INTELLECTUELE AMBTENAREN DAN LAHIRNYA INDONESIASENTRISME: PERSPEKTIF KARYA DISERTASI LUCIEN ADAM . Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya nginwanun@uinsa. Abstrak: Artikel bertujuan menganalisis karya disertasi Lucien Adam di Universitas Leiden Belanda tahun 1924 yang melahirkan gagasan Indonesiasentrisme dalam penulisan sejarah lokal/Indonesia. Lucien Adam merupakan salah satu tokoh pejabat sipil yang muncul di masa Politik Etis dan produktif menghasilkan karya selama bertugas di pemerintahan Hindia Belanda, selanjutnya disebut intellectuele ambtenaren. Penelitian ditulis menggunakan metode sejarah, melalui tahapan pengumpulan sumber berupa karya disertasi Lucien Adam dan arsip sezaman lainnya, ditambah kumpulan karya sejarawan masa kini dalam bentuk artikel jurnal, buku, dan dokumen. Setelah itu, kritik internal dilakukan guna menentukan sumber yang relevan dengan penelitian, lalu diinterpretasi menggunakan pendekatan antropologi pendidikan, serta diperkuat teori progresivisme pendidikan oleh John Dewey untuk menganalisis bagaimana perilaku produktif Lucien Adam yang berpengaruh terhadap perubahan intelektual masyarakat. Tahap berikutnya ialah historiografi atau penulisan, temuan yang coba hadirkan yakni: . Lucien Adam sebagai tokoh pejabat sipil dari Belanda, namun memiliki kepedulian terhadap rakyat pribumi melalui karya-karyanya, . Disertasi Lucien Adam tahun 1924 tentang dukungan kepada rakyat pribumi yang kemudian diikuti pejabat sipil setelahnya, dan . Lahirnya gagasan baru penulisan sejarah dengan perspektif orang-orang asli pribumi, yaitu Indonesiasentrisme. Kata kunci: intellectuele ambtenaren. Indonesiasentrisme. Lucien Adam PENDAHULUAN Politik Etis sejak kehadirannya pada 1901, memunculkan berbagai perubahan terkait arah dan keberlangsungan pemerintahan di Hindia Belanda, termasuk orangorang yang berhaluan Etis salah satunya Lucien Adam (Ricklefs, 2. Selain profesinya sebagai pejabat sipil dari kalangan kolonial, ia juga mempunyai perhatian kepada masyarakat pribumi di sebagian wilayah yang diperintahnya, seperti penguatan dari segi pengetahuan dan kebudayaan di wilayah Madiun pada 1930-an, serta membantu mengenalkan sejarah tempat tinggal mereka (Reinhart. Basuki, 2. Semua itu berangkat dari julukan intellectuele ambtenaren atau pejabat sipil yang intelek/cerdas, disematkan pertama kali kepada Sir Thomas Stamford Raffles, seorang mantan Letnan Gubernur Hindia Inggris . yang membuat karya buku dengan judul The History of Java . (Russell, 1. Julukan intellectuele ambtenaren kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk kritik keras terhadap pejabat sipil lainnya, terutama kolonial yang hanya mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi mereka sama sekali tidak memedulikan nasib rakyat pribumi (Honderd Brieven van Opheffer Aan de Redactie van Het Bataviaasch Handelsblad, 1. Lucien Adam termasuk tokoh pejabat sipil dari Belanda yang mewarisi julukan tersebut dalam karya disertasinya di Universitas Leiden Belanda, dengan judul AuDe autonomie van het Indonesisch dorpAy . Dalam karya tersebut, selain menulis nama AuIndonesiaAy pada judulnya, juga memperlihatkan dukungan Adam terhadap rakyat pribumi yang selalu mendapat tekanan dari bangsa asing (Adam, 1. Dengan dukungan yang diberikan Lucien Adam melalui karyanya di atas, maka sangat memungkinkan lahirnya gagasan baru dalam ilmu historiografi atau penulisan sejarah dengan perspektif orang-orang asli pribumi yang disebut Indonesiasentrisme. Akan tetapi, mengacu pada hasil penelitian-penelitian sebelumnya tidak ada yang menyinggung keterlibatan Adam sebagai penggagas perspektif baru tersebut. Seperti dalam artikel yang ditulis Gani A. Jaelani, berjudul AuNasionalisasi Pengetahuan Sejarah: Meninjau Kembali Agenda Penulisan Sejarah Indonesiasentris, 1945-1965Ay . , penulis hanya membahas tulisan-tulisan Van Leur yang memberi perspektif baru (Indonesiasentrism. dalam kajian sejarah kolonial (Jaelani, 2. Termasuk dua artikel lainnya tentang Indonesiasentrisme, karya Daya Negri Wiaya berjudul AuNapak Tilas Perspektif Indonesiasentris Jacob Cornelis van LeurAy . dan karya Moch. Dimas Galuh Mahardika, et al. , berjudul AuHistoriografi Indonesiasentris: Problematika dan TantanganAy . , baru menjelaskan penerapan dari perspektif Indonesiasentrisme sebagai proyek dekolonisasi atau penulisan ulang sejarah lokal yang sebelumnya akrab dengan narasi superioritas bangsa penjajah. Namun tidak menguraikan kronologi awal lahirnya perspektif baru tersebut (Wijaya, 2016. Mahardika et al. , 2. Ketokohan Lucien Adam dalam segi tertentu pernah diulas dalam kumpulan karya terjemahannya tentang sejarah Madiun oleh Christopher Reinhart, lalu disusun menjadi buku berjudul Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi. Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam (Residen Madiun 1934-. Tentunya, narasi yang dibangun lebih dominan mengenai perjuangan orang-orang pribumi, khususnya yang menetap di Madiun dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya dari tangan Namun belum sampai pada penjelasan soal terbentuknya gagasan historiografi Indonesiasentrisme, sebagaimana telah disinggung di awal (Reinhart, 2. Penelitian ini diarahkan untuk menghadirkan Lucien Adam sebagai tokoh intellectuele ambtenaren yang memiliki kepedulian terhadap rakyat pribumi, di mana hal tersebut tidak banyak dimiliki oleh pejabat sipil. Barangkat dari disertasinya pada 1924, karya tersebut kemudian diikuti pejabat setelahnya yang pro terhadap gerakan Etis melalui berbagai karya. Terlebih mampu melahirkan sebuah gagasan baru dalam penulisan sejarah lokal, yakni Indonesiasentrisme. Selain itu, penelitian ini akan memperlihatkan latar belakang keluarga dan pendidikan Adam yang mempengaruhi dirinya dalam membuat gagasan tersebut. Termasuk jabatan yang pernah ia emban selama bertugas di Hindia Belanda, serta karya-karya yang dihasilkan. METODE Penelitian ini ditulis menggunakan metode sejarah, adapun tahapannya terdiri atas pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (Abdurrahman. Tahap pertama yang dilakukan adalah pengumpulan sumber, antara lain disertasi Lucien Adam dengan judul AuDe autonomie van het Indonesische dorpAy . yang diperoleh dari Perpustakaan Nasional RI Jakarta . antai 8: layanan audiovisua. , kemudian arsip sezaman lainnya yang didapat secara online pada situs delpher. , yakni kumpulan disertasi yang mengutip atau melanjutkan karya Adam, catatan pemerintah Belanda, dan surat kabar. Sumber lainnya berupa karya sejarawan masa sekarang yang membahas rekam jejak Adam, seperti artikel jurnal, buku, dan dokumen. Selain itu, catatan singkat biografi Adam pada situs deindischeadams. , terakhir diperbarui 2010. Semua sumber yang terkumpul diseleksi menggunakan kritik internal guna memperoleh informasi akurat sesuai tema penelitian. Setelah itu, dilakukan penafsiran atas sumber tersebut untuk memecahkan masalah dan menghasilkan temuan baru (Madjid, 2. Historiografi atau penulisan merupakan tahap terakhir dari metode sejarah, penelitian menyajikan temuan dalam bentuk narasi/tertulis maupun tidak tertulis. Secara tertulis didasarkan pada pendekatan antropologi pendidikan, bertujuan melihat perilaku dan gagasan Lucien Adam ketika bersentuhan dengan fakta pendidikan dalam kehidupan sosial yang merupakan bagian dari produk budaya manusia (Mahmud. Suntana, 2. Selain itu, diperkuat dengan teori progresivisme pendidikan yang dikembangkan oleh John Dewey, tentang perilaku aktif dan produktif seseorang yang berpengaruh terhadap perubahan kondisi pendidikan dan intelektual masyarakat (Dewey, 1. Penelitian ini berusaha mengkaji perilaku produktif Lucien Adam sebagai pejabat sipil Hindia Belanda, akan tetapi dalam perjalanannya mampu membuat berbagai karya penting terutama disertasinya di Universitas Leiden Belanda tahun 1924, yang kemudian banyak diikuti kalangan pejabat setelahnya hingga melahirkan gagasan Indonesiasentrisme dalam penulisan sejarah lokal/Indonesia. Sementara untuk temuan tidak tertulis disajikan dalam bentuk foto dan tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Riwayat Lucien Adam: Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Lucien Adam lahir di Desa Tanjungsari. Kecamatan Panarukan. Kabupaten Situbondo. Karesidenan Besuki. Jawa Timur, pada 8 Oktober 1890. Adapun silsilah kelurga Adam terjauh yang bisa ditelusuri saat ini sampai pada kakek dan nenek buyut, bernama James of Robert Cruickshank dan Laurencine Goodwill, menikah sekitar 1820. Setelah itu, memiliki salah seorang anak perempuan yang merupakan nenek kandung Adam, yakni Helen Cruickshank . (Geschiedenis Familie Adam, 2. Masa muda Helen dihabiskan di Kota Galveston. Texas. Amerika Serikat, kemudian menikah dengan laki-laki yang memiliki nama sama. Lucien Adam . ekitar 1820-1. , kakek dari Adam junior pada 1854. Pernikahan keduanya tidak berlangsung lama, pasca meninggalnya Lucien Adam . pada 14 November 1855, kurang lebih satu tahun setelah kelahiran anak tunggal mereka. Lawrence Adam . yang merupakan ayah dari Adam junior (Reinhart, 2. Foto 1. Masa remaja Lucien Adam (Sumber: AuFotocollectie 1875-1922Ay 1908, diunduh dari Geschiedenis Familie Ada. Helen kemudian menemukan pendamping hidup keduanya, yaitu Vincent Jacob van Dolder . menikah pada 3 Juni 1868 dan dikaruniai empat anak, di antaranya Albertus Redlod. Jacques Redlod. Henri Vincent, dan Johanna Wilhelmina Helena (Geschiedenis Familie Adam, 2. Kakek tiri Adam junior tersebut, berkewarganeraan Belanda yang aktif terlibat dalam industri tebu di Hindia Belanda, tepatnya di Distrik Wonopringgo. Pekalongan, dan Semarang. Lalu, pensiun muda pada awal 1870-an, dan membawa istri menetap di Belanda (Reinhart, 2. Sementara itu. Lawrence adalah putra semata wayang Helen dari suami pertamanya menikah dengan Josephine Bernhardine Frohnhyuser . , ibu kandung Adam junior pada 10 September 1870. Setelah itu, memiliki tiga anak laki-laki, antara lain Helen Redlod . Herman . , dan Lucien Adam . Josephine sendiri meninggal 10 bulan setelah kelahiran putra terakhirnya pada 23 Juli 1891. Selanjutnya Adam junior diasuh neneknya. Helen. Sebelumnya. Lawrence pernah menikah dengan istri pertamanya bernama Helen Crawford Wilson . pada 26 Juli 1862, hingga memiliki satu anak perempuan dan empat laki-laki, di antaranya Laurence Helena Clara [Lauri. Albertus Jacques Henry Lawrence [Jacque. Albert Redford [Ber. Henri Vincent [Henr. , dan Johan Willem Helen [Joh. (Geschiedenis Familie Adam, 2. Dengan demikian. Adam junior putra kedelapan atau paling bungsu dari keluarga yang sangat kosmopolitan dan majemuk tersebut (Reinhart, 2. Saat remaja. Adam junior berpisah dengan keluarga di Hindia Belanda, terutama nenek yang mengasuhnya setelah kematian ibu tercinta di usia belia . pada 31 Oktober 1900. Kala itu. Adam junior dibawa berlayar menuju Belanda oleh rekan kerja ayahnya. Jonkheer Nicolaas Trip . , seorang administrator Pabrik Gula Asembagus di Situbondo. Sesampainya di Belanda, ia menetap di rumah saudara perempuan Trip, yang dipanggilnya AuBibi DyAy atau AuBibi DaAy. Beralamat di Jalan Plantsoen No. Kota Amersfoort. Belanda (Reinhart, 2. Tujuan utama Adam junior dikirim keluarganya ke Belanda ialah agar dapat mengeyam pendidikan pertama, mulai dari sekolah dasar hingga menengah. Adam junior lanjut studi di HBS (Hogere Bergerschoo. Amersfoort pada 1903 dan memperoleh diploma HBS pada 1909 (Supardi, 2. Ketika beranjak dewasa. Lucien Adam menikah dengan Jeanette Gerardina de Vries [Je. , pada 19 September 1912. Jet adalah gadis kelahiran Belanda yang menjadi salah satu temannya di HBS. Setelah itu. Adam lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri di Hindia Belanda untuk bekerja sebagai pejabat sipil hingga lahir anak satu-satunya bernama Frederik Bernhard [Fre. Di masa tua. Adam dan istri kembali ke Belanda, tepatnya di Den Haag sampai ia mengembuskan nafas terakhirnya pada 28 September 1974, jelang 84 tahun usianya. Selang enam tahun, giliran istrinya. Jet yang meninggal pada 14 Agustus 1980. Keduanya dikremasi di tempat yang sama, yakni Crematorium Ockenburgh (Geschiedenis Familie Adam, 2. Intellectuele Ambtenaren: Karier Lucien Adam dalam Jabatan dan Karyanya Sebelum diangkat menjadi pegawai/pejabat sipil. Lucien Adam terlebih dahulu mengambil pendidikan Indologi di Universitas Leiden Belanda pada 1909. Selain itu, ia juga ikut dalam ujian calon pejabat tinggi . root ambtenaars axame. Pemerintahan Dalam Negeri Hindia Belanda (Binnenlandsch Bestuu. Setelah dua-duanya dinyatakan lulus sekitar pertengahan 1912, ia bersama istri bergegas menuju Hindia Belanda untuk memulai kariernya sebagai pejabat sipil (Reinhart, 2. Setibanya di Hindia Belanda pada Oktober 1912. Adam mengemban tugas pertamanya sebagai Aspiran-Kontrolir, pembantu Kontrolir (Pengawa. dalam bidang administrasi Karesidenan Besuki, penempatan di Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur. Dikatakan pula, pada jabatan tersebut sebagai Kontrolir magang bagi Adam selama satu tahun, sebelum dinaikkan jabatannya sebagai Kontrolir tetap di Karesidenan Kediri, dengan penempatan di Kabupaten Trenggalek pada Desember 1913 (Keizer, 1. Empat tahun berselang. Adam meminta agar dimutasi dari Kediri ke Manado. Pulau Sulawesi. Permintaan itu dikabulkan Pemerintah Hindia Belanda, selanjutnya ditempatkan di Karesidenan Manado sebagai Kontrolir pada 22 Maret 1917. Di wilayah kerja barunya tersebut, ia berusaha menerapkan ilmunya. Indologi untuk memahami struktur adat dan masyarakat pedesaan Manado (Reinhart, 2. Selain itu, ia bertindak sebagai pengatur jemaat Kristen pribumi di Minahasa. Jelang akhir tahun 1920. Adam kembali ke Pulau Jawa untuk menduduki jabatan sebagai Kontrolir Karesidenan Yogyakarta, akan tetapi jabatan tersebut hanya diemban tidak lebih dari satu tahun. Setelahnya ia memutuskan cuti kerja dan pulang ke Belanda untuk mengambil studi doktoral di Universitas Leiden (Supardi, 2. Lucien Adam mengambil jurusan hukum di Universitas Leiden Belanda pada 1921, kemudian meraih gelar doktor (Dr. ) tiga tahun berselang, dengan judul disertasi AuDe autonomie van het Indonesische dorpAy di bawah bimbingan Mr. Blok, berhasil dipertahankan di hadapan penguji, pada hari Kamis tanggal 23 Oktober 1924, jam 4 sore waktu setempat. Disertasi tersebut membahas tentang konsep otonomi desa di Indonesia . aat itu bernama Hindia Beland. , yang mana setiap kepala daerah khususnya pejabat pribumi diberikan hak dan wewenang untuk mengatur sendiri pemerintahannya. Penjelasan berikutnya mengenai hukum tata ruang, pembentukan struktur administrasi, dan bagaimana menyusun otonomi desa untuk jangka panjang (Adam, 1. Setelah memperoleh gelar doktor. Adam mulai berkecimpung dalam dunia literasi dengan membuat sejumlah tulisan dan mengirimkannya ke penerbit. Karya pertama yang hasilkan berupa artikel, berjudul AuEenige historische en legendarische plaatsnamen in Yogyakarta,Ay . , diterbitkan Djyuwyu: Tijdschrift van het Java-Instituut, edisi 10e Jaargang. Membahas nama-nama tempat yang memiliki nilai sejarah di Yogyakarta, salah satunya adalah makam seorang wali yang hidup pada masa Kerajaan Demak abad ke-15. Syekh Maulana Maghribi (Adam, 1. Meski demikian. Adam tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai pejabat sipil. Sekembalinya ke Hindia Belanda pada Januari 1925. Adam menduduki jabatan baru sebagai Kontrolir di Kabupaten Cilacap. Karesidenan Banyumas. Jawa Tengah. Belum genap setahun. Adam dimutasi kembali ke Karesidenan Yogyakarta sebagai Kontrolir. Untuk periode kedua ini, ia lebih aktif menjalin interaksi dengan pejabat pribumi, termasuk Raja Yogyakarta waktu itu. Sri Sultan Hamengkubuwono Vi . 0-1939, berkuasa 1921-1. Hal itu pula yang membuat Adam naik jabatan sebagai Asisten Residen Yogyakarta . , menggantikan P. Westra . (Keizer, 1. Tabel 1. Karier Lucien Adam di Hindia Belanda Tahun Jabatan Aspiran-Kontrolir Karesidenan Besuki . itempatkan di Afdeling Banyuwang. Kontrolir Karesidenan Kediri . itempatkan di Afdeling Trenggale. Kontrolir Karesidenan Manado Kontrolir Karesidenan Yogyakarta Tidak ada Kontrolir Karesidenan Banyumas . itempatkan di Afdeling Cilaca. Kontrolir Karesidenan Yogyakarta Asisten Residen Yogyakarta Sekretaris Hindia Belanda . agian sensus pendudu. Residen Madiun Gubernur Yogyakarta Keterangan Mulai menjabat pada 7 Oktober 1912 Diangkat pada 26 Desember 1913 Diangkat pada 22 Maret Diangkat pada 1 Desember 1920 Menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Leiden Belanda Diangkat pada 1 Januari Diangkat pada 1 Mei Dilantik pada 1 Juli 1928 Diangkat pada 5 September 1931 Dilantik pada 27 Agustus . Dilantik pada 18 Februari 1939 . Merangkat jabatan sebagai Raja Yogyakarta pada 23 Oktober 1939 hingga 17 Maret 1940 (Sumber: Diolah dari Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy, 1912Ae1. Lucien Adam mengambil cuti keduanya di Belanda pada pertengahan Januari hingga awal September 1931 (Keizer, 1. Berkat prestasinya sebagai pejabat sipil Hindia Belanda, ia memperoleh penghargaan bintang jasa sebagai Ridder in der Orde van Oranje-Nassau (Kesatria dalam Ordo Oranje-Nassa. yang diberikan oleh Ratu Belanda Wilhelmina pada 26 Agustus 1931 (Reinhart, 2. Satu bulan kemudian, ia berangkat ke Hindia Belanda untuk menjalankan tugas baru sebagai sekretaris pemerintahan pusat Hindia Belanda, bagian sensus penduduk selama tiga tahun (Keizer, 1. Foto 2. Lucien Adam dan keluarga di Karesidenan Yogyakarta (Sumber: AuFotocollectie 1924-1939Ay 1928, diunduh dari Geschiedenis Familie Ada. Sebelum berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda pada 1942. Adam memegang dua jabatan tertinggi sepanjang kariernya sebagai pejabat sipil, di antaranya Residen Madiun . 4-1938, dilantik 27 Agustus 1. , menggantikan Residen sebelumnya J. Verhoog . (Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy 1. Selanjutnya memperoleh mandat sebagai Gubernur Yogyakarta . 9-1942, dilantik 18 Februari 1. , menggantikan Mr. Johannes Bijleveld . (Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy 1. Ditengah kesibukannya dalam mengemban tugas di atas. Adam tetap giat dalam menuangkan idenya, terlebih saat dirinya menjabat sebagai Residen Madiun . guna mengenalkan sejarah kepada masyarakat yang tinggal di daerah tersebut (Reinhart, 2. Terdapat empat artikel dengan judul besar AuGeschiedkundige aanteekeningen omtrent de Residentie Madioen,Ay yang dihasilkan Adam selama memerintah sebagai Residen Madiun, masing-masing terbit pada edisi Agustus 1937. Januari 1938. Agustus 1938, dan Desember 1938. Sedangkan dua karya lanjutan mengenai sejarah Madiun, ditulis Adam ketika menjabat sebagai Gubernur Yogyakarta . , edisi Januari 1940 dan Mei 1941 (Perpustakaan Museum Sonobudoy. Setelah tidak lagi bekerja sebagai pejabat sipil. Adam melanjutkan keterampilan menulisnya di Leiden Belanda, antara lain menjadi peneliti di Afrika-Instituut. AfrikaStudiecentrum, dan Universitaire Pers Leiden. Dari situlah. Adam produktif menerbitkan sejumlah buku tentang perkembangan negara-negara di benua Afrika. Total sebanyak 26 buku yang ia selesaikan sejak 1947 sampai 1957 (Geschiedenis Familie Adam, 2. Tabel 2. Daftar karya Lucien Adam Tahun Jenis Karya / Jumlah Disertasi / 1 Artikel Jurnal / 10 Buku / 26 Keterangan Disusun untuk meraih gelar doktor dalam bidang hukum di Universitas Leiden Belanda Artikel tentang sejarah Madiun dan Yogyakarta. Ditulis saat menjabat Asisten Residen Yogyakarta. Residen Madiun, dan Gubernur Yogyakarta Kumpulan narasi tentang sejarah negara-negara di Benua Afrika (Sumber: Hasil kunjungan ke Perpustakaan Nasional RI Jakarta untuk karya disertasi, kunjungan ke Perpustakaan Museum Sonobudoyo Yogyakarta untuk karya artikel jurnal, dan penelusuran di Geschiedenis Familie Adam untuk karya buk. Gagasan Indonesiasentrisme dalam Karya Disertasi Lucien Adam . Indonesiasentrisme termasuk salah satu perspektif dalam ilmu historiografi . enulisan sejara. yang menjadikan orang-orang asli pribumi sebagai pelaku utama. Berbeda halnya. Eropasentrisme atau Belandasentrisme yang menempatkan orangorang Eropa . ermasuk Beland. sebagai aktor utama sejarah. Namun demikian, baik Indonesiasentrisme maupun Eropasentrisme sama-sama menjadi warisan tidak terpisahkan dalam perkembangan penulisan sejarah lokal/Indonesia, khususnya di masa kolonial (Priyadi, 2. Beberapa tulisan bernuansa Eropasentrisme yang sempat menghiasi penulisan sejarah lokal di Hindia Belanda, salah satunya berjudul The History of Java . karangan Letnan Gubernur Thomas Raffles . 1-1826, menjabat 1811-1. Memaparkan temuan tentang kondisi masyarakat Jawa pada masa lampau hingga penjajahan, baik dari sisi ekonomi, politik, sosial, dan budaya (Raffles, 1. Akan tetapi, karya tersebut menuai banyak kritikan dari sejarawan, karena dianggap terlalu mengagungkan bangsa kolonial, serta narasi tentang kegagalan raja-raja Jawa dalam mempertahankan kedaulatannya (Hariyono. Wijaya, 2. Termasuk karya seorang Direktur Kebun Raya Bogor. Melchior Treub . 1-1910, menjabat 1880-1. , berjudul Annales du Jardin Botanique de Buitenzorg . Menyampaikan hasil risetnya mengenai tanaman tropis di Kebun Raya Bogor, meliputi spesies tanaman, tahap awal pembudidayaan, hingga cara perawatannya (Treub, 1. Hanya saja, riset tersebut tidak memperlihatkan catatan mengenai keterlibatan orangorang pribumi, khususnya Bogor yang telah bekerja dalam menjaga ekosistem tanaman. Selain orang-orang luar yang sejalan dengan penelitiannya, seperti Henry Oog Forbes . , peneliti flora dan fauna tropis di Hindia Belanda asal Skotlandia, dalam artikelnya berjudul AuThrough BantamAy . , kemudian David Fairchild . , ahli botani dan penjelajah tanaman asal Amerika Serikat yang menulis buku berjudul The World was My Garden: Travels of Plant Explorer . (Reinhart. Basuki, 2. Perbedaan muncul sejak kedatangan orang-orang Belanda yang memiliki semangat Etis di Hindia Belanda, antara lain sarjana orientalis asal Belanda Snouck Hurgronje . , dan tentunya pejabat sipil Lucien Adam . Berbekal pengalaman pendidikan yang diperoleh dari universitas terkemuka di Leiden, hingga lahir para lulusan yang progresif dan pro terhadap gerakan Etis seperti mereka (Reinhart, 2. Hal tersebut dibuktikan sejumlah karya Snouck yang mengkaji tentang keislaman di dunia Timur, khususnya Arab dan Hindia Belanda. Terlepas dari tindakannya yang kontroversi. Snouck dinilai berhasil dalam membuat narasi hubungan Islam di Hindia Belanda dengan pemimpin kaum muslimin di seluruh dunia saat itu. Khilafah Utsmaniyyah atau Turki Utsmani dalam karyanya berjudul Verspreide Geschriften Snouck Hurgronje . (Verspreide Geschriften van C. Snouck Hurgronje. Setelah itu, muncul dorongan dari sebagian umat muslim pribumi untuk menegakkan kembali khilafah pasca keruntuhannya pada 3 Maret 1924 (Mulder, 1. Sementara itu. Lucien Adam terlebih dahulu mengikuti pendidikan Indologi di Universitas Leiden sebelum diberangkatkan ke Hindia Belanda pada 1912. Sejak itu, ia mulai mengembangkan minatnya pada pengetahuan masyarakat desa dan struktur adat. Pada 1919, di samping menjabat Kontrolir Karesidenan Manado . , ia juga menyempatkan diri menulis serangkaian artikel dengan tema besar AuBijdragen tot de Taal- en VolkenkundeAy (Kontribusi Linguistik. Tanah dan Etnograf. , dengan studi kasus tempat ia ditugaskan. Minahasa (Supardi, 2. Berangkat dari minatnya tersebut. Adam terdorong untuk melanjutkan studi doktor bidang hukum di kampus yang sama pada 1921 sampai lulus 1924. Hal menarik terjadi ketika ia secara terang-terangan menyebut AuIndonesiaAy dalam judul disertasinya. Padahal istilah itu sangat dilarang penggunaannya, terlebih notabenenya sebagai pejabat sipil kolonial seperti dirinya (Literatuurijst voor het Adatrecht van Indonesiy, 1. Meskipun, hasil riset Adam dengan judul lengkap AuDe autonomie van het Indonesische dorpAy tidak seratus persen mengkaji sejarah, tetapi ada aspek tertentu yang memuat catatan kronologis, seperti hubungan pemerintah desa dengan kerajaan-kerajaan Nusantara dan pemerintah Belanda. Dari situlah, ia mulai memiliki rasa simpati kepada bangsa Indonesia yang sejak lama diperlakukan sewenang-wenang oleh sistem kerajaan maupun kolonial (Adam, 1. Foto 3. Karya disertasi Lucien Adam di Universitas Leiden Belanda tahun 1924 (Sumber: Perpustakaan Nasional RI Jakarta, lantai 8: layanan audiovisua. Pernyataan Adam di atas tentu bertolak belakang dengan prinsip kolonialisme yang senantiasa diserukan para pendahulunya, baik melalui kebijakan maupun pengembangan keilmuan. Semua itu berawal dari latar belakang keluarga Adam, mulai dari kakek, nenek, kedua orang tua, termasuk ia sendiri yang disebut kaum blijvers, yakni orang asli Belanda yang telah lama menetap di Hindia Belanda, sehingga ia merasa perlu memiliki perhatian khusus terhadap wilayah yang ia tinggali tersebut (Reinhart, 2. Di lain sisi, tidak sedikit pula dari kalangan pejabat sipil yang meniru gagasan Adam tersebut, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Leiden dan berkewajiban menyusun disertasi. Pertama adalah keloga Adam. Haga . , kelak menjadi Residen Maluku . Residen Borneo [Kalimanta. Selatan dan Timur . , dan Gubernur Borneo . (Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy 1935Ae1. Menulis disertasi berjudul AuIndonesische en Indische DemocratieAy . , tentang penerapan demokrasi di Indonesia (Hindia Beland. yang belum mendapatkan perhatian serius dari institusi kolonial, dan cenderung meremehkan institusi pribumi (Haga, 1. Gagasan lainnya datang dari orang pribumi asli. Ng. Soebroto yang akan menjadi Walikota Madiun pertama dari pribumi pada 1939-1941. Sebelumnya ia merupakan mahasiswa Leiden dan sukses meraih gelar doktor lewat disertasinya berjudul AuIndonesische Sawah-VerpandingAy . Karya tersebut memuat usulan tentang penghapusan sistem verpanding atau penggadaian sawah di Indonesia, karena pembagiannya dinilai tidak adil bagi pemilik lahan/sawah. Di samping itu, tidak adanya payung hukum yang jelas terkait pelaksanaan sistem tersebut (Soebroto, 1. Masih dari pribumi, giliran Soepomo . , seorang politikus Indonesia yang kelak membantu merumuskan Pancasila dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesi. di Jakarta pada 1945 (Soegito, 1. Sewaktu kuliah doktoral di Universitas Leiden, ia menyusun disertasi berjudul AuDe Reorganisatie van het Agrarisch stelsel in het Gewest SoerakartaAy . Adapun gagasannya ialah rencana pembaharuan hukum tentang sistem pertanian di tanah kelahirannya. Surakarta yang terdiri atas aturan mengenai sewa tanah dan penghuni baru, serta perlunya perjanjian formal antara pihak Belanda dan Indonesia perihal industri pertanian (Soepomo, 1. Berikutnya pejabat kolonial. Lette yang juga memiliki segudang pengalaman di pemerintahan Hindia Belanda khususnya Jawa, di antaranya pernah menjabat sebagai Asisten Residen Surabaya . Asisten Residen Purwodadi . Asisten Residen Klaten . , dan Asisten Residen Kediri . (Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy 1929Ae1. Dalam disertasinya berjudul AuProve ener Vergelijkende Studie van het Grondberzit in Rusland. Zooals dit Zich Heeft Ontwikkeld tot de Russische Revolutie, en op JavaAy . Lette coba menjelaskan konsep redistribusi tanah dan industri lewat studi perbandingan di Rusia dan Jawa. Adapun poin penting dalam karya tersebut ialah supaya pemerintah Belanda dapat mencontoh Rusia dalam memperlakukan seorang petani pribumi demi kemakmuran bersama (Lette, 1. Tulisan serupa datang dari B. Roskott, dalam karya disertasinya berjudul AuDe Lagere Nederlandsch-Indische Rechtsgemeenschappen en Haar Verhouding tot de Centrale RechtsgemeenschapAy . Membahas tentang hubungan antara masyarakat rendah dan pemerintah pusat Hindia Belanda berkaitan dengan dua hal pokok, yakni bentang alam dan hak atas sumber daya manusia. Selain itu, ia juga menambahkan perihal otonomi daerah yang mana pemerintah di tingkat desa maupun kota madya berhak menentukan sendiri terkait dua hal pokok tadi (Roskott, 1. Berkat karya itulah. Roskott diangkat menjadi Aspiran-Kontrolir Karesidenan Besuki . , kemudian Kontrolir Karesidenan Sumatra Timur . (Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy 1934Ae1. Pada tahun yang sama, kolega Roskott yaitu A. Scheltema juga menyelesaikan program doktor di Universitas Leiden, dengan disertasi berjudul AuDeelbouw in Nederlandsch-IndiyAy . Mengkaji tentang sistem deelbouw . agi hasi. yang dilandasi rasa keadilan, terutama untuk kalangan petani Hindia Belanda, karena selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20 tidak pernah mendapat kepuasan akibat campur tangan penjajah. Selanjutnya Scheltema mendukung penuh lewat karyanya itu agar bagi hasil disesuaikan menurut hukum adat yang berlaku di setiap daerah Hindia Belanda (Scheltema, 1. Karya tersebut ditulis berdasarkan pengalaman Scheltema bekerja sebagai pegawai pusat statistik Hindia Belanda di Batavia pada 1925-1942 (Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indiy 1926Ae1. Beberapa tahun kemudian, diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Bagi Hasil di Hindia Belanda . , supaya diambil pelajaran penting mengenai penyelesaian masalah pertanahan. Mengingat faktor utama penghambat pembangunan di era kontemporer ini, salah satunya adalah Ausengkata Ay Selain itu, bisa menjadi contoh yang baik dalam menjalin hubungan kerja antara pemilik lahan dan buruh tani (Scheltema, 1. Uraian di atas merupakan bukti bahwa karya disertasi Adam yang ditulis menggunakan pendekatan sejarah telah banyak menginspirasi kalangan pejabat sipil, baik kolonial maupun pribumi dalam memberikan dukungan kepada rakyat Hindia Belanda setelah berabad-abad lamanya mengalami fase penjajahan. Tentu saja, hal itu sangat memungkinkan muncul karya-karya lain berideologi Etis seperti yang ditunjukkan Adam terkait perspektif penulisannya. Alhasil, karya Adam tersebut melahirkan perspektif baru penulisan sejarah dengan menjadikan orang-orang asli pribumi sebagai pelaku utama sejarah, sebagaimana diungkapkan J. van Leur . sarjana orientalis Belanda sekaligus yang mempelopori lahirnya Indonesiasentrisme. Dalam disertasinya berjudul AuEenige Beschouwingen Betreffende den Ouden Aziatischen HandelAy . Van Leur berusaha memunculkan peran kaum pribumi dalam sejarah maritim dan perniagaan di Lautan Hindia (Leur, 1. Gagasan itu diperkuat dalam artikelnya AuEnkele Aanteekeningen met Betrekking tot de Beoefening der Indische GeschiedenisAy . , tentang catatan sejarah Hindia/Indonesia yang dimulai sejak masa pra sejarah. Lalu, terbentuknya suatu tatanan masyarakat di era kerajaan Hindu-Budha hingga masuknya Islam. Di samping itu. Van Leur juga meminimalisir peran orang-orang Belanda dalam kajian sejarah Indonesia, terutama pada aspek perdagangan sejak kedatangan bangsa Eropa (Leur, 1. Tokoh berikutnya G. Resink . , seorang penyair dan guru besar ilmu hukum turut mendalami konsep Indonesiasentrisme Van Leur. Dalam sebuah artikel AuOnafhandelijke Vorsten. Rijken en Landen in Indonesiy Tussen 1850-1910Ay . Resink membuat istilah AuonafhandelijkeAy atau merdeka bagi raja-raja maupun kerajaan di Hindia Belanda, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa dan Madura. Pernyataan itu menandai pembatasan kekuasaan Belanda yang berlangsung antara 1910-1950. Maka bagi Resink. Indonesia tidak terjajah selama 350 tahun sebagaimana banyak dinarasikan dalam kajian sejarah Indonesia pasca kemerdekaan (Resink, 1. Baru kemudian lahir sejarawan Indonesia masa kini yang menginisiasi penulisan sejarah lokal dengan konsep Indonesiasentrisme, dan berupaya menarasikan kembali sejarah yang hilang di masa kolonial. Ia adalah Sartono Kartodirdjo . , penulis buku The PeasantsAo Revolt of Banten in 1888. Its Conditions. Course and Sequel: A Case Study of Social Movement in Indonesia . , tentang gerakan sosial-keagamaan oleh kalangan petani dalam memerangi imperalisme dan kapitalisme Belanda di wilayah Banten selama paruh kedua abad ke-19 (Kartodirdjo, 1. Selain itu. Sartono juga mempromosikan penulisan sejarah dengan pendekatan multidimensional, yakni menggunakan bantuan konsep maupun teori dari berbagai disiplin ilmu sosial untuk menganalisis peristiwa masa lampau (Kartodirdjo, 1. KESIMPULAN Lucien Adam . sejak kehadirannya era Politik Etis awal abad ke-20, menghasilkan perubahan signifikan pada perkembangan tradisi ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Hindia Belanda, selanjutnya dikenal sebagai intellectuele ambtenaren atau pejabat sipil yang intelek/cerdas. Semua itu berangkat dari latar belakang keluarga Adam yang lama menetap di Hindia Belanda, disebut kaum blivers. Termasuk Adam sendiri meskipun berasal dari keluarga yang berkewarganegaraan asli Belanda, tetapi ia lahir dan dibesarkan di tanah Panarukan . ekarang masuk Kabupaten Situbondo. Jawa Timu. sehingga timbul rasa empati terhadap tanah kelahirannya itu melalui karya-karya. Disertasi Lucien Adam di Universitas Leiden Belanda, berjudul AuDe autonomie van het Indonesische dorpAy tahun 1924, telah memperlihatkan dukungan kepada rakyat pribumi yang seringkali mendapat perlakuan tidak adil oleh bangsa kolonial, terutama soal otonomi desa dan pembagian tanah. Narasi tersebut kemudian diikuti pejabat sipil setelahnya yang juga mendukung gerakan Etis melalui karya disertasinya, antara lain B. Haga . Ng. Soebroto . Soepomo . Lette . Roskott . , dan A. Scheltema . Lebih lanjut, melahirkan perspektif baru dalam penulisan sejarah lokal/Indonesia yakni Indonesiasentrisme, digagas pertama kali oleh van Leur . Setelah itu, diteruskan kembali oleh sejarawan modern, seperti G. Resink . dan Sartono Kartodirdjo . Lahirnya penulisan sejarah lokal dengan perspektif Indonesiasentrisme memiliki arti penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya tradisi penulisan sejarah yang sebelumnya hanya dikuasai kalangan penjajah. Di samping itu, kedudukan ilmu sejarah di bawah payung humaniora diharapkan mampu membentuk generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban, serta menjadi pribadi yang peduli dengan sejarah perjuangan bangsanya. DAFTAR PUSTAKA