Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KLASTER 3 DEWASA TERHADAP KEPUASAN PASIEN JKN DI PUSKESMAS KEMALARAJA Marizka Putri Aftria1. Arie Wahyudi2. Muhammad Prima Cakra Randana3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. STIK Bina Husada Palembang1,2,3 Email: marizkaaft@gmail. ariew@binahusada. muhpcr6@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepuasan pasien, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) menuntut peningkatan mutu pelayanan pada setiap klaster, termasuk Klaster 3 Dewasa di Puskesmas. Tujuan: Menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien JKN serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien di Klaster 3 Dewasa UPTD Puskesmas Kemalaraja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 97 pasien JKN yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda metode Backward Likelihood Ratio. Hasil: Seluruh dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien . <0,. Analisis multivariat menunjukkan bahwa responsiveness merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kepuasan pasien . <0,001. Exp(B)=0,054. 95%CI=0,017Ae0,. Sebagian besar responden . ,98%) menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Saran: Puskesmas perlu memprioritaskan peningkatan daya tanggap tenaga kesehatan melalui pelayanan yang cepat, komunikasi yang efektif, dan respons yang tepat terhadap kebutuhan pasien, disertai peningkatan mutu pada seluruh dimensi kualitas pelayanan. Kata Kunci: Kualitas pelayanan. Kepuasan pasien. Jaminan Kesehatan Nasional. Klaster 3 Dewasa. ABSTRACT Background: Healthcare service quality is a key determinant of patient satisfaction, particularly among participants of the Indonesian National Health Insurance (JKN). The implementation of Integrated Primary Care (ILP) requires continuous improvement in service quality across all service clusters, including Cluster 3 for adults. Objective: To analyse the relationship between the dimensions of service quality and patient satisfaction and to identify the most dominant factor influencing the satisfaction of JKN patients attending Cluster 3 Adult Services at Kemalaraja Community Health Centre. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted involving 97 JKN patients selected using purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire and analysed using the Chi-square test and multiple logistic regression with the Backward Likelihood Ratio method. Results: All five service quality dimensionsAitangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathyAiwere significantly associated with patient satisfaction . <0. Multivariable analysis identified responsiveness as the most influential factor associated with patient satisfaction . <0. Exp(B)=0. 95% CI=0. 017Ae0. Overall, 65. 98% of respondents reported being satisfied with the healthcare services received. Suggestion: Kemalaraja Community Health Centre should prioritise improving healthcare workersAo responsiveness by providing prompt services, effective communication, and timely responses to patientsAo needs while maintaining improvements across all dimensions of service quality. Keywords: Patient satisfaction. Service quality. National Health Insurance. Cluster 3 Adult Services. | 57 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Kualitas jumlah anggota BPJS meningkat dari 267,31 juta pada tahun 2023 menjadi 280,23 juta pada Juli 2025, mencakup 98,45% dari total populasi Indonesia. Lima menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,83%. kriteria utama yang harus dipenuhi oleh Tren peningkatan ini juga terlihat di penyedia layanan untuk mencapai kualitas Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), di tinggi, yaitu wujud nyata . , mana proporsi peserta BPJS meningkat dari 43,4% pada tahun 2023 menjadi 47% pada . , . , empati . , dan keandalan . (Indrasari, 2. tahun 2024 (BPS Kab. OKU, 2. Puskesmas. Kelima dimensi ini menjadi landasan layanan kesehatan primer, memiliki peran evaluasi sejauh mana layanan memenuhi harapan pasien dan berkontribusi pada diwajibkan untuk melaporkan cakupan tingkat kepuasan mereka terhadap proses layanan secara berkala. Pelaporan ini Ketidakpuasan pasien sering bertujuan untuk memastikan aksesibilitas, kali timbul ketika kekhawatiran mereka biaya, penerimaan, interaksi dengan tenaga kesehatan, dan penggunaan layanan sesuai berdampak negatif pada persepsi mereka dengan rencana. Perbedaan antara kinerja terhadap kualitas perawatan (Rina et al. aktual dan tujuan yang ditetapkan menjadi Standar Pelayanan Minimum yang dasar untuk menilai efektivitas program Menteri (Panggantih et al. , 2. Dalam upaya Kesehatan Republik Indonesia tahun 2021 peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, mensyaratkan tingkat kepuasan pasien Kementerian mencapai Ou 95%. Apabila angka ini tidak Indonesia telah memperkenalkan Integrasi terpenuhi, pelayanan kesehatan dianggap Layanan gagal memenuhi standar minimum dan berdasarkan siklus hidup, dengan lima klaster utama: Manajemen (Klaster . Ibu Peraturan (Kemenkes RI, 2. Kesehatan Primer (ILP) Republik dan Anak (Klaster . Dewasa dan Lansia Program Jaminan Kesehatan Nasional (Klaster Penyakit Menular (JKN) di Indonesia telah menunjukkan Kesehatan Lingkungan (Klaster . , dan Farmasi. Unit Gawat Darurat, | 58 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Laboratorium (Klaster . (Kemenkes RI, kepuasan pasien (Halim et al. , 2. Selain itu, perbedaan persepsi antara pasien BPJS Puskesmas Kemalaraja, salah satu institusi medis terkemuka di Kabupaten pelayanan yang diterima juga menjadi OKU, bertanggung jawab menyediakan faktor, di mana pasien BPJS sering merasa pelayanan yang diberikan belum optimal termasuk peserta JKN. Data menunjukkan dibandingkan pasien umum (Tumiwa & adanya penurunan jumlah peserta JKN di Musak. Puskesmas Kemalaraja dari 10. 340 peserta pada tahun 2024 menjadi 9. 942 peserta pada ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan tahun 2025, atau sebesar 3,85%. Penurunan yang lebih signifikan terjadi pada Klaster 3 Kemalaraja, khususnya di Klaster 3 ruang pelayanan dewasa, yaitu sebesar 29,36%. Tujuan penelitian ini adalah untuk 115 peserta pada tahun 2024 menjadi menganalisis kualitas pelayanan klaster 3 320 peserta pada tahun 2025. Ironisnya, dewasa terhadap kepuasan pasien JKN di pada kelompok lanjut usia dalam Klaster 3 Puskesmas Kemalaraja. justru terjadi peningkatan jumlah pasien Berbagai Berbagai Puskesmas JKN yang cukup signifikan, sementara membuktikan bahwa kualitas pelayanan ketersediaan fasilitas pelayanan masih Kondisi ini mendorong pembagian SERVQUAL memiliki hubungan yang Klaster 3 di Puskesmas Kemalaraja menjadi signifikan dengan kepuasan pasien pada dua ruang pelayanan, yaitu ruang pelayanan fasilitas kesehatan primer maupun rumah dewasa dan ruang pelayanan lanjut usia. Penelitian terbaru di Indonesia masih untuk mengoptimalkan alur pelayanan dan banyak berfokus pada evaluasi hubungan kebutuhan pasien. responsiveness, assurance, dan empathy Penurunan jumlah peserta JKN ini terhadap kepuasan pasien secara umum di dapat disebabkan oleh berbagai faktor, puskesmas atau klinik layanan primer Prosedur (Sukmaningsih et al. , 2. Namun, administrasi yang rumit, waktu tunggu yang seiring implementasi kebijakan Integrasi panjang, serta keterbatasan tenaga medis Layanan Primer (ILP) oleh Kementerian pada jam tertentu dapat mempengaruhi Kesehatan, masih terdapat keterbatasan | 59 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penelitian yang secara khusus mengevaluasi kesehatan sebagai prioritas utama untuk kualitas pelayanan pada pelayanan berbasis meningkatkan kepuasan pasien pengguna klaster, khususnya Klaster 3 Dewasa, yang JKN. merupakan salah satu komponen utama ILP. Sebagian besar penelitian ILP terkini masih METODE PENELITIAN Penelitian berfokus pada aspek kesiapan organisasi, pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik cross-sectional, yaitu pengukuran layanan secara umum, bukan pada analisis dilakukan secara bersamaan pada satu JKN berdasarkan dimensi SERVQUAL maupun penelitian ini meliputi lima dimensi kualitas memengaruhinya (Solikha et al. , 2. pelayanan berdasarkan SERVQUAL, yaitu Selain Variabel . ukti pelayanan pada Klaster 3 Dewasa di daerah . , kabupaten, khususnya setelah penerapan ILP empathy . , sedangkan variabel kunjungan peserta JKN, masih sangat dependen adalah kepuasan pasien peserta Berdasarkan kesenjangan tersebut. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). , . aya penelitian ini memiliki kebaruan . Penelitian dilaksanakan di UPTD berupa analisis komprehensif lima dimensi Puskesmas Kemalaraja. Kabupaten Ogan SERVQUAL terhadap kepuasan pasien Komering Ulu, pada bulan MaretAeMei pengguna JKN pada pelayanan Klaster 3 Populasi penelitian adalah seluruh Dewasa dalam kerangka implementasi ILP pasien peserta JKN yang memperoleh di Puskesmas Kemalaraja, serta identifikasi pelayanan pada Klaster 3 ruang dewasa. aya tangga. sebagai Sampel penelitian berjumlah 97 responden faktor paling dominan melalui analisis yang dipilih menggunakan teknik purposive regresi logistik berganda. Temuan ini sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu memberikan kontribusi empiris baru dalam pasien peserta JKN yang memperoleh pengembangan model peningkatan mutu pelayanan di Klaster 3 ruang dewasa, pelayanan primer berbasis ILP dengan berusia Ou18 tahun, bersedia menjadi responden, dan mampu berkomunikasi | 60 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Responden Hubungan dinyatakan bermakna apabila menyelesaikan pengisian kuesioner secara nilai p<0,05, sedangkan besarnya pengaruh lengkap dikeluarkan dari penelitian. dinyatakan dalam bentuk Odds Ratio (OR) Instrumen kuesioner terstruktur yang mengukur lima atau Exp(B) dengan 95% Confidence Interval . % CI). dimensi kualitas pelayanan dan kepuasan Penelitian ini telah dilaksanakan Sebelum digunakan, instrumen telah dengan menerapkan prinsip-prinsip etika penelitian yang meliputi penghormatan terhadap 30 responden di UPTD Puskesmas terhadap otonomi responden, kerahasiaan Tanjung Baru yang memiliki karakteristik identitas, asas keadilan, serta prinsip tidak serupa dengan lokasi penelitian. Data primer dikumpulkan melalui pengisian memperoleh penjelasan mengenai tujuan dan prosedur penelitian, kemudian diminta Analisis . on-maleficenc. Sebelum berpartisipasi secara sukarela . nformed bertahap menggunakan perangkat lunak Seluruh data yang diperoleh Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden digunakan untuk kepentingan penelitian. dan distribusi setiap variabel penelitian. Analisis bivariat menggunakan uji Chi- HASIL PENELITIAN square untuk mengetahui hubungan antara Karakteristik Responden masing-masing dimensi kualitas pelayanan Karakteristik responden dianalisis Selanjutnya, secara univariat untuk menggambarkan variabel yang memenuhi kriteria analisis distribusi jenis kelamin, tingkat pendidikan, dimasukkan ke dalam analisis regresi dan tingkat kepuasan pasien peserta JKN logistik berganda menggunakan metode yang memperoleh pelayanan di Klaster 3 Backward Likelihood Ratio (Backward LR) untuk mengidentifikasi faktor yang paling Kemalaraja. Hasil analisis disajikan pada dominan memengaruhi kepuasan pasien. Tabel 1. UPTD Puskesmas | 61 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian . Variabel Jenis Kelamin A Laki-laki A Perempuan Pendidikan A < SMA A Ou SMA Kepuasan Pasien A Tidak puas A Puas Frekuensi . Persentase (%) 30,93 69,07 16,49 83,51 34,02 65,98 Berdasarkan Tabel 1, sebagian besar kesehatan yang diterima di Klaster 3 ruang responden berjenis kelamin perempuan dewasa, sedangkan 33 responden . ,02%) sebanyak 67 orang . ,07%), sedangkan menyatakan tidak puas. responden laki-laki berjumlah 30 orang Hubungan Kualitas Pelayanan dengan . ,93%). Berdasarkan tingkat pendidikan. Kepuasan Pasien mayoritas responden memiliki pendidikan SMA Analisis bivariat dilakukan untuk . ,51%), sementara responden dengan masing dimensi kualitas pelayanan dengan pendidikan di bawah SMA sebanyak 16 kepuasan pasien peserta JKN menggunakan orang . ,49%). Dari aspek kepuasan, uji Chi-square. Hasil analisis disajikan pada Tabel 2. ,98%) Tabel 2. Hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien Variabel Tangibles A Tidak Baik A Baik Reliability A Tidak Baik A Baik Responsiveness A Tidak Baik A Baik Assurance A Tidak Baik A Baik Kepuasan Pasien Tidak Puas Puas n (%) n (%) p-value OR . % CI) 28 . <0. <0. <0. <0. | 62 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Variabel Empathy A Tidak Baik A Baik Total Kepuasan Pasien Tidak Puas Puas n (%) n (%) 27 . Berdasarkan Tabel 2, seluruh dimensi p-value OR . % CI) <0. tidak baik menyatakan tidak puas. Dimensi kualitas pelayanan menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kepuasan pasien . <0,. Pada dimensi tangibles, sebagian (OR=18,528. 95%CI=5,700Ae60,. , besar responden yang menilai kualitas dengan hubungan yang signifikan secara pelayanan baik merasa puas . ,38%), statistik . <0,. sedangkan pada kelompok yang menilai Pada dimensi assurance, responden kualitas pelayanan tidak baik, mayoritas yang menilai pelayanan baik didominasi menyatakan tidak puas . ,22%). Hasil oleh pasien yang merasa puas . ,68%), sedangkan pada kelompok yang menilai signifikan antara dimensi tangibles dengan pelayanan tidak baik, sebagian besar merasa kepuasan pasien . <0,001. OR=15,482. tidak puas . ,36%). Hubungan antara 95%CI=5,146Ae46,. assurance dan kepuasan pasien juga Pada dimensi reliability, sebanyak 90,57% responden yang menilai pelayanan baik merasa puas, sedangkan 63,64% . <0,001. OR=12,441. 95%CI=4,379Ae35,. Sementara itu, pada dimensi empathy, responden yang menilai pelayanan tidak baik menyatakan tidak puas. Hasil uji Chi- memberikan penilaian baik menyatakan square menunjukkan adanya hubungan puas, sedangkan 60,00% responden yang yang signifikan antara reliability dan memberikan penilaian tidak baik merasa kepuasan pasien . <0,001. OR=16,800. tidak puas. Analisis menunjukkan bahwa 95%CI=5,553Ae50,. empathy berhubungan signifikan dengan Pada 92,00% memberikan penilaian baik merasa puas 88,46% kepuasan pasien . <0,001. OR=11,500. 95%CI=4,069Ae32,. Secara keseluruhan, hasil analisis terhadap pelayanan, sedangkan 61,70% responden yang memberikan penilaian | 63 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 hubungan yang signifikan dengan kepuasan dengan metode Backward Likelihood Ratio pasien peserta JKN di Klaster 3 ruang (Backward LR) untuk mengidentifikasi dewasa UPTD Puskesmas Kemalaraja. dimensi kualitas pelayanan yang paling Analisis dominan berhubungan dengan kepuasan Berhubungan dengan Kepuasan Pasien Hasil analisis akhir disajikan pada Faktor Analisis Dominan Tabel 3. menggunakan regresi logistik berganda Tabel 3. Analisis multivariat kepuasan pasien Variabel p-value Exp(B) 95% CI Responsiveness -2,919 <0,001 0,054 0,017Ae0,175 *regresi logistik step 5 Berdasarkan Tabel 3, hanya variabel Semakin tinggi pendidikan responsiveness yang tetap berada dalam seseorang, maka semakin tinggi pula model akhir regresi logistik berganda. Variabel ini berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien . <0,. dengan nilai pelayanan, maupun komunikasi tenaga Exp(B)=0,054 kesehatan (Baros, 2. %CI=0,017Ae0,. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setelah Kepuasan pasien merupakan perasaan membandingkan pelayanan yang diterima merupakan faktor yang paling dominan dengan harapan sebelumnya. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas fasilitas, peserta JKN di Klaster 3 ruang dewasa ketepatan pelayanan, sikap petugas, serta UPTD Puskesmas Kemalaraja. memberikan pelayanan yang profesional. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini secara konsisten Berdasarkan tingkat pendidikan, kualitas pelayanan (SERVQUAL) memiliki pendidikan >SMA sebanyak 81 responden . ,51%). kepuasan pasien pengguna JKN di Klaster 3 Tingkat memengaruhi kemampuan individu dalam memahami serta menilai kualitas pelayanan Kemalaraja. UPTD Dimensi Puskesmas | 64 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 . , yang mencakup fasilitas fisik Dimensi reliability juga terbukti berhubungan dengan kepuasan pasien. <0,001. OR=15,. , sejalan dengan Dalam temuan (Gultom et al. , 2. dan (Putu et didefinisikan sebagai kemampuan penyedia , 2. yang menekankan pentingnya layanan untuk memberikan pelayanan aspek visual dan kenyamanan fisik dalam membentuk persepsi kualitas. Pasien akan merasa puas Dimensi SERVQUAL, apabila pelayanan yang diberikan sesuai signifikan dengan kepuasan pasien karena secara tepat, dan petugas mampu memenuhi lingkungan, kelengkapan sarana, serta janji pelayanan yang telah ditetapkan. penampilan petugas menjadi indikator awal Sebaliknya, yang digunakan pasien untuk menilai mutu Menurut teori SERVQUAL, menurunkan kepercayaan pasien terhadap bukti fisik berfungsi sebagai representasi fasilitas kesehatan (MaAorifat dan Suraharta, kualitas layanan yang tidak berwujud sehingga dapat memengaruhi persepsi dan Aspek kepercayaan pasien terhadap pelayanan . , yang diberikan (Divya et al. , 2. Oleh karena itu, fasilitas yang nyaman dan memadai akan meningkatkan keyakinan . <0,001. OR=18,. yang memengaruhi pasien bahwa pelayanan yang diterima kepuasan pasien, didukung oleh (Mashita et berkualitas baik. , 2. yang menyoroti dampak positif Demikian . , respons cepat terhadap persepsi pasien. Berdasarkan SERVQUAL, kemampuan petugas dalam memberikan responsiveness menggambarkan kesediaan pelayanan yang akurat dan konsisten, dan kemampuan petugas dalam membantu pelanggan serta memberikan pelayanan . <0,001. OR=16,. , mengkonfirmasi secara cepat dan tepat. Pada pelayanan studi (Dewi et al. , 2025. Tumiwa & Musak, 2. mengenai peran krusial konsistensi mengharapkan waktu tunggu yang singkat, kemudahan memperoleh informasi, serta | 65 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 respons yang cepat terhadap kebutuhan dan diperlakukan secara personal akan memiliki keluhan mereka (Pangaribuan et al. , 2. Oleh karena itu, semakin baik daya tanggap petugas, semakin tinggi tingkat kepuasan meningkatkan kepuasan mereka (Solikha et pasien yang dirasakan. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa Selanjutnya, jaminan . , selain aspek teknis pelayanan, kualitas yang berkaitan dengan kompetensi dan interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien memiliki hubungan signifikan . <0,001. membentuk kepuasan pasien. OR=12,. , sesuai dengan pandangan Secara keseluruhan, temuan ini (Nawawi et al. , 2. tentang pentingnya menegaskan bahwa peningkatan kualitas rasa aman dan kepercayaan. Menurut teori pada setiap dimensi SERVQUAL akan SERVQUAL, assurance berperan dalam berkontribusi pada peningkatan kepuasan mengurangi ketidakpastian pasien selama pasien, dengan daya tanggap menjadi menerima pelayanan kesehatan. Pasien prioritas utama dalam konteks pelayanan yang percaya terhadap kemampuan tenaga kesehatan primer. kesehatan cenderung merasa lebih nyaman Pemodelan regresi logistik pada dan puas terhadap pelayanan yang diterima (Guan et al. , 2. mengidentifikasi faktor kualitas pelayanan Terakhir, empati . , yang yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien pengguna JKN di Klaster 3 individual terhadap pasien, menunjukkan Dewasa UPTD Puskesmas Kemalaraja. <0,001. Tahap awal analisis diawali dengan uji OR=11,. bivariat menggunakan Chi-Square untuk (Ramdhini & Satya, 2. tentang peran menilai hubungan masing-masing dimensi komunikasi dan perhatian personal dalam meningkatkan kenyamanan pasien Dalam Hasil analisis menunjukkan bahwa SERVQUAL, seluruh variabel independen yang terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, memahami kebutuhan setiap pasien. Pasien hubungan yang signifikan dengan kepuasan yang merasa didengarkan, dihargai, dan pasien . <0,. , sehingga seluruh variabel | 66 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam model regresi logistik berganda. Responsiveness Selanjutnya sebagai kemampuan tenaga kesehatan Backward untuk memberikan pelayanan yang cepat. Likelihood Ratio (Backward LR), yaitu tepat, tanggap, dan responsif terhadap dengan memasukkan seluruh variabel ke kebutuhan pasien selama proses pelayanan. dalam model awal kemudian mengeluarkan Konsep ini, yang juga ditekankan dalam variabel yang memiliki kontribusi paling kecil secara bertahap hingga diperoleh kesediaan staf untuk membantu pasien model terbaik. dengan cepat, memberikan informasi yang Hasil jelas, dan menangani keluhan secara efektif. berganda menunjukkan bahwa variabel Kecepatan pelayanan, waktu tunggu yang responsiveness memiliki nilai p<0,001, singkat, kesigapan petugas, dan kemudahan yang berarti terdapat hubungan yang akses merupakan aspek-aspek yang sangat signifikan secara statistik antara daya diperhatikan pasien, terutama di fasilitas tanggap petugas dan kepuasan pasien. Nilai pelayanan kesehatan tingkat pertama, dan Exp(B) sebesar 0,054 dengan 95%CI 0,017Ae0,175 persepsi positif terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan. Temuan ini konsisten pembanding memiliki odds sebesar 0,054 dengan penelitian sebelumnya oleh (Maria Nafrida Ampu, 2020. Mashita et al. , 2. dibandingkan kelompok referensi. Dengan yang juga menyoroti dampak signifikan kata lain, terdapat penurunan odds sebesar responsiveness terhadap kepuasan pasien. SERVQUAL 94,6% . Oe0,054 = 0,. pada kelompok Penelitian Selain itu, interval kepercayaan menunjukkan bahwa hubungan tersebut Oleh stabil dan signifikan secara statistik. Hasil menyarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan pada cakupan fasilitas kesehatan responsiveness merupakan prediktor yang yang lebih luas dengan jumlah sampel yang kuat terhadap kepuasan pasien setelah lebih besar serta menambahkan variabel dikontrol oleh variabel kualitas pelayanan lain yang dapat memengaruhi kepuasan | 67 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pasien seperti waktu tunggu pelayanan, penguatan daya tanggap petugas, tanpa mengabaikan perbaikan aspek bukti fisik, penyakit pasien, dan faktor sosial ekonomi. keandalan, jaminan, dan empati, sehingga KESIMPULAN berorientasi pada kebutuhan pasien dapat Penelitian ini menunjukkan bahwa terwujud secara optimal. seluruh dimensi kualitas pelayanan, yaitu . , . SARAN . aya Puskesmas Kemalaraja empathy . , memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Klaster 3 ruang dewasa UPTD Puskesmas Upaya tersebut dapat dilakukan melalui Kemalaraja. Temuan bahwa kualitas pelayanan yang baik pada pengurangan waktu tunggu, penguatan setiap dimensi SERVQUAL berkontribusi komunikasi yang efektif, serta peningkatan terhadap meningkatnya kepuasan pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan merespons kebutuhan dan keluhan pasien Hasil dimensi tangibles, reliability, assurance, merupakan faktor yang paling dominan dan empathy juga perlu dilakukan secara berhubungan dengan kepuasan pasien. Kecepatan, kesigapan, dan kemampuan menyeluruh dalam implementasi Integrasi Meskipun kebutuhan pasien menjadi aspek yang Layanan Primer (ILP). paling menentukan terbentuknya kepuasan Penelitian untuk melibatkan cakupan wilayah yang lebih luas dengan jumlah responden yang peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas lebih besar sehingga hasil penelitian Kemalaraja memiliki daya generalisasi yang lebih baik. Oleh | 68 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Selain itu, penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kepuasan pasien, seperti methods untuk memperoleh pemahaman waktu tunggu pelayanan, kemudahan akses yang lebih komprehensif mengenai faktor- layanan, karakteristik penyakit, status sosial faktor yang memengaruhi kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan primer. DAFTAR PUSTAKA