MALLOMO: Journal of Community Service https://jurnal. id/mallomo/index Vol 5. No, 2. Juni 2025, pp 538-547 ISSN: 2774-7220 . Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Sumber Daya Alam Sekitar di Desa Galung Lombok. Kabupaten Polewali Mandar Ihsan Arham*1. Niken Nur Kasim1. Dian Utami Zainuddin1. Elkawakib SyamAoun2. Ade Rosmana3. Sylvia Sjam3. Sri Sukmawati1. Nurul Wirid Annisa1. Elsa Sulastri1. Asia Arifin1 1 Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian dan Kehutanan. Universitas Sulawesi Barat Email: ihsanarham@unsulbar. 2 Agronomi. Universitas Hasanuddin 3 Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Universitas Hasanuddin Artikel info Keywords: Pupuk organik. limbah pertanian. sumber daya alam. Polewali Mandar Abstract. Processing organic waste around agricultural land can be a bridge between the negative impact of agricultural waste and the need for nutrients in farming. The training activity for making organic fertilizer based on local natural resources was held on 4 - 5 November 2025, in Paluppung Hamlet. Galung Lombok Village. Tinambung District. Polewali Mandar Regency. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of target partners in making compost through the use of local natural resources. The activity method is carried out in stages . Identification of Local Resources. Socialization and Education. Technical Training on Compost Making. Independent Practice and Assistance. Monitoring and Evaluation. The evaluation results showed that there was a significant increase in knowledge about organic fertilizer Abstrak. Pengolahan limbah organik yang berada pada sekitar lahan pertanian dapat menjadi jembatan antara dampak negatif dari limbah pertanian dengan kebutuhan unsur hara pada usaha tani. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis sumber daya alam lokal ini terselenggara pada tanggal 4 Ae 5 November 2025, di Dusun Paluppung. Desa Galung Lombok. Kecamatan Tinambung. Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk kompos melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan . Identifikasi Sumber Daya Lokal. Sosialisasi dan Edukasi. Pelatihan Teknis Pembuatan Kompos. Praktik Mandiri dan Pendampingan. Monitoring dan Evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan pupuk organik secara signifikan. Coresponden author: Email: ihsanarham@unsulbar. artikel dengan akses terbuka di bawah lisensi CC BY -4. 539 | MALLOMO: Journal of Community Service PENDAHULUAN Desa Galung Lombok merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tinambung. Kabupaten Polewali Mandar. Provinsi Sulawesi Barat. Jumlah penduduk Desa Galung Lombok sebanyak 2456 jiwa pada tahun 2023, dimana 59. 33% kepala keluarga memiliki sumber penghasilan utama dari sektor pertanian. 44% lahan di Desa Galung Lombok dimanfaatkan untuk sektor perkebunan dan pengembangan komoditi pangan dan hortikultura. Jenis komoditi yang banyak dikembangkan di Desa Galung Lombok adalah bawang merah, padi, jagung, ubi kayu, kacang tanah, kedelai, cabai, pisang, kelapa, kakao. Pada sektor peternakan, masyarakat Desa Galung Lombok mengembangkan peternakan sederhana seperti ternak sapi, kambing, dan ayam kampung (BPS, 2. Aktifitas pertanian membutuhkan unsur hara yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Triadiawarman. Aryanto, & Krisbiyantoro, 2. Namun, di sisi lain aktifitas pertanian juga menghasilkan limbah sebagai akibat dari pengelolaan lahan, perawatan tanaman, dan pemanenan (Fitri & Hamdi, 2. Limbah yang dihasilkan dari pertanian di Desa Galung Lombok belum dikelola dengan optimal. Saat ini, sebagian besar petani hanya mengelola limbah tersebut dengan menumpuk dan membakarnya di sekitar lahan. Padahal, pembakaran limbah organik di lahan pertanian justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas lahan pertanian (Elly Daru Ika Wilujeng. Nirmala Kusumaningtyas. Lutfi Alwi. Rosyadi Adnan, & Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember, 2023. Rozci, 2. , bahkan menghasilkan metan yang secara teoritis berkontribusi sebesar 15% pada pemanasan global (Fitri & Hamdi, 2024. Rozci, 2. Oleh karena itu, perlu sebuah solusi yang mampu menjembatani antara kebutuhan unsur hara tanaman dengan upaya meminimalkan dampak negatif dari limbah pertanian. Salah satu upaya pengelolaan limbah organik adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk organik seperti kompos. Pupuk kompos adalah produk organik yang dibuat dari material organik yang membusuk atau terfermentasi (Stehouwer et al. , 2. Pengomposan merupakan proses penguraian limbah organik yang menghasilkan pupuk yang kaya nutrisi. Pengomposan bahan organik dari limbah pertanian dan lingkungan pedesaan menawarkan manfaat yang signifikan untuk perbaikan kualitas lahan pertanian (Taneja et al. , 2. Peningkatan kualitas tersebut seiring dengan meningkatnya kesuburan dan struktur tanah sambil menyediakan metode berkelanjutan untuk pengelolaan limbah (Jeong et al. , 2. Produk akhir dari proses ini berperan penting dalam meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas tanaman. Pengomposan sangat relevan diterapkan di wilayah pedesaan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pupuk kimia. Sama halnya dengan kondisi di Desa Galung Lombok. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar lahan pertanian, pengolahan limbah ini menyebabkan limbah tersebut hanya berfungsi sebagai barang buangan yang berpotensi mencemari lingkungan. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pembuatan kompos telah banyak dilakukan di berbagai tempat (Aini et al. , 2025. Asriadi. Firmansyah, & Husain, 2024. Azmin. Irfan. Nasir. Hartati, & Nurbayan, 2022. Dahliana et al. , 2022. Damiri. Atika. Sodiah, & Ramadhani, 2023. Elly Daru Ika Wilujeng et al. , 2023. Ramlawati. Hilmi. Ramadhan. Riskianti, & Salsabilah, 2025. Yudha. Ningsih. Manasik, & Febriani, 2. Pelatihan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola sampah organik, terutama limbah rumah tangga dan pertanian, menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan. Kegiatan ini biasanya melibatkan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, demonstrasi, hingga praktik langsung, dengan memanfaatkan bahan-bahan 540 | MALLOMO: Journal of Community Service seperti sisa sayur, buah, daun-daunan, kotoran ternak (Aini et al. , 2. , dan aktivator mikroorganisme (EM. (Asriadi et al. , 2024. Dahliana et al. , 2022. Damiri et al. , 2. Dengan pendekatan ini, masyarakat diajarkan untuk melihat limbah organik, yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, sebagai sumber daya yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas hasil pertanian (Asriadi et al. , 2024. Ramlawati et al. , 2025. Sekaringgalih. Rachmah. Susanti. AAoyun, & Ansori, 2023. Yudha et al. , 2. Selain itu, metode pelatihan yang mencakup ceramah, diskusi, dan praktik langsung memungkinkan peserta memahami proses pengomposan secara menyeluruh, sehingga memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah. Manfaat dari pelatihan ini tidak hanya terbatas pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup aspek sosial dan lingkungan yang lebih luas. Dengan memahami cara membuat pupuk kompos secara mandiri, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, mengurangi volume sampah organik, dan mencegah pencemaran lingkungan (Arham. Sjaf, & Darusman, 2019. Damiri et al. , 2023. Ramlawati et al. , 2. Pada beberapa kasus, pelatihan pembuatan pupuk organik menunjukkan bahwa peserta umumnya memiliki antusiasme tinggi dan mampu memproduksi kompos secara mandiri, yang membuka peluang usaha baru serta mendukung pertanian berkelanjutan di pedesaan (Aini et al. , 2025. Azmin et al. , 2022. Ramlawati et al. , 2. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendorong kesadaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi desa melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka upaya peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat petani di Desa Galung Lombok perlu untuk dilakukan. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani (Pokta. Abadi dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni, masing-masing beralamatkan di Dusun Paluppung. Desa Galung Lombok. Kecamatan Tinambung. Kabupaten Polewali Mandar. Poktan Abadi beranggotakan 27 orang yang aktif melakukan budidaya tanaman hortikultura seperti bawang merah, tomat, dan cabai. Sedangkan. KWT Seruni beranggotakan 25 orang yang aktif memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan budidaya tanaman sayur seperti sawi, kangkung, bayam, dan pare. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk organik melalui pemanfaatan sumberdaya alam Melalui kegiatan ini, para mitra sasaran diharapkan dapat mengetahui cara memproduksi, memanfaatkan, dan memasarkan pupuk organik kompos. Sehingga, kelak mitra sasaran dapat mengelola limbah pertanian, dan mandiri dalam penyediaan pupuk yang dapat menunjang kebutuhan mereka dalam usaha tani serta menjadi peluang usaha baru. Metode Metode pelaksanaan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis dan praktis kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik yang berasal dari lingkungan sekitar mitra sasaran melalui pembuatan kompos. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif, dengan mengedepankan keterlibatan langsung peserta dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi hasil. 541 | MALLOMO: Journal of Community Service Identifikasi Sumber Daya Lokal Proses ini dilakukan melalui observasi langsung dan diskusi kelompok kecil . mall group discussio. bersama beberapa anggota mitra sasaran untuk menggali potensi sumber daya lokal. Hasil observasi tim pelaksana menjadi rujukan diskusi tersebut, kemudian divalidasi oleh mitra sasaran. Kriteria yang digunakan adalah jumlah dan pemanfaatan. Limbah pertanian tersebut akan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan pupuk organik. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa banyak bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki nilai ekonomis dan ekologi jika dikelola dengan baik. Sosialisasi dan Edukasi Tahap awal pelatihan diawali dengan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan bahan organik sebagai salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan pangan. Penyuluhan ini mencakup pemahaman tentang konsep dasar kompos, jenis-jenis bahan pembuatan pupuk organik dan kandungannya, manfaat kompos bagi tanah dan tanaman, dan teknik pembuatan kompos. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai dampak negatif sampah organik yang tidak terkelola dengan baik terhadap lingkungan, termasuk pencemaran tanah dan air. Pelatihan Teknis Pembuatan Kompos Selanjutnya, peserta dilibatkan dalam sesi praktik langsung untuk mempelajari teknik-teknik dasar pembuatan kompos. Pelatihan ini meliputi beberapa tahapan penting, yaitu pencacahan bahan organik untuk mempercepat dekomposisi, pencampuran bahan, serta pengelolaan kelembaban dan aerasi untuk mencegah pembusukan anaerob. Dalam pelaksanaan ini, peserta juga diperkenalkan pada teknologi berupa mesin pencacah, dan perangkat biodekomposer. Praktik Mandiri dan Pendampingan Agar peserta dapat lebih memahami dan menguasai teknik yang telah diajarkan, mereka diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara mandiri pembuatan kompos di lingkungan masing-masing. Proses ini dipantau secara berkala oleh tim pelatih untuk memastikan setiap langkah dilakukan dengan Selain itu, dibentuk kelompok kerja untuk memperkuat jaringan antar peserta, sehingga mereka dapat saling berbagi pengalaman dan menemukan solusi atas berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama proses fermentasi. Monitoring dan Evaluasi Sebagai langkah akhir, dilakukan evaluasi terhadap peningkatan kapasitas pengetahuan mitra sasaran menggunakan pendekatan pre-test dan post-test yang diukur secara kuantitatif. Hasil evaluasi ini tidak hanya digunakan untuk menilai efektivitas pelatihan, tetapi juga sebagai umpan balik untuk memperbaiki metode pengajaran di masa mendatang. Sedangkan monitoring, dilakukan dengan memantau perkembangan pupuk organik yang telah diproduksi secara berkala. Hasil Dan Pembahasan Identifikasi sumber daya alam lokal melalui observasi dan small group discussion menghasilkan kesimpulan bahwa bahan baku yang dapat digunakan adalah daun kelapa (Cocos nucifera L), daun gamal (Gliricidia sepiu. , dan tanaman angguni (Chromolaena odonatan L) (Gambar . Tanaman kelapa banyak tersedia di lahan perkebunan dan sekitar pemukiman mitra sasaran. Limbah dihasilkan dari proses pemanenan dan proses alamiah tanaman kelapa, dimana pelepah kelapa yang kering 542 | MALLOMO: Journal of Community Service rontok dari pohonnya. Tanaman gamal di Desa Galung Lombok banyak tersedia dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jumlahnya yang banyak dan tangkai daun dan rantingnya tergolong sebagai limbah yang berasal dari sisa pemberian pakan ternak. Sedangkan tanaman kirinyuh merupakan tanaman gulma yang tumbuh melimpah pada lahan yang tidak dimanfaatkan atau terbengkalai. Gambar 1. Bahan pupuk organik terpilih . daun kelapa . daun gamal . daun angguni Proses alih pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui rangkaian sosialisasi, penyajian materi ajar, pelatihan teknis, dan praktik mandiri. Seluruh rangkaian kegiatan selanjutnya diikuti oleh 50 orang yang berasal dari anggota Poktan Abadi dan KWT Seruni. Para peserta yang hadir disuguhi dengan penyajian materi menggunakan media presentasi dalam empat sesi (Gambar . Topik yang disampaikan adalah dasar-dasar pemanfaatan kompos untuk pertanian, jenis-jenis bahan pembuatan pupuk organik dan kandungannya, teknik pembuatan kompos, dan pemutaran video testimoni petani pengguna kompos. Para peserta menyimak materi dengan seksama dan diberikan kesempatan untuk bertanya demi kejelasan materi. Gambar 2. Situasi kegiatan sosialisasi dan edukasi . penyajian materi . peserta menyimak materi Setelah penyajian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis pembuatan kompos. Kegiatan praktik menggunakan bahan yang telah disepakati dan dikumpulkan oleh mitra sasaran secara sukarela. Pelatihan teknis dilakukan berurutan dari persiapan bahan, cara menggunakan alat mesin pencacah, pencampuran dan pengolahan bahan, dan teknik penyimpanan yang tepat untuk menunjang proses dekomposisi. Pelatihan teknis dilakukan dengan cara demonstrasi di hadapan seluruh peserta dan memberikan kesempatan kepada beberapa orang untuk mencoba memperagakan secara langsung. Demi efisiensi waktu, jumlah bahan yang digunakan dalam proses demonstrasi sebanyak 50 kg. Kemudian, dilanjutkan dengan praktik mandiri dengan menggunakan bahan kurang lebih 500 kg. 543 | MALLOMO: Journal of Community Service . Gambar 3. Pelatihan teknis pembuatan pupuk organik . pencacahan bahan baku . pencampuran dan pengolahan bahan . pengemasan pupuk kompos Tahap selanjutnya adalah evaluasi terhadap dampak dari proses ini dilakukan dengan pretest dan postetst. Pendekatan ini membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan yang tersaji pada tabel 1. Tingkat keberhasilan sebuah pelatihan dapat dilihat dari perubahan tingkat pengetahuan peserta pelatihan (Aryanti. Supriyono, & Ishaq, 2. Tabel 1. Perbandingan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan Jawaban No. Pernyataan Tidak Sebelum Kegiatan Saya pernah mendengar tentang pupuk kompos yang berasal dari tanaman Saya pernah menggunakan pupuk kompos Saya mengetahui cara pembuatan pupuk kompos Saya mengetahui bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk kompos dari tumbuhan Saya pernah mendengar manfaat penggunaan pupuk kompos bagi tanaman Saya memahami langkah-langkah dalam pembuatan pupuk kompos Saya memahami cara penguraian bahan dalam pembuatan pupuk kompos Saya mengetahui bahwa daun tanaman gamal dapat menjadi salah satu bahan pupuk kompos Saya mengetahui bahwa daun tumbuhan Angguni dapat menjadi salah satu bahan pupuk kompos Saya mengetahui bahwa daun tanaman kelapa dapat menjadi salah satu bahan pupuk kompos Rata-rata 27. Setelah Kegiatan Saya pernah mendengar tentang pupuk kompos yang berasal dari tanaman Saya pernah menggunakan pupuk kompos Saya mengetahui cara pembuatan pupuk kompos Saya mengetahui bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk kompos dari tumbuhan Saya pernah mendengar manfaat penggunaan pupuk kompos bagi tanaman 544 | MALLOMO: Journal of Community Service Saya memahami langkah-langkah dalam pembuatan pupuk kompos Saya memahami cara penguraian bahan dalam pembuatan pupuk kompos Saya mengetahui bahwa daun tanaman gamal dapat menjadi salah satu bahan pupuk kompos Saya mengetahui bahwa daun tumbuhan Angguni dapat menjadi salah satu bahan pupuk kompos Saya mengetahui bahwa daun tanaman kelapa dapat menjadi salah satu bahan pupuk kompos Rata-rata Sebelum kegiatan pelatihan, mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang rendah tentang pembuatan pupuk organik kompos. Pengetahuan tentang pembuatan pupuk kompos hanya dimiliki oleh 32% peserta. Pengetahuan mengenai bahan-bahan yang digunakan hanya mencapai 40%, dan mengenai manfaat penggunaan pupuk kompos telah diketahui oleh 78% peserta. Sedangkan, pemahaman terhadap proses fermentasi/dekomposisi sangat terbatas, hanya 18% peserta yang mengerti langkah-langkahnya. Rata-rata, 55. 2% peserta memiliki pengetahuan dasar, sedangkan 8% lainnya belum memahami konsep pupuk kompos dengan baik. Setelah kegiatan pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan. Sebanyak 60% peserta menyatakan mengetahui tentang pembuatan pupuk kompos. Pengetahuan tentang bahan-bahan pembuatan pupuk kompos juga meningkat dari 40% menjadi 98%. Selain itu, pemahaman tentang manfaat penggunaan pupuk kompos naik dari 78% menjadi 98%. Data pada Tabel 1 tersebut menunjukkan keberhasilan kegiatan pelatihan. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta setelah pelatihan mencapai 81. 4%, dengan hanya 18. 6% yang masih belum memahami konsep tersebut dengan baik. Hasil ini menegaskan bahwa pelatihan berperan penting dalam memperkaya pengetahuan peserta tentang pupuk organik, khususnya kompos yang berasal dari sumber daya alam sekitar Pelatihan yang dilakukan cukup efektif dalam mempromosikan penggunaan bahan alami untuk dijadikan sebagai sumber penyediaan kebutuhan hara secara berkelanjutan dan ramah Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya replikasi program serupa di berbagai komunitas untuk mendukung pertanian organik dan praktik pertanian berkelanjutan lainnya. Tabel 2. Hasil evaluasi persepsi peserta terhadap manfaat kegiatan dan Pelaksanaan Kegiatan Jawaban No. Pernyataan Tidak Manfaat Kegiatan 1 Edukasi mengenai pembuatan pupuk kompos sesuai dengan kebutuhan saya. 2 Saya merasa mendapatkan manfaat langsung dari edukasi tentang pestisida nabati. 3 Saya mengetahui langkah-langkah pembuatan pupuk kompos. Rata-rata 40. Pelaksanaan Kegiatan 1 Edukasi yang dilakukan memberikan motivasi bagi saya untuk menggunakan pupuk kompos. 2 Penjelasan tentang pembuatan pupuk kompos disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami. 3 Praktik pembuatan kompos yang ditunjukkan membuat saya lebih paham. Rata-rata 45. 545 | MALLOMO: Journal of Community Service Evaluasi mengenai persepsi peserta terhadap manfaat dan ketepatan pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan angket bersama dengan post-test. Hasil evaluasi yang dilakukan tersaji pada Data pada tabel 2 menunjukkan persepsi peserta pelatihan terhadap manfaat kegiatan dan ketepatan pelaksanaan kegiatan. Pernyataan yang diberikan dalam evaluasi dinalai oleh peserta secara mandiri, sehingga jawaban yang diberikan benar-benar sesuai persepsi mereka. Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata 70% peserta menyatakan "Ya", yang menandakan bahwa sebagian besar peserta merasakan manfaat dari kegiatan pelatihan pembuatan kompos ini. Berdasarkan nilai tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah memberikan dampak positif dalam hal edukasi dan pengetahuan baru mengenai pembuatan pupuk kompos. Pada aspek pelaksanaan, rata-rata 86. 7% peserta memberikan jawaban "Ya", menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan dinilai sangat tepat oleh peserta. Hal ini menunjukkan kepuasan yang tinggi terhadap cara kegiatan ini dilaksanakan, termasuk aspek edukasi yang motivatif dan relevansi informasi yang diberikan. Secara keseluruhan, data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat yang dirasakan secara langsung oleh para peserta serta pelaksanaan yang sangat tepat dan sesuai harapan. Simpulan Dan Saran Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan memiliki dampak yang besar dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pembuatan dan manfaat pupuk organik. Peningkatan pengetahuan yang telah terukur adalah sebesar Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kapsitas pengetahuan petani akan lebih efektif dengan menggunakan pendekatan partisipatif, dan penyajian materi yang dilengkapi dengan pelatihan teknis. Pelatihan ini juga sekaligus memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan yang dapat dirasakan oleh masyarakat petani dalam waktu yang panjang. Manfaat secara langsung dari pelatihan ini diakui oleh 80. 7% peserta, yang berarti bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan tepat sasaran. Sementara itu, 86. 7% peserta memberikan respons positif dari pelaksanaan kegiatan ini. Respon tersebut berupa motivasi, pengetahuan, dan keinginan untuk menerapkan pengetahuan pembuatan dan pengelolaan pupuk organik yang telah mereka peroleh dari Saran bagi pelaku pengabdian serupa, sebaiknya monitoring dan pendampingan dilakukan dalam waktu berkala. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program pada level Selain itu, mitra sasaran juga dapat mengembangkan produk berdasarkan dari pengalaman mereka kemajuan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Ucapan Terimakasih