P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 Jurnal Language education literature UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PEER TUTORING PADA SISWA KELAS Vi SMP NEGERI SUMBER HARTA Endang Wahyuningsih. Pd. SMP Negeri Sumber Harta Emia: wahyuningsihe066@gmail. ABSTRAK Tujuan PTK (Penelitian Tindakan Kela. ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis Teks Narasi melalui model pembelajaran Peer Tutoring pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas meliputi pratindakan. Siklus I dan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes dan non-tes (Observas. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68,18 dengan ketuntasan klasikal 59,09%. Pada kegiatan siklus I diketahui ratarata nilai adalah 74,09 Dengan ketuntasan klasikal 72,72%. Pada siklus II diketahui ratarata nilai adalah 76,59 dengan ketuntasan klasikal 86,36%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 5,91 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 13,63%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 2,5 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 13,64%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 8,41 Dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 18,18%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Peer tutoring kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta dapat Kata kunci : Model. Peer Tutoring, menulis. Teks Narasi. EFFORTS TO IMPROVE THE ABILITY OF WRITING NARRATIVE TEXT THROUGH A PEER TUTORING LEARNING MODEL IN CLASS Vi STUDENTS OF SUMBER HARTA STATE MIDDLE SCHOOL ABSTRACT The aim of this PTK (Classroom Action Researc. is to determine the improvement in the ability to write Narrative Texts through the Peer Tutoring learning model for class Vi students at SMP Negeri Sumber Harta. The research method used is Classroom Action Research including pre-action. Cycle I and Cycle II. Data collection using test and nontest techniques (Observatio. In the pre-action results, it was found that the average score 18 with classical completeness of 59. In the first cycle of activities, it was found that the average score was 74. 09 with classical completeness of 72. In cycle II it was found that the average score was 76. 59 with classical completeness of 86. Based on the results, the average increase from pre-action to cycle I was 5. 91, while the increase in classical completion from pre-action to cycle I was 13. From Cycle I to Cycle II, it was found that the average increase in score was 2. 5, while completion increased by 13. Furthermore, the average increase in the pre-action score to cycle II With classical completeness from pre-action to cycle II being 18. Thus it can be concluded that through the Peer tutoring learning model the ability to write narrative texts in class Vi students at SMP Negeri Sumber Harta can increase. Keywords: Model. Peer Tutoring, writing. Narrative Text. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tentunya tidak terlepas dari empat keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Guru memiliki peranan penting dalam menunjang pembelajaran bahasa Indonesia untuk senantiasa mengembangkan keterampilan siswanya, terutama melatih siswa untuk menerapkan pemakaian bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar Bararah (Nurahman, 2022:. salah satu kriteria yang menentukan efektivitas pembelajaran di sekolah adalah kemampuan guru dalam memecahkan masalah dan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan John Dewey, guru harus kreatif dan mengembangkan strategi pembelajaran agar pembelajaran aktif mengikuti hasil yang diinginkan dan melibatkan siswa dalam berpikir kritis (Nurahman, 2022:. Salah satu keterampilan bahasa Indonesia yang paling kompleks adalah keterampilan menulis. Menulis merupakan sesuatu yang sangat vital sebab menjadi jembatan bagi siapa saja dan dimana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan (Rahim, 2008:. Sedangkan Atar (Tonuo, 2013:. menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. Berdasarkan pendapat tersebut menulis harus mendapat perhatian yang baik karena keterampilan yang paling kompleks. Rosidi . menulis merupakan sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Sedangkan Iskandarwassid (Desmi, dkk. , 2020:. , aktivitas menulis merupakan suatu bentuk kemampuan dan keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh pembelajar bahasa sesudah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Guru bahasa Indonesia memegang peranan penting dan harus benar-benar memahami bahwa tujuan akhir pembelajaran bahasa adalah agar siswa terampil berbahasa, menyimak, berbicara, menulis dan membaca (Tarigan,2002:. Selanjutnya pengetahuan kebahasaan adalah keterampilan yang sangat mungkin dicapai apabila penekanan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia lebih banyak penggunaannya, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini sesuai dengan tujuan standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas Vi, bahwa siswa diharapkan dapat mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tidak Mengingat pentingnya pembelajaran menulis teks narasi, sudah semestinya pembelajaran lebih diarahkan pada keterampilan berfikir kritis dan lebih inovatif. Fatmawati dan Fatonah . mengatakan karangan narasi yang dibuat siswa dapat menceritakan suatu peristiwa atau kisah secara kronologis dengan penataan jalan cerita secara menarik. Selain itu, narasi juga dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap peristiwa yang disajikan dalam tulisan. Hal ini berbanding terbalik ketika proses pembelajaran berlangsung, hasil belajar bahasa Indonesia materi menulis teks narasi belum sepenuhnya maksimal. Hasil pembelajaran bahasa dapat dilihat dari hasil ulangan harian sekaligus sebagai data pratindakan dalam proses penelitian. Diketahui bahwa pada proses pembelajaran menemukan keterampilan menulis teks narasi yang dilakukan selama ini, mengalami kesulitan. Kesulitan siswa tersebut disebabkan oleh Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 beberapa hal yaitu kurangnya minat siswa terhadap materi yang dipelajari dan belum inovatifnya media pembelajaran pada proses belajar. Selain itu, penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dapat juga mempengaruhi minat dan pemahaman materi yang dipelajari. Beberapa hal tersebut terlihat dari hasil belajar siswa yang belum tuntas karena nilai rata-rata siswa 68,18 sedangkan KKM yang ditetapkan oleh sekolah sebesar 70. Ketuntasan klasikal 59,09% jauh dari ketuntasan klasikal yaitu 75%, sehingga materi menulis teks naratif memerlukan perbaikan pembelajaran melalui PTK. PTK adalah metode penelitian yang mengarahkan pada perbaikan Sanjaya (Arviant, 2013:. PTK diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalissetiap pengaruh dari perlakuan tersebut. Sedangkan Mulyasa . PTK merupakan suatu upaya mencermati kegiatan belajar sekelompok peserdidik dengan memberikan sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dengan maksud memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Bedasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa PTK lebih menekankan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajar kelas melalui tindakan yang terencana. Dalam penelitian ini adalah perbaikan pembelajaran materi menulis teks narasi. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan inovasi dalam pembelajaran di antaranya menggunakan model pembelajaran sesuai dengan materi Dengan model pembelajaran yang tepat, diharapkan dapat memotivasi dan lebih memberdayakan siswa untuk lebih terampil lagi dalam Sebuah model pengajaran yang tidak mengharuskan siswa monoton, namun bagaimana mendorong dan membangun pengetahuan pikiran dengan pla fikir sendiri dengan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga dapat mengungkapkan ide dan gagasan yang ada dalam pikirannya, khsusnya dalam manulis teks narasi. Penggunaan model pembelajaran yang efektif dapat menarik minat siswa. Sebagai langkah untuk memberikan pembelajaran kemampuan menulis yang menyenangkan bagi siswa, penulis mencoba menerapkan model pembelajaran Peer Tutoring dalam materi menulis teks narasi. Penggunaan model pembelajaran Peer Tutoring yang akan diterapkan dalam penelitian ini merupakan salah satu pendekatan mengajar yang menuntut siswa mampu mengajar siswa lainnya dan siswa dituntut untuk aktif berdiskusi dengan sesama temannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Penggunaan metode Peer Tutoring diharapkan dapat memotivasi siswa dalam belajar serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya menulis teks narasi. Berdasarkan uarain di atas dilakukan penelitian dengan judul AuPeningkatan Kemampuan Menulis Teks Narasi melalui Model Pembelajaran Peer Tutoring pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri Sumber HartaAy Penelitian ini berjenis PTK (Penelitian Tindakan Kela. yaitu memecahkan masalah pembelajaran pada kelas yang diampunya, agar pembelajaran dapat meningkat ke taraf yang lebih Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 METODE PENELITIAN Kegiatan penelitian ini, peneliti menggunakan metode PTK . enelitian tindakan Winarni . PTK adalah penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang diselengarakan secara profesional. Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Peer Tutoring dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Tes yang dilakukan adalah tes tertulis jenis essai untuk mengetahui kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Dalam penelitian ini penulis berpedoman pada penilaian tugas menulis dengan pembobotan tiap komponen yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro . Teknik non tes menggunakan lembar observasi. Lembar observasi merupakan daftar pernyataan yang dilakukan dengan pilihan alternatif jawaban yang akan digunakan kepada siswa yang berkaitan dengan penerapan metode Peer Tutoring. Angket observasi yang digunakan adalah angket tertutup dengan jawaban skala Likert. Analisa data dilakukan setiap pertemuan dan siklus, sehingga tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus berikutnya dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dan pencapaian maksimal. Untuk melihat peningkatan kemampuan siswa secara individu penulis mengunakan penskoran hasil tes kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Perhitungan nilai akhir, jika siswa mendapatkan nilai di atas KKM 70 siswa dinyatakan tuntas. Untuk melihat kemampuan siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta terhadap kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta baik pada saat siklus I maupun siklus II dan siswa telah mendapatkan skor rata-rata di atas KKM 70. (Wardani, 2007:. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian dengan menggunakan model pembelajran Peer Tutoring ini telah dilakukan di kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 dengan materi kemampuan menulis teks narasi. Penelitian ini dimulai dari tanggal 2 Maret 2022, pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal yang berlaku di sekolah. Penulis mengajar di kelas Vi. 2 dimana subjek penelitian adalah siswa yang mengalami masalah secara klasikal di kelasnya. Jumlah siswa di kelas Vi. 2 adalah 22 siswa dan pelaksanaannya penulis bertindak sebagai pengajar . Tes yang diberikan kepada subjek penelitian, berupa tes esai yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Peer Tutoring terhadap kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Tes diberikan dalam bentuk uraian dengan satu soal yaitu menulis teks narasi dengan indikator yang sudah ditetapkan agar dapat sesuai dengan tujuan Deskripsi Data tes Hasil Tes Pratindakan Pengambilan data pratindakan dilakukan pada hari Selasa, tanggal 2 Maret 2022 di kelas Vi. 2 SMP Negeri Sumber Harta. Untuk memperoleh suatu data. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 penulis mengambil data ulangan harian sebagai data pratindakan. Dari hasil pengamatan dan penelitian terhadap kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi. 2 SMP Negeri Sumber Harta berdasarkan hasil nilai pratindakan, siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 70 sesuai dengan KKM dalam pratindakan sebanyak 13 siswa . ,09%) dan yang belum tuntas sebanyak 9 siswa . ,90%). Nilai tertinggi adalah 85 dan yang terendah 40. Rata-rata nilai keseluruhan sebesar 68,18. Secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan awal/pratindakan siswa belum dalam kategori tuntas secara klasikal, karena rata-rata nilai < 70 dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal 75%. Rendahnya nilai pratindakan disebabkan baberapa faktor, antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap unsur teks narasi, dan faktor utama adalah kurang tepatnya materi pembelajaran dengan model yang digunakan. Model pembelajaran harusnya mampu memberikan langkah mudah siswa dalam memahami suatu materi. Model pembelajaran harusnya memberikan motivasi penuh pada materi tertentu khususnya pada materi menulis teks narasi. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang sesuai salah satu yang dicobakan penulis adalah model pembelajaran Peer Tutoring. Hasil Siklus I Siklus 1 adalah proses perbaikan pembelajaran dari kegiatan pratindakan. Adapun siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan . y40 meni. pada pertemuan pertama tanggal 10 Maret 2022 dan pertemuan ke-dua tanggal 20 Maret 2022 di SMP Negeri Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas. Tahap Perencanaan Pada tindakan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Peer Tutoring. Pada pertemuan pertama pembelajaran membahas materi menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Pada tahap perencanaan penulis sebagai pelaksana tindakan mempersiapkan tahap pembelajaran pada perencanaan ini. Perencanaan pembelajaran, lembar observasi dan sejumlah keperluan mengajar lainnya. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang telah disusun Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan model yang digunakan (Lampira. Hasil Observasi Pada tahap ini pelaksanaan pembelajaran, diamati oleh Kepala SMP dan guru atau teman sejawat SMP Negeri Sumber Harta. Pengamatan ini dilakukan penulis dan observer menggunakan lembar observasi yang sudah berisi indikator yang diperlukan dalam menjawab permasalahan proses pembelajaran yang Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan pertama sebagian besar siswa kurang aktif dalam kegiatan proses belajar berlangsung. Berdasarkan hasil dari observer secara umum pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, walaupun dalam proses yang dilakukan oleh penulis masih memiliki kelemahan, terutama terhadap penggunaan media pembelajaran. Dalam pemanfaatan media kurang efisien karena ketika proses memahami materi pada siswa kelas Vi SMP Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 Negeri Sumber Harta media kurang beroprasi dengan baik, dikarenakan jaringan listrik, sehingga materi pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik. Selain itu, pada saat kegiatan proses pembelajaran guru kurang memberikan simulasi pengerjaan latihan dan pembimbingan yang intensif. Hasil observasi secara umum proses pembelajaran belum mengefektifkan siswa secara penuh pada proses Hasil Siklus I Pertemuan 2 . Tahap Perencanaan Penulis memulai pelaksanaan siklus I pertemuan kedua dengan Pada tahap ini penulis menyiapkan semua hal yang diperlukan pada pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang perlu disiapkan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar observasi. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus pertama pertemuan ke-dua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 20 Maret 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang penulis laksanakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan . Kegiatan akhir pelaksanaan siklus I pertemuan ke-dua, maka pelaksanaan siklus I telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta, penulis memberikan latihan kepada siswa. Tes yang diberikan berupa penugasan kepada siswa untuk mengerjakan soal berkaitan menulis teks narasi. Pelaksanaan tes dikuti oleh seluruh subyek penelitian yaitu seluruh siswa kelas Vi. 2 SMP Negeri Sumber Harta, yang berjumlah 22 siswa. Hasil Pelaksanaan Tindakan Hasil pelaksanaan siklus I akan memberikan gambaran perlunya dilaksanakan siklus II atau tidak. Berdasarkan hasil pembelajaran siklus I belum menunjukan keaktifan siswa sebagaimana yang diharapkan. Dari hasil tes kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta menunjukan siswa masih belum mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan dari hasil tes siklus I diketahui bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 16 siswa atau 72,72%, dan 6 siswa atau 27,27% dinyatakan belum tuntas. Rata-rata nilai adalah 74,09, secara deskriptif dapat dikatakan bahwa siklus I secara klasikal belum tuntas, karena masih di bawah ketuntasan klasikal yaitu sebesar 75%. Pada kegiatan siklus 1 terjadi peningkatan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta dari pratindakan dengan rata-rata 68,18 sedangkan pada siklus I rata-rata nilai adalah 74,09, sehingga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 5,91. Selain itu dari hasil siklus 1 diperoleh data peningkatan ketuntasan klasikal dari ketuntasan pratindakan 59,09% sedangkan silkus I sebesar 72,72%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I sebesar 13,63%. Hasil Observasi Pelaksanaan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran Observasi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru matapelajaran bahasa Indonesia mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dan mengisi lembar observasi yang telah disiapkan dan kemudian Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 memberikan saran dan kritik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Saran dan kritikan yang diberikan oleh pengamat pada pelaksanaan siklus 1 pertemuan kedua adalah sebagai berikut: Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan ke dua sebagian besar siswa merasa lebih aktif dan termotivasi mengerjakan latihan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta dengan diterapkanya model pembelajaran Peer Tutoring. Berdasarkan pengamatan antara guru, penulis dan kolaborator siswa terlihat lebih aktif, ada kompetitif antar kelompok. Refleksi Setelah dilaksanakan siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua, penulis mendapatkan saran-saran atau tangapan dari para observer. Saran-saran tersebut ditindak lanjuti dengan memperbaki langkah RPP yang akan diterapkan pada siklus II sesuai dengan saran-saran atau hasil pengamatan dari para observer dalam siklus I, selain itu perlunya mengoptimalkan contoh dan latihan yang Secara umum hasil observasi menjelaskan jika kurang dimaksimalkanya model pembelajaran pada proses belajar mengajar, sehingga belum muncul langkah-langkah kongretnya. Nurahman . menjelaskan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif rendah karena siswa tidak menguasai materi yang diajarkan oleh guru. penggunaan metode pengajaran yang kurang tepat atau tidak menarik. penggunaan tata bahasa yang baik dan benar oleh siswa Lemahnya kemampuan. kurangnya kebiasaan mengungkapkan ide dan kreativitas dalam menulis. motivasi siswa yang rendah karena metode pembelajaran yang ditawarkan kurang menarik. Siswa masih dalam proses yang ambigu sehingga belum menunjukan keaktifan belajar, oleh sebab itu dibutuhkan perbaikan pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan dalam 2 x pertemuan . x 40 meni. pada tanggal 24 Maret 2022 (Pertemuan . sampai dengan 31 Maret 2022 (Pertemuan . di kelas Vi. 2 SMP Negeri Sumber Harta. Pertemuan pertama pada siklus II menjelaskan langkah menulis teks narasi. Pada pertemuan ke dua siklus II membahas menulis teks narasi sesuai dengan sistematika yang baik dan benar. Perencanaan Tindakan Tahap perencanan pada siklus II adalah refleksi dari siklus I. Masukan dari tahap refleksi kegiatan siklus 1 hal yang menjadi perbaikan adalah, apersepsi pembelajaran disiapkan semenarik mungkin, tujuan pembelajaran lebih terperinci, mengkondisikan setiap kelompok belajar, menguatkan dan mengapresiasi kerja siswa dan pengoptimalan media pembelajaran pada proses belajar mengajar. Selain itu diperlukan latihan-latihan yang membuat siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Tahap Pelaksanaan Sesuai dengan masukan dan saran yang diperoleh dari siklus I. Selanjutnya langkah-langkah yang perlu ditempuh pada pelaksanaan siklus II. Langkah yang dipersiapkan dimulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, sehingga lebih mengoptimalkan media pembelajaranya. Pelaksanaan siklus II bertujuan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Berdasarkan kritik dan saran dari observer, maka penulis melakukan perbaikan meningkatkan kualitas bentuk latihan dengan mengoptimalkan langkah Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 model pembelajaran yang tepat agar lebih efektif. Perbaikan pada pembagian alokasi waktu untuk mengkondisikan kelompok belajar. Untuk mengetahui peningkatan siklus II, diadakan latihan menulis teks narasi pada siswa yang dikerjakan secara individu. Berdasarkan hasil siklus II bahwa siswa yang mendapatkan nilai >70 ketegori tuntas sebanyak 19 siswa . ,36%). Siswa yang nilainya kurang dari <70 adalah 3 siswa . ,63%). Nilai tertinggi adalah 85 dan yang terendah 60 rata-rata keseluruhan sebesar 76,59. Pada siklus II kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta telah tuntas dengan rata-rata 76,59. Secara deskripsi pembelajaran pada siklus II dikatakan tuntas secara klasikal, karena siswa tuntas lebih dari 75% yang mendapatkan nilai >70. Berdasarkan hasil tersebut model pembelajaran Peer Tutoring mampu meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Hasil Observasi Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Peer Tutoring mampu meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Dapat dilihat dari hasil tes dan kegiatan pembelajaran siswa dalam menerima pelajaran serta memberikan respon yang baik yang diajarkan oleh guru pada saat proses belajar mengajar Hasil observasi menunjukkan pada siklus II sebagian besar siswa lebih termotivasi untuk menyelesaikan latihan menulis teks narasi. Pada tahap ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Peer Tutoring yang digunakan dalam pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia. Sebagian siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran dengan model Peer Tutoring ini sangat efektif digunakan karena memberikan peluang kepada siswa berfikir kritis. Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran Peer Tutoring pada siklus II mengalami peningkatan dari sebelumnya, di antaranya siswa termotivasi dalam mengerjakan latihan materi menulis teks narasi jika dibandingkan dengan pelaksanaan siklus I. Melihat proses pembelajaran yang aktif, dapat disimpulkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta meningkat. Dapat dilihat dari hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,18, siswa yang belum tuntas 13 atau 59,09%. Sedangkan ratarata siklus I sebesar 74,09 dengan jumlah siswa tidak tuntas sebesar 16 siswa atau 72,72% dan siswa belum tuntas sebanyak 6 siswa atau 27,27%. Terjadi peningkatan ketuntasan dari pratindakan ke siklus I yaitu 5,91 atau 13,63%. Pada siklus II rata-rata hasil tes sebesar 76,59 dibandingkan dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 74,09. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 19 siswa . ,36%). Sedangkan siklus I sebanyak 16 siswa . ,72%) dengan demikian, terdapat peningkatan siswa yang tuntas sebanyak 3 orang atau 13,64%. Dapat dilihat dari hasil nilai pratindakan ke siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa 6 atau 18,18%. Oleh sebab itu, tindakan pada siklus berikutnya tidak perlu dilaksanakan, karena kriteria ketuntasan secara klasikal sudah mencapai klasikal atau 75% pada siklus II dan siswa yang memperoleh nilai >70. Peningkatan secara signifikan ketuntasan belajar bahasa Indonesia yang dapat dicapai dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada proses siklus I dan penerapan hasil dari koordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 dalam proses penelitian berlangsung sehingga nilai yang dicapai oleh siswa memperoleh nilai ketuntasan yang baik secara individu maupun keseluruhan. Pembahasan Analisis Peningkatan Kemampuan Menulis teks Narasi melalui Model Pembelajaran Peer Tutoring Kegiatan Pratindakan Pada tahap pratindakan dilakukan untuk mengatahui hasil kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta sebagai data Data diperoleh melalui hasil ulangan harian pada materi menulis teks narasi. Selanjutnya data akan diolah untuk melihat persentase ketuntasan dan belum tuntas pada siswa. Hasil siswa pada pratindakan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada baik dari siswa, guru dan proses pembelajaranya. Hasil ulangan harian digunakan sebagai data pratindakan dan oleh sehingga didapatkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai >70 kategori tuntas terdapat 13 siswa atau 59,09%. Hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,18, sedangkan siswa yang belum tuntas 9 atau 40,90%. Berdasarkan hasil pratindakan dapat dikatakan bahwa kemampuan awal siswa dalam kategori belum tuntas secara Rendahnya hasil dari pratindakan dapat disebabkan dengan penggunaan model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi yang diberikan. Model pembelajaran harus sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Motivasi belajar siswa terhadap materi belum maksimal sehingga diperlukan model yang sesuai. Model yang sesuai dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengoptimalkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pembahasan Siklus I Kegiatan siklus I dilakukan untuk memperbaiki kondisi awal hasil belajar siswa, untuk itu pada proses pembelajaran diterapkan model Peer tutoring. Pada proses kegiatan pembelajaran pada siklus I siswa masih dalam kategori belum tuntas secara klasikal terhadap kemampuan menulis teks narasi. Pada siklus I digunakan model pembelajaran Peer Tutoring untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Pada siklus I ini penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Peer Tutoring penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan secara klasikal difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Pada awal pembelajaran, setelah memberikan salam dan menyapa siswa guru mengabsen siswa serta menjelaskan dan memberikan motivasi kepada siswa. Kemudian guru menginformasikan dengan jelas tentang model pembelajaran Peer Tutoring. Informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas VII SMP Negeri Sumber Harta. Siklus 1 digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui keberhasilan tindakan pertama, maka digunakan 1 soal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Berdasarkan hasil tes nilai yang diperoleh pada siklus I menunjukan rata-rata P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 Jurnal Language education literature siklus I sebesar 74,09. Diketahui jumlah siswa tuntas sebesar 16 siswa atau 72,72%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum Perlu adanya perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II, walaupun setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus I terlihat banyak perubahan dan peningkatan nilai terjadi pada kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Pembahasan pada Siklus II Pada kegiatan siklus II penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Peer Tutoring, penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Menggetahui keberhasilan tindakan siklus II digunakan satu soal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Adapun pengunaan teori dalam materi menulis teks narasi didasarkan pada hasil latihan yang diberikan. Hasil tes siklus II dilaksanakan menunjukkan bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 19 siswa 86,36%, dan 3 siswa atau 13,63% yang dinyatakan belum tuntas. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 85 nilai terendah adalah 60 dan nilai rata-rata pada siklus II adalah 76,59. Dari hasil tersebut diketahui adanya ketuntasan secara klasikal karena lebih dari 75%, maka dapat disimpulkan jika model pembelajaran Peer Tutoring dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. Analisis Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas Vi. 2 SMP Negeri Sumber Harta memahami materi menulis teks narasi melalui model pembelajaran Peer Tutoring dapat diketahui adanya peningkatan. Peningkatan dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan siswa yang tuntas belajar, nilai rata-rata hasil tes, dan rekapitulasi dapat dilihat di bawah: Nilai Tabel 1. Rekapitulasi Pratindakan. Siklus 1 dan Siklus 2 Pratindakan Siklus I Siklus II Prekuensi Persen Prekuensi Persen Prekuensi Persen > 70 13 siswa 59,09% 16 siswa 72,72% 19 siswa 86,36% < 70 9 siswa 40,90% 6 siswa 27,27% 3 siswa 13,63% Jumlah Rata-rata 68,18 74,09 76,59 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 68,18 sedangkan tes pada siklus I yaitu 74,09. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 5,91. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 13 siswa . ,09%) dan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 Jurnal Language education literature siklus I meningkat menjadi 16 siswa . ,72%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . ,63%). Nilai rata-rata pada tes siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 siswa yang tuntas 16 siswa . ,72%), pada siklus II meningkat menjadi 19 siswa . ,36%) pada siklus II, berarti meningkat sebanyak 3 siswa . ,64%). Peningkatan pratindakan ke siklus II yaitu: X 100% Dengan: R1: Rata-rata pratindakan = 68,18 R2: Rata-rata siklus I = 74,09 R2: Rata-rata siklus II = 76,59 x 100% x 100% = 0,03666 x 100% = 3,67% Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 13 siswa . ,09%) setelah dilakukan siklus II menjadi 19 siswa . ,36%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . ,18%). Peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia juga diperkuat dari nilai rata-rata kemampuan menulis teks narasi mengalami perubahan, dari rata-rata pratindakan sebesar 68,18 pada siklus I menjadi 74,09 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 76,59. Nilai rata-rata pratindakan 68,18 dan pada siklus II menjadi 76,59. Peningkatan hasil belajar dari pratindakan ke siklus II dengan rata-rata sebesar 8,41. Dari hasil per-siklus mengalami peningkatan secara klasikal. Dengan demikian pembelajaran melalui model pembelajaran Peer Tutoring mampu meningkatkan kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Secara umum kemampuan menulis teks narasi pada siswa kelas Vi SMP Negeri Sumber Harta dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Peer Tutoring. Berdasarkan hasil tes nilai yang diperoleh pada pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 68,18. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 13 siswa . ,09%) dan siklus I meningkat menjadi 16 siswa . ,72%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . ,63%). Nilai rata-rata pada pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . ,18%). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai rata-rata, pratindakan sebesar 68,18 pada siklus I menjadi 74,09 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 76,59. Dari pratindakan ke siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 8,41 . ,18%). Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:222-234 DAFTAR PUSTAKA