Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 9 No. Juni 2024 . e-ISSN 2527-8215 THE EFFECT OF LEVERAGE AND OPERATING CASH FLOW ON BASIC EARNING POWER IN THE PLASTIC AND PACKAGING INDUSTRY LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE PERIOD 2019-2022 Nia Amelia Kartika . Nanu Hasanuh Universitas Singaperbangsa Karawang Email : niaameliakartika@gmail. ABSTRACT This study examines the effect of Leverage and Operating Cash Flow on Basic Earning Power in Plastic and Packaging subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the 2019-2022 Period. With the aim of analyzing whether there is a significant influence between Leverage and Operating Cash Flow. This study uses Descriptive Quantitative method with Purposive Sampling technique using secondary data of selected Company Financial Statements. The results of this study indicate that Leverage has no significant effect on Basic Earning Power, while Operating Cash Flow has a significant effect in the positive direction on Basic Earning Power. So that this research is expected to be able to be taken into consideration by companies in managing their finances. Keywords: Leverage. Operating Cash Flow. Basic Earning Power. Plastic and Packaging Industry. Indonesia Stock Exchange (BEI) PENGARUH LEVERAGE DAN OPERATING CASH FLOW TERHADAP BASIC EARNING POWER PADA INDUSTRI PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2022 ABSTRAK Penelitian ini menguji Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow terhadap Basic Earning Power pada perusahaan subsektor Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Periode 20192022. Dengan tujuan menganalisis apakah terdapat pengaruh signifikan antara Leverage dan Operating Cash Flow. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif dengan teknik Purposive Sampling yang menggunakan data sekunder Laporan Keuangan Perusahaan terpilih. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Basic Earning Power, sedangkan Operating Cash Flow berpengaruh secara signifikan ke arah positif terhadap Basic Earning Power. Sehingga penelitian ini diharapkan mampu dijadikan bahan pertimbangan perusahaan dalam mengelola keuangannya. Kata Kunci : Leverage. Operating Cash Flow. Basic Earning Power. Plastik dan Kemasan. Bursa Efek Indonesia (BEI) Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Salah satu industri yang dominan di Indonesia adalah industri plastik dan kemasan. Laba perusahaan dalam industri ini mengalami banyak dinamika seperti pada pertengahan 2020, dengan salah satu tantanganya adalah adalah tidak stabilnya perekonomian . Penurunan profit hingga peningkatan kerugian terjadi pada awal periode ini. Namun, sejumlah evaluasi telah dilakukan sehingga perusahaan inudstri plastik dan kemasan lambat laun dapat mengatasi berbagai masalah dengan, meningkatkan efisiesi, dan merangcang langkah startegis dalam operasi mereka. Tanda Ae tanda perbaikan ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan pelanggan terhadap produk ramah lingkungan yang dapat di daur ulang serta perbaikan dalam ekonomi global secara keseluruhan. Hal tersebut juga turut meingkatkan kesadaran masyarakat akan limbah yang dihasilkan yang memicu perusahaan industri plastik dan kemasan untuk dapat mencari solusi atas hal tersebut demi dapat bersaing sehat antar perusahaan di sektor ini. Bersumber dari Laporan Statistik Nasional menyebutkan bahwa tahun 2019. PDB menunjukan kontribusi industri sektor plastik dan kemasan memiliki peningkatan yang stabil. Tahun 2020 menurut Laporan Resmi Badan Statistik Nasional dan Lembaga Riset Ekonomi menyebutkan bahwa data PDB pada industri ini menurun secara Pada tahun 2021 dan 2022 terdapat mekanisme perbaikan usai dampak nyata dari Covid 19 sehingga menurut BPS dan Survei Ekonomi yang dilakukan, pada tahun 2021 sampai 2022 menunjukan kembalinya secara perlahan permintaan pasar akan produksi plastik dan kemasan . Berikut merupakan grafik yang menggambarkan kondisi laba pada periode 2019-2020: Sumber : Data Olahan Gambar 1. Laba Perusahaan Berdasarkan grafik tersebut menunjukan terus terjadi fluktuasi selama periode yang bersangkutan. Namun hal ini tidak seja lan dengan PDB menurut BPS pada tahun 2020. Dimana. BPS menyebutkan, tahun 2020 terdapat penurunan jumlah PDB yang dikontribusi oleh industri plastik dan kemasan karena pandemi yang melanda saat Fenomena tersebut dilandasi oleh beberapa faktor salah satunya Leverage perusahaan dan Arus Kas Operasi perusahaan. Leverage yang tinggi memiliki kemungkinan dapat dihindari oleh para kreditur karena memiliki potensi gagal bayar yang tinggi. Indikator pengukuran Leverage dapat menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR). Berikut adalah pergerakan DAR pada industri plastik dan kemasan periode 2019 -2022 : Sumber : Data Olahan Gambar 2. Leverage Perusahaan Plastik dan Kemasan Penurunan dari tahun 2019 ke tahun 2020, sejalan dengan peningkatan laba pada tahun 2020 meskipun kontribusi industri plastik dan kemasan pada PDB mengalami penurunan pada tahun 2020. Penurunan nilai DAR Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow Terhadap Basic Earning Power Pada Industri Plastik dan Kemasan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 (Nia Amelia Kartika. Nanu Hasanu. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 pada tahun 2020 inilah yang menyebabkan para investor ataupun kreditur untuk turut serta dalam menginvestasikan maupun menyalurkan pinjaman untuk membantu peningkatan operasional perusahaan dan memicu laba yang lebih besar. Selain Leverage . Arus Kas Operasi juga merupakan salah satu indikasi yang memicu peningkatan laba. Arus kas operasi atau Operating Cash Flow merupakan suatu rasio yang digunakan dalam mengukur kemampuan arus kas operasi dalam membiayai hutang jang ka pendek perusahaan. (Rohim, n. Asset suatu perusahaan dalam menciptakan laba operasional dapat diukur menggunakan rasio Basic Earning Power tanpa melihat struktur keuangan atau pajak dalam mengukur tingkat efisiensi perusahaan. (Zamri et al. Penelitian sebelumnya yang relevan mengenai pengaruh Leverage terhadap Basic Earning Power dilakukan oleh (Mariani, 2. menyimpulkan bahwa Leverage berpengaruh secara signifikan positif terhadap manajamen laba pada suatu perusahaan. (Rahmawati & Fajri, 2. serta (Raka, 2. juga menyatakan hal yang sama yaitu Leverage berpengaruh secara signifikan ke arah positif dalam manajemen laba perusahaan. Namun, (Raras Mahiswari, 2014 ) dan (Munawarah, 2. juga menyimpulkan bahwa Leverage berpengaruh secara signifikan ke arah negatif terhadap manajemen laba suatu perusahaan. Sedangkan, (Fitriani et al. , 2. juga menyimpulkan bahwa Leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba dikarenakan mayoritas sampel yang diuji didanai tanpa hutang. Penelitian lain oleh (Novien Rialdy, 2. menyimpulkan arus kas operasi memiliki pengaruh positif terhadp pertumbuhan laba perushaan. Dalam penelitian lain oleh (Thomas Junior Sibarani, 2. yang menyimpulkan arus kas operasi berpengaruh signifikan ke arah positif terhadap manajemen laba. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Angelia & Indah Merina, 2. justru menyimpulkan arus kas operasi berpengaruh secara negatif pada profitabilitas suatu perusahaan. Penelitian dengan topik serupa juga dilakukan oleh (Sri & Hastuti, 2. bahhwa arus kas operasi berpengaruh secara negatif terhadap operasional ataupun laba bersih suatu Perbedaan hasil penelitian ini membuat penulis berinisiatif untuk melakukan penelitian lanjutan dengan tujuan penyempurnaan hasil penelitian sebelumnya . Oleh sebab itu penulis tertarik melakukan penelitian denga judul Au Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow terhadap Basic Earning Power pada Industri Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 TINJAUAN PUSTAKA Perusahaan Industri Plastik dan Kemasan Salah satu jenis industry yang lumayan dominan dalam pembentukan produk domestic bruto adalah berbagai perusahaan yang tergabung dalam industry plastic dan kemasan. Berbagai perusahaan yang tergabung dalam industry plastic dan kemasan memiliki kegiatan operasional seperti produksi,pengolahan, serta distribusi hasil produksinya ke berbagai tempat untuk selanjutnya dipergunakan industry lainnya. Perusahaan dalam sektor ini umumnya mencangkup beberapa aspek seperti manufaktur yang digunakan dalam mengemas produk lain , untuk keperluan farmasi, tempat penyimpanan kosmetik, maupun bahan pelengkap dari berbagai jenis elektronik. Dalam industry ini juga diperlukan berbagai regulasi atau kebijakan yang diatur didalam undang-undang untuk menetapkan standar kualitas dari hasil produksi perusahaan-perusahaan ini sendiri. Selain itu, regulasi lain dalam perusahaan-perusahaan sector ini adalah terkait dengan pentingnya menjaga keamanan produksi dan dampaknya terhadap lingkungan dan Leverage Leverage dapat dikatakan sebagai sebuah kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisya dengan pembiayaan melalui hutang. Debt to Assets Ratio (DAR) merupakan rasio yamh umumnya digunakan mewakili Leverage, dimana DAR sendiri merupakan suatu indikator yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam membiayai total hutangnya menggunakan total Asset. Tingkat Leverage yang tinggi akan dihindari oleh berbagai kreditur, dikarenakan jumlah bagi kreditur hal tersebut meningkatkan potensi gagal bayar dari perusahaan yang Penelitian sebelumnya yang relevan mengenai pengaruh leverage terhadap basic earning power dilakukan oleh Dini Mariani dan Catur Martian Fajar . yang menyatakan Leverage berpengaruh secara signifikan ke arah positif terhadap manajamen laba perusahaan. Sehingga berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan hipotesis untuk diuji lebih lanjut sebagai berikut : H1 : Leverage berpengaruh secara signifikan ke arah posituf terhadap Basic Earning Power Operating Cash Flow Cash merupakan salah satu bentuk asset perusahaan yang sangat liquid baik dalam proses pembiayaan operasional perusahaan,maupun dalam pembiayaan lainnya. Operating Cash Flow merupakan salah satu indicator yang digunakan perusahaan dalam mengukur tingkat kesetahan kas perusahaan itu sendiri. Dimana analisis OCF dapat dilakukan dengan melakukan pengujian mengenai arus kas operasional perusahaan dalam membiayai utang lancar Dalam penelitian lain dilakukan oleh Novien Rialdy . yang menyimpulkan arus kas operasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Penelitian lain juga mendapatkan hasil serupa yang diteliti oleh Thomas Junior Sibarani . dan menghasilakan arus kas operasi berpengaruh signifikan ke arah Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 e-ISSN 2527-8215 positif terhadap manajemen laba. Sehingga berdasarkan berbagai kajian tersebut dapat ditarik hipotesis sementara untuk dapat diujikan sebagai berikut : H2 : Operating Cash Flow berpengaruh positif signifikan terhadap Basic Earning Power Basic Earning Power Basic Earning Power atau Rentabilitas Ekonomi merupakan suatu pengukuran pada kemampuan perusahaan dalam menciptakan suatu laba operasional atau laba yang terbentuk tanpa pengurangan dari pajak maupun bunga yang dihasilkan hanya dengan total Asset perusahaan (John Doe,2. Dalam mengukur Basic Earning Power perusahaan dapat dihitung dengan membagi antara Earning Before Interest and Taxes (EBIT) atau biasa dikenal sebagai laba operasional perusahaan dengan total Asset perusahaan baik terbentuk melalui Asset lancar maupun Asset tidak lancar. Basic Earning Power juga dapat dijadikan sebagai acuan atau indikator dalam menilai seberapa efisien perusahaan dalam menciptakan keuntungan. Namun, beberapa pandangan lain mengatakan bahwa BEP dianggap kurang akurat dalam mengukur kinerja perusahaan, hal itu disebabkan karena BEP tidak mempertimbangkan pembiayaan yang dilakukan perusahaan baik melalui ekuitas maupun utang yang kemungkinan dapat mempengaruhi pembentukan laba operasional tersebut. Mengacu kepada penelitian yang relevan sebelumnya yaitu oleh (Sabila et , 2. yang menyimpulkan secara bersama-sama Leverage dan Operating Cash Flow tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Basic Earning Power. Kerangka Konsep Berrdasarkan berbagai kajian teori yang dipaparkan sebelumnya tentang Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow terhadap Basic Earning Power disajikan kerangka konseptual seperti dibawah ini : Sumber : Data Olahan Gambar 3. Kerangka Penelitian Hipotesis Penelitian Beberapa variable yang telah dipilih akan diuji untuk mendapatkan hasil penelitian yang kemudian digunakan sebagai penyempurna dari penelitian sebelumnya, maka diajukan beberapa hipotesis yaitu : H1 : Leverage berpengaruh ke arah positif signifikan terhadap Basic Earning Power H2 : Operating Cash Flow berpengaruh ke arah positif signifikan terhadap Basic Earning Power H0 : Leverage dan Operating Cash Flow secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Basic Earning Power. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian dan Variabel Penelitian Dalam penelitian kali digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan Teknik Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling Method atau penarikan sample bertujuan. Dengan variabel yang digunakan adalah Leverage dan Operating Cash Flow sebagai variabel bebas (Independen. dan Basic Earning Power sebagai variabel terikat (Dependen. Populasi dan Sampel Berikut merupakan kriteria penting yang diperlukan dalam pengumpulan sampel : . Perusahaan yang bergerak dalam Industri Plastik dan Kemasan periode 2019-2022. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki Laporan Keuangan Tahunan pada periode 2019-2022. Perusahaan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Berdasarkan berbagai kriteria tersebut diperoleh 50 sampel laporan keuangan tahunan perusahaan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah variable bebas (Independen. yang dipilih memiliki keterikatan atau pengaruh terhadap variable terikat (Dependen. yang telah ditentukan. Dimana variable bebas dalam penelitian ini adalah Leverage yang diwakili oleh Debt to Assets Ratio dan Operating Cash Flow yang dukur dengan arus kas operasi terhadap utang lancar dengan variable terikat yang dipilih adalah Basic Earning Power dengan indicator kemampuan total Asset dalam menghasilkan laba operasional. Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow Terhadap Basic Earning Power Pada Industri Plastik dan Kemasan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 (Nia Amelia Kartika. Nanu Hasanu. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Uji ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sampel yang digunakan pada variable yang telah ditentukan sebelumnya yaitu variable independent Leverage (X. dan Operating Cash Flow (X. serta variable dependent Basic Earning Power (Y) Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Sumber : Data Olahan Basic Earning Power (BEP) Diketahui berdasarkan hasil tersebut nilai minimum sebesar -175,00 dan nilai maksimum sebesar 190,00. Selain itu, nilai rata-rata menunjukan sebesar 17,24 dan Standard Deviation sebesar 69,70889. Dikarenakan nilai rata-rata lebih kecil dari nilai Standard Deviation, maka dapat disimpulkan penyeabaran data yang kurang baik. Leverage (Debt to Assets Rati. Diketahui berdasarkan hasil tersebut nilai minimum sebesar 179,00 dan nilai maksimum sebesar 616,00. Selain itu, nilai rata-rata menunjukan sebesar 444,42 dan Standard Deviation sebesar 112,39473. Dikarenakan nilai rata-rata lebih besar dari nilai Standard Deviation, maka dapat disimpulkan penyebaran data lumayan baik. Operating Cash Flow (OCF) Diketahui berdasarkan hasil tersebut nilai minimum sebesar -158,00 dan nilai maksimum sebesar 615,00. Selain itu, nilai rata-rata menunjukan sebesar 165,60 dan Standard Deviation sebesar 186,86031. Dikarenakan nilai rata-rata lebih kecil dari nilai Standard Deviation, maka dapat disimpulkan penyeabaran data yang kurang baik. Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Uji ini dilakukan guna mengetahui apakah data yang diujikan nantinya terdistribusi normal atau tidak. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One Sample Kolmogorov Test Sumber : Data Olahan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 e-ISSN 2527-8215 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Sumber : Data Olahan Karena hasil signifikansi menggunakan Uji One Sample Kolmogorov Smirnov Test menunjukan 0,200 dimana angka tersebut diatas nilai signifikansi 0,05 atau 5% maka dapat dikatakan data yang digunakan telah terdistriusi Normal. Pengujian normalitas juga dapat dilakukan dengan menguji masing Ae masing variabelnya baik melalui transformasi terlebih dahulu atau langsung menggunakan data yang tersedia pada masing Ae masing Berikut adalah hasil Uji Normalitas menggunakan data masing Ae masing variable yang telah di tarnsformasi sebelumnya, yaitu X1 menjadi LAG_X1 . X2 menjadi LAG_X2, dan Y menjadi LAG_Y. Pada kolom Kolmogorov-Smirnov bahwa nilai signifkansi variabel Debt to Assets Ratio sebesar 0,128 . Operating Cash Flow 0,200 dan Basic Earning Power 0,067 dengan nilai signifikansi semua variable tersebut berada di atas angka 0. 05, maka disimpulkan variabel DAR. OCF dan BEP berdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Uji ini berfungsi untuk mengetahui apakah antar variable bebas atau variable independent yang telah dipilih sebelumnya terdapat korelasi hubungan atau tidak. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : Data Olahan Berdasarkan olah data melalui SPSS tersebut dap nilai Variance Inflation Factor (VIF) kedua variable tersebut yaitu Debt to Assets Ratio dan Operating Cash Flow adalah 1,013 yang berarti lebih kecil dari 10, sehingga antarvariable Independent tersebut tidak terjadi multikolinearitas atau bebas korelasi antar varibel Independent. Uji Heteroskesdastisitas Uji ini mendeteksi suatu penggangu dalam data yang akan diujikan. Penganggu disini dimaksudkan sebagai ketidaksamaan varian antara pengamatan satu dengan pengamatan lainnya, sehingga apabila terdeteksi suatu pengganggu dalam data tersebut akan merusak data lainnya. Uji ini dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu melalui Scatterplot. Uji Glejser, dan Uji Spearman Rho. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskesdastisitas Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil olah data melalui SPSS tersebut menunjukan nilai signifikansi yang terbentuk dari transformasi data terlebih dahulu pada variable Debt to Assets Ratio dan Operating Cash Flow adalah 0,582 dan 0,294 yang mana kedua angka tersebut lebih besar dari nilai signifikansi 0,05. Sehingga disimpulkan variable Ae variable yang digunakan tidak terjadi heteroskedastisitas atau terbebas dari adanya pengganggu. Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow Terhadap Basic Earning Power Pada Industri Plastik dan Kemasan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 (Nia Amelia Kartika. Nanu Hasanu. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Uji Autokorelasi Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah pengganggu maupun residual berkorelasi atau tidak dengan berbagai penelitian terdahulu. Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil olah data menggunakan SPSS tersebut pada kolom Model Summary terlihat nilai hitung Durbin Watson nya adalah 1,904. Melalui table Durbin Watson diperoleh nilai dL dan dU, masing- masing adalah 1,462 dan 1,628. Sehingga dengan memakai rumus. dU < dW < 4-dU, maka kita bisa mengkalkulasikan 1,628 < 1. 904 < . -1,. menjadi 1,628 < 1. 904 < 2,372. Artinya dari hasil ini data penelitian yang sudah ditransformasi tidak terjadi autokorelasi. Hasil Uji Regresi Berganda Analisis Determinasi Analisis ini dilakukan guna mengukur seberapa besar kontribusi variable bebas terhadap variable terikatnya . Tabel 7. Hasil Analisis Determinasi Sumber : Data Olahan Pada table Model Summary tersebut terlihat bahwa Adjusted R Square menunjukan angka 0,221 atau 22,1% yang berarti model regresi menjelaskan 22,1% dari variabilitas variabel dependent. Artinya bahwa variabel independent (Operating Cash Flow dan Debt to Assets Rati. dalam model memiliki pengaruh yang kurang kuat terhadap variabel dependent (Basic Earning Powe. Sisa 77,9% variabilitas variabel dependent tidak dijelaskan oleh model. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor lain yang tidak diuji dalam penelitian. Uji Simultan F Merupakan suatu uji yang dilakukan apakah variable independent yang telah dipilih sebelumnya secara bersamasama memiliki pengaruh terhadap variable dependent. Dimana, dalam penelitian kali ini, uji simultan F ini menguji apakah variable Debt to Assets Ratio dan Operating Cash Flow secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variable Basic Earning Power. Tabel 8. Hasil Uji Simultan F Sumber : Data Olahan Berdasarkan table Anova tersebut menunjukan bahwa signifikansi uji regresi secara bersama-sama adalah 0,001 yang dibawah angka signifikansi yaitu 0,05 tandanya secara bersama-sama Operating Cash Flow dan Debt to Assets Ratio memiliki pengaruh signifikan secara positif terhadap Basic Earning Power. Dibuktikan melalui F hitung yaitu sebesar 7,970 dan F table 3,20 sehingga terlihat bahwa F Hitung > F Tabel. Kemudian dapat disimpulkan hasil perbandingan F Hitung dan F Tabel, menunjukkan berpengaruh signifikan secara secara bersama-sama dari variabel independent (Operating Cash Flow dan Debt to Assets Rati. terhadap variabel dependent (Basic Earning Powe. Uji Parsial T Uji parsial T merupakan suatu uji dengan tujuan secara parsial atau masing-masing antar variable independent memiliki berpengaruh atau tidak dengan variable dependent atau variable terikat. Dalam penelitian kali, pengujian yang dilakukan adalah dengan menguji variable independent Debt to Assets Ratio terhadap variable dependent Basic Earning Power. Begitupun dengan variable independent Operating Cash Flow terhadap variable dependent Basic Earning Power. Yang keputusannya dapat dilihat melalui nilai signifikansi yang dihasilkan melalui olah data Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 e-ISSN 2527-8215 Tabel 9. Hasil Uji Parsial T Sumber : Data Olahan Table Coefficients tersebut menunjukan bahwa signifikansi uji regresi secara Parsial adalah 0,078 untuk Debt to Assets Ratio, dimana angka tersebut diatas taraf signifikansi yaitu 0,05 sehingga disimpulkan secara parsial Debt to Assets Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Basic Earning Power . Selain itu table tersebut juga memperlihatkan bahwa Operating Cash Flow menunjukan angka signifikansi sebesar 0,002 dimana angka tersebut dibawah taraf signifikansi yaitu 0,05 sehingga disimpulkan secara parsial Operating Cash Flow berpengaruh secara signifikan positif terhadap Basic Earning Power. Hal ini juga dibuktikan melalui T Hitung DAR yaitu sebesar -1,803 dan T table 2,012 sehingga menghasilkan T Hitung < T Tabel . Maka dapat disimpulkan hasil perbandingan T Hitung dan T Tabel, menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara Debt to Assets Ratio terhadap variabel dependent Basic Earning Power. Melalui T Hitung Operating Cash Flow yaitu sebesar 3,339 dan T table 2,012 sehingga T Hitung > T Tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara Operating Cash Flow terhadap variabel dependent Basic Earning Power. Pengaruh Leverage Terhadap Basic Earning Power Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukan nilai signifikansi pada Debt to Assets Ratio berada pada angka 0,078, dimana angka tersebut berada diatas taraf signifikansi yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan hipotetsis yang diajukan yaitu H1 ditolak, karena hasil tersebut menunjukan bahwa Leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Basic Earning Power . Dimana, hal ini dilatarbelakangi oleh Debt to Assets Ratio yang merupakan kemampuan perusahaan dalam membiayai total utang menggunakan total Assets sehingga tidak masuk dalam komponen pembentukan Basic Earning Power dimana Basic Earning Power sendiri merupakan kemapuan total Asset perusahaan dalam menghasilkan laba operasional yang tentu saja tidak dibentuk oleh utang. Penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Fitriani et al. , 2. yang menyimpulkan Leverage tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba, dimana manajemen laba disini mewakilkan variabel dependent yang telah dipilih sebelumnya yaitu Basic Earning Power. Dalam penelitian tersebut juga menyebutkan alasan hasil menyebutkan tidak adanya pengaruh dari Leverage terhadap Basic Earning Power adalah dikarenakan mayoritas perusahaan yang telah mereka jadikan data dalam penelitian didanai tanpa melibatkan hutang. Pengaruh Operating Cash Flow Terhadap Basic Earning Power Setelah pengujian yang telah dilakukan terlihat bahawa Operating Cash Flow menunjukan angka signifikansi sebesar 0,002 dimana angka dibawah taraf signifikansi yaitu 0,05. Sehingga mengacu pada hasil tersebut menunjukan bahawa hipotesis yang telah diajukan sebelumnya yaitu H2 diterima, karena hasil tersebut menunjukan bahwa secara parsial Operating Cash Flow berpengaruh secara signifikan positif terhadap Basic Earning Power. Hal ini dilatarbelakangi oleh Operating Cash Flow yang merupakan suatu kemampuan arus kan operasi perusahaan dalam membiayai utang jangka pendeknya, sehingga berpengaruh terhadap pembentukan laba operasional hanya dengan total Assets perusahaan. Penelitian terdahulu yang mendukung hipotesis ini dilakukan oleh (Novien Rialdy, 2. yang menyimpulkan arus kas operasi memiliki pengaruh signifikan kearah positif terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Sehingga, dapat dikatakan ketika terjadi pertumbuhan laba maka arus kas operasi juga turut meningkat. Penelitian lagi juga mendapatkan hasil serupa yang diteliti oleh (Thomas Junior Sibarani, 2. dan menghasilakan arus kas operasi memiliki pengaruh signifikan ke arah positif terhadap manajemen laba. Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow Terhadap Basic Earning Power Pengujian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan table Anova pada signifikansi uji regresi secara bersama-sama adalah 0,001 yang dibawah angka signifikansi yaitu 0,05 tandanya hipotesis yang sebelumnya diajukan yaitu H0 ditolak, karena hasil tersebut menunjukan secara bersama-sama Operating Cash Flow dan Debt to Assets Ratio memiliki pengaruh signifikan secara positif terhadap Basic Earning Power. Dibuktikan melalui F hitung yaitu sebesar 7,970 dan F table 3,20 sehingga terlihat bahwa F Hitung > F Tabel. Kemudian dapat disimpulkan Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow Terhadap Basic Earning Power Pada Industri Plastik dan Kemasan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 (Nia Amelia Kartika. Nanu Hasanu. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 hasil perbandingan F Hitung dan F Tabel, menunjukkan terdapat pengaruh signifikan secara secara bersama-sama dari variabel independent (Operating Cash Flow dan Debt to Assets Rati. terhadap variabel dependent (Basic Earning Powe. ke arah positif. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan membayar hutang mnggunkan total Assets nya dan kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam membiayai hutang lancer perusahan akan mempengaruhi pula kemampuan total Assets perusahaan dalam pembentukan laba PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Leverage dan Operating Cash Flow terhadap Basic Earning Power Pada Perusahaan Subsektor Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 yang kemudian dilakukannya pengujian menggunakan program aplikasi SPSS versi 26 dapat disimpulkan sebagai berikut: Melalui running SPSS dapat disimpulkan variabel bebas . Leverage (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat . Basic Earning Power (Y). Melalui running SPSS dapat disimpulkan variabel bebas . Operating Cash Flow (X. berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel terikat . Basic Earning Power (Y). Melalui running SPSS dapat disimpulkan variabel bebas . Leverage (X. dan Operating Cash Flow (X. secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat . Basic Earning Power (Y). Berdasarkan hasil penelitian melalui running SPSS dapat disimpulkan variabel bebas . Leverage (X. dan Operating Cash Flow (X. berkontribusi sebesar 22,1% terhadap variabel terikat . Basic Earning Power (Y) atau variabel bebas . Leverage (X. dan Operating Cash Flow (X. dapat menjelaskan 22,1% dari variabel terikat . Basic Earning Power, dimana 77,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan memperluas lingkup penelitian dengan melibatkan variable baru, baik penambahan variable independent maupun variable lain yang mendukung tujuan penelitian. Selain itu, perluasan lingkup penelitian juga dapat dilakukan dengan mengganti sektor perusahaan plastik dan kemasan ke sektor perusahaan lain, sehingga dengan begitu penelitian selanjutnya dapat dimanfaatkan pada perusahaan selain sektor plastik dan kemasan. DAFTAR RUJUKAN Angelia. , & Indah Merina. PENGARUH ARUS KAS OPERASI. ARUS KAS INVESTASI. DAN ARUS KAS PENDANAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN CONSUMER CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI). , 2023. Fitriani. Melinda. , & Sari. The Effect Of Earning Power. Leverage And Company Size On Earnings Management In Manufacturing Companies In The Cement Sub-Sector Listed On The Indonesian Stock Exchange. In Journal of Management Specialists (Vol. Issue . https://journal. org/index. php/JMShttps://journal. institercom-edu. org/index. Mariani. PENGARUH EARNING POWER DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN. In Jurnal Financia (Vol. Issue . http://ejurnal. id/index. php/financia Munawarah. PENGARUH EARNING POWER. FIRM SIZE. DAN LEVERAGE TERHADAP EARNING MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK TAHUN 2011-2015. Novien Rialdy. SE. PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) KANWIL I MEDAN. Raras Mahiswari. PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE. UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN. Rohim. Analisis Laporan Arus Kas Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Pada CV. Citra Vastu Vidya Tegal. Sri. , & Hastuti. TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Zamri. Purwati. , & Sudjono. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Leverage Terhadap Earnings Per Share (EPS) (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2. Al-Tijary, 1. https://doi. org/10. 21093/at. Sabila. Evana. , & Septiyanti. Analysis of the Effect of Operating Cash Flow. Leverage, and Firm Size on Earnings Persistence. Journal Dimensie Management and Public Sector, 2. , 42Ae50. https://doi. org/10. 48173/jdmps. Thomas Junior Sibarani. Analisis Pengaruh Beban Pajak Tangguhan. Discretionary Accruals, dan Arus Kas Operasi terhadap Manajemen Laba. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024