PENGENDALIAN WAKTU DAN TENAGA KERJA DENGAN SOFTWARE PRIMAVERA P6 (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gudang di Kabupaten Tuba. Nur SaAoadah 11 . Gde Agus Yudha Prawira Adistana 22 Mahasiswa D4 Teknik Sipil. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Dosen D4 Teknik Sipil. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Email : nursaadah. 19038@mhs. Abstrak Masalah yang sering muncul pada proyek konstruksi adalah sulitnya menyelesaikan proyek tepat waktu. Selain itu, penggunaan sumber daya sering kali tidak efisien. Solusi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menggunakan metode resource leveling. Metode resource leveling adalah sebuah metode yang bertujuan untuk meminimalisir tidak meratanya penggunaan tenaga kerja dalam waktu proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jadwal proyek dan alokasi sumber daya manusia sebelum dan sesudah dilakukannya pemerataan tenaga kerja. Data proyek berupa item pekerjaan, durasi tiap pekerjaan, hubungan antar item pekerjaan, dan jumlah tenaga kerja tiap pekerjaan dianalisis menggunakan software primavera p6 untuk mendapatkan alokasi sumber daya manusia yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan penambahan waktu kerja selama 9 hari atau 3,4%. Selain itu, terdapat juga perubahan sumber daya tukang dan pekerja pada bulan September dengan penurunan masing-masing 12,2% serta pada bulan Oktober mengalami penambahan jumlah tukang 23 orang dan pekerja 33 orang. Kata Kunci: Resource Leveling. Tenaga Kerja. Waktu Abstract A common problem in construction projects is the difficulty of completing projects on time. Furthermore, resource utilization is often inefficient. A solution to this problem is to use the resource leveling method. The resource leveling method aims to minimize the uneven use of labor throughout the project. The purpose of this study was to determine the differences in project schedules and human resource allocation before and after the implementation of labor equalization. Project data in the form of work items, the duration of each job, the relationship between work items, and the number of workers per job were analyzed using Primavera P6 software to obtain the ideal human resource allocation. The results showed an increase in working time of 9 days or 3. In addition, there were also changes in the resources of craftsmen and workers in September with a decrease of 2% each. In October, there was an increase in the number of craftsmen by 23 people and workers by 33 people. Keywords: Resource Leveling. Labor. Time Semakin besar skala konstruksi, maka semakin kompleks mekanisme dan semakin banyak Mulai dari tahapan perencanaan . engelolaan sumber daya seperti waktu, tenaga kerja, dan sebagainy. hingga tahap pelaksanaan . enjadwalan, pengawasan, dan pengendalian proye. (Mandey et al. PENDAHULUAN Konstruksi merupakan suatu proyek yang berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur, mencakup aspek teknik dan arsitektur di dalamnya. Proyek konstruksi sebenarnya tidak hanya terlihat pada fisik, namun perencanaannya juga menggunakan sistem rekayasa tertentu. Sehingga penggunaan metode yang cepat, tepat, praktis, dan aman sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan proyek (Assa et al. Berbagai masalah yang sering muncul dalam menyelesaikan proyek tepat waktu dan sulitnya menggunakan sumber daya yang efisien. Namun pada proyek sederhana dapat dengan mudah Pelaksanaan proyek memiliki rangkaian pekerjaan yang rumit dan saling bergantung satu sama lain. ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. merencanakan dan mengatur secara manual ataupun tanpa alat bantu. Berbeda dengan proyek berskala besar dan kompleks yang pelaksanaannya melibatkan banyak pekerja dan waktu panjang, sehingga diperlukan alat bantu untuk memastikan seluruh proses terencana dengan baik dan terkendali. Solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan metode resource leveling (Nangka. Sibi, and Mangare 2. kegiatan tersebut melibatkan proses pengelolaan sumber daya untuk menghasilkan output berupa Proses pengelolaan pada proyek konstruksi dimulai dari perencanaan . , . , . , hingga pengendalian . Sedangkan sumber daya pada proyek konstruksi biasanya dikenal dengan sebutan 5M yaitu. Man . Method . Material . Machine . , dan Money . (Siswanto and Salim 2. Resource leveling adalah proses meminimalisir tidak meratanya penggunaan tenaga kerja konstruksi. Metode ini dapat diimplementasikan pada komputer untuk berbagai keperluan proyek, seperti input data, pengelolaan aktivitas, pengendalian aktivitas, pengawasan aktivitas, dan pembuatan laporan Salah satu software yang dapat digunakan untuk menerapkan pemerataan sumber daya manusia adalah primavera p6 (Riyadhsyah and Zulfikram Menurut (Waluyo and Aditama 2. , secara umum proyek konstruksi terbagi menjadi tiga, yaitu: Konstruksi gedung Konstruksi gedung mencakup bangunan yang berfungsi sebagai fasilitas umum, seperti institusi, pendidikan, industri ringan, komersial, sosial, dan tempat rekreasi. Jenis bangunan yang termasuk di dalamnya adalah perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, sekolah, dan gudang. Konstruksi teknik Konstruksi teknik menggunakan rencana struktur dan desain para ahli khusus yang dibuat untuk pembangunan infrastruktur guna memenuhi kebutuhan masayarakat. Jenis konstruksi ini meliputi dua kategori utama, yaitu konstruksi jalan dan konstruksi berskala besar atau konstruksi berat. Konstruksi industri Konstruksi industri melibatkan proyek dengan teknologi canggih dalam manufaktur dan proses Kontraktor dan arsitek biasanya bekerja sama dalam satu perusahaan untuk mendesain dan membangun pabrik. Software primavera memiliki keunggulan dan Keunggulan aplikasi ini adalah kemampuannya dalam mengelola informasi proyek menggunakan kode aktivasi, dapat menampilkan resource, dan sangat cocok untuk proyek dengan skala menengah hingga besar. Kekurangan aplikasi ini adalah sering mengalami kegagalan saat proses instalasi karena menggunakan sistem database jadi sangat penting untuk membaca panduan sebelum menggunakannya, selain itu literatur tentang aplikasi ini terbatas di Indonesia sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajarinya (Octavia et Proyek pembangunan gudang di Kabupaten Tuban mengalami fluktuasi pada sumber daya manusia. Transisi penggunaan sumber daya yang tersedia dari satu grafik ke grafik lainnya sangatlah curam. Terdapat hari yang memiliki sedikit pekerjaan dengan banyaknya tenaga kerja, sehingga kelebihan sumber daya. Begitupun juga ketika terdapat hari yang memiliki banyak pekerjaan dengan sedikitnya tenaga kerja, sehingga kekurangan sumber daya. Penjadwalan dan Keterlambatan Proyek Penjadwalan proyek merupakan suatu proses untuk menentukan durasi yang diperlukan, serta menetapkan waktu kapan proyek dimulai dan waktu kapan proyek selesai. Semakin besar skala proyek maka semakin kompleks pengelolaan dalam Hal ini terjadi karena pekerjaan yang dilakukan beragam dan kebutuhan serta penyediaan sumber daya sangat besar, sehingga mengakibatkan durasi proyek menjadi panjang. Menurut (Kareth et al. , penjadwalan proyek memiliki beberapa manfaat, antara lain: Menetapkan panduan kegiatan mengenai waktu yang jelas untuk setiap pekerjaan, termasuk kapan pekerjaan harus dimulai dan kapan pekerjaan harus diselesaikan. Memberikan sarana dalam menentukan prioritas terhadap waktu dan tenaga kerja dari setiap Memberikan sarana untuk menilai kemajuan dari setiap pekerjaan. Berdasarkan permasalahan yang ada, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengendalikan waktu dan tenaga kerja untuk keberhasilan proyek Hal ini dilakukan guna mengetahui menggunakan metode resource leveling dengan bantuan software primavera. Proyek Konstruksi Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali pelaksanaan dan umumnya berjangka waktu pendek. Rangkaian ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. Menghindari pemakaian tenaga kerja yang berlebihan dengan harapan proyek dapat selesai sebelum waktu yang telah direncanakan. hari (OH). Rumus menentukan kebutuhan tenaga kerja dapat di lihat pada Persamaan . ycE = Keterlambatan proyek sering kali disebabkan oleh waktu pelaksanaan yang tidak digunakan secara Hal ini mengakibatkan beberapa pekerjaan menjadi tertunda atau tidak terselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Menurut (Lengkong. Manoppo, and Dundu 2. , keterlambatan proyek dapat memberikan beberapa dampak yang mengakibatkan munculnya kerugian jika tidak diantisipasi, antara lain: Bagi konsultan, keterlambatan pekerjaan dapat menyebabkan perpanjangan waktu proyek dan potensi kerugian waktu dapat berdampak pada proyek lain yang sedang dikerjakan. Bagi kontraktor, keterlambatan penyelesaian proyek berujung pada peningkatan biaya overhead akibat durasi konstruksi yang lebih lama dan dapat berpotensi memengaruhi proyekproyek berikutnya. Bagi owner, keterlambatan proyek artinya mengurangi keuntungan karena tertundanya pemasukan dimana seharusnya bangunan tersebut sudah dapat digunakan atau disewakan. ycOycuya ya . Keterangan: = Produktivitas kerja . 3/jam atau m3/har. = Volume . = Nilai koefisien berdasarkan SNI = Durasi . am atau har. Penambahan tenaga kerja tanpa menambah jam kerja bisa menjadi solusi untuk mempercepat pekerjaan, asalkan jumlah tenaga kerja yang ditambahkan tepat. Apabila penambahan tenaga kerja dilakukan secara optimal, maka produktivitas dapat meningkat. Namun jika tenaga kerja ditambah secara berlebihan, maka produktivitas justru bisa menurun (Kareth et al. Metode Resource Leveling Resource leveling merupakan suatu metode analisis yang bertujuan untuk mengoptimalkan dan meratakan penggunaan sumber daya proyek dalam skala waktu tertentu . arian, mingguan, atau Peralihan penggunaan dari satu tingkat ke tingkat lainnya dilakukan secara bertahap dan tidak boleh terlalu drastis. Tenaga kerja yang memiliki grafik curam dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan konstruksi (Nangka et al. Tenaga Kerja Proyek Peraturan tenaga kerja proyek terdapat dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pada Bab I Pasal 1 Ayat 1 mendefinisikan AuKetenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerjaAy. Selanjutnya pada Ayat 2 mendefinisikan AuTenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakatAy. Tujuan dari metode resource leveling adalah menyeimbangkan penggunaan tenaga kerja, baik menambah ataupun tanpa menambah durasi Pengaturan penyeimbangan sumber daya dilakukan dengan prinsip mengurangi jumlah tenaga kerja pada titik tertinggi dan mendistribusikannya ke periode waktu dengan tenaga kerja yang lebih Perataan memindahkan tenaga kerja ke depan atau ke belakang untuk mendapatkan grafik alokasi sumber daya (Sunatha et al. Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya krusial dalam proyek konstruksi karena dapat memengaruhi hasil akhir pekerjaan. Kualitas manajemen tenaga kerja berdampak langsung pada kesuksesan penyelesaian proyek. Namun, kontraktor sering kali menghadapi tantangan dalam mengelola alokasi sumber daya manusia, sehingga diperlukan analisis produktivitas tenaga kerja yang akurat (Sunatha. Pradnyadari, and Wintari 2. Menurut (Yahya 2. , terdapat beberapa grafik alokasi sumber daya ideal selama proyek berlangsung . ihat Gambar . , diantaranya sebagai Produktivitas tenaga kerja ditentukan berdasarkan perhitungan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaa. menggunakan nilai koefisien yang telah dibakukan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengukuran produktivitas pada mandor, tukang, dan pekerja dinyatakan dalam orang jam (OJ) atau orang . ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. Gantt chart . rafik gant. , grafik batang horizontal yang menggambarkan setiap pekerjaan beserta durasinya. Langkah-langkah perencanaan konstruksi untuk melakukan pengendalian waktu dan tenaga kerja menggunakan software primavera terdapat dalam buku Step by Step Primavera Project Management karya Dedy Trianda tahun 2007. Adapun langkahlangkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode resource leveling pada aplikasi tersebut adalah sebagai berikut: Mengatur calendar untuk menentukan hari kerja, hari libur, jam kerja, dan jam istirahat serta mengatur resource tenaga kerja . andor, tukang, dan pekerj. Memasukkan daftar item pekerjaan dan durasi tiap pekerjaan. Memasukkan hubungan antar item pekerjaan yang berkaitan dengan awal . dan akhir . serta memasukkan jumlah tenaga kerja tiap pekerjaan. Melakukan analisis metode resource leveling pada software primavera untuk mendapatkan grafik sumber daya ideal. Gambar 1. Grafik sumber daya ideal Jumlah tenaga kerja pada proyek umumnya dimulai dengan sedikit pekerja di awal, kemudian meningkat secara bertahap seiring waktu hingga akhir proyek. Jumlah tenaga kerja dipertahankan tetap stabil dari awal hingga akhir proyek tanpa perubahan Proyek dimulai dengan jumlah tenaga kerja yang besar, kemudian secara bertahap menurun seiring waktu hingga akhir proyek. Proyek dimulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedang, kemudian meningkat pada pertengahan proyek, dan selanjutnya menurun secara bertahap hingga akhir proyek. Software Primvera P6 Software primavera p6 merupakan salah satu aplikasi manajemen proyek yang populer dalam industri Primavera menyediakan serangkaian program dengan fitur lengkap, terukur, dan Aplikasi ini dapat digunakan untuk . , . , pengkoordinasian . , dan pengendalian . proyek konstruksi (Maulidy et al. METODE Jenis penelitian pada artikel ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu pendekatan yang menyajikan data secara faktual, sistematis, dan akurat melalui analisis numerik, dan statistik. Penelitian ini menggambarkan kondisi proyek yang mengacu pada pengendalian sumber daya waktu dan tenaga kerja. Proses analisis data menggunakan metode resource leveling dengan bantuan software primavera p6. Menurut (Andhiefitria and Wibowo 2. , software primavera memiliki beberapa istilah penting dalam menerapkan metode resource leveling, antara lain: Task . , suatu pekerjaan yang merupakan bagian dari proyek. Resources . umber day. , semua sumber daya baik manusia, bahan, maupun mesin. Duration . , waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Calendar . , penanggalan untuk mengatur waktu yang terdiri dari hari kerja, hari libur, jam kerja, dan jam istirahat. Predecessor . , suatu kegiatan yang saling berkaitan dengan kegiatan lain dimana tugasnya harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum tugas lain dapat dimulai. Successor . , suatu kegiatan yang saling berkaitan dengan kegiatan lain dimana tugas yang baru dapat dimulai setelah tugas pendahulunya Populasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kerja proyek yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Tenaga kerja yang dimaksud ialah mandor, tukang, dan pekerja. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu, variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). ihat Tabel . Variabel bebas berdasarkan faktor internal dan eksternal proyek, sedangkan variabel terikat berdasarkan kinerja proyek. Tabel 1. Variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) Variabel Bebas (X) Adanya waktu tunda sepanjang proyek Alokasi tenaga kerja sepanjang proyek Variabel Terikat (Y) Perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan Pemerataan pemakaian tenaga kerja ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. Diagram alir dalam penelitian ini terdiri dari tujuh tahapan, yaitu: Pendahuluan, pemetaan informasi proyek guna dijelaskan pada latar belakang dan tujuan Kajian pustaka, pencarian buku, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian terdahulu sebagai pedoman dasar penelitian agar memahami metode resource leveling dan software Perencanaan pengambilan data, penentuan sampel dan variabel penelitian pada proyek. Pengumpulkan data, perlu beberapa data proyek seperti item pekerjaan, durasi tiap pekerjaan, hubungan antar item pekerjaan, dan jumlah tenaga kerja tiap pekerjaan. Pengolahan data, penginputan data proyek dan menggunakan software primavera. Tahapan ini diawali dengan mengatur calendar dan resource, kemudian memasukkan daftar item pekerjaan dan durasi tiap pekerjaan, selanjutnya memasukkan hubungan antar item pekerjaan dan jumlah tenaga kerja tiap pekerjaan. Pembahasan analisis data, pemerataan dilakukan untuk mendapatkan hasil berupa grafik sumber daya ideal pada proyek, namun apabila memperoleh grafik sumber daya tidak ideal maka kembali lagi ke pengolahan data. Penutupan, penyimpulan dari hasil penelitian berisikan perbedaan jadwal proyek dan perbandingan alokasi sumber daya manusia sebelum dan sesudah dilakukannya pemerataan tenaga kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses analisis data pada pembangunan gudang di Kabupaten Tuban menggunakan metode resource leveling dengan bantuan software primavera p6. Penelitian ini menghasilkan perbedaan data penjadwalan proyek dan perbandingan data pengalokasian sumber daya manusia sebelum dan sesudah dilakukannya pemerataan tenaga kerja. Data hasil penelitian berupa tabel penjadwalan proyek dan grafik penggunaan sumber daya. Perbedaan Jadwal Proyek Pada saat penjadwalan proyek terdapat konflik penumpukan item pekerjaan yang mengakibatkan banyaknya tenaga kerja di hari tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu menggeser jadwal pada tanggal terjadinya konflik, namun hal ini dapat mengakibatkan bertambahnya durasi proyek. Proses penggeseran jadwal proyek perlu diperhatikan terkait hubungan antar pekerjaan. Hubungan yang dimaksud ialah antar item pekerjaan dapat dilakukan secara seri maupun pararel. Pekerjaan yang memiliki hubungan seri berarti satu pekerjaan harus selesai terlebih dahulu sebelum pekerjaan lain dapat dimulai karena keduanya memiki ketergantungan linier. Sedangkan pekerjaan yang mempunyai hubungan pararel berarti pekerjaan satu masih berjalan kemudian dipertengahan pekerjaan tersebut terdapat pekerjaan yang baru mulai. Penjadwalan proyek pada pembangunan gudang terdapat perbedaan dari beberapa item pekerjan antara sebelum dan sesudah dilakukannya . ihat Tabel . Perbedaannya adalah mulai lebih awal atau lambat dan berakhir lebih awal atau lambat serta perbedaan antara predecessor dan successor . tart to start, start to finish, finish to start, finish to finis. Berdasarkan data yang ada, terdapat item pekerjaan yang mengalami perubahan sesudah dilakukannya pemerataan sebanyak 38 pekerjaan dari total keseluruhan 181 pekerjaan. Sehingga jadwal yang didapat lebih panjang 9 hari dari yang awalnya 127 hari menjadi 136 hari. Adapun tahapan penelitian digambarkan dalam diagram alir. ihat Gambar . Tabel 2. Data penjadwalan proyek No. Nama Kegiatan Sebelum Mulai Selesai Pekerjaan Gudang Durasi Sesudah Mulai Selesai Pekerjaan Pendahuluan Gambar 2. Diagram alir penelitian Pembersihan Akhir Pekerjaan Penutup Lantai dan Penutup Dinding Pemasangan Lantai Keramik Ukuran 20 Cm X 20 Cm Pemasangan Dinding Keramik Ukuran 20 Cm X 25 Cm Pekerjaan Penutup Langit Langit dan Penutup Atap Pemasangan List Langit Ae Langit Kayu Profil Pemasangan Lisplank GRC Lebar 30 Cm 29-Sep 29-Sep Oktober Oktober 13-Sep 17-Sep 18-Sep 22-Sep 13-Sep 17-Sep 23-Sep 27-Sep 7-Sep 12-Sep 13-Sep 18-Sep 7-Sep 12-Sep 13-Sep 18-Sep ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. tenaga kerja tertinggi dan menambah jumlah penggunaan tenaga kerja terendah. Proses pengaturan alokasi sumber daya manusia perlu diperhatikan terkait grafik sumber daya ideal. Grafik yang dimaksud ialah jumlah tenaga kerja sedikit di awal proyek, kemudian jumlah tenaga kerja meningkat sedikit demi sedikit di pertengahan proyek, selanjutnya jumlah tenaga kerja kembali menurun sedikit demi sedikit hingga akhir proyek. Pekerjaan Kunci dan Kaca Pemasangan Kunci Tanam Biasa 24-Sep 24-Sep Pemasangan Engsel Pintu 24-Sep 24-Sep Pemasangan Engsel Jendela 24-Sep 24-Sep Pemasangan Kaca Tebal 5 Mm 22-Sep 23-Sep Pemasangan Kunci Slot Panjang 24-Sep 24-Sep Pemasangan Rel Pintu Sorong Pekerjaan Plituran dan Pengecatan 22-Sep 22-Sep Oktober Oktober Oktober 28-Sep Oktober 30-Sep Pengecatan Tembok Baru 15-Sep 21-Sep 28-Sep 15-Sep 21-Sep 28-Sep 1-Sep 3-Sep 7-Sep 9-Sep Pengecatan Tembok Baru Weather Shield Exterior Pengecatan Permukaan Baja Galvanis Pengecatan Permukaan Baja dengan Menie Besi Pengecatan Plafond Waterproofing Pekerjaan Elektrikal Pemasangan Meteran Baru 4400 Watt Oktober Oktober Oktober 29-Sep Oktober 30-Sep Oktober Oktober 4-Sep 6-Sep 10-Sep 12-Sep 19-Sep 19-Sep 21-Sep 21-Sep 13-Sep 16-Sep 15-Sep 18-Sep 27-Sep 27-Sep Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Oktober Pemasangan Instalasi 1 Titik Lampu 25-Sep 26-Sep Pemasangan Stop Kontak 28-Sep 28-Sep Pemasangan Buah Saklar Ganda 28-Sep 28-Sep Pemasangan Buah Saklar Tunggal 28-Sep 28-Sep Pemasangan Buah Lampu Esensial 18 Watt 25-Sep 26-Sep Pasang MCB 27-Sep 27-Sep 14-Sep 14-Sep 14-Sep 14-Sep 18-Sep 17-Sep 18-Sep 17-Sep 14-Sep 14-Sep 16-Sep 16-Sep 14-Sep 14-Sep 15-Sep 15-Sep 29-Sep 29-Sep Oktober Oktober Pekerjaan Sanitasi dalam Gedung Pemasangan Closet Porselen Pemasangan Wastafel Pemasangan Kran Diameter A atau Pemasangan Floor Drain Pekerjaan Lain - Lain Pekerjaan Logo dan Text Neon Box Pengalokasian sumber daya manusia pada pembangunan gudang terdapat perbedaan dari beberapa grafik pekerja antara sebelum dan sesudah dilakukannya pemerataan. ihat Gambar . Perbedaannya adalah sebelum pemerataan terdiri dari 2 warna grafik pekerja yaitu hijau dan merah, sesudah pemerataan terdiri dari 1 warna grafik pekerja yaitu hijau. Grafik dengan warna merah berart limit totalnya lebih tinggi dari ketentuan batas limit di angka 9. Pekerjaan Pagar Pekerjaan Besi dan Aluminium Pasang Besi Siku 5 X 5 Base Plat Tb. 5 Mm Pemasangan CNC Laser Cutting Plat Besi Tb. 4 Mm Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Pengecatan Permukaan Baja Galvanis 16-Sep 16-Sep 19-Sep 19-Sep 21-Sep 21-Sep 24-Sep 24-Sep 19-Sep 19-Sep 20-Sep 20-Sep 19-Sep 19-Sep 25-Sep 25-Sep . Pekerjaan Jalan Pekerjaan Tiang PJU dan Lampu Pemasangan Lampu LED Kotak 100 Watt 27-Sep 28-Sep 29-Sep 30-Sep Pemasangan Instalasi 1 Titik Lampu 27-Sep 28-Sep 29-Sep 30-Sep Kabel Twisted 2 X 10 Mm2 SPLN 25-Sep 28-Sep Oktober Oktober 17-Sep 19-Sep 25-Sep 27-Sep 17-Sep 19-Sep 22-Sep 24-Sep Pengecatan Permukaan Baja dengan Menie Besi Pengecatan Permukaan Baja Galvanis Gambar 3. Data pengalokasian pekerja . Sebelum pemerataan . Sesudah pemerataan Berdasarkan data yang ada, terdapat grafik pekerja dengan warna merah pada tanggal 14, 19, dan 28 September. Sehingga pemerataan di hari tersebut sampai grafik berubah menjadi warna hijau. Perbandingan Alokasi Sumber Daya Manusia Pada saat pengalokasian sumber daya manusia terdapat 2 warna grafik yaitu hijau dan merah. Warna hijau berarti jumlah tenaga kerja yang diperlukan pada hari tersebut tidak melebihi batas limit total . esource limi. , sedangkan warna merah berarti jumlah tenaga kerja yang diperlukan pada hari tersebut melebihi batas limit total . esource Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu mengatur tingkatan sumber daya pada waktu tertentu dengan mengurangi jumlah penggunaan 14 September Grafik pekerja sebelum dilakukannya pemerataan totalnya 10,77 OO 11 orang, sehingga dapat dinyatakan bahwa sumber dayanya lebih 1,77 OO 2 Sedangkan grafik pekerja sesudah dilakukannya pemerataan totalnya 4,38 OO 5 orang. ihat Tabel . ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. Tabel 3. Data pekerjaan dan jumlah pekerja . Sebelum pemeratan . Sesudah pemerataan No. Nama Kegiatan Pekerjaan Gudang Pekerjaan Besi dan Aluminium Pembuatan Pintu Besi Pelat Baja Tebal 5 Mm Pekerjaan Plesteran Acian Pemasangan Acian Pekerjaan Penutup Lantai dan Penutup Dinding Pemasangan Lantai Keramik Ukuran 40 Cm X 40 Cm Pemasangan Lantai Keramik Ukuran 20 Cm X 20 Cm Pemasangan Dinding Keramik 20 Cm X 25 Cm Pekerjaan Sanitasi dalam Gedung Pemasangan Closet Porselen Pemasangan Wastafel Pemasangan Kran Diameter AAy atau AAy Pemasangan Floor Drain Pekerjaan Pagar Pekerjaan Plesteran Acian Pemasangan Acian Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Waterproofing Jumlah Pekerja 19 September Grafik pekerja sebelum dilakukannya pemerataan totalnya 9,62 OO 10 orang, sehingga dapat dinyatakan bahwa sumber dayanya lebih 0,62 OO 1 Sedangkan grafik pekerja sesudah dilakukannya pemerataan totalnya 1,19 OO 2 orang. ihat Tabel . Jumlah Pekerja 1,11 Tabel 4. Data pekerjaan dan jumlah pekerja . Sebelum pemeratan . Sesudah pemerataan 0,71 No. 0,36 0,18 0,36 2,05 2,05 2,05 0,89 0,63 0,38 10,77 No. Nama Kegiatan Pekerjaan Gudang Pekerjaan Besi dan Aluminium Pembukaan Pintu Besi Pelat Baja Tebal 5 Mm Pekerjaan Plesteran Acian Pemasangan Acian Pekerjaan Penutup Lantai dan Penutup Dinding Pemasangan Lantai Keramik Ukuran 40 Cm X 40 Cm Pekerjaan Langit-Langit dan Penutup Atap Pemasangan List Langit-Langit Kayu Profil Pemasangan Lisplank GRC Lebar 30 Cm Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Pengecatan Plafond Pekerjaan Pagar Pekerjaan Plesteran Acian Pemasangan Acian Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Waterproofing Jumlah Pekerja Jumlah Pekerja 1,11 Nama Kegiatan Pekerjaan Gudang Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Pengecatan Plafond Waterproofing Pengecatan Tembok Baru Pengecatan Tembok baru Weather Shield Exterior Pekerjaan Pagar Pekerjaan Besi dan Aluminium Pemasangan CNC Laser Cutting Plat Besi Tb. 4 Mm Pasang Besi Siku 5 X 5 Base Plat Tb. 5 Mm Pekerjaan Plesteran Acian Pemasangan Acian Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Pengecatan Permukaan Baja Galvanis Waterproofing Pekerjaan Lampu Jalan Pekerjaan Tiang PJU dan Lampu Pengecatan Permukaan Baja dengan Menie Besi Pengecatan Permukaan Baja Galvanis Jumlah Pekerja Jumlah Pekerja 0,59 0,30 0,51 0,13 1,78 1,11 1,22 0,63 1,78 0,38 0,89 0,30 9,62 0,71 No. 0,36 0,30 0,30 0,59 Nama Kegiatan Pekerjaan Gudang Pekerjaan Penutup Lantai dan Penutup Dinding Pemasangan Lantai Keramik Ukuran 20 Cm X 20 Cm Pekerjaan Pagar Pekerjaan Plesteran Acian Pemasangan Acian Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Waterproofing Jumlah Pekerja Jumlah Pekerja 0,18 0,63 0,38 1,19 . 28 September Grafik pekerja sebelum dilakukannya pemerataan totalnya 9,11 OO 10 orang, sehingga dapat dinyatakan bahwa sumber dayanya lebih 0,11 OO 1 Sedangkan grafik pekerja sesudah dilakukannya pemerataan totalnya 2,42 OO 3 orang. ihat Tabel . 0,63 0,38 4,38 ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. Tabel 5. Data pekerjaan dan jumlah pekerja . Sebelum pemeratan . Sesudah pemerataan 1,33 1,11 9,11 Sesudah 1,33 0,89 Sebelum TUKANG 2,67 0,89 0,89 Pekerjaan Gudang Pekerjaan Elektrikal Pemasangan Stop Kontak Pemasangan Buah Saklar Ganda Pemasangan Buah Saklar Tunggal Pekerjaan Lampu Jalan Pekerjaan Tiang PJU dan Lampu Saklar Box Embodus Pemasangan Lampu LED Kotak 100 Watt Pemasangan Instalasi 1 Titik Lampu Kabel Twisted 2 X 10 Mm2 SPLN Jumlah Pekerja Jumlah Pekerja Nama Kegiatan No. 118,06 OO 119 orang, jadi selisihnya adalah 32,86 OO 33 Pada bulan Oktober jumlah tukang sebelum pemerataan yaitu 0 orang dan sesudah pemerataan mengalami peningkatan menjadi 22,14 OO 23 orang. Begitupun juga dengan jumlah pekerja sebelum pemerataan yaitu 0 orang dan sesudah pemerataan mengalami peningkatan menjadi 32,86 OO 33 orang. Sebelum Sesudah 0,13 0,51 PEKERJA 0,89 Pekerjaan Gudang Pekerjaan Kunci dan Kaca Pemasangan Kaca Tebal 5 Mm Pekerjaan Plituran dan Pengecatan Pengecatan Tembok Baru Pengecatan Tembok Baru Weather Shield Exterior Pekerjaan Lampu Jalan Pekerjaan Tiang PJU dan Lampu Saklar Box Embodus Jumlah Pekerja Jumlah Pekerja Nama Kegiatan No. 0,89 2,42 Grafik Tukang dan Pekerja (Bulana. Secara keseluruhan pada grafik tukang dan pekerja di setiap bulan, terdapat perbandingan jumlah tenaga kerja antara sebelum dan sesudah dilakukannya Pada bulan Mei hingga Agustus tidak mengalami perubahan, tetapi pada bulan September dan Oktober mengalami perubahan. Tenaga kerja pada bulan September memiliki grafik tinggi, sedangkan setelah proses resource leveling pada bulan tersebut grafiknya menurun. Hal ini terjadi karena pada bulan September mengalami resource overallocated, sehingga diperlukan perubahan antara jadwal dan tenaga kerja agar mendapatkan grafik sumber daya ideal. Gambar 4. Grafik sumber daya tukang dan pekerja sebelum dan sesudah pemerataan . SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tentang pengendalian waktu dan tenaga kerja dengan software primavera p6 antara sebelum dan sesudah resource leveling pada proyek pembangunan gudang di Kabupaten Tuban dapat diambil 2 simpulan. Simpulan pertama terdapat pada penjadwalkan proyek yang mengalami perubahan waktu. Sebelum pemerataan proyek dilaksanakan selama 127 hari pada tanggal 26 Mei 2022 hingga 29 September 2022, sedangkan sesudah pemerataan proyek dilaksanakan selama 136 hari pada tanggal 26 Mei 2022 hingga 08 Oktober 2022. Jadi terdapat penambahan 9 hari atau 3,4%. Hal ini terjadi karena adanya upaya untuk meratakan penggunaan sumber daya guna mencegah fluktuasi tenaga kerja yang tidak stabil. Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan proyek pembangunan gudang yang awalnya berakhir pada bulan September sekarang lebih lama hingga bulan Oktober. Pada bulan September jumlah tukang sebelum pemerataan yaitu 101,82 OO 102 orang dan sesudah pemerataan mengalami penurunan menjadi 79,68 OO 80 orang, jadi selisihnya adalah 22,14 OO 23 Begitupun juga dengan jumlah pekerja sebelum pemerataan yaitu 150,92 OO 151 orang dan sesudah pemerataan mengalami penurunan menjadi Simpulan kedua terdapat pada pengalokasian sumber daya manusia yang mengalami perubahan jumlah ViTekS / Desember 2025 Vol. 3 No. tenaga kerja. Pada bulan September terjadi penurunan jumlah tukang dan pekerja masingmasing 12,2%, sedangkan pada bulan Oktober mengalami peningkatan jumlah tukang sebanyak 23 orang dan jumlah pekerja sebanyak 33 orang. Hal ini terjadi agar mendapatkan grafik sumber daya manusia yang ideal, yaitu sedikit demi sedikit grafik menurun hingga akhir proyek. Pada Pekerjaan Manajemen Proyek Kostruksi. Ay Proceeding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe 2. :123Ae27. Siswanto. Agus B. , and M. Afif Salim. Manajemen Proyek. Sunatha. Gede Ngurah. Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari, and Ni Made Dwijayanti Wintari. AuAnalisis Resource Leveling Pada Proyek Pembangunan Rusun Aspol Sanglah T. 36 Bertingkat 4 Lantai. Ay Jurnal Ilmiah Kurva Teknik 11. :45Ae53. doi:10. 36733/jikt. Trianda. Dedy. Step by Step Primavera Project Management. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Waluyo. Rudi, and Subrata Aditama. AuPengaruh Resource Leveling Terhadap Alokasi Tenaga Kerja Pada Proyek Konstruksi. Ay Jurnal Ilmiah Teknik Sipil A Scientific Journal of Civil Engineering 21. :118Ae28. Yahya. Ananda Radithya. AuAnalisis Kebutuhan Tenaga Kerja Dengan Metode Resource Levelling. REFERENSI