Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. https://doi. org/10. 35877/panrannuangku4358 ISSN: 2798-1096 . Optimalisasi Peran Mahasiswa KKN dalam Mendukung Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal Hastutya,*. Ruslib. Ansari Saleh Ahmarb. Abdul Rahmanb, & Andika Saputrab Universitas Muhammadiyah Parepare. Parepare. South Sulawesi. Indonesia Universitas Negeri Makassar. South Sulawesi. Indonesia Abstract Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang berfungsi menjembatani ilmu pengetahuan perguruan tinggi dengan realitas kehidupan masyarakat, khususnya di desa, serta menjadi strategi penting dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Artikel ini membahas upaya optimalisasi peran mahasiswa KKN di Kelurahan Lemoe. Kecamatan Bacukiki. Kota Parepare, dengan fokus pada pemanfaatan potensi lokal. Pelaksanaan KKN dimulai dengan tahap observasi, dilanjutkan dengan presentasi di hadapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), aparat kelurahan, dan tokoh Program kerja mahasiswa difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, digitalisasi desa melalui pengembangan Website Kelurahan Lemoe. Kedua, pengembangan produk lokal, berupa inovasi olahan daun kelor menjadi Snack Bar Bergizi serta pemanfaatan jambu mete, menjadi Selai Jambu Mete. Ketiga, program kemasyarakatan, mencakup sosialisasi AuLingkungan Sekolah Sehat Bebas PerundunganAy, seminar hukum bertema AuKenali dan Identifikasi TanahmuAy, serta berbagai kegiatan sosial seperti senam bersama dan partisipasi dalam perayaan 17 Agustus. Hasil dari pelaksanaan KKN ini memberikan kontribusi nyata berupa peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dan masyarakat, serta melahirkan produk bernilai ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan adanya dukungan penuh dari aparat kelurahan serta partisipasi aktif masyarakat. KKN berfungsi sebagai sarana pengabdian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing desa berbasis sumber daya yang Keywords: KKN. Pembangunan Desa. Potensi Lokal. Kelurahan Lemoe. Jambu Mete. Daun Kelor. Pendahuluan* Pembangunan desa merupakan salah satu agenda prioritas nasional dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa memiliki peran strategis sebagai basis ekonomi, sosial, dan budaya yang menopang ketahanan bangsa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar desa di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan akses teknologi, lemahnya pengelolaan potensi lokal, serta minimnya inovasi dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang terintegrasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. (Endah, 2. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana strategis untuk menjembatani ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi dengan kondisi riil di desa. Dalam perannya sebagai agen perubahan, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga diharapkan aktif dalam menggali, mengelola, serta mengembangkan potensi lokal desa. Potensi tersebut dapat mencakup sumber daya alam, kearifan lokal, tradisi budaya, maupun produk unggulan desa yang memiliki daya saing apabila dikelola secara maksimal. (Aji Dwiansyah, 2. Pemaksimalan kontribusi mahasiswa KKN dalam pembangunan desa berbasis potensi lokal menjadi semakin penting di era modern. Mahasiswa mampu membawa berbagai terobosan, mulai dari pemanfaatan teknologi, pengembangan pendidikan, ekonomi kreatif, hingga program pemberdayaan masyarakat. Contohnya dapat diwujudkan melalui Corresponding author: E-mail address: hastuty. rusli@gmail. Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat is licensed under an Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Hastuty et. al | Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025, 5. : 155Ae161 digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) desa, pengembangan pariwisata yang mengedepankan budaya lokal, peningkatan literasi warga, maupun penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Strategi ini tidak hanya memberi dampak positif bagi masyarakat desa, tetapi juga memperluas wawasan serta pengalaman belajar mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam penyelesaian persoalan nyata di lapangan. (Rohmat Hidayat, 2. Lebih jauh, penguatan peran mahasiswa KKN merupakan langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dengan desa. Perguruan tinggi berperan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inovasi, sedangkan desa menjadi wadah penerapan sekaligus pengujian konteks nyata dari ilmu tersebut. Oleh karena itu, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya dilihat dari hasil langsung yang dicapai, tetapi juga dari dampak berkelanjutan berupa peningkatan kemandirian desa serta penguatan daya saing berbasis potensi lokal. (Syardiansah, 2. Dalam upaya pemberdayaan, sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil memegang peranan krusial. Keterlibatan berbagai pihak mampu menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan kapasitas baik bagi aparat desa maupun masyarakat luas. Dalam hal ini, mahasiswa KKN berperan sebagai penghubung antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan cara memfasilitasi kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan yang relevan sesuai kebutuhan masyarakat. (Rusli, 2. Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan guna menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di lokasi penempatan. Salah satu aspek krusial dalam kegiatan KKN adalah penyusunan program kerja yang terencana dengan baik. Program kerja tersebut mencakup serangkaian aktivitas yang dijalankan sepanjang periode KKN. Perencanaan yang matang akan menghasilkan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Agar efektif, program kerja harus selaras dengan kebutuhan warga, berorientasi pada keberlanjutan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapannya. (Nugroho, 2. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana optimalisasi peran mahasiswa KKN dapat mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memperkuat model KKN sebagai instrumen pengabdian masyarakat yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Metode Artikel ini menguraikan tentang optimalisasi peran mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal pada kelurahan Lemoe. Kecamatan Bacukiki. Kota Parepare. Provinsi Sulawesi Selatan. Uraian ini diawali dengan mengungkapkan sekilas tentang . sejarah singkat kelurahan Lemoe, . keadaan geografis, ekonomi, sosial dan budaya kelurahan lemoe. Sejarah Singkat Kelurahan Lemoae Kelurahan Lemoe merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Bacukiki. Kota Parepare. Provinsi Sulawesi Selatan. Nama Lemoe diyakini berasal dari keberadaan pohon jambu mete . nacardium occidental. yang sejak lama tumbuh subur dan banyak dibudidayakan masyarakat di daerah ini. Jambu mete tidak hanya menjadi tanaman perkebunan khas, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Lemoe. Pada masa dahulu, wilayah Lemoe dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan dengan lahan yang cukup luas dan subur. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil perkebunan, terutama jambu mete, disamping tanaman pangan dan sayuran. Hasil panen jambu mete kemudian diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti selai jambu mete, yang hingga kini menjadi salah satu ciri khas UMKM local. Seiring waktu. Lemoe ditetapkan menjadi salah satu kelurahan di Kecamatan Bacukiki. Pembangunan infrastruktur, fasilitas pendidikan, dan layanan publik terus meningkat, sehingga wilayah ini tidak hanya dikenal sebagai kawasan agraris tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat Hastuty et. al | Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025, 5. : 155Ae161 Keadaan Geografis. Ekonomi. Sosial, dan Budaya Kelurahan Lemoe Kelurahan Lemoe terletak di wilayah Kecamatan Bacukiki. Kota Parepare. Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah ini berada di dataran dengan ketinggian sedang, serta memiliki kondisi tanah yang relatif subur sehingga cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan, khususnya tanaman jambu mete yang menjadi ciri khas. Iklim di Kelurahan Lemoe termasuk iklim tropis dengan musim hujan dan kemarau yang mempengaruhi pola tanam masyarakat. Mata pencaharian masyarakat Kelurahan Lemoe pada umumnya masih didominasi oleh sektor pertanian dan Kondisi geografis dengan lahan yang cukup subur memungkinkan masyarakat menggantungkan hidup dari hasil bumi, terutama tanaman jambu mete yang sejak lama menjadi komoditas unggulan wilayah ini. Pola penggunaan tanah umumnya digunakan sebagai lahan persawahan, perkebunan . ayuran, jagung, dl. dengan skala panen musiman. Prosedur pelaksanaan Pelaksanaan KKN pada Kelurahan Lemoe, dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Observasi: observasi dilakukan selama 1 . minggu untuk mengetahui potensi masyarakat kelurahan Lemoe. Perancangan Program kerja: Hasil observasi dirumuskan kegiatan yang akan dilakukan pada kelurahan Lemoe dalam bentuk program kerja . Seminar Program Kerja: Program Kerja yang telash dirumuskan di seminarkan di depan DPL, kepala Kelurahan dan staffnya, serta tokoh masyarakat sebagai perwakilan masyarakat, untuk mendapatkan masukan dan pengesahan program kerja yang telah disepakati. Pelaksanaan Program kerja: Program kerja yang telah disetujui, selanjutnya di laksanakan selama mahasiswa melakukan KKN. Hasil dan Pembahasan Berbagai ragam dan corak kegiatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa KKN untuk mengoptimalkan peran mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Pada tulisan ini peran mahasiswa KKN yang diuraikan pada desa Lemoe meliputi: Pengembangan Website Kelurahan Website kelurahan merupakan sekumpulan halaman digital yang saling terhubung dan dapat diakses melalui internet dengan menggunakan alamat (URL/domai. Halaman-halaman ini biasanya berisi teks, gambar, video, audio, maupun layanan interaktif. Website kelurahan Lemoe yang dikembangkan dapat diakses para url: https://kelurahanlemoe. Website kelurahan Lemoe saat ini berisi fitur atau halaman (Gambar . Berita atau artikel, . Identitas kelurahan, . Aparatur kelurahan, . Statistik Wilayah, . Galeri Foto, . Lapak kelurahan, . Peta Kelurahan, . Arsip, . Ruang lapor, . Layanan Mandiri. Pengolahan Produk Lokal Kelurahan Lemoe Kelurahan Lemoe memiliki beragam potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM, antara lain . Snack Bar Daun Kelor dan . Selai Jambu Mete. Snack Bar Daun Kelor dibuat dari daun kelor yang mudah ditemui dan melimpah di wilayah ini, sedangkan Selai Jambu Mete berasal dari olahan buah jambu mete yang juga banyak tersedia di wilayah ini. Hastuty et. al | Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025, 5. : 155Ae161 Pengolahan Daun Kelor sebagai Snack Bar Daun kelor dikenal sebagai miracle tree karena kaya akan nutrisi penting, mulai dari vitamin, protein, zat besi hingga Melalui pengolahan yang sederhana namun inovatif, daun kelor dapat dipadukan dengan sereal, kacangkacangan, dan madu untuk menghasilkan snack bar sehat. Camilan ini menjadi alternatif praktis bagi pelajar, pekerja, maupun masyarakat modern yang membutuhkan asupan energi cepat sekaligus bergizi. Gambar 1. Tampilan Halaman Utama Website Kelurahan Lemoe menyimpan potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya ialah daun kelor, tanaman yang telah lama dikenal kaya nutrisi dan berkhasiat bagi kesehatan. Kandungan vitamin, mineral, protein, dan antioksidan yang dimilikinya menjadikan daun kelor sebagai bahan pangan unggulan yang patut diolah menjadi beragam produk inovatif. Masyarakat Lemoe menghadirkan inovasi berupa pengolahan daun kelor menjadi snack bar bergizi. Proses produksinya diawali dengan pengeringan daun kelor, lalu diolah menjadi bubuk atau dicampurkan langsung dengan bahan utama seperti tepung, kacang-kacangan, biji-bijian, dan madu. Dari pengolahan tersebut tercipta camilan praktis dengan rasa yang enak serta kaya akan nutrisi. Snack bar daun kelor tidak hanya berfungsi sebagai camilan sehat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. Dengan kemasan yang menarik serta strategi pemasaran yang tepat, produk ini berpeluang bersaing dengan berbagai jenis camilan modern di pasaran. Selain itu, kehadiran snack bar daun kelor turut mendorong perkembangan UMKM di Kelurahan Lemoe, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Gambar 2. Daun Kelor Bahan Utama Snack Bar Daun Kelor Hastuty et. al | Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025, 5. : 155Ae161 Pengolahan Buah Jambu Mete sebagai Selai Tidak hanya bijinya yang terkenal, daging buah jambu mete juga menyimpan manfaat yang besar. Ketika diolah menjadi selai, buah ini menawarkan rasa manis segar yang khas dan berbeda. Selai jambu mete cocok disajikan bersama roti, dijadikan pelengkap kue, atau sebagai camilan sehat keluarga. Selain menambah keragaman produk pangan lokal, selai ini juga memiliki peluang nilai jual yang tinggi jika dikemas dengan baik dan menarik. Selama ini jambu mete lebih populer karena bijinya yang diolah menjadi kacang mete bernilai ekonomi tinggi. Akan tetapi, bagian buahnya kerap terabaikan dan bahkan dianggap sebagai limbah, padahal daging buah jambu mete memiliki cita rasa segar asam-manis serta kaya vitamin C. Salah satu bentuk inovasi pemanfaatan buah ini adalah mengolahnya menjadi selai. Mengolah buah jambu mete menjadi selai mampu memberikan nilai tambah sekaligus memanfaatkan buah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Selai ini memiliki cita rasa khas yang berbeda dari selai buah lain seperti stroberi atau nanas. Dengan tekstur lembut serta kombinasi rasa manis dan asam yang unik, selai jambu mete sangat cocok digunakan sebagai olesan roti, isian kue, maupun campuran minuman. Secara ekonomi, selai jambu mete memiliki peluang besar menjadi produk unggulan UMKM karena bahan bakunya melimpah di daerah penghasilnya. Dengan kemasan modern dan label yang menarik, produk ini tidak hanya berpotensi diminati di pasar lokal, tetapi juga dapat merambah pasar regional bahkan ekspor. Diversifikasi olahan jambu mete ini sekaligus membantu petani meningkatkan pendapatan, mengurangi limbah buah, serta mengenalkan cita rasa khas daerah kepada konsumen yang lebih luas. Dari sisi kesehatan, selai jambu mete mengandung vitamin C, antioksidan, dan serat yang berperan penting dalam meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan kulit, serta mendukung fungsi pencernaan. Apabila diproduksi tanpa tambahan bahan pengawet berbahaya, selai ini dapat menjadi pilihan pangan sehat yang aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Dengan keunggulan tersebut, pengembangan selai jambu mete memiliki prospek besar tidak hanya dari aspek gizi, tetapi juga dari segi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Gambar 3. Buah Jambu Mete Bahan Utama Selai Jambu Mete Gambar 4. Produk Selai Jambu Mete Hastuty et. al | Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025, 5. : 155Ae161 Program Kemasyarakatan Lainnya Sosialisasi tentang Lingkungan Sekolah Sehat Bebas Perundungan Program Pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi di SD 76 dan SMP 7 Parepare. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan, sekaligus menanamkan sikap saling menghargai antar teman. Selain itu, sosialisasi juga difokuskan pada peningkatan kesadaran mengenai pola makan sehat dan bergizi, agar siswa terbiasa memilih makanan yang baik untuk pertumbuhan, mengurangi kebiasaan jajan sembarangan, serta mendukung gaya hidup sehat sejak dini. Selain itu, mahasiswa KKN juga melaksanakan program Pendidikan berupa seminar hukum dengan tema AuKenali dan Identifikasi TanahmuAy. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan sertifikat tanah serta prosedur administrasi yang benar. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait berbagai persoalan pertanahan di lingkungan mereka. Gambar 5. Peserta Sosialisasi Lingkungan Sekolah Sehat, bebas Perundungan Aneka Ragam Kegiatan Selain kegiatan yang telah disebutkan sebelumnya, mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XXVII Tahun 2025 juga melaksanakan berbagai kegiatan lain, antara lain: . senam bersama warga, . pembuatan plang penunjuk arah tempat wisata, . jalan santai bersama masyarakat, . partisipasi dalam perayaan 17 Agustusan, . gotong royong bersama warga, . pelatihan siswa untuk lomba gerak jalan, serta sejumlah aktivitas pendukung lainnya. Gambar 6. Setelah Upacara 17 Agustus dan Senam Hastuty et. al | Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025, 5. : 155Ae161 Kesimpulan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat. Sasaran pelaksanaan KKN dapat meliputi komunitas pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah, kelompok industri, maupun kelompok sosial lain yang dinilai relevan. Kegiatan KKN diawali dengan tahap observasi selama kurang lebih satu minggu, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rancangan program kerja. Rancangan tersebut diseminarkan di hadapan dosen pembimbing lapangan (DPL), aparat kelurahan/desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Setelah memperoleh persetujuan, program kerja tersebut disahkan sebagai agenda resmi mahasiswa yang dilaksanakan sepanjang periode KKN. Adapun program kerja mahasiswa KKN di Kelurahan Lemoe. Kecamatan Bacukiki. Kota Parepare antara lain meliputi digitalisasi desa melalui pengembangan website kelurahan berbasis OpenSID. program pendidikan berupa sosialisasi dan pengenalan makanan sehat dan bergizi, serta pemutaran tontonan edukatif tentang pencegahan pelatihan teknisi web kelurahan. seminar hukum bertajuk AuKenali dan Identifikasi TanahmuAy. pembuatan papan penunjuk arah wisata dan rumah RW. promosi produk UMKM berbasis hasil pangan lokal. kegiatan olahraga bersama masyarakat. serta partisipasi dalam perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Keberhasilan program kerja ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya antusiasme masyarakat, peran aparat kelurahan yang dipimpin oleh ibu lurah, serta tersedianya fasilitas dan sarana prasarana yang memadai, sehingga seluruh agenda KKN dapat terlaksana sesuai harapan. Acknowledgements Penulis menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare beserta seluruh jajaran, serta Ketua LPMU Muhammadiyah Parepare dan timnya, atas kesempatan yang diberikan untuk berperan sebagai DPL KKN Angkatan XXVII di Kelurahan Lemoe. Bacukiki. Parepare. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Ibu Lurah Lemoe bersama jajaran aparat kelurahan atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada masyarakat dan sekolah mitra yang telah berpartisipasi aktif serta memberikan kontribusi berharga dalam pelaksanaan KKN ini. Pada akhirnya, penulis berterima kasih kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, atas bantuan, saran, dan masukan yang sangat berarti dalam penyempurnaan artikel ini. References