JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2023, pp. 416 - 423 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 417 http://journal. id/index. php/kompak PEMAHAMAN TRI NGA DAN PEMAHAMAN TRI N TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA Dewi Kusuma Wardani1. Laudiya Agnes Sikteubun2 Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa/Akuntansi Yogyakarta, e-mail: d3wikusuma@gmail. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa/Akuntansi Yogyakarta, e-mail: laudiyaagnes@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 30 September 2023 Received in revised form 2 November 2023 Accepted 10 November 2023 Available online 1 Desember 2023 ABSTRACT The purpose of this study was to examine the influence of understanding of the Tri-Nga and understanding of the Tri-N on the interest in This research methode is a snowball sampling survey with a quantitave Data collection using a questionnaire. used in this study is multiple regression analysis Entrepreneurs have an important role in a country economy, this is because the presence and role of entrepreneurs greatly influences various aspects, especially aspects of life and society and economy. For this reason students are directed to take part in the entrepreneurship programs in order to foster entrepreneurial The results of this study indicatte that understanding of the Tri-Nga and unerstanding of the Tri-N affect the interest in Keywords: Tri-Nga. Tri-N. Interest in Pendahuluan Indonesia adalah salah satu negara terpadat didunia. Dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan zaman industri kemungkinan akan menimbulkan didalamnya. Dimana masalah tersebut adalah sedikitnya lapangan pekerjaan yang dapat berpengaruh pada tingkat pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2022 mencatat bahwa Tingkat Pengganguran Terbuka (TPT) di Indonesia sebesar 5,83% dari jumlah penduduk usia kerja sejumlah 204,54 juta orang, dimana 14% merupakan lulusan perguruan tinggi . Dari data di atas angka pengangguran di Indonesia cukup tinggi, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Upaya untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan keterampilan bagi masyarakat di Indonesia sangat penting . Fenomena terkait pentingnya matakuliah kewirausahaan yang harus ditetapkan di beberapa universitas baik negeri maupun swasta agar dapat memberikan nilai tambahan pada para lulusan perguruan tinggi. Kewirausahaan mahasiswa menjadi berita yang menarik hal ini mengingat secara statistik masih kurangnya wirausahawan di Indonesia jumlah wairausaha sekurang-kurangnya harus mencapai 2 persen dari total penduduk. Namun kewirausahaan di mencapai 0,18% keseluruhan Received September 23, 2023. Revised Sep 2, 2023. Accepted Nov 22, 2023 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Masih tertinggal dari negara lain sehingga dengan meningkatkannya mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan minat berwirausaha. Tawaran matakuliah kewirausahaan di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi lulusan masing-masing perguruan tinggi. Tujuan dari mata kuliah ini adalah setelah lulus, mahasiswa dapat membuka usaha sendiri atau menjadi wirausaha yang mandiri. Namun, mata kuliah ini hanya merupakan mata kuliah pilihan dibeberapa universitas. Menurut Asisten Deputi Konsuktasi Bisnis dan Deputi Bidang kewirausahaan Kementrian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Destri Anna Sari mengatakan dalam Webinar Validnews Jakarta pada tahun 2022, rasio kewirausahaan di Indonesia baru 3,47 persen. Angka ini jauh di bawah kategori negara maju yang tingkat wirausahanya minimal 12 persen dari total penduduk. Dalam mengatasi tingginya tingkat pengangguran diperlukan partisipasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun mahasiswa. Mahasiswa menjadi generasi penerus bangsa yang dapat terus mengembangkan inovasi dalam dunia wirausaha . Berdasarkan fenomena di atas, bahwa dalam kehadiran dan peranan wirausaha dapat memberikan pengaruh terhadap perekonomian yang ada di Indonesia baik itu perbaikan maupun pengembangan keadaan ekonomi Indonesia, meningkatkan pemerataan pendapatan, menciptakan banyak lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, dengan begitu meningkatnya pengembangan wirausaha dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi tentunya akan memunculkan banyak inovasi dan juga solusi dalam meningkatkan wirausaha yang ada di masyarakat . Faktor pertama yang minat berwirausaha adalah pemahaman Tri Nga (Ngerti. Ngroso. Nglakon. , implementasi individu tentang pentingnya memiliki ilmu pengetahuan. Ngerti, seseorang yang belajar akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang hal yang dipelajarinya. Ngrasa, manusia memiliki perasaan dimana adanya kepekaan dan ikatan batin dengan manusia lain. Nglakoni, melakukan apa yang telah dipelajari seperti memahami dan merasakan hal tersebut. Misalkan seseorang yang berwirausaha harus memiliki sikap yang bertanggung jawab, percaya diri . Konsep ajaran Ki Hadjar Dewantara yang mempunyai makna pengetahuan memiliki kekuatan membebaskan individu dari keterbatasan dan penindasan, melalui pengetahuan indidvidu diperoleh pemahaman yang baik tentang hak untuk memahami realitas sosial agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam perubahan sosial . Untuk memiliki pengetahuan tersebut maka mahasiswa diberikan mata kuliah kewirausahaan yang mampu dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa tentang berwirausaha sehingga mahasiswa dapat berminat untuk melakukan usaha . Faktor kedua yang minat berwirausaha adalah Tri N (Niteni. Nirokke. Nambah. , . berpendapat Tri N (Nitenin. Nirokke. Nambah. dalam dunia bisnis digunakan untuk mengembangkan suatu model bisnis atau produk yang di amati sebelumnya sehingga menghasilkan model yang baru atau penemuan yang baru. Tri N (Nitenin. Nirokke. Nambah. Niteni mengamati, selanjutnya Niroke yaitu mengasosiai. Nambahi yaitu mengkomunikasikanm. Dalam berbisnis mahasiswa harus pandai untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang sudah . Penerapan konsep Tri N dalam berwirausaha, kemampuan individu untuk memulai, mengembangkan, dan mengelola bisnis mereka sendiri sesuai dengan visi dan misi. Ini mencakup kebebasan dalam mengambil sebuah keputusan. 1 Theory of Planned Behavior Theory of Planned Behavior (TPB), yang merupakan teori psikologi terkenal yang digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia. TPB dikembangkan oleh Ajzen pada akhir 1980an dan merupakan perpanjangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) sebelumnya berpendapat bahwa perilaku manusia terutama ditentukan oleh niat seseorang untuk terlibat dalam perilaku itu . Theory of Planned Behavior (TPB) adalah konsep kekuatan dan minat berwirausaha, yaitu sesuatu yang telah terjadi sebelumnya atau langsung dari perilaku kewirausahaan dalam perubahan era industri yang dapat menimbulkan masalah baginya . Minat wirausaha disorot sebagai literatur suatu prediktor yang dimana seseorang menjadi pengusaha . Minat dalam berwirausaha merupakan studi yang sering digunakan untuk model TPB hal ini untuk menjelaskan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 :417-425 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n hubungan dan pengaruh terhadap faktor-faktor personal terhadap minat kewirausahaan. Teori ini merupakan salah satu model yang baik dan kompleks dalam menjelaskan minat kewirausahaan. 2 Minat Berwirausaha Minat berwirausaha merujuk pada ketertarikan, keinginan, atau minat yang kuat seseorang dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis sendiri, ini mencakup ketertarikan terhadap proses berwirausaha, pengembangan ide bisnis, mengelola operasional bisnis, dan mencapai keberhasilan dalam dunia bisnis . 3 Pemahaman Tri Nga Terhadap Minat Berwirausaha Tri Nga (Ngerti. Ngroso. Nglakon. ajaran ini dapat menumbuhkan cita-cita dalam hidup kita. Butuh pengertian, menyadari dengan tulus hati untuk mewujudkannya. Memperjuangkan atau melaksanakan sesuatu tidak ada artinya jika mengetahui dan memahaminya saja tidak terlalu Saat mempunyai ilmu pengetahuan . tentang sesuatu maka seseorang pasti merasa bahwa yang dia lakukan sudah sesuai dengan pengetahuannya, sehingga tidak hanya ingin . tetapi juga harus mampu melakukan . berdasarkan ilmu yang telah dimiliki . 4 Pemahaman Tri N Terhadap Minat Berwirausaha Tri N . iteni, nirokke, nambah. adalah konsep ajaran KHD dalam Tamansiswa, dengan pemahaman Tri N dapat meningkatkan jiwa yang kreatif dan inovatif serta mampu untuk membangun sikap jujur dan disiplin serta mampu mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya. Pemahaman Tri N dari KHD ini juga mempunyai suatu teknik yang dapat dikatakan baik dalam melakukan pembelajaran . Metode Sesuai dengan penelitian yang dilakukan populasi yaitu digunakan adalah mahasiswa yang berada di beberapa universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan 103 responden mahasiswa Yogyakarta. Teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah snowball sampling yaitu menyebarkan kuesioner kepada responden mahasiswa kemudian responden menyebarkan ke responden lain. Berdasarkan hasil dari penelitian yang digunakan dalam mengukur pengaruh variabel pemahaman Tri Nga, pemahaman Tri N terhadap minat berwirausaha adalah dengan rumus berikut: Y = a b1X1 b2X2 = e Y = Minat Berwirausaha a = Constanta b1 = Pemahaman Tri Nga b2 = Pemahaman Tri N e = Standart error PEMAHAMAN TRI NGA DAN PEMAHAMAN TRI N TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Dewi Kusuma Wardan. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel 1. Definisi Operasional dan Indikator Variabel Variabel Pemahaman Tri Nga (X. Definisi Indikator Pemahaman Tri Nga 1. Ngerti . adalah salah satu kemampuan untuk memahami tentang pemahaman ajaran KHD terdiri dari beberapa 2. Ngrasa . yaitu ngerti, ngrasa, artinya mengerti dan mengerjakan atau (Wardani, 2. Nglakoni . Pemahaman Tri N (X. Pemahaman Tri N 1. Niteni . adalah salah satu kemampuan dalam Nirokke . mampu mengenali suatu makna dari objek tertentu serta dapat meniru dan Nambahi . Minat Minat Berwirausaha merupakan (Y) kecenderungan atau ketertarikan dalam bidang wirausaha Kuesioner Penelitian Saya berwirausaha saat ini masih Saya paham ilmu dalam berwirausaha sehingga saya memiliki niat untuk berkarir menjadi seorang wirausaha Saya merasa bahwa saya kewirausahaan untuk tertarik berkarir di bidang bisnis Saya tahu setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menentukan karir mereka, jadi saya memilih untuk berwirausaha Dapatkah saya menentukan karir masa depan dalam Saya tidak ingin menentukan karir masa depan di bidang Saya lebih memperhatikan kualitas produk yang saya Saya produk yang saya hasilkan Saya senang meniru produk orang lain Saya senang membuat produk sendiri dari pada harus meniru produk orang lain Saya kekhasan produk yang saya hasilkan dari usaha saya Saya memilih untuk menjadi Merasa wirausaha dalam usaha saya berwirausaha . Saya lebih suka menjadi wirausahawan karena dapat membuka lapangan pekerjaan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 :417-425 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Variabel Definisi keinginan seseorang untuk terlibat serta Adapun faktor penting dalam dimana seseorang memiliki minat serta meraih kesuksesan . Indikator Kuesioner Penelitian Merasa Saya lebih memilih karir sebagai wirausaha setelah senang berwirausaha saya lulus nanti . Menjadi adalah tujuan saya untuk membuka usaha Berkeinginan Saya dapat memperkirakan untuk berwirausaha bahwa saya dapat memulai . usaha saya dalam 1-3 tahun Saya berwirausaha menjadi orang yang sukses Hasil dan Pembahasan Uji Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif PTN_X1 PTN_X2 MB (Y) Valid N . Min Max Mean 25,39 16,61 25,23 Std. Deviaton 3,154 1,789 3,405 Berdasarkan dari hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa variabel pemahaman Tri Nga memiliki angka yang paling rendah sebesar 12 dan nilai terbesar 30. Nilai rata-rata 25,39 dengan standar deviasi 3,154. Variabel pemahaman Tri N mempunyai nilai paling kecil yaitu 12 dan nilai Nilai rata-rata yaitu 16,61 dengan standar deviasi yaitu 1,789. Variabel minat berwirausaha mempunyai nilai paling kecil sebesar 12 dan nilai terbesar 30. Nilai rata-rata yaitu 25,23 dengan standar deviasi yaitu 3,405. Uji Normalitas Tabel 2. Uji Normalitas Unsrandardized Residual Normal Parametersa. Mean -,1107475 Std. Dev 1,68059322 Most Extreme Differences Absolute ,080 Positive ,080 Negative -,080 Test Statistic ,080 Asymp. Sig. -taile. ,080 PEMAHAMAN TRI NGA DAN PEMAHAMAN TRI N TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Dewi Kusuma Wardan. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Berlandaskan tabel dari data diatas uji normalitas hasilnya adalah berdistribusi normal. Yang dapat dilihat pada nilai Asymp Sig . -taile. sebesar 0,080 dimana memiliki nilai lebih besa dari alpha yaitu 0,05. Dan dapat dilihay bahwa dalam hasil penelitian ini mempunyai data residual terdistribusi secara normal yang dapat memperkuat normalitas model regresi penelitian. 3 Uji Multikolinearitas Tabel 3. Uji Multikolinearitas Model (Constan. PTN_X1 PTN_X2 Tolerance ,992 ,992 Colliniearity statistic VIF 1,008 1,008 Dependent Variable: Minat Berwirausaha Berdasarkan tabel diatas dapat dibuktikan bahwa hasil dari penelitian ini tidak terjadi Nilai tolerance >0,1 dan nilai VIF 1,008. Pada hasil pemahaman Tri Nga nilai tolerance sebesar 0,992 dan nilai VIF 1,008. Sedangkan variabel Tri N nilai tolerance sebesar 0,992 dan nilai VIF 1,008. 4 Uji Heteroskedastisitas Model Constant PTN. PTN. Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Unstandarsdized Coefficients Std. Error Beta 4,576 1,383 3,310 -,063 ,057 -,156 -1,089 -,041 ,100 -,049 -,409 Sig ,001 ,279 ,063 Pada tabel diatas tidak terjai gejala heteroskedastisitas. Karena nilai dari masing-masing variabel berpengaruh signifikansi pada variabel X sebesar . 0,05. Nilai sig variabel pemahaman Tri Nga sebesar 0,279 sedangkan pemahaman Tri N sebesar 0,063. 5 Uji Analisis Regresi Berganda Tabel 5. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Beta Error Constant 4,609 2,264 2,036 PTN. X1 -,330 ,052 -,526 PTN. X2 ,418 ,238 ,238 Dependent Variable: Minat Berwirausaha -6,304 2,855 Sig ,044 ,001 ,005 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 :417-425 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Sesuai dengan tabel data diatas maka nilai dari regresi berganda yaitu: Y = 4,609 0,330X1 0,418X2 = e Hasil persamaan dari regresi di atas memperhatikan kaitannya antara variabel X . dengan variabel Y . , maka dapat dikatakan bahwa: Hasil dari nilai constanta sebesar 4,609 artinya jika tidak terjadi perubahan variabel pemahaman Tri Nga dan pemahaman Tri N, maka variabel dependen berwirausaha sebesar 4,609 Nilai koefisien regresi pemahaman Tri Nga sebesar -0,330 yang bernilai negatif dapat dilihat apabila variabel pemahaman Tri Nga (X. turun menjadi 1 satuan, sesuai hal ini maka variabel Y . minat berwirausaha tidak akan naik maupun turun. Hasil dari nilai koefisien regresi pemahaman Tri N sebesar 0,413 dan bernilai positif yang berarti apabila variabel pemahaman Tri N (X. naik sebesar 1 satuan, maka variabel dependen minat berwirausaha (Y) akan naik juga sebesar 0,413 begitupun sebaliknya. 6 Uji Fit Model (F) Model Table 6. Hasil Uji F Statistik Sum of Mean Square Square Sig 1 Regression 124,055 2 62,028 22,517 ,001b Residual 275,469 100 2,755 Total 399,524 Dependent Variable : Minat Berwirausaha Predictor: (Constan. Pemahaman Tri Nga. Pemahaman Tri N Berdasarkan hasil uji-F, pertimbangkan adanya satu varianel yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dimana hasil ini menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai F hitung sebesar 26,441 > F tabel sebesar 3,08. Disimpulkan bahwa penelitian ini dikatakan fit. 7 Uji Koefisien Determinasi (R. Tabe. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,617a ,381 ,368 2,706 Predictors: (Constan. Pemahaman Tri N. Pemahaman Tri Nga Dependent Variable: Minat Berwirausaha Hasil data pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa dari hasil koefisien determinasi R2 persentase variabel X . menjelaskan variabel Y . Dari tabel diatas nilai Adjusted R square yaitu 0,368 atau 36,8% dan untuk lebih 63,2% tersebut disebabkan dari luar penelitian ini. PEMAHAMAN TRI NGA DAN PEMAHAMAN TRI N TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Dewi Kusuma Wardan. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 8 Uji T Tabel 8. Uji T Model Constant PTN. PTN. 4,609 -,330 ,418 Std. Error 2,264 ,052 ,238 Sig 2,036 -6,304 2,855 ,044 ,001 ,005 Beta -,526 ,238 Berdasarkan dari pengujian pada gambaran diatas dapat dilihat hasil nilai t tabel 2,036 yang diuji ke 103 responden mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,05 atau 5%. Pada tabel diatas menunjukan bahwa pemahaman Tri Nga menunjukan hasil sig 0. 001 < 0,05 dan hasil nilai t hitung yaitu -6,304 dan nilai sebesar -0. Artinya pemahaman Tri Nga berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Pemahaman Tri N menunjukan hasil sig 0. 005 < 0,05 dan hasil dari t hitung yaitu 2. 855 dan nilai Artinya pemahaman Tri N berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Kesimpulann Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pemahaman Tri Nga, pemahaman Tri N terhadap minat berwirausaha mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta dimana penelitian ini menggunakan 103 responden mahasiswa sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Sesuai dengan hasil dari analisis data serta pembahasannya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemahaman Tri Nga, dan pemahaman Tri N berpengaruh positif terhadap minat Diharapkan untuk peneliti selanjutkan agar memperluas populasi penelitian dengan menambah jumlah sampel pada penelitiannya agar semakin akurat hasil dari penelitian yang Sumber data yang digunakan oleh peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan cara yang lebih akurat dengan melakukan wawancara secara langsung. Hal ini dikarenakan data dari hasil kuesioner yang disebarkan melalui media sosial belum memberikan gambaran yang sebenarnya. Variabel dalam penelitian ini masih sangat minim sehingga perlu adanya pengembangan dari variabel tri pantangan, opor bebek, pemahaman trikon. Variabel pemahaman Tri Nga dan pemahaman Tri N dapat dijabarkan menjadi beberapa variabel. Variabel tersebut masih dapat dikembangkan lagi untuk meneliti efeknya terhadap minat berwirausaha. References