K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 PENGARUH LITERASI KEUANGAN. SIKAP KEUANGAN DAN PERILAKU KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KOTAPALEMBANG Irin Fitria Universitas Katolik Musi Charitas Email: Irinfitria@rocketmail. ABSTRAKSI Potensi UMKM yang besar merupakan suatu peluang untuk mengembangkan pasar dan industri Indonesia terutama dari sektor riil. Namun, peluang UMKM untuk berkembang seringkali terhambat akibat masalah mendasar yang menjadi penghalang pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel literasi keuangan, sikap keuangan dan perilaku keuangan terhadap kinerja UMKM. Variabel independen dalam penelitian ini adalah literasi keuangan, sikap keuangan dan perilaku keuangan serta kinerja UMKM sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan 115 responden sebagai sampel berdasarkan metode snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa hanya sikap keuangan yang berpengaruh secara positif terhadap kinerja UMKM, sedangkan literasi keuangan dan perilaku keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima sedangkan H1dan H3 ditolak. Kata Kunci: literasi keuangan, sikap keuangan, perilaku keuangan, kinerja UMKM ABSTRACT The large potential of SMe is an opportunity to develop Indonesian markets and industries, especially from the real sector. However. SMe opportunities to develop are often hampered due to fundamental problems that often hit businesses from the SMe circle. This study aims to determine the effect of variable financialliteracy, financial attitude and financial behavior on SMe Performance. The independent variables in this study are the financial literacy, financial attitude and financial behavior and performance as dependent variabel. This study uses 115 respondents as a sample based on snowball sampling method. The dataanalysis technique used is multiple linear regression analysis using the SPSS program. The results of this research prove that only financial attitude have a positive effect on sme UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 performance, whereas financial literacy and financial behavior have no influence on sme performance. Based on this, it was concluded that ya2 accepted while ya1dan ya3 Keyword: financial literacy, financial attitude, financial behaviour, sme PENDAHULUAN Sektor UMKM memiliki peran penting bagi pembangunan ekonomi suatu Negara. Dengan adanya sektor UMKM pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap bisa memulai usaha melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi penduduk Indonesia. Abor dan Quartey . dalam Rahayu . mengatakan UMKM sering mengalami keterlambatan dalam pengembangannya. Hal ini dikarenakan berbagai masalah konvensional yang tidak terselesaikan secara tuntas, salah satunya mengenai pembiayaan dan pengelolaan usaha, sehingga UMKM sulit bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016 tercatat indeks literasi keuangan sebesar 29,7% sementara indeks inklusi keuangan sebesar 67,8%. Indeks literasi keuangan provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 sebesar 28. Panca selaku kepala OJK kantor Regional VII Sumatera bagian Selatan menyatakan bahwa indeks literasi keuangan provinsi Sumatera Selatan tahun 2017 telah mencapai 31,64% sementara secara nasional 29,66%. Hal ini meningkat pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016, akan tetapi peningkatan pertahun hanya sebesar 1,3%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap literasi keuangan masih kurang . Sedangkan, tingkat literasi keuangan kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan mencapai 15,68 persen dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 53,3 persen pada tahun 2013 . Berkaitan dengan data tersebut, terlihat bahwa para pelaku UMKM di Sumatera Selatan belum terliterasi dengan baik. Pada tahun 2018. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel mencatat dari 8,2 juta penduduk Sumatera Selatan baru 2,6 juta atau 31,64% jiwa yang telah terliterasi dan menggunakan produk dan jasa keuangan. Hal ini terlihat saat mengajukan kredit ke perbankan. Masyarakat hanya mengajukan kredit ke bank akan tetapi tidak tahu bahwa di dalamnya terdapat produk asuransi (Wulandari, 2. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air kerap kali dibayangi kemungkinan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 gagal usaha yang demikian besar. Salah satu sebab yang jarang disadari adalah masih rendahnya literasi dan inklusi keuangan pada diri para pelaku UMKM tersebut. UMKM yang merupakan 90 persen pelaku usaha di Indonesia umumnya belum mempunyai kemampuan untuk memahami pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan untuk mencapai kesejaheraan (Soepardi, 2. Pemahaman terhadap literasi keuangan sangat diperlukan bagi para pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM hingga saat ini menjadi perhatian pemerintah dalam hal kemampuan UMKM untuk memperoleh akses dari lembaga keuangan yang terbuka seluasnya luasnya dengan meniadakan hambatan terhadap akses memperoleh jasa lembaga keuangan terutama dalam proses pembiayaan yaitu dengan memperoleh kredit untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya. Bagi Indonesia. UMKM memiliki peran penting dan mampu memberikan kontribusi dalam perekonomian Indonesia. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Sumatera bagian Selatan pada Desember 2018 yang tercatat mencapai Rp 10,13 triliun atau meningkat sebesar 22,35 persen secara year on year dengan portofolio terbesar pada KUR Mikro yang mencapai 56 persen dari total penyaluran. Penya- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 luran kredit UMKM oleh Perbankan di Sumatera Bagian Selatan pada November 2018 telah mencapai 31,97 persen dari total kredit. OJK secara konsisten terus mendorong perbankan di wilayah Sumatera Bagian Selatan secara individu untuk dapat menyalurkan kredit UMKM minimal sebesar 20 persen (Syarif, 2. Rasio Kredit bermasalah untuk kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan tercatat mengkhawatirkan karena telah melampaui ambang batas yaitu menyentuh 5,75% per Juli 2018. Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor regional 7 Sumatera Bagian Selatan mengatakan tingginya rasio Non Performing Loan (NPL) itu menunjukkan bahwa UMKM di Sumatera bagian Selatan banyak yang bermasalah (Wulandari, 2. Nkundabanyanga dan Kakasozi . mengatakan bahwa literasi keuangan sebagai kemampuan seseorang individu untuk membuat penilaian berdasarkan informasi dan dalam hal pengambilan keputusan yang efekif terkait dengan penggunaan dan pengelolaan keuangan. Mereka juga menambahkan bahwa orang tersebut juga memiliki sikap yang memfasilitasi manajemen yang efektif dan bertanggung jawab dalam urusan keuangan. Kemampuannya yaitu ialah kemampuan untuk membaca, menganalisis, mengelola, dan mengkomunikasikan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 kondisi keuangan pribadi yang mempengaruhi kesejahteraan dan kemampuan untuk membedakan keuangan pribadi dan pengelolaan keuangan sebuah UKM. Kebanyakan pelaku UMKM juga memiliki sikap yang buruk mengenai keuangan, ditandai dengan rendahnya motivasi untuk terus meningkatkankemampuannya dalam mengelola keuangan usahanya, padahal motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam manajemen keuangan sangat penting. Buruknya sikap keuangan yang dimiliki para pelaku UMKM juga ditandai dengan pemikiran yang mudah merasa puas dengan kinerja yang ada dan belum berfikir untuk melakukan peningkatan kemampuan dibidang manajemen keuangan karena sebagian pelaku usaha merasa kinerjanya sudah cukup baik dan usahanya tetap berjalan dengan lancar dan tanpa kendala meskipun pelaku UMKM tidak membuat perencanaan anggaran dan pengendalian terhadap keuangan. Sikap tersebut apabila dibiarkan akan membuat kinerja UMKM menurun dan tidak mampu bersaing secara kompetitif di pasar (Humaira, 2. Fajar Pramono selaku Assistant Vice President. Head of PR PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk menyatakan bahwa permasalahan yang sering terjadi pada UMKM adalah belum adanya pemisahan keuangan P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 antara uang usahadan uang kebutuhan hidup harian. Hal ini membuat pelaku usaha tidak pernahtahu berapa besar keuntungan usaha mereka serta berapa persen laba bersih mereka. Selanjutnya, masih banyak pelaku UMKM yang merasa tidak perlu menyusun laporan keuangan sesederhana apapun sebagai bahan Analisa kegiatan usahanya. Permasalahan yang juga sering dijumpai yaitu kacaunya manajemen keuangan ketika pelaku UMKM sudah terlibat dalam hubungan utang dagang dan atau utang ke lembaga keuangan. Keberadaan utang merupakan sebuah kewajiban yang sifatnya fixed. Aspek edukasi dan pemahaman manajemen keuangan kepada pelaku UMKM di Indonesia sangat diperlukan (Pramono, 2. Potensi UMKM yang besar merupakan suatu peluang untuk mengembangkan pasar dan industri Indonesia terutama dari sektor riil. Namun, peluang UMKM untuk berkembang seringkali terhambat akibat masalah mendasar yang menjadi penghalang pelaku UMKM. Setyobudi . mengutip survei Bank Indonesia menyatakan bahwa UMKM terutama masih memiliki kinerja yang rendah dalam segi keterampilan dan kemampuan mengelola keuangan. Ketidakmampuan atau kurangnya pengetahuan dalam hal manajemen keuangan ini termasuk kurangnya keterampilan dalam pembuatan anggaran dan pem- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 bukuan akuntansi serta laporan keuangan. Selain itu juga pemilik masih mencampurkan uang pribadi dengan yang usaha. Akibatnya manajemen keuangan UMKM tidak tersusun secara rapi dimana transaksi penjualan tidak dapat dihitung secara pasti. Begitu juga dengan keuangan pribadi dari pemilik UMKM, akan menjadi tidak teratur karena uang yang dikonsumsi tidak hanya dikonsumsi secara langsung tetapi juga menjadi modal bagi usaha. Hal ini akan mengakibatkan usaha yang dijalankan dapat tidak terlihat peningkatan kinerjanya. Penelitian dibidang literasi keuangan sudah banyak dilakukan terutama penelitian literasi keuangan yang dilakukan dikalangan mahasiswa diantaranya penelitian menurut Laily . bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Penelitian mengenai literasi keuangan pada UMKM masih tergolong sedikit. Aribawa . dalam penelitiannya mengatakan bahwa, terdapat pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlanjutan usaha pada UMKM kreatif di Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan oleh Rahayu . juga menemukan bahwa adanya pengaruh literasi keuangan terhadap keberlanjutan UMKM di kota Surabaya. Penelitian yang juga dilakukan oleh Humaira dan Endra . menunjukan hasil penelitian bahwa terdapat P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 pengaruh positif Pengetahuan Keuangan. Sikap Keuangan, dan Kepribadian terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pada pelaku UMKM Sentra Kerajinan Batik Kabupaten Bantul. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Eke dan Raath . Eke dan Raath . dalam penelitiannya yang menemukan bukti bahwa literasi keuangan pemilik UMKM di Afrika Selatan tidak memiliki hubungan dengan kinerja serta pertumbuhan UMKM. Penelitian yang dilakukan oleh Djuwita dan Ayus . yang mengungkapkan bahwa financial behaviour mempengaruhi perkembangan usaha pedagang kaki lima, sedangkan financial knowledge dan financial attitude tidak mempengaruhi perkembangan usaha. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan di Nigeria oleh Esiebugie at all . menunjukkan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa pengetahuan keuangan dan sikap keuangan mempengaruhi kinerja UKM. Sedangkan perilaku keuangan tidak mempengaruhi kinerja UKM. Hasil penelitian yang ditemukan oleh Eniola . bahwa financial attitude tidak mempengaruhi kinerja perusahaan sedangkan financial knowledge mempengaruhi kinerja perusahaan. Demikian pula halnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah melakukan Survei Nasional Literasi Keuangan sebanyak dua kali yaitu pada tahun UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 2013 dan 2016 namun hasil penelitian hanya mendeskripsikan tingkat literasi keuangan dan belum meneliti apakah ada pengaruh antara tingkat literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan khususnya pengelolaan keuangan UMKM padahal pengelolaan keuangan ini sangat penting bagi UMKM agar usahanya dapat berjalan dengan efisien. Berbeda dari penelitian sebelumnya, penelitian ini difokuskan untuk melihat pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan serta perilaku keuangan dari sebuah UMKM terhadap kinerja UMKM di kota Palembang. Untuk itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan serta perilaku keuangan terhadap kinerja UMKM khususnya di Kota Palembang. Berdasarkan latar belakang pada bagian sebelumnya, maka disusunlah artikel ini. LANDASAN TEORI Literasi Keuangan Lusardi . dalam Rahayu . menyatakan bahwa literasi keuanganadalah ketrampilan hidup yang perlu dimiliki setiap orang untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya dan bertahan dilingkungan ekonomi yang kompleks saat ini. Lembaga Otoritas Jasa Keuangan . menyatakan bahwa literasi keuangan diperlukan untuk per550 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 kembangan industri jasa keuangan yang semakin kompleks. Berdasarkan PISA 2012: Financial Literacy Assessment Framework (OECD INFE, 2. dalam Aribawa . , dirumuskan bahwa literasi keuangan merupakan faktor yang fundamental untuk pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan. Dari sudut pandang konsumen, literasi keuangan yang baik akan memunculkan keputusan pembelanjaan yang mengedepankan kualitas. Hal ini akan berakibat pada kompetisi di industri yang menjadi sehat dan kompetisi akan mengedepankan inovasi dalam barang dan jasa yang ditawarkan ke konsumen. Selain itu, dengan literasi keuangan yang baik juga bisa meminimalkan terjadinya keputusan yang salah terhadap isu ekonomi dan keuangan yang muncul. Literasi keuangan adalah pendidikan dan pemahaman berbagai bidang keuangan. Ini berfokus pada kemampuan untuk mengelola masalah keuangan pribadi secara efisien, dan itu mencakup pengetahuan membuat keputusan yang tepat tentang keuangan pribadi seperti investasi, asuransi, real estat, pembayaran untuk kuliah, penganggaran, pensiun dan perencanaan pajak (Fatoki, 2. Nyamute dan Maina . dalam Rahayu . UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 menyatakanbahwa literasi keuangan merupakan kemampuan untuk mengambil keputusan yang efektif mengenai penggunaan keuangan saat ini dan pengelolaan keuangan masa depan. Otoritas Jasa Keuangan . mengkategorikan tingkatan literasi keuangan masyarakat terkait pengetahuan masing-masing Well literate, tahap yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga keuangan dan produk keuangan seperti fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait dengan produk dan layanan keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan layanan keuangan. Sufficient literate, tahap ini memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga dan layanan produk keuangan seperti fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkair produk dan layanan Less literate, tahap ini hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga, dan layanan produk Not literate, tahap ini tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga dan layanan produk keuangan. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan layanan dan produk keuangan. Sikap Keuangan Sikap keuangan dapat didefinisikan sebagai penerapan prinsipprinsip keuangan untuk menciptakan dan mempertahankan nilai melalui pengambilankeputusan dan manajemen sumber daya yang tepat (Latif, 2. Sikap keuangan adalah salah satu faktor yang memiliki dampak signifikan terhadap praktik manajemen ke-uangan. Ini didefinisikan oleh Eagly dan Chaiken . sebagai kecenderungan psikologis yang diekspresikan dengan menilai entitas tertentu dengan beberapa tingkat kesukaan atau Arti-nya, itu adalah kecenderungan psi-kologis ketika harus menyetujui atau tidak menyetujui praktik ma-najemen keuangan Latif et al. mendefinisikan sikap keuangan sebagai penciptaan nilai dalam pengambilan keputusan dan manajemen sumber daya melalui penerapan prinsip-prinsip keuang-an. Sikap keuangan ditingkatkan melalui pengadaan informasi yang memadai (Eniola, 2. Perilaku Keuangan Perilaku keuangan sebagaimana didefinisikan oleh Zeynep UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 adalah kemampuan untuk menangkap pemahaman dampak keseluruhan dari keputusan keuangan pada keadaan seseorang dan untuk membuat keputusan yang tepat terkait dengan manajemen kas, tindakan pencegahan dan peluang untuk perencanaan anggaran. Sucuahi . menyoroti bahwa perilaku finansial yang baik melibatkan kemampuan untuk membuat keputusan keuangan yang meningkatkan kekayaan dan mencegah ketidakpastian bisnis dan individu. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dasar. Menurut Sekaran . , penelitian dasar adalah penelitian yang dilakukan untuk memberikan kontribusi bagi pengetahuan yang sudah ada. Tujuannya ialah untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami sepenuhnya bagaimana masalah tertentu yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan. Populasi dan Sampel Populasi menurut Sekaran . mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau halhal menarik yang ingin peneliti Populasiadalah kelom552 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 pok orang, kejadian, atau hal-hal menarik di mana peneliti ingin membuat opini . erdasarkan statistic sampe. Populasi pada penelitian ini adalah pelaku usaha UMKM yang ada di kota Palembang. Menurut Sekaran . , sampel adalah sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Ukuran minimum sampel disesuaikan dengan teori Roscoe dalam Sekaran . , bahwa ukuran sampel yang lebih besar dari 30 dan kurang dari 500 tepat untuk sebagian besar penelitian. Maka peneliti mengambil sampel minimal sebanyak 100 responden. Kriteria pengam-bilan sampel pada penelitian ini yaitu: Umur UMKM minimal 2 tahun. Mengacu pada penelitian Widayanti dkk. dan Widowati dkk. Memiliki minimal 1 karyawan. Mengacu pada penelitian Rahayu danMusdholifah . Telah melakukan pembukuan minimal pencatatan pendapatan dan pengeluaran. Mengacu pada penelitian Widayanti dkk. Jenis Data Penelitian Jenis data penelitian ini menggunakan data primer. Menurut UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Sekaran . , data primer mangacu pada informasi yang diperoleh langsung . ari tangan pertam. oleh peneliti terkait dengan variabel ketertarikan untuk tujuan tertentu dari studi. Data primer dalam penelitian ini berupa jawaban responden dari pertanyaan kuesioner yang diberikan kepada responden yaitu pelaku UMKM di kota Palembang. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik survey menggunakan instrumen berupa kuesioner . Kuesioner menurut Sekaran . adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya di mana responden akan mencatat jawaban mereka, biasanya dalam alternatif yang didefinisikan dengan jelas. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Sekaran . menjelaskan bahwa kuesioner dapat diberikan secara personal, dikirimkan kepada responden, atau didistribusikan secara Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya di mana responden akan mencatat jawaban mereka, biasanya dalam alternatif yang didefinisikan dengan jelas. Kuesioner dalam penelitian ini disebarkan secara online melalui sarana google form. Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen Variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja UMKM. Kinerja UMKM diukur dengan modified likert-type dengan skala pengukuran 5 . = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuj. Tabel 1 Definisi Operasional Variabel Dependen Variabel Indikator Kinerja UMKM Pertumbuhan penjualan Pertumbuhan modal Pertumbuhan laba Pertumbuhan pasar Pertumbuhan tenaga kerja (Munizu, 2. , (Purwaningsih, 2. dan (Hati 2. Sumber: data diolah, 2019 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Variabel Independen Variabel independen atau variabel bebas dalam penelitian ini adalahliterasi keuangan, sikap keuangan dan perilaku keuangan yang diukur dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan terstruktur. Khusus untuk variabel literasi keuangan menggunakan skala pengukuran guttman. Skala pengukuran ini dengan memberikan jawaban Aubenar = skor 1Ay P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 dan Ausalah = skor 0Ay. Sikap keuangan diukur dengan skala pengukuran modified likert-type dengan skala pengukuran 5 . = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuj. Perilaku keuangan diukur dengan skala pengukuran modified likert-type dengan skala pengukuran 5 . = sangat jarang, 2 = jarang, 3 = netral, 4 = sering, 5 = sangat serin. Tabel 2 Definisi Operasional Variabel Independen Variabel Indikator Literasi Keuangan Kepemilikan rekening atas nama perusahaan Identifikasi perusahaan saat pembukaanrekening Setoran dana minimal saat pembukaanrekening Pengetahuan tentang jaminan tabungan Pemahaman tentang potensi imbal hasiltabungan dalam satu tahun Pemahaman tentang potensi imbal hasil tabungan dalam multi tahun Pemahaman tentang perhitungan bungakredit per tahun Pengetahuan tentang premi diantara duapilihan Pengetahuan tentang pengaruh inflasi terhadap nilai uang Pengetahuan tentang nilai waktu uang (Aribawa, 2. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Sikap Keuangan P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Mempuyai anggaran merupakan strategipenting dalam keuangan. Penting untuk memikirkan / merencanakan tentang keuangan. Menjaga catatan keuangan merupakan halyang penting untuk keuangan Penting untuk melakukan investasi jangka Saya cukup baik dalam memperkirakankesulitan keuangan saya. Melakukan perencanaan keuangan adalah cara terbaik untuk meningkatkan usaha di masa (Zahroh, 2. , (Rajna et al. , 2. , (Shim et al. Perilaku Keuangan Membuat anggaran pengeluaran dan belanja. arian, bulanan, tahunan, dl. Menyediakan dana untuk pengeluaran tidakterduga Membayar tagihan tepat waktu Mencatat pengeluaran saya . arian, bulanan,dl. Menabung atau menginvestasikan uang darisetiap Membuat perencanaan keuangan di masadepan Mengontrol pengeluaran (Hilgert et al. , 2. , (Ida, 2. Sumber: data diolah, 2019 PEMBAHASAN Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM Berdasarkan analisis dan hasil pengujian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa Literasi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Palembang. Indikator Literasi Keuangan yang memiliki rata-rata terendah yaitu pada pertanyaan Pengetahuan tentang jaminan tabung- an sebesar 0,36 dan yang berhasil menjawab benar pertanyaan itu hanya 41 responden. Meskipun secara keseluruhan tingkat Literasi Keuangan UMKM berada di tingkat yang moderat atau menengah akan tetapi tidak memiliki pengaruh tehadap kinerja usahanya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Eke et al. Menurut Eke et al. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 kesimpulan bahwa penelitian yang dilakukannya tampaknya bertentangan denganpenelitian Kotzy dan Smit . karena penelitian yang dilakukan oleh Eke et al. tidak membuat perbedaan antara UKM yang merupakan pemiliknya, bahkan jika pemilik tidak melek finansial. UKM bisa mempekerjakan orang yang melek secara finansial untuk membantu mengelola Oleh karena itu kesimpulannya adalah bahwa pemilik UMKM tidak harus berada pada posisi yang tidak menguntungkan meskipundia buta secara finansial, sejauh individu lain yang melek secara finansial dapat membantu pengambilan keputusan bisnis di bidang keuangan tertentu karena sebagaimana Kotze dan Smit . berpendapat, individu dengan pengetahuan manajemen keuangan dapat mengurangi efek dan konsekuensi dari salah dalam mengelola keuangan. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa Pengetahuan tentang nilai waktu uang masih tergolong rendah yang artinya UMKM tidak mengerti akan pengetahuan tentang nilai waktu uang sehingga uang yang di dapat tidak diinvestasikan sehingga modal yang ada pada UMKM tidak berkembang. Pemahaman tentang per556 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 hitungan bunga kredit per tahun juga masih tergolong rendah yang berarti pemahaman mengenai perhitungan bunga kredit yang dipinjam oleh UMKM tidak begitu diperhatikan. Ini dapat mengakibatkan UMKM terkena kredit macet jika UMKM tidak begitu memahami tentang perhitungan bunga Penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Djuwita et al. Djuwita et al. dalam penelitiannya menunjukkan hasil bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap perkembangan usaha. Menurut Djuwita et al. , salah satu yang mendorong kemajuan UMKM adalah kemampuan mengakses kredit dari perbankan, sehingga masalah kesulitan permodalan dapat diatasi, bahkan omzet pun dapat mengalami kenaikan. Kendala utama yang dihadapi oleh UMKM selain minimnya modal adalah penerapan manajemen yang profesional. Sistem pembukuan UMKM selama ini umumnya sangat sederhana dan cenderung mengabaikan kaidah administrasi keuangan yang standar . Padahal laporan keuangan yang akurat dan baku akan banyak membantu UMKM untuk mengembangkan bisnisnya secara kuantitatif maupun kualitatif. Banyak UMKM tidak ingin UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 mengambil resiko, dalam hal ini pelaku UMKM yang hanya bermain di zona nyaman. Sehingga yang terjadi adalah banyak kesempatan-kesempatan besar untuk usaha berkembang terlewatkan begitu saja karena tidak ingin mengambil risiko bisnis. Usaha yang biasanya penuh dengan terlalu banyak pertimbangan dan takut akan resiko biasanya akan berada pada kondisi stagnan, tidak ada perubahan dan akan rapuh . dcloudhost, 2. Literatur Drexler et al. dalam Eniola . mengemukakan bahwa wirausahawan biasanya tidak melek keuangan yang cukup untuk membuat keputusan keuangan kompleks yang mereka hadapi. Jika pemilik UMKM buta terhadap keuangan organisasi mereka, pengetahuan keuangan mereka juga akan kurang dan akan mengarah pada pengurangan inovasi yang dapat menurunkan kemampuan bersaing, tidak dapat mengakses berbagai sumber pembiayaan karena ketidaksadaran dan sikap ini akan mengarah kepada kegagalan UKM. Pengaruh sikap keuangan terhadap kinerja UMKM Berdasarkan analisis dan hasil pengujian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa Sikap Keuangan memiliki pengaruh posi- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 tif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Palembang, artinya semakin baik Sikap Keuangan dapat meningkatkan Kinerja usahanya. Sikap keuangan yang diukur dalam penelitian ini meliputi pernyataan meliputi mempunyai anggaran merupakan strategi penting dalam keuagan, penting untuk memikirkan atau merencanakan tentang keuangan, menjaga catatan keuangan merupakan hal penting untuk keuangan, penting untuk melakukan investasi jangka panjang, memperkirakan kesulitan keuangan, melakukan perencanaan keuangan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan usaha di masa Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Esiebugie . menunjukkan hasil bahwa sikap keuangan mempengaruhi kinerja UKM. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besarpemilik UKM berorientasi ke masa depan, yaitu dengan menetapkan target keuangan yang baik di masa depan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa orientasi di masa depan dapat mendorong pengambilan keputusan dan mempengaruhi kinerja bisnis. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Humaira . juga menunjukkan hasil yang sama dan mendukung hasil penelitian ini. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Literatur Hafifah . mengatakan bahwa pada kenyataannya jika memiliki sikap keuangan yang baik maka seseorang akan lebih mudah untuk menjalankan usaha yang dimiliki. Penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata keseluruhan jawaban adalah sebesar 4,2594, angka ini mendekati 5 yang artinya para pelaku UMKM setuju dengan pernyataan tersebut yang menggambarkan bahwa Sikap Keuangan UMKM sudah baik dalam mengelola usahanya. Pengaruh perilaku keuangan terhadap kinerja UMKM Berdasarkan analisis dan hasil pengujian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa Perilaku Keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM di Kota Palembang, artinya semakin baik Perilaku Keuangan tidak memiliki pengaruh dalam meningkatkan Kinerja usahanya. Perilaku Keuangan yang diukur dengan pernyataan berikut ini membuat anggaran pengeluaran dan belanja . arian, bulanan, tahuna. , menyediakan dana untuk pengeluaran tidak terduga, membayar tagihan tepat waktu, mencatat pengeluaran . arian, bulanan, dl. , menabung atau menginvestasikan uang dari setiap pendapatan, membuat perencanaan keuangan di masa depan, mengontrol pengeluaran. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Esiebugie . Hasil penelitian Esibugie . menyimpulkan bahwa perilaku keuagan tidak mempengaruhi kinerja UKM. Profitabilitas usaha mikro dan kecil sangat tergantung pada keputusan keuangan yang dibuat oleh pemilik mulai dari pembiayaan hingga manajemen modal kerja dan keputusan Mengingat bahwa Usaha Mikro dan kecil memiliki dampak signifikan pada kegiatan ekonomi sebagian besar negara, keterampilan keuangan yang rendah atau perilaku keuangan yang buruk mungkin memiliki efek buruk di masa depan bisnis (Sucuahi. Sucuahi . menyoroti perilaku keuangan yang baik melibatkan kemampuan untuk membuat keputusan keuangan yang meningkatkan kekayaan dan mencegah ketidakpastian bisnis dan individu. Kegiatan-kegiatan ini menghasilkan lebih banyak aset keuangan, mencegah pinjaman berlebih, pensiun keuangan, dan mengasuransikan terhadap kontinjensi utama Para pelaku UMKM terlalu cepat merasa puas karena jika pendapatan mereka mulai berlipat, mereka yakin bahwa pendapatan mereka akan selalu meningkat dan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 mereka akhirnya membuat usaha Selanjutnya, hal yang sering dialami oleh UMKM adalah pengeluaran yang tidak terkendali atau Ini biasanya terjadi pada pelaku UMKM saat usahanya mulai berkembang. Membelanjakan uang tanpa pertimbangan dan akhirnya merusak keuangan. Tidak bisa mengontrol diri yang membuat usahanya kekurangan cash flow, kehabisan modal untuk membeli bahan dan sebagainya . Selanjutnya, berdasarkan data yang didapatkan menunjukkan bahwa para pelaku UMKM masih belum cukup sering melakukan perencanaan, penganggaran dan perencanaan keuangan di masa yang akan datang. Kurangnya mempersiapkan perencanaan keuangan di masa depan akan membuat kinerja sebuah UMKM tidak memiliki arah dan perkembangan di masa yang akan datang. Hal ini yang mungkin membuat UMKM belum mengalami perkembangan dalam usahanya. PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini berdasarkan pembahasan pada hasil riset pada UMKM dengan total responden sebanyak 115 UMKM yang menghasilkan kesimpulan bahwa: Literasi Keuangan tidak me- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 miliki pengaruh terhadap kinerja UMKM di kota Palembang. Sikap Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di kota Palembang. Perilaku Keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja UMKM di kota Palembang. Keterbatasan dan Saran Keterbatasan dan saran yang dapat diberikan . enjadi bahan referens. bagi penelitian selanjutnya adalah: Adjusted R Square dalam penelitian ini sebesar 4,9%, artinya masih ada 95,1% faktor-faktor lain diluar dari penelitian ini yang dapat menjelaskan mengenai kinerja UMKM. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambahkan variabel independen lainnya yang dapat mempengaruhi variabel dependen (Kinerja UMKM) seperti variabel aspek keuangan (Wahyudiati, 2. , variabel locus of control (Kusumadewi, 2. , variabel inklusi keuangan (Sanistasya, 2. Penelitian ini belum membahas secara mendalam mengenai keterkaitan antara karakteristik UMKM dan kinerja UMKM. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Diharapkan penelitian selanjutnya agar dapat membahas lebih mendalam mengenai karakteristik UMKM dengan kinerja UMKM. Penelitian ini belum memberikan deskripsi yang lebih mendalam tentangidentitas UMKM seperti jenis produk yang dimiliki, jenis pembukuan atau pencatatan yang sudah dilakukan. Maka dari itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan deskripsi yang lebih mendalam mengenai identitas UMKM. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik snowball sampling dan mendapat sampel sebanyak 115, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mencari data UMKM yang tersebar di kota Palembang melalui Disperindag . inas perindustrian dan perdaganga. serta menggunakan teknik penelitian yang lebih sesuai agar dapat memperoleh sampel yang lebih banyak. Indikator literasi keuangan penelitian ini hanya mengacu ke penelitianAribawa . Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah indikator literasi keuangan dari berbagai referensi seperti indi560 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 kator yang mengacu pada penelitian Widiyati . Oseifuah . , dan Wise . Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah indikator lainnya yang dapat mengukur kinerja UMKM seperti indikator nilai aset usaha, kredit, laba sebelum pajak, dan omzet penjualan yang mengacu pada penelitian Memba et al. dan Widodo . dalam Rokhayati . Kalimat yang digunakan pada variabel sikap keuangan terutama dalam pernyataan no 1, 2, 3, 4, dan 6 menimbulkan kesan-kesan yang mengarahkan dan dapat menghasilkan bias dalam hasilnya. Penelitian selanjutkan disarankan untuk mengubah kalimat pernyataan dalam penyajian sehingga dapat dipersepsikan murni sebagai sikap keuangan. Contoh: Pernyataan No. 1 Bagi Saya, menyusun anggaran merupakan strategi yang penting. Pernyataan No. 2 Penting bagi Saya untuk memikirkan/ merencanakan tentang keuangan UMKM. Pernyataan No 3 Bagi Saya, menjaga catatan keuangan merupakan hal yang penting untuk keuangan UMKM. Pernyataan No. 4 Menurut Saya. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 penting untuk berinvestasi jangka panjang. Pernyataan No. 6 Bagi Saya, melakukan perencanaan keuangan adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan usaha di masa Kuesioner online yang digunakan dalam penelitian ini pada awalnya diharapkan dapat memberikan respon yang lebih banyak, namun padarealitanya tidak banyak UMKM yang Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan kuesioner yang diberikan secara langsung kepada UMKM dalam penyebarannya karena kelemahan dari kuesioner online adalah sulitnya menggali lebih dalam respon UMKM. Beberapa indikator yang digunakan dalam variabel sikap keuangan dan perilaku keuangan masih tergolong umum. Penelitian selanjutnya, diharapkan dalam pemilihan indikator dapat menggunakan indikator yang memiliki hubungan atau keterkaitan dengan kinerja UMKM. Penelitian ini belum memunculkan dimensi-dimensi dari indikator variabel sikap keuangan dan kinerja UMKM. Penelitian selanjutnya, diha- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 rapkan agar memasukkan dimensi-dimensi terutama pada variabel sikap keuangan dan kinerja UMKM agar dapat memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang ingin diukur. DAFTAR PUSTAKA