Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 PENGARUH PERENDAMAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT PUTIH SEMANGKA MERAH (Citrullus lanatu. TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PLAT RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS EFFECT OF EFFERVESCENT GRANULES FROM RED WATERMELON RIND (Citrullus lanatu. EXTRACT ON THE SURFACE ROUGHNESS OF HEAT-CURED ACRYLIC RESIN PLATES Alifia Sabilla1. Aria Fransiska2*. Suci Rahmasari3 Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Andalas. Padang. Indonesia Departemen Dental Material. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Andalas. Padang. Indonesia Departemen Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Andalas. Padang. Indonesia . mail penulis korespondensi: aria. fransiska@dent. ABSTRAK Latar Belakang: Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan di kedokteran gigi. Resin akrilik memiliki keterbatasan seperti sifat menyerap cairan dalam jangka panjang. Pembersih seperti effervescent alkalin peroksida efektif untuk membersihkan gigi tiruan tetapi dapat meningkatkan kekasaran permukaan sehingga dibutuhkan alternatif pembersih lain seperti granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental laboratoris. Sampel penelitian adalah plat resin akrilik polimerisasi panas ukuran 64 x 10 x 3,3 mm. Tiga kelompok perlakuan terdiri atas larutan aquadest, larutan effervescent alkalin peroksida, dan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah . Pengukuran kekasaran menggunakan Surface Roughness Tester dan hasil dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Rata-rata kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan aquadest, effervescent alkalin peroksida dan granul effervecsent alkalin peroksida berturut-turut adalah 0,114 A 0,795. 0,280 A 0,112. dan 0,118 A 0,095. Penelitian ini menunjukkan bahwa granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah berpengaruh terhadap peningkatan kekasaran plat resin akrilik polimerisasi panas. Kesimpulan: Granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah dapat meningkatkan kekasaran permukaan dalam batas normal sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembersih gigi tiruan. Kata kunci : Ekstrak kulit semangka, effervescent, kekasaran permukaan ABSTRACT Background: Heat-polymerized acrylic resin is one of the most widely used denture base materials in Acrylic resin has limitations, such as its ability to absorb liquids over the long term. Therefore, alternative cleaners such as effervescent granules from red watermelon rind extract are Methods: This study was an experimental laboratory. The samples were heat cured acrylic resin measuring 64 x 10 x 3,3 mm. Three groups consisted of immersion in aquadest, an alkaline peroxide effervescent solution, and an effervescent granule solution of red watermelon rind extract . Surface roughness was measured using a Surface Roughness Tester and the results were analyzed using One Way ANOVA. Results: The mean surface roughness of heat cured acrylic resin after immersion in aquadest, alkaline peroxide effervescent solution and effervescent granules of rind watermelon extract was 0,114 A 0,795 mm. 0,280 A 0,112 mm. and 0,118 A 0,095 mm, respectively. The present study showed that effervescent granules of red watermelon rind extract influenced the surface roughness of heat cured acrylic resin plates. Conclusion: Effervescent granuls of red watermelon rind extract increased surface roughness within the normal range, making them a potential alternative for denture cleanser. Keywords : Surface roughness, effervescent granule, rind watermelon extract Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Kehilangan gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada masyarakat dengan presentase di Indonesia mencapai 21%. 1,2 Kehilangan gigi dapat menyebabkan masalah fungsi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup dan aspek fungsional, estetika serta sosial individu sehingga dibutuhkan penggunaan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang. 3 Gigi tiruan terbagi atas dua jenis yaitu gigi tiruan cekat dan gigi tiruan lepasan. Gigi tiruan terdiri dari dua komponen utama, yaitu basis gigi tiruan dan anasir gigi Basis berfungsi sebagai tempat melekatnya anasir dan berkontak langsung dengan mukosa mulut, terutama mukosa gingiva dan palatal. 5 Resin akrilik polimerisasi panas sering digunakan untuk basis karena bersifat nontoksik, tidak mengiritasi, dan memiliki estetika yang baik. Namun, bahan ini memiliki kelemahan seperti mudah patah, berubah warna, menyerap cairan, serta bersifat poros sehingga dapat menjadi tempat penumpukan plak dan koloni mikroorganisme seperti Candida albicans. 6,7 Candida albicans merupakan penyebab utama denture stomatitis dan membentuk biofilm melalui adhesin dan enzim, berkembang dari bentuk yeast ke hifa yang dapat menembus mukosa dan menyebabkan inflamasi. 8,9 Kebersihan gigi tiruan dan rongga mulut yang buruk dapat memperparah kondisi ini, sehingga perawatan kebersihan gigi tiruan sangat diperlukan. Pembersihan gigi tiruan dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi. Metode mekanis seperti penyikatan dan pembersih ultrasonik efektif dilakukan, namun kurang praktis bagi lansia dengan keterbatasan 11,12 Metode kimiawi seperti penggunaan tablet effervescent berbahan alkalin peroksida, lebih praktis dan efisien. Namun, pembersih kimiawi dapat meningkatkan kekasaran permukaan pada resin akrilik. 7,13,14 Oleh karena itu, pengembangan pembersih alternatif berbahan alami perlu di pertimbangkan untuk meminimalkan efek negatif dari bahan 14 Salah satu alternatif alami adalah ekstrak kulit putih semangka merah. Penelitian oleh Susanti dkk. menunjukkan bahwa ekstrak ini pada konsentrasi 20% dan 40% memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang kuat terhadap Bacillus subtilis dan Candida albican. Kulit mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans, sehingga berpotensi menjadi bahan dasar denture cleanser. 15 Flavonoid dan tanin merupakan senyawa metabolik sekunder yang tergolong senyawa fenolik dengan gugus benzena tersubstansi dengan gugus OH. 16,17 Senyawa fenolik yang bersifat asam dapat memutus rantai ikatan polimer resin akrilik polimerisasi panas sehingga mempengaruhi kekasaran permukaan. 18 Hal ini memicu porositas dan penetrasi air ke dalam resin, sehingga mempercepat peningkatan kekasaran yang akhirnya menyebabkan akumulasi 16,19 Pemanfaatan sediaan effervescent dari bahan alami mengandung senyawa fenolik dapat mempengaruhi kekasaran plat resin Penelitian yang dilakukan oleh Fathoni . menyatakan bahwa tablet effervescent daun tembakau 75% dapat mempengaruhi kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas namun masih berada di bawah batas nilai ambang yaitu 0,2 AAm dengan kandungan senyawa fenolik sebesar 2711 AAg GAE/mL atau sama dengan 2,7 mg GAE/g. Penelitian lain yang dilakukan oleh Pertiwisari dkk. tidak terdapat perendaman resin akrilik polimerisasi panas pada granul effervescent kulit buah kakao 6,5% terhadap kekasaran secara statistik tetapi tetap mempengaruhi kekasaran permukaan. Penelitian lain yang sudah pernah dilakukan, kulit putih semangka merah juga memiliki kandungan senyawa fenolik sama dengan kulit buah kakao maupun daun tembakau dengan kadar yang lebih rendah yaitu sebesar 2,4 mg GAE/g. 21 Berdasarkan paparan tersebut, belum ada penelitian yang meneliti pengaruh pemanfaatan kulit putih semangka merah kekasaran permukaan resin akrilik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah (Citrullus lanatu. terhadap kekasaran permukaan plat resin akrilik polimerisasi panas. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 METODE Penelitian ini adalah penelitian experimental laboratoris dengan rancangan penelitian pre test post-test with control group Populasi pada penelitian ini adalah plat resin akrilik polimerisasi panas dengan merek ADM (England. Lt. Sampel berukuran 64 x 10 x 3,3 mm berdasarkan standar ISO 207951. Pengambilan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah seluruh sampel adalah 15 Penelitian ini menggunakan 3 kelompok perlakuan yaitu perendaman selama 2 hari dan dilakukan penggantian larutan setiap 24 jam sekali. Perendaman di lakukan pada aquadest, larutan tablet effervescent alkalin peroksida dan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu Surface Roughness Tester, kuvet, jangka sorong, rubber bowl, spatula, mixing jar, press kuvet, mikromotor, bur fraser, food dehydrator, lumpang dan alu, neraca analitik, ayakan 20 mesh, erlenmeyer, inkubator, conicle tube, cawan petri dan gelas ukur. Bahan yang digunakan pada penelitian yaitu kulit putih semangka merah Citrullus lanatus Red flash, resin akrilik polimerisasi panas, vaseline, gips plaster, aquadest, etanol 96%. Could Mould Seal (CMS), plastik selofan, kertas pasir ukuran 50, 1000 dan 2000 grid, pumice, etanol 96%, aluminium foil, asam sitrat, asam tartrat, natrium bikarbonat, maltodekstrin. PVP, tablet effervescent alkalin peroksida dan lempengan logam dengan ukuran 64 x 10 x 3,3 mm. Alur penelitian ini dimulai dengan membuat plat akrilik polimerisasi panas dengan kriteria sesuai ukuran yang telah ditetapkan, plat resin akrilik halus setelah pemolesan, tidak dalam keadaan patah, tidak ada retakan serta tidak berporus. Plat resin akrilik dibuat dengan perbandingan polimer dan monomer sebanyak 3:1. Kuvet yang berisi akrilik direbus di dalam wadah selama 45 menit dengan suhu 100oC sesuai anjuran Setelah itu, kuvet dikeluarkan dan didinginkan hingga mencapai suhu ruang. Plat resin akrilik dikeluarkan dari dalam kuvet lalu pilih sesuai dengan kriteria sampel. Buang kelebihan akrilik menggunakan bur fraser dengan tetap menjaga ukurannya sesuai Plat resin akrilik dihaluskan dengan bur poles. Kemudian rendam plat resin akrilik di dalam aquadest steril selama 48 jam pada suhu untuk mengurangi sisa monomer. Pembuatan ekstrak kulit kulit putih semangka merah dilakukan dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah didapatkan ekstrak kental pada proses maserasi, ekstrak tersebut dicampurkan dengan maltodekstrin agar esktrak dapat diproses menjadi bubuk kulit putih semangka Setelah bubuk ekstrak didapatkan, buat bubuk tersebut menjadi sediaan granul effervescent dengan metode granulasi basah. Campurkan bikarbonat. PVP dan sedikit etanol 96% dengan menggunakan lumpang dan alu untuk membuat sediaan basa. Lalu, campurkan sediaan asam sitrat, asam tartrat. PVP dan sedikit etanol 96% untuk membuat sediaan Sediaan tersebut di ayak dengan menggunakan ayakan 20 mesh untuk membuatnya menjadi granul. Setelah granul asam dan basa jadi, campurkan granul tersebut dan simpan di wadah kering dengan suhu ruangan tetap terjaga agar tidak meleleh. Perendaman sampel diawali dengan menyiapkan conicle tube yang masingmasingnya sudah diberi label sesuai perlakuan. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 5 sampel direndam menggunakan larutan aquadest, 5 sampel direndam dengan larutan tablet effervecent alkalin peroksida dan 5 menggunakan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40%. Masukkan conicle tube ke dalam inkubator dengan suhu 25oC selama waktu perendaman yaitu 2 hari atau setara dengan 1 tahun Waktu perendaman didasarkan pada lama perendaman gigi tiruan dalam larutan pembersih yaitu 5 menit per hari. Untuk 1 tahun penggunaan, maka 1 tahun x 365 hari x 5 menit = 1825 menit/1440 menit . = 1,26 hari 2 hari. Setelah perendaman selesai, dilakukan uji kekasaran permukaan plat resin akrilik menggunakan Surface Roughness Tester. Letakkan plat resin akrilik di tempat halus dan datar, lalu tekan tombol start untuk menghidupkan alat. Posisikan stylus agar menyentuh permukaan resin akrilik. Tekan tombol start kembali dan biarkan stylus menyusuri permukaan plat resin akrilik polimerisasi panas dengan jarak 4-5 mm. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Setelah stylus berhenti, pada monitor alat akan di dapatkan nilai kekasaran permukaan pada resin akrilik dengan satuan AAm. Pengukuran dilakukan pada 3 sisi berbeda pada tiap-tiap sampel lalu ketiga hasil pengukuran tersebut akan di rata-ratakan untuk mendapatkan nilai akhir kekasaran permukaan plat resin akrilikk. HASIL Tabel 1 menunjukkan bahwa selisih kekasaran tertinggi terjadi pada kelompok larutan tablet effervescent alkalin peroksida dengan rata-rata selisih kekasaran sebesar 0,280 sedangkan rata-rata selisih kekasaran terendah berada pada kelompok larutan aquadest yaitu sebesar 0,114. Rata-rata selisih kekasaran permukaan mengalami peningkatan aquadest, tablet effervescent alkalin peroksida dan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah konsentrasi 40%. Hasil uji One Way Anova pada Tabel 2 memiliki nilai p<0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tiap kelompok perlakuan dan hipotesis dapat diterima. Setelah dilakukan uji One Way Anova, maka dilakukan analisis Pos Hoc LSD untuk mengetahui perbedaan nilai kekasaran plat resin akrilik polimerisasi panas antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil Analisis Pos Hoc LSD dapat dilihat terdapat perbedaan yang signifikan antara larutan tablet effervescent alkalin peroksida dengan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40%, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara larutan aquadest dan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40%. Terdapat juga perbedaan yang signifikan antara selisih perendaman larutan aquadest dengan larutan tablet effervescent alkalin peroksida. Tabel 1. Rata-rata kekasaran permukaan plat resin akrilik polimerisasi panas pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Pretest MeanASD (AA. Postest 1,234 A 0,293 1,348 A 0,242 0,114 A 0,079 Larutan tablet effervescent alkalin peroksida 1,006 A0,618 1,286 A 0,524 0,280 A 0,112 Larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% 1,066 A 0,565 1,184 A 0,493 0,118 A 0,095 Kelompok Perlakuan Larutan aquadest Selisih Tabel 2. Perbandingan selisih nilai kekasaran resin akrilik polimerisasi pana antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Kelompok Nilai Kekasaran Mean 0,114 A 0,795 Larutan tablet effervescent alkalin 0,280 A 0,112 Larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% 0,118 A 0,095 Larutan aquadest *0,029 Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh perendaman granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% berupa peningkatan kekasaran permukaan pada plat resin akrilik polimerisasi panas. Peningkatan kekasaran permukaan pada plat resin akrilik tidak hanya terjadi pada perendaman dengan menggunakan granul effervescent saja tetapi peningkatan juga terjadi dengan perendaman menggunakan aquadest dan tablet effervescent alkalin peroksida dengan nilai rata-rata peningkatan kekasaran berbeda-beda. Perbedaan rata-rata peningkatan kekasaran dapat terjadi karena dipengaruhi ada atau tidaknya zat aktif di dalam larutan yang digunakan untuk perendaman plat resin akrilik polimerisasi Alkalin peroksida yang digunakan pada penelitian ini adalah sediaan berbentuk tablet effervescent yang telah banyak tersedia di pasaran (PolidentA). Ketika tablet effervescent alkalin peroksida dilarutkan, kandungan natrium perborat yang berada di dalamnya akan bereaksi menghasilkan H2O2 . idrogen peroksid. lalu akan terurai menjadi 2H2O . 2O . membentuk radikal bebas OH. Radikal bebas OH ini akan memutus rantai karbon pada resin akrilik sehingga memicu terjadi proses oksidasi akibat pertukaran ion yang mengakibatkan ikatan polimer resin akrilik menjadi tidak stabil. Reaksi pertukaran ion yang membuat rantai menghasilkan mikroporositas pada permukaan resin akrilik yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kekasaran pada permukaan resin 7 Penjelasan ini sejalan dengan penelitian oleh Dewi dkk. yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan kekasaran pada permukaan plat resin akrilik setelah dilakukan perendaman dengan menggunakan larutan alkalin peroksida. Peningkatan kekasaran terendah dari plat resin akrilik polimersiasi panas pada penelitian ini terjadi saat perendaman dengan menggunakan larutan aquadest. Temuan pada penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Fathoni dkk. yang menyatakan bahwa kelompok perendaman dengan menggunakan larutan aquadest memiliki perbedaan kekasaran terendah jika menggunakan tablet denture cleanser yang tersedia di pasaran dan tablet effervescent daun tembakau konsentrasi 75%7 Rendahnya disebabkan karena plat resin akrilik bersifat porositas yang dapat menyerap cairan sehingga terjadi sedikit peregangan antar rantai polimer saat aquadest meresap masuk ke dalamnya, namun larutan aquadest tidak mengandung ion maupun zat kimia aktif yang dapat merusak rantai polimer resin akrilik polimerisasi panas. Peningkatan kekasaran permukaan pada perendaman granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% diakibatkan oleh adanya senyawa fenolik yang terkandung di dalam ekstrak tersebut seperti flavonoid dan Senyawa fenolik dapat melepas ion H dalam air sehingga mengubah senyawa fenol menjadi ion fenolat. Ion H dari senyawa fenolik yang lepas akan berikatan dengan ion CH3O- pada resin akrilik, sedangkan anion fenoksida yang tertinggal akan berinteraksi dengan gugus fungsi asli ester yang menyebabkan degradasi ikatan polimer, diikuti dengan kerusakan ikatan kimia resin akrilik dan terbentuknya rongga antar partikel sehingga dapat menyebabkan peningkatan 25,26 Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fathoni dkk. mengungkapkan hal serupa yaitu tablet effervescent daun tembakau konsentrasi 75% yang juga memiliki kandungan senyawa fenolik dapat meningkatkan kekasaran permukaan dari plat resin akrilik polimerisasi 7 Penelitian lainnya juga mengatakan bahwa kandungan senyawa fenolik dalam granul effervescent kulit buah kakao 6,5% dapat menjadi faktor penyebab terjadinya peningkatan kekasaran pada plat resin akrilik polimerisasi panas. Penelitian terdapatnya perbedaan yang signifikan antara perendaman dengan tablet effervescent alkalin peroksida dan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% dengan peningkatan kekasaran yang lebih tinggi terjadi pada perendaman dengan menggunakan tablet effervescent alkalin peroksida. Hal ini dapat terjadi karena tablet effervescent alkalin peroksida mengandung natrium perborat yang akan terurai menjadi hidrogen peroksida. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Reaksi ini akan menghasilkan gelembunggelembung oksigen akibat reaksi oksidasi yang akan mengikis permukaan resin akrilik lebih cepat sehingga meningkatkan kekasaran 24,27 Berbeda dengan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40%, jika dilarutkan akan menghasilkan natrium tartrat dan gelembung CO2 yang tidak akan dapat bereaksi dengan resin akrilik polimerisasi panas karena gelembung CO2 tidak memiliki gugus reaktif untuk berikatan dengan resin serta tidak terjadi proses oksidasi yang dapat mengikis permukaan plat resin akrilik polimerisasi panas. Pada penelitian ini didapatkan bahwa kekasaran plat resin akrilik polimerisasi panas yang direndam dengan menggunakan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% mengalami peningkatan rata-rata sebesar 0,118 AAm. Berdasarkan standar ISO 1567 peningkatan kekasaran permukaan dari resin akrilik yang masih dapat diterima adalah sebesar 0,2 AAm sehingga granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% dapat dijadikan sebagai pembersih gigi tiruan karena memberikan dampak pengikisan kekasaran permukaan lebih rendah daripada tablet effervescent pembersih gigi tiruan yang telah beredar di pasaran. Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa peningkatan kekasaran permukaan resin akrilik setelah dilakukan perendaman dalam larutan tablet effervescent alkalin peroksida mencapai 0,280 m yang melebihi batas ambang normal. Hal ini bisa disebabkan karena metode perendaman yang digunakan dalam penelitian tidak sepenuhnya penggunaan sehari-hari. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pertiwisari dkk. plat resin akrilik pada larutan tablet effervescent alkalin peroksida direndam selama 5 menit sebanyak 7 siklus dengan mengganti larutan baru setiap siklus, setelah itu plat dibilas dengan aquadest untuk mengikuti penggunaan pemakaian dalam kehidupan sehari-hari sebelum dilakukan pengukuran nilai kekasaran dan didapatkan peningkatan kekasaran sebesar 0,004 AAm yang tidak melebihi batas ambang normal yaitu sebesar 0,2 AAm. 14 Berbeda halnya dengan penelitian ini, sampel resin akrilik direndam dalam larutan tablet effervescent alkalin peroksida selama 2 hari dengan pergantian larutan setiap 24 jam, dan tidak dilakukan pembilasan sebelum pengukuran kekasaran Perbedaan ini menunjukkan bahwa durasi perendaman yang lebih lama dan tidak ada pembilasan dapat menyebabkan akumulasi residu bahan kimia pada permukaan resin yang berpotensi meningkatkan kekasaran permukaan plat resin akrilik KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh perendaman granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah (Citrullus lanatu. 40% terhadap kekasaran permukaan plat resin akrilik polimerisasi panas dapat disimpulkan bahwa granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah 40% dapat meningkatkan kekasaran permukaan pada plat resin akrilik polimerisasi panas yang masih berada pada ambang batas normal sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembersih gigi tiruan. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 DAFTAR PUSTAKA