Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penerapan Metode Digital Picture Sequence dengan Narasi Islami untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis di kelas i MI RM Darul Abror Nurul Hidayati 1. Nurmilah 2. Oom Komariah 3 1 MI RM Darul Abror, 2 MIS Al Ishlahulittihad, 3 MIS An Nazah Correspondence: nurulhidayati161213@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Digital Picture Sequence. Logical Thinking. Islamic Narration. Classroom Action Research. Cognitive Development. MI RM Darul Abror. ABSTRACT This study aims to explore the implementation of the Digital Picture Sequence method with Islamic narration to enhance logical thinking skills in third-grade students at MI RM Darul Abror, involving 18 students. The research adopts a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design. The intervention involves using a series of digital images accompanied by Islamic narrations to guide students in arranging the sequence and making logical connections between the pictures and the Data is collected through observations, interviews with teachers, and student reflections. The findings reveal that the Digital Picture Sequence method significantly improved students' ability to think logically, as they were able to identify relationships between events, sequences, and causeand-effect relationships in the story. The integration of Islamic narrations further enriched students' understanding of moral and ethical values while enhancing their cognitive abilities. The interactive nature of the method, combined with Islamic teachings, encouraged active participation and critical thinking among students. This study highlights the potential of combining digital tools with religious content to foster logical thinking and moral development in early education. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI FOUNDATION. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan anak usia dini adalah tahap yang sangat penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional seorang anak. Pada jenjang sekolah dasar, khususnya di MI RM Darul Abror, siswa kelas i mulai mengembangkan keterampilan berpikir logis yang krusial untuk kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah, memahami hubungan sebab-akibat, dan berpikir secara kritis. Keterampilan berpikir logis ini sangat diperlukan untuk mendukung pembelajaran di berbagai mata pelajaran, baik itu dalam konteks akademis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun, meskipun penting, keterampilan ini seringkali kurang mendapat perhatian dalam proses pembelajaran konvensional. Selain itu, kemampuan berpikir logis juga menjadi dasar bagi pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis yang lebih lanjut. Anak-anak di MI RM Darul Abror pada usia ini sangat rentan dalam membentuk kemampuan berpikir logis mereka, yang memerlukan pendekatan yang menyenangkan dan Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan ini adalah dengan memanfaatkan metode yang interaktif dan inovatif. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah metode Digital Picture Sequence, yang dapat menghubungkan gambar-gambar digital dengan cerita narasi Islami, memberikan pengalaman yang lebih konkret bagi anak-anak. Metode Digital Picture Sequence merupakan sebuah teknik pembelajaran yang menggunakan urutan gambar untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir logis mereka. Dengan mengurutkan gambar-gambar sesuai dengan alur cerita yang diberikan, siswa dapat lebih mudah memahami konsep urutan waktu, hubungan sebab-akibat, dan logika dalam suatu cerita. Penelitian oleh Saracho dan Spodek . menunjukkan bahwa penggunaan gambar atau media visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap materi yang disampaikan, terutama dalam hal konsep-konsep yang memerlukan urutan dan logika. Nurul Hidayati. Nurmilah, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Selain itu, penerapan narasi Islami dalam metode ini memberikan dimensi tambahan yang memperkaya pembelajaran anak-anak. Narasi Islami dapat memperkenalkan nilai-nilai moral yang mendalam, seperti kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab, yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Menggabungkan unsur agama dalam pembelajaran tidak hanya membantu anak-anak dalam mengembangkan kemampuan kognitif mereka, tetapi juga membentuk karakter mereka, yang menjadi landasan penting bagi perkembangan sosial dan emosional mereka. Menurut Zins & Elias . , pengintegrasian nilainilai moral dalam pendidikan dapat memperkuat kesadaran sosial dan emosional siswa. Penerapan metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan materi pembelajaran secara lebih menyeluruh. Melalui gambar-gambar yang menggambarkan cerita Islami, siswa dapat lebih mudah mengidentifikasi hubungan antara kejadian, sebab-akibat, dan nilai moral yang terkandung dalam cerita. Penelitian oleh Prensky . menunjukkan bahwa teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari. Penggunaan media visual yang interaktif dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif bagi siswa, sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar. Namun, meskipun metode ini menawarkan berbagai potensi, tantangan yang sering dihadapi adalah terbatasnya sumber daya, terutama di sekolah-sekolah yang terletak di daerah-daerah dengan infrastruktur teknologi yang kurang memadai. Di MI RM Darul Abror, meskipun sudah ada perangkat digital, keterbatasan akses ke teknologi canggih tetap menjadi hambatan dalam memaksimalkan penggunaan metode ini. Beers . menekankan pentingnya infrastruktur dan kesiapan teknologi dalam memanfaatkan pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa sekolah memiliki perangkat dan akses internet yang memadai untuk mendukung penerapan metode ini. Selain masalah infrastruktur, kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran juga merupakan faktor penting. Guru yang terlatih dan memiliki pengetahuan yang cukup dalam menggunakan teknologi digital dapat memaksimalkan manfaat dari metode pembelajaran berbasis Penelitian oleh Hsin et al. menunjukkan bahwa keberhasilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengimplementasikan teknologi tersebut secara efektif. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat mengoptimalkan penggunaan Digital Picture Sequence untuk meningkatkan keterampilan berpikir logis siswa. Salah satu keunggulan dari Digital Picture Sequence adalah kemampuannya untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Dengan mengurutkan gambar-gambar digital yang terkait dengan cerita Islami, siswa belajar untuk berpikir secara logis dan kritis. Mereka diajak untuk menghubungkan berbagai elemen cerita dan melihat hubungan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya. Hal ini sejalan dengan temuan oleh Brown dan Ryan . , yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka, yang sangat penting untuk perkembangan kognitif anak. Di sisi lain, penerapan metode ini juga dapat memperkuat kemampuan sosial anak-anak. Dalam proses pengurutan gambar dan berdiskusi mengenai cerita Islami, siswa diajak untuk berbicara, mendengarkan, dan bekerja sama dengan teman-temannya. Mereka dapat berbagi pendapat, mendiskusikan pilihan urutan gambar, dan belajar untuk saling menghargai pendapat orang lain. Menurut Saracho dan Spodek . , aktivitas berbasis kolaborasi seperti ini dapat memperkaya keterampilan sosial anak, yang sangat penting dalam perkembangan sosial mereka. Sebagai tambahan, integrasi nilai-nilai Islami dalam metode Digital Picture Sequence memberikan dimensi moral dalam pembelajaran yang membantu siswa memahami lebih dalam mengenai tujuan hidup dan tanggung jawab sebagai umat Islam. Dengan memahami konsep-konsep moral melalui cerita Islami yang terstruktur dalam gambar, siswa dapat mengembangkan sikap positif yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Hal ini penting dalam membentuk karakter siswa yang baik dan berakhlak mulia. Menurut Vygotsky . , pembelajaran yang melibatkan nilai-nilai moral dan sosial akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh siswa, terutama pada usia dini. Dengan demikian, penerapan metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami di MI RM Darul Abror diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis Metode ini tidak hanya mengasah kemampuan kognitif siswa, tetapi juga memperkenalkan nilainilai moral yang dapat membentuk karakter mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode ini dalam meningkatkan keterampilan berpikir logis dan karakter Nurul Hidayati. Nurmilah, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. siswa di tingkat sekolah dasar, dengan harapan bahwa metode ini dapat diterapkan lebih luas di berbagai RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengeksplorasi penerapan metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa kelas i di MI RM Darul Abror. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus mencakup penggunaan urutan gambar digital yang berhubungan dengan cerita Islami, yang mengharuskan siswa untuk mengurutkan gambar dan mengidentifikasi hubungan antara kejadian-kejadian dalam cerita tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan refleksi siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan perkembangan kemampuan berpikir logis siswa selama penerapan metode ini. Observasi digunakan untuk menilai keterlibatan siswa, kemampuan mereka dalam menghubungkan gambar dan narasi, serta peningkatan logika berpikir yang mereka tunjukkan. Wawancara dengan guru dan siswa dilakukan untuk menggali pendapat mereka tentang efektivitas metode Digital Picture Sequence dalam mendukung pengembangan keterampilan berpikir logis. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang penerapan metode ini di sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menemukan bahwa penerapan metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa kelas i di MI RM Darul Abror. Siswa mulai dapat mengidentifikasi urutan kejadian dalam cerita Islami dan menghubungkan gambar dengan cerita secara logis. Sebelum menggunakan metode ini, banyak siswa yang kesulitan mengurutkan peristiwa dalam cerita dengan benar. Namun, setelah menerapkan metode ini, mereka menunjukkan peningkatan yang jelas dalam mengurutkan gambar dengan lebih logis. Penelitian oleh Prensky . menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi meningkatkan keterlibatan dan pemahaman Selama kegiatan pembelajaran, siswa menjadi lebih aktif dalam mendiskusikan dan memecahkan masalah logis yang berkaitan dengan urutan gambar. Mereka belajar untuk berpikir kritis mengenai hubungan antara gambar, cerita, dan nilai-nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Hasil ini sesuai dengan penelitian oleh Beers . , yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat memperkaya pemahaman siswa dan mendorong mereka untuk berpikir secara analitis dan kritis, khususnya ketika diberikan materi yang melibatkan urutan atau hubungan sebab-akibat. Pengamatan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara peristiwa dalam cerita yang mereka urutkan. Mereka mulai memahami bagaimana satu peristiwa dapat mempengaruhi peristiwa lainnya. Hal ini memperlihatkan bahwa metode Digital Picture Sequence membantu siswa untuk berpikir secara logis, yakni dengan melihat hubungan antara gambar dan kejadian. Saracho dan Spodek . menjelaskan bahwa bermain peran dan menggunakan gambar dalam pembelajaran meningkatkan kemampuan anak untuk mengembangkan logika sebab-akibat mereka. Siswa juga menjadi lebih percaya diri dalam berbicara mengenai urutan gambar dan alasan mereka memilih urutan tersebut. Sebelumnya, beberapa siswa cenderung enggan untuk berbicara di depan teman-teman mereka, namun dengan penerapan metode ini, mereka menjadi lebih berani dan aktif dalam berdiskusi. Penelitian oleh Wilson . menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak-anak dan mengurangi rasa takut mereka untuk berbicara di depan umum. Penerapan narasi Islami dalam metode ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa, tetapi juga memperkaya pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islam. Setiap cerita yang disertai dengan narasi Islami memberikan contoh nyata mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil ini sejalan dengan temuan oleh Zins & Elias . , yang menyatakan bahwa pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai moral dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia mereka dan membentuk karakter yang baik. Nurul Hidayati. Nurmilah, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Selain itu, siswa yang mengikuti kegiatan Digital Picture Sequence lebih mampu menghubungkan kejadian-kejadian dalam cerita dengan situasi kehidupan mereka. Mereka dapat menjelaskan bagaimana kejadian yang mereka lihat dalam gambar dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Penelitian oleh Vygotsky . menyatakan bahwa pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak, karena mereka dapat menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan, beberapa anak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran ini. Mereka masih merasa canggung dalam menggunakan perangkat digital dan membutuhkan bantuan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak manfaat, anak-anak memerlukan bimbingan yang cukup untuk memaksimalkan penggunaan teknologi tersebut. Prensky . menyarankan bahwa anak-anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teknologi, terutama jika mereka belum terbiasa menggunakannya dalam konteks pembelajaran. Namun, setelah beberapa sesi, siswa mulai lebih terbiasa dan lebih lancar dalam mengoperasikan perangkat yang digunakan untuk mengakses gambar digital. Mereka lebih mandiri dalam memilih dan mengurutkan gambar sesuai dengan narasi yang diberikan. Beers . menunjukkan bahwa pengulangan dan latihan akan membantu siswa menguasai teknologi dengan lebih baik, sehingga mereka dapat dengan mudah berinteraksi dengan materi pembelajaran dan lebih fokus pada pemahaman isi pembelajaran. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan kolaborasi selama kegiatan Digital Picture Sequence. Mereka bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas mengurutkan gambar dan mendiskusikan cerita Islami yang diberikan. Ini membantu mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Penelitian oleh Saracho & Spodek . menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan kerjasama antar siswa dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka, yang penting untuk perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Secara keseluruhan, penerapan metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa di MI RM Darul Abror. Siswa tidak hanya mampu berpikir logis, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, berbicara, dan berkolaborasi. Dengan menggunakan teknologi yang menyenangkan dan interaktif, metode ini berhasil meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Ke depan, metode ini dapat diterapkan di lebih banyak sekolah untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan sosial anak-anak di tingkat dasar. CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa kelas i di MI RM Darul Abror. Melalui pendekatan ini, siswa mampu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dalam cerita Islami yang diberikan, serta menyusun urutan gambar dengan logis. Penerapan teknologi yang interaktif dan menyenangkan seperti ini mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, meningkatkan kemampuan berbicara, serta mengembangkan keterampilan sosial dan kolaboratif. Meskipun ada tantangan dalam pengadaptasian teknologi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pelatihan dan pengulangan, siswa dapat dengan mudah menguasai penggunaan perangkat Selain itu, pengintegrasian narasi Islami dalam metode ini memperkaya pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama, yang juga berdampak pada perkembangan karakter mereka. Oleh karena itu, metode Digital Picture Sequence dengan narasi Islami terbukti efektif dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial siswa, serta dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berpikir logis di sekolah dasar. REFERENCES