ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA ASPEK KOGNITIF ANAK MELALUI MODEL MERAK Mutia Rahmah1. Rizky Amelia2 Universitas Lambung Mangkurat1,2 e-mail: 2110126220015@mhs. id, rizkyamelia@ulm. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas anak dan keterampilan berpikir kritis pada aspek kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit. Solusi pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model MERAK yang merupakan kombinasi dari model problem based learning, make a match, dan media badaku. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis anak, serta hasil perkembangan kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Analisis data menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai persentase 97% dengan kriteria AuSangat BaikAy. Aktivitas anak mencapai persentase 97% dengan kriteria AuSeluruh Anak AktifAy. Pada keterampilan berpikir kritis mencapai persentase 90% dengan kriteria AuHampir Seluruh Anak TerampilAy. Dan hasil capaian perkembangan aspek kognitif mencapai persentase 91% anak berhasil berkembang dengan kategori AuHampir Seluruh Anak BerkembangAy. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model MERAK dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis dan hasil perkembangan kognitif anak. Maka penelitian ini dapat menjadi inovasi pembelajaran dalam pemilihan model serta media yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mengetahui konsep banyak dan sedikit. Kata Kunci: Aktivitas. Keterampilan Berpikir Kritis. Model MERAK ABSTRACT This research is based on the low activity of children and critical thinking skills in the cognitive aspect of knowing the concepts of many and little. The solution to solve this problem is to use the MERAK model which is a combination of the problem based learning, make a match, and badaku media model. The purpose of this study is to analyze teacher activities, children's activities, children's critical thinking skills, and the results of cognitive development in knowing the concepts of many and little. The approach used is a qualitative approach and a type of Class Action Research (CAR) with 4 meetings. Data analysis showed that teachers' activities reached a percentage of 97% with the criterion of "Excellent". Children's activities reached a percentage of 97% with the criterion of "All Active Children". In critical thinking skills, the percentage reached 90% with the criterion of "Almost All Skilled Children". And the results of the achievement of cognitive development reached a percentage of 91% of children who managed to develop with the category "Almost All Children Develop". Based on the results of the research, it can be concluded that the MERAK Model can improve teacher activities, children's activities, critical thinking skills and children's cognitive development outcomes. So this research can be a learning innovation in the selection of the right model and media to improve the ability to know the concepts of many and little. Keywords: Activities. Critical Thinking Skills. MERAK Model PENDAHULUAN Anak usia dini, terutama pada usia 4-5 tahun, merupakan masa emas . olden ag. yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan secara menyeluruh, termasuk aspek fisik motorik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan nilai agama dan moral (Fatmawati, 2. Pada Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action fase ini, anak sangat aktif, penuh rasa ingin tahu, dan senang bereksplorasi, sehingga pendidikan harus dirancang agar dapat mendukung perkembangan anak. Salah satunya aspek kognitif, terutama kemampuan dalam mengenal konsep banyak dan sedikit serta berpikir kritis (Herliyani, 2024. Sumriah & Purwanti, 2. Aktivitas anak selama proses belajar, baik yang berupa aktivitas fisik maupun aktivitas psikis. Aktivitas meliputi keterlibatan anak dalam mendiskusikan materi, mengumpulkan informasi terkait dengan materi pelajaran, keterlibatan anak dalam menanyakan materi pelajaran, mempresentasikan materi, dan berkontribusi dalam menyelesaikan latihan (Sholekah et al. , 2. Jenjang pendidikan ini disesuaikan dengan individualitas dan tahap perkembangan anak usia dini. Tujuan pendidikan anak usia dini adalah untuk mempersiapkan anak-anak yang berkualitas. Berpikir kritis adalah cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan pada hal yang diyakini atau dilakukan. Berpikir kritis memiliki posisi yang penting dalam pembelajaran. Keterampilan berpikir kritis setiap anak itu berbeda-beda sehingga perlu dilatih dan dikembangkan sejak usia dini. Keterampilan berpikir kritis sangat penting bagi anak dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah serta menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut, keterampilan berpikir kritis diajarkan kepada anak untuk merangsang dan mengembangkan potensi mereka (Educhannel Indonesia. Kondisi idealnya dimuat di Permendiknas RI Nomor 137 Tahun 2014 untuk anak usia 4-5 tahun bahwa perkembangan kognitif meliputi belajar dan pemecahan masalah, mencakup kemampuan mengetahui konsep banyak dan sedikit, mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri yang terkait dengan berbagai pemecahan masalah, berpikir logis, mencakup bentuk, warna, ukuran dan mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi dan berpikir simbolik, mencakup kemampuan membilang banyak benda satu sampai sepuluh, mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan dan mengenal lambang huruf (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Namun, observasi di TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin menunjukkan rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis, dan perkembangan kognitif anak dalam mengenal konsep banyak dan sedikit. Sebanyak 70% anak belum berkembang optimal dalam aspek tersebut, dan 60% anak kurang aktif dalam pembelajaran. Permasalahan ini menyebabkan anak menjadi pasif, sulit fokus, dan kesulitan dalam pemecahan masalah. Kondisi ini perlu diatasi agar perkembangan kognitif anak dapat optimal sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan model pembelajaran MERAK, yang merupakan kombinasi dari Problem Based Learning (PBL). Make a Match, dan media permainan tradisional Badaku. Model ini dirancang untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, serta pemahaman konsep banyak dan sedikit melalui pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan kontekstual. Model MERAK diharapkan dapat memotivasi anak untuk aktif belajar, berpikir kritis, serta memahami materi secara lebih baik melalui pengalaman langsung dan permainan Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, anak, keterampilan berpikir kritis, dan menganalisis capaian perkembangan kognitif anak melalui penerapan model MERAK di kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis proses dan makna lebih ditampilkan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang sering disebut Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action dengan Clasroom Action Research (CAR). Konsep pokok penelitian tindakan ini terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan . Pelaksanaan atau Tindakan . Pengamatan . dan Refleksi . Lokasi penelitian ini dilakukan di TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin yang beralamat di Jl. Veteran Gg. Dwikora No. Sungai Bilu. Kec. Banjarmasin Timur. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70239. Tahun Ajaran 2025/2026. Jumlah anak yang menjadi subjek penelitian adalah 20 orang anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Teknik pengumpulan data terdiri dari empat bagian yaitu hasil observasi aktivitas guru, hasil observasi aktivitas anak, hasil observasi perkembangan kognitif anak dan dokumentasi. Dengan demikian dari seluruh data yang diperoleh akan di analisa untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki pada saat proses pembelajaran. Sehingga teknik analisis data yang dilakukan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis, dan menganalisis capaian perkembangan kognitif anak melalui penerapan model MERAK di kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Penggunaan model MERAK dalam pembelajaran konsep banyak dan sedikit menunjukkan keberhasilan yang signifikan, ditandai dengan aktivitas guru yang sangat baik . kor 30Ae. , aktivitas anak yang aktif secara individual dan klasikal . kor minimal 10Ae12 dan Ou81%), keterampilan berpikir kritis anak yang terampil . kor minimal 10Ae12 dan Ou81%), serta perkembangan aspek kognitif anak yang sesuai harapan . kor minimal 8Ae9 dan Ou81%). Hal ini mengindikasikan bahwa model MERAK efektif dalam meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan perkembangan kognitif anak secara HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan menggunakan model MERAK di kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Pada setiap pertemuan baik dari aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis, dan hasil perkembangan kognitif anak menggunakan model MERAK. Hasil Tabel 1. Hasil Kecenderungan Aktivitas Guru Pertemuan Skor Persentase Kriteria Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat peningkatan pada setiap pertemuan terjadi karena guru selalu memperhatikan kekurangan-kekurangan apa saja yang ada selama proses kegiatan berlangsung, dan guru juga melakukan kegiatan refleksi sehingga membuat aktivitas guru mencapai hasil yang diharapkan yaitu sangat baik pada pertemuan 3 dan 4. Tabel 2. Hasil Kecenderungan Aktivitas Anak Pertemuan Persentase Kriteria Sebagian Anak Aktif Sebagian Besar Anak Aktif Sebagian Besar Anak Aktif Hampir Seluruh Anak Aktif Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action Berdasarkan tabel 2 diperoleh bahwa aktivitas anak sudah mencapai Ou81% sehingga dapat dinyatakan berhasil dalam mengikuti pembelajaran meningkatkan kemampuan kognitif mengetahui konsep banyak dan sedikit menggunakan model MERAK. Tabel 3. Hasil Kecenderungan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Pertemuan Persentase Kriteria Sebagian Anak Terampil Sebagian Anak Terampil Sebagian Besar Anak Terampil Hampir Seluruh Anak Terampil Berdasarkan tabel 3 diperoleh bahwa keterampilan berpikir kritis anak sudah mencapai Ou81% sehingga dapat dinyatakan berhasil dalam mengikuti pembelajaran meningkatkan kemampuan kognitif mengetahui konsep banyak dan sedikit menggunakan model MERAK. Tabel 4. Hasil Kecenderungan Perkembangan Kognitif Anak Pertemuan Persentase Kriteria Sebagian Anak Berkembang Sebagian Besar Anak Berkembang Sebagian Besar Anak Berkembang Hampir Seluruh Anak Berkembang Dari tabel 4 menunjukkan bahwa pada pertemuan 1, pertemuan 2, pertemuan 3 dan pertemuan 4 mendapatkan peningkatan. Peningkatan yang terjadi pada setiap pertemuan membuktikan bahwa anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit. Meningkatnya hasil perkembangan kognitif anak dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis dan melakukan refleksi di setiap pertemuan. Melihat kecenderungan dari ketiga faktor yang diteliti dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Kecenderungan P1,P2,P3, dan P4 Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 4 pertemuan dan 4 aspek yang diamati yaitu aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis, dan hasil perkembangan kognitif anak dalam mengetahui konsep banyak sedikit menggunakan model MERAK pada kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Hasil aktivitas guru dalam meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis pada aspek kognitif anak melalui model MERAK dikelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin, telah terlaksana sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan dan berhasil mencapai indikator keberhasilan dengan skor 30-36 AuSangat BaikAy. Faktor yang mempengaruhi peningkatan aktivitas guru di setiap pertemuan yang dilakukan antaranya, melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Menurut Nurhalisa . menyatakan bahwa peningkatan kualitas aktivitas guru adalah usaha guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari segi aktivitas anak ataupun hasil belajar. Sejalan dengan penelitian (Halimah, 2. yang nyatakan bahwa dalam proses pembelajaran, guru mempunyai tugas untuk memberikan pengetahuan, sikap dan nilai, serta keterampilan kepada Maka dari itu keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan dari kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran (Suriansyah et al. , 2. Aktivitas anak dalam meningkatkan kemampuan kognitif mengetahui konsep banyak dan sedikit menggunakan model MERAK pada anak kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin mendapatkan peningkatan dan berhasil mencapai indikator keberhasilan secara klasikal mendapat persentase 97% kriteria AuHampir Seluruh Anak AktifAy. Dunia anak adalah dunia bermain, dengan bermain anak mampu mempelajari banyak hal tanpa disadari serta tanpa Menurut Putro . melalui bermain anak merasa asyik sehingga merangsang perkembangannya, pada saat bermain anak mengarahkan energi mereka untuk melakukan aktivitas sehingga aktivitas ini merangsang perkembangannya. Selain itu menurut Maimunah & Cinantya . bermain matematika bagi anak usai dini merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengenalkan konsep-konsep matematika permulaan dengan cara bermain yang Oleh karena itu salah satu upaya meningkatkan aktivitas belajar anak usia dini adalah dengan guru menyediakan segala keperluan belajar dengan baik serta memberikan kesempatan kepada anak. Berdasarkan temuan data yang telah dipaparkan di atas dapat diketahui bahwa keterampilan berpikir kritis anak dalam melaksanakan pembelajaran mengetahui konsep banyak dan sedikit menggunakan model MERAK pada anak kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin mendapatkan peningkatan dan berhasil mencapai indikator keberhasilan secara klasikal mendapat persentase 90% kriteria AuHampir Seluruh Anak TerampilAy. Menurut Ennis keterampilan anak memberikan penjelasan secara sederhana, keterampilan anak menganalisis penyelesaian, keterampilan anak menjawab pertanyaan, dan keterampilan anak menyimpulkan (Safitri, 2. Keterampilan anak memberikan penjelasan secara sederhana, dengan menggunakan benda atau media yang konkret. Sebagai guru hendaknya mengenalkan budaya yang sesuai dengan konteks lingkungan anak yang sedang berkembang untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan mengonseptualisasikan masalah sosial sesuai dengan latar belakang kehidupan anak yaitu kearifan lokal (Suriansyah et al. , 2. Maka dari itu aktivitas menggunakan media badaku dan kartu gambar bertujuan agar anak saling berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tindakan, dan bekerja sama dalam sebuah kelompok. Hasil perkembangan kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit menggunakan model MERAK mendapatkan peningkatan dan pencapaian berkembang sangat baik secara klasikal mendapat persentase 91% kriteria AuHampir Seluruh Anak BerkembangAy. Konsep bilangan termasuk konsep matematika yang mempunyai peran krusial untuk anak usia dini yang terdiri dari menghitung bilangan, mengenal lambang bilangan, menghubungkan Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action jumlah benda dengan lambang bilangannya, serta membandingkan (Gunanti et al. , 2. Sesuai dengan pendapat Suprapti, . bahwa kemampuan matematika anak meliputi, anak dapat mengurutkan angka, anak dapat membilang, dan menghubungkan jumlah benda dengan lambang bilangannya, serta membandingkan. Oleh karena itu, kemampuan anak dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit bertujuan untuk dapat mengetahui pemahaman anak tentang membilang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru dalam meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis pada aspek kognitif anak melalui model MERAK di kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin berhasil mencapai indikator keberhasilan dengan kriteria AuSangat BaikAy. Aktivitas anak dengan menggunakan model MERAK pada anak kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin sudah mencapai kriteria AuHampir Seluruh Anak AktifAy. Keterampilan berpikir kritis anak menggunakan model MERAK pada anak kelompok A TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin sudah mencapai kriteria AuHampir Seluruh Anak TerampilAy. Dan hasil perkembangan kognitif mengetahui konsep banyak dan sedikit menggunakan model MERAK pada anak kelompok A TK Islam Khadijah Plus sudah mencapai kriteria AuHampir Seluruh Anak BerkembangAy. Sehingga saran yang dapat diberikan kepada guru dan kepala sekolah serta peneliti selanjutnya semoga penelitian ini bisa menjadi bahan referensi dalam meningkatkan kemampuan mengetahui konsep banyak dan sedikit. DAFTAR PUSTAKA