JOURNAL OF EMPOWERMENT Vol. No. Juni 2025, h. ISSN 2580-0620 (Prin. ISSN 2597-9809 (Onlin. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JE Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang 1*Ika Merdekawati Kusmayadi, 2Evi Rosfiantika, 3Rinda Aunillah, & 4Jimi Narotama Mahameruaji 1, 2, 3, 4Universitas Padjadjaran. Indonesia *Email Koresponden: i. kusmayadi@unpad. Article Info Sejarah Artikel: Submit: 27 Desember 2024 Revisi: 14 Juni 2025 Diterima: 30 Juni 2025 Kata Kunci: Bencana. Edukasi. Jurnalisme. Komunitas. Video. Keywords: Community. Disaster. Education. Journalism. Video. Abstrak Aktivitas pengurangan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang saat ini banyak dilakukan oleh organisasi berbasis komunitas (CBO) kebencanaan, yang beroperasi di tingkat akar rumput dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu CBO yang aktif dalam aktivitas ini adalah Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL). Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas komunitas. RPBL mengembangkan literasi pengurangan risiko bencana di kawasan tersebut. Produksi konten video menjadi salah satu bentuk literasi yang potensial untuk dikembangkan, namun masih terdapat keterbatasan dalam aspek teknis, konsep produksi, dan fasilitas Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas video yang dihasilkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan penguatan kapasitas CBO melalui peningkatan kesadaran peran komunitas dokumentasi dan edukasi. Atas dasar ini, dirancanglah program pelatihan jurnalisme warga dengan format video warga, yang dipilih karena kesederhanaannya dan relevansi dengan kebutuhan dokumentasi dan edukasi kebencanaan. Program ini meliputi dua komponen utama, yaitu peningkatan kesadaran anggota CBO dan pelatihan produksi video. Peserta kegiatan adalah anggota RPBL, yang mewakili 12 CBO aktif dalam pengurangan risiko bencana di kawasan Sesar Lembang. Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan mencakup pelatihan, pendampingan produksi, evaluasi, dan monitoring keberlanjutan produksi video warga. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah CBO pengurangan risiko bencana. Abstract Disaster risk reduction activities in the Lembang Fault Zone are currently carried out extensively by community-based disaster organizations (CBO. operating at the grassroots level and interacting directly with local One of the active CBOs in this effort is the Lembang Disaster Care Volunteers (RPBL). As part of strengthening community identity. RPBL has developed disaster risk reduction literacy in the area. Video content Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 production has emerged as a promising form of literacy to be further developed. however, limitations exist in technical aspects, production concepts, and supporting facilities, resulting in low-quality video outputs. address these challenges, capacity building for CBOs is necessary through raising awareness of the communityAos role in disaster risk reduction and enhancing skills in documentary and educational video production. Based on this, a citizen journalism training program using a citizen video format was designed, chosen for its simplicity and relevance to disaster documentation and education needs. The program consists of two main components: increasing CBO membersAo awareness and providing video production training. Participants included RPBL members representing 12 active CBOs engaged in disaster risk reduction in the Lembang Fault Zone. West Bandung Regency. Activities encompassed training sessions, production mentoring, evaluation, and monitoring of the sustainability of citizen video production. The expected outcome of this program is an enhanced capacity of CBOs in disaster risk reduction efforts. PENDAHULUAN Mitigasi merupakan langkah strategis yang sangat penting dilakukan, terutama di Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan risiko bencana tinggi di dunia karena posisinya di wilayah Cincin Api Pasifik (Anggaini et al. , 2. Kondisi geologis tersebut menyebabkan Indonesia rawan terhadap berbagai bencana geologi seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Salah satu kawasan yang berisiko tinggi adalah Sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat, yang merupakan jalur patahan aktif sepanjang 29 km dan berpotensi menimbulkan gempa bumi besar yang dapat merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, upaya mitigasi bencana sangat penting dilakukan tidak hanya oleh pemerintah dan pihak terkait (Ayuningtyas et al. , 2. tetapi juga oleh, tetapi juga oleh masyarakat setempat melalui gerakan berbasis komunitas (Nurcahyo et al. , 2. Pemahaman tentang bencana, peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapinya, serta penerapan kebijakan mitigasi yang tepat dapat mengurangi dampak bencana dan meningkatkan ketangguhan masyarakat (Eduat et al. , 2. Kawasan Sesar Lembang sering kali menjadi subjek studi dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia, mengingat kerentanannya terhadap dampak gempa bumi (Qolbi et al. , 2024. Sihombing et al. , 2024. Warsono & Buchari, 2. Sesar Lembang merupakan jalur patahan yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan gempa bumi berpotensi besar yang dapat merusak infrastruktur di kawasan tersebut (Fatimah et al. , 2. Nurrohman, menjelaskan bahwa gempa bumi yang dipicu oleh aktivitas sesar ini dapat merambat jauh ke wilayah permukiman, terutama yang berada di sekitar Lembang dan sekitarnya (Nurrohman, 2. Meskipun upaya mitigasi bencana telah dilakukan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun berbagai organisasi non-pemerintah, efektivitas dari strategi mitigasi tersebut masih belum optimal, dan masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat (Ayuningtyas et , 2021. Yuliyanti et al. , 2. Mitigasi saat ini masih menghadapi kendala signifikan dalam hal koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya teknis, serta rendahnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses mitigasi, yang Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 menyebabkan strategi yang dijalankan belum mampu secara efektif mengurangi risiko bencana (Qolbi et al. , 2. Hal ini berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya yang lebih menekankan pada aspek teknis dan kebijakan tanpa memberikan perhatian cukup pada pemberdayaan komunitas dan penguatan kapasitas lokal, sehingga mitigasi yang dilakukan cenderung bersifat top-down dan kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput (Ayuningtyas et al. , 2021. Sihombing et al. , 2. Salah satu upaya mitigasi yang penting adalah melalui pemberdayaan komunitas lokal, yang berperan penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana (Lassa et al. , 2. Komunitas berbasis organisasi di sekitaran sesar lembang, yaitu Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL), menjadi contoh konkret dari implementasi mitigasi bencana berbasis masyarakat yang RPBL merupakan sebuah gabungan komunitas relawan kebencanaan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang terorganisir di sepanjang kawasan Sesar Lembang, mulai dari Palintang hingga Ciburuy. Komunitas kebencanaan yang tergabung dalam RPBL meliputi IKTM (Desa Cikahuripa. STEPPA (Desa Cikahuripa. Destana Cikahuripan (Desa Cikahuripa. FKDM (Desa Cikahuripa. Avengers (Desa Lemban. Endog Lini (Desa Lemban. KANOPI (Desa Sunten Jay. BBSR (Desa Ciboda. Relawan Cikidang (Desa Cikidan. Destana Sukajaya (Desa Sukajay. KMPB (Desa Sukajay. , dan MPBS (Kecamatan Cisaru. Komunitas-komunitas tersebut memiliki fokus pada pengurangan risiko bencana dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat (Permana, 2. Keberadaan organisasi seperti RPBL sangat penting, karena mereka bekerja langsung di lapangan dengan masyarakat, memberi pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan mengenai risiko bencana dan cara-cara mitigasi yang dapat dilakukan secara mandiri (Rosfiantika, 2. Keterlibatan RPBL dalam upaya mitigasi bencana sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu, dengan berfokus pada kegiatan literasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, serta simulasi bencana (Rosfiantika, 2. Program-program yang dijalankan oleh RPBL bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi, dengan pendekatan berbasis pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Namun, meskipun telah banyak kegiatan dilakukan, satu aspek yang masih terabaikan adalah kurangnya dokumentasi dan penyebaran informasi mengenai upaya mitigasi yang telah Dokumentasi ini penting tidak hanya untuk memberikan bukti konkret atas keberhasilan program mitigasi, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat lebih luas mengenai pentingnya mitigasi bencana (Supriati et al. , 2. Maka dari itu, penting untuk melakukan peningkatan kapasitas teknis bagi anggota RPBL dalam hal produksi konten media, khususnya video dokumentasi kebencanaan, yang dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan informasi kebencanaan. Penggunaan video sebagai sarana dokumentasi dan edukasi kebencanaan telah terbukti efektif dalam berbagai studi (Wirantika et al. , 2. , di mana video warga . itizen journalis. memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat (Abdullah & Sirait, 2. , tidak terkecuali mengenai risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi yang harus diambil. Konten video yang diproduksi oleh anggota RPBL dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan edukasi tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, serta sebagai bahan referensi dalam simulasi evakuasi dan penguatan struktur bangunan tahan gempa. Oleh karena itu, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan produksi video di kalangan anggota RPBL menjadi sangat penting, agar mereka dapat memproduksi video dengan kualitas yang baik dan dapat dipahami dengan mudah Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 oleh audiens yang lebih luas (Supriati et al. , 2. Di samping itu, peningkatan kapasitas teknis dalam produksi video juga memberikan manfaat sosial bagi RPBL, seperti peningkatan kredibilitas dan popularitas mereka di mata publik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi Pelatihan video yang akan dilakukan dalam artikel ini berbeda dengan program mitigasi sebelumnya karena fokusnya tidak hanya pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan, tetapi secara khusus menitikberatkan pada pengembangan keterampilan teknis produksi video dokumentasi dan edukasi oleh anggota komunitas, yaitu Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL). Program mitigasi sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, lebih menitikberatkan pada perencanaan kontinjensi, sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu evakuasi yang bersifat top-down dan kurang memberikan ruang bagi komunitas untuk berperan aktif dalam mendokumentasikan dan menyebarkan informasi mitigasi secara mandiri (Mochamad Rizal, 2. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemetaan risiko dan sosialisasi telah dilakukan, penyebaran informasi dan dokumentasi hasil mitigasi masih terbatas dan belum merata di masyarakat, sehingga akses informasi yang mudah dan relevan masih menjadi kendala utama (Jagat Saputra & Wulandari, 2. Salah satu langkah penting dalam penguatan kapasitas komunitas adalah melalui pemetaan risiko yang lebih tepat dan komprehensif. Pemetaan risiko atau mikrozonasi gempa di kawasan Sesar Lembang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan daerah-daerah mana saja yang paling rentan terhadap dampak gempa. Pemerintah setempat, bekerja sama dengan berbagai lembaga ilmiah, telah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi zona-zona berisiko tinggi di kawasan tersebut, yang kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan tata ruang dan pembangunan yang lebih aman. Sebagai gambaran, berikut peta kawasan rawan bencana yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Peta ini dapat menjadi salah satu rujukan pentingnya upaya pengurangan risiko kebencanaan terutama di kawasan Sesar Lembang. Gambar 1. Peta Kawasan Rawan Bencana Sumber:https://bappelitbangda. id/index. php/tata_ruang/peta_ra wan_bencana/Lampiran-Peta-Kawasan-Rawan-Bencana Berdasarkan pertimbangan tersebut, tim penulis berupaya untuk melakukan kajian dengan melibatkan secara aktif RPBL, sebagai kelompok sasaran pelaku upaya mitigasi bencana di kawasan Sesar Lembang. Kegiatan ini sekaligus berupaya untuk menjawab kebutuhan penguatan kapasitas community based organization (CBO) kebencanaan dalam rangka mengurangi risiko bencana dan kehadiran organisasi Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 pengurangan risiko bencana berbasis komunitas menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kesadaran dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi METODE Untuk meningkatkan kapasitas para Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL), dilakukan beberapa pendekatan. Diawali dengan pelatihan penguatan kesadaran komunitas berbasis organisasi, yaitu komunitas sebagai aktor utama terlibat utuh mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program (Lassa et al. Selanjutkan untuk meningkatkan kemampuan para peserta, pengabdian ini juga melakukan pelatihan pembuatan video warga yang berkaitran dengan upaya pengurangan risiko bencana. Video mampu menjadi media yang lebih informatif dan efektif, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang lebih komprehensif (Supriati et al. , 2. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini berlangsung sebanyak tujuh kali pertemuan yang diselenggarakan sepanjang Agustus hingga September 2024, yang berlokasi di SMK Bina Wisata Lembang. Kabupaten Bandung Barat. Pengabdian ini melibatkan 12 peserta dari Komunitas dan 5 dosen yang berperan sebagai instruktur pelatihan. Tabel 1. Tahapan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Rencana Kegiatan Dosen dan Instrukstur Tahap Persiapan Rapat Pembekalan Menyusun Rencana Kegiatan Observasi dan analisis situasi Identifikasi kebutuhan sesuai Menentukan Mengidentifikasi mitra sebagai khalayak sasaran Merancang pelatihan sesuai khalayak sasaran Membuat draft kegiatan yang telah disepakati Mengidentifikasi penunjang kegiatan Merancang konsep dan kurikulum Merancang jadwal pelatihan Rapat Keterlibatan dalam kegiatan Tahap Kegiatan Tahap Pelaksanaa Pelatihan Produksi Video Warga Menyampaikan materi pelatihan: Perencanaan Produksi Konten Video Warga Penyusunan Naskah Konten Video Warga Praktik Produksi Konten Video Warga Khalayak Sasaran Relawan Bencana (RPBL) Sasaran RPBL Peduli Lembang Pelatihan Persiapan RPBL mitigasi kebencanaan di Sesar Lembang Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Editing Sederhana Cut to Editing teks Editing Voice Over Tahap Tahap Evaluasi Tahap Monitoring Melakukan evaluasi konten yang dihasilkan oleh peserta/komunitas Melakukan pengecekan jumlah konten video yang dihasilkan oleh komunitas pasca kegiatan dan distribusi konten pada ragam platform komunikasi Memberikan masukan Memastikan jumlah dan kualitas video HASIL ATAU PEMBAHASAN Program pengabdian pada masyarakat berupa pelatihan jurnalisme warga bagi anggota RPBL berlangsung dalam beberapa tahap sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan terdiri atas tiga kegiatan, meliputi: penggambaran diri komunitas dan karakteristik wilayah kebencanaan. brainstorming hasil penggambaran diri komunitas . urah pendapat, mencari isu utk FGD), identifikasi pengalaman yang pernah dilakukan & identifikasi kemampuan dasar produksi konten video serta sarana prasarana terkait. serta FGD isu kebencanaan Sesar Lembang & rumusan solusi. Tahapan perencanaan ini bertujuan: a. Mengidentifikasi topik/informasi yang potensial diproduksi oleh anggota komunitas kebencanaan yang berada di wilayah sesar Lembang. Mengidentifikasi kemampuan dasar produksi konten video . ari membuat konsep, pengambilan gambar, dan editin. dari anggota komunitas kebencanaan yang berada di wilayah sesar Lembang. Mengidentifikasi sarana dan prasarana . andphone level mid range, tripod, dan software editing vide. yang dimiliki dari anggota komunitas kebencanaan yang berada di wilayah sesar Lembang. Tahap Pelaksanaan Tahap Pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan produksi video warga, meliputi 4 sesi sebagai berikut: Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Pelatihan Perencanaan Produksi Konten Video Warga Dalam pelatihan ini peserta membuat list konten di wilayah sesar Lembang yang potensial diproduksi menjadi konten video warga. Materi yang disampaikan yaitu pemaparan tentang Jenis Konten Video. Strategi Produksi Konten Video. Konsep dan Tahapan Produksi Konten Video. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Pelatihan Penyusunan Naskah Konten Video Warga Dalam pelatihan ini peserta membuat naskah sederhana, storyline, dan shotlist berdasarkan list konten yang sudah dibuat sebelumnya. Materi yang disampaikan yaitu pemaparan tentang bagaimana membuat Naskah sederhana. Story Line, dan Shot List. Praktik Produksi Konten Video Warga Dalam pelatihan ini peserta ditugaskan untuk praktek mengambil gambar . menggunakan handphone berdasarkan list konten yang sudah dibuat sebelumnya. Pada sesi ini tiap CBO mendapatkan seperangkat handphone, memory card, tripod, dan clip on sebagai sarana produksi video warga. Sesi ini disertai penugasan dengan durasi pengerjaan selama 2 minggu, pada sesi ini tiap CBO memiliki personel pendamping. Materi yang disampaikan yaitu pemahaman tentang type of shot, camera movement, dan komposisi gambar. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Editing Sederhana Cut to Cut & Teks dan Voice Over Dalam pelatihan ini Peserta praktek editing cut to cut menggunakan aplikasi CupCut berdasarkan hasil pengambilan gambar di pertemuan sebelumnya. Materi yang disampaikan yaitu pelatihan tentang bagaimana melakukan cut to cut dan menambahkan transisi dalam editing video. Selanjutnya, peserta praktek editing menambahkan teks dan voice over menggunakan aplikasi CupCut melanjutkan editing cut to cut di pertemuan sebelumnya. Tahap Monitoring dan Evaluasi Tahap monitoring yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung selama pelatihan berlangsung untuk memantau tingkat partisipasi dan kemampuan peserta dalam melakukan produksi konten video sederhana. Selain itu juga dilakukannya pendampingan langsung ketika penugasan pengambilan gambar. Tahap evaluasi dilakukan melalui sesi evaluasi konten yang dihasilkan peserta/komunitas. Tahap monitoring sustainability melalui pengecekan jumlah konten video yang dihasilkan komunitas pasca kegiatan & distribusi konten pada ragam platform Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Indikator dampak dari program pelatihan ini diukur melalui aspek kuantitatif dan Secara kuantitatif, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah dan kualitas video dokumentasi yang dihasilkan oleh anggota RPBL. Dalam dua minggu pasca pelatihan, produksi konten video warga meningkat secara substansial dibandingkan periode sebelum pelatihan, dengan kualitas editing dan penyampaian pesan yang lebih baik sesuai standar yang diajarkan. Secara kualitatif, evaluasi langsung dan monitoring selama pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun naskah, pengambilan gambar, serta proses editing video secara signifikan. Dampak sosial juga terlihat dari meningkatnya kredibilitas RPBL di mata masyarakat dan media lokal, yang berkontribusi pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan mitigasi Data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi di Indonesia pada tahun 2023, dengan total 618 kejadian bencana, didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor( Muhari et al. , 2. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya mitigasi yang efektif dan edukasi kebencanaan yang dapat menjangkau masyarakat luas. Studi juga menunjukkan bahwa literasi dan edukasi kebencanaan secara signifikan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk melalui media edukasi yang inovatif seperti video (Marlyono et al. , 2016. Puspitasari et al. , 2. Jika dibandingkan dengan program mitigasi sebelumnya yang lebih berfokus pada literasi kebencanaan dan simulasi tanpa dokumentasi sistematis, pelatihan ini menonjolkan pendekatan partisipatif dan berbasis teknologi informasi yang lebih Program sebelumnya cenderung bersifat top-down dan kurang memberikan ruang bagi komunitas untuk berperan aktif dalam komunikasi mitigasi (Puspitasari et al. , 2. Sebaliknya, pelatihan jurnalisme warga ini mengadopsi konsep citizen journalism yang menempatkan anggota komunitas sebagai agen aktif dalam produksi dan penyebaran informasi, sehingga meningkatkan efektivitas edukasi mitigasi dan memperkuat peran komunitas dalam pengurangan risiko bencana (Khusnia et al. , 2022. Sanusi, 2. Selain itu, pelatihan ini juga mengintegrasikan mekanisme monitoring dan evaluasi berkelanjutan yang belum banyak diterapkan dalam program sebelumnya, memungkinkan penyesuaian strategi dan peningkatan kapasitas secara dinamis sesuai kebutuhan komunitas (Sanusi, 2. Pendekatan ini terbukti lebih responsif terhadap tantangan lokal dan mampu menghasilkan konten yang lebih kontekstual serta berdampak luas. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Ika Merdekawati Kusmayadi. Evi Rosfiantika. Rinda Aunillah, & Jimi Narotama Mahameruaji JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 PENUTUP Pelatihan jurnalisme warga menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat kapasitas Community-Based Organization (CBO) kebencanaan di kawasan Sesar Lembang. Kabupaten Bandung Barat, berfokus pada pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini mencakup pelatihan dan pendampingan yang bertujuan meningkatkan kesadaran bencana serta kemampuan produksi video warga sebagai alat dokumentasi dan edukasi. Partisipasi aktif peserta selama FGD dan pelatihan menunjukkan keberhasilan metode ini dalam membangun kesadaran dan keterampilan yang relevan. Kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan kapasitas CBO dalam memproduksi video yang mendukung edukasi dan pengurangan risiko bencana. Video warga yang dihasilkan tidak hanya mendokumentasikan aktivitas kebencanaan, tetapi juga berfungsi sebagai media informasi yang dapat menjangkau publik lebih luas. Selain itu, inisiatif ini memperkuat peran komunitas dalam membangun ketangguhan bencana, menjadikannya pelaku utama dalam pengurangan risiko. Langkah lanjutan yang disarankan meliputi pengembangan program pelatihan serupa di wilayah rawan bencana lain, dengan menyesuaikan kebutuhan spesifik komunitas lokal. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang produksi video warga terhadap pengurangan risiko bencana dan keterlibatan Dukungan dari pemerintah dan sektor swasta juga penting untuk menjamin keberlanjutan program ini, terutama dalam penyediaan teknologi dan akses platform distribusi video. UCAPAN TERIMA KASIH Kegiatan ini berhasil dilaksanakan berkat dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Padjadjaran melalui Hibah Internal Unpad, dukungan dari Bapak Anna Joestiana (Ketua Relawan Peduli Bencana Lembang-RPBL), dan kepada semua pihak yang telah berperan dalam perencanaan, pelaksanaan pelatihan, serta penulisan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA