Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 ARTIKEL RISET Studi Literatur: Dampak Pengetahuan. Sikap. Dan Dukungan Keluarga Terhadap Penyelesaian Imunisasi Dasar Anak Irfan Sazali Nasution . Aina Putri Lubis . Annis Fadhila . Alysa Nadia Zahra Hasibuan . Irene Dwi Monica . Nediva Dinny Artanti . Rafli Ahmad Damanik 1,2,3,4,5,6,7 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Corespondensi : irfan1100000177@uinsu. ABSTRAK Cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan faktor pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga. Rendahnya pemahaman tentang manfaat imunisasi, sikap negatif terhadap vaksin, serta kurangnya dukungan keluarga berpotensi menyebabkan anak tidak memperoleh imunisasi dasar secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap penyelesaian imunisasi dasar anak melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel penelitian nasional yang dipublikasikan pada periode 2020Ae2025. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional terindeks Google Scholar yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian dilakukan di Indonesia, melibatkan responden orang tua atau keluarga yang memiliki balita, serta membahas variabel pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terkait imunisasi dasar. Sebanyak enam artikel dianalisis secara sistematis dengan membandingkan temuan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang baik mengenai imunisasi berhubungan positif dengan kelengkapan imunisasi dasar anak. Selain itu, sikap ibu yang mendukung dan percaya terhadap keamanan serta manfaat vaksin turut meningkatkan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi. Dukungan keluarga, baik dalam bentuk emosional, informasional, maupun instrumental, terbukti memperkuat motivasi ibu dalam melengkapi imunisasi anak. Beberapa studi juga mengidentifikasi akses terhadap pelayanan kesehatan sebagai faktor pendukung tambahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan edukasi kesehatan, pembentukan sikap positif terhadap imunisasi, serta penguatan peran keluarga merupakan strategi penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia. Kata kunci : Imunisasi Dasar. Pengetahuan Ibu. Sikap. Dukungan Keluarga. Cakupan Imunisasi Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 ABSTRACT The coverage of basic childhood immunization in Indonesia continues to face various challenges, particularly those related to maternal knowledge, attitudes toward immunization, and family support. Limited understanding of the benefits of immunization, negative perceptions of vaccines, and insufficient family involvement may result in children not completing the recommended basic immunization schedule. This study aims to identify and analyze the influence of knowledge, attitudes, and family support on the completion of basic immunization in children through a literature review approach. The method employed was a literature review of national research articles published between 2020 Data sources were obtained from national journals indexed in Google Scholar that met the inclusion criteria, namely studies conducted in Indonesia, involving parents or families with toddlers, and examining variables related to knowledge, attitudes, and family support in immunization practices. A total of six articles were systematically reviewed and compared. The findings indicate that adequate maternal knowledge about immunization is positively associated with the completeness of childrenAos basic immunization. In addition, positive maternal attitudes, including trust in vaccine safety and effectiveness, significantly contribute to adherence to immunization Family supportAiemotional, informational, and instrumentalAiplays a crucial role in strengthening mothersAo motivation to ensure their children receive complete immunization. Several studies also identified access to health services as an additional supporting factor. Overall, this review highlights that improving health education, fostering positive attitudes toward immunization, and strengthening family involvement are essential strategies to enhance basic immunization coverage among children in Indonesia. Keywords: Basic Immunization. Maternal Knowledge. Attitude. Family Support. Immunization Coverage. PENDAHULUAN Imunisasi ialah suatu upaya aktif untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit . Melalui imunisasi, individu yang terpapar patogen diharapkan tidak mengalami penyakit atau hanya mengalami gejala ringan. Bayi termasuk kelompok yang paling rentan terhadap penyakit infeksi, sehingga memerlukan perlindungan optimal melalui pemberian imunisasi. (Ananta et al. Cakupan imunisasi dasar pada tahun 2021 menunjukkan angka yang relatif serupa dengan capaian Rendahnya cakupan tersebut berkaitan dengan pengalihan fokus layanan kesehatan untuk penanganan pandemi COVID-19, sehingga program imunisasi belum dapat dioptimalkan secara maksimal. Dari semua daerah, enam provinsi telah mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis 2021. yaitu Sulawesi Selatan . %). Bali . ,8%). Nusa Tenggara Barat . ,5%). Daerah Istimewa Yogyakarta . ,3%). Banten . ,8%), dan Bengkulu . ,1%) (Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kementerian Kesehatan RI, 2. Penurunan cakupan vaksinasi di Indonesia sangat berdampak terhadap pencapaian suatu target imunisasi pada tingkat nasional. Proporsi bayi yang menerima vaksin tercatat sebesar 84,2% pada tahun 2020 dan mengalami sedikit peningkatan menjadi 84,5% pada tahun 2021. Sementara itu, persentase anak yang tidak memiliki kelengkapan imunisasi dasar meningkat secara signifikan, dari 10% pada tahun 2019 menjadi 26% pada tahun 2021. Pada tahun 2022, cakupan imunisasi lengkap mencapai 94,6%, melampaui target nasional sebesar 94,1%. Dalam enam bulan terakhir, ada beberapa kasus penyakit mengejutkan yang dapat dihentikan oleh vaksin, terutama di tempat-tempat yang belum banyak penduduknya mendapatkan (Tonasih et al. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Pengetahuan tentang vaksinasi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan keluarga, khususnya bagi orang tua dalam melindungi kesehatan bayi. Pemahaman tersebut perlu diperkuat melalui diseminasi informasi yang sistematis kepada masyarakat. Semakin luas dan intensif akses terhadap informasi mengenai vaksinasi, semakin meningkat pula tingkat pemahaman masyarakat, yang selanjutnya berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan terhadap pedoman dan jadwal vaksinasi. (Agustina and Dewi 2. Pengetahuan para ibu mengenai vaksinasi berbeda-beda dan dipengaruhi oleh elemen-elemen seperti pendidikan, ketersediaan informasi, bantuan dari layanan kesehatan, serta pengalaman individu. Semakin tinggi tingkat pemahaman seorang ibu, semakin besar pula motivasinya untuk memberikan vaksinasi kepada anak-anaknya. Ibu yang termotivasi untuk menjalani gaya hidup lebih sehat akan memvaksinasi anak-anak mereka guna melindungi dari METODE Penelitian ini menggunakan metode Review Artikel dengan memanfaatkan sumber data yang diperoleh dari berbagai literatur daring. Data tersebut berasal dari hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal nasional yang terindeks dan diterbitkan pada periode 2020Ae2025. Artikel yang digunakan terdiri atas research article dan literature review yang membahas aspek apa yang ibu ketahui tentang vaksin, bagaimana perasaan mereka tentang memberikan vaksin kepada anakmereka, dan bagaimana keluarga mereka membantu mereka dalam hal itu. Kriteria artikel: Merupakan research article Penelitian dilakukan di Indonesia Penelitian menggunakan responden Orang tua & Keluarga yang memiliki balita Artikel dipublikasi 5 tahun terakhir Artikel dipublikasi pada jurnal nasional Artikel dipublikasi pada jurnal yang terindeks google scholar Artikel yang diperoleh berdasarkan kriteria inklusi di atas berikutnya dianalisis hasil penelitiannya untuk dapat disajikan dalam bentuk kajian literatur. Kajian literatur ini disajikan dengan membandingkan hasil-hasil penelitian dari setiap artikel agar dapat memberikan kesimpulan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 HASIL Tabel 1. Hasil Studi Literatur Judul Penelitian Metode Hasil Nama . Menurut Para Penelitian ini menggunakan pendekatan mengamati seberapa baik para ibu kuantitatif dengan desain korelasional. memahami berbagai hal dan bagaimana Rancangan cross-sectional diterapkan keluarga mereka bertindak. Mereka dengan melibatkan 685 bayi baru lahir beserta ibu sebagai populasi penelitian. antara pemahaman seorang ibu dan dukungan keluarga Sebanyak terhadap imunisasi Angka-angka . ,005 dan dasar lengkap pada 0,. menunjukkan bahwa hubungan anak usia 24-36 Pengumpulan ini nyata dan bukan hanya kebetulan dan kuesioner sebagai instrumen penelitian, odds ratio 9,317 . ,958-44,. ) serta dan data yang diperoleh dianalisis dukungan dari keluarga . -value 0,. secara statistik menggunakan uji chi- dengan pelaksanaan imunisasi dasar yang komplit pada anak berusia 24 Hubungan Lilis Rismaya . hingga 36 bulan. Pengetahuan. Studi ini mengamati 110 ibu yang Berdasarkan datang ke Puskesmas. Para peneliti menggunakan uji chi-square, terdapat menggunakan metode khusus yang disebut metode deskriptif-analitis, dan pengetahuan dan pelaksanaan imunisasi Hubungannya mereka memeriksa setiap ibu pada dasar lengkap, dengan nilai p sebesar Perilaku waktu tertentu untuk mendapatkan 0,000 (<0,. , sehingga Hipotesis Nol harus Melengkapi layanan perawatan bagi bayi mereka, (HCA) ditolak. Hubungan yang sama juga Imunisasi ditemukan antara sikap dan tindakan pada Bayi Usia 0- responden dipilih secara acak sebagai terkait imunisasi yang lengkap, dengan sampel penelitian. Data di peroleh p sebesar 0,000 (<0,. , sehingga HCA Nurlaelasari melalui kuesioner, dan melakukan Selanjutnya, dukungan keluarga . analisis data dengan menggunakan uji terhadap bayi usia 0Ae11 bulan juga chi-square. terbukti berhubungan secara signifikan Sikap Dukungan Keluarga Bulan. Dasar Euis dengan pelaksanaan imunisasi dasar Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 lengkap, dengan nilai p sebesar 0,000 (<0,. , sehingga HCA ditolak. Faktor Yang Studi ini menggunakan angka dan fakta Hasil Berhubungan untuk memahami berbagai hal dengan dilakukan pada 95 orang responden Dengan lebih baik. Para peneliti mengamati dan menunjukkan bahwa 76 responden Kelengkapan menganalisis apa yang terjadi pada satu . %) telah melengkapi imunisasi dasar Status Imunisasi titik waktu. Mereka berfokus pada untuk anak, sedangkan 19 responden Dasar Di Wilayah semua ibu dengan bayi berusia 9 hingga . %) belum menyelesaikannya. Data Kerja Puskesmas 18 bulan yang datang ke Puskesmas ini memberikan gambaran mengenai Gunung Megang. Gunung Megang. Total ada 95 ibu masih adanya sebagian ibu yang belum Martina menggunakan metode yang disebut pengambilan sampel total, yang berarti sesuai standar pelayanan kesehatan. kami mempelajari semua orang dalam Untuk pertanyaan dengan cara khusus yang . Kemudian, memeriksa semua jawaban dengan matematika yang disebut uji chikuadrat untuk memahami makna data. Berpengaruhnya Pada penelitian lain dengan desain Sebuah penelitian yang dilakukan di dukungan keluarga serupa, sampel diperoleh melalui teknik Pusat Kesehatan Katoi pada tahun 2023 Membantu cluster random sampling dengan jumlah keluarga itu penting karena memiliki Prosedur pengumpulan data juga memanfaatkan kelengkapan pemberian imunisasi dasar selanjutnya dianalisis menggunakan . = 0,. Selain itu, terdapat SPSS melalui uji chi-square. hubungan signifikan antara pengetahuan anak-anak mereka agar mereka tetap ibu . = 0,. dan jangkauan tempat . Miswati dkk Namun demikian, tingkat kepercayaan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 kelengkapan imunisasi dasar pada anak. Hubungan tingkat Studi pengetahuan pada deskriptif kuantitatif dengan rancangan Puskesmas cross sectional. pentingnya vaksin bagi bayi mereka. Pemilihan sampel terhadap wajibnya ebagian besar ibu yang berkunjung ke Madurejo Sekitar 77 dari 100 ibu mengetahui dasar-dasar imunisasi. Bahkan lebih responden dengan jumlah 73 orang. banyak lagi, sekitar 92 dari 100 ibu. Menganalisis Mas informasi dari berbagai cara. Salah satu saleha hasanah dkk cara disebut analisis univariat, yang Studi ini juga menemukan . hanya melihat satu hal pada satu waktu. bahwa ibu yang lebih memahami Cara lain disebut analisis bivariat, yang tentang vaksin cenderung memberikan semua vaksin yang dibutuhkan bayinya. keduanya saling terkait, di mana Ini berarti ada hubungan yang kuat pengujian hubungan antar variabel antara seberapa banyak pengetahuan ibu menggunakan uji chi-square. tentang vaksin dan seberapa baik Bagaimana Studi Secara Studi pemahaman seorang ibu tentang vaksin, menunjukkan bahwa ketika seorang ibu bantuan suaminya, dan perasaannya mengetahui segala sesuatunya dengan baik dan mendapat bantuan suaminya, bayinya saling terkait. Para peneliti hal itu membuat perbedaan. , dan sikap ibu memiliki hubungan yang bermakna dengan kelengkapan imunisasi dasar bekerja sama untuk mendapatkan semua vaksinasi penting. pada bayi. Ibu dengan pemahaman yang Mereka memeriksa semua hal ini secara Iunisasi bagaimana keterkaitannya. hal-hal menyelesaikan jadwal imunisasi anak. agar tetap sehat. Ketiga memberikan pengaruh yang signifikan . terhadap kelengkapan imunisasi dasar. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 PEMBAHASAN Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa lengkapnya imunisasi dasar pada anak di pengaruhi oleh tiga determinan utama yaitu pengetahuan orang tua, sikap terhadap imunisasi, dan dukungan keluarga. Ketiganya membentuk rangkaian proses yang saling berhubungan dalam menetukan perilaku orang tua dalam memutuskan pemberian imunisasi. Pengetahuan orang tua mengenai pentingnya imunisasi memegang peran yang sangat besar dalam menentukan kelengkapan vaksinasi anak. Setiap orang tua dituntut memiliki perhatian serta rasa tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan (Tonasih et al. Pemahaman yang baik akan manfaat imunisasi mendorong orang tua lebih teliti dalam mengikuti jadwal vaksinasi, sehingga anak mendapat perlindungan kesehatan yang maksimal. Imunisasi dasar sendiri merupakan rangkaian vaksin wajib yang harus diberikan secara teratur sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah maupun tenaga kesehatan. Tingkat pengetahuan ibu tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kelengkapan imunisasi dasar. Ibu diklasifikasikan ke dalam tiga kategori pengetahuan, yaitu kurang, cukup, dan baik. Tidak ditemukannya hubungan tersebut diduga terkait dengan proporsi yang tinggi, yaitu 74,5% ibu berpengetahuan baik yang telah menyelesaikan imunisasi dasar pada anaknya. Pengetahuan pada manusia merupakan komponen penting dalam proses pengambilan keputusan, karena sikap yang didasarkan pada pengetahuan cenderung lebih stabil dibandingkan sikap yang tidak didukung oleh pemahaman yang Pemahaman ibu mengenai imunisasi dasar tetap memiliki peran dalam membentuk keputusan terkait pemberian imunisasi pada anak. Selain pengetahuan, sikap orang tua khususnya ibu juga berkaitan erat dengan kelengkapan imunisasi Ibu yang memiliki sikap kurang mendukung terhadap imunisasi cenderung enggan membawa anaknya untuk mendapat vaksin lengkap, sedangkan ibu dengan sikap positif lebih besar kemungkinannya untuk memenuhi jadwal imunisasi. Penelitian menunjukkan bahwa sikap ibu terhadap imunisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap capaian imunisasi dasar lengkap (Achjar et al. Sikap negatif, seperti rasa takut terhadap efek samping atau ketidakpercayaan terhadap vaksin, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak tidak menerima imunisasi yang seharusnya. Faktor pelayanan kesehatan juga menjadi komponen penting dalam keberhasilan pemberian imunisasi Kualitas pelayanan meliputi kesabaran petugas, keramahan, komunikasi yang baik, dan profesionalisme kerja memberikan rasa nyaman bagi ibu maupun anak. Ketika orang tua merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, mereka lebih termotivasi untuk kembali melengkapi imunisasi anak. Dengan demikian, mutu pelayanan kesehatan turut mempengaruhi keputusan keluarga dalam memenuhi imunisasi dasar (Beni Yuliasari et al. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Dukungan dan bantuan keluarga sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi agar tetap sehat. Sebuah studi oleh Aprianti dan teman-temannya pada tahun 2024 menemukan bahwa ketika anggota keluarga, terutama para ibu, memberikan dukungan dan semangat, lebih banyak ibu yang menyelesaikan vaksinasi yang dibutuhkanAisekitar 25% lebih banyak. Selain itu, keluarga yang lebih memahami tentang vaksin dapat berbagi informasi bermanfaat, yang membantu semua orang memahami mengapa vaksinasi itu penting dan bagaimana hal itu menjaga keamanan semua orang. (Tonasih et al. (Tonasih et al. Peran keluarga adalah bagaimana seseorang melihat bantuan dan perawatan yang mereka peroleh dari anggota keluarga mereka, seperti ketika mereka memperhatikan atau mendukung mereka dan penghargaan, informasi, saran atau bantuan material, yang berpengaruh pada perilakunya. Peran ini terbentuk dari cara pandang dan harapan mengenai peran tersebut, yang menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan seseorang dalam kondisi tertentu untuk memenuhi harapan orang lain terkait perannya (Latifatul et al. Selain faktor peran keluarga, ada juga sejumlah faktor lain yang berkontribusi pada keberhasilan vaksinasi, seperti ibu rumah tangga yang cenderung memiliki waktu dan sumber daya lebih banyak dibandingkan ibu yang kerja untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi dasar. Selain itu, pemahaman yang mendalam mengenai vaksin sangat krusial untuk memastikan imunisasi lengkap bagi bayi. Semakin baik pengetahuan seseorang, semakin positif pula pandangannya terhadap pilihan imunisasi dasar yang lengkap (Anita 2. Dukungan keluarga, khususnya dalam bentuk bantuan emosional, berperan penting dalam pencapaian vaksinasi lengkap. Para ibu yang keluarganya menyemangati mereka untuk memvaksinasi bayi mereka berhasil memvaksinasi sekitar 70 dari 100 bayi secara lengkap. Selain itu, keluarga yang membantu dengan mengirimkan pengingat tentang waktu vaksinasi membantu memastikan lebih banyak bayi, hingga 80 dari 100 bayi, mendapatkan semua vaksin mereka. Hasil ini sesuai dengan temuan penelitian lain. Rahmat et al. , yang menekankan pentingnya penguatan hubungan keluarga untuk keberhasilan program vaksinasi. (Tobing. Pratami, and Purwadi 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian terhadap enam artikel penelitian yang memenuhi kriteria, dapat disimpulkan bahwa lengkapnya imunisasi dasar pada anak dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu pengetahuan seorang ibu, sikap ibu terhadap imunisasi, serta dukungan keluarga. Pengetahuan ibu terbukti menjadi komponen penting yang mendorong kepatuhan terhadap jadwal imunisasi. Semakin banyak seorang ibu mengetahui tentang bagaimana vaksin membantu menjaga kesehatan anaknya, semakin besar kemungkinan ia memastikan anaknya mendapatkan semua suntikan yang dibutuhkan agar tetap aman. Selain itu, sikap ibu juga berperan besar dalam proses pengambilan keputusan. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Ibu yang memiliki sikap positif dan mempercayai keamanan imunisasi lebih cenderung melengkapi vaksinasi anak, sedangkan sikap ragu atau takut terhadap efek samping menjadi hambatan dalam Dukungan keluarga, terutama dukungan emosional dan informasional dari suami maupun anggota keluarga lainnya, turut meningkatkan motivasi ibu dalam membawa anak untuk imunisasi sesuai Meskipun terdapat faktor lain seperti akses terhadap pelayanan kesehatan atau jarak fasilitas, ketiga faktor utama tersebut tetap menjadi penentu dominan dalam keberhasilan imunisasi dasar. Dengan demikian, upaya peningkatan cakupan imunisasi di Indonesia perlu difokuskan pada penguatan edukasi kepada orang tua, pembentukan sikap positif, serta peningkatan keterlibatan keluarga dalam mendukung praktik imunisasi DAFTAR PUSTAKA