ALACRITY : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Analisis Sosiologi Sastra Tokoh Utama Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Dinda Husnul Hotimah1. Mimi Rosadi 2 1,2Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah. Medan Corresponding Author: dindahusnulhotimah@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 01 Juni 2022 Revised 15 Juni 2022 Accepted 25 Juni 2022 Kata Kunci ABSTRACT Dalam karya sastra termasuk novel terdapat nilai-nilai kehidupan yang berguna bagi pembaca, yang salah satunya adalah nilai perjuangan. Nilai perjuanagn ialah suatu tindakan yang dilakukan seseorang berupa usaha. Penelitian ini dilatarbelakangi adanaya nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai perjuanagan yang ditunjukan oleh tokoh utama dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan mengimplementasikan hasil penelitian sebagai referensi materi ajar dan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Nilai-nilai perjuangan yang ditunjukan oleh tokoh utama yakni Biru Laut dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori berupa nilai perjuangan rela berkorban 7 data, nilai perjuangan persatuan 3 data, nilai perjuangan harga menghargai 2 data, nilai perjuangan pantang menyerah 11 data, dan nilai perjuangan kerja sama 3 data. Hasil dari penelitian skripsi akan diterbitkan dalam bentuk jurnal yang mana jurnal penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru-guru khususnya guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan pembelajarannya disekolah dalam bentuk karya sastra dan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai alternatif materi ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Materi ajar tersebut terdapat dalam KD. 9 menganalisis isi dan kebahasan novel baik lisan maupun tulisan. Sosiologi Sastra,Nilai-Nilai Perjuanagan. Novel. Materi Ajar PENDAHULUAN Karya sastra sebagai gambaran kehidupan bermasyarakat merupakan suatu karya yang dapat dinikmati, dipahami, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Karya sastra juga suatu karya yang memiliki unsur kesenian yang mengandalkan kreativitas dan imajinasi pencipta karya sastra dengan menggunakan bahasa sebagai media untuk mengungkapkan peristiwa atau permasalahan yang telah terjadi dikehidupan masyarakat. Karya sastra dapat tercipta karena adanya sesuatu yang menjadikan jiwa seorang pengarang mempunyai rasa pada suatu permasalahan ataupun peristiwa yang ada di kehidupan masyarakat. Dikemukan oleh Nugrahani, . keberadaan karya sastra tidak terlepas dari adanya hubungan timbal balik antara pengarang, masyarakat dan pembaca. Maka tidak heran jika isi teks dari karya sastra berisi cerita kehidupan masyarakat yang nyata dan kerap kali dialami oleh masyarakat yang memuat nilai-nilai dalam masyarakat. Permasalahan atau peristiwa kehidupan dalam masyarakat sangat mempengaruhi tercipatanya suatu karya sastra. Wacaksono dalam Wiratama, . mengemukakan di ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 samping mengekspresikan dan mengungkapkan persoalan yang terjadi, pengarang juga ingin mengajak untuk berpikir bagaimana memecahkan suatu permasalahan, maka kegiatan mencari atau mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra dapat Nilai-nilai perjuangan akan menunjukan seseorang ketika mendapatkan suatu masalah di dalam kehidupannya. Seseorang itu akan melakukan perjuangan bertujuan agar dapat lepas dari masalah dan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik lagi(Romlah, 2. Sosiologi sastra merupakan ilmu yang meneliti tentang manusia dalam Sosiologi sastra ialah pemahaman terhadap suatu karya sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyakaratan. Kasnadi, . mengemukakan bahwa sosiologi sastra adalah penelitian yang menelaah suatu masalah manusia karena sastra kerap mengungkapkan perjuangan-perjuangan manusia untuk menentukan masa depannya, berdasarkan imaji, empati dan kompleksitas. Sosiologi sastra digunakan pada penelitian ini sebagai teori dasar dalam pemahaman terhadap aspek-aspek perjuangan Berdasarkan permaslahan sosisologi sastra, disini peneliti menekan tentang sosioligi sastra dalam novel. Sosiologi sastra tidak lepas dari aspek yang melatarbelakanginya. Maka disini peniliti mengkaji novel dengan menekan aspek sosiologi karya sastra yakni aspek nilai perjuangan(Madani, 2. Novel Laut Bercita karya Leila S. Chudori terdapat nilai-nilai perjuangan yang dialami oleh tokoh utama dalam novel. Biru Langit seorang mahasiswa Sastra Inggris di Yogyakarta yang bergabung dengan winatra, organisasi mahasiswa yang memihak pada kaum kecil seperti buruh dan petani. Biru Laut dan teman seaktivisnya adalah para pejuang di Orde Baru pada tahun 1998 yang berjuang dan rela berkorban untuk jatuh, kemudian bangkit lagi dengan harapan agar masa mendatang rakyat akan lebih layak. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada nilai-nilai perjuangan yang dialami oleh tokoh utama dan bagaimanakah implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas(Romlah, 2. Nilai membela keadilan salah satu nilai perjuangan yang terdapat dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Nilai membela keadilan sangat penting dalam bermasyarakat, jika keadilan tak lagi dijunjung maka orang bisa kehilangan haknya. Lewat keinginan Biru Langit untuk keadaan yang tak adil di masa Orde Baru, dan dengan tekatnya Aukita harus mencoba berbuat sesuatu, menyalakan sesuatu, sekecil apa pun dalam kegelapan di negeri iniAy. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra sebagai teori dasar dalam pemahaman aspek-aspek permasalahan kondisi masyarakat. Novel Laut Bercerita terdapat nilai-nilai perjuangan lainnya berupa nilai perjuangan persatuan, nilai perjuangan rela berkorban, nilai perjuangan kerja sama, nilai perjuangan kemanusian, dan nilai perjuangan harga menghargai. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui seperti apa sebenarnya nilai-nilai perjuangan yang terdapat dalam novel Laut Bercerita ini, dan bagaimana implementasinya dalam pembalajaran Bahasa Indonesia di ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 SMA karena akhir-akhir ini sudah banyak terjadi fenomena yang menyebabkan terjadinya perpecahan akibat perbedaan pandangan, memudarnya rasa persatuan, kurangnya sikap saling menghargai dan kerja sama. Suyanti . alam Kresnasari, 2. mengatakan bahwa peserta didik harusnya menyadari bahwa hidup saat ini karena jasa para pahlawan bahsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Hal tersebut yang mendorong peneliti menganalisis mengenai nilai-nilai perjuangn tokoh utama dalam novel Laut Bercerita yakni Biru Langit yang merupakan salah satu pahlawan pada masa Orde Baru yang memperjuangan hakhak masyarakat Indonesia terutama buruh dan petani saat itu. Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Nilai-nilai perjuangan dalam novel Laut Bercerita dapat memberikan pelajaran dan membentuk karakter siswa karena dalam novel ini banyak mengandung nilai-nilai positif yang dapat membangun cipta rasa dan karakter siswa seperti peduli sosial, peduli lingkungan dan memiliki rasa tangung jawa. Diharapkan pula dapat menjadi contoh yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sepengetahuan penulis novel Laut Bercerita belum pernah diteliti dari segi sosiologi Oleh sebab itu, penulis sangat tertarik untuk menelitinya METODE PENELITIAN Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut Arikunto, . berpendapat bahwa penelitian deskriptif merupakan penyelidikan yang dimaksudkan menyelidiki suatu keaadan kondisi, atau hal-hal yang sudah disebutkan, yang dimana hasilnya akan dipaparkan dalam bentuk laporan. Penelitian dalam hal ini mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan fenomena yang diteliti, data yang ada berupa sumber atau objek yang telah dibaca, menyimak, dan mencatat untuk memperoleh data dan informasi mengenai perjuangan-perjuangan yang ditunjukan oleh tokoh utama dalam novel Laut Bercerita yang terurai dalam bentuk kata-kata, bukan dalam angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yaitu pendekatan dalam menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatan untuk mengetahui makna dari yang tersirat dalam karya sastra dan apa tujuan atau amanat yang hendak disampaikan dalam karya sastra berkaitan dengan masalah sosial. Instrumen Penelitian Menurut (Nurgiyantoro, 2. berpendapat bahwa instrumen penelitian ialah suatu perencanaan dalam melakukan tindakan penelitian bertujuan untuk mendapatkan hasil Instrumen penelitian merupakan alat untuk mengukur dan mengumpulkan suatu data penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga data tersebut menjadi valid. Instrumen dalam penelitian kualitatif ini menggunakan instrumen manusia, yakni peneliti itu sendiri. Manusia digunakan sebagai alat unuk mengumpulkan data, berdasarkan kriteria-kriteria yang dipahami(Indratno, 2. Kriteria yang dimaksud ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 adalah pengetahuan tentang nilai perjuangan, serta dibantu oleh tabel data yang mengenai dengan penelitian nilai perjuangan dalam novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori . Adapun wujud tabel analisis data guna mencari nilai-nilai perjuangan pada novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori sebagai berikut: Tabel 1 Contoh Tabel Kutipan Nilai-Nilai Perjuangan No. Nilai-Nilai Perjuangan Data Halaman Nilai Rela Berkorban Nilai Persatuan Nilai HargaMenghargai Nilai Pantang Menyerah Nilai Kerja Sama Pengumpulan Data Menurut Arikunto . 6: . mengatakan bahwa pengumpulan data merupakan sebuah alat bantu yang ditetapkan dan digunakan oleh seorang peniliti dalam kegiatannya mengumpulkan data supaya kegiatan penelitian tersebut menjadi sistematis. Proses memahamai dalam sastra pada dasarnya berlangsung melalui dengan kegiatan membaca. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak yang merupakan teknik dasar dan teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Teknik simak yaitu fokus pada data primer dalam penelitian ini yaitu novel Laut Bercerita dengan menyimak secara cermat dan teliti. Hasil dari penyimakan data akan dirangkum dan dicatat untuk digunakan dalam penyusunan laporan yang sesuai dengan tujuan. Teknik pengumpulan data yang digunkan untuk mengumpulkan data, diantaranya: Membaca berulang-ulang novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori yang menjadi objek penelitian. Menyimak dan memahami data yang telah dibaca berkaitan erat dengan masalah yang diteliti. Membuat tabel analisis atau tabel penjaring data. Mencatat semua data dan mengelompokan data yang di dalamnya mengandung nilai-nilai perjuangan yang ditunjukan oleh tokoh utama. Memasukan data yang diperoleh ke dalam tabel analisis atau tabel penjaring data. Teknik Analisis Data Menurut Sugiyono, . analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang didapatkan dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, sengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke unit-unit, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 dan membuat kesimpulan sehingga mudah untuk dipahami oleh diri sendiri dan orang Data yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah data tentang nilai-nilai perjuangan dalam novel Laut Bercerita dan implementasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Analisis ini berusaha emndeskripsikan data dengan langkah-langkah sebagai Menyajikan data yang sudah dikumpulkan sesuai dengan masalah penelitian, yaitu nilai-nilai perjuangan yang ditunjukan tokoh utama dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Setelah itu diidentifikasikan berdasarkan kategori nilai-nilai perjuangan. Dikelompokan/digolongkan ke dalam tabel analisis data untuk dianalisis. Menyimpulkan hasil analisis sehingga diperoleh deskripsi mengenai nilai-nilai perjuangan yang ditunjukan oleh tokoh utama dan kemudian mendeskripsikan implementasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian digunakan penulis sebagai pengantar pembahasaan data. Data yang disajikan dalam skripsi ini berdasrkan pada hasil pengumpulan data yang telah dilakukan oleh peneliti. Dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang peneliti teliti, yakni . Nilai-nilai perjuangan tokoh utama dalam novel laut bercerita, . Implementasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Nilai-Nilai Perjuangan Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori Dalam suatu karya sastra pasti mengandung dan menawarkan nilai-nilai perjuangan yang baik terkhusus dalam sebuah novel. Lebih lanjutnya dijelaskna bahwa nilai perjuangan perjuangan dapat dijadikan suatu refleksi betapa besarnya perjuangan kehidupan seseorang. Dan prinsip perjuangan hidup itu berupa tindakan yang nyata. Tindakan nyata ini sebuah aksi untuk menghadapi atau mengubah suatu kondisi ke yang lebih baik. Berikut ini temuan nilai perjuangan dalam novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori yang disusun dalam bentuk tabel yang kemudian akan dideskripisikan di dalam Tabel 2 Tabel Nilai-Nilai Perjuangan dala Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori No. Nilai-Nilai Data Halaman Perjuangan Nilai Rela 1 AuAku mahasiswa semester tiga 24 Berkorban Fakultas Sastra Inggris. ,Ay kataku agak gugup. Yang diam-diam membaca buku Pramoedya bukan hanya karena estetika sastra, tetapi karena ada suara lain yang ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 Dia menatapku. Sebagai seorang mahasiswa hijau apa yang bisa kita sebuah rezim yang begitu kokoh berdiri selama puluhan tahun, dengan fondasi meliter sangat kuat dan ditopang dukungan kelas menengah dan kelas atas yang 24-25 nyaman dengan berbagai lisensi dikucurkan oleh orde baru? AuKenapa kalian berniat mengganti presiden? Urusan apa kalian anakanak kecil, kenapa may mengganti presiden?Ay tiba-tiba saja aku ingin sekali menjawab. AuKalau kami memang hanya anak kecil, kenapa Bapak merasa terancam?Ay Lelaki sebesar pohon di sebelah kiri ku menggampar kepalaku dengan tangannya yang sebesar tampah. adih! aku merasa wajahku pecah berkeping-keping. Bibir hidungku penuh darah. Aku berharap para malaikat bisa Sungguh. Biarlah kami saja ditangkap, ditinju, diinjak, atau ah. Aku jarang sekali bercerita tentang kawan-kawanku karena perarturan Kinan yang ketat untuk tidak 96 aktivitas kami agar mereka tak perlu jadi korban jika terjadi apaapa dengan kami. Sementara aku bisa mendengar Rahmat, salah seorang mahasiswa Jakarta, ditendang agar tetap berjalan menuju ruang lain dan dia ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 Nilai Persatuan terjatuh mengerang. Sekali lagi dia Tak tahan, aku berlari menolongnya dan tiba-tiba saja dua orang sudah mengokang pistol dan mengarahkannya pada kami. AuAku tak keberatan kalau aku harus mati. Kinan. Jangan salah. Aku Cuma kalau hingga saat ini. berapa ini, 1993. tak ada satu tokoh pun yang berani menentang secara terbuka, lalu. Ay Sejak peristiwa menghilangnya Ibu 35 Ami, aku mengatakan pada Bapak bahwa aku tak bisa diam saja melihat keadaan seperti ini. Jawaban Bapak, itulah sebabnya kita dilahirkan sebagai orang Indonesia. Kalimat bapak melekat dalam diriku hingga kini. Itu kuartikan bahwa kita harus selalu menyalakan sesuatu, sekecil apa pun dalam kegelapan di negri ini. Dia kesadaranku untuk melakukan sesuatu untuk bangsa ini, bangsa yang begitu banyak masalah dan mengira segalanya sudah beres 21 Mei 1998 ( pada saat Mas Laut masih ada, biasanya aku mengejek kalimat yang mengandung kata Auanak bangsaAy Aubapak bangsaAy atau Aumelakukan sesuatu untuk bangsa. Ay Sama seperti mas Laut, percaya pada perbaikan yang intangible, yang tidak kasat mata: seperti morall masyarakat untuk lebih ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 membangun kesadaran kelas menengah . ang saat itu sangat beba. untuk bergerak dan berpikir dan menuntut demokrasi yang entah kapan tercapai. Pembahasan Hasil Penelitian Dalam pembahasaan data ini peneliti menguraikan nilai-nilai perjuangan yakni nilai rela berkorban, nilai persatuan, nilai h arga-menghargai, nilai pantang dan nilai kerja sama, dan peneliti juga menguraikan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, guna memperjelas isi dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Nilai-Nilai Perjuangan Tokoh Utama Dalam Novel Laut Bercerita Nilai perjuangan adalah sebuah nilai yang dapat digunakan oleh seseorang guna memiliki suatu perasaan dan tindakan untuk merubah suatu keadaan yang jauh lebih baik lagi daripada sebelumnya. Dalam novel Laut Bercerita ditemukan 5 nilai perjuangan yakni nilai rela berkorban, nilai persatuan, nilai harga menghargai, nilai pantang menyerah dan nilai kerja sama. Masing-masing dari rician kelima nilai itu itu ditemukan 7 data dari nilai rela berkorban, 3 data dari nilai persatuan, 2 data dari nilai harga menghargai, 11 data dari nilai pantang menyerah, dan 4 data dari nilai kerja sama. Nilai Rela Berkorban Nilai-nilai rela berkorban merupakan suatu perwujudan dari perasaan jiwa yang tulus dan ikhlas seseorang dalam menghadapi suatu tantangan, baik tantangan itu berasal dari diri sendiri, maupun dari luar diri. Nilai rela berkorban ini merupakan cerminan dari sikap seseorang dalam melakukan suatu hal dengan mengdepankan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya sendiri tanpa mengharapkan suatu balasan. Data-data pada novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori yang mengandung nilai rela berkorban dari Tokoh Utama Biru Langit terdapat pada data-data berikut ini: Data 1 AuAku mahasiswa semester tiga Fakultas Sastra Inggris. ,Ay kataku agak gugup. Yang diam-diam membaca buku Pramoedya bukan hanya karena estetika sastra, tetapi karena ada suara lain yang menodorongmu. (Chudori, 2017: . Pada data 1 diawali dari pecakapan Biru Laut dengan aktivis lainnya mengenai apakah mereka akan membiarkan rezim yang kejam selama-lamanya, lalu timbul tekad Biru Langit ingin berbuat sesuatu untuk menjatuhkan rezim yang kejam itu. Meskipun Biru Langit baru semester tiga, tetapi biru langit mempunyai dorongan yang besar dari diri Biru Laut untuk menjatuhkan rezim yang kejam pada masa Orde Baru, yang menindas rakyat kecil. Kutipan data 1 menunjukan sikap Biru Laut yang rela berkorban , yang mmpunyai dorongan yang sangat kuat untuk menjatuh rezim yang kejam, membebaskan rakyat kecim dari rezim kejam itu. Hal itu ditandai pada penggalan karena ada suara lain yang ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 Kalimat tersebut menunjukan bawah Biru Laut rela berkorban melakukan sesuatu untuk menjatuhkan rezim meskipun ia masih semester tiga. Data 2 Dia menatapku. Sebagai seorang mahasiswa hijau apa yang bisa kita lakukan untuk mengguncang sebuah rezim yang begitu kokoh berdiri selama puluhan tahun, dengan fondasi meliter sangat kuat dan ditopang dukungan kelas menengah dan kelas atas yang nyaman dengan berbagai lisensi dan keistimewaan yang dikucurkan oleh orde baru? (Chudori, 2017: 24-. Data 2 ini terlihat dari kutipan yang bahwasaanya Biru Laut hanya seorang mahasiswa yang kekuatannya tidak sebanding dengan fondasi rezim kejam di masa Orde Baru yang fondasinya dibawah naungan militer yang sangat kuat dan ditopang dukungan kelas menengah atas. Biru Laut tak gentir berkeinginan menjatuhkan rezim keji yang dilakukan pemerintahan pada masa Orde Baru meskipun harus melawan rezim kejam yang difondasikan militer yang sangat kuat dan ditopang dukungan kelas menengah atas, dan ingin membebaskan rakyat kecil dan rakyat Indonesia dari rezim yang kejam. Dari data 2 ini Biru laut sebagai tokoh utama dalam novel Laut Bercerita menunjukan nilai rela Data 3 Kenapa kalian berniat mengganti presiden? Urusan apa kalian anak-anak kecil, kenapa may mengganti presiden?Ay tiba-tiba saja aku ingin sekali menjawab. AuKalau kami memang hanya anak kecil, kenapa Bapak merasa terancam?Ay Lelaki sebesar pohon di sebelah kiri ku menggampar kepalaku dengan tangannya yang sebesar tampah. aduh! aku merasa wajahku pecah berkeping-keping. Bibir dan hidungku penuh darah. (Chudori, 2017:. Peristiwa pada data 3 diawali penculikan Biru Laut oleh intel-intel pemerintahan masa Orde Baru pada tahun 1998, karena Biru Laut ikut serta dalam gabungan mahasiswa yang menolak masa Orde Baru dan ingin menjatuhkan rezim yang kejam pada masa Orde Baru. Hal itu Biru Laut dan beberapa aktivisnya diculik untuk diinterogasi mengenai gerakan meraka. Pada penggalan kalimat Lelaki sebesar pohon di sebelah kiri ku menggampar kepalaku dengan tangannya yang sebesar tampah. aduh! aku merasa wajahku pecah berkeping-keping. Bibir dan hidungku penuh darah, menunjukan bahwa Biru Laut rela berkorban demi membebaskan rakyat Indonesia khususnya rakyat kecil sampai Biru Laut diculik, kemudian disiksa oleh para intel pemerintahan yang badannya sebesar pohon sampai bibir dan hidung Biru Laut dipenuhi dengan darah akibat dari gamparan dikepala Biru Laut oleh lelaki sebesar pohon itu. Hal ini menunjukan bahwa Biru Laut sebagai tokoh utama memiliki nilai rela berkorban. Data 4 Aku berharap para malaikat bisa melindungi mereka. Sungguh. Biarlah kami saja ditangkap, ditinju, diinjak, atau ah. (Chudori, 2017: . ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 Pada data 3 masih dalam peristiwa penculikan di sebuah tahanan tahun 1998, pada saat penculikan itu Biru Laut diinterogasi oleh para intel-intel pemerintah yang kejam dan yang sebenarnya para intel tersebut sudah mengetahui siapa-siapa mahasiswa yang ikut serta dalam gerakan yang melawan rezim keji pada masa Orde Baru, mereka juga mengetahui siapa kekasih Biru Laut. Biru Laut sangat mengkhawatirkan kekasih dan teman-temannya seperjuangannya. Pada penggalan kalimat Sungguh. Biarlah kami saja ditangkap, ditinju, diinjak menunjukan bahwa Biru Laut rela berkorban, dimana Biru Laut berharap ada keajaiban agar kekasihnya dan teman-temannya diberikan perlindungan agar tak tertangkap, meskipun Biru Laut yang harus meengalami siksaan ditangkap, ditinju dan diinjak daripada kekasihnya dan teman-temannya mengalaminnya. Data 5 Aku jarang sekali bercerita tentang kawan-kawanku karena perarturan Kinan yang ketat untuk tidak melibatkan keluarga dalam aktivitas kami agar mereka tak perlu jadi korban jika terjadi apa-apa dengan kami. (Chudori, 2017: . Pada data 5 Biru Laut jarang menceritakan tetang kawan-kawan seperjuangannya kepada Ibu dan Bapak Biru Laut. Jika sewaktu-sewaktu Biru Laut terjadi apa-apa pada dirinya maka keluarga Biru Laut pun tak akan perlu ikut menjadi korban. Tindakan Biru Laut dengan jarang menceritakan kawan-kawan Biru Laut kepada Ibu dan Bapaknya menunjukan Bahwa Biru Laut rela berkorban jika sewaktu-waktu terjadi apa-apa pada dirinya tanpa melibatkan keluarganya karena Biru Laut tak ingin Ibu. Bapak dan adiknya Asmara ikut menjadi korban hal ini ditunjukan dari penggalan kalimat untuk tidak melibatkan keluarga dalam aktivitas kami agar mereka tak perlu jadi korban jika terjadi apa-apa dengan kami. Data 6 Sementara aku bisa mendengar Rahmat, salah seorang mahasiswa Jakarta, ditendang agar tetap berjalan menuju ruang lain dan dia terjatuh mengerang. Sekali lagi dia terperosok. Tak tahan, aku berlari menolongnya dan tiba-tiba saja dua orang sudah mengokang pistol dan mengarahkannya pada kami. (Chudori, 2017: . Kejadian pada data 6 berawal saat Biru Laut dan mahasiswa lainnya ke Gedung DPRD guna menyampaikan keluhan mengenai nasib petani yang digusur untuk pelatihan gabungan meliter. Setelah laporan diterima oleh salah satu fraksi di Gedung DPRD Biru Laut dan mahasiswa lainnya kembali ke Yogyakarta dengan menggunakan bus yang Biru Laut dan sekitar 15 orang mahasiswa menuju Terminal Bungurasih untuk naik bus, tetapi setibanya di terminal Bungurasih telah banyak laki-laki berseragam sipil, berambut cepak dan membawa senjata. Dengan sigapnya Biru Laut dan sekitar 15 mahasiswa tersebut berlari menghindari laki-laki bersergam sipil, tapi Biru Laut dan beberapa dari 15 orang mahasiswa tersebut tertangkap dan mereka dibawak ke dalam mobil kijang dengan wajah ditutupi dengan karung dan tangan diborgol. Setelah sampai ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 13- 24 karung yang menutupi wajah dan borgol dilepas. Biru Laut menyadari bahwa mereka berada di markas militer, dan dibawak kesebuah ruangan dibawah gedung. Saat Biru Laut dan beberapa mahasiswa lainnya dibawak kesebuah ruangan dibawah gedung Biru Laut mendengar suara Rahmat yang ditendang agar tetap berjalan menuju ruang tahanan, dan Rahmat terjatuh mengerang. Biru Laut saat mendengar suara jeritan Rahmat tak tahan rasanya ingin menolong, akhirnya Biru Laut berlari menolong Rahmat tanpa memikirkan bagaimana dirinya jika menolong Rahmat, benar saja saat ingin menolong Rahmat. Biru Laut sudah ditodong pistol. Peristiwa tersebut ditunjukan pada penggalan kalimat Sekali lagi dia terperosok. Tak tahan, aku berlari menolongnya dan tiba-tiba saja dua orang sudah mengokang pistol dan mengarahkannya pada kami, dari penggalan tersebut terlihat bahwa Biru Laut rela berkorban demi menolong Rahmat yang terjatuh akibat ditendang, tanpa memikirkan bagaimana akibat Biru Laut menolong Rahmat. KESIMPULAN Nilai-nilai perjuangan yang ditunjukan atau dimiliki oleh tokoh utama yakni Biru Laut dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori terdiri dari . nilai rela berkorban, . nilai persatuan, . nilai harga menghargai , . nilai pantang menyerah dan . nilai kerja sama. Nilai-nilai perjuangan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori memberikan pesan yang baik bahwa dalam mewujudkan suatu tujuan yang dicitakan, maka seseorang harus selalu berjuang dengan mengedepankan rasa persatuan, rela berkorban, serta saling harga menghargai dan pantang menyerah. Hasil penelitian tentang nilai-nilai perjuangan tokoh utama dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dapat yang dapat dijadikan bacaan menarik, dan juga bisa dijadikan sebagai materi ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di SMA kelas XII semester 2, yakni Kompetensi Dasar 3. 9 Menganalisis isi dan kebahasan Novel baik lisan maupun tulisan. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda Tukul Sutikno dan Ibunda Juariah serta keluarga tercinta. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mimi Rosadi. Pd selaku pembimbing. Terima kasih kepada seluruh dosen serta staff Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah dan seluruh teman - teman FKIP stambuk 2018. DAFTAR PUSTAKA