Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. PERAN PKK KELURAHAN RIMBA SEKAMPUNG DALAM MENANGGULANGI TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL DAN PERUNDUNGAN Dewi Jannah*1. Erinaldi2. Annisya Rahmadani3. Erika Yusmaini4 1,2,3,4 Program Studi Ilmu Administrasi Negara STIA Lancang Kuning Dumai *e-mail: jhodyfendy@gmail. Erinaldipratama2905@gmail. com 2, nisyaarhd@gmail. com 3, yusmainierika@gmail. Abstrak Meningkatnya kasus tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan . remaja sangat memperihatinkan. Perlu adanya upaya yang signifikan untuk mengatasi tindakan kekerasan tersebut agar tidak terus bertambah. Hal ini menjadi dasar pemikiran kegiatan sebagai bentuk kepedulian dan pengendalian sosial masyarakat. Mitra sasaran program . adalah Ibu-Ibu Tim Penggerak PKK yang mewakili 14 RT se-kelurahan Rimba Sekampung. Kegiatan dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung tentang berbagai jenis tindakan kekerasan, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta dampak dan cara mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan remaja. Hasil kegiatan yang diharapkan, meningkatnya pengetahuan, pengalaman, dan kontribusi Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung yang kontruktif, khususnya sebagai orang tua yang mampu merubah pola pikir keluarga, menjadi keluarga yang peka dan ramah anak dalam upaya mengantisipasi dan menanggulangi tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan remaja dengan menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan religius, demi mewujudkan generasi muda Indonesia yang hebat dan unggul ke depan. Kata Kunci: Kekerasan Seksual. Bulliying. Peran PKK. Abstract The increase in cases of sexual violence and bullying behavior among teenagers is very worrying. Significant efforts are needed to overcome these acts of violence so that they do not continue to This is the rationale for activities as a form of community social concern and control. The program's target partners . are the Women of the PKK Mobilization Team who represent 14 RTs in the Rimba Sekampung sub-district. The activity is intended to provide education and assistance to the women of the Rimba Sekampung Village PKK Mobilization Team about various types of acts of violence, the factors that influence them, as well as the impact and ways to prevent acts of sexual violence and bullying behavior among teenagers. The expected results of the activity are increased knowledge, experience and constructive contributions of PKK mothers in Rimba Sekampung Village, especially as parents who are able to change the family's mindset, becoming a sensitive and child-friendly family in an effort to anticipate and overcome acts of sexual violence and behavior teenage bullying by creating healthy, harmonious and religious families, in order to create a great and superior generation of Indonesian youth in the Keywords: Sexual Violence. Bullying. Role of the PKK. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. PENDAHULUAN Salah satu masalah sosial yang dihadapi Indonesia saat ini adalah kasus tindakan kekerasan terhadap anak dan remaja, seperti tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan . Meningkatnya tindakan kekerasan dan kenakalan remaja sangat memprihatinkan, karena dapat menyebabkan mental remaja menjadi rusak, apalagi tindakan kekerasan saat ini telah membudaya di kalangan masyarakat. Kekerasan dianggap menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan konflik secara praktis. Kondisi tersebut dapat berdampak buruk terhadap generasi muda Indonesia sebagai anak bangsa. Menurut World Health Organization (WHO), bahwa kasus kekerasan dan perundungan mencapai sekitar 1 miliar dengan korban yaitu anak-anak, salah satunya kekerasan seksual . Berdasarkan data yang dirilis oleh UNICEF tahun 2020, menyatakan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 41% anak berusia 15 tahun mengalami tindakan bullying setidaknya dua kali dalam sebulan. 2/3 dari anak remaja berusia 13-17 tahun merupakan korban dari bullying. Kemudian, sebesar 45% orang berusia 14-24 tahun mengalami bullying online atau dinamakan dengan cyber bullying. Kekerasan di kalangan remaja terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: krisis identitas, kontrol diri yang lemah, kurangnya perhatian dari keluarga, perceraian orang tua, pergaulan, dampak penggunaan sosial media atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, kurangnya media atau fasilitas untuk menyalurkan bakat serta hobi, dan lingkungan. Dampak psikologis anak atau remaja yang menjadi korban tindakan kekerasan seksual dan bulliying bisa berbekas dan menjadi trauma seumur hidup yang dapat memengaruhi perkembangan remaja serta masa depannya. Upaya penyelamatan remaja dari berbagai penyimpangan perilaku sosial, menjadi tanggung jawab seluruh pihak, baik pemerintah Pusat maupun Daerah, dunia pendidikan, dan semua elemen masyarakat serta keluarga. Masyarakat semestinya tanggap, peduli, serta berperan aktif dalam mengantisipasi dan menanggulagi tindakan kekerasan, baik berupa kasus tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan remaja, terutama yang terjadi di lingkungan sekolah. Tanggung jawab ini juga menjadi salah satu peran penting dari Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (PKK) di tingkat daerah . elurahan/des. , karena Ibu-ibu PKK merupakan ujung tombak keluarga dalam mendidik dan membina remaja. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait berbagai macam bentuk kekerasan anak dan remaja, khususnya tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan . , sehingga dapat menyelamatkan anak bangsa dengan meciptakan keluarga yang harmonis dan berakhlak serta religius . Berdasarkan paparan di atas, dan sesuai dengan bidang kegiatan yang relevan dengan salah satu kajian mata kuliah Sistem Sosial Budaya Indonesia, maka yang menjadi substansi penting dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung sebagai refresentatif orang tua dan keluarga yang ramah anak dan peka terhadap tumbuh kembang anak-anak serta remaja. Kegiatan juga dimaksudkan untuk memberikan deskripsi kepada Ibu-ibu PKK, terkait berbagai masalah sosial dewasa ini, terutama kasus tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan . di kalangan remaja, faktor-faktor penyebab terjadinya, dampak, dan pencegahannya. Secara signifikan, diharapkan hasil dari kegiatan dapat lebih meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kepedulian sosial serta peran PKK Kelurahan Rimba Sekampung sebagai garda terdepan dalam menanggulangi tindakan kekerasan seksual dan perilaku bulliying remaja sebagai Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. salah satu upaya untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa Indonesia ke depan. METODE Mitra sasaran program Pengabdian Kepada Masyarakat adalah Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung, yang kegiatannya dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Kamis/18 Januari 2024 Pukul : 14:00 WIB s. Selesai Tempat : Jalan Belimbing Dumai Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini adalah sosialisasi . dan pembinaan persuasif . ducation approac. Penyuluhan adalah sistem pendidikan nonformil tanpa paksaan menjadikan seseorang sadar dan yakin bahwa sesuatu yang diajarkan itu akan membawa ke arah perbaikan dari hal-hal yang dikerjakan atau dilaksanakan sebelumnya. Teknik penyuluhan yang digunakan adalah teknik komunikasi informatif dan teknik komunikasi persuasif. Teknik komunikasi informatif adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya Aumemberi tahuAy atau memberikan penjelasan kepada orang lain. Sasarannya adalah Ibuibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung. Sedangkan Teknik komunikasi persuasif merupakan suatu teknik komunikasi yang dilakukan agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain sebagainya. Dengan pendekatan yang komunikatif diharapkan terjalin komunikasi yang interaktif antara Tim dan Peserta yang sifatnya kontruktif dan kondusif selama kegiatan. Untuk lebih jelasnya proses kegiatan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel I. Proses Kegiatan PKM No. Tahapan Waktu Kegiatan Persiapan Menit Registrasi Pembukaan Menit Penyajian Materi Interaktif/ Tanya Jawab Menit Menit Penutup Memperkenalkan diri. Menjelaskan tujuan. Doa. Narasumber: Sesuai Tema PKM Tanya Jawab. Berbagi Pengalaman. Pemecahan Kasus. Penyerahan Sertifikat. Penyerahan Cendera Mata. Foto Bersama. Ramah Tamah. Menit Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan ini mendapat sambutan baik dan apresiasi yang positif dari mitra sasaran program, yaitu Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung, khususnya terkait substansi materi yang disampaikan karena memang sesuai dengan realitas sosial yang sedang dihadapi dan menjadi perhatian masyarakat saat ini. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. Gambar I. Kegiatan PKM Disamping kegiatan sosialisasi dan pembinaan. Tim PKM juga memberikan bantuan serta cendera mata kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk menunjang kegiatan rutin PKK kelurahan Rimba Sekampung. Gambar II. Penyerahan Bantuan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelecehan seksual, perundungan seksual, atau penggangguan seksual . exual harassmen. adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan hubungan seks yang tidak diinginkan, seperti permintaan untuk melakukan hubungan badan, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik mengacu pada tindakan seksual. Pelaku kekerasan seksual tidak terbatas oleh gender saja atau hubungan dengan korban. Itu artinya, pelecehan seksual dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan kepada siapa pun termasuk diantaranya kepada istri atau suami, pacar, orang tua, saudara kandung, teman, kerabat dekat, hingga pada orang yang tidak dikenal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. Selain itu, kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja, termasuk di rumah, tempat kerja, sekolah, atau kampus. Efek kekerasan seksual akan berdampak pada perkembangan psikososial, pertumbuhan fisik, dan psikologis. Selain itu, mereka mungkin mengalami depresi, stres pasca trauma, kegelisahan, pikiran bunuh diri, gangguan makan, dan isolasi sosial sampai dewasa. Sedangkan perundungan . adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara melukai secara fisik, verbal atau emosional/psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang secara fisik atau mental lemah berulang kali tanpa perlawanan untuk membuat korban menderita. Bullying adalah seperangkat tingkah laku yang dilakukan secara sengaja dan menyebabkan kecederaan fisik serta psikologikal yang Sehingga dapat diartikan bahwa pelaku bullying ini menyerang korban secara sadar dan sengaja tanpa memikirkan kondisi korban. Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi. Seperti ejekan, hinaan, dan ancaman seringkali merupakan sebagai suatu pancingan yang dapat mengarah ke agresi. Harus ada upaya nyata dan sikap yang tegas untuk mengatasi tindakan kekerasan seksual dan perilaku bulliying tersebut. Oleh karena itu. PKK Kelurahan Rimba Sekampung memiliki peran penting dan strategis dalam masyarakat, terutama kontribusi ibu-ibu PKK dalam mencegah berbagai penyimpangan sosial tindak kekerasan terhadap anak dan remaja. PKK di tingkat kelurahan, terdiri dari ibu-ibu perwakilan dari setiap RT di wilayah Kelurahan Rimba Sekampung merupakan manifestasi dari keluarga dan orang tua. Sebagai orang tua, ibu-ibu PKK memiliki peran dan tanggung jawab dalam menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan religius sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya kenakalan dan tidak kekerasan terhadap anak-anak dan remaja, terutama terkait tindakan kekerasan seksual dan Ibu-ibu Tim Penggerak PKK diharapkan mampu merubah pola pikir keluarga, menjadi keluarga yang peka dan ramah anak serta layak bagi tumbuh kembang anak. Kontribusi Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual dan perilaku perundungan . sangat menentukan, yakni dengan meningkatkan kepedulian sosial, mengingatkan dan mengajak para orang tua agar lebih memperhatikan kehidupan anak-anak, baik dalam keluarga maupun di lingkungan sosialnya. Sebagai orang tua, setiap Ibu-ibu PKK dituntut kecakapannya dalam mendidik dan menyayangi anak-anaknya. Jangan membiarkan anak hidup dalam kekangan mental maupun fisik. Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung sebagai garda terdepan dalam menanggulangi kekerasan seksual dan bulliying remaja harus lebih aktif memberikan sosialisasi dan pembinaan sebagai upaya penyadaran dan kepedulian terkait pendidikan, yang tidak hanya mengejar prestasi akademik saja, tetapi juga mampu membangun segi psikologis anak-anaknya. Seorang ibu, harus dapat menjadi pioner dan contoh teladan . ole mode. yang baik bagi anakanaknya, dengan cara menjalin komunikasi yang terbuka dan efektif serta melatih mental spritual dan akhlak anak agar terhindar dari berbagai macam tindakan kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku. Tindakan Kekerasan terhadap anak dan remaja, terutama kekerasan seksual dan bulliying harus diperangi bersama dan dicegah sejak dini supaya remaja sebagai generasi penerus bangsa dapat mengembangkan kreativitas diri demi masa depannya dalam rangka kemajuan pembangunan Bangsa dan Negara. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tim berharap dapat berkongsi ilmu dan pengalaman kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung, terutama terkait hal-hal tentang tindakan kekerasan seksual dan perilaku perundungan remaja. Kegiatan ini dilaksanakan agar dapat memberikan pemahaman kepada Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung, bagaimana cara pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual dan bullying Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. Disamping itu. Tim PKM juga memberikan konsultasi dan pembinaan kepada Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimbang Sekampung dalam rangka mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual dan bulliying remaja dalam keluarga serta meningkatkan peran orang tua dan keluarga dalam mengantisipasi berbagai kasus tindakan kekerasan terhadap remaja, khususnya di lingkungan Kelurahan Rimba Sekampung. Ibu-ibu PKK sebagai orang tua harus lebih bijak dalam memberikan pengertian kepada anak dengan cara yang lebih halus, solutif dan dapat dimengerti oleh mereka. Berusaha tidak melakukan cara-cara kekerasan yang dapat memberikan efek trauma pada anak-anak dan remaja, tetapi lebih komunikatif dan edukatif, sehingga anak-anaknya merasa nyaman di rumah. Nilainilai etika, moral, dan agama sangat penting untuk diajarkan kepada anak dan remaja. orang tua, kita harus memberikan kesempatan kepada anak seluas-luasnya untuk mencari jati dirinya sendiri. Namun tetap dalam pengawasan dan perhatian orang tua. Keluarga menjadi kelompok sosial pertama dalam kehidupan sosial. Di dalamnya terdapat pengalaman berinteraksi antar individu untuk beradaptasi di luar lingkungannya. Keluarga merupakan pranata sosial yang sangat penting. Hal ini karena keluarga menjadi salah satu wadah mengasuh manusia dengan nilai dan norma sosial budaya yang berlaku. Keluarga sebagai unit pembangunan yang mampu membangun setiap anggotanya. Hal tersebut dapat mewujudkan keluarga yang sejahtera. Sebagai orang tua, maka setiap Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung diharapkan mampu menciptakan keluarga yang tanggap dan peka dalam perlindungan anak. PKK Kelurahan Rimba Sekampung menjadi ujung tombak dalam mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual dan perundungan serta penyimpangan sosial lainnya yang berdampak negative terhadap anakanak dan remaja di kelurahan. Upaya pencegahan sebelum peristiwa kekerasan seksual terjadi merupakan pencegahan primer. Pencegahan primer dapat dilakukan secara langsung kepada anak maupun pihak-pihak yang berada di lingkungan sekitar anak dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Impelementasinya. PKK Kelurahan Rimba Sekampung harus berperan aktif, baik sebagai keluarga maupun anggota masyarakat dalam melakukan sosialisasi dan pembinaan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi dan menanggulangi tindakan kekerasan seksual dan bulliying remaja, khususnya di wilayah Kelurahan Rimba Sekampung demi kemajuan pembangunan kota Dumai dan Indonesia pada umumnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Melalui kegiatan ini. Tim PKM berhasil merealisasikan transformasi pengetahuan, pengalaman, dan pembinaan kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung dalam meningkatkan peran dan sikap kepeduliannya, baik sebagai orang tua dan keluarga maupun masyarakat kelurahan dalam mengantisipasi dan menanggulangi tindakan kekerasan seksual dan bulliying remaja. Selama kegiatan. Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung sangat antusius, kooperatif serta komunikatif menerima pencerahan dan motivasi serta berbagai kiat-kiat/solusi dari Tim dalam menyikapi masalah-masalah sosial yang terjadi. Adanya kesadaran Ibu-ibu PKK dalam upaya mencegah tindakan kekerasan seksual dan perundungan . remaja dengan menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan religius . demi mewujudkan masa depan Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Agustus 2024, pp. generasi muda Indonesia yang hebat dan unggul untuk kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Saran Diharapkan Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan Rimba Sekampung dapat lebih meningkatkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pembinaan remaja secara intens dan berkelanjutan, sehingga remaja kelurahan Rimba Sekampung dapat terhindar dari kasus tindakan kekerasan, khususnya kekerasan seksual dan bulliying. Ibu-ibu PKK sebagai orang tua, diharapkan lebih meningkatkan kepedulian sosialnya dan mampu menjadi teladan yang baik untuk tumbuh kembang anak-anaknya, sehingga menjadi anak-anak yang mandiri, bertanggung jawab, berprestasi, tangguh, dan berakhlak mulia demi masa depannya dan untuk Indonesia. DAFTAR PUSTAKA