 84% guru TK mengetahui macam-macam gerak dasar dengan menjawab nama-namanya yaitu lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Atau menjawab dengan gerakan-gerakan dari macammacam gerak dasar, seperti berjalan, berlari, melempar, dan lainnya. Gambar 14. Grafik Pengetahuan Guru tentang MacamMacam Keterampilan Gerak Dasar Gambar 17. Grafik Pengetahuan Guru tentang Bentuk Pengembangan Ketrampilan Gerak Dasar Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 81% guru TK mengetahui bentuk kegiatan untuk mengembangkan keterampilan gerak dasar anak dengan menjawab kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan gerak dasar seperti olahraga, senam, menari, atau melakukan permainan. gerakannya seperti jalan ditempat, membungkuk, berjongkok, dan lainnya. Cara Menilai Keterampilan Gerak Dasar Benar Salah Gambar 18. Grafik Pengetahuan Guru tentang Cara Menilai Keterampilan Gerak Dasar 81% guru TK menjawab observasi atau pengamatan sebagai cara untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar yang dimiliki anak. Gambar 21. Grafik Pengetahuan Guru tentang Macam Gerak Manipulatif 50% guru TK mengetahui macam-macam gerak manipulatif dengan menjawab macam-macam gerakannya seperti menirukan gerak hewan, melempar, dan menangkap bola. Macam-Macam Gerak Lokomotor Benar Salah Gambar 19. Grafik Pengetahuan Guru tentang Macam Gerak Lokomotor 47% guru TK mengetahui macam-macam gerak lokomotor dengan menjawab macam-macam gerakannya seperti jalan di tempat, membungkuk, berjongkok, dan lainnya. Gambar 20. Grafik Pengetahuan Guru tentang Macam Gerak Non Lokomotor 47% guru TK mengetahui macam-macam gerak non-lokomotor dengan menjawab macam-macam Gambar 22. Grafik Pengembangan Gerak Lokomotor. Non Lokomotor, dan Manipulatif 75% guru TK mengembangkan gerak lokomotor, gerak non lokomotor, dan gerak manipulative menjadi bentuk permainan, senam fantasi, dan Dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik anak. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal yang dapat dianalisis oleh peneliti. Terdapat 32 guru TK di wilayah kecamatan Larangan. Tangerang. Diketahui bahwa pengetahuan guru TK tinggi dengan nilai 80-100 mencapai 44% keterampilan gerak dasar anak. Keterampilan gerak dasar anak dapat diasah melalui aktivitas bermain anak, anak-anak yang aktif bergerak cenderung memiliki gerak dasar yang baik dibandingkan dengan naka yang kurang aktif dalam bergerak . Selaras dengan jenis gerak dasar yang dibagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut . Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Keterampilan Lokomotor Merupakan gerakan yang sangat penting bagi transportasi manusia. Keterampilan ini diidentifikasi sebagai keterampilan yang menggerakkan individu dalam suatu ruang atau dari satu tempat ke tempat Gerakan lokomotor terdiri dari: lari, jalan, loncat, lompat, dan jengket. Gerak kombinasi: meluncur, menggeser ke kanan dan ke kiri. Keterampilan Non-lokomotor Keterampilan non-lokomotor dalam istilah lain disebut dengan keterampilan stabilitas, yaitu gerakan yang dilakukan dengan meminimalisasi atau tanpa bergerak dari tempatnya atau landsan. Gerakan non-lokomotor terdiri dari: meliukkan badan, mengulur, menekuk, mengayun, bergoyang, mengangkat, dan mendarat. Manipulatif Ada dua klasifikasi dalam keterampilan manipulative yaitu receptive dan propulsive. Keterampilan receptive adalah keterampilan menerima suatu objek seperti menangkap, trapping. Sedangkan keterampilan propulsive ditandai dengan penerapan gaya terhadap suatu objek seperti melempar, memukul, memantul, menendang. Dalam gerak lokomotor, guru TK memiliki pengetahuan terkait gerakan tersebut. Ditunjukkan dengan 18% guru TK menjawab benar dengan gerak lokomotor, lain halnya dengan gerakan nonlokomotor 15% guru TK belum mengetahui gerakan non-lokomotor. Praktiknya gerakan non-lokomotor sering dilakukan sehari-hari. Terutama pada saat melakukan pemanasan dan pendinginan ketika Pengetahuan gerakan non-lokomotor guru TK masih rendah karena gerakan motorik selalu dikaitkan dengan AubergerakAy dan Auberpindah tempatAy. Menurut Solehuddin menyenangkan dan nyaman bagi anak, rasa aman secara psikologis merupakan suatu persyaratan untuk dapat membuat anak mau dan mampu mengekspresikan dirinya secara optimal . Guru TK sudah dapat mengimplementasikan dalam ragam kegiatan yang beragam melalui menari, senam, dan bentuk permainan yang diciptakan oleh Selain itu guru juga melakukan pengamatan ketika menilai keterampilan gerak dasar yang dilakukan oleh anak. Keterampilan gerak dasar ini tentunya harus dinilai sesuai dengan perkembangan Berkaitan dengan perkembangan anak, maka tujuan dari keterampilan gerak dasar anak sebanyak 75% menjawab untuk meningkatkan perkembangan motorik anak. Tentunya karena keterampilan gerak dasar merupakan bagian dari kemampuan motorik, maka keterampilan gerak dasar ini sebagai dasar kemampuan motorik anak berkembang dengan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan 32 guru TK yang berada di Gugus Cut Nyak Dien dengan latar belakang pendidikan dari sarjana pendidikan, 65% masa kerjanya 2 tahun. Terdapat 15 guru TK yang memiliki pengetahuan yang tinggi dalam pengetahuan keterampilan gerak Guru sudah mengetahui macam-macam gerak dasar dalam motorik kasar serta implementasinya dalam pembelajaran. Terdapat 6 guru TK yang memiliki pengetahuan dalam kategori sedang terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar pada motorik kasar. Sebagian dari guru telah mengetahui macam-macam gerak dasar dan implementasinya dalam pembelajaran. Serta terdapat 12 guru TK yang memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar dalam motorik kasar anak TK. Jawaban yang didapatkan pada guru TK tersebut, pengetahuan dan implementasi tentang keterampilan gerak dasar belum diketahui. Melalui penelitian ini disarankan kepada : Kepala TK Memberikan kesempatan kepada guru untuk dapat mengikuti kegiatan seminar, pelatihan, dan workshop yang berkenaan dengan kemampuan motorik khusunya keterampilan gerak dasar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru TK. Memonitor rencana kegiatan pembelajaran yang telah dibuat guru, guna melihat kreativitas keragaman kegiatan motorik anak TK. Guru TK Memperbanyak referensi terkait kegiatan pengembangan keterampilan gerak dasar sehingga kegiatan pembelajaran anak tidak Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. September 2019 Mengikuti kegiatan seminar, pelatihan, dan workshop yang berkaitan dengan kemampuan motorik khususnya keterampilan gerak dasar. Peneliti Bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian sejenis dan lebih lanjut dalam bidang yang sama. Bagi peneliti selanjutnya dapat meningkatkan keterampilan para pendidik PAUD dengan melakukan pengabdian masyarakat. REFERENSI