Pengaruh Kegiatan Indoor terhadap Keterampilan Motorik Halus pada Anak 4-5 Tahun Di Ra-Araudhah Waru Pamekasan Adelia Miranti Sidiq*1. Siti Hamidahtur RofiAoah2 Mushab Al Umairi3 Institut Agama Islam YPBWI Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia e-mail: 1afifahfaridatul818@gmail. com, 2hamidahsauqi@gmail. mushab@umg. Abstrak Berdasarkan data awal yang diperoleh oleh peneliti melalui kegiatan observasi di RA Ar Raudlah Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan menunjukkan bahwa anak mengalami hambatan dalam proses pembelajaran, khususnya hambatan pengembangan motorik halus. Salah satu faktor penyebabnya adalah kegiatan pembelajaran yang tidak menarik bagi anak usia dini. Anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus ini berbentuk tidak kreatif, intelegensi rendah, tidak mampu memecahkan masalah, dan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan pengembangan motorik halus anak adalah melalui kegiatan indoor. Dengan kegiatan indoor ini diharapkan perkembangan motorik halus anak dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis data statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua dari siswa B Usia 5-6 Tahun di RA Ar Raudlah Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Serta dilakukan uji prasyarat analisis . sumsi klasi. Pengujian hipotesis pertama dan kedua menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, diperoleh : . Terdapat pengaruh pendampingan orang Tua dalam Kegiatan Belajar Anak di Kelompok B Usia 5-6 Tahun di RA Raudhatul Ulum Dusun JaAoah Desa Tampojung Pregi Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan yang ditunjukkan dengan nilai t-hitung > t-tabel . ,693 > 2,. dengan nilai signifikansinya < 0,05 . ,001 < 0,. pengaruh pendampingan orang Tua dalam Kegiatan Belajar Anak di Kelompok B Usia 5-6 Tahun di RA Raudhatul Ulum Dusun JaAoah Desa Tampojung Pregi Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan sebesar tabel . ,693 > 2,. dengan nilai signifikansinya < 0,05 . ,001 < 0,. Kata Kunci :Kegiatan Indoor. Motorik Halusdan Anak 4-5 Tahun JOECES Journal of Early Childhood Education Studies Volume 5. Nomor 2 . Peran Guru dalam Mengembangkan Kereampilan Sosial Abstract Based on preliminary data obtained by researchers through observation activities at RA Ar Raudlah Dusun Tengah. Tampojung Tengah Village. Waru District. Pamekasan Regency, it shows that children experience obstacles in the learning process, especially obstacles in fine motor development. One of the contributing factors is learning activities that are not interesting for early childhood. Children who experience obstacles in fine motor development are in the form of not being creative, low intelligence, being unable to solve problems, and having difficulty Efforts made by teachers to overcome obstacles in children's fine motor development are through indoor activities. With these indoor activities, it is hoped that children's fine motor development can improve. This study uses a quantitative descriptive research type with statistical data analysis. The population in this study were all parents of B students aged 5-6 years at RA Ar Raudlah Dusun Tengah. Tampojung Tengah Village. Waru District. Pamekasan Regency. Data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. Instrument testing using validity and reliability tests. As well as analysis prerequisite tests . lassical assumption. were carried out. Testing the first and second hypotheses using simple linear regression analysis. Based on the results of the analysis in this study, it was obtained: . There is an influence of parental guidance in Children's Learning Activities in Group B Aged 5-6 Years at RA Raudhatul Ulum. Ja'ah Hamlet. Tampojung Pregi Village. Waru District. Pamekasan Regency, which is indicated by the t-count value > t-table . 693 > 2. with a significance value of <0. 001 <0. The influence of parental support in children's learning activities in Group B aged 5-6 years at RA Raudhatul Ulum. Ja'ah Hamlet. Tampojung Pregi Village. Waru District. Pamekasan Regency is in the table . > 2. with a significance value of < 0. 001 < 0. Keywords: Indoor Activities. Fine Motor Skills for 4-5 Year Olds PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan dasar bagi kehidupan setiap Pendidikan pada anak usia dini tidak hanya menanamkan pengetahuan, namun juga membentuk karakter dan menyiapkan anak untuk jenjang pendidikan Oleh karena itu, stimulasi yang diberikan kepada anak usia dini harus sesuai dengan konsep perkembangan anak. Aspek perkembangan anak usia dini meliputi: aspek nilai moral dan agama, sosial emosional, bahasa, kognitif, seni, dan fisik motorik baik motorik kasar dan halus. Semua aspek perkembangan anak tersebut dapat distimulasi melalui kegiatan pembelajaran (Al Umairi 2023. Salah satu aspek yang paling penting dikembangkan adalah motorik halus. Kemampuan motorik halus anak usia dini sering kali diabaikan dan dianggap tidak terlalu penting (Laily and Indarjo 2. Padahal kenyataannya, kemampuan motorik halus anak menjadi dasar atau pondasi kemampuan menulis. Kematangan motorik halus yang dimiliki anak akan membantu anak mengembangkankemampuan menulis (Setiawidayat and Risqi 2. JOECES Vol. No. Faridatul Afifah. Siti Hamidahtur RofiAoah Standar kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun, meliputi: . koordinasi mata dan tangan. kelenturan pergelangan tangan. kekuatan dan kelenturan jari tangan (Kemdikbud, 2015: . kemdikbud menjabarkan kemampuan motorik halus anak berhubungan dengan perkembangan otot jari dan pergelangan tangan. 2 menjelaskan kemampuan motorik halus anak meliputi: menggenggam, memegang, merobek, menggunting, dan koordinasi mata serta tangan (Qomariah et al. Menurut Susanto dalam Indrawari, motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagianbagian tertentu saja yang dilakukan oleh otot-otot kecil, karena tidak memerlukan tenaga (Damayanti. Palupi, and Nurjanah 2. Namun begitu gerakan yang halus ini memerlukan koordinasi yang cermat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk perkembangan motorik halus kepada anak tidak memerlukan tenaga sebanyak tenaga yang harus dikeluarkan saat pelatihan motorik kasar kepada anak. Mengembangkan motorik halus pada anak dapat menggunakan beberapa teknik yang ada, misalnya melalui kegiatan indoor (Paul and Singh 2. Kegiatan indoor merupakan permainan atau pembelajaran yang dilakukan di dalam Kegiatan indoor ini banyak memberikan manfaat bagi anak usia dini (Susanti 2. Oleh karena kegiatan indoor tersebut sangat menunjang terhadap terbentuknya keterampilan motorik halus anak usia dini, maka kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh guru. Beberapa kegiatan indoor yang dapat dilakukan oleh guru kepada anak usia dini di antaranya adalah bermainan dengan lego atau balok, melukis dan mewarnai, membuat makanan ringan, bermain peran, bermain pembangunan, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan indoor dapat dikelola secara baik agar dapat memberkan hasil yang optimal, terutama dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini (Hendraningrat and Fauziah 2. Untuk menciptkan kegiatan indoor yang menyenangkan dan aman, guru dapat menyesuaikan kegiatan dengan minat anak, memperhatikan kesehatan anak, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di RA Ar-Raudhah Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan menunjukkan bahwa anak mengalami hambatan dalam proses pembelajaran, khususnya hambatan pengembangan motorik halus. Salah satu faktor penyebabnya adalah kegiatan pembelajaran yang tidak menarik bagi anak usia dini. Anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus ini berbentuk tidak kreatif, intelegensi rendah, tidak mampu memecahkan masalah, dan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan pengembangan motorik halus anak adalah melalui kegiatan indoor. Dengan kegiatan indoor ini diharapkan perkembangan motorik halus anak dapat JOECES Vol. No. Peran Guru dalam Mengembangkan Kereampilan Sosial KAJIAN PUSTAKA Pembelajaran Indoor Anak Usia Dini Pengertian anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh usaha dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan pengasuhan, dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat pengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang di peroleh dari lingkungannya, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak (Al Umairi Program kegiatan bermain anak bisa berupa pengembangan pada perkembangan sosial emosional, perkembangan bahasa, perkembangan literasi awal, pengenalan matematika, memahami diri sendiri, perkembangan seni dan perkembangan fisik. Meskipun disebut program kegiatan bermain tetapi tetap harus memperhatikan tujuan pendidikan dan memperhatikan tujuan pendidikan, pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dalam segala aspek. (Sujiono & Nurani, 2. Dalam program kegiatan bermain ini yang terpenting adalah anak merasa sedang bermain bebas bukan dipaksa untuk belajar. Membiarkan anak untuk mengekplor sendiri pengetahuan yang diinginkan anak lewat dunianya yaitu bermain, hal ini sejalan dengan pendapat Suyanto bahwa esensi pembelajaran pada PAUD adalah bermain (Rahmani and Suryana 2. Pada umumnya anak belajar melalui bermain dalam lingkungan indoor, namun sebenarnya bermain anak juga bisa dilakukan di outdoor. Permainan Indoor dan outdoor merupakan bentuk permainan yang biasa digunakan di lembaga PAUD, permainan indoor dimaknai sebagai tekhnik permainan yang dilaksanakan oleh anak usia dini di dalam ruangan kelas, sementara permainan outdoor adalah permainan yang dimainkan di luar ruangan atau di luar kelas (Fida Atiyah 2. Berikut beberapa manfaat permainan indoor dan outdoor yang bisa dilakukan oleh anak. Permainan Indoor. Permainan indoor tidak begitu melelahkan karena tidak banyak menggunakan aktivitas fisik tetapi lebih kepada aktivitas keterampilan motorik halus yang lebih mengembangkan kreativitas pada diri anak yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Permainan indoor juga lebih mengedapankan penggunaan alat (Susanti 2. Motorik Halus Anak Usia Dini Motorik halus anak dapat diartikan sebagai kemampuan anak untuk melakukan aktivitas melalui pengunaan otot-otot kecil mengontrol tangan, jari dan ibu jari atau anggota tubuh tertentu dengan kecermatan dan koordinasi yang baik seperti keterampilan menggunakan tangan dengan tepat. Motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagian bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot serta memerlukan koordinasi yang cermat (Dewi and Hartati 2. Sedangkan menurut Bambang menyatakan gerakan motorik halus adalah gerakan hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergerakan tangan yang tepat. JOECES Vol. No. Faridatul Afifah. Siti Hamidahtur RofiAoah Menurut Rahyubi, faktor yang memiliki pengaruh dalam pengembangan kemampuan motorik halus anak adalah faktor dari dalam dan faktor dari luar (Nurfitri. Nuraini, and Multahda 2. Faktor dari dalam anak yaitu potensi, bakat, jenis kelamin, perkembangan sistem saraf, psikologis, kondisi fisik, dan usia pada Faktor dari luar yaitu faktor lingkungan, yang kondusif. Husein dkk dalam sumantri, menjelaskan bahwa terdapat beberapa jumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan keterampilan motorik kasar maupun halus pada usia dini antara lain keturunan, makanan bergizi, masa pralahir, intelegensi, pola asuh dan peran ibu, kesehatan, perbedaan budaya dan ekonomi, perbedaan jenis kelamin dan adanya rangsangan dari lingkungan serta aktivitas jasmani. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus untuk menggali secara mendalam terkait pengaruh kegiatan indoor terhadap keterampilan motorik halus anak usia dini (Nurkhasyanah 2. Subjek penelitian adalah guru kelas anak usia dini sebagai informan utama, dengan kepala sekolah dan orang tua sebagai informan pendukung. Lokasi penelitian dipilih secara purposif pada lembaga yang memiliki program pembelajaran indoor terhadap perkembangan motorik halus, guru berpengalaman minimal dua tahun, dan kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif untuk melihat interaksi guru dan anak secara langsung, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan metode, membandingkan informasi dari berbagai sumber dan teknik pengumpulan data. HASIL & PEMBAHASAN Setelah dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik angket, wawancara dan dokumentasi, sebagai langkah berikutnya yang ditempuh adalah menyajikan data yang telah diperoleh. Data yang disajikan peneliti merupakan data yang diperoleh selama melaksanakan penelitian di RA Ar Raudlah Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah. Data yang telah diperoleh akan dideskripsikan secara rinci untuk masing-masing variabel. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti yaitu variabel kegiatan indoor (X), dan variabel motorik halus siswa (Y). Untuk mengetahui secara umum data pendampingan orang tua, peneliti menggunakan angket. Angket ditujukan kepada 39 orang tua siswa yang yang menjadi subjek penelitian. Angket terdiri dari 21 item pertanyaan dalam bentuk Pada penelitian ini angket diukur menggunakan skala likert. Berdasarkan data hasil angket pendampingan orang tua yang diolah dengan menggunakan program SPSS 25 diperoleh skor tertinggi sebesar 79 dan skor terendah sebesar 48. Selain itu diperoleh nilai Mean sebesar 66,23. Median sebesar 68,00. Modus sebesar 73,00. JOECES Vol. No. Peran Guru dalam Mengembangkan Kereampilan Sosial dan Standar Deviasi sebesar 7,92. Kemudian data tersebut akan dikelompokkan dalam beberapa kelas interval dengan perhitungan menggunakan rumus k = 1 3,3 log n, dimana n adalah jumlah subjek penelitian, k = 1 3,3 log 39 = 6,25 dibulatkan menjadi 6 kelas interval. Selanjutnya rentang data . Dengan diketahui rentang data, maka diperoleh panjang kelas dengan menggunakan rumus p = 5,16 dibulatkan menjadi 6. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh peneliti, distribusi frekuensi variabel pendampingan orang tua dapat dijabarkan dalam tabel berikut : Tabel. Distribusi Frekuensi Variable Interval Frekuensi Jumlah Data tersebut kemudian digolongkan ke dalam kategori kecenderungan pendampingan orang tua. Pengkategorian tersebut diperoleh melalui perhitungan nilai Mean Ideal (M. dan Standar. Tabel. Distribusi Kecenderungan Variable Kegiatan Indoor Kelas Frekuensi Frekuensi Relatif (%) Kategori >63,0 66,67% Sangat Tinggi 52,5-63,0 25,64% Tinggi 42,0-52,5 7,69% Rendah <42,0 Sangat Rendah Jumlah 100,00% Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang memperoleh kegiatan indoor selama mengikuti pembelajaran daring dengan kategori sangat tinggi sebanyak 26 siswa dengan persentase sebesar 66,67%, kategori tinggi sebanyak 10 siswa dengan persentase sebesar 25,64% dan kategori rendah sebanyak 3 siswa dengan persentase sebesar 7,69%. Berdasarkan data yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kecenderungan variabel pendampingan orang tua siswa siswi RA Ar Raudlah Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah berada pada kategori sangat tinggi. Keterampilan motorik halus adalah kemampuan menggunakan otot-otot kecil pada tangan dan jari yang berkoordinasi dengan mata (Azizah. Muslihin, and Rahman 2. Pada anak usia 4-5 tahun, pengembangan keterampilan ini sangat krusial sebagai fondasi untuk kemampuan menulis, menggambar, dan berbagai aktivitas mandiri lainnya. Di RA Ar-Raudhah Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan, ada beberapa faktor yang secara umum dapat memengaruhi perkembangan motorik halus anak: Faktor Internal . Kematangan Fisik dan Neurologis: Ini adalah faktor paling mendasar. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan saraf dan otot yang JOECES Vol. No. Faridatul Afifah. Siti Hamidahtur RofiAoah Anak yang memiliki kematangan neurologis yang lebih baik cenderung lebih cepat menguasai keterampilan motorik halus. Kesehatan dan Gizi: Anak yang sehat dan mendapatkan asupan gizi seimbang memiliki energi dan kemampuan fisik yang optimal untuk mengembangkan otot-otot halus mereka. Kekurangan gizi dapat menghambat perkembangan fisik secara keseluruhan, termasuk motorik halus. Minat dan Motivasi: Anak yang tertarik dan termotivasi untuk melakukan aktivitas tertentu . isalnya, menggambar, bermain balok, atau mengguntin. akan lebih giat berlatih dan mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Kondisi Fisik dan Indera: Gangguan pada penglihatan, pendengaran, atau kondisi neurologis tertentu dapat memengaruhi kemampuan anak dalam melakukan aktivitas motorik halus yang membutuhkan koordinasi mata-tangan dan respons sensorik. Perkembangan Kognitif: Kemampuan anak untuk memahami instruksi, mengingat urutan langkah, dan memecahkan masalah sederhana juga memengaruhi seberapa baik mereka dapat melakukan tugas motorik halus (Firman and Anhusadar 2. Faktor Eksternal . Stimulasi dan Kesempatan Berlatih: Ini adalah faktor yang paling bisa diintervensi oleh RA dan orang tua. Semakin banyak kesempatan anak diberikan untuk melakukan aktivitas yang melatih motorik halus . eperti mewarnai, menggambar, meronce, menyusun balok, bermain plastisin, menggunting, menempel, membuka/menutup kancin. , semakin baik keterampilan mereka berkembang. Ketersediaan Sarana dan Prasarana: Ketersediaan alat dan bahan yang memadai dan sesuai usia . rayon pensil warna, kertas, gunting tumpul, balok, puzzl. di RA dan di rumah sangat penting untuk mendukung latihan. Bimbingan dan Pendampingan Guru/Orang Tua: Cara guru dan orang tua membimbing anak sangat berpengaruh. Bimbingan yang sabar, memberikan contoh, dan memberikan umpan balik positif akan mendorong anak. Sebaliknya, tekanan berlebihan atau kurangnya perhatian bisa menghambat. Lingkungan Belajar yang Aman dan Mendukung: Lingkungan yang memungkinkan anak merasa nyaman untuk mencoba dan membuat kesalahan tanpa takut dihakimi akan mendorong eksplorasi dan latihan (Syaripatunisa. Nurhayati, and . Interaksi Sosial: Bermain bersama teman atau dengan bimbingan guru dalam aktivitas motorik halus . isalnya, bermain balok bersam. dapat memotivasi anak dan memberikan ide-ide baru dalam berekspresi (Mushab Al Umairi Mushab and Lillawati 2. Budaya dan Kebiasaan Lokal: Kebiasaan atau tradisi di lingkungan Dusun Tengah Desa Tampojung Tengah yang mungkin melibatkan aktivitas manual atau kerajinan tangan sederhana, secara tidak langsung dapat memengaruhi paparan anak terhadap stimulasi motorik halus (Haikal Ginan Musyadad 2. KESIMPULAN Kegiatan indoor . i dalam ruanga. memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap pengembangan keterampilan motorik halus pada anak usia dini. Keterampilan motorik halus, yang melibatkan koordinasi otot-otot kecil di tangan dan jari serta koordinasi mata dan tangan . oordinasi visuomoto. , merupakan fondasi penting untuk kemampuan menulis, mengancingkan baju, dan aktivitas belajar mandiri lainnya. Secara keseluruhan, kegiatan indoor berperan sebagai JOECES Vol. No. Peran Guru dalam Mengembangkan Kereampilan Sosial laboratorium pengembangan motorik halus bagi anak usia dini. Dengan menyediakan stimulasi yang terarah dan repetitif melalui berbagai permainan edukatif, kegiatan ini tidak hanya membantu meningkatkan ketepatan dan kekuatan otot tangan anak, tetapi juga kesiapan mereka untuk memasuki tahapan pendidikan formal di masa depan. BIBLIOGRAFI Azizah. Alisah Nur. Heri Yusuf Muslihin, and Taopik Rahman. AuEfektifitas Peningkatan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini Melalui Media Kolase. Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7. :69Ae77. Damayanti. Fery. Warananingtyas Palupi, and Novita Eka Nurjanah. AuPeningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Gerak Manipulatif Anak Usia 4-5 Tahun. Ay Kumara Cendekia 8. :126. Dewi. , and S. Hartati. AuEfektivitas Kegiatan Kolase Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Di Taman Kanak-Kanak. Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 7:953Ae60. Fida Atiyah. Mushab Al Umairi. AuPENGARUH PERMAINAN KUBUS UNTUK PERKEMBANGAN. Ay JIEEC: Journal of Islamic Education for Early Childhood 6. :1Ae9. Firman. Walni, and Laode Anhusadar. AuPeran Guru Dalam Menstimulasi Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini. Ay Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 3. :28Ae37. Haikal Ginan Musyadad. Radea Yuli. AuKebebasan Dan Kebahagiaan Dalam Perspektif Jhon Stuart. Ay Gunung Djati Conference Series 19:524Ae29. Hendraningrat. Dewi, and Pujiyanti Fauziah. AuMedia Pembelajaran Digital Untuk Stimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini. Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6. :58Ae72. Laily. Linuria Asra, and Sofwan Indarjo. AuLiterature Review: Dampak Stunting Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak. Ay HIGEIA (Journal of Public Health Research and Developmen. :354Ae64. Mushab Al Umairi Mushab, and Agustine Lillawati. AuPemberian Penguatan Terhadap Sosial Emosional Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam Di Era Society 5. Ay Jurnal Pengabdian Al-Amin 2. :101Ae15. Nurfitri. Depi. Nuraini, and Asryuni Multahda. AuPengembangan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Mewarnai. Ay Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Dan Anak Usia Dini i(Novembe. :128Ae33. Nurkhasyanah. Alfiyanti. AuPemerolehan Variasi Bahasa Anak Usia Dini Dalam Perspektif Sosiolinguistik. Ay JIEEC (Journal of Islamic Education for Early Childhoo. :1. Paul. Ronak, and Abhishek Singh. AuDoes Early Childhood Adversities Affect Physical. Cognitive and Language Development in Indian Children? Evidence from a Panel Study. Ay SSM - Population Health 12:100693. Qomariah. Dede Nurul. Imas Masitoh. Nita Laelatul Rohmah. Ine Apriani. Siti Adawiah. Rifka Ainunida, and Niki Nurul Puadah. AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase JOECES Vol. No. Faridatul Afifah. Siti Hamidahtur RofiAoah Dengan Media Bahan Alam Di TK Sehat. Ay Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini 3. :113Ae25. Rahmani. Rahmani, and Dadan Suryana. AuPenerapan Media Puzzle Geometri Untuk Kemampuan Geometri Anak. Ay Aulad: Journal on Early Childhood. Setiawidayat. Sabar, and Nor Widianah Risqi. AuPengembangan Kemampuan Dan Kreativitas Anak Usia Dini Di KB Al-QurAoan Melalui Penerapan Seni Dan Senam Gerak Tubuh. Ay Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks AuSoliditasAy (JSoli. :91. Susanti. Siti Misra. AuMANAJEMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN BELAJAR PAUD BERBASIS MASYARAKAT. URNAL TUMBUHKEMBANG. VOLUME 5. NOMOR 1. MEI 2018 5:10. Syaripatunisa. Nurhayati, and . AuSpesifikasi Lingkungan Belajar Di Luar (Outdoo. Ay Indonesian Journal of A x. :534Ae40. Al Umairi. Mushab. AuKreativitas Guru Dalam Mengajar Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak TK At-Taufiq Surabaya. Ay Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Al-Amin 1. :82Ae96. Al Umairi. Mushab. AuPengembangan Interaksi Dan Perilaku Sosial Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Di Abad 21. Ay Kiddo : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 4. :1Ae12. JOECES Vol. No.