RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi MARKET VALUE ADDED (MVA). NILAI TUKAR RUPIAH. DAN LABA AKUNTANSI TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEI Aniek Murniati Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang aniekmurniati56@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Market value Added Nilai Tukar Rupiah Laba Akuntansi Return Saham Kata Kunci: Market Value Added. Rupiah Exchange Rate. Accounting Profit. Stock Returns Abstract: Februari, 01 April, 05 Juni. This research aims to examine the impact of Market Value Added (MVA), the rupiah exchange rate, and accounting profits on stock returns for telecommunications companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). MVA serves as a measure of the market value added by the company, reflecting its contribution to shareholder wealth. Additionally, the rupiah exchange rate, linked to macroeconomic conditions, can affect the financial performance of companies. The study also investigates the influence of accounting profits on stock returns, highlighting the significance of financial information in investment decision-making. An in-depth analysis of these factors is expected to provide valuable insights into the determinants of stock performance for telecommunications firms in the Indonesian capital market. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Market Value Added (MVA), nilai tukar rupiah, dan laba akuntansi terhadap return saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Market Value Added (MVA) merupakan indikator nilai pasar tambah yang mencerminkan nilai yang telah ditambahkan oleh perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi para pemegang saham. Selain itu, nilai tukar rupiah dihubungkan dengan kondisi ekonomi makro dan dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi dampak laba akuntansi terhadap return saham, mempertimbangkan pentingnya informasi keuangan dalam pengambilan keputusan Analisis mendalam terhadap faktor-faktor ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja saham perusahaan telekomunikasi di pasar modal Indonesia. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 PENDAHULUAN Perusahaan telekomunikasi bersaing untuk menyediakan layanan terbaik kepada Persaingan ini mendorong kreativitas dan inovasi untuk menciptakan teknologi baru yang mendukung perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia. Sektor telekomunikasi merupakan salah satu industri yang tetap tangguh menghadapi pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19, tuntutan masyarakat akan gaya hidup digital yang mengakses data melalui internet juga meningkatkan kinerja emiten telekomunikasi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020. Ada beberapa penelitian terkait kinerja sektor komunikasi seperti Ilahude, dkk . menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan sebelum dan saat masa pandemi covid-19 pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI ditinjau dari rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas sedangkan rasio Solvabilitas berdasarkan hasil analisis ditemukan perbedaan yang Penelitian lain sebaliknya, bahwa perusahaan dibidang telkomunikasi memiliki kinerja yang semakin meningkat (Ramlawati, 2. Kinerja perusahaan bisa dilihat dari kreativitas dan inovasi untuk menciptakan teknologi baru pada perusahaan telekomunikasi akan meningkatkan Market Value Added (MVA) perusahaan telekomunikasi itu sendiri. MVA merupakan salah satu ukuran kinerja perusahaan. Market Value Added merupakan sutau metrik keuangan yang digunakan untuk mengukur nilai yang ditambahkan oleh Perusahaan kepada pemegang sahamnya (Faitullah, 2016. Saputra & Ermaya, 2. Market Value Added dihitung dengan mengurangkan nilai pasar yang didapat dari jumlah saham yang beredar dikalikan dengan harga saham dari total ekuitas. Tabel 1 Data Market Value Added tahun 2020-2022 Kode Perusahaan TLKM TBIG ISAT EXCL TOWR MTEL BALI LINK Market Value Added - 198. - 268. - 371. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 9 FREN 10 IBST 11 JAST 12 KBLV 13 CENT 14 GHON 15 GOLD Selama periode 2020-2022, nilai rata-rata Market Value Added (MVA) perusahaan telekomunikasi mengalami fluktuasi. Pada 2020, terjadi penurunan signifikan menjadi 998 dan terus merosot pada 2021 menjadi 11. Namun, terjadi kenaikan yang mencolok pada 2022, mencapai 13. 794 dan secara keseluruhan MVA perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi adalah positif, yang bisa menunjukkan kinerja keuangan yang kemungkinan tercermin pada returnsahamnya. Nilai tukar, atau exchange rate, adalah perbandingan nilai antara satu mata uang dengan mata uang lainnya (Devi & Artini, 2019. Haryani & Priantinah, 2018. Maharani & Haq, 2022. Marsintauli, 2019. Nugroho & Hermuningsih, 2020. Pujawati. Wiksuana & Artini, 2. Untuk tujuan ekonomi dan keuangan, nilai tukar diukur menggunakan kurs Tengah, yang merupakan rata-rata dari nilai tukar jual dan beli suatu mata uang Tabel 2 Data Nilai Tukar Kode Perusahaan TLKM TBIG ISAT EXCL TOWR MTEL BALI LINK FREN IBST JAST KBLV CENT GHON GOLD Nilai Tukar RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 Berdasarkan analisis tabel 2, dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata nilai tukar mengalami peningkatan dari tahun 2020 hingga 2022 secara kesuluruhan perusahaan disektor telekomunikasi mengalami kenaikan. Nilai tukar umumnya mengalami kenaikan selama periode tersebut, dengan variasi terendah dan tertinggi yang terjadi pada berbagai perusahaan. Penguatan dan pelemahan nilai tukar rupiah . kemungkinan bisa berdampak pada return saham. Laba akuntansi adalah keuntungan yang dihitung dan dilaporkan oleh suatu perusahaan (Christina & Rokhanah, 2018. Purwanti. Chomsatu & Masitoh, 2. Laba akuntansi diperoleh dengan mengurangkan laba bersih sebelum pengamatan dari laba bersih periode pengamatan, kemudian hasilnya dibagi oleh total aset periode sebelum Tabel 3 Data Laba Akuntansi Kode Perusahaan TLKM TBIG ISAT EXCL TOWR MTEL BALI LINK FREN IBST JAST KBLV CENT GHON GOLD Laba Akuntansi Berdasarkan analisis dari tabel 3, terlihat bahwa nilai rata-rata laba akuntansi mengalami peningkatan dari tahun 2020 hingga 2022. Pada tahun 2020, laba akuntansi rata-rata sekitar 107. 278, kemudian meningkat menjadi 121. 195 pada 2021, dan 302 pada 2022. Laba akuntansi terendah pada tahun 2020 tercatat pada Perusahaan CENT sebesar 42. 520, sementara tertinggi pada Perusahaan GHON dengan nilai 628. Pada tahun 2021, laba akuntansi terendah masih pada RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 Perusahaan CENT dengan nilai 84. 524, dan tertinggi pada Perusahaan GHON dengan nilai Pada tahun 2022, laba akuntansi terendah kembali pada Perusahaan CENT dengan nilai 75. 865, dan tertinggi tetap pada Perusahaan GHON dengan nilai Kesimpulannya, terjadi peningkatan nilai rata-rata laba akuntansi selama periode tersebut, dengan variasi nilai terendah dan tertinggi yang terjadi pada Perusahaan CENT dan GHON. Return saham mengacu pada keuntungan atau kerugian yang diperoleh oleh seseorang investor dari investasinya dalam saham sutau Perusahaan (Faitullah, 2016. Saputra & Ermaya, 2022. Devi & Artini, 2019. Haryani & Priantinah, 2018. Maharani & Haq, 2022. Marsintauli, 2019. Nugroho & Hermuningsih, 2020. Pujawati. Wiksuana & Artini, 2015. Christina & Rokhanah, 2018. Purwanti. Chomsatu & Masitoh, 2. Return saham diukur dengan cara menghitung selisih harga saham periode berjalan dengan periode. Tabel 4 Data Return Saham Kode Perusahaa TLKM TBIG ISAT EXCL TOWR MTEL BALI LINK FREN IBST JAST KBLV CENT GHON GOLD Return Saham Berdasarkan analisis table 4, terlihat bahwa nilai rata-rata return saham mengalami penurunan dari tahun 2020 hingga 2022. Pada 2020, rata-rata return saham adalah 642, kemudian mengalami penurunan menjadi 3. 257 pada 2021, dan lebih lanjut turun menjadi 2. 971 pada 2022. Secara spesifik, pada 2020, return saham terendah RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 tercatat pada Perusahaan IBST dengan nilai 97, sementara Perusahaan LINK memiliki return saham tertinggi sebesar 15. Pada 2021, return saham terendah pada Perusahaan IBST adalah 112, dan tertinggi terjadi pada Perusahaan GHON. Pada 2022, return saham terendah pada Perusahaan CENT adalah 231, sedangkan return saham tertinggi terjadi pada Perusahaan MTEL dengan nilai 8. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan secara umum dalam nilai return saham selama periode tersebut, dengan variasi terendah dan tertinggi di beberapa perusahaan. Naik turunnya Return saham perusahaan bisa di pengaruhi oleh banyak variabel. Berdasarkan signaling theory bahwa prospek perusahaan bisa tercermin dalam kinerja salah satunya retun saham (Brigham dan Hauston, 2. METODE PENELITIAN Jenis Data Penelitian ini menggunakan dua jenis data: data kuantitatif berupa angka dan data kualitatif yang telah diangka. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, yang artinya data yang tidak diperoleh secara langsung, melainkan sudah ada dan dikumpulkan serta diolah oleh pihak lain. Jenis data yang digunakan didalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Menurut (Yayuk Indah & Tyas Wahyunining, 2. Data kuantitatif merupakan jenis data yang dapat diukur . atau dihitung secara langsung sebagai variabel angka atau bilangan. Dalam penelitian ini, data sekunder yang digunakan berasal dari laporan keuangan saham industri telekomunikasi. Populasi dan Sampel Penelitian ini melibatkan saham dari industri telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. Sebanyak 15 saham akan diambil sebagai sampel karena telah menyajikan laporan keuangan selama periode yang ditentukan oleh Pengumpulan Data Penelitian ini mengumpulkan data dengan cara melihat dan mengumpulkan semua catatan, dokumen, dan laporan keuangan perusahaan menggunakan metode RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 Deskripsi Statistik Teknik analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan data atau fakta yang ditemukan dalam penelitian. Metode ini memberikan penjelasan secara deskriptif terhadap hasil pengolahan data, tetapi tidak dapat menyimpulkan mengenai seluruh kelompok penelitian. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengecek apakah data dalam model penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas diharapkan menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk menentukan apakah model regresi linier dalam penelitian ini menunjukkan korelasi antara kesalahan pada satu periode dengan kesalahan pada periode sebelumnya. Harapannya, hasil uji autokorelasi menunjukkan tidak ada korelasi antara variabel satu dengan variabel lainnya. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengevaluasi apakah model regresi dalam penelitian menunjukkan keseragaman atau perbedaan varians. Harapannya, tidak terjadi keseragaman varians, dan jika titik-titik dalam scatterplot tersebar tanpa pola, maka model regresi dianggap tidak mengalami heteroskedastisitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengevaluasi apakah ada korelasi antar variabel bebas dalam model regresi penelitian. Model regresi dianggap baik jika tidak ada korelasi antar variabel bebas, yang berarti tidak ada multikolinearitas. Uji Hipotesis Uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh parsial antar variabel . HASIL PENELITIAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut merupakan hasil analisi statistik deskriptif secara umum dari keseluruhan data yang digunakan oleh peneliti: Return saham Dari tabel 2. 1, kita bisa lihat bahwa return saham berkisar dari 97 hingga 15. Pada tahun 2020. IBST memiliki return saham terendah, sementara LINK mencapai RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 yang tertinggi. Rata-rata return saham adalah 3. 889 dengan variasi sebesar . MVA Dari tabel 2. 1, terlihat nilai MVA berkisar dari -1. 023 hingga 116. MTEL memimpin dengan MVA tertinggi pada tahun 2022, sementara TOWR memiliki MVA terendah pada tahun 2020. Rata-rata MVA adalah 12. 933 dengan variasi . Nilai Tukar Berdasarkan tabel 2. 1, dapat disimpulkan bahwa nilai tukar berkisar antara 13. IBST memiliki nilai tukar terendah pada tahun 2020, sementara pada tahun 2022, beberapa perusahaan termasuk TLKM. TBIG. ISAT. EXCL. TOWR. MTEL. BALI. LINK. FREN. IBST. JAST. KBLV. GHON. GOLD memiliki nilai tukar tertinggi. Ratarata nilai tukar adalah 14. 889, dan variasinya relatif kecil, ditunjukkan oleh standar deviasi sebesar 7. Laba Akuntansi Dari tabel 2. 1, terlihat bahwa laba akuntansi berkisar antara 42. 520 hingga GHON memiliki laba akuntansi tertinggi pada tahun 2020, sementara CENT pada tahun yang sama mencatatkan laba akuntansi terendah. Rata-rata laba akuntansi adalah 127. 244, dan variasinya relatif besar, ditunjukkan oleh standar deviasi sebesar 183. Uji asumsi klasik Uji normalitas Berdasarkan hasil One-Sample Kolmogorov-Smirnov test dengan nilai test statistic 0,149 dan tingkat signifikansi 0,014, dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi Signifikansi yang kurang dari 0,05 menunjukkan ketidaknormalan distribusi. Setelah mengidentifikasi dan menghapus 8 data ekstrim melalui proses outlier, jumlah data penelitian yang berdistribusi normal menjadi 51. Uji normalitas dilakukan kembali dengan uji Kolmogorov-Smirnov setelah proses eliminasi data outlier. Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan nilai test statistic 0,113 dan tingkat signifikansi 0,200, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol, yang menyatakan bahwa data mengikuti distribusi normal. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 Uji Multikolineritas Dengan memakai kriteria bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 dan nilai Tolerance lebih besar dari 0,1, dapat disimpulkan bahwa model regresi dianggap baik dan tidak mengalami masalah multikolinieritas. Proses perhitungan uji multikolinieritas dilakukan untuk mengevaluasi kondisi tersebut. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk variabel MVA, nilai tukar, dan laba akuntansi masing-masing adalah 1,005, 1,042, dan 1,047. Nilai-nilai VIF yang kurang dari 10 menunjukkan bahwa tidak ada masalah multikolinieritas antar variabel. Selain itu, nilai Tolerance untuk ketiga variabel tersebut berturut-turut adalah 0,995, 0,960, dan 0,955, yang semuanya lebih besar dari 0,1. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinieritas dalam model regresi ini. Uji Autokorelasi Hasil uji autokorelasi dengan menggunakan nilai dari Durbin-Watson (DW). Nilai DW sebesar 1,392. Karena nilai DW lebih besar dari -2 dan kurang dari 2 (-2 O 1,392 Ou . , dapat disimpulkan bahwa data penelitian tidak mengalami autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Uji ini menggunakan nilai signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi. Jika korelasi antar variabel independen dengan residu memiliki tingkat signifikansi > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji menunjukkan bahwa korelasi antara MVA. Nilai tukar, laba akuntansi dengan nilai Unstandardized Residual memiliki nilai signifikansi (Sig 2 taile. lebih dari 0,05 yaitu nilai signifikansi MVA sebesar 0,990, nilai tukar sebesar 0,921, laba akuntansi sebesar 0,805 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis Regresi Berganda Dari persamaan regresi linear berganda: Return saham = -22,362 0,003 MVA 0,694 Nilai Tukar Ae 0,002 Laba akuntansi, dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Konstanta sebesar -22,362 menunjukkan bahwa jika MVA, nilai tukar, dan laba akuntansi bernilai nol . , maka return saham akan mengalami penurunan. Koefisien regresi variabel MVA (X. sebesar 0,003 memiliki nilai positif, menunjukkan bahwa jika MVA meningkat satu satuan, return saham juga akan meningkat sebesar 0,003. Koefisien regresi variabel Nilai Tukar (X. sebesar 0,694 memiliki nilai positif, menunjukkan bahwa jika nilai tukar meningkat satu satuan, return saham akan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 meningkat sebesar 0,694. Koefisien regresi variabel Laba akuntansi (X. sebesar -0,002 memiliki nilai negatif, menunjukkan bahwa jika laba akuntansi menurun satu satuan, return saham juga akan menurun sebesar 0,002. Analisis Koefisien Determinasi Uji keofisien determinasi menggunakan Adjusted R-Square saat variabel independent lebih dari satu . egresi linaer bergand. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R. sebesar 0,253 atau 25,3%. Artinya, variabel MVA. Nilai tukar, dan laba akuntansi memiliki pengaruh terhadap return saham sebesar 25,3%, sedangkan sebagian sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model ini. Berdasarkan hasil penelitian nilai R sguare kecil karena pada kenyataannya return saham ini banyak dipengaruhi oleh faktor keuangan diluar penelitian ini dan factor non keuangan bisa politik dan ekonomi. Uji Hipotesis Berdasarkan uji signifikansi, dapat disimpulkan sebagai berikut: MVA memiliki nilai signifikansi sebesar 0,032 < 0,05, menunjukkan bahwa MVA berpengaruh terhadap return saham. Nilai tukar memiliki nilai signifikansi sebesar 0,656 > 0,05, menunjukkan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh terhadap return saham. Laba akuntansi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa laba akuntansi berpengaruh terhadap return saham. PEMBAHASAN Pengaruh MVA terhadap Return saham Berdasarkan hasil pengujian variabel Market Value Added (MVA) dengan nilai signifikan sebesar 0,032 < 0,05, hipotesis pertama (H. Dapat disimpulkan bahwa Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap Return saham pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai MVA yang tinggi menunjukkan bahwa nilai pasar Perusahaan lebih tinggi daripada nilai buku Perusahaan, membuat investor tertarik untuk berinvestasi, meningkatkan permintaan saham, dan berpotensi meningkatkan harga saham. Dengan MVA yang tinggi, dapat diindikasikan bahwa Perusahaan berhasil RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 meningkatkan nilai modal yang diinvestasikan oleh penyandang dana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan MVA dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi investor dalam pembelian dan penjualan saham Perusahaan. Kenaikan harga saham berdampak positif pada return saham, menunjukkan bahwa MVA dapat menjadi indikator kinerja Perusahaan dan nilai uang yang dihasilkan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lain yang juga menyatakan bahwa MVA berpengaruh terhadap return saham, mengonfirmasi bahwa MVA dapat menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Sillalahi dan Manulang, 2. bahwa EVA dan MVA berpengaruh signifikan terhadap retun saham. Pengaruh Nilai Tukar terhadap Return saham Berdasarkan uji hipotesis, hasil menunjukkan bahwa nilai tukar yang diukur dengan kurs Tengah tidak berpengaruh terhadap return saham. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,656 > 0,05, hipotesis H2 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa nilai Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Haryani dan Priantinah, 2. , nilai tukar berpengaruh terhadap return saham. Pengaruh yang minim dari nilai tukar terhadap return saham mungkin disebabkan oleh karakteristik pasar, di mana return saham cenderung dipengaruhi oleh faktorfaktor jangka panjang di pasar modal. Nilai tukar, yang lebih berfokus pada pasar uang dan memiliki fluktuasi jangka pendek, tidak menarik investor secara signifikan. Investor lebih cenderung mempertimbangkan keputusan internal Perusahaan, seperti laporan keuangan yang kuat, sebagai sinyal yang lebih relevan dalam pengambilan keputusan Pengaruh Laba akuntansi terhadap Return saham Hipotesis ketiga dalam penelitian ini menyatakan bahwa laba akuntansi memiliki pengaruh terhadap return saham. Hasil uji variabel laba akuntansi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis ketiga diterima. Dapat disimpulkan bahwa laba akuntansi berpengaruh terhadap return saham pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Temuan ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin besar laba yang diperoleh oleh Perusahaan, maka Perusahaan dapat memberikan deviden yang lebih RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 30 - 42 besar, yang pada gilirannya mempengaruhi return saham. Teori sinyal juga mendukung hasil penelitian ini, menunjukkan pentingnya informasi yang diberikan oleh Perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi laba akuntansi menjadi kunci untuk investor dan pelaku bisnis, karena memberikan gambaran tentang kondisi keuangan masa lalu, saat ini, dan masa depan Perusahaan penelitian ini juga sejalan denga penelitian (Haryani dan Priantinah, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari Analisa data, pengujian hipotesis dan pembahasan yang sudah dilakukan pada Perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022. Hasil uji t menunjukkan bahwa Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap return saham pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2022. Artinya, jika nilai MVA Perusahaan mengalami kenaikan, hal ini cenderung memberikan dampak positif terhadap return saham yang diterima oleh para investor. Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham pada Perusahaan tersebut selama periode yang sama. Penurunan nilai kurs tidak berdampak negatif pada return saham. Pada penelitian ini laba akuntansi berpengaruh terhadap return saham. Semakin besar laba yang diperoleh oleh Perusahaan, maka return saham perusahaan juga akan meningkat. Return saham merupakan kinerja keuangan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik keuangan dan non keuangan. Berdasarkan kelemahan dari penelitian ini maka saran untuk penelitian berikutnya memasukan faktor keuangan lain untuk menilai kinerja seperti likuiditas, atau solvabilitas serta faktor non keuangan baik itu faktor politik atau kondisi ekonomi secara rasional REFERENSI