Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 KORELASI TBS INTI DAN TBS MASYARAKAT TERHADAP RENDEMEN MINYAK KELAPA SAWIT DI KOTAWARINGIN LAMA. KALIMANTAN TENGAH Ahdiat Leksi Siregar1*. Ameilia Zuliyanti Siregar2*. Hendra Saputra1. Azhar Basyir Rantawi1. Istiato Budhi Raharja3. Bintang Andala Fernandes4. Widya Enzely4 Progran Studi Pengolahan Hasil Perkebunan. Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Departemen Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara Staf Pengajar Institut Teknologi PLN Mahasiswa Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi. Jl Gapura No. 8 Rawa Banteng. Cibuntu. Cibitung. Bekasi. Jawa Barat. Email: aleksiregar@gmail. Ameilia@usu. Submit: 16-02-2024 Revisi: 10-06-2024 Diterima: 22-07-2024 ABSTRAK Korelasi TBS Inti Dan TBS Masyarakat Terhadap Rendemen Minyak Kelapa Sawit Di Kotawaringin Lama. Kalimantan Tengah. Pada proses pengolahan minyak kelapa sawit, faktor kualitas buah sangat berpengaruh terhadap rendemen yang dihasilkan. Kajian yang dilakukan pada pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Kotawaringin lama. TBS disuplai oleh kebun inti Perusahaan dan kebun Masyarakat selama bulan Mei 2023. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara TBS kebun inti dengan TBS kebun masyarakat terhadap rendemen yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada kajian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan analisa regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai ratarata nilai NSP kebun inti dan kebun masyarakat sebesar 44,68%, sedangkan nilai IPB kebun inti dan kebun masyarakat sebesar 4,49% dengan nilai NSPdan IPB rendemen dihasilkan rata-rata sebesar 18,65%. Hasil Koefesien Determinasi menunjukkan nilai NSP dan nilai IPB secara simultan memiliki pengaruh sebesar 55,6% terhadap rendemen yang dihasilkan. Untuk mendapatkan Randemen CPO yang maksimal, maka TBS matang yang diterima dari internal Perusahaan dan kebun Masyarakat harus >80%. Manfaat dari penelitian ini sebagai evaluasi pabrik untuk dapat meningkatkan kualitas mutu buah yang diterima baik dari kebun perusahaan dan kebun masyarakat. Kata kunci : IPB. Korelasi. NSP. Rendemen. Sortasi. ABSTRACT Correlation Of Core TBS And Community TBS On Palm Oil Yield In Kotawaringin Lama. Central Kalimantan. In the palm oil processing process, the fruit quality factor is very influential on yield produced. The study conducted at the palm oil mill located in the Kotawaringin Lama district. FFB was supplied by the Company Plantation and the Community Plantation during May 2023. The purpose of this research is to determine the correlation between Company Plantation FFB and Community Plantation FFB on the yield The method used in this study is a quantitative method using multiple linear regression analysis. The results obtained show that the average value of the NSP of company plantation and the community plantation is 44. 68%, while the IPB value of the company plantation and the community plantation is 4. with the value of NSP and IPB yields produced on average 18. The results of the Determination coefficient show that the NSP value and the IPB value simultaneously have an effect of 55. 6% on the resulting yield To get the maximum yield produced, the mature FFB received from the Company and community This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Korelasi TBS Inti A Siregar et al. plantation must be >80%. The benefits of this research as a factory evaluation to be able to improve the quality of fruits that are received both from the company plantation and the community plantation. Keywords : Corelation,Grading. IPB. NSP. Yield. PENDAHULUAN Industri kelapa sawit di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat selama kurun waktu 20 tahun Produksi kelapa sawit juga meningkat, dari 7,07 juta ton pada tahun 2000 menjadi 31,29 juta ton pada tahun Sebagian besar kelapa sawit yang dihasilkan Indonesia akan diekspor, besar ekspor kelapa sawit Indonesia mencapai 26,47 juta ton (Hudori & Mahadibyanti. Produk yang di hasilkan pabrik kelapa sawit terdiri atas Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO). Pabrik kelapa sawit selalu berusaha untuk menghasilkan CPO yang bermutu baik. Selain dari proses yang ada di pabrik kelapa sawit bahan baku yang digunakan pada saat proses pengolahan yaitu Tandan Buah Segar (TBS) juga berpengaruh terhadap kualitas mutu CPO. Bahan baku yang baik selain dapat meningkatkan kualitas mutu CPO juga memiliki potensi menghasilkan ekstraksi minyak yang tinggi. Selain kualitas TBS rendemen atau Oil Extraction Ratio (OER) juga dipengaruhi dari varietas buah yang ditanam oleh kebun (Bayu et al. Oleh karena itu kualitas TBS yang masuk ke dalam pabrik kelapa sawit harus memenuhi kriteria pengolahan yang ditandai dengan derajat kematangan TBS. Ketika TBS berada dalam kondisi matang kandungan minyak yang ada pada daging TBS akan meningkat. Hal tersebut disebakan oleh adanya proses konversi karbohidrat menjadi lemak dalam buah. Buah akan mulai membrondol atau lepas dari tandannya ketika kadar minyak yang ada di dalam buah sudah maksimal. Tandan buah yang sudah masak akan ditandai dengan jumlah buah yang membrondol dari tandannya (Sintia et al. Tingkat menjadi faktor yang kritis, karena dapat mempengaruhi rendemen dan juga kualitas CPO, khususnya Free Fatty Acid (FFA) mutu buah panen dapat diketahu dengan cara grading buah. Adanya keterkaitan antara tingkat kematangan hasil panen terhadap rendemen minyak dan juga kualitas CPO menjadikan kualitas hasil panen dapat menjadi tolak pengukuran bagaiman kualitas hasil panen tersebut (Adi Lukito dan Sudradjat, 2. Pengukuran hasil panen dapat dilakukan dengan cara formulasi Nilai Sortasi Panen (NSP) dan Indeks Pengutipan Brondolan (IPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara NSP dan IPB terhadap rendemen yang dihasilkan dari proses pengolahan pada pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Kotawaringin Lama. Kalimatan Tengah. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Kecamatan kotawaringin lama. Kalimantan tengah dari 1 Mei hingga 31 Mei 2023. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah laporan harian produksi dan laporan grading. Sedangkan kalkulator, alat tulis, laptop. Handphone. Rancangan Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian Dengan menggunakan korelasional kuantitatif yaitu mendeteksi sejauh mana kaitan variasi-variasi yang ada dalam sauatu work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain (Fadilla et al. , 2. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Data yang dibutuhkan pada penelitian ini meliputi: . TBS Masuk Internal dan Eksternal. TBS Olah dan OER. Persentase Kualitas Buah Internal dan Eksternal. Nilai Sortasi Panen Buah Internal dan Ekternal. Indeks Pengutipan Berondolan Internal. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi dan Pembahasan dilakukan melalui analisis deskriptif, yakni menjelaskan hal-hal yang terkait dengan hasil pengukuran kualitas TBS yang ditunjukkan pada hasil pengolahan data yang bersifat fakta dan bukan opini (Priadana & Sunarsi, 2. Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Tandan Buah Segar (TBS) atau juga Fresh Fruit Bunch (FFB). TBS terdiri Janjang kosong, yaitu tandan buah sawit yang telah lepas dari Parthenocarp, yaitu berondolan buah sawit yang masih kecil atau belum jadi Celix leave, yaitu daun kecil yang berada diluar brondolan atau biasa disebut mahkota buah Fruit, yaitu nama lain buah kelapa Kriteria-kriteria buah kelapa sawit yang sering dijumpai adalah: Buah mentah . adalah janjangan yang memberondol kurang dari 1 berondolan per kilogram janjang Buah masak . adalah kemerahan dan memberondol paling sedikit 1 . berondolan per kilogram janjang dan paling ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 banyak 50% Buah terlalu masak . adalah janjang buah yang memberondol lebih dari 50% hingga maksimum 90% Janjangan kosong . mpty bunc. adalah janjang buah yang memberondol lebih dari 90% hingga memberondol seluruhnya Buah abnormal adalah janjang buah yang gagal berkembang menjadi buah masak normal, antara lain: buah parthenocarp, buah batu, dan buah sakit Tangkai . adalah janjang yang panjang gagangnya lebih dari 2 cm diukur dari potongan yang terdekat dengan sisi permukaan buah Buah dimakan tikus adalah terdapat lebih dari 3 . berondol dalam satu janjang dijumpai bekas baru gigitan tikus Pengamatan Populasi dari penelitian ini adalah seluruh hasil grading TBS yang dilakukan di PKS yang menjadi objek pengamatan. Sampel dari penelitian ini adalah hasil grading TBS harian dari tanggal 1 hingga 31 Mei Analisis Data Analisis data pada penelitian ini menggunakan Regresi Linier berganda bertujuan untuk mencari pengaruh dari dua atau lebih variabel independen/bebas (X) terhadap variabel dependen/terikat (Y). Selain itu juga untuk mengetahui arah hubungan antara variable terikat dengan variable bebas (Fisika et al. , 2. Uji T Uji T merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variabel terikat secara terpisah. Pada penelitian ini This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Korelasi TBS Inti A Siregar et al. menggunakan nilai signifikansi 5% atau 0,05 dengan ketentuan: - Jika nilai sig. > 0,05 maka variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat - Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel t table = t( bebas memilki pengaruh terhadap variabel terikat Selain menggunakan nilai signifikansi. Uji T juga menggunakan nilai dari T tabel yang ditentukan menggunakan yu yea Oe yeU Oe y. ya Keterangan: = nilai signinifikansi n = jumlah data yang digunakan k = jumlah variabel yang digunakan Dengan ketentuan sebagai berikut: - Jika nilai t hitung > t tabel maka variabel bebas bepngaruh - Jika nilai t hitung < t tabel maka variabel bebas tidak berpengaruh (Nuryadi et al. , 2. Uji F Uji T merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variabel terikat secara simultan. Pada penelitian ini menggunakan nilai signifikansi 5% atau 0,05 dengan ketentuan: - Jika nilai sig. > 0,05 maka variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat - Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel bebas memilki pengaruh terhadap variabel terikat Selain menggunakan nilai signifikansi. Uji F juga menggunakan nilai dari F tabel yang ditentukan menggunakan F tabel = F. Keterangan: n = jumlah data yang digunakan k = jumlah variabel yang digunakan Dengan ketentuan sebagai berikut: - Jika nilai F hitung > t tabel maka variabel bebas berpengaruh - Jika nilai F hitung < t tabel maka variabel bebas tidak berpengaruh (Nuryadi et al. , 2. Koefiesin Determinasi Koefisien Determinasi bertujuan untuk mengukur berapa besar presentasi pengaruh variabel bebas/independent terhadap variabel terikat/dependen pada suatu model penelitian (Nuryadi et al. , 2. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Nilai Sortasi Panen dan Indeks Pengutipan Brondolan Tandan Buah Segar Inti dan Eksternal. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan meliputi data TBS masuk kebun inti (Interna. serta kebun masyarakat (Eksterna. TBS Olah. CPO Produksi dan OER (Rendeme. , dari data TBS masuk internal dan eksternal akan didapat kualitas mutu buah yang akan digunakan untuk menghitung NSP dan IPB. Ringkasan deskripsinya dapat dilihat pada Tabel 3. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 3. TBS Masuk Internal. Eksternal. TBS Olah, dan OER. Tgl Internal Eksternal TBS Olah CPO Produksi OER 106,540 639,383 134,290 175,650 1,895,401 1,918,650 403,570 347,530 1,508,151 1,853,794 382,778 279,660 1,297,916 1,765,652 358,746 439,040 1,208,348 1,852,946 376,818 452,470 1,154,201 1,935,041 394,836 216,540 934,498 1,127,071 237,018 509,660 1,446,086 1,509,905 318,607 474,520 1,034,924 1,801,353 380,355 510,620 966,129 1,670,952 353,437 578,510 800,703 1,347,777 285,873 491,280 701,439 1,248,795 268,621 484,980 554,449 1,246,145 269,671 219,450 362,663 378,510 935,911 1,119,485 242,335 526,200 727,377 1,704,233 368,129 527,590 675,574 1,534,252 331,742 223,920 469,545 526,970 869,014 1,583,942 342,834 690,170 666,255 1,892,663 412,800 236,660 577,460 576,520 1,108,967 1,538,141 335,708 612,570 917,543 1,860,267 406,427 635,240 888,459 1,833,302 400,297 524,260 729,784 1,404,464 307,156 779,320 690,131 1,355,346 295,630 624,390 767,935 1,620,371 356,712 271,120 538,762 486,910 1,255,719 1,550,675 341,496 681,640 1,009,890 1,895,940 418,004 784,020 748,539 1,862,935 410,879 Pada Tabel 3 diatas menunjukkan TBS yang dikumpulkan masyarakat lebih banyak diterima oleh pabrik dibandingkan dari TBS yang dikumpulkan dari kebun sendiri karena budget produksi 2023 lebih besar untuk buah masyarakat, didukung penelitian Rizki et al. menyatakan TBS dari kebun sendiri belum dapat memenuhi kebutuhan pabrik sehingga pabrik menerima TBS yang lebih banyak diproduksi oleh masyarakat. Selanjutnya. TBS harian yang diterima disortasi dari buah mentah, matang, lewat matang, dan tandan kosong untuk mengetahui mutu kualitas buah yang diterima pabrik dengan deskripsi seperti disajikan pada Tabel 4 berikut ini. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Korelasi TBS Inti A Siregar et al. Tabel 4. Persentase Kualitas Buah Internal dan Eksternal. Buah Internal Matang (Fraksi 1, 2, . Buah Eksternal Tandan Kosong (Fraksi V VI) Tgl Mentah (Fraksi . Lewat Matang (Fraksi IV) Matang (Fraksi 1, 2, . Lewat Matang (Fraksi IV) Tandan Kosong (Fraksi V VI) Dari Tabel 4 terlihat persentase buah matang yang diterima dari kebun inti ratarata sebesar 64,64% dan untuk kebun masyarakat sekitar 44,40% dari TBS yang Dan buah mentah diolah pabrik dari pihak inti maupun kebun eksternal masyarakat masih tinggi. hal ini dapat dilihat dimana persentase buah mentah dari pihak inti masih berada diatas dari 5% dan juga pihak luar berada di atas 30%. Mentah (Fraksi . Rendemen yang dihasilakan oleh buah mentah hanya sebesar 16% dibandingkan dengan buah matang yang memiliki kandungan rendemen 21-22%. Banyaknya buah mentah eksternal yang diterima pabrik sangat berpengaruh dengan rendemen yang dihasilkan (Nugroho. Hasil perhitungan NSP yang didapat disajikan pada tabel 5 dibawah ini. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 5. Nilai Soertasi Panen Buah Internal dan Eksternal. Nilai Sortasi Panen Buah Internal Tgl Total NSP Nilai Sortasi Panen Buah Eksternal Unripe Under Ripe Over Empty Busuk NSP Unripe Under 9,50 73,51 5,66 0,93 -10,46 68,73 . 38,13 5,00 62,00 13,50 1,67 4,64 63,94 12,46 1,43 -3,40 68,83 39,50 -38,91 70,32 39,38 11,43 71,90 6,78 1,09 -3,08 66,17 12,50 63,40 6,26 1,38 -12,42 50,78 3,00 66,00 13,00 1,67 0,00 15,44 71,26 4,99 1,04 17,01 73,58 3,16 11,44 74,39 20,47 Over Empty Busuk 7,85 76,58 10,50 79,33 12,56 82,89 38,38 61,22 38,63 46,59 74,33 35,25 61,99 -20,49 59,77 37,88 54,95 1,27 -24,06 58,46 37,88 55,40 4,40 1,42 -2,63 65,93 39,38 51,90 72,55 2,27 1,44 -5,87 47,91 40,25 31,33 17,10 79,12 1,56 1,02 -25,13 62,57 37,38 44,12 11,42 72,44 4,39 1,38 -18,83 64,04 43,38 17,66 0,00 17,00 76,00 3,00 1,67 -6,46 60,33 38,38 50,39 17,00 76,00 3,50 1,00 -2,69 61,50 43,00 42,00 16,00 79,00 2,50 0,67 -43,43 64,83 40,25 47,08 0,00 17,00 81,00 1,00 1,33 -51,16 63,67 41,00 47,42 18,00 80,00 1,00 1,00 -17,54 62,00 41,13 40,43 0,00 16,83 76,78 2,38 1,04 -4,43 61,29 40,38 46,22 9,05 78,81 3,78 0,86 -2,48 72,67 42,63 68,17 12,79 78,59 3,27 1,23 -5,35 67,84 36,25 1,35 69,19 10,97 80,01 3,58 1,33 -2,27 71,30 38,75 59,65 11,68 80,76 2,73 0,99 -2,32 70,81 39,00 51,99 17,06 78,64 1,95 1,30 -3,22 62,23 36,00 51,14 0,00 11,07 76,90 4,86 1,05 -47,75 69,64 40,63 60,76 13,26 75,96 4,27 1,16 -2,65 65,81 35,25 54,79 19,61 76,80 1,61 1,50 -4,65 57,30 40,43 31,84 Dari data yang di sajikan pada tabel 5 diatas di dapat rata-rata NSP buah internal 55,64% dan rata-rata NSP buah eksternal 9,47% hal tersebut menunjukkan nilai sortasi panen pada TBS internal maupun eksternal masih tergolong rendah. Dikarenakan masih banyaknya TBS yang berada di luar kriteria matang ikut terolah di PKS. Persentase buah matang yang masuk ke PKS dari TBS internal sendiri masih berada dibawah angka 80%, dimana Ripe NSP angka tersebut tidak memenuhi standar yang ada yaitu 80% pada buah matang (Hudori, 2. Rendahnya persentase buah matang eksternal dikarenakan pabrik lebih banyak menerima buah mentah dari pihak kebun eksternal yang menyebabkan rendahnya persentasi buah matang yang Dari data mutu buah pada Tabel 3 perlu dihitung dilakukan perhitungan IPB dapat dilihat pada Tabel 6 dibawah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Korelasi TBS Inti A Siregar et al. Tabel 6. Indeks Pengutipan Brondolan Internal. Tgl F IV F V 16,99 Indeks Pengutipan Berondolan Internal Berondolan Teoritis Berondolan Terkutip 8,57 27,97 3,27 33,00 16,57 19,91 1,20 31,42 15,78 36,19 2,29 16,67 8,41 17,06 2,03 23,10 11,62 8,97 0,77 31,00 15,57 13,30 6,72 14,03 2,09 9,41 4,78 23,29 4,88 14,18 7,16 9,82 1,37 5,99 3,07 14,02 4,57 3,78 1,96 23,46 11,96 16,14 8,14 27,96 3,43 0,07 7,00 3,57 18,61 7,00 3,57 6,35 1,78 5,00 2,57 28,44 11,07 0,07 2,00 1,07 17,79 16,63 2,00 1,07 35,16 32,86 0,07 6,39 3,27 16,85 5,16 12,15 6,15 16,02 2,61 8,62 4,38 15,42 3,52 9,02 4,58 20,24 4,42 7,56 3,85 14,93 3,88 4,31 2,22 9,49 4,27 0,07 12,03 6,09 22,91 3,76 10,78 5,46 14,21 2,60 3,59 1,87 6,53 3,59 Data pada tabel 6 menunjukkan masih rendahnya pengutipan brondolan internal dengan rata-rata 4,64% sedangkan pada buah eksternal tidak dilakukan pengutipan brondolan sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi randemen yang dihasilkan dari pengolahan pabrik kelapa sawit. Kandungan minyak yang terdapat pada brondolan mencapai 20-24% minyak kasar (Pardamean, 2. Berdasarkan data pada Tabel 1 terlihat bahwa TBS yang masuk ke PKS memiliki rendemen yang sangat beragam untuk setiap TBS yang diolah di PKS. IPB 5,21 Hasil analisa mengenai pengaruh Nilai Sortasi Panen (NSP) dan Indeks Pengutipan Berondolan (IPB) terhadap Oil Extraction Rate (OER) dari pengumpulan data tersebut akan menjadi informasi untuk menjawab permasalahan yang ada. Pengujian Data Bulan Mei 2023 Uji T Berikut merupakan hasil analisa regresi linier berganda terhadap data NSP. IPB, dan OER selama bulan Mei 2023. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 7. Hasil Uji T NSP dan IPB terhadap OER. Coefficiet Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. NSP IPB Standardized Coefficients Beta Sig. <,001 <,001 Dependent Variable: OER Dari tabel di atas, maka pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut: - Nilai sig NSP < 0. 05 dan nilai t hitung > 2. 048 artinya NSP memiliki pengaruh signifikan terhadap OER - Nilai sig IPB > 0. 05 dan nilai t hitung > 048 artinya IPB tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap OER Dari hasil Uji T didapatkan bawah secara parsial NSP dan juga IPB memiliki pengaruh yang berbeda terhadap OER. NSP memilki pengaruh signifikan terhadap OER yang dihasilkan oleh proses pengolahan di PKS sedangkan IPB tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap OER yang dihasil di PKS. OER sangat dipengaruhi oleh kualitas dari buah yang diolah di PKS. OER akan menurun jika masih banyak TBS yang tidak sesuai dengan kriteria matang yang ikut terolah di PKS (Bayu et al. , 2023. Buah yang matang cenderung akan menghasilkan rendemen CPO yang tinggi karena kandungan minyak yang ada pada buah matang berada pada kondisi yang maksimal (Lamp. Permentan Nomor 131 Tahun 2013, n. Uji F Berikut merupakan hasil analisa regresi linier berganda terhadap data NSP dan IPB secara simultan terhadap OER selama bulan Mei 2023. Tabel 8. Hasil Uji F NSP dan IPB terhadap OER. ANOVAa Model Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. <,001 Dependent Variable: Oil Extraction Rate Predictors: (Constan. Indeks Pengutipan Brondolan. Nilai Sortasi Panen Dari tabel di atas, maka pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut: - Nilai sig. < 0. 05 dan nilai F hitung > Dari hasil Uji F yang dilakukan didapatkan bahwa NSP dan IPB secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap OER yang dihasilkan di PKS. NSP dan IPB dapat berpengaruh OER dikarenakan NSP merupakan hasil dari sortasi yang telah dilakukan di PKS, yang mana sortasi ini menentukan bahan baku atau TBS yang akan diolah di PKS. Hasil sortasi panen akan berbanding lurus dengan OER, diakrenakan semakin tinggi nilai sortasi buah matang yang masuk ke This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Korelasi TBS Inti A Siregar et al. PKS akan berpotensi menghasilkan rendemen yang tinggi (Rizal & Studi Pengelolaan Perkebunan, 2. Koefisien Determinasi Berikut merupakan hasil uji koefisien determinasi terhadap NSP dan IPB terhadap OER selama bulan Mei 2023. Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi NSP dan IPB terhadap OER. Model Summary Adjusted RSquare Model Std. Error of theEstimate R Square Predictors: (Constan. Indeks Pengutipan Brondolan. Nilai Sortasi Panen Berdasarkan tabel output SPSS AuModel SummaryAy di atas, diketahui bahwa nilai koefisien determinasi/R Square adalah 0,556 atau sama dengan 55,6%. Angka tersebut memiliki arti bahwa variabel NSP dan IPB secara simultan memiliki pengaruh sebesar 55,6% terhadap OER yang dihasilkan di PKS. Sedangkan variabel lain di luar persamaan regresi ini memiliki pengaruh sebear 44,4% terhadap OER yang dihasilkan di PKS. Dapat dilihat bahwa secara simultan NSP dan IPB berpengaruh hanya 55,6% dikarenakan pada penelitian ini IPB tidak berpengaruh signifikan terhadap OER yang dihasilkan sedangkan NSP berpengaruh signifikan terhadap OER yang dihasilkan. Maka dari itu pengaruh NSP dan IPB secara simultan akan rendah, karena OER banyak dipengaruhi dari kualitas mutu buah dan juga pengontrolan losses yang ada di PKS (Adi Lukito & Sudradjat, 2. Selain itu kondisi buah abnormal yang memilki fruitset yang rendah juga dapat mempengaruhi OER yang dihasilkan oleh PKS terkandung di dalam daging buat lebih sedikit dibandingkan dengan buah yang memilki fruitset yang banyak (Murgianto et al. , 2. terhadap OER yang dihasilkan oleh PKS. NSP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap OER yang dihasilkan oleh PKS, sedangkan IPB tidak memilki pengaruh yang signigikan terhadap OER yang dihasilkan PKS. NSP dan IPB pada secara simultan pada bulan Mei 2023 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap OER yang dihasilkan di PKS. Pengaruh yang diberikan oleh NSP dan IPB sebesar 55,6%. SARAN Perlu persepsi antara pihak PKS dengan pihak pemasok . ebun inti, plasma, serta petan. agar kualitas TBS yang dikirimkan ke PKS benar-benar ideal sesuai dengan kriteria matang panen yang ditetapkan. Perlu dilakukan perbaikan sistem panen dan pengutipan brondolan oleh pihak pemasok . ebun inti, plasma, serta petan. , terutama penentuan kriteria matang panen di tingkat pemanen, dengan Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa brondolan yang lepas dari tandannya jika dikaitkan dengan BJR dan tinggi pohon sawit. Dengan demikian TBS yang dipanen akan dapat memenuhi kriteria matang panen yang ideal ketika sampai di PKS. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan: NSP dan IPB secara parsial memilki pengaruh yang berbeda work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. DAFTAR PUSTAKA