DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam AnakIslam Usia Anak Dini Usia Dini e-ISSN DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan e-ISSN2987-128X 2987-128X http://ejournal. id/index. php/dzurriyat http://ejournal. id/index. php/dzurriyat p-ISSN p-ISSN3026-2909 Volume 3 Nomor 2 3September Volume Nomor 2 September DOI: https://doi. org/10. 61104/dz. Efektivitas Kurikulum Berbasis Al-QurAoan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Studi pada Platform Alkindi Online Preschool dengan Konsep Ibuku Guruk. Septia Ayunda Wardana1. Mahmud Yunus Mustofa2 Prodi Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Walisongo. Indonesia1-2 Email Korespondensi: 2203016185@student. id, mahmudyunus25@stik-kendal. Article received: 30 Mei 2025. Review process: 18 Juni 2025 Article Accepted: 25 Agustus 2015. Article published: 01 September 2025 ABSTRACT Early childhood education requires an instructional model that integrates spiritual values, character formation, and cognitive growth in a balanced manner. This study analyzes the effectiveness of a QurAoan-based curriculum implemented by Alkindi Online Preschool through the Ibuku Guruku concept to cultivate Islamic values and shape childrenAos Employing a digital ethnography approach, the study collected data via participatory observation, guided interviews, and platform content tracing, followed by content analysis of modules, instructional videos, caregiverAeteacher interactions, and childrenAos digital portfolios. The findings indicate that the curriculum effectively enhances self-regulation, early literacy and numeracy, socio-emotional competence, and spiritual awareness through the integration of hands-on and fun learning activities anchored in QurAoanic reflection and daily practice. MothersAo central role as the childAos first educator, technology support, and portfolio-based feedback strengthen personalization and the consistency of moral habituation. These results suggest that a QurAoan-based, technologyenabled, family-engaged curriculum is a viable best-practice model for Islamic early childhood settings and relevant stakeholders in the digital era. Keywords: Early childhood education. QurAoan-based curriculum. Ibuku Guruku ABSTRAK Transformasi pembelajaran anak usia dini menuntut model yang mampu mengintegrasikan penguatan nilai spiritual, pembentukan karakter, dan pencapaian perkembangan kognitif secara seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kurikulum berbasis Al-QurAoan pada Alkindi Online Preschool melalui konsep Ibuku Guruku dalam menanamkan nilai keislaman dan membentuk karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi digital dengan observasi partisipatif, wawancara terarah, dan penelusuran konten pada platform, kemudian dianalisis melalui analisis konten atas modul, video, interaksi orang tuaAependidik, serta portofolio daring anak. Hasil menunjukkan kurikulum efektif meningkatkan regulasi diri, keterampilan literasi dan numerasi awal, kemampuan sosial-emosional, serta kesadaran spiritual melalui integrasi kegiatan hands-on dan fun learning yang ditautkan dengan tadabbur ayat dan praktik Keterlibatan ibu sebagai madrasatul ula, dukungan teknologi, dan umpan balik berbasis portofolio memperkuat personalisasi pembelajaran dan konsistensi pembiasaan Temuan ini mengindikasikan bahwa kurikulum berbasis Al-QurAoan yang dipadukan dengan teknologi dan keterlibatan keluarga layak dijadikan model praktik baik bagi lembaga PAUD dan pemangku kepentingan pendidikan Islam di era digital. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini. Kurikulum Berbasis Al-QurAoan. Ibuku Guruku Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu isu sentral dalam pembentukan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki kecerdasan spiritual. Dalam Islam, anak dipandang sebagai amanah besar yang harus dijaga dan dididik dengan baik, karena kualitas pendidikan pada masa awal kehidupan akan menentukan arah perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual mereka di masa depan (Koestanti, 2. Seorang ibu memiliki peran strategis sebagai pendidik utama atau madrasatul ula yang memberikan pondasi nilai, akhlak, dan pengetahuan sejak dini. Hal ini sejalan dengan maqolah Hafiz Ibrahim yang menegaskan bahwa "al-umm madrasatul ula idza aAodadtaha aAodadta syaAoban thayyibal aAoraq" yang bermakna ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Pemahaman ini selaras dengan berbagai studi internasional yang menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga, khususnya ibu, merupakan faktor penentu dalam pembentukan karakter dan keberhasilan akademik anak (Melhuish et al. , 2. Pendidikan pada usia dini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan aspek kognitif dan motorik, tetapi juga memerlukan penanaman nilai-nilai spiritual dan moral yang kuat. Peran ibu sebagai pendidik utama menuntut adanya bimbingan, teladan, dan arahan yang tepat dalam membentuk perilaku anak. Dalam Al-QurAoan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab besar yang ditegaskan dalam surah At-Tahrim ayat 6, yang memerintahkan orang tua untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Penelitian internasional juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis agama pada usia dini karena memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan regulasi diri, empati sosial, dan moralitas anak (Berkowitz et al. , 2. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-QurAoan dalam pembelajaran sangat relevan dalam konteks pendidikan Islam modern. Namun, di era digital saat ini, tantangan pendidikan anak usia dini semakin Perubahan gaya hidup, keterbatasan waktu orang tua, serta perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut hadirnya inovasi metode pembelajaran yang relevan dan efektif (Oktavia & Rahmadani, 2. Banyak orang tua mengalami kesulitan dalam memberikan stimulasi pendidikan yang sesuai kebutuhan anak, terutama dalam menanamkan nilai-nilai Islam di tengah derasnya arus globalisasi. Studi internasional menunjukkan bahwa model pendidikan berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak, asalkan pendekatan yang digunakan kontekstual, fleksibel, dan relevan dengan nilai budaya serta agama (Neumann & Merchant, 2. Dengan demikian, diperlukan sistem kurikulum berbasis Al-QurAoan yang terintegrasi dengan metode pembelajaran modern untuk mengoptimalkan peran keluarga, khususnya ibu, dalam proses pendidikan anak. Salah satu inovasi pendidikan Islam yang muncul untuk menjawab tantangan tersebut adalah Alkindi Online Preschool, sebuah platform pembelajaran daring berbasis Al-QurAoan yang menggunakan konsep Ibuku Guruku. Platform ini memposisikan ibu sebagai guru utama bagi anak di rumah melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, terarah, dan kontekstual. Kurikulum Alkindi Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 mengintegrasikan prinsip-prinsip Al-QurAoan dengan standar kurikulum internasional yang menekankan hands-on learning dan fun learning, sehingga anak dapat memperoleh stimulasi kognitif, motorik, dan spiritual secara bersamaan (Alkindi, 2. Pendekatan ini sejalan dengan penelitian global yang menemukan bahwa pembelajaran berbasis keluarga dengan pendekatan faith-integrated memberikan dampak positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional dan karakter anak sejak dini (Parker et al. , 2. Selain itu, integrasi kurikulum berbasis Al-QurAoan dengan model pembelajaran daring memberikan kesempatan bagi orang tua, khususnya ibu, untuk berperan aktif sebagai fasilitator pendidikan anaknya. Dengan dukungan modul interaktif, video pembelajaran, dan pendampingan wali kelas, sistem ini memastikan bahwa setiap aktivitas pembelajaran dapat dilaksanakan di rumah secara efektif. Model pembelajaran ini konsisten dengan temuan riset internasional yang menegaskan bahwa parent-mediated early education mampu meningkatkan kemampuan bahasa, literasi, dan keterampilan sosial anak secara signifikan (Sirin et al. , 2. Dengan demikian, kurikulum inovatif yang memadukan pendidikan Islam, teknologi digital, dan peran keluarga diyakini mampu memberikan solusi atas keterbatasan metode konvensional dalam PAUD di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kurikulum berbasis Al-QurAoan pada platform Alkindi Online Preschool melalui konsep Ibuku Guruku dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter anak sejak usia Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan Islam berbasis keluarga dan praktis sebagai panduan bagi orang tua, pendidik, dan lembaga pendidikan dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis Al-QurAoan di era digital. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi digital sebagai metode utama untuk mengeksplorasi efektivitas kurikulum berbasis Al-QurAoan pada platform Alkindi Online Preschool. Etnografi digital dipilih karena memberikan kesempatan kepada peneliti untuk memahami praktik, interaksi, dan dinamika pembelajaran yang berlangsung di ruang digital melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas partisipatif dan observasi mendalam (OAoReilly, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara terarah, serta penelusuran konten digital pada platform Alkindi untuk memperoleh informasi secara kontekstual. Analisis data menggunakan pendekatan analisis konten . ontent analysi. dengan menelaah secara sistematis data kualitatif dari dokumen, modul pembelajaran, video edukasi, dan rekaman interaksi orang tua serta pendidik di platform tersebut. Pendekatan ini selaras dengan panduan penelitian kualitatif internasional yang menekankan proses induktif untuk menghasilkan pemahaman mendalam tanpa mengurangi kompleksitas pengalaman manusia (Hine, 2020. Kozinets, 2. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum Inovatif Berbasis Al-QurAoan pada Alkindi Online Preschool Kurikulum berbasis Al-QurAoan pada platform Alkindi Online Preschool merupakan inovasi pendidikan Islam yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, kecerdasan kognitif, dan keterampilan sosial anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan relevan. Kurikulum ini memadukan prinsip-prinsip Al-QurAoan dengan standar internasional seperti handson learning dan fun learning, yang memungkinkan anak belajar melalui eksplorasi pengalaman nyata di lingkungan rumah bersama orang tua, khususnya ibu sebagai madrasatul ula. Integrasi nilai-nilai QurAoani dilakukan sejak awal melalui aktivitas tadabbur ayat sebelum memulai setiap tema pembelajaran, sehingga anak tidak hanya diajak mengenal ayat tetapi juga memahami maknanya secara kontekstual dan aplikatif. Pendekatan ini didukung temuan studi internasional yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab suci memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter, regulasi diri, dan kecerdasan spiritual anak sejak usia dini (Berkowitz et al. , 2021. Parker et al. , 2. Pendekatan Alkindi juga menekankan pada pentingnya pembelajaran berbasis keluarga. Anak belajar bersama ibu melalui modul pembelajaran interaktif yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami. Proses pembelajaran dilakukan secara fleksibel dengan durasi singkat 10Ae15 menit per sesi, sehingga tidak membebani anak maupun orang tua. Setiap tema pembelajaran dilengkapi panduan aktivitas, video tutorial, dan bahan evaluasi yang memudahkan orang tua memantau perkembangan anak secara berkelanjutan. Model pembelajaran ini sejalan dengan hasil penelitian internasional yang menegaskan bahwa parentmediated learning mampu meningkatkan kualitas interaksi anak dengan orang tua serta memberikan dampak positif pada perkembangan kognitif dan keterampilan sosial anak usia dini (Sirin et al. , 2. Gambar 1. Platform Alkidikids Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 Kurikulum inovatif ini juga memperkenalkan metode bermain berhikmah, yaitu pendekatan pembelajaran berbasis aktivitas bermain yang bermakna, relevan, dan bernilai spiritual. Anak-anak tidak hanya terlibat dalam permainan bebas, tetapi juga diarahkan untuk memahami makna, nilai, dan hikmah dari setiap Misalnya, anak diajak membuat eksperimen sederhana tentang proses penyerbukan bunga sambil dikaitkan dengan ayat tentang kekuasaan Allah atas ciptaan-Nya, atau melakukan permainan keterampilan motorik yang dikaitkan dengan konsep ibadah dalam Al-QurAoan. Pendekatan integratif seperti ini memperkuat koneksi antara aktivitas belajar dan nilai-nilai QurAoani, sejalan dengan rekomendasi UNESCO . yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis konteks budaya dan agama dalam pendidikan anak usia dini. Penerapan kurikulum Alkindi juga memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan portofolio berbasis daring. Setiap perkembangan anak didokumentasikan oleh orang tua dan diunggah ke platform, sementara wali kelas memberikan umpan balik rutin melalui sistem pembelajaran daring. Model berbasis portofolio ini memungkinkan guru, orang tua, dan lembaga pendidikan memantau capaian perkembangan anak secara personal dan komprehensif. Pendekatan ini sesuai dengan hasil riset internasional yang menekankan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran anak usia dini dapat meningkatkan keterlibatan keluarga, efektivitas pembelajaran, serta kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia berbasis teknologi (Neumann & Merchant. Gambar 2. Portofolio Harian Anak Kurikulum Alkindi juga menonjolkan prinsip pendidikan inklusif dengan mengakomodasi berbagai gaya belajar anak, baik visual, auditori, maupun Strategi pembelajaran dirancang untuk memaksimalkan potensi kecerdasan majemuk anak sebagaimana dikemukakan dalam teori Multiple Intelligences oleh Gardner . , di mana setiap anak memiliki potensi yang Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 berbeda dan perlu distimulasi melalui pengalaman belajar yang variatif. Alkindi menghadirkan aktivitas seperti eksperimen sains sederhana, permainan peran, keterampilan seni, dan literasi berbasis ayat Al-QurAoan, yang membantu menyeimbangkan antara aspek kognitif dan spiritual. Pendekatan ini juga menekankan pada pembentukan nilai dan akhlak melalui pembelajaran tematik berbasis Al-QurAoan. Setiap tema pembelajaran selalu dimulai dengan aktivitas tadabbur ayat, dilanjutkan dengan praktik aplikatif dalam aktivitas sehari-hari bersama orang tua, sehingga anak memahami keterkaitan antara ilmu dan amal. Penelitian global menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis agama dengan dukungan keluarga memberikan dampak positif terhadap perkembangan empati, moralitas, dan kebiasaan ibadah anak (Melhuish et al. Dengan demikian, kurikulum Alkindi menghadirkan model pendidikan komprehensif yang mengintegrasikan ilmu, nilai, dan praktik secara harmonis. Implementasi Konsep Ibuku Guruku dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Konsep AuIbuku GurukuAy merupakan salah satu pendekatan pembelajaran berbasis keluarga yang menempatkan ibu sebagai pendidik utama atau madrasatul ula dalam proses pendidikan anak usia dini. Model ini menekankan bahwa keluarga, khususnya ibu, memiliki peran fundamental dalam memberikan stimulasi awal terhadap perkembangan anak secara kognitif, emosional, spiritual, dan sosial. Melalui Alkindi Online Preschool, ibu dibekali panduan komprehensif berupa modul interaktif, video pembelajaran, dan materi berbasis praktik agar mampu menjalankan perannya secara optimal di rumah. Studi internasional menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua secara aktif dalam pembelajaran anak usia dini mampu meningkatkan literasi, kepercayaan diri, dan perkembangan keterampilan sosial anak secara signifikan (Sheridan et al. , 2. Implementasi konsep ini dimulai dengan aktivitas tadabbur Al-QurAoan sebagai fondasi utama dalam setiap tema pembelajaran harian. Setiap sesi dimulai dengan membaca dan memahami ayat Al-QurAoan yang relevan dengan topik, disertai penjelasan sederhana yang dapat dipahami anak. Aktivitas ini menciptakan pengalaman belajar berbasis spiritual yang menyenangkan sekaligus menguatkan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari anak. Riset global menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis kitab suci dapat memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua, meningkatkan kesadaran spiritual, serta membangun keterampilan regulasi diri sejak usia dini (Parker et al. , 2. Dengan metode ini, pendidikan anak menjadi lebih kontekstual dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 Gambar 3. Berdoa dan Tadabbur Al-QurAoan Selanjutnya, penerapan konsep Ibuku Guruku dilakukan melalui pendekatan bermain berhikmah, yakni aktivitas pembelajaran berbasis permainan yang dirancang untuk memberikan makna mendalam terhadap setiap pengalaman anak. Misalnya, anak diajak membuat eksperimen sederhana seperti menanam bibit bunga, mengenal proses penyerbukan, atau membuat model tata surya menggunakan bahan daur ulang. Seluruh aktivitas dikaitkan dengan ayat-ayat AlQurAoan yang relevan agar anak dapat memahami hubungan antara fenomena alam dan kebesaran Allah. Pendekatan ini selaras dengan studi UNESCO . yang menegaskan bahwa pembelajaran berbasis eksplorasi dan konteks budaya lebih efektif menanamkan nilai dan pemahaman mendalam dibandingkan metode konvensional berbasis hafalan. Selain itu. Alkindi memberikan pendampingan kepada ibu melalui video tutorial dan forum diskusi daring yang difasilitasi oleh wali kelas. Fitur ini membantu ibu memahami teknik mendidik anak dengan metode yang terstruktur dan sesuai tahapan perkembangan. Interaksi antara ibu dan wali kelas menciptakan ruang kolaborasi, di mana tantangan pembelajaran anak dapat dibahas dan dipecahkan bersama. Model berbasis komunitas ini sesuai dengan temuan Sirin et al. yang menegaskan bahwa pembelajaran berbasis keluarga yang difasilitasi teknologi mampu meningkatkan kualitas interaksi orang tua dan anak serta memberikan pengalaman pendidikan yang lebih bermakna. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 Gambar 4. Bermain Berhikmah Kegiatan pembelajaran dalam konsep Ibuku Guruku selalu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Misalnya, pada tema AuCiptaan AllahAy, anak belajar mengenal organ tubuh melalui lagu-lagu islami dan aktivitas motorik, sementara pada tema AuLingkungan BersihAy anak diajak melakukan praktik menjaga kebersihan sambil dikaitkan dengan ayat tentang pentingnya kesucian dalam Islam. Dengan menghubungkan pengetahuan dengan aktivitas sehari-hari, anak lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai QurAoani. Penelitian Kolb . mengenai experiential learning menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata memberikan dampak signifikan terhadap retensi pengetahuan dan pembentukan keterampilan Selain aspek kognitif, penerapan konsep ini juga mendorong pengembangan kecerdasan emosional anak. Melalui aktivitas bimbingan bersama ibu, anak belajar mengenali emosi, mengelola perasaan, dan membangun empati terhadap orang Model ini memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah yang hangat antara anak dan ibu, sehingga ikatan emosional semakin kuat. Studi internasional oleh Denham et al. menunjukkan bahwa keterlibatan emosional orang tua dalam pendidikan anak meningkatkan kemampuan anak dalam mengatur emosi, bekerja sama, dan membangun kepercayaan diri. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 Konsep Ibuku Guruku juga memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter Islami anak melalui penerapan nilai-nilai akhlak secara Anak tidak hanya diajarkan konsep berbagi, tolong-menolong, dan kesabaran, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam aktivitas harian, seperti membantu orang tua, bersedekah, atau menjaga kebersihan lingkungan rumah. Dengan cara ini, nilai-nilai QurAoani tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diaplikasikan dalam kebiasaan sehari-hari. Riset internasional menemukan bahwa praktik pembelajaran berbasis teladan langsung memberikan dampak signifikan terhadap penguatan perilaku prososial dan sikap religius anak usia dini (Mayer. Gambar 5. Pembelajaran Life Skill dan Sosial Selain modul daring. Alkindi juga mendukung ibu melalui pendampingan langsung berbasis portofolio digital. Orang tua mengunggah dokumentasi perkembangan anak, seperti hasil karya, rekaman aktivitas, dan pencapaian keterampilan ke platform, sehingga wali kelas dapat memberikan umpan balik Sistem ini menciptakan siklus evaluasi berkelanjutan yang membantu ibu memahami kekuatan dan kelemahan anak serta menyesuaikan metode pengajaran di rumah. Menurut Neumann & Merchant . , penggunaan teknologi berbasis portofolio meningkatkan efektivitas pemantauan pembelajaran sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pendidik utama. Implementasi konsep Ibuku Guruku membuktikan bahwa peran ibu dalam pendidikan anak usia dini dapat dioptimalkan melalui pendekatan kolaboratif berbasis teknologi dan nilai-nilai QurAoani. Model ini memberikan pengalaman belajar yang kaya makna, fleksibel, dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Dengan kombinasi modul interaktif, pendampingan intensif, dan metode pembelajaran berbasis pengalaman, anak mendapatkan stimulasi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual secara seimbang. Pendekatan ini mendukung temuan Sheridan et al. yang menegaskan bahwa pembelajaran berbasis keluarga Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 yang difasilitasi digital dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat ikatan anak dengan nilai-nilai agama sejak dini. Dampak Kurikulum terhadap Stimulasi Kognitif. Emosional, dan Spiritual Anak Kurikulum berbasis Al-QurAoan pada Alkindi Online Preschool terbukti memberikan dampak signifikan terhadap stimulasi perkembangan kognitif anak usia dini. Setiap aktivitas pembelajaran dirancang untuk merangsang daya pikir kritis, kemampuan analisis, dan keterampilan pemecahan masalah sejak dini. Misalnya, eksperimen sederhana tentang proses fotosintesis, mengenal bentukbentuk geometri melalui permainan, dan membaca gambar interaktif membantu anak mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi secara alami. Integrasi metode hands-on learning memudahkan anak memahami konsep abstrak melalui pengalaman konkret yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Studi Mayer . menemukan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman nyata mampu meningkatkan retensi pengetahuan anak hingga 40% lebih tinggi dibandingkan metode konvensional berbasis ceramah, sehingga model Alkindi terbukti efektif meningkatkan kecerdasan kognitif sejak usia dini. Dampak signifikan lainnya terlihat pada perkembangan kemampuan literasi dan numerasi anak. Dengan memanfaatkan modul pembelajaran interaktif dan aktivitas bermain berhikmah, anak didorong untuk mengenal huruf, mengeja kata, berhitung dasar, serta memahami konsep matematika sederhana. Pendekatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan literasi dini melalui proses pembelajaran yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Hasil penelitian UNESCO . menegaskan bahwa pendekatan berbasis permainan dan praktik langsung memiliki korelasi positif dengan percepatan literasi dan numerasi anak usia dini, khususnya ketika didukung keterlibatan aktif orang tua sebagai fasilitator utama. Dengan metode ini, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah diinternalisasi oleh anak. Gambar 6. Aktivitas Literasi dan Numerasi Anak Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 Selain memengaruhi kemampuan kognitif, kurikulum Alkindi memberikan dampak signifikan terhadap kecerdasan emosional anak. Proses pembelajaran yang dilaksanakan bersama ibu memungkinkan anak belajar mengenali, mengungkapkan, dan mengelola emosi secara sehat. Misalnya, melalui aktivitas berbagi mainan, berdiskusi tentang makna syukur, serta memahami empati melalui cerita kisah nabi, anak dilatih untuk membangun kesadaran emosional dan sosial sejak dini. Studi internasional oleh Denham et al. menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak meningkatkan kemampuan anak mengelola emosi, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan empati terhadap lingkungan sosialnya. Dengan demikian, pendekatan Alkindi yang menempatkan ibu sebagai guru utama mendukung pembentukan anak yang memiliki kecerdasan emosional seimbang. Penerapan kurikulum juga berdampak positif pada pembentukan keterampilan sosial dan kerja sama anak dengan orang lain. Melalui aktivitas bermain berkelompok dan eksperimen kolaboratif, anak belajar berinteraksi, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Misalnya, saat anak menanam tanaman bersama, mereka diajak berbagi peran dalam menyiapkan tanah, menyiram, dan memantau pertumbuhannya, sambil mengaitkan aktivitas tersebut dengan ayat-ayat tentang ciptaan Allah. Pendekatan berbasis interaksi sosial ini memperkuat rasa kebersamaan, toleransi, dan kemampuan anak memahami perspektif orang lain. Hasil riset Sheridan et al. menegaskan bahwa pembelajaran berbasis kolaborasi dalam konteks keluarga dan komunitas mampu meningkatkan perkembangan keterampilan sosial dan membangun rasa tanggung jawab anak sejak usia dini. Dampak spiritual menjadi salah satu hasil utama dari kurikulum berbasis Al-QurAoan. Melalui aktivitas tadabbur ayat dan praktik ibadah sederhana, anak diperkenalkan pada konsep ketauhidan, syukur, kesabaran, dan cinta terhadap Allah sejak dini. Setiap aktivitas pembelajaran dikaitkan dengan nilai-nilai QurAoani, misalnya saat anak mengenal fenomena alam, mereka diajak untuk menghubungkannya dengan kekuasaan Allah. Hal ini memfasilitasi pembentukan kesadaran spiritual yang mendalam serta membangun keterhubungan anak dengan nilai-nilai agama. Menurut Parker et al. , pembelajaran berbasis kitab suci pada anak usia dini memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan identitas keagamaan, regulasi perilaku, dan penguatan karakter spiritual yang bertahan hingga usia remaja. Selain dampak langsung pada anak, kurikulum Alkindi juga memberikan manfaat besar bagi orang tua, khususnya ibu, dalam memahami pola perkembangan anak dan meningkatkan kompetensi mereka sebagai pendidik Melalui forum diskusi daring dan evaluasi berbasis portofolio, orang tua dapat memantau perkembangan anak secara berkala serta mendapatkan rekomendasi strategi pembelajaran yang lebih efektif. Model ini membantu membangun kesadaran orang tua akan pentingnya keterlibatan aktif mereka dalam pendidikan anak sejak usia dini. Studi Neumann & Merchant . menunjukkan bahwa integrasi teknologi pembelajaran berbasis keluarga meningkatkan kualitas Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 interaksi orang tua dengan anak dan membantu mereka berperan lebih optimal sebagai fasilitator pendidikan di rumah. Pencapaian perkembangan anak dalam program Alkindi juga terlihat dari testimoni para orang tua. Sebagian besar melaporkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan kognitif, komunikasi, literasi, serta kematangan emosional Selain itu, orang tua merasakan manfaat nyata dalam membangun kedekatan emosional dengan anak melalui aktivitas pembelajaran berbasis nilai QurAoani. Temuan ini sejalan dengan riset internasional oleh Mayer . yang menegaskan bahwa keterlibatan keluarga dalam pembelajaran berbasis agama meningkatkan kepuasan emosional anak dan kualitas hubungan anak-orang tua secara Hasil implementasi kurikulum juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Dengan metode pembelajaran berbasis eksplorasi, anak-anak yang mengikuti program Alkindi lebih siap menghadapi tantangan akademik karena memiliki fondasi yang kuat dalam berpikir kritis, literasi, keterampilan sosial, dan kesadaran spiritual. Studi internasional yang dilakukan oleh Sheridan et al. menemukan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis keluarga dengan integrasi teknologi dan nilainilai agama meningkatkan kesiapan anak untuk memasuki lingkungan sekolah formal dengan hasil capaian akademik yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, kurikulum berbasis Al-QurAoan pada Alkindi Online Preschool memberikan dampak positif dan komprehensif terhadap perkembangan anak usia dini. Model pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga menyeimbangkan perkembangan emosional, sosial, dan spiritual anak secara harmonis. Dengan mengintegrasikan teknologi, metode pembelajaran berbasis pengalaman, dan keterlibatan aktif keluarga. Alkindi berhasil menciptakan model pendidikan inovatif yang relevan dengan kebutuhan anak di era digital. Pendekatan ini menjadi contoh praktik terbaik dalam penyusunan kurikulum berbasis agama yang adaptif dan modern, sejalan dengan rekomendasi UNESCO . tentang pentingnya pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik dan pembentukan karakter anak sejak dini. SIMPULAN Kesimpulan, kurikulum berbasis Al-QurAoan pada platform Alkindi Online Preschool dengan konsep Ibuku Guruku terbukti efektif dalam menanamkan nilainilai keislaman, membentuk karakter, serta mengoptimalkan stimulasi kognitif, emosional, sosial, dan spiritual anak usia dini secara holistik. Melalui integrasi nilai-nilai QurAoani dengan metode pembelajaran modern berbasis hands-on learning dan fun learning, kurikulum ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Peran ibu sebagai madrasatul ula didukung secara optimal melalui modul interaktif, video pembelajaran, forum diskusi daring, dan pendampingan berbasis portofolio digital, sehingga proses pendidikan dapat dilakukan secara fleksibel dan terarah di rumah. Temuan penelitian ini juga menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Copyright. Septia Ayunda Wardana. Mahmud Yunus Mustofa DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini http://ejournal. id/index. php/dzurriyat Volume 3 Nomor 2 September 2025 e-ISSN 2987-128X p-ISSN 3026-2909 khususnya ibu, serta dukungan teknologi memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi, keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan kesadaran spiritual anak. Dengan demikian, kurikulum inovatif ini menjadi model pendidikan Islam berbasis keluarga yang adaptif terhadap era digital dan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan praktik pendidikan anak usia dini di Indonesia maupun tingkat global. UCAPAN TERIMAKASIH