Sulaiman P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 REFLEKSI PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI KALANGAN MASYARAKAT ACEH (PEUCICAP ANEUK MANYAK BAN LAHyO) (Studi Kasus Kec. Tanah Luas Kab. Aceh Utar. Sulaiman. STAI Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon Aceh Utara. Aceh. Indonesia Email: mans93967@gmail. Abstrak: Masyarakat Aceh mendidik anak tidak terlepas dari tiga hal, yaitu adat istiadat, agama, dan pendidikan. Adat budaya Aceh identik dengan lafaz-lafaz Al-Quran yang diucapkan oleh masyarakat dalam melaksanakan berbagai ritual adat. Peucicap aneuk merupakan salah satu jenis adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Aceh, di mana seorang anak atau bayi yang telah berumur hampir dua bulan atau 44 hari diturunkan ke halaman rumah atau ke tempat makbarah . orang alim yang semasa hidupnya menjadi panutan bagi masyarakat guna mengambil keberkahan yang diyakini oleh masyarakat, dengan dipayungi dan kaki anak tersebut diinjakkan ke tanah . eugilho Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam tradisi peucicap aneuk di kalangan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Selanjutnya data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat peucicap aneuk manyak ban lahy yang dipraktekkan oleh warga Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara mengandung nilai pendidikan Islam. Peucicap Aneuk Manyak Ban Lahy meliputi dua nilai dalam pendidikan Islam yaitu nilai Ilahiyah dan nilai Insaniyah. Nilai Ilahiyah adalah nilai yang erat kaitannya dengan ketuhanan, sedangkan nilai Insaniyah berkaitan dengan kemanusiaan. Keduanya berhubungan dengan tingkah laku manusia. Kata Kunci: Adat. Peucicap Aneuk. Pendidikan Islam Abstract: The Acehnese people educate children inseparable from three things, namely customs, religion and education. Aceh's cultural traditions are identical to the recitations of the Al-Quran which are recited by the community in carrying out various traditional Peucicap aneuk is a type of custom carried out by the people of Aceh, where a child or baby who is almost two months or 44 days old is lowered into the yard or to the makbarah . of a pious person who during his lifetime was a role model for the community to take people believe in blessings, when they are given an umbrella and the child's feet are stepped on the ground . eugilho tano. This research aims to determine the values of Islamic education contained in the peucicap aneuk tradition among the people of Aceh. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Next, data was collected through observation, interviews and documentation. The results of the research show that the peucicap aneuk manyak ban lahy custom practiced by residents of Tanah Luas District. North Aceh Regency contains Islamic educational values. Peucicap Aneuk Manyak Ban Lahy includes two values in Islamic education, namely Divine values and Human values. Divine values are values that are closely related to divinity, while human values are related to humanity. Both are related to human behavior. Keywords: Adat. Peucicap Aneuk. Islamic Education Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Sulaiman P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 PENDAHULUAN Anak adalah amanah yang Allah titipkan kepada hambaNya. Oleh karena itu, anak harus diasuh, dibina, dididik, dan dilatih agar kelak menjadi manusia yang shaleh, bertakwa kepada Allah swt, berbudi pekerti luhur, beramal dan mempunyai etika yang baik serta menguasai ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Sehubungan dengan hal tersebut, orang tua harus benar-benar memperhatikan pendidikan anak bahkan semenjak calon ayah memilih calon ibu untuk anak, karena Ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Setiap orang tua menyadari bahwa mengasuh dan mendidik anak adalah kewajiban yang Allah pundakkan padanya. Anak juga bagian dari darah dagingnya sendiri serta penyambung estafek kehidupan orang tuanya. Baik buruknya kehidupan anak selalu dikaitkan dengan kehidupan orang tuanya (Uhbiyati, 2009:. Pendidikan adalah suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja, dan penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak anak sehingga terjadi interaksi dan komunikasi antara si anak dengan orang dewasa, untuk mencapai kedewasaan yang diimpikan si anak dan berlangsung secara berkesinambungan (Ahmadi & Uhbiyati, 2015:. Dalam masyarakat Aceh, mendidik anak tidak terlepas dari tiga hal, yaitu adat istiadat, agama, dan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa antara adat, dan hukum (Isla. , qanun, dan reusam, masing-masing mempunyai aturan tersendiri, sehingga tidak bercampur satu sama lain dalam proses pelaksanaan kehidupan seharihari. Adat budaya Aceh identik dengan lafaz-lafaz Al-Quran yang diucapkan oleh masyarakat dalam melaksanakan berbagai ritual adat, karena pada prinsipnya orang Aceh tentang adat sangat sakral dan kental turun temurun seperti yang diutarakan orang tua dulu yang sampai sekarang masih melekat dalam hati anak anaknya mate aneuk meupat jrat gadoh adat pat tajak mita. Salah satunya adalah adat peucicap aneuk manyak ban lahe. Peucicap aneuk merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh, di mana seorang anak atau bayi yang telah berumur 2 bulan atau 44 hari diturunkan ke halaman rumah atau ketempat makbarah . orang alim yang semasa hidupnya menjadi panutan bagi masyarakat guna mengambil keberkahan yang diyakini oleh masyarakat, dengan dipayungi dan kaki anak tersebut diinjakkan ke tanah . eugilho tano. (Seksi Seminar PKA-3, 2003:. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Sulaiman P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Ritual adat peucicap aneuk manyak ban lahe ini sarat dengan makna yang bertujuan agar seorang anak dapat berperilaku dengan baik disaat beranjak usia aqil baligh hingga ajal menjemputnya mulai dari lingkungan keluarga hingga ke lingkungan masyarakat luas (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 198:. Upacara peucicap aneuk manyak ban lahe dilakukan dalam rentang waktu bayi berumur 2 hingga 7 bulan. Umumnya masyarakat di kec. Tanah luas melaksanakan upacara peucicap aneuk manyak ban lahe di saat anak sudah berumur 44 hari sekalian dengan ibunya selesai mandi wiladah. Ritual ini diikuti dengan kenduri, ada yang memotong kambing ada juga yang kenduri ala kadarnya saja tergantung ekonomi Di kec. Tanah Luas ritual peucicap aneuk manyak ban lahe banyak dilakukan masyarakat setempat. Pada upacara ini bayi dikasih nasi yang sudah digiling halus dicampur dengan air zam zam, kuning telur yang sudah direbus dan aneka sari buah buahan yang disediakan oleh keluarga si anak, diperas dalam nasi yang sudah digiling Nasi tersebut disuapi kepada anak hanya oleh orang tertentu yaitu orang alim biasanya dalam jumlah bilangan ganjil 3 atau 5 orang, serta diiringi dengan tepung tawar dan diberikan sedikit uang kepada si anak ala kadarnya saja oleh orang alim tersebut. Keluarga si anak juga menyediakan cermin, paha ayam yang sudah dibakar dan al-QurAoan. Filosofi yang dikandung dari bercermin ialah agar si anak saat melakukan kesalahan mau memperbaikinya tanpa ada rasa ego karena pada prinsipnya anak diajarkan dari mana kita berasal di mana sekarang dan ke mana di masa akan datang. Berasal dari tanah dan hidup di atas tanah cari rezeki di atas tanah selanjutnya mati juga akan dimasukkan ke dalam tanah. Sementara filosofi paha ayam yang sudah dibakar adalah agar ketika anak tumbuh dewasa jangan menjadi pemalas, megais rezeki sebagaimana ayam bangun lebih awal di waktu subuh bertasbih kepada sang pencipta kemudian ayam mencari rezeki dengan mencakar dan mengais kakinya ke tanah mulai pagi hari. Filosofi dari al-QurAoan adalah sebagai tuntunan dan pedoman dalam menjalani Tahapan demi tahapan para orang alim melantunkan shalawat sekitar 1 jam, dengan dibawa oleh teungku malem mengelilingi ruang tamu sebanyak 7 kali putaran seperti orang tawaf, kemudian ritual selanjutnya ialah peutron bak tanoh. Orang yang menggendongnya memakai pakaian yang bagus dan bersih. Ketika proses peutron bak tanoh berlansung anak dan yang mengendongnya ditudungi dengan sehelai kain yang Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Sulaiman dipegang oleh 4 . orang pada setiap sisinya. Di atas kain tersebut dibelah kelapa dengan tujuan agar bayi tadi tidak takut terhadap suara petir. Pembelahan kelapa ini dilakukan di depan rumah oleh teungku malem, selanjutnya belahan kelapa dilempar kepada kerabat dari pihak ayah . dan sebelah lagi dilempar kepada kerabat dari pihak ibu . Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan rumput . ah bak naleun. yang dilakukan oleh orang tertentu pula. Filosofi yang di kandung dari pemotongan rambut ini adalah agar cinta dan suka kepada kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam tradisi peucicap aneuk di kalangan masyarakat Aceh METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan harapan dapat diperoleh pemahaman dan penafsiran yang mendalam mengenai makna dari kenyataan dan fakta yang relevan terhadap data yang ada di lapangan. Kajian penelitian ini beralokasikan di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sugiono . kondisi objek alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. di mana peneliti sebagai instrumen kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah peneliti selesai melakukan proses pengumpulan data, selanjutnya peneliti melakukan pengolahan data dan analisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang berarti agar dapat mengungkapkan permasalahan yang sedang diteliti (Sugiyono, 2. Teknik anlisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Refleksi nilai pendidikan Islam Peucicap Aneuk Manyak Ban Lahy meliputi dua nilai dalam pendidikan Islam, yaitu nilai Ilahiyah dan nilai Insaniyah. Nilai Ilahiyah adalah nilai yang erat kaitannya dengan ketuhanan, sedangkan nilai Insaniyah berkaitan dengan kemanusiaan. Keduanya berhubungan dengan tingkah laku manusia. Tetapi yang dimaksud nilai dalam hal ini adalah konsep yang berupa ajaran-ajaran Islam, di mana Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Sulaiman P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 ajaran Islam itu sendiri merupakan seluruh ajaran Allah SWT yang bersumber dari AlQurAoan dan Sunnah yang pemahamannya tidak terlepas dari pendapat para ulama yang telah lebih memahami dan menggali ajaran Islam (An-Nahlawi, 1989:. Di antara nilai nilai yang dikandung dari tradisi Peucicap Aneuk Manyak Ban Lahy adalah: Nilai-Nilai Pendidikan Aspek Aqidah (Keimana. Peucicap Aneuk Manyak Ban Lahy dapat menghilangkan khurafat . Jahiliyah serta dapat memberikan syafaat . kepada kedua orang tuanya. (Abdurrahman, 2010:. Perlu kita ketahui bahwa pada zaman Jahiliyah, upacara akikah dilakukan dengan melumuri bayi dengan darah binatang sembelihan untuk akikah. Hal itu akan berdampak negatif pada si bayi, karena darah merupakan hal najis yang seharusnya dihindarkan. Kemudian Rasulullah SAW menggantinya dengan memberi wangi-wangian. Menggabungkan budaya yang tidak bertentangan dengan syariAoat merupakan tanggung jawab kaum muslim terhadap aqidah Islam. Aqidah Islam memiliki konsep yang tegas dan jelas, yang tidak menerima penambahan maupun pengurangan. Dalam Islam aqidah merupakan masalah asasi yang merupakan misi pokok yang diemban para Nabi, baik-tidaknya seseorang dapat ditentukan dari aqidahnya. Karena aqidah merupakan masalah asasi, maka dalam kehidupan manusia perlu ditentukan prinsi-prinsip dasar aqidah Islamiyah agar dapat menyelamatkan kehidupan manusia di dunia dan di Sumber aqidah adalah wahyu yang benar dan rasional. Aqidah Islam datang dalam keadaan suci dan murni, tidak tercemari pemahaman-pemahaman lain, sehingga orang Arab yang awam sekalipun mampu memahaminya dengan pemahaman yang mendalam. Mereka berjanji setia kepada Rasulullah saw untuk tetap berpegang teguh dengan aqidah Islam dan rela berkorban untuk berjuang dijalan-Nya. Nilai Pendidikan Akhlak Peucicap Aneuk memiliki tujuan agar ketika sudah besar nanti sang anak bertutur kata yang manis-manis, berkata-kata yang sopan kepada yang lebih tua, tidak membuat orang tersinggung dan sakit hati jika mendengarnya. Ini merupakan filosofi dari salah satu sesi Peucicap Aneuk ketika memberi sesuatu yang manis ke mulut bayi. Ada juga yang memberikan makanan yang manis dan juga asin. Filosofinya kalau diberikan yang manis si anak ketika sudah besar akan bertutur kata yang baik serta memiliki sopan Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Sulaiman P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 santun, sedangkan yang asin bertujuan agar ketika besar nanti perkataan si anak menjadi bekasan atau manfaat bagi orang lain. Akhlak adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama, karena yang baik menurut akhlak baik pula menurut agama. Menurut istilah, akhlak ialah sifatsifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwa dan selalu ada padanya. Sifat itu dapat lahir berupa perbuatan baik dan buruk (Asmaran, 1994:. atau dengan bahasa lain akhlak adalah bentuk pantulan daripada amalan kebaikan, yaitu sebagai puncak kesempurnaan dari keimanan dan keislaman seseorang, (Zuhairini, dkk, 2004 :. Selanjutnya dalam ritual peucicap aneuk juga ada sesi pemberian nama. berpedoman kepada hadis yang diriwayatkan oleh Samurah terdapat kata AUAocA OIAartinya Aumemberi nama kepada anakAy. Nama merupakan harapan agar anak sepadan atau sederajat dengan manusia pada umumnya. Salah satu syarat diakuinya derajat manusia dengan lainnya karena manusia memiliki sebuah nama. Nama yang disematkan harus mengandung arti yang baik karena akan berpengaruh bagi si anak dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat, sehingga ia mampu memberikan contoh akhlak mulia dan menjadi figur bagi masyarakat sekitarnya (Ulwan, 2009:. Pendidikan Sosial Tradisi peucicap aneuk terdapat sesi mencukur rambut kepala anak yang kemudian rambut hasil cukuran tersebut dikumpulkan lalu ditimbang, beratnya disamakan dengan berat perak dan nilai tukar perak tersebut ditukarkan dengan nilai rupiah lalu disedekahkan. Hal ini mengandung pendidikan sosial yang dapat mengurangi kemiskinan dan mewujudkan suasana saling menolong, saling menyayangi, dan saling menjamin dalam kelompok masyarakat (Ulwan, 2009:. Hal tersebut akan memperkuat silaturrahim antar-masyarakat. Maksud dari mempererat silaturrahim yaitu menguatkan ikatan keakraban dan kecintaan antara sesama anggota masyarakat karena berkumpulnya mereka di hadapan hidangan yang sudah disediakan artinya bergembira dalam menyambut anak yang baru lahir. Manusia dikenal dengan makhluk homo socius, yakni sebagai makhluk sosial yang senang bekerjasama, berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain, karena dapat dipastikan bahwa manusia tidak akan mampu hidup sendirian. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Sulaiman P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Pendidikan Kesehatan Pada umumnya orang beranggapan, bahwa kesehatan penting bagi kehidupan Tetapi sebagian besar berpandangan bahwa seseorang dianggap sehat bila berada dalam keadaan tidak sakit atau tidak cacat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Samurah terdapat lafadz wayuhlaku rakAosuhu artinya Aumencukur rambut kepalanya . Hal ini merupakan bagian dari upaya memberikan pendidikan kesehatan sejak dini kepada anak. Di mana mencukur rambut kepala anak yang baru dilahirkan dalam prosesi peucicap aneuk dimaksudkan dapat menguatkan kepala anak dan membuka poriporinya. Selain itu, dengan mencukur rambut kepala akan memperkuat tubuh anak, membuka selaput kulit kepala dan mempertajam indera penglihatan, penciuman dan pendengaran (Ulwan, 2009:. Dengan mencukur rambut anak, kotoran-kotoran yang terbawa dari dalam rahim dan menempel pada rambut akan hilang serta akan dapat dihindari berkembangnya banyak mikro organisme yang dapat menimbulkan penyakit serta dapat merangsang pertumbuhan sel-sel baru di kepala si anak. (Syafiarrahman & Hadian, 2003:. KESIMPULAN Di antara nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam tradisi peucicap aneuk adalah pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, pendidikan kesehatan, pendidikan sosial, pendidikan ekonomi, pendidikan psikologi dan pendidikan keindahan. Dengan melakukan tradisi peucicap aneuk yang baru lahir, dapat memberikan pengaruh pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara jasmaniah maupun rohaniah sehingga kelak menjadi anak yang sarat akan ilmu agama dan kenal akan pencipta dan Rasulnya serta menjadi anak shaleh dan shaleha yang berbakti kepada kedua orang tuanya serta kenal betul akan jati dirinya. REFERENSI