Efektifitas Bimbingan Konseling Keluarga dalam Peningkatan Kebahagiaan Keluarga Suci Dianthiny Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ITMI Medan sucidianthiny1@gmail. Rubianto Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ITMI Medan rubiantoditpi@gmail. Reza Raihan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ITMI Medan Rezagtg103@gmail. Pathi Assidiki Alfira Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ITMI Medan acikbrayy1@gmail. Hotmantri Simbolon Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ITMI Medan hotmantris@gmail. Nabila Ramadhani Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ITMI Medan nr5985682@gmail. Abstrak Konseling keluarga merupakan proses bantuan kepada individu dengan melibatkan para anggota keluarga lainnya dalam upaya memecahkan masalah yang di alami. Penelitian ini adalah penelitian field research dengan pendekatan Hasil Penelitian ini adalah masyarakat di Desa Nenassiam masih sedikit yang memahami ilmu bimbingan konseling, tetapi keluarga yang sudah menerapkan ilmu bimbingan dan konseling memiliki komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Dengan adanya bimbingan konseling maka komunikasi yang terjalin menjadi hangat dan komunikasi dua arah, yang mana orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi nasehat, tetapi juga sebagai pendengar keluh kesah anak. Selanjutnya dalam mengatasi konflik disini adalah orang tua ketika orang tua memahami proses transisi ini melalui konseling, keluarga dapat belajar cara-cara konstruktif untuk menyelesaikan konflik yang muncul, baik konflik antar pasangan, orang tua dan anak, maupun antar anggota keluarga lainnya. Orang tua jadi memiliki rasa peduli pada anak, sehingga berhati-hati dalam berkata-kata dan bertingkah laku. Adanya bimbingan konseling mampu menjadi komunikasi yang baik sehingga lingkungan keluarga menjadi harmonis. Keluarga yang telah menerapkan bimbingan konseling yang baik, maka hubungan rumah tangganya akan harmonis, hubungan keluarga juga baik. Dengan adanya hubungan harmonis ini maka dapat meningkatkan ketahanan keluarga. Keyword : Bimbingan Konseling. Keluarga Desa Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 PENDAHULUAN Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari guidance and Sesuai dengan istilahnya, bimbingan atau guidance berarti bantuan. Tentu saja tidak setiap bantuan yang diberikan dapat digolongkan sebagai kegiatan bimbingan. Bantuan dalam arti bimbingan memiliki keunikan dalam proses layanannya. Keunikan bantuan dalam arti bimbingan adalah suatu proses kegiatan yang berlangsung secara kontinyu atau berkesinambungan, teratur, dan sistematis, bukan kegiatan bantuan yang sesaat atau insidental, apalagi kegiatan yang asal jadi. Selain itu, bantuan dalam arti bimbingan dilaksanakan menurut tahapan yang terencana dengan baik, cermat, sistematis dan menggunakan teknikteknik yang sistematis pula, serta mempunyai tujuan yang jelas dan objektif. Keunikan lain dari bantuan dalam arti bimbingan adalah diberikan oleh orang yang mempunyai pengetahuan, memiliki sikap-sikap dasar tertentu, dan menguasai keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam memberikan bantuan. Kemudian, keunikan yang terakhir adalah bantuan diberikan kepada orang-orang yang belum bermasalah dengan maksud agar mereka berkembang menjadi pemecah masalah . roblem solve. yang baik dan berkembang menjadi pribadi yang memiliki penyesuaian diri yang baik . ell adjusted perso. (Sunarty & Mahmud, 2. Mengenai kasus keluarga, banyak juga ditemukan di sekolah seperti siswa yang menyendiri, dan suka bermenung. Dan memang belakngan diketahui ternyata keluarganya berantakan, misalnya ayah ibu bertengkar dan bercerai. Dalam proses perkembangan konseling keluarga terdapat dua dimensi orientasi: orientasi praktis, yaitu kebenaran tentang perilaku tertentu diperoleh dari pelaksanaan proses konseling di lapangan. Gaya kepribadian konselor praktis dengan gaya konduktor, kepribadiannya hebat, giat, dapat menguasai audence sehingga mereka terpana. Selamjutnya dengan gaya reaktor, yaitu kepribadian konselornya cenderung tidak menguasai, menggunakan taktik secara dinamika kelompok dikeluarga. orientasi teoritis, cara yang ditempuh adalah dengan mengadakan penelitian (Yurnalis, 2. Setiap keluarga diharapkan mampu membina rumah tangganya menjadi keluarga yang memperoleh ketenangan hidup yang penuh cinta dan kasih sayang . akinah, mawaddah, wa rahma. sebagai tujuan utama dari perkawinan. Keluarga menurut konsep Islam adalah kesatuan hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilakukan dengan melalui akad nikah menurut ajaran Islam. Dengan kata lain, ikatan apapun antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tidak dilakukan dengan melalui akad nikah secara Islam, tidak diakui sebagai suatu keluarga . umah tangg. Islam (Nurdin, 2. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Keluarga yang bahagia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan emosi para anggotanya terutama bagi anak. Kebahagiaan ini diperoleh apabila keluarga yang dapat memerankan fungsinya secara baik. Keluarga yang fungsional yaitu keluarga yang telah mampu melaksanakan fungsinya yaitu memberikan rasa memiliki, rasa aman, kasih sayang dan mengembangkan hubungan yang baik diantara anggota keluarga. Apabila keluarga menjalankan fungsinya secara optimal maka akan terbentuk rasa aman dan percaya diri dalam remaja. Rasa percaya diri yang tumbuh dalam diri remaja ini menandakan bahwa remaja tersebut mempunyai konsep diri yang positif (Yana, 2. Keluarga pada hakikatnya merupakan satuan terkecil sebagai inti dari suatu sistem sosial yang ada di masyarakat. Sebagai satuan terkecil keluarga merupakan miniatur dan embrio berbagai unsur dan aspek kehidupan manusia. Suasana keluarga yang kondusif akan menghasilkan warga masyarakat bahkan generasi yang baik karena dalam keluargalah seluruh anggota keluarga belajar berbagai dasar kehidupan. Jadi Bimbingan Keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota keluarga serta memberikan pengetahuan dan keterampilan demi terlaksananya usaha kesejahteraan keluarga. Bimbingan dalam Keluarga dilakukan orang tua terhadap anak mereka yang setiap harinya diterapkan dalam Terdapat bimbingan oleh orang tua yang diterapkan yaitu demokrasi (Putri, 2. Sofyan S. Willis mengungkapkan bahwa konseling keluarga . amily counselin. merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada individu anggota keluarga dengan menggunakan sistem keluarga . embenahan komunikasi keluarg. agar potensinya berkembang seoptimal mungkin dan setiap problem dapat diatasi berdasarkan kemauan membantu dari anggota keluarga lainnya atas dasar kerelaan dan kecintaan terhadap keluarga. Konseling keluarga sangat bermanfaat bagi kehidupan pasangan saat sebelum pernikahan, saat berumahtangga dan pada masa memiliki anak. Konseling keluarga merupakan salah satu layanan konseling yang semakin memiliki pengaruh penting seiring dengan kompleksitas masalah keluarga di masa kini. Pentingnya konseling keluarga karena beberapa aspek, antara lain. perbedaan individu, kebutuhan, perkembangan individu dan latar belakang sosio kultural. Diasumsikan bahwa konseling keluarga bisa membantu menghadapi sistem keluarga yang tengah berselisih agar dapat saling memaafkan sehingga mendamaikan pasangan yang akan bercerai dengan menggunakan teknik-teknik konseling keluarga yang baik (Setiawan, 2. Tujuan umum konseling keluarga menurut pendapat Glick dan Kessler yaitu: Menfasilitasi komunikasi pikiran dan perasaan antar anggota keluarga. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Mengubah gangguan dan ketidakfleksibelan peran dan kondisi. Memberikan pelayanan sebagai model dan pendidikan peran tertentu yang ditunjukan kepada anggota keluarga (Dona, 2. Konseling keluarga merupakan proses bantuan kepada individu dengan melibatkan para anggota keluarga lainnya dalam upaya memecahkan masalah yang di alami. Menurut Golden dan Sherwood konseling keluarga adalah metode dirancang dan di fokuskan pada keluarga dalam usaha untuk membantu memecahkan masalah perilaku klien. masalah ini pada dasarnya bersifat pribadi karena dialammi oleh klien sendiri. Akan tetapi, konselor menganggap permasalahan yang di alami klien tidak semata di sebabkan oleh klien sendiri melainkan di pengaruhi oleh sistem ang terdapat dalam keluarga klien sehinga keluarga di harapkan ikut serta dalam menggali dan menyelesaikan masalah klien. Sedangkan Crane mendefinisikan konseling keluarga sebagai proses pelatihan yang di fokuskan kepada orangtua klien selaku orang yang paling berpengaruh menetapkan sistemm dalam keluarga (NiAomah, 2. Konseling dalam keluarga merupakan suatu proses pemberian bantuan dan bimbingan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk melakukan konseling. Hal ini dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungan keluarganya serta dapat mengarahkan diri dengan baik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal, untuk kesejahteraan diri dan masyarakat, khususnya untuk kesejahteraan keluarganya (Fitriana, 2. Dari obervasi yang peneliti temukan bahwa di Desa Nenassiam, merupakan desa kecil yang berbatasa dengan Desa Pagurawan yang dikatakan sebagai ibukotanya. Desa Nenassiam di hubungkan dengan jembatan antara Desa Nenassiam dengan Desa Pagurawan. Mayoritas profesi masyarakat di Desa Nenassiam itu adalah nelayan dan wiraswasta olahan ikan. Desa nenassiam merupakan desa yang sangat dekat dekat laut dan beriklim tropis. Dari pengamatan yang peneliti lihat bahwa kebanyakan orang tua disana tidak terlalu mempunyai hubungan kedekatan dengan anaknya, seperti ada jarak pemisah antara orang tua dan anak. Dari survey yang diperoleh bahwa dari 10 keluarga, hanya 2 keluarga saja yang harmonis dan mempunyai kedekatan antara orang tua dan anak. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa anak-anak disana kebanyakan merasakan fatherless, anak dan ayah itu jarang sekali memiliki hubungan Dikarenakan kurangnya komunikasi antara ayah dan anak. Hal ini membuat anak-anak disana hidup tanpa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Karena hal tersebut membuat anak-anak disana jarang sekali memiliki motivasi berpendidikan dan motivasi sukses. Kebanyakan mereka disana hidup Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 sesuai dengan keadaan orang tuanya saja, tanpa berkeinginan hidup maju Selanjutnya anak laki-laki disana seringkali terjerumus ke hal-hal yang negatif seperti narkoba dan judi online sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Penyebab hal itu terjadi karena kurang controlling dari orang tua dan kurangnya komunikasi antar keluarga. Permasalahan yang terjadi didalam keluarga seringkali diselesaikan dengan diam dan tidak diselesaikan dengan baik, seperti memukul, mengusir, membiarkan dan memarahi dengan kata-kata yang tidak pantas. Dari fenomena tersebut maka perlunya adanya peran bimbingan konseling didalam keluarga untuk mengatasi hal tersebut, keluarga merupakan sosok yang harusnya menjadi rumah untuk anaknya dan peran keluarga seharusnya mampu menyelesaikan masalah pada anak. Pendidikan keluarga itu sangat penting dan harapan orang tua berdampak pada kesuksesan anak, karena anak yang dibentuk dengan pola asuh yang positif mampu memberikan energi positif pada anak. Dari pembinaan yang telah dilakukan oleh Dosen AMIK ITMI mengenai pelatihan bimbingan konseling keluarga, maka perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas bimbingan konseling di Desa Nenassiam Kec. Medang Deras Kab. Batubara. LITERATURE REVIEW Pengertian Konseling Keluarga Menurut D. Stanton sebagaimana dikutip oleh Latipun bahwa konseling keluarga dapat dikatakan sebagai konseling khusus karena sebagaimana yang selalu dipandang oleh konselor terutama konselor non keluarga, konseling keluarga sebagai modalitas yaitu klien merupakan anggota dari satu kelompok dan dalam proses konseling melibatkan keluarga inti atau pasangan. Menurut Golden dan Sherwood sebagaimana yang dikutip oleh Latipun bahwa konseling keluarga adalah metode yang dirancang dan difokuskan pada masalah-masalah keluarga dalam usaha untuk membantu memecahkan masalah pribadi klien (Hartono, 2. Masalah ini pada dasarnya bersifat pribadi karena dialami oleh klien Akan tetapi, konselor menganggap permasalahan yang dialami klien tidak semata disebabkan oleh klien sendiri melainkan dipengaruhi oleh system yang terdapat dalam keluarga klien sehingga keluarga diharapkan ikut serta dalam menggali dan menyelesaikan masalah klien (Saidah, 2. Berbeda halnya dengan Crane sebagaimana dikutip oleh Namora dalam (Sumarto, 2. bahwa yang mendefinisikan konseling keluarga sebagai proses pelatihan yang difokuskan kepada orangtua klien selaku orang yang paling berpengaruh menetapkan system dalam keluarga. Hal ini dilakukan bukan untuk mengubah kepribadian atau karakter anggota keluarga yang terlibat akan tetapi mengubah sistem keluarga melalui pengubahan perilaku orangtua. Apabila perilaku orangtua berubah maka Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 akan mempengaruhi anggota-anggota dalam keluarga tersebut, sehingga maksud dari uraian tersebut orang tualah yang perlu mendapat bantuan dalam menentukan arah prilaku anggota keluarganya Sedangkan menurut Perez sebagaiman dikutip (Sumarto, 2. konseling keluarga merupakan usaha membantu individu anggota keluarga untuk mengaktualisasikan potensinya atau mengantisipasi masalah yang dialaminya, melalui sistem keluarga dan mengusahakan agar terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri individu yang akan memberi dampak positif pula terhadap anggota keluarga lainnya. Konseling keluarga memandang keluarga sebagai kelompok tunggal yang tidak dapat terpisahkan sehingga diperlukan sebagai satu Maksudnya adalah apabila terdapat salah satu anggota keluarga yang memiliki masalah maka hal ini dianggap sebagai symptom dari sakitnya keluarga, karena kondisi emosi salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota lainnya. Anggota keluarga yang mengembangkan simptom ini disebut sebagai AuIdentified PatientAy yang merupakan product dan kontributor dari gangguan interpersonal keluarga. Berdasaran keterangan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa konseling keluarga sebagai suatu proses interaktif yang berupaya membantu keluarga memperoleh keseimbangan homeostatis . emampuan mempertahankan keluarga dalam keadaan seimban. , agar potensinya berkembang seoptimal mungkin sehingga anggota keluarga tersebut dapat mengatasi masalah berdasarkan kesukarelaan dan kecintaan terhadap keluarga (Sahputra, 2. Permasalahan Dalam Keluarga Permasalahan dalam keluarga sangatlah beragam, setiap keluarga pasti pernah mengalami saat-saat krisis yang menyebabkan munculnya permasalahan dalam keluarga. Ketidak mampuan orangtua dalam menyikapi permasalahan ini akan berakibat dan memunculkan masalah dalam diri anak. Hasnida telah membuat hipotesis bahwa anak yang mengalami gangguan perilaku berat adalah hasil ketidak rukunan satu pihak dengan pihak lain dalam keluarga. Ketidak rukunan ini dapat berupa bentuk pertentangan, permusuhan dan ketidak harmonisan orangtua dalam keluarga. Anak akan mempelajari dinamika keluarganya secara terus-menerus sehingga menimbulkan perilaku negative pada dirinya sendiri. Permasalahan ini dapat dirasakan ataupun tidak dapat dirasakan oleh orangtua (Laela, 2. Orangtua yang memiliki kesibukan di luar rumah cenderung mengabaikan, meskipun ia menyadari anaknya mengalami masalah. Apabila hal ini terus berlanjut anak tidak akan segan-segan memunculkan perilaku negatifnya di hadapan orangtua dan lingkungan sekitarnya. Pada saat inilah biasanya orangtua menyadari bahwa anaknya harus mendapatkan penanganan dari konselor agar dapat mengubah perilakunya. Oleh karena itu dapat kita lihat bahwasanya fokus Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 utama konseling keluarga adalah penanganan pada 40 keluarga yang memiliki anak dengan perilaku negative (Sahputra, 2. Beberapa orangtua mengalami banyak kesulitan dalam menciptakan suasana yang harmonis dalam keluarga. Hal ini kemungkinan dapat disebabkan adanya ketidak siapan dalam membina rumah tangga diawal pernikahan, ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, kesalahan dalam mendidik anak dan lain sebagainya. Kesulitan inilah yang mendorong terjadinya ketidakseimbangan dalam keluarga yang akhirnya menimbulkan banyak masalah. Penyebab masalah keluarga dalam AuTri-ad yang kakuAy antara lain (Sumarto. Detouring atau saling melimpahkan kesalahan. Misalnya orangtua bertengkar dan saling menyalahkan, karena anaknya tidak naik kelas Anak dan orangtua berkualisi/bersatu untuk melawan orangtua yang lain. Anak berkualisi dengan anggota keluarga yang mengalami konflik secara tertutup terhadap anggota keluarga lain. Istilah ini dikenal sebagai Triangulasi . rang ketig. Misalnya seorang anak membela dan membantu ibunya untuk melawan sang ayah. Selain hal tersebut, penyebab munculnya perilaku bermasalah pada anak menurut Jackson sebagaimana dikutip Sofyan dapat disebabkan antara lain (Hartono, 2. Ketidakmampuan Berinteraksi Antar-Anggota Keluarga Dalam Menangani Masalah: Anak di dalam suatu keluarga seringkali mengalami masalah dan berada dalam kondisi yang tidak berdaya di bawah tekanan. Banyak dijumpai orangtua tidak berkemampuan dalam mengelolah rumah tanggannya, menelantarkan kehidupan rumah tanggannya sehingga terjadi kondisi yang penuh konflik atau memberikan perlakuan secara salah kepada anggota lain sehingga keluarga tersebut memiliki berbagai masalah. Pada saat terjadi krisis, anggota keluarga yang tidak dapat beradaptasi satu sama lain seringkali mengalami kesulitan mengatasi masalah. Kurangnya Komitmen Dalam Keluarga: Komitmen merupakan sebuah janji untuk membentuk keluarga bahagia. Dalam hal ini masing-masing anggota keluarga tidak memiliki komitmen yang kuat untuk membentuk keluarga yang saling mendukung dan harmonis. Keluarga yang tidak memiliki komitmen akan mengalami kesulitan untuk membangun kebersamaan dan menangani masalah yang muncul. Orangtua hanya memikirkan urusannya sendiri tanpa memperdulikan masalah anak atau dapat pula sebaliknya. Ketika menjalani proses konseling, ketidak sediaan untuk terlibat dengan masalah anak, hal inilah yang seringkali muncul dan menyulitkan konselor dalam menjani proses Ketidak Mampuan Menjalankan Peran Dalam Keluarga: Peran ayah, ibu dan anak adalah berbeda dan sebenarnya sudah ada tanpa disadari namun dapat dimengerti oleh masing-masing anggota keluarga. Misalnya dalam aktivitas: Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 ibu menyiapkan sarapan pagi, kakak membersihkan rumah, adik mencuci piring setelah makan dan ayah membuka pintu depan. Peran berdasarkan AugenderAy mengharuskan ibu merawat anak juga bekerja untuk menghidupi Akan tetapi terkadang anggota keluarga mengabaikan peran tersebut sehingga timbulah konflik, misalnya istri menolak merawat anak karena ingin bekerja atau suami menolak untuk bekerja Kurangnya Kestabilan Lingkungan: Perubahan lingkungan turut mempengaruhi dalam kehidupan sebuah keluarga. Misalnya karena desakan ekonomi terpaksa suami istri harus hidup bersama dengan mertua dalam waktu yang cukup lama, sementara mertua selalu turut campur dengan masalah anak yang sudah berkeluarga, hal ini dapat menimbulkan konflik dalam keluarga Menurut Kurt Lewin dari Ehan masalah dalam keluarga dapat terjadi karena adanya dinding pemisah antar-anggota keluarga yang berupa perasaan saling enggan, saling gengsi, dan takut menyinggung perasaan. Masalah yang seringkali dikonsultasikan oleh keluarga antara lain: anak yang tidak patuh pada harapan orangtua, konflik antar anggota keluarga, perpisahan antar anggota keluarga karena dinas di luar daerah, anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, dan kesulitan dalam bersosialisasi. Dengan memahami permasalahan tersebut secara keseluruhan maka konselor dapat menentukan pendekatan apa yang sesuai untuk membantu mengatasi persoalan. Pendekatan Dalam Konseling Keluarga: Penetapan pendekatan yang dilakukan terhadap setiap klien yang sedang memiliki permasalahan dalam ruang lingkup konseling keluarga, pastinya harus disesuaikan dengan kondisi permasalahan klien serta keefektivan keberhasilan dalam proses konseling. Tujuan konseling keluarga oleh para ahli dirumuskan secara berbeda. Seperti Bowen tujuan konseling keluarga adalah membantu klien untuk mencapai individualitas sebagai dirinya sendiri yang berbeda dari sistem keluarga, hal ini relevan dengan pandangannya tentang masalah keluarga yang berkaitan dengan hilangnya kebebasan anggota keluarga akibat dari aturan-aturan dan kekuasaan dalam keluarga tersebut. Pada saat yang sama Satir sebagaimana dikutip oleh Namora menekankan dengan konseling keluarga dapat mempermudah komunikasi yang efektif dalam kontak hubungan antar anggota keluarga. Oleh karena itu anggota keluarga perlu membuka inner experience atau pengalaman dalamnya dengan tidak membekukan interaksi antar anggota keluarga. Sedangkan Minuchin sebagaimana dalam (Saidah, 2. mengemukakan bahwa tujuan konseling keluarga adalah mengubah struktur dalam keluarga, dengan cara menyusun kembali kesatuan dan menyembuhkan perpecahan antara dan sekitar anggota keluarga. Diharapkan keluarga dapat menantang persepsi untuk dapat melihat realitas, mempertimbangkan alternative sedapat mungkin dan pola transaksional. Anggota keluarga dapat mengembangkan pola hubungan baru dan struktur yang mendapatkan Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Dari beberapa uraian tersebut maka tujuan konseling keluarga dapat dibedakan menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum konseling keluarga antara lain (Sumarto, 2. Membantu, anggota keluarga belajar menghargai secara emosional bahwa dinamika keluarga adalah kait-mengait diantara anggota keluarga. Untuk membantu anggota keluarga agar menyadari tentang fakta, jika satu anggota keluarga bermasalah, maka akan mempengaruhi kepada persepsi, ekspektasi dan interaksi anggota-anggota lain. Agar tercapai keseimbangan yang akan membuat pertumbuhan dan peningkatan setiap anggota. Untuk megembangkan penghargaan penuh sebagai pengaruh dari hubungan Tujuan khusus konseling keluarga: Untuk meningkatkan toleransi dandorongan anggota-anggota keluarga terhadap cara-cara yang istimewa keunggulan-keunggulan anggota lain . Mengembangkan toleransi terhadap anggota-anggota keluarga yang mengalami frustrasi atau kecewa, konflik dan rasa sedih yang terjadi karena faktor sistem keluarga atau diluar system keluarga. Mengembangkan motif dan potensi-potensi, setiap anggota keluarga dengan cara mendorongmemberi semangat, dan mengingatkan anggota tersebut. Mengembangkan keberhasilan persepsi diri orang tua secara realistik dan sesuai dengan anggota-anggota lain. Bentuk Konseling Keluarga Kecenderungan pelaksanaan konseling keluarga adalah sebagai berikut (Sahputra, 2. Memandang klien sebagai pribadi dalam konteks sistem keluarga. Klien merupakan bagian dari sistem keluarga, sehingga masalahyang dialami dan pemecahannya tidak dapat mengesampingkan peran Berfokus pada saat ini, yaitu apa yang diatasi dalam konseling keluarga adalah masalah-masalah yang dihadapi klien pada kehidupan saat ini, bukan kehidupan yang masa lampaunya. Oleh karena itu, masalah yang diselesaikan bukan pertumbuhan personal yang bersifat jangka panjang. Dalam kaitannya dengan bentuknya, konseling keluarga dikembangkan dalam berbagai bentuk sebagai pengembangan dari konseling kelompok. Bentuk konseling keluarga dapat terdiri dari ayah, ibu, dan anak sebagai bentuk konvensionalnya. Saat ini juga dikembangkan dalam bentuk lain, misalnya ayah dan anak laki-laki, ibu dan anak perempuan, ayah dan anak perempuan, ibu dan anak lakilaki, dan sebagainya. Bentuk konseling keluarga ini disesuaikan dengan keperluannya. Namun banyak ahli yang menganjurkan agar anggota keluarga dapat ikut serta dalam konseling. Perubahan pada Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 sistem keluarga dapat mudah diubah jika seluruh anggota keluarga terlibat dalam konseling, karena mereka tidak hanya berbicara tentang keluarganya tetapi juga telibat dalam penyusunan rencana perubahan dan tindakannya. II. RESEARCH QUESTIONS Bimbingan konseling keluarga efektif dalam meningkatkan keharmonisan dan ketahanan keluarga. Bimbingan ini membantu keluarga dalam memperbaiki komunikasi, mengatasi konflik, serta membangun hubungan yang lebih positif antar anggota keluarga. Dengan adanya konseling, keluarga dapat lebih mudah mengenali dan mengatasi permasalahan yang ada, serta mencegah potensi masalah di masa depan. Adapun efektivitas bimbingan konseling keluarga: Meningkatkan Komunikasi Konseling keluarga membantu anggota keluarga belajar berkomunikasi secara lebih efektif, terbuka, dan jujur. Mengatasi Konflik Melalui konseling, keluarga dapat belajar cara-cara konstruktif untuk menyelesaikan konflik yang muncul, baik konflik antar pasangan, orang tua dan anak, maupun antar anggota keluarga lainnya. Memperbaiki Hubungan Bimbingan konseling dapat memperbaiki hubungan yang retak antar anggota keluarga, membangun kembali kepercayaan, dan meningkatkan kehangatan dalam keluarga. Mencegah Masalah Dengan memberikan informasi dan dukungan, konseling keluarga dapat membantu mencegah munculnya masalah-masalah baru di masa depan, baik masalah sosial maupun emosional. Meningkatkan Ketahanan Keluarga: Konseling keluarga dapat memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan dan krisis yang mungkin terjadi. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 i. METHOD Research Design Desain penelitian dalam jurnal penelitian adalah rencana terstruktur yang digunakan peneliti untuk melaksanakan penelitian, yang mencakup metode pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil. Desain penelitian memastikan penelitian terarah, sistematis, dan efektif dalam menjawab pertanyaan Penelitian ini adalah penelitian field research dengan pendekatan. Data Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh langsung dari guru masyarakat Desa Nenassiam Kec. Medang Deras Kab. Batubara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. IV. DISCUSSION Hasil dari penelitian diperoleh mengenai efektifitas bimbingan konseling keluarga di Desa Nenassiam Kec. Medang Deras Kab. Batubara, adapun peneliti yang diperoleh bahwa bimbingan konseling keluarga sangat efektif diterapkan didalam keluarga karena dengan adanya bimbingan konseling didalam keluarga, maka berdampak pada masa depan anak. Adapun beberapa hasil penelitian yang ditemukan mengenai efektifitas bimbingan konseling keluarga adalah sebagai Komunikasi yang Baik. Dari wawancara yang peneliti peroleh bahwa dengan adanya bimbingan konseling, maka orang tua dan anak sering berinteraksi dan memudahkan untuk menyelesaikan permasalahan, dengan adanya bimbingan konseling maka komunikasi yang terjalin menjadi hangat dan komunikasi dua arah, yang mana orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi nasehat, tetapi juga sebagai pendengar keluh kesah anak. Mampu mengatasi konflik keluarga. Dari hasil wawancara yang diperoleh dengan menerapkan bimbingan konseling dalam keluarga yaitu dapat mengatasi konflik, dengan adanya proses konseling sehingga orang tua memahami bahwa setiap anak mempunyai masanya. Anak yang berusia 02 tahun merupakan masa golden age yang mana masa ini anak harus selalu diajarkan untuk berbicara. Masa usia 3-5 anak mulai belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman sebaya. Usia 6-12 tahun Anak semakin mandiri dan mulai memahami konsep bilangan, waktu, dan Mereka juga mulai belajar membaca, menulis, dan Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 berhitung. Usia 13-19 tahun masa remaja adalah masa transisi dari anakanak ke dewasa, ditandai dengan perubahan fisik, hormonal, dan psikologis yang signifikan. Dengan mengetahui masa-masa anak ini orang tua jadi belajar untuk mengetahui pertumbuhan anak, sehingga dapat mengontrol diri untuk menerima perubahan tingkah laku anak. Pada efektifitas dalam mengatasi konflik disini adalah orang tua ketika orang tua memahami proses transisi ini melalui konseling, keluarga dapat belajar cara-cara konstruktif untuk menyelesaikan konflik yang muncul, baik konflik antar pasangan, orang tua dan anak, maupun antar anggota keluarga lainnya. Memperbaiki Hubungan Dengan adanya bimbingan konseling ini dapat memperbaiki hubungan, karena adanya bimbingan konseling dapat membangun kembali kepercayaan, dan meningkatkan kehangatan dalam keluarga. Orang tua jadi memiliki rasa peduli pada anak, sehingga berhati-hati dalam berkatakata dan beetingkah laku. Adanya bimbingan konseling mampu menjadi komunikasi yang baik sehingga lingkungan keluarga menjadi harmonis. Mencegah Masalah Dengan adanya bimbingan dan konseling dapat memberikan informasi dan dukungan, konseling keluarga dan dapat membantu mencegah munculnya masalah-masalah baru di masa depan, baik masalah sosial maupun emosional. Ketika anak memiliki masalah orang tua jadi lebih paham untuk bertindak, dan mengetahui bahwa peran orang tualah yang membentuk karakter dan tingkah laku mereka. Masalah yang terjadi juga terkadang membutuhkan orang lain untuk menyelesaikannya, jadi orang tua lebih paham mengenai tahapan-tahapan dalam mencegah masalah. Seperti masalah narkoba, untuk mencegah masalah itu orang tua harus memberikan edukasi mengenai bahayanya narkoba, dan dampak yang terjadi ketika mengkonsumsi narkoba. Sehingga dengan edukasi ini membuat anak paham bahwa orang tuanya kecewa jika anaknya terjerumus pada narkoba. Selanjutnya pada permasalahan hamil di luar nikah, orang tua memiliki cara untuk mencegah hal ini dengan memberikan nasehat-nasehat dan menjalin kedekatan antara ayah dan anak perempuannya. Kedekatan ayah dan anak juga berdampak pada hubungan anak dengan lawan jenisnya, sehingga adanya peran ayah meminimalisir terjadi pacarana diluar batas. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Meningkatkan Ketahanan Keluarga Keluarga yang telah menerapkan bimbingan konseling yang baik, maka hubungan rumah tangganya akan harmonis, hubungan keluarga juga baik. Peran orang tua terhadap anak itu tidak hanya mendidik, tetapi juga mensupport anaknya, sehingga anak memiliki dukungan penuh dari orang tua, dan dia tidak khawatir menjalani kehidupannya, tetapi support system juga tidak selamanya harus diberikan kepada anak, ketika anak sudah mampu mandiri, orang tua juga harus membiarkan mereka untuk Dengan adanya hubungan harmonis ini maka dapat meningkatkan ketahanan keluarga. Selain ini hubungan orang tua yang romantis dan hangat juga mampu mempegaruhi keberhasilan anak, karena lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan kehangatan dapat memberikan dampak positif pada perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun kognitif. Selanjutnya mengenai upaya yang dilakukan agar bimbingan konseling keluarga ini dapat diterapkan oleh keluarga-keluarga di Desa Nenassiam Kec. Medang Deras sebagai berikut: Perlu adanya Edukasi Lanjut Mengenai Bimbingan Konseling Keluarga Hal ini sangat diperlukan karena masih banyak keluarga yang belum mengetahui bimbingan konseling keluarga, maka diperlukan lebih lanjut edukasi-edukasi ini, dengan adanya edukasi yang dilakukan maka ilmu bimbingan konseling keluarga di Desa Nenassiam dapat dilaksanakan secara merata. Mendekatkan diri Kepada Allah Ilmu bimbingan konseling ini sangat penting untuk keluarga, tapi yang tak kalah penting adalah pendekatan diri kepada Allah, jika sebuah keluarga mampu mendekatkan diri kepada Allah maka mudah untuk menerapkan ilmu bimbingan konseling ini, anak yang selalu melihat orang tuanya yang selalu beribadah maka anak juga akan ikut Karena anak merupakan peniru orang tua, keluarga taat dalam beribadah, maka pasti keluarga tersebut memiliki ketenangan. Keluarga yang tenang maka akan berdampak pada keberhasilan anak. Dukungan dari Pemerintah Perlu adanya dukungan dari pemerintah untuk menerapkan edukasi dan sosialisasi bimbingan konseling ini. Apalagi di Desa Nenassiam tingkat pendidikan orang tua rendah, dan tidak penghasilan orang tua Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 juga dalam kategori menengah kebawah, maka diperlukan adalah dukungan dari pemerintah untuk mengadakan seminar-seminar untuk orang tua di Desa Nenassiam. Agar mindset keluarga di desa itu dapat meningkat, dalam membangun sebuah bangsa maka diperlukan generasi yang hebat. Anak yang hebat tidak terlahir dari sekolah yang favorit dan mahal, buka juga dari keluarga yang kaya raya. Tapi anak hebat lahir dan keluarga yang kokoh dan kuat, yaitu dimana orang tua mampu mendidik anaknya dengan baik dan mampu mendidikan anaknya sampai kepada cita-citanya. CONCLUSIONS Masyarakat di Desa Nenassiam masih sedikit yang memahami ilmu bimbingan konseling, tetapi keluarga yang sudah menerapkan ilmu bimbingan dan konseling memiliki komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Dengan adanya bimbingan konseling maka komunikasi yang terjalin menjadi hangat dan komunikasi dua arah, yang mana orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi nasehat, tetapi juga sebagai pendengar keluh kesah anak. Selanjutnya dalam mengatasi konflik disini adalah orang tua ketika orang tua memahami proses transisi ini melalui konseling, keluarga dapat belajar cara-cara konstruktif untuk menyelesaikan konflik yang muncul, baik konflik antar pasangan, orang tua dan anak, maupun antar anggota keluarga lainnya. Orang tua jadi memiliki rasa peduli pada anak, sehingga berhati-hati dalam berkata-kata dan beetingkah laku. Adanya bimbingan konseling mampu menjadi komunikasi yang baik sehingga lingkungan keluarga menjadi harmonis. Ketika anak memiliki masalah orang tua jadi lebih paham untuk bertindak, dan mengetahui bahwa peran orang tualah yang membentuk karakter dan tingkah laku mereka. Keluarga yang telah menerapkan bimbingan konseling yang baik, maka hubungan rumah tangganya akan harmonis, hubungan keluarga juga baik. Dengan adanya hubungan harmonis ini maka dapat meningkatkan ketahanan keluarga. REFERENCES