Contents list avaliable at Directory of Open Access Journals (DOAJ) Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2 Nomor 2 Desember 2022. Pages 64-72 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Efektivitas Penggunaan Aplikasi Prezi Terhadap Kemampuan Bercerita Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Kartika 1-7 Padang Iftitahurrahmi Warrizqi 1. Serli Marlina2 Article Info Abstract Keywords: Prezi Application. Effectiveness. Storytelling Ability. This research is motivated by the low ability of children to tell stories at the school. This study aims to find out how effective the effectiveness of using the prezi application is to improve storytelling skills for early childhood in Kartika 1-7 Padang Kindergarten. This type of research uses a quantitative approach while the method is quasi-experimental. The research was carried out at TK Kartika 1-7 Padang by conducting it in two classes, namely the experimental group in class B1 with 13 children and the control group in class B5 with 13 children. The technique in collecting data uses research instruments in the form of indicators to be achieved as many as 9 items, which are carried out through action tests. Data analysis techniques use normality, homogeneity and hypothesis tests. The data collection tool used statement sheets. Then the data was processed by a difference test . -tes. using the SPSS 15. 0 for windows application. Based on data analysis, the average results of the pre-test and post-test of the experimental group were 20. 15 and While in the control group, the average pre-test and post-test results were 20. 62 and 25. The resulting data is normally distributed and homogeneous. In testing the hypothesis with the Independent sample t-test, the sig . -taile. value is 0. 000, which is less than 0. It can be concluded that the prezi application media is proven to be more effective children's storytelling skills. Kata Kunci: Aplikasi Prezi. Effectiveness. Storytelling Ability. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bercerita anak di sekolah tersebut. Penelitian ini punya tujuan guna mengetahui bagaimana efektivitas efektivitas penggunaan aplikasi prezi terhadap kemampuan bercerita anak usia dini di Taman Kanak-kanak Kartika 1-7Padang. Jenis penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif sementara metodenya quasi eksperimen. Penelitian dijalankan di TK Kartika 1-7 Padang dengan melakukan di dua kelas, yakni kelompok eksperimen kelas B1 sebanyak 13 anak serta kelompok kontrol kelas B5 sebanyak 13 anak. Teknik dalam mengumpulkan data menggunakan instrument penelitian berupa indikator-indikator yang akan dicapai sebanyak 9 butir item, yang dilakukan melalui tes perbuatan. Teknik analisis data memakai Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: iftitahurrahmiw@gmail. 2 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: serlimarlina@fip. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 uji normalitas, homogenitas serta hipotesis. Alat pengumpul data digunakan lembaran pernyataan. Kemudian data diolah dengan uji perbedaan . -tes. menggunakan bantuan aplikasi SPSS 15. 0 for Didasarkan analisis data, hasil rata-rata pre-test serta post-test kelompok eksperimen ialah 20,15 serta 27,38. Sementara pada kelompok kontrol, rata-rata hasil pre-test serta post-test adalah 20,62 dan 25,00. Data yang dihasilkan berdistribusi normal serta homogen. Pada uji hipotesis dengan Independent sample ttest nilai sig . - taile. 0,000 yaitu lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa media aplikasi prezi terbukti lebih efektif terhadap kemampuan bercerita anak. PENDAHULUAN Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada saat anak berada pada rentang usia dini, anak-anak sangat peka terhadap apa yang dilihat dan yang didengar. Oleh karena itu anak-anak yang berusia 0 sampai dengan 8 tahun disebut sebagai masa keemasan anak-anak atau biasa disebut sebagai golden age. Menurut Pebriana . 7: . usia dini merupakan usia dimana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Sejalan dengan pendapat Annisa. Marlina, & Zulminiati . 9: . bahwa anak usia dini adalah anak usia 0-8 tahun yang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat atau lebih dikenal dengan masa golden age atau masa generasi Pendidikan yang dititikberatkan pada tumbuh kembang fisik mencakup koordinasi motorik, kecerdasan, sosial emosional, bahasa, serta komunikasi, tergantung pada keunikan tumbuh kembang anak disebut Pendidikan Anak Usia Dini. Bentuk pendidikan dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya salah satunya ialah PAUD. Kemampuan yang harus dicapai anak pada pendidikan usia dini sesuai dengan Permendikbud 137 tahun 2014 pada aspek perkembangan pertumbuhan, yaitu aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosialemosional, dan seni. Seperti yang diungkapkan di atas, diketahui bahwa salah satu aspek yang perlu dikembangkan pada pendidikan usia dini adalah kemampuan bahasa. Kemampuan bahasa sendiri terdiri dari empat yaitu membaca, mendengar, menulis dan berbicara (Alfin et al. , 2018:. Kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun, yaitu anak sudah dapat menginterpretasikan kata yang benar dan mengetahui beberapa lawan kata. Anak-anak dapat menggunakan beberapa kata penghubung, kata depan, dan kata sandang dalam percakapan sehari-hari. Bahasa egosentrisnya mulai berkembang, seperti bahasa sosial. Pada usia ini, anak-anak sudah memiliki 000 sampai dengan 25. 000 kata. Dengan cara ini diketahui bahwa sampai sekitar usia 5 sampai 6 tahun, anak-anak memasuki tahap kalimat panjang, dimana mereka dapat mengungkapkan pendapat mereka dalam kalimat yang kompleks dan kosa kata mereka menjadi bertambah (Aulia, 2012:. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kemampuan bercerita adalah salah satu komponen dalam kemampuan anak untuk berbicara. Kemampuan bercerita juga perlu dikembangkan pada anak usia dini karena dengan bercerita dapat membantu anak dalam pembentukan karakter dan belajar kemampuan berbahasa seperti menulis, menyimak, membaca, dan berbicara secara sekaligus. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nurjanah & Anggaraini . yang menyatakan bahwa bercerita adalah sarana pembentukan karakter yang paling mudah dicerna anak, selain dari contoh mereka lihat setiap hari dan metode serta materi yang dapat diintegrasikan ke dalam keterampilan dasar lainnya yaitu berbicara, membaca, menulis, dan menyimak. Untuk mengembangkan kemampuan bercerita anak dapat dilakukan dengan memilih metode atau media yang tepat. Media pembelajaran memberikan pengaruh bagi kualitas pembelajaran. Manfaat media pembelajaran adalah dapat memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis . alam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belak. (Harjanto, 2012:. Dengan digunakan media pembelajaran maka akan membuat cerita yang disampaikan oleh guru menjadi semakin jelas. Pemilihan media pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik anak didik dan karakteristik materi pelajaran sehingga akan diperoleh manfaat yang maksimal dari penggunaan media pembelajaran. Salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan bercerita anak usia dini adalah aplikasi prezi. Aplikasi prezi adalah suatu alat presentasi digital yang mampu menyajikan tulisan, gambar, vidio baik online maupun offline, yang dilengkapi dengan audio dan animasi kekinian yang mampu memberikan pengalaman dramatis sehingga materi pembelajaran yang disajikan melalui prezi lebih berkesan dan membekas di dalam pikiran dan ingatan anak daripada alat presentasi digital lainnya seperti power point (Nasution. & Siregar,N. Dengan digunakannya aplikasi Prezi guru dapat secara bebas untuk menyajikan visual dari cerita dengan menunjukkan gambar-gambar, video, maunpun suara sesuai dengan scene . yang ada dalam cerita. Adanya scene yang ditampilkan sesuai dengan cerita melalui prezi akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi anak dan anak dapat merasakan secara langsung cerita yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut akan membuat anak semakin mudah untuk mengembangkan kemampuan berceritanya. Kajian tentang media aplikasi prezi terhadap kemampuan bercerita anak telah menjadi perhatian peneliti di berbagai daerah sejak lama. Pertama penelitian dari Gita Fadhila . yang berjudul AuPengaruh Aplikasi Prezi terhadap Kemampuan Bercerita Anak di Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari i PadangAy. Hasil dari penelitian ini yaitu meningkatnya kemampuan bercerita anak dengan aplikasi prezi. Kedua penelitian dari Suchi Putri Lauroza yang berjudul AuPengaruh Media Gambar terhadap Kemampuan Bercerita Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Anak di TK Islam Daud Kholifahtulloh Tabing PadangAy. Hasil dari penelitian ini yaitu meningkatnya kemampuan bercerita anak melalui media gambar. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang media prezi sangat bagus guna peningkatan kemampuan bercerita anak, misalnya aspek bahasa serta kognitif. Peneliti berhasil menggunakan media untuk mengembangkan aspek perkembangan tersebut, tetapi dari beberapa penelitian yang telah dijalankan belum terdapat yang meneliti mengenai peningkatan kemampuan bercerita anak melalui aplikasi prezi . Maka demikian peneliti tertarik ingin melaksanakan penelitian efektivitas aplikasi prezi terhadap kemampuan bercerita anak. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu ( quasi-eksperiment Populasi penelitian ini adalah seluruh murid Taman Kanak-kanak Bahari Pasie Nan Tigo Padang, dengan sampel yaitu kelas B1 dan kelas B5 masingmasingnya berjumlah 13 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur, dokumentasi dan wawancara. Dan teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis. Alat pengumpul data digunakan lembaran pernyataan. Kemudian data diolah dengan uji perbedaan ( ttes. menggunakan bantuan aplikasi SPSS 15. 0 for windows. Pada penelitian ini peneliti berupaya memperhatikan serta mengungkap sejauh mana efektivitas media aplikasi prezi untuk peningkatan kemampuan bercerita anak di Taman Kanak-kanak Kartika 1-7 Padang. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan (X) sementara pada kelas kontrol tidak diberi perlakuan. Kemudian dilakukan tes yang sama pada kedua kelas. Perihal ini bisa diperhatikan pada tabel berikut: Tabel 1. Desain Penelitian Tes Awal (PrePerlakuan Tes Akhir (Post- Tes. Eksperimen Kontrol Keterangan: : Pre-test kelas eksperimen : Pre-test kelas kontrol : perlakuan kelas dengan menggunakan media prezi . : perlakuan kelas dengan menggunakan media power point . : Post-test kelas eksperimen : Post-test kelas kontrol Pada penelitian ini peneliti menggunakan Taman Kanak-kanak Kartika 1-7 Padang sebagai populasi sedangkan sampelnya yaitu kelas B1 sebagai kelas Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 eksperimen dan kelas B5 sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 13 orang anak. Menurut Sugiyono . instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Sejalan dengan pendapat Arikunto . instrument penelitian adalah alat fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah hasilnya lebih baik dalam atau cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah di olah, instrumen yang digunakan alat fasilitas yang digunakan oleh peneliti adalah tes perbuatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur, dokumentasi dan wawancara tindakan. Teknik menganalisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas dan hipotesis. Kemudian data diolah dengan uji perbedaan . -tes. menggunakan bantuan SPSS 15. 0 for windows. Teknik penilaian dalam penelitian ini, membuat tes berupa indikatorindikator yang akan dicapai oleh anak. Disini peneliti memberikan skor pada setiap indikator yang telah ditemukan oleh peneliti dengan mempertimbangkan kesesuaian pendekatan analisis yang digunakan. Instrumen ini menggunakan format cheklist untuk penilaiannya. Dalam Kemendikbud . format checklist memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan kegiataan harian ( RPPH). Data penelitian ini dikumpulkan dari hasil pre-test dan post-test dengan menggunakan lima instrumen penelitian dengan kriteria masing-masing: . BSB (Berkembang Sangat Bai. diberi skor 4. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. diberi skor 3. MB (Mulai Berkemban. diberi skor 2. BB (Belum Berkemban. diberi skor 1. Penjelasan rinci tentang metode Anda dalam melakukan penelitian perlu disediakan di bagian ini. Bagian ini menjelaskan berapa lama penelitian dilakukan, populasi dan sampel . asaran penelitia. , teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen, serta analisis data. Untuk penelitian yang menggunakan alat dan bahan, tuliskan spesifikasi alat dan bahan tersebut. Untuk penelitian kualitatif seperti tindakan kelas, studi kasus, dan lain-lain, perlu adanya peningkatan keberadaan penelitian, subjek penelitian, informan yang berperan serta dalam mendukung data penelitian, lokasi dan durasi penelitian serta rincian mengenai validitas penelitian. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka hasil penelitian tentang efektivitas aplikasi prezi terhadap kemampuan bercerita di Taman Kanak-kanak Kartika 1-7 Padang. Hasil kemampuan bercerita anak tahap pre-test kelas eksperimen menunjukkan rata-rata 20,15 standar deviasi 3,078, nilai minimum 16 dan nilai maksimum 25. Pada tahap post-test kelas eksperimen menunjukkan rata-rata 27,38, standar deviasi 2,815 nilai minimum 23 dan nilai maksimum 32. Pada tahap pre-test kelas kontrol menunjukkan rata-rata 20,62, standar deviasi Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 3,015, nilai minimum 16 dan nilai maksimum 25. Sedangkan post-test kelas kontrol menunjukkan rata-rata 25,00, standar deviasi 2,449, nilai minimum 20 dan nilai maksimum 28. Tabel 2. Gain Score Pre-Test Dan Post-Test Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol Kelas eksperimen Nama Jumlah Ratarata Kelas Kontrol Pre Test Post Test Selisih 20,15 27,38 7,23 Nama Anak Jumlah Ratarata Pre Test Post Test Selisih 20,62 25,00 4,38 Hasil penelitian pada kelas eksperimen dengan menggunakan aplikasi prezi skor pre-test 262 dan post-test 356. Sedangkan rata-rata keseluruhan untuk pretest 20,15 dan post-test 27,38. Pada kelas kontrol dengan aplikasi power point (PPT) skor pre-test 268 dan post-test 325. Sedangkan rata-rata kelas kontrol untuk pre-test 20,62 dan post-test 25,00. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan maka langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis data, uji normalitas, homogenitas, dan uji T. Uji normalitas dalam penelitian digunakan sebagai prasyarat untuk uji-t. Dalam penelitian ini, data harus berdistribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal maka uji-t tidak dapat dilanjutkan. Suatu distribusi dikatakan normal jika taraf signifikansinya > 0,05, sedangkan jika taraf signifikansinya < 0,05 maka distribusinya dikatakan tidak normal. Untuk menguji kenormalan data pada uji normalitas ini digunakan uji Liliefors seperti yang dikemukakan pada teknik analisis data menggunakan SPSS 15. 0 for windows. Berdasarkan penelitian jumlah data (N) pada kelas eksperimen adalah 13 anak dan kelas kontrol 13 anak. Nilai Sig Kolmogorof-Smirnov untuk kelas eksperimen adalah 0,200 dan untuk kelas kontrol adalah 0,200. Kemudian berdasarkan perhitungan diatas dengan menggunakan kolmogorov-smirnov dapat disimpulkan bahwa data rata-rata berdistribusi normal karena memiliki Sig> 0,05. Hasil kelas eksperimen memiliki Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 sebesar 0,200 dan kelas kontrol memiliki sig. sebesar 0,200. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Selanjutnya uji homogenitas, pengujian menggunakan SPSS 15. 0 dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya adalah 0,585, karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05, yakni 0,585 > 0,05 sehingga data tersebut dapat dikatakan Jadi kedua kelas yang dijadikan penelitian adalah kelas yang homogen. Karena kedua kelas tersebut homogen maka dapat dikatakan suatu penelitian. Setelah didapatkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas, diketahui bahwa kedua kelas sampel berdistribusi normal dan mempunyai varians homogen. Maka dapat dilanjutkan dengan pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistic parametrik, yaitu Independent sample t-test. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui rata-rata . N-gain untuk kelas eksperimen adalah 7,23 dan kelas kontrol 4,38. Dengan demikian disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan . antara kelas eksperimen dan kelas Sehingga dapat disimpulkan H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil penelitian bahwa aplikasi prezi sangat efektif terhadap peningkatan kemampuan bercerita Menurut Jahja dalam Fauziah & Rahman . 1: . bahasa merupakan media untuk berkomunikasi. Dalam artian mencakup semua cara untuk berkomunikasi. Untuk mengungkapkannya seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, dan ekspresi wajah. Yang mana pemikiran dan emosi diungkapkan dalam bentuk symbol dengan cara mengungkapkannya melalui bercerita. Bercerita adalah menyampaikan cerita secara lisan kepada peserta didik, bercerita merupakan salah satu keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain. Evayani, dkk . menjelaskan kemampuan bercerita yaitu anak yang memiliki kemampuan bercerita dapat dilihat dari kalimat yang digunakan saat bercerita, melakukan tatap muka dengan pendengar, berbicara dengan jelas, memilih kosa kata yang tepat, dan dapat menyampaikan pesan moral dari cerita. Sedangkan menurut Wondal . menyebutkan kemampuan bercerita pada anak usia dini dapat dilihat dari pengajuan kalimat tanya, sering bercerita untuk mengungkapkan dirinya, dan telah dapat membuat kalimat dengan struktur yang baik. Aspek-aspek yang menjadi dasar penilaian dalam menentukan kemampuan bercerita anak usia dini sesuai yang dijelaskan oleh Hurlock . yaitu pengucapan, pengembangan kosa kata, dan pembentukan kalimat. Aspek pengucapan yang harus dimiliki dalam kemampuan bercerita yaitu meniru atau mengulang kata-kata yang didengarnya atau diterima dari lingkungannya. Selanjutnya aspek pengembangan kosa kata, dimana anak mempelajari dua jenis kosa kata yakni kosa kata umum, terdiri dari kata kerja . emberi, mengambil, menerim. dan kata sifat . aik, buruk, pelit, dan lain sebagainy. serta anak Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 mempelajari kosa kata khusus, terdiri dari kosa kata warna . erah, hijau, biru, kuning, hitam, putih,dan lain sebagainy. menyebutkan bilangan dan telah mampu menghitung tiga objek, menyebutkan kosa kata uang sesuai dengan ukuran dan warnanya. Aspek terakhir yang dijelaskan oleh Hurlock . yaitu pembentukan kalimat, dimana pada aspek ini menggabungkan kata kedalam kata yang tata bahasanya betul dan dapat dipahami orang lain. Dari semua hasil perhitungan di atas bahwa aplikasi prezi ini sangat cocok diberikan kepada anak terhadap peningkatan kemampuan bercerita. Karena rendahnya kemampuan bercerita anak disebabkan oleh kurang bervariasinya media yang diberikan guru. Kegiatan ini dimulai dengan anak mengenali aplikasi prezi beserta isi ceritanya. Anak dapat mengekspresikan dirinya pada saat menceritakan kembali isi dari cerita. Setelah anak dapat menceritakan dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti merujuk kepada seluruh instrumen penelitian. Semua instrumen dijalankan dengan aktivitas yang menyenangkan serta tidak membosankan sebab aplikasi prezi dibuat berdasarkan karakteristik anak KESIMPULAN Dari penelitian tentang efektivitas aplikasi prezi untuk meningatkan kemampuan bercerita anak di Taman Kanak-kanak Kartika 1-7 Padang, menunjukkan bahwasanya nilai rata-rata sebagai berikut: yang pertama didapat nilai pre-test serta post-test kelas eksperimen 20,15 serta 27,38. Pada kelompok kontrol, nilai rata-rata hasil penelitian pre-test dan post-test penelitian adalah 20,65 dan 25,00. Data yang dihasilkan berdistribusi normal serta homogen dengan nilai sig . -taile. yakni 0,000 < 0,05, serta memiliki nilai effect size yakni 2,03, sehingga data berada pada kategori kuat. Dengan demikian aplikasi prezi sangat efektif terhadap kemampuan bercerita anak di Taman Kanak-kanak Kartika 1-7 Padang. DAFTAR KEPUSTAKAAN Alfin. Rosyidi. , & Abdillah. Pengembangan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia Anak Umur 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita Dengan Media Televisi Bergambar. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12. , 271280. Annisa. A,. Marlina. ,& Zulminiati. Hubungan Persepsi Orang Tua Tentang Dampak SmartPhone Terhadap Perkembangan Sosial Pada Anak di Kelompok Bermain Gugus 1 Kecamatan Naggalo Kota Padang. Jurnal ilmiah Potensia, 4. 59- 66. https://doi. org/10. 33369/jip. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 2 Nomor 2 Desember 2022 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Aulia. Pengaruh Permainan Dan Penguasaan Kosakata Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun. Pedagogia, 1. Fauziah. , & Rahman. Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita. Jurnal Kajian Anak (J-Sana. , 2. , 108Ae 114. https://doi. org/10. 24127/j-sanak. Hurlock. Elizabeth. B, 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga. Kemendikbud. Undang-undang nomor 53 Tahun 2015. Tentang Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Pada Jenjang Dasar Dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Permendikbud Lauroza. Suchi Putri. Pengaruh Media Gambar Terhadap Kemampuan Bercerita Anak di TK Islam Daud Kholifahtulloh Tabing Padang. Jurnal Ilmiah Pesona PAUD. Vol . https://media. com/media/publications/523310-none-c01eeb13. Nasution. , & Siregar. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Prezi. Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 15. , 205-221. Nurjanah. , & Anggraini. Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Ilmiah Potensia, 5. , 1-7. Pebriana. Putri Hana. Analisis Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 1 Issue . , 1Ai11 https://obsesi. id/index. php/obsesi/article/view/26 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Wondal. Rosita. Meningkatkan Kemampuan Berceita Anak Melalui Metode Karya Wisata. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.