Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 Analisis Kandungan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxim. Sebagai senyawa Antibakteri Penyebab Karies Gigi Secara In-Vitro I Made Budi Artawa S. Si. Kes1. I Gede Surya Kencana S. Si. Kes2. I Nyoman Gejir S. Si. Kes3 Koresponden email: imadebudiartawa@gmail. 1,2,3 Dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar Abstract A natural substance known to have antibacterial effects is pomelo (Citrus maxim. Caries is an infection that occurs in the hard tissues of the teeth. The caries process can be inhibited mechanically, chemically, or by a combination of both, namely by reducing bacterial adhesion, proliferation, and aggregation using natural substances, which are chemical compounds in pomelo peel extract. However, the chemical content of ethanol extract of pomelo peel is not yet known. The purpose of this study is to determine the chemical content of ethanol extract of pomelo peel (Citrus maxim. in vitro. The research was conducted at the Pharmacognosy and Phytochemistry Laboratory. Pharmacy Study Program. FMIPA. Warmadewa University. Data were processed using the SPSS program and analyzed using Univariate Multi-way Analysis of Variance (ANOVA). The results of the study showed that ethanol extract of pomelo peel contained flavonoids as much as 102. A1. 96 mg/100g QE, tannins as much as 6,867. 61 A167. 95 mg/100g TAE, and phenols as much as 4,865. 65 A 106. 83 mg/100g GAE. The conclusion is that the ethanol extract of grapefruit peel is positive for containing flavonoids, tannins, phenols, and has antibacterial effects. Keywords: Chemical Compounds. Grapefruit Peel. Antibacterial. Caries. In-vitro PENDAHULUAN Karies adalah infeksi yang terjadi pada jaringan keras gigi, disebabkan Streptococcus menghasilkan asam, sehingga seiring waktu akan mengakibatkan mineralisasi struktur gigi. Adanya kombinasi dari Streptococcus mutans dengan faktor lain seperti substrat, host, dan waktu menyebabkan percepatan terjadinya karies gigi . Menurut survey oleh Global Oral Health Data Bank kejadian karies gigi DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 di seluruh dunia memiliki angka yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 49% 83%. Karies gigi dapat terjadi pada seluruh rentang usia, namun yang tertinggi terjadi pada populasi usia 12-19 tahun disusul oleh populasi anak-anak dan dewasa . Begitu pula dengan di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. proporsi terbesar masalah gigi di Indoensia adalah berupa karies gigi . ,3%) dengan usia terbanyak adalah 55-64 tahun . ,8%) disusul oleh usia usia 65 tahun . %), usia 45-54 tahun . ,5%) dan 35-44 . ,2%) . Proses pembentukan karies gigi dapat dihambat secara mekanis, kimiawi, ataupun kombinasi keduanya yaitu dengan mengurangi perlekatan, proliferasi dan agregasi bakteri Streptococcus mutans. Tindakan mekanis dengan cara menyikat gigi terkadang tidak cukup untuk menghambat pembentukan karies gigi sehingga dikombinasi dengan pemberian obat kumur. Namun pemberian obat kumur berbahan kimia dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti pewarnaan ekstrinsik pada gigi . Sehingga dibutuhkan bahan antibakteri dari bahan alami yang diharapkan lebih minim efek samping dalam Salah satu bahan alami yang diketahui memiliki efek antibakteri adalah jeruk bali (Citrus maxim. Sebagaian besar komponen jeruk bali terletak pada Pada penelitian sebelumnya dilaporkan bahwa tanaman jeruk bali memiliki kandungan fenol, tannin, flavonoid dan vitamin C. pada penelitian lain menggunakan kulit jeruk nipis didapatkan hasil bahwa senyawa flavonoid mampu menghambat enzim DTF pada Streptococcus mutans. Berdasarkan uraian tersebut, diketahui bahwa senyawa pada kulit jeruk bali terdapat beberapa senyawa antibakteri, namun belum diketahui kandungan senyawa kimia dalam exstrak kulit jeruk bali. Sehingga penulis tertarik untuk menganalisis kandungan senyawa kimia dalam exstrak kulit jeruk bali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dalam exstrak kulit jeruk bali. secara in-vitro. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experimental berupa post test only control group design. DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 Pembuatan ekstrak kulit jeruk bali dilakukan di Laboratorium Analisis Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan Bulan Nopember 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah Kulit jeruk bali sebanyak lima kg. Instrumen dan bahan dalam pembuatan ekstrak kulit jeruk bali. Instrumennya antara lain: pisau, blender, ayakan nomor 40, wadah kedap, batang pengaduk, kertas saring Whatman, pompa vakum, labu alas bulat, penyaring buncher. Rotary Evaporator (EYELAA), botol kaca steril. Prosedur pembuatan ekstrak kulit jeruk bali, kulit jeruk bali dicuci dan dikeringkan tanpa terkena sinar matahari selama 7 hari. Sampel kemudian diblender hingga berbentuk serbuk dan diayak. Sebanyak C200 gr simplisia serbuk kulit jeruk bali dimaserasi dengan pelarut etanol 70%. Setelah diperoleh filtrat kulit jeruk bali, dilakukan pemekatan dengan menggunakan rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak dengan konsentrasi 100%. Pengelohan dan Analisis Data, data yang diperoleh dimasukkan kedalam tabel induk, kemudian diolah secara manual dengan bantuan komputer . rogram SPSS . Hasil pengolahan data di sajikan dalam bentuk tabel, narasi, dan atau Hasil Penelitian Hasil penelitian ekstrak etanol kulit jeruk bali positif mengandung senyawa tannin, flavonoid, fenol dan terpenoid. Pada identifikasi flavonoid menggunakan uji wilstater, yaitu penambahan serbuk magnesium dan HCl pekat pada ekstrak. Magnesium dan asam klorida membentuk gelembung-gelembung yang merupakan gas H2, sedangkan logam Mg dan HCl pekat pada uji untuk mereduksi struktur flavonoid sehingga terbentuk perubahan warna menjadi merah atau jingga. Identifikasi dengan melihat terbentuknya busa dan dapat bertahan selama 10 menit. Timbulnya busa pada uji forth menunjukkan adanya glikosida yang mempunyai kemampuan DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 membentuk buih dalam air yang terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa lainnya. Identifikasi alkaloid dilakukan uji mayer. Pada jingga (Shevla. Identifikasi menggunakan uji Lieberman-Burchard . nhidrasi asetat-H2SO4 peka. memberikan warna hijau-biru. Perubahan warna dikarenakan senyawa terpenoid/steroid rangkap terkonjugasi. Identifikasi besi . Hasil yang diperoleh pada ekstrak kulit jeruk Bali adalah terbentuknya warna hijau kehitaman. Terbentuknya warna hijau kehitaman pada ekstrak setelah ditambah FeCl31% karena tannin akan bereaksi dengan ion Fe3 membentuk senyawa kompleks. Identifikasi fenol menggunakan pereaksi larutan FeCl3 5% . ositif jika membentuk coklat kehitama. Hasil yang diperoleh ekstrak kulit jeruk bali positif mengandung tannin, flavonoid, fenol, dan terpenoid seperti terlihat pada hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit jeruk bali . Beberapa golongan fenolik seperti flavonoid, tanin, dan senyawa fenol lainnya berfungsi sebagai alat pertahanan bagi tumbuhan untuk melawan antibakteri/antimikroba . Skrining fitokimia ekstrak etanol kulit jeruk bali. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol kulit jeruk bali, terlihat pada tabel 1. Tabel 1. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Bali JENIS UJI HASIL Keterangan Alkaloid (Maye. -/Negatif Tidak Terdapat Endapan Putih Tannin Saponin Flavonoid /Positif -/Negatif /Positif Terdapat Perubahan Warna Tidak Terdapat Busa Terdapat Perubahan Warna DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 Fenol /Positif Steroid -/Negatif Terpenoid /Positif Terdapat Perubahan Warna Tidak Terdapat Perubahan Warna Terdapat Perubahan Warna Gambar 1. Hasil Uji Skrining Fitokimia Tabel 1 menunjukkan hasil uji positif ( ) skrining fitokimia ekstrak etanol kulit jeruk bali antara lain tannin, flafonoid, fenol dan terfenoid. Hasil pengujian kuantitatif . lavonoid, fenol, tanni. Hasil pengujian kuantitatif . lavonoid, fenol, tanni. Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Bali terlihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Kuantitatif (Flavonoid. Fenol. Tanni. Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Pengujian Variabel Uji Rata-rata i Flavonoid . g/100g QE) Fenol . g/100 g GAE) Tannin . g/100 g TAE) 92 A1. 4,746. 4,897. 4,952. 4,865. 65 A 106. 6,867. 61A167. senyawa flavonoid Flavonoid Dalam kuersetin (QE) sebagai larutan standar. Pada pengukuran kadar flavonoid total dilakukan penambahan AlCl3 yang dapat membentuk kompleks, sehingga terjadi pergeseran panjang gelombang ke arah DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 visible . ditandai dengan larutan menghasilkan warna yang lebih kuning. Adapun penambahan kalium asetat untuk mempertahankan panjang gelombang pada daerah visible . Berdasarkan grafik dapat dilihat kalibrasi dengan persamaan regresi untuk serapan kuarsetin pada konsentrasi 60, 80, 100, 120 dan 140 ppm sebesar=0. Pada pengukuran serapan kuarsetin yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi . sebesar 0,9825 dimana . ini mendekati angka 1 yang menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut adalah Kadar flavonoid ekstrak etanol kulit jeruk bali sebesar 102. 92 A1. mg/100g QE, seperti terlihat pada tabel 2. Fenol Kadar senyawa fenol total pada sampel digunakan asam galat (GAE) sebagai larutan standar. Asam galat termasuk dalam senyawa fenolik turunan asam hidroksi benzoate yang tergolong asam fenol sederhana. Asam galat menjadi pilihan sebagai standar ketersediaan substansi yang stabil dan murni. Asam galat Folin-Ciocalteu menghasilkan warna kuning yang menandakan bahwa mengandung fenol, setelah itu ditambahkan dengan larutan Na2CO3 menghasilkan warna biru . DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 Berdasarkan kalibrasi dengan persamaan regresi untuk serapan asam galat pada konsentrasi 60, 80, 100, 120 dan 140 ppm sebesar=0. Pada pengukuran serapan asam galat yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi . sebesar 0,9667 dimana . ini mendekati angka 1 yang menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut adalah Kadar fenol ekstrak etanol kulit jeruk bali sebesar 4,865. 65 A 106. mg/100g GAE seperti terlihat pada Tabel 2 . Tannin Penentuan kandungan total tanin dilakukan dengan menggunakan pereaksi Folin-Denis dan standar asam tanat (TAE). Asam tanat digunakan sebagai standar pengukuran dikarenakan asam tanat merupakan senyawa polifenol yang bersifat murni dan stabil. Tanin dan asam tanat yang merupakan senyawa golongan polifenol direaksikan dengan pereaksi Folin-Denis dan akan terjadi reaksi reduksi fosfomolibdat menjadi molibdenum sehingga terbentuk warna biru yang dapat dideteksi oleh sinar tampak pada panjang gelombang 760 nm . DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 Berdasarkan kalibrasi dengan persamaan regresi untuk serapan asam tanat pada konsentrasi 60, 80, 100, 120 dan 140 ppm sebesar=0. Pada pengukuran serapan asam tanat yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi . sebesar 0,9535 dimana . ini mendekati angka 1 yang menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut adalah Kadar tannin ekstrak etanol kulit jeruk dapat dilihat pada Tabel 2. Kadar tannin ekstrak etanol kulit jeruk bali sebesar 6,867. 61A167. 95 mg/100g TAE. Pembahasan Hasil penelitian ekstrak kulit jeruk bali positif mengandung tannin, flavonoid, fenol, dan terpenoid seperti terlihat pada hasil skrining fitokimia . Hasil penelitian ini sesuai dengan ekstrak etanol kulit jeruk bali Penelitian yang dilakukan oleh Suryanita, dkk . , menemukan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk bali positif mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid/steroid dan tannin. Hasil pengujian kuantitatif terhadap flavonoid, fenol dan tannin dapat dijelaskan sebagai berikut, pada identifikasi flavonoid menggunakan uji Berdasarkan uji tersebut diketahui kadar flavonoid ekstrak etanol kulit jeruk bali sebesar 102. 92 A1. 96 mg/100g QE. Kadar senyawa fenol total pada sampel digunakan asam galat (GAE) sebagai larutan standar. Bersarkan uji tersebut kadar fenol ekstrak etanol kulit jeruk bali sebesar 4,865. 65 A 106. mg/100g GAE. Penentuan kandungan total tannin dilakukan dengan menggunakan pereaksi Folin-Denis dan standar asam tanat (TAE). Berdasarkan uji tersebut diketahui kadar tannin ekstrak etanol kulit jeruk bali sebesar 6,867. 61A167. 95 mg/100g TAE. golongan fenolik seperti flavonoid, tanin, dan senyawa fenol lainnya berfungsi sebagai alat pertahanan bagi tumbuhan untuk melawan mikroorganime patogen sehingga dapat berperan sebagai senyawa antibakteri/antimikroba. DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Februari 2026 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit jeruk bali positif mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tannin. Kadar flavonoid sebesar 92 A1. 96 mg/100 g QE, fenol sebesar 4,865. 65 A 106. 83 mg/100g dan tannin sebesar 6,867. 61A167. 95 mg/100g TAE. golongan fenolik seperti flavonoid, tanin, dan senyawa fenol lainnya berfungsi sebagai alat pertahanan bagi tumbuhan untuk melawan mikroorganime patogen sehingga dapat berperan sebagai senyawa antibakteri/antimikroba. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan maka dapat disarankan: Kepada institusi kesehatan gigi agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu sumber informasi untuk pengembangan Ilmu Kesehatan Gigi dalam pemanfaatan bahan-bahan herbal, khususnya di bidang Oral Mikrobiologi. Kepada praktisi penelitian, hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai sumber referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Daftar Pustaka