Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Volume. 10 Nomor 2. Tahun 2024 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 17-28 DOI: https://doi. org/10. 62951/bridge. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/Sepakat Alkitab sebagai Landasan Berpikir Kritis Fransiska Angela Sampouw*1. Tonny Andrian Stefanus2. Maria Titik Windarti3 1,2,3 Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor. Indonesia Alamat: Jl. Transyogi No. Rt 001. RW. Cibatu Tiga. Kec. Cariu. Kabupaten Bogor. Jawa Barat Korespondensi penulis: fransiska@sttkb. Abstract. In today's life, humans are faced with various challenges. A mature way of thinking is needed. Critical thinking is one of the thinking processes that is qualified in seeing, reading, analysing and responding to situations and issues that require solutions. Critical thinking is the process of analysing, examining and formulating judgements based on deeper thinking in addressing matters that need to be revealed. In this study, using descriptive qualitative research methods through a library research approach. As a result, it was found that the purpose of critical thinking is to reveal the truth by attacking and eliminating everything that is wrong, to reveal the truth. In building a critical mind, humans need the right foundation. Both in terms of knowledge and religion. In research related to building critical thinking skills is through a religious approach, in this case the Christian The Bible is the basis of Christian life. The Bible is the authoritative Word of God in Christian life. The Bible as the foundation of critical thinking reveals that building critical thinking skills requires: Wisdom. Transformation of the intellect. and Testing and Evaluating everything before it is accepted and applied in life. Keywords: Bible. Critical Thinking, . Foundation of Knowledge. Religiosity. Christian Faith. Abstrak. Dalam kehidupan dewasa ini, manusia diperhadapkan pada berbagai tantangan. Cara berpikir yang matang pun sangat diperlukan. Berpikir kritis adalah salah satu proses berpikir yang mumpuni dalam melihat, membaca, menganalisa dan meresponi situasi dan isu-isu yang membutuhkan solusi. Sebab berpikir kritis adalah proses menganalisis, memeriksa dan merumuskan penilaiannya berdasarkan pemikiran yang lebih mendalam dalam menyikapi hal-hal yang perlu disingkapkan. Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif lewat pendekatan library research. Hasilnya, ditemukan bahwa tujuan berpikir kritis adalah menyingkapkan kebenaran dengan menyerang dan menyingkirkan semua yang salah, untuk menyingkap yang Dalam membangun pikiran yang kritis manusia memerlukan landasan yang tepat. Baik dari sisi pengetahuan dan religius. Dalam penelitian berkaitan dengan membangun kemampuan berpikir kritis adalah lewat pendekatan agama, dalam hal ini iman Kristen. Alkitab menjadi dasar kehidupan orang Kristen. Alkitab adalah Firman Allah yang berotoritas di dalam kehidupan Kristen. Alkitab sebagai landasan berpikir kritis menyingkapkan bahwa dalam membangun kemampuan berpikir kritis diperlukan: Hikmat. Transformasi akal dan Menguji dan Mengevaluasi segala sesuatu sebelum diterima dan diterapkan dalam kehidupan. Kata kunci: Alkitab. Bepikir Kritis. Landasan Pengetahuan. Religiusitas. Iman Kristen. PENDAHULUAN Dalam era ini, perbincangan mengenai kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu sorotan baik itu dalam kalangan akademik, pelajar dan ahli. Bepikir kritis dianggap sebagai cara dalam menghadapi tantangan zaman yang penuh dengan kesenggangan dalam banyak aspek kehidupan. Manusia dalam kodratnya diciptakan sangat berbeda dengan makhluk hidup Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah kemampuan untuk berpikir . Kemampuan ini menjadikan manusia bisa memilih dan menilai segala sesuatu, dari kemampuan berpikirnya menghasilkan berbagai ide . agasan dan konse. dalam konteks moral, etika, hukum, aturan dan gagasan lainnya yang mengatur serta menghasilkan suatu konsep nilai dalam kehidupan. Kemampuan berpikir manusia saat ini, membawa perubahan Received: Agustus 30, 2024. Revised: September 14, 2024. Accepted: September 28, 2024. Published: September 30 2024 ALKITAB SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR KRITIS baik dari aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan bahkan pola pikir. Manusia dengan pola pikirnya yang maju membawa terobosan demi terobosan baik dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan pembangunan. Namun semakin maju pola pikir manusia, ketidakseimbangan dalam kehidupan sosial semakin tidak terkontrol. Sebut saja kebijakan-kebijakan terkait dengan aturan-aturan hukum seringkali dianggap hanya untuk menguntungkan segelintir orang dan bahkan hanya untuk yang berkuasa. Hukum hanya berlaku bagi mereka yang kecil dan tak Keadilan hanya berlaku bagi mereka yang mampu membeli nilai-nilai hukum. Sedangkan hukuman bagi mereka yang tak punya kemampuan baik secara kuasa dan materi. Kesenggangan begitu nyata dalam aspek ekonomi, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Ini semua dipengaruhi oleh mindset. Pola pikir manusia perlu diperlengkapi dengan mindset yang kritis. Kemampuan berpikir akan menentukan kualitas kehidupan. Sebab kemampuan berpikir seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan yakni membangun atau menghancurkan. Tidak dipungkiri bahwa kemampuan berpikir terkadang digunakan manusia untuk tujuan yang salah. Padahal kemampuan yang dianugerahkan oleh Tuhan ini memiliki tujuan yang baik dan mulia, serta menggenapi semua rencana-Nya di dunia ini. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas kita selaku orang percaya untuk bisa membawa kembali kemampuan berpikir ini selaras dengan kehendak Tuhan. Setelah kita bisa membawa perubahan yang baik dalam cara berpikir, hal lainnya yang tidak kalah penting adalah mampu berpikir kritis dalam menilai segala keadaan. Berpikir kritis adalah cara berpikir yang melihat dan me-review kembali segala konsep dan ide yang dianggap tidak sesuai dengan maksud dan tujuan semula. Berpikir kritis adalah memberdayakan kemampuan berpikir untuk melihat sisi positif dan sisi negatif segala sesuatu yang dihadapinya sebelum menerima atau menolak (Sihotang, 2. Berpikir kritis adalah adalah kemampuan dalam berpikir jernih dan rasional mengenai apa yang harus dilakukan atau apa yang dapat dipercayai. Kehidupan sosial saat ini yang semakin chaos manusia dituntut untuk mampu memilah-milah mana yang baik dan layak, yang pantas dan tidak pantas. Kecakapan ini perlu dikembangkan dalam diri setiap manusia, agar mampu memfilter segala ide, konsep, nilai, dan informasi mana yang baik. Inilah yang disebut kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis secara umum diartikan sebagai proses pengambilan keputusan yang matang dan bijaksana, open-minded, kreativitas, serta membangun kemampuan diri yang lebih mumpuni. Dalam perkembangan peradaban kehidupan manusia, cara berpikir manusia dianggap semakin mumpuni. Namun dengan semakin mumpuni cara berpikirnya, semakin tidak selaras dengan tujuan Tuhan. Menundukkan cara berpikir di dalam pimpinan Tuhan tidak akan membuat seseorang akan mengurangi SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 17-28 kemampuan berpikir, tetapi sebaliknya kemampuan berpikir lebih kritis, tajam, ada dalam pimpinan hikmat Allah. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kembali pengertian dan cara mengembangkan pola berpikir yang kritis berdasarkan dengan apa yang Alkitab ajarkan mengenai berpikir kritis. Berpikir kritis adalah kemampuan yang perlu dimiliki dalam kehidupan dewasa saat ini. Sebab dengan cara berpikir ini, akan menjadi kunci dalam melihat, meneliti, menganalisis, mengola, jeli dan cerdas dalam menghadapi berbagai isu untuk mendapatkan kebenaran. KAJIAN LITERATUR Cara bepikir kritis sangat penting dalam menjalani kehidupan di era yang semakin maju Penelitian Sihotang menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga alasan penting untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Pertama, bahwa semakin manusia memakasimalkan akal budinya, maka semakin manusiawilah eksistensi mereka. Kedua, dalam kehidupan dewasa ini, semakin banyak kesenggangan yang terjadi dalam kehidupan masayarakat. Maka, akal budi harus hadir untuk memerangi nafsu, kepentingan personal atau kelompok, serta motif-motif yang diluar Ketiga, berpikir kritis akan menjadi modal dalam membangun kehidupan di masa-masa yang mendatang akan lebih baik (Sihotang, 2. Penelitian Jiwandono menyebutkan bahwa pentingnya mengembangkan berpikir kritis . ritikal thingkin. sebab seluruh aspek kehidupan terus mengalami perubahan dan berkembang sehingga manusia harus kritis dan kreatif dalam menghadapi situasi yang dinamis seperti ini (Jiwandono, 2. Riset dari Munastiwi menyorot tentang membangun kemampuan berpikir kritis dengan ilmu sosial yang menyoroti bahwa dengan kemampuan berpikir kritis di kembangkan dalam ilmu pengetahuan sosial yang merupakan gabungan ilmu- ilmu sosial dan humaniora yang membuat peserta didik dapat berkembang menjadi individu yang mampu beradaptasi di kehidupan bermasyarakat (Ulfa & Munastiwi, 2. Masih banyak riset-riset sebelumnya yang meneleliti tentang pentingnya berpikir kritis. Akan tetapi, dalam riset-riset sebelumnya fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kaitannya dengan psikologi misalnya penelitian dari Ramdahni dkk, dalam penelitiannya: Hubungan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kecerdasan Emosional Pada Siswa SMA Di Kota Pontianak (Ramadhani et al. , 2. Penelitian dengan judul: Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD melalui Model Pembelajaran Discovery Learning yang berfokus pada pengembangan berpikir kritis untuk memotivasi siswa dalam mengembangkan kemampuan diri secara mandiri (Yulianti Rahayu et al. , 2. Dari SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 ALKITAB SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR KRITIS riset-riset sebelumnya dapat dilihat bahwa berpikir kritis sangat penting dalam segala aspek. Oleh sebab itu, dasar dari penelitian ini adalah membangun cara berpikir kritis dari sisi religius dalam hal ini dikaitkan dengan membangun cara berpikir kritis berdasarkan Alkitab. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kepustakaan atau library research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data dari karya tulis ilmiah, buku, dan dokumen lainnya yang sesuai dengan penelitian ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif menggunakan kajian kepustakaan atau library research (Sugiyono, 2. Dalam penelitian akan mengeksplor makna dan pengertian dari berpikir kritis. Kemudian mengeksplor kembali dalam pengertian yang baru tentang berpikir kritis berdasarkan dengan Alkitab. HASIL Berdasarkan dari pembahasan menghasilkan pengertian bahwa berpikir kritis adalah kemampuan dalam meresponi dan menyikapi realitas lewat analisa, pertimbangan, interpretasi agar kebenarang yang tak tersingkap dapat disingkapkan. Cara berpikir kritis sangat diperlukan dalam kehidupan yang dinamis dan penuh dengan isu-isu yang menyimpang. Disinilah manusia perlu secara responsif menyikapi segala realitas kehidupan dengan cara bepikir yang Alkitab dengan jelas mengajarkan tentang berpikir kritis dan menyingkapkan bagaimana membangun cara berpikir kritis yang benar. Pertama, melalui Hikmat. Hikmat yang didasarkan dalam pengetahuan takut akan Allah lewat relasi yang benar kepada-Nya tumbuh pengetahuan serta kemampuan untuk menilai apa yang benar, sikap yang tepat, bekerja dengan rajin, perlu keseimbangan serta rasa aman dalam hidup, dan hubungan yang benar dengan sesama. Hikmat juga terkait dengan kemampuan dalam memahami setiap ide, nilai, serta informasi mengelola menjadi suatu reaksi dan respon yang tepat. Hikmat mengarahkan orang bertindak kepada situasi yang baik, dalam sikap dan tindakan yang benar. Kedua, transformasi akal budi. Akal budi adalah hal yang sangat penting di dalam aspek kehidupan manusia. Akal budi inilah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Akal budi berada di dua sisi dalam cara bepikirnya yakni membangun atau Karenanya, akal budi yang ditranformasi dalam pembaruan manusia SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 17-28 makna kehidupan. Umat percaya jelas dalam Alkitab mengajarkan bahwa proses pembaruan akal budi tersebut membutuhkan dasar Firman Tuhan, orang percaya yang mengalami pembaharuan akal budi, maka kebenaran Firman Tuhan dapat diresapi dan menimbulkan perubahan kehidupan yang signifikan lewat sikap dan tindakannya. Akal budi yang diperbaharui dalam terang Allah akan mampu membawa perubahan mentalitas terjadi dalam kehidupan serta mengalami transformasi kehidupan yang sesuai dengan kebenaran yang ada. Ketiga, menguji dan mengevaluasi adalah hal yang sangat penting dalam berpikir kritis. Karena itu, seseorang dintuntut untuk melihat dengan luas apakah itu ide, nilai atau konsep yang dirumuskan bersama adalah sebuah kebenaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan Alkitab begitu gamblan bahwa setiap klaim-klaim atas nama kebenaran perlu diuji dan dievaluasi. Dengan demikian tidak terjadi penyimpangan. PEMBAHASAN Pengertian Berpikir Kritis Berpikir kritis adalah cara atau bentuk sikap dalam meresponi sesuatu dengan menganalisis fakta untuk menghasilkan respon dalam sebuah penilaian. Berpikir kritis dengan berpangkal pada kata kritis. Kata AukritisAy dalam bahasa Yunani bermakna AuhakimAy kemudian diserap ke dalam bahasa Latin dengan arti AusensorAy. Kata AukritisAy pun kemudian dalam pengertian penilaian akan yang baik dan buruk. Namun karena pengertian kata AukritisAy ini akhirnya memperlemah pengertian berpikir kritis. Dalam prakarsa pertama mengenai tujuan berpikir kritis adalah menyingkapkan kebenaran dengan menyerang dan menyingkirkan semua yang salah, untuk menyingkap yang benar (Edward De Bono, 2. Kata kritis yang digali dari bahasa Yunani Kuno artinya Auorang memberikan pendapat berasalan, ananlisis, pertimbangan nilai, interpretasi dan pengamatanAy (Sihotang, 2. Jadi dari etimologi katanya kritik adalah kegiatan analisa dan mengevaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan. Berpikir kritis adalah sebuah proses yang alami akan tidak boleh didiamkan, namun harus dilatih dan Berpikir dipertanggungjawabkan secara kondusif untuk penilaian selanjutnya sesuai dengan konteks, kriterian dan pengoreksian diri (Tumanggor, 2. Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus pada proses pengambilan keputusan apa yang mesti dipercaya atau dilakukan (Martika, 2. Berpikir kritis adalah proses yang melibatkan akal budi dalam mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu (Suciono, 2. Berpikir kritis adalah proses mengkonseptualisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 ALKITAB SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR KRITIS mengevaluasi informasi secara aktif dan terampil untuk mencapai sebuah jawaban atau kesimpulan . Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis adalah proses pengoptimalan pada akal budi dalam melihat, menilai, mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Dengan melihat kembali segala konsep yang ada apakah sudah sesuai dengan nilai yang sebelumnya telah disepakati, agar kebenaran dalam pelaksanaan dalam sebuah konsep dan ide sesuai. Karakteristik dari Berpikir Kritis Kemampuan berpikir kritis adalah salah satu kemampuan yang sangat diperlukan daalam mengelolah dan memecahkan masalah. Ada beberapa karakteristik dalam berpikir kritis menurut Abyek & Alsan dalam (Tumanggor, 2. Mengenal masalah Menemukan cara dalam memecahkan dan menangani masalah yang ada. Mengumpulkan dan menyusun infomasi yang dibutuhkan. Mampu menganalisa asumsi dan nilai-nilai yang tidak dinyatakan. Memahami dan menggunakan bahasa yang tepat, jelas dan tepat. Menilai fakta dan mengevaluasi pertanyaan-pertanyaan. Mampu mengenali korelasi setiap masalah. Mampu menarik sebuah kesimpulan. Menyusun kembali kesamaan dan keyakinan seseorang berdasarkan pengalaman yang lebih luas. Membuat penilain yang tepat tentang hal-hal dan kualitas tentang kehidupan seharihari. Sedangkan dalam Sihotang menyebutkan bahwa karakteristik dari berpikir kritis akan memuat hal-hal berikut: Tujuan. Bahwa apa yang menjadi kritik dan penilaian pada sesuatu harus punya tujuan yang jelas. Sudut pandang pada sesuatu dalam berbagai aspek. Konsep harus menjadi kerangka dalam berpikir baik itu ide-ide dan nilai-nilai. Informasi menjadi salah satu sumber data untuk dianalisa. Karena setiap informasi perlu diolah dan dipertanyakan kebenarannya. Dalam berpikir kritis menyimpulan merupakan suatu tindakan intelektual yang dengannya akan dilihat benar tidaknya sesuatu. SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 17-28 Bertanya adalah kegiatan berpikir manusia yang sangat khas. Artinya berpikir kritis hanya akan terjadi bila ada pertanyaan untuk mencari jawaban dan menggali kebenaran. Asumsi adalah bagian sistem keyakinan. Asumsi adalah langkah awal dalam mencari suatu kebenaran. Kita mengasumsikan keyakinan kita benar dan menggunakan menginterpretasikan dalam dunia sekitar. Dari karakteristik bepikir di atas, dapat menjadi intsrument bahwa sejauh mana seseorang telah melatih dalam cara berpikirnya untuk melihat dan menilai segala sesuatu. Sebab karakteristik berpikir akan sangat berpengaruh bagi seseorang untuk membangun world view-nya. Sedangakan manfaat dari berpikir kritis adalah: Mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana. Problem solving yang tepat. Wold-view pada keadaan lebih luas dan tajam. Membuka peluang dan ruang baru bagi setiap keadaan. Seseorang dapat lebih kreatif. Lebih berani dalam menghadapi tantangan hidup. Meningkatkan potensi dan kapasitas diri. Dari beberapa penjelasan di atas tentang manfaat dari berpikir kritis, membuka cakrawala berpikir manusia, bahwa manusia akan memberikan kontribusi yang bukan hanya pada keadaan tetapi sedang membangun dirinya untuk suatu eksistensi diri yang lebih berkualitas dan bermakna. Sebab lewat berpikir kritis seseorang sedang membangun pemikiran yang mandiri, mendisplinkan diri, memantau diri sendiri dan koreksi. Ajaran Alkitab Tentang Bepikir Kritis Alkitab menjadi dasar kehidupan iman Kristen. Alkitab adalah Firman Allah yang berotoritas di dalam kehidupan Kristen. Dalam Alkitab sangat jelas mengajarkan tentang manusia yang perlu mengoptimalkan akal budinya atau pikirannya dalam menjalani kehidupan Manusia diperhadapkan pada pilihan-pilihan hidup, mana yang baik dan benar untuk Dalam kitab Filipi 4:8 disana sangat jelas diajarkan kepada manusia bahwa AuPikirkanlah hal-hal yang benarAy manusia dituntut untuk menjalani kehidupan sesuai dengan kebenaran Allah. Lalu bagaimana manusia dapat memilih yang terbaik bagi kehidupannya? Manusia memerlukan tuntunan dalam kehidupannya. Maka dalam sudut pandang kehidupan orang Kristen Alkitab adalah landasan dalam berpikir kritis. Berikut adalah apa yang Alkitab ajarkan tentang berpikir kritis: SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 ALKITAB SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR KRITIS Hikmat Dalam kitab Amsal mengajarkan bahwa AuPermulaan pengetahuan adalah takut akan TuhanAy Seluruh kecerdasan ada dalam pimpinan hikmat Allah. Dalam KBBI kecerdasan diartikan bahwa informasi yang diperoleh dengan berpikir dan berpikir secara mendalam melalui keterlibatan hidup. Intelegensi adalah berbagai ide, informasi dan konsep yang telah diolah dari berbagai data dan informasi melalui persiapan pemikiran yang mendalam dan Dalam Amsal 2:6 AuKarena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang dan pengetahuan dan kepandaianAy. Dalam kitab Amsal sendiri kata Hikmat muncul sebanyak 50 kali. Kata hikmat dalam Amsal diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam bertindak bijaksana dalam meresponi sesuatu dan mencakup seluruh kehidupan. Hikmat adalah kemampuan untuk menilai, memahami, melihat persepsi, penilaian, tindakan seseorang dan mampu membaca situasi. Dalam kitab Amsal Hikmatlah yang mendasari kehidupan seseorang dengan membangun hubungan dengan Allah. Dari hubungan itulah tumbuh pengetahuan serta kemampuan untuk menilai apa yang benar, sikap yang tepat, bekerja dengan rajin, perlu keseimbangan serta rasa aman dalam hidup, dan hubungan yang benar dengan sesama. Hikmat dalam kitab Amsal lebih banyak merujuk pada kebijaksanaa dalam menyikapi kehidupan sehari-hari. Hikmat dalam Amsal dipusatkan pada tuntunan Allah. Hikmat dalam bahasa Ibrani berasal dari kata hokma . artinya kemampuan intelektual. Hikmat adalah pengetahuan praktis yang menolong seseorang untuk bertindak dan bertutur kata dalam segala situasi (Longman, 2. Hikmat juga terkait dengan kemampuan dalam memahami setiap ide, nilai, serta informasi mengelola menjadi suatu reaksi dan respon yang tepat. Hikmat mengarahkan orang bertindak kepada situasi yang baik, dalam sikap dan tindakan yang benar. Ia memberikan serangkaian nasihat dan pengajaran. Hikmat tidak identik dengan pengetahuan intelektual, tetapi mempunyai kaitan dengan kecerdasan intelektual dalam hikmat Allah. Jadi dengan hikmat seseorang akan dimampukan untuk melihat keadaan yang sebenarnya seperti apa dibandingkan dengan idealnya atau apa yang seharusnya terjadi. Betapa pentingnya hikmat dalam memahami segala realitas yang sedang dihadapi masa kini, sekalipun keadaan tak dimengerti dan tak jarang menuntut pengorbanan diri namun pandangannya harus diarahkan pada kebenaran Firman Tuhan dan pimpinan Tuhan, sehingga dimampukan untuk mempertimbangkan masalah dari berbagai aspek dan bisa menilai mana yang benar dan salah (Gideon Hardiyanto, 2. Dari penjelasan di atas, jelas bahwa hikmat adalah salah satu dasar penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dalam mengahadapi situasi-situasi saat ini. Sebab SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 17-28 hikmat adalah suatu kualitas kecerdasan yang diberikan Tuhan kepada manusia, yang lebih tinggi nilainya dari kemampuan intelektual itu sendiri, yang mengatur jalan hidup manusia sehari-hari secara praktis dan terampil, serta membawa manusia pada keberhasilan hidup untuk memuliakan Allah. Hikmat selalu bersahabat dengan kebenaran, berpihak pada realitas, dan mendatangkan kehidupan bukan kematian. Transformasi Akal Budi Sikap kritis idealnya tidak dibangun dengan pola perlawanan dan penolakan yang pada akhirnya bersifat kontraproduktif. Tetapi sebaliknya sikap kritis dibangun dengan kemauan baik, yaitu untuk menghadirkan suatu realitas yang dibarui dengan pemikiran dan paradigma yang selalu dibarui, yang diyakini lebih baik berdasarkan telaah rasional dan kritis (Montolalu. Akal budi yang Allah berikan kepada manusia adalah anugerah besar Allah berikan kepada manusia. Sebab Akal budilah yang manusia berdayakan dalam berpikir sambil mengaktifkan seluruh daya hidupnya. Akal budi manusia, melalui daya berpikirnya akan memberikan kesadaran penuh tentang bagaimana memaknai eksistensinya. Thompson menegaskan bahwa akal budi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia dengan membentuk persepsi, emosi, dan tindakan (Thompson, 2. Alkitab dengan jelas mencatat ada panggilan budi dalam menelaah dan menelusuri realitas sedalam-dalamnya sambil menampilkan perspektif dalam menghasilkan realitas yang lebih baik. Amsal 15: 25 AuJalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati bawahAy. Atau di dalam Amsal 16:22 AuAkal budi adalah sumber kehidupan bagi orang yang mempunyaiAAy. Akal budi yang Allah berikan kepada manusia menjadi dasar dalam berpikir rasional dan kritis. Dalam hubungannya dengan akal budi. Alkitab memberikan penjelasan yang gamblang tentang perubahan akal budi. Perubahan akal budi adalah hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan orang percaya. Roma 12:2 menegaskan tentang keharusan pembaharuan akal budi. Akal budi yang dibaharui akan mengarah pada sikap proaktif terhadap dunia yang memiliki potensi untuk membentuk keberadaan Kristen, menawarkan respons konstruktif terhadap akal budi yang berkembang yang berasal dari ajaran Kitab. Selain itu, akal budi yang sesuai dengan tuntunan kitab Suci secara penuh akan membawa sebuah transformasi kehidupan bagi orang percaya dan sekitarnya (Purwonugroho, 2. Setiap tindakan yang diambil oleh manusia diproses terlebih dahulu melalui akal budinya bahkan di dalam mengambil keputusan sesuai dengan yang seharusnya. Pengambilan keputusan akan menjadi bijaksana saat akal budi mengalami perubahan. Sebab dalam relitas bahwa akal budi berkolerasi dengan aspek-aspek lain dalam diri manusia juga orang percaya. Akal budi yang mampu berpikir secara matang akan menghasilkan pemikiran SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 ALKITAB SEBAGAI LANDASAN BERPIKIR KRITIS yang bersikap bukan menerima begitu saja realitas yang tersaji dalam kebersamaan, melainkan mengembangkan suatu pola yang baik dan benar secara merata. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa akal budi yang diperbaharui dalam terang Allah akan mampu membawa perubahan mentalitas terjadi dalam kehidupan serta mengalami transformasi kehidupan yang sesuai dengan kebenaran yang ada. Menguji dan Mengevaluasi Dalam 1 Tesalonika 5:21. Tuhan memerintahkan kita untuk "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. " Kata Yunani untuk "menguji" adalah dokimazo, yang juga berarti "memeriksa" atau "membuktikan". Allah telah memberikan akal bagi setiap manusia, maka tidak ada salahnya segala klaim-klaim ide, nilai ataupun konsep yang ditawarkan oleh dunia ini perlu diuji dan dievaluasi sebelum direfleksikan dalam kehidupan . ihat Amsal 14:. Dari sini, jelas Alkitab mengajarkan bahwa pemikiran kritis sangat perlu dibangun dalam melihat segala keadaan kehidupan. Di kalangan Kristen, pemikiran kritis secara keliru dianggap sebagai hal yang duniawi, terutama dalam konteks menguji ajaran Alkitab itu sendiri dan dunia Tetapi dalam 1 Tesalonika 5:21 ini jelas Paulus mengajarkan kepada jemaat untuk berpikir kritis, memilah mana yang baik dan benar untuk dilakukan. Sebab Paulus berangkat dari pengalaman pada jemaat di Korintus sebagai salah satu jemaat yang banyak menerima ajaran dari kaum sofis. Kaum Sofis menyebabkan jemaat Korintus mengalami perpecahan sehingga Paulus mesti menjelaskan bahwa jemaat perlu cerdas dan cerdik dalam menerima suatu ajaran (Maringan Hasiolan et al. , 2. Tantangan masa kini yang diperhadapkan pada orang-orang Kristen adalah berbagai isu kehidupan baik itu politik, ekonomi, dan agama. Dalam menyikapi kehidupan dewasa sangat ini kemampuan berpikir banyak didiskreditkan oleh paham-paham dan konsep-konsep Sehingga cara-cara dunia lebih menguasai dalam bertindak. Namun apa yang Alkitab ajarkan tentang berpikir kritis? Uji dan pertimbangkan. Roma 12:2 mendorong kita untuk "berubahlah oleh pembaharuan budimu. " Budi yang dituntun dalam Firman Tuhan membawa manusia sampai pada tujuan-Nya, dan aturan-Nya bagi kehidupan. Memperbaharui pikiran akan menyelaraskan pikiran manusia dengan apa yang berkenan kepada Allah, yang berbeda dengan pemikiran duniawi. Inilah yang Alkitab ajarkan bagaimana menggunakan pikiran dengan benar. SEPAKAT - VOLUME. 10 NOMOR 2. TAHUN 2024 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 17-28 KESIMPULAN Bepikir kritis adalah suatu proses berpikir dalam memahami, mengevaluasi, dan merumuskan argumen dalam meresponi sesuatu yang dianggap menyeleweng dari yang Sebab dalam berpikir kritis seseorang sedang membangun dirinya secara matang lewat proses berpikirnya. Dalam berpikir kritis seseorang sedang mempersiapkan diri dalam membentuk pemikiran yang mandiri, disiplin, evaluasi, koreksi dan rensponsif pada isu atau keadaan sekitar. Lewat kemampuan berpikir kritis seseorang sedang dalam proses menjadi manusia yang siap berkontribusi dalam pemecahan masalah dan menemukan jalan yang baru yang sesuai dengan yang diharapakan dalam suatu isu satu masalah. Sejalan dengan itu. Alkitab tidak menentang akan cara berpikir kritis. Tetapi Alkitab dengan gamblang memberikan ruang bagi proses berpikir kritis. Karena itu, cara bepikir kritis bukanlah hal duniawi. Tetapi berpikir kritis perlu diasah secara matang dan Alkitab adalah landasan yang kuat atau fondasi dalam proses berpikir kritis. Dalam berpikir kritis. Tuhan adalah Sumber hikmat, pengetahuan, dan pengertian (Amsal 2:. , maka tidak ada alasan untuk menghindar dari berpikir kritis. Maka dalam berpikir kritis, manusia dengan secara sadar penuh dan kerendahan hati menundukkan pikirannya dalam pimpinan sang Ilahi, agar kebenarankebenaran dapat disingkapkan. BATASAN DAN REKOMENDASI PENELITIAN SELANJUTNYA Dalam penelitian ini, penulis masih sangat terbatas dalam mengeksplor makna, konsep dan ruang lingkup berpikir kritis. Karena disarankan dalam penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih jauh lagi tentang berpikir kritis. Berkaitan dengan bepikir kritis dengan landasan Alkitab masih sangat jauh dengan pengertian yang mendalam. Di penelitian selanjutnya dapat dilakukan hermeneutika dan eksegesis berkaitan dengan berpikir kritis dalam Alkitab. REFERENCES