PERENCANAAN DAN DESAIN SALURAN DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN MULAWARMAN RESIDENCE KOTA SAMARINDA PADA SEGMEN II Pembimbing I : Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari. ,MT Pembimbing II : Heri Purnomo,S. ,MT Risnawati 13. Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Sipil. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Jl. Ir. Juanda No 80. Samarinda Ulu. Kalimantan Timur e-mail : fariezna27@gmail. INTISARI Perencanaan kawasan perumahan mulawarman residence yang terletak di Jalan ringroad selatan. Kota samarinda. Dimana kawasan perumahan tersebut,akan diadakan perencanaan drainase dimana air tersebut akan dialirkan menuju folder atau waduk yang ada di sekitar perumahan tersebut. Adapun perumahan Green Mansion Residence didirikan di atas lahan kosong. Dengan adanya perubahan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, maka daya resap air hujan pada lahan tersebut juga akan berubah. Tentunya hal ini akan berdampak pada besarnya limpasan air yang menuju saluran drainase. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem drainase Green Mansion Residence yang berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan untuk mengendalikan erosi yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Dengan adanya drainase pada perumahan diharapkan untuk dapat meminimalisir terjadinya genangan yang terjadi akibat air hujan, serta didukung juga dari kondisi setempat seperi kemiringan lahan, kemiringan saluran dan material yang dipakai. Hal itu dapat mempengaruhi waktu pengaliran dan besarnya debit limpasan yang akan dibuang menuju saluran di luar kawasan. Hingga diketahui seberapa besarkah debit limpasan yang ada setelah terbangunnya kawasan perumahan? Untuk dapat menentukan fasilitas drainase yang akan digunakan seperti pintu air, pompa dan kolam Kata kunci : Banjir. Drainase. Waktu konsentrasi. Intensitas hujan. Periode ulang. Debit Maksimum. Saluran Drainase Pengalih. PERENCANAAN DAN DESAIN SALURAN DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN MULAWARMAN RESIDENCE KOTA SAMARINDA PADA SEGMEN II Pembimbing I : Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari. ,MT Pembimbing II : Heri Purnomo,S. ,MT Risnawati 13. Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Sipil. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Jl. Ir. Juanda No 80. Samarinda Ulu. Kalimantan Timur e-mail : fariezna27@gmail. ABSTRACT Establishes residential area of Mulawarman Residence located in Jln. South Ringroad. Kota Samarinda. Where the residential is surrounded continued to Cantel channel located on the south side of residential area. The Mulawarman Residence is established on vacant land that is still in the form of paddy. With the change in land use to residential, then the absorbing power of rainwater on the land will also change. Obviously this will impact on the amount of runoff water to the drainage channel. Therefore we need a drainage plan of Green Mansion Residence that serves to organize installation of the water system and to control erosion that can cause damages to buildings. With the drainage at residential is expected to be able to minimize the occurrence of inundation caused by rainwater, and also supported by the local conditions like land slope, channel slope and material used. It can affect the time of flow and the amount of runoff discharge to bedisposed toward the channel outside the region. Until getting Auhow much runoff debit will be there after establishing residential area?Ay. In order to determine the drainage facilities to be used as sluice gates, pumps and pond capacity. Keywords : flooding, drainage, time of concentration, intensity of rain, repeated periods, debit Maximum. Drainage Channel Diversion. BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Kota Samarinda merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Timur yang hingga kini mengalami perkembangan yang pesat di segala sektor. Pertumbuhan penduduk yang pesat di kota meningkatkan pula kebutuhan baru seperti pembangunan. Pembangunan suatu area dengan cara penyisipan satu atau fungsi-fungsi penunjang tertentu pada suatu kawasan atau dengan bangunan dan lingkungan eksisting, memperbaiki citra lingkungan dan kawasan yang bersangkutan. Salah satu pembangunan kota itu adalah pembangunan perumahan. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (UU No. Salah satu pembangunan perumahan yang ada di Kota Samarinda yaitu Perumahan Mulawarman Residence yang berlokasi di Jln. Ringroad Selatan. Samarinda Ulu dimana diresmikan dan sudah tahap pelaksanaan. Perumahan tersebut merupakan perumahan sebagai salah satu pertumbuhan fisik dalam suatu wilayah yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang dapat berfungsi sebagai saran produksi keluarga, merupakan titik strategis dalam pembangunan manusia seutuhnya, maka untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan penduduknya harus ada sanitasi yang memadai. Dengan pembangunan Perumahan Mulawarman Residence tersebut, otomatis akan mempengaruhi kondisi sistem drainase di sekitar wilayah tersebut. Perubahan jumlah limpasan air akan menjadi tolak ukur pertama yang harus diperhatikan dan dikelola dengan Hal tersebut terjadi akibat terjadi perubahan alih fungsi lahan menjadi daerah pemukiman dan pusat kegiatan ekonomi Tentunya ini akan berdampak pada besarnya limpasan air yang menuju saluran Perkembangan ekonomi yang pesat tersebut belum didukung sepenuhnya secara maksimal oleh perkembangan peningkatan kapasitas drainase, sehingga menjadi masalah tersendiri dalam pengelolaan sistem drainase. Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya dampak negatif terhadap drainase seperti banjir di kawan perumahan mulawarman residence yaitu dengan cara merencanakan saluran sistem drainase yang baik dan memadai agar tidak terjadi genangan, maupun masalah pada saluran. Hal ini yang melatar belakangi pentingnya mengangkat topik AuPerencanaan dan Desain Sistem Saluran Drainase di Kawasan Perumahan Mulawarman ResidenceAy ini adalah mendukung kehidupan manusia yang hidup bermukim di perumahan tersebut dengan nyaman, sehat dan dapat berinteraksi satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari Ae hari. Rumusan Masalah Berapa debit rancangan saluran drainase di Kawasan Perumahan Mulawarman Residence pada segmen II pada periode 5 Bagaimana desain dimensi penampang saluran untuk sistem drainase di Perumahan Mulawarman Residence pada Segmen II? Batasan Masalah. Studi Perencanaan dilakukan di kawasan pembangunan Perumahan Mulawarman Residence Kota Samarinda Pada Segmen II. Saluran drainase yang dipantau sesuai p ere nca n aa n Perumahan Mulawarman Residence Kota Samarinda. Merencanakan dan menghitung dimensi saluran drainase di Kawasan Perumahan Mulawarman Residence Kota Samarinda pada segmen II. Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini untuk merencanakan sistem saluran drainase di Kawasan Perumahan Mulawarman Residence pada segmen II. 2 Tujuan Penelitian Untuk ekonomis untuk sistem drainase di kawasan perumahan mulawarman residence pada segmen II. 1 Maksud Penelitian Untuk mengatahui desain dan dimensi saluran di kawasan perumahan mulawarman residence pada segmen II. Manfaat Penelitian Sebagai saran dan masukan pemerintah kota samarinda untuk mencegah terjadinya banjir pada Perumahan Mulawarman Residence Pada Segmen II. Dapat menganalisa kondisi saluran eksisting rancangan di Perumahan Mulawarman Residence Pada Segmen II. BAB II DASAR TEORI Pengertian Drainase Drainase yang berasal dari kata kerja Ato drainA yang berarti mengeringkan atau mengalirkan air, adalah terminologi yang digunakan untuk menyatakan sistem-sistem yang berkaitan dengan penganan masalah kelebihan air, baik diatas maupun dibawah Drainase lingkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Drainase secara umum didefinisikan sebagai ilmu pengatahuan yang memepelajari usaha untuk mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pemanfaatan tertentu. (H. Halim Hasmar,2. Selain itu, drainase dapat juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air Jadi, drainase menyangkut hanya air permukaan tapi juga air tanah. Sesuai dengan prinsip sebagai jalur pembuangan maka pada waktu hujan, air yang mengalir di permukaan diusahakan secepatnya dibuang agar tidak menimbulkan genangan yang dapat mengganggu aktivitas dan bahkan dapat menimbulkan kerugian (R. Kodoatie, 2. Sistem drainase secara umum dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Bangunan dari sistem drainase pada umumnya terdiri dari saluran penerima . nterceptor drai. , saluran pengumpul . onveyor drai. , saluran induk . ain drai. , dan badan air penerima . eceiving Menurut R. Kodoatie sistem jaringan drainase di dalam wilayah kota dibagi atas 2 . bagian yaitu: Sistem drainase mayor adalah sistem mengalirkan air dari suatu daerah tangkapan air hujan (Catchment Are. Biasanya sistem ini menampung aliran yang berskala besar dan luas seperti saluran drainase primer. Sitem drainase minor adalah sistem saluran dan bangunan pelengkap drainase yang menampung dan mengalirkan air dari daerah tangkapan hujan dimana sebagian besar di dalam wilayah kota, contohnya seperti saluran atau selokan air hujan di Dari kontruksinya sistem ini dapat dibedakan menjadi sistem saluran tertutup dan sistem saluran terbuka. 1 Jenis-Jenis Drainase Jenis sebagai berikut (Hadi Hardjaja, dalam jurnal Kusumo 2. Drainase Menurut Sejarah Terbentuknya . Drainase alamiah . atural drainag. merupakan drainase yang terbentuk secara alami dan bangunanbangunan penunjang, saluran ini terbentuk oleh gerusan air yang bergerak karena gravitasi yang lambat laun membentuk jalan air yang permanen seperti Daerah-daerah dengan drainase alamiah yang relatif akan membutuhkan sedikit daripada daerah-daerah rendah yang tertindak sebagai kolam penampung bagi aliran dari daerah anak-anak sungai yang luas. Drainase buatan merupakan drainase yang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu bangunan-bangunan seperti selokan pasangan batu, gorong-gorong, dan pipa-pipa. Drainase Menurut Letak Bangunannya . Drainase permukaan tanah . urface drainag. merupakan saluran drainase yang berada di atas permukaan tanah yang untuk mengalirkan Analisis alirannya merupakan analisis open channel flow . liran saluran terbuk. Drainase Bawah Permukaan Tanah (Subsurface Drainag. merupakan saluran drainase permukaan melalui media di bawah permukaan tanah . dikarenakan alasan- alasan Ini karena alasan tuntutan artistik, tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran lapangan sepak bola, lapangan terbang, dan taman. Drainase Menurut Konstruksinya . Saluran Terbuka merupakan saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan yang mempunyai luasan yang cukup, ataupun untuk drainase air non-hujan membahayakan kesehatan atau menganggu lingkungan. Saluran Tertutup merupakan saluran yang pada umumnya sering di pakai untuk aliran air kotor . ir yang mengganggu kesehatan atau lingkunga. atau untuk terletak di tengah kota. Drainase Menurut Sistem Buangannya Pada sistem pengumpulan air buangan sesuai dengan fungsinya maka pemilihan sistem buangan dibedakan menjadi (Hadi Hardjaja, dalam jurnal Kusumo 2. Sistem Terpisah (Separate Syste. dimana air kotor dan air hujan dilayani oleh sistem saluran masing-masing secara . Sistem Tercampur (Combined syste. dimana air kotor dan air hujan disalurkan melalui satu saluran yang sama. Sistem Kombinasi (Pscudo Separate syste. merupakan perpaduan antara saluran air buangan dan saluran air hujan dimana pada waktu musim hujan air buangan dan air hujan tercampur dalam saluran air buangan, sedangkan air hujan berfungsi sebagai pengenceran Kedua saluran ini tidak bersatu tetapi dihubungkan dengan sistem perpipan 2 Fungsi Drainase Drainase memiliki banyak fungsi, diantaranya (Moduto, dalam jurnal Ainal Muttaqin 2. Mengerin gkan daerah becek dan genangan air. Mengendalikan akumulasi limpasan air hujan yang berlebihan. Mengendalikan erosi, kerusakan jalan, dan kerusakan infrastruktur. Mengelola kualitas air. Adapun fungsi drainase menurut R. Kodoatie adalah: Membebaskan . erutama permukima. dari genangan air, erosi, dan banjir. Karena aliran lancar maka drainase juga berfungsi memperkecil resiko kesehatan lingkungan bebas dari malaria . dan penyakit Kegunaan tanah permukiman padat akan menjadi lebih baik karena terhindar dari kelembaban. Dengan sistem yang baik tata guna lahan dapat dioptimalkan dan juga memperkecil kerusakan-kerusakan struktur tanah untuk jalan dan bangunan lainnya. 5 Drainase di Kawasan Perumahan Perumahan kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana Standar Nasional Indonesia Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan adalah panduan . okumen nasiona. yang berfungsi perencanaan, perancangan, penaksiran biaya dan kebutuhan ruang, serta pelaksanaan pembangunan perumahan dan (SNI, 2. Lingkungan perumahan harus dilengkapi jaringan drainase sesuai ketentuan dan persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan/ perundangan yang telah berlaku, terutama mengenai tata cara perencanaan umum jaringan drainase lingkungan perumahan di perkotaan. Salah satu ketentuan yang berlaku adalah SNI 02-2406-1991 Tata perencanaan umum drainase perkotaan. Sistem drainase pada perumahan berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan sebagai pengendali keperluan air serta untuk mengontrol kualitas air tanah. Drainase perumahan direncanakan untuk mengendalikan erosi yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan serta mengendalikan air hujan yang berlebihan atau genangan air pada rumah tinggal. Sistem drainase permukiman dapat diartikan sebagai suatu rangkaian instalasi baik berupa instalasi air bersih maupun instalasi air kotor. Dalam instalasi saluran air bersih mencakup instalasi dari sumur ke ground tank, instalasi dari PAM ke ground tank. Ground Tank adalah bak penampungan air dari PAM/sumur yang akan didistribusikan ke dalam rumah. Sedangkan untuk instalasi air kotor dibagi menjadi dua kategori, yaitu instalasi air kotor yang berakhir ke saluran . disebut Grey Water dan instalasi air kotor yang berakhir di septic tank disebut Black Water. Grey Water dari dalam rumah dialirkan ke selokan di lingkungan rumah dan berakhir di sistem air limbah perkotaan. Black Water dari rumah harus disalurkan se septic tank untuk diendapkan dan diurai oleh bakteri. Pada drainase perumahan yang perlu diperhatikan adalah sudut kemiringan instalasi, 2% untuk saluran air bersih dan 3% untuk saluran air kotor/limbah supaya air dapat mengalir dengan lancar. Saluran air limbah dibuat lebih miring agar kotoran cepat keluar dari penyumbatan pada saluran tersebut. Dalam saluran air kotor juga diperlukan bak kontrol. Bak kontrol merupakan sarana pengontrol pada saluran air kotor yang difungsikan untuk mengantisipasi apabila terdapat kotoran yang nantinya dapat menyumbat saluran. Letak bak kontrol biasanya berada di area depan bangunan rumah tinggal. Mengingat kebutuhan air dalam rumah tinggal tidak sedikit, baik itu untuk mandi, mencuci, masak, menyiram tanaman dan lain-lain. Penggunaan pompa air kadang sangat Akan tetapi penggunaannya harus sesuai dengan fungsi dan Sebagai contoh, kenali sumber air dan kedalaman sumur yang sudah anda Kedalam berpengaruh pada tipe pompa yang akan Sehingga untuk mendapatkan hasil yang optimal dan hemat energi, anda harus cermat dalam mengidentifikasi kedalaman sumur. Hal ini berhubungan dengan daya hisap dan daya dorong pompa yang dihasilkan oleh tipe pompa air yang anda gunakan. 2 Analisa Hidrologi Analisis hidrologi merupakan langkah yang paling penting untuk merencanakan Analisis ini perlu untuk dapat menentukan besarnya aliran permukaan ataupun pembuangan yang harus ditampung. Data hidrologi mencakup antara lain luas daerah drainase, besar, dan frekuensi dari intensitas hujan rencana. Ukuran dari daerah tangkapan air akan mempengaruhi aliran permukaan sedangkan daerah aliran dapat ditentukan dari peta topografi atau foto udara. 1 Analisis Curah Hujan Rencana Hujan adalah nama umum dari uap yang mengkondensasi dan jatuh ke tanah dalam rangkaian siklus hidrologi. Sedangkan curah hujan adalah besar hujan yang terjadi pada suatu daerah dalam jangka waktu tetentu yang diukur dengan penakar hujan, dinyatakan dalam dalam perencanaan drainase komponen yang paling pertama didata adalah komponen curah hujan . rencana yang dimaksud adalah hujan harian maksimum yang akan digunakan untuk menghitung intensitas hujan, kemudian intensitas ini digunakan untuk mengestimasi debit rencana. Untuk perancangan drainase tertentu data hujan yang diperlukan tidak hanya data hujan harian, tetapi juga distribusi jam-jaman atau menitan. Hal ini akan membawa konsekuen dalam pemilihan data, dan dianjurkan untuk menggunakan data hujan hasil pengukuran dengan alat ukur Dalam perencanaan saluran dipergunakan tergantung dari fungsi saluran serta daerah tangkapan hujan yang akan dikeringkan. Menurut pengalaman, penggunaan periode ulang untuk perencanaan . esli,2. Saluran kwarter : peiode ulang 1 Saluran tersier peiode ulang 2 tahun C Saluran sekunder : peiode ulang 5 Saluran primer : peiode ulang 10 tahun 2 Periode Ulang dan Analisis Frekuensi Periode perkiraan dimana hujan dengan suatu besaran tertentu akan disamai atau Besarnya debit hujan untuk fasilitas drainase tergantung pada interval kejadian atau periode ulang Dengan memilih debit dengan periode ulang yang panj ang dan berarti terjadinya resiko kerusakan menjadi menurun, namun biaya konstruksi untuk menampung debit yang besar meningkat. Sebaliknya debit dengan periode ulang yang terlalu kecil dapat menurunkan biaya konstruksi, tetapi meningkatkan resiko kerusakan akibat banjir. Sedangkan frekuensi hujan adalah besarnya kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau dilampaui. Dalam ilmu statistik dikenal beberapa macam distribusi frekuensi dan empat jenis distribusi yang banyak digunakan dalam bidang hidrologi. Dalam ilmu statistic dikenal beberapa macam distribusi frekensi uang banyak digunakan dalam bidang Berikut ini dua jenis distribusi frekuensi yang paling banyak digunakan dalam bidang hidrologi: Distribusi Log Person Tipe i C Distribusi Gumbel 1 Distribusi Log Person Type i Distribusi Log-Person Tipe i banyak digunakan dalam analisis hidrologi, terutama dalam analisis data maksimum . dan minimum . ebit minimu. dengan nilai ekstrem. Bentuk komulatif dari distribusi logperson tipe i dengan nilain variatnya X apabila digambarkan pada kertas . ogarithmic probability pape. akan merupakan model matematik persamaan garis Perhitungan curah hujan menurut metode log-person tipe i, mempunyai langkah-langkah sebagai berikut: Mengubah data curah hujan harian maksimum tahun dalam bentuk logaritma Menghitung rata-rata logaritma dengan rumus: Oc Dengan : Log I = = Banyaknya data Menghitung esarnya simp-angan baku . tandar devias. dengan Oo Rerata Oc Menghitung kemencengan dengan rumus: Oc Dimana: Log I = niali rata hitung variat Distribusi Gumbel Perhitungan curah hujan rencana menurut metode Gumbel, mempunyai perumusan sebagai berikut: Dimana: = curah hujan maksimum untuk periode ulang T. = curah hujan rata-rata . = variasi penguranganuntuk periode T. = variasi pengurangan karena jumlah Untuk menentukan distribusi yang tepat dalam menghitung curah hujan rencana dengan periode ulang t tahun, maka perlu diperhatikan syarat-syarat dalam table 2. Metode analisis hujan rancangan tersebut pemilihannya sangat bergantung dari kesesuaian parameter statistic dari data yang bersangkutan sangat bergantung dari kesesuaian parameter statistic dari dta yang bersangkutan atau dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan teknis lainnya. Untuk menentukan metode yang sesuai, maka terlebih dahulu harus dihitung besarnya parameter statistic yaitu koefisien kemencengan . atau G, dan koefisien kepuncakan . atau Ck. Adapun dal. am studi ini, curah hujan rancangan dihitung dengan menggunakan metode log person tipe i, karena metode ini dapat dipakai untuk semua sebaran data tanpa harus memenuhi syarat koefisien kemencengan . dan koefisien kepuncakan . 4 Uji Distribusi Data Untuk menentukan kecocokan . he goodness of fit tes. distribusi frekuensi dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau diperlukan pengujian parameter. Pengujian parameter yang akan di sajikan dalam masalah ini menggunakan: 1 Uji Chi Square / Uji Chi-Kuadrat Uji Chi-Kuadrat dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan distribusi peluang yang telah dipilih dapat mewakili dari distribusi statistik sampel data analisis. Pengambilan menggunakan parameter XA, oleh karena itu disebut Chi-Kuadrat. Parameter XA dapat dihitung dengan Oc Jumlah kelas distribusi dihitung dengan persamaan: K = 1 3,322 x log n Keterangan : = Parameter uji chie kuadrat = Jumlah sub kelompok = Jumlah sub kelompok . inimal 4 data = Jumlah nilai pengamatan pada sub kelompok ke-i = jumlah nilai teoritis pada sub kelompok = Banyaknya data Parameter merupakan variable acak. Peluang untuk mencapai nilai sama atau lebih besar dari pada nilai Chi-Kuadrat yang sebenarnya ( XA ) dapat dilihat pada tabel 2. Interprestasi hasilnya adalah : Apabila peluang lebih besar dri 5% maka persamaan distribusi teoritis yang digunakan dapat diterima. Apabila peluang lebih kecil dari 5% maka persamaan distribusi teoritis yang digunakan tidak dapat diterima. Apabila peluang lebih kecil dari . Ae . % maka tidak dapat diambil kesimpulan,dengan kata lain perlu tambahan data. 2 Uji Smirnov-Kolmogorov Uji Smirnov Kolmogorov digunakan untuk membandingkan peluang yang paling maksimum antara distribusi empiris dan distribusi teoritis yang disebut Amaks-Prosedur, perhitungan uji smirnov kolmogorov adalah sebagai berikut : Data diurutkan dari kecil ke besar. Menghitung peluang empiris (P. dengan menggunakan rumus Weibull (Hadisusanto. Dengan : Pe = peluang empiris m = nomor urut data n = banyaknya data Menghitung peluang teoritis (R) dengan Pt = 1 Ae Pr Dengan : Pr = Probabilitas yang terjadi Menghitung simpangan maksimum (OI mak. dengan rumus : OImaks = iCPt - PeiC Dengan : OImaks = Selisih data probabilitas teoritis dan = Peluang teoritis (Probabilita. = Peluang empiris. Menentukan nilai OItabel Menyimpulkan hasil perhitungan, yaitu apabila OImaks < OItabel maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi dapat diterima, dan apabila OImaks < OItabel maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi tidak dapat diterima (Suripin, 2. Intensitas Curah Hujan Intensitas hujan adalah tinggi atau kedalaman air hujan per satuan waktu. Sifat umum hujan adalah makin singkat hujan berlangsung, intensitasnya cenderung makin tinggi dan makin besar periode ulangnya makin tinggi pula intensitasya. Seandainya data hujan yang diketahui hanya hujan harian, maka oleh Mononobe dirumuskan sebagai berikut: Dengan: = Intensitas Curah Hujan selama time Of Concentration . m/ja. = Lamanya curah atau time of concentracy . R24 = Curah hujan maksimum dalam 24 jam Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya intensitas curah hujan adalah: Kala ulang Kala ulang adalah periode jatuhnya hujan pada intensitas hujan tertentu yang perencenaan saluran. Waktu Konsentrasi ( Tc ) Waktu konsentrasi (T. adalah waktu yang diperlukan untuk mengalirkan air dari titik yang paling jauh pada daerah aliran ke titik control yang ditentukan di bagian hilir suatu Waktu konsentrasi dapat dihitung dengan membedakannya menjadi dua komponen, . waktu yang diperlukan air untuk mengalir di permukaan lahan sampai saluran . Waktu perjalanan dari pertama masuk saluran sampai titik keluaran, waktu menggunakan rumus . uripin,2. tc = To Td Oo Keterangan : tc = Waktu konsentrasi . Td = Waktu pengaliran dalam saluran . To = Waktu pengaliran pada permukaan saluran . Lo = Jarak dari titik terjauh ke fasilitas saluran . L = Panjang saluran . S = Kemiringan daerah V = Kecepatan air rata-rata disalurkan . /dt. nd = Koefisien hambatan 6 Analisa Koefisien Pengaliran Oc Oc Dengan : C1,C2,C3 = Koefisien pengaliran yang sesuai dengan tipe kondisi permukaan. A1,A2,A3 =Luas daerah pengaliran yang diperhitngkan sesuai dengan = Koefisien pengaliran untuk bagian daerah yang ditinjau dengan satu jenis permukaan = Luas daerah pengaliran yang diperhitungkan sesuai dengan kondisi permukaan Debit Banjir Rancangan Debit banjir rancangan adalah debit banjir terbesar yang munkin terjadi pada suatu daerah dengan peluang kejadian tertentu. Debit banjir rancangan untuk perencanaan suatu system jaringan drainase diperhitungkan dari debit air hujan dan debit buangan penduduk denganperiode ulang T . 1 Debit Air Rencana (Q) Metode untuk memperkirakan laju aliran permukaan puncak yang umum dipakai adalah metode Rasional USSCS . Metode ini sangat simpel dan mudah pengunaannya. Metode ini masih cukup akurat apabila diterapkan pada suaatu wilayah perkotaan yang kecil sampai sedang. Persamaan matematik metode rasional dinyatakan dalam bentuk ( Soewarno, 1995 ) : Q = 0,278. Dengan : = Debit banjir . 3/dt. = Koefisien pengaliran = Luas DAS . = Intensitas hujan . m/ja. Analisa Hidrolika Kapasitas Saluran Perhitungan digunakan rumus kontinuitas dan rumus Manning, sebagai berikut : Q = V. Dengan : Q = Debit pengaliran . 3/dt. V = Kecepatan rata-rata . /dt. = Luas penampang basah saluran . 2 Kecepatan Aliran Kecepatan aliran air merupakan salah satu parameter penting dalam mendesain dimensi saluran, dimana kecepatan minimum yang diperbolehkan tidak akan menimbulkan pengendapan dan mencegah pertumbuhan tanaman dalam Sedangkan kecepatan maksimum menimbulkan penggerusan pada bahan Dengan: V = Kecepatan rata-rata . /dt. n = Koefisien kekasaran Manning. R = Jari-jari hidraulis . S = Kemiringan dasar saluran. Kemiringan Saluran Kemiringan saluran disesuaikan dengan keadaan topografi dan energy yang diperlukan untuk mengalirkan air secara gravitasi dan kecepatan yang ditimbulkan harus sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Kemiringan saluran samping jalan ditentukan berdasarkan bahan yang digunakan, hubungan antara beban yang digunakan dengan kemiringan saluran samping jalan arah memanjang yang dikaitkan dengan erosi aliran. Tinggi Jagaan Yang dimaksud tinggi jagaan adalah jarak antara elevasi muka air . levasi muka air pada saat perencanaa. sampai puncak tanggul, yang disediakan untuk perubahan elevasi penuh air akibat angin dan penutupan pintu air di hulu . ukan untuk tambahan debi. Tinggi jagaan untuk saluran terbuka dengan permukaan diperkeras ditentukan berdasarkan ukuran saluran, kecepatan aliran, arah belokan saluran dan debit banjir. Tinggi jagaan biasanya diambil antara 15 sampai 60 cm. Tabel 2. memperlihatkan hubungan antara tinggi jagaan dan debit aliran yang merupakan standar Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air. =Oo , h Dimana: = Tinggi jagaan = Tinggi basah saluran . 5 Perhitungan Kekasaran saluran Koefisien kekasaran saluran ditentukan oleh bahan/material saluran, jenis sambungan, material padat yang terangkut dan yang terhadap dalam saluran, akar tumbuhan, aligment lapisan penutup . , umur saluran dan aliran lateral yang mengganggu Bentuk Saluran Yang Paling Ekonomis Potongan melintang saluran yang paling ekonomis adalah saluran yang dapat melewati debit maksimum untuk luas penampang basah, kekasaran, dan kemiringan dasar tertentu. Luas penampang melintang. A, dan keliling basah. P, saluran dengan penampang melintang berbentuk trapesium dengan lebar dasar B, kedalaman air h, dan kemiringan dinding 1 : m (Gambar 2. , dapat dirumuskan sebagai berikut: 1 Penampang Ekonomis Oo Berbentuk Persegi Yang Persamaan untuk menghitung luas penampang basah (A) A=Bxh B=A/H P = B 2. P = (A / . P minimum . P / d. = (A / h. 2 = 0 A = 2. Bh = 2h2 => B = 2. h => h = B /2 Jari-jari Hidraulik R = A / P = (B. h / (B 2. ) R = 2h2 / . = h / 2 BAB i METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Secara administrasi lokasi kegiatan berada di Kota Samarinda. Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi Penelitian tersebut berada pada daerah kawasan Perumahan Mulawarman Residence di jln. Ringroad selatan kel. Air putih kec. Samarinda Hulu Lokasi disajikan pada Gambar 3. Populasi Dan Sample Dalam Perumahan Mulawarman Residence Jln. Ringroad selatan. Kel. Air Putih. Kec. Samarinda Ulu. Kota Samarinda ini akan dierencanakan pembangunan drainase pada segmen II yang terdpat lima cluster. Yakni cluster anyelir, cluster sakura, cluster krisan, cluster kamboja dan cluster teratai. Dan luasan keseluruhan di segmen II tersebut yaitu seluas 238100 mA. Desain Penelitian Dalam pembuatan untuk penelitian ilmiah ini, maka langkah kerangka konseptual pada penelitian dituangkan pada gambar dibawah ini : Dari desain penelitian ini dapat dibuat alur kerja (Flow Char. Pengumpulan Data Primer Data Primer diperoleh dengan cara survey langsung di lapangan . i Kawasan Perumahan Mulawarman Residenc. Seperti pengambilan dokumentasi, survey batas daerah tangkapan air dan luas total perencanaan. 5 Teknik Analisis Data Tahap analisis merupakan tindak lanjut setelah pengolahan data selesai dilakukan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memahami dan menganalisis hasil pengolahan secara mendalam, terutama hal Untuk mengetahui desain, kapasitas, dan dimensi drainase di Kawasan Perumahan Mulawarman Residence Kota Samarinda. Waktu Penelitian Untuk menyelesaikan tugas akhir tentang penelitian ini, penulis memprediksikan waktu dari awal pengajuan judul selesainya penyusunan tugas akhir ini dengan waktu yang di berikan selama 3 . bulan dari pihak fakultas teknik. BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN Hasil Analisa Dalam pengolahan data curah hujan ini digunakan curah hujan harian makssimum . tiap tahunnya. Gambar 3. Alur Flow Chart Desain Sistem Drainase Teknik Pengumpulan Data Untuk yang melakukan penyusunan tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data-data yang dipakai untuk melakukan analisa dan perhitungan pada penelitian ini didapat dari beberapa sumber, antara lain : Pengumpulan data sekunder Data sekunder diperoleh dari instansi terkait yaitu dinas. Badan Metereologi,Klimatologi dan Geofisika (Stasiun Metereologi Temindung Samarind. dan instansi terkait lainnya. Tabel 4. Curah Hujan Harian Rata-Rata Tahun 2002 sampai dengan Tahun 2016 . Curah Hujan Tahun (X) mm (Sumber : BMKG Samarinda, 2. Analisa Hidrologi Perhitungan Curah Hujan Rancangan Menggunakan Metode Log Person Type i Tabel 4. Perhitungan Curah Hujan Rencana Rata-Rata dengan Metode Log Person Type i Curah Hujan Log X (X) mm . og X - log Xr. og X - log Xr. og X - log Xr. og X - log Xr. 4 Tahun (Sumber : Hasil Perhitunga. C Harga rata-rata (Rerat. Oc Log X Log I = i=1_________ = 29,422 / 15 = 1,961 C Harga Simpangan Baku (Standar Devias. = . - . = 0,104 mm C Koefisien Kemencengan (CS) nOc ( Log X Ae Log I )3 G = i=1_____________________= (-0,3. / . = -0,150 mm . Ae . Ae . s3 C Koefisien Kurtosis (C. n2 Oc ( Xi Ae I )4 Ck = _ i=1_____________________= . / . ,1. ) = 2,715 mm . Ae . Ae . Ae . s4 C Koefisien Variasi (C. = . / . = 0,053 Log X = Log X . log X) = Besaran hujan pada x kala ulang 1 Menentukan hujan rencana untuk kala Menentukan factor frekuensi dengan tabel nilai K untuk distribusi log person i berdasarkan hubungan antara koefisien kemencengan dan tahun periode ulang. Menghitung logaritma hujan atau banjir dengan periode ulang T dengan rumus : Log XT = Log I K . Untuk kala ulang 2 tahun Log XT = Log I K . Log XT = 1,961 (-0,. 0,104 Log XT = 1,958 X2 = anti-log 1,958 = 90,792 m Lanjutan hasil perhitungan hujan rencana pada tabel 4. Tabel 4. 3 Perhitungan Hujan Rancangan Hujan Rancangan . Metode No Kala Ulang Log Person Tipe i (Sumber : Hasil Perhitunga. Distribusi Frekuensi Hujan Rencana Dengan Metode Gumbel Tahun Curah Hujan (X) (Xi - Xr. (Xi - Xr. 2 (Xi - Xr. 3 (Xi - Xr. 4 Jumlah Rata2 Sumber : Hasil perhitungan C Jumlah data . = 15 Harga rata-rata : Dari tabel di dapat nilai Sn = 1,0206 (Soewarno, jilid 1 hal. x 1409,00 I = 93,933 Standar Deviasi (S) Oc I ] = 22,008 Koefisien Variasi (C. C Dari tabel di dapat nilai Yn = 0,5128 (Soewarno, jilid 1 hal. = 0,4585 Koefisien Kemencengan (Cs atau G) Oc Jadi besarnya X dengan periode kala ulang 2 tahun dimana Ytr = 0,366 . abel buku suripin,2. adalah Cs = 0,2325 Koefisien Kurtosis (C. Oc Jadi besarnya X dengan periode kala ulang 5 tahun dimana Ytr = 1,500 . abel buku suripin,2. adalah mm Tabel 4. 5 Pedoman Umum Penggunaan Metode Distribusi Sebaran JENIS SYARAT HASIL KETERANGAN DISTRIBUSI OO Cs 1,139 0,2325 Tidak Dapat 1 Gumbel = Diterima Ck OO ,4 2,7541 Cs = 1,5000 Log Person Cs OO Dapat Diterima Type i 0,0530 (Sumber : HasilPerhitunga. Tabel 4. 6 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Hujan Rancangan Hujan Rancangan Hujan Periode . Metode Log Rancangan . Ulang Person Tipe i Metode Gumbel (Sumber: Hasil Perhitunga. Dari hasil perhitungan distribusi curah hujan dengan menggunakan Metode Log Person Tipe i dan Metode Gumbel diatas hujan rancangan yang dipakai nilai yang distribusinya dapat deterima dan nilai tersebut terdapat pada Metode Log Person Tipe i. Uji Kesesuaian Frekuensi / Uji Kesesuaian Data 1 Smirnov Kolmogorof \Dengan: Adapun cara mencari harga kritis (OItabe. adalah sbb : - Banyaknya data . = 15 - Taraf signifikan () = % - Dengan n = 1 dan = % dengan melihat di Tabel 2. didapat harga - kritis (OItabe. adalah 0,41. Tabel 4. 7 Uji Smirnov Kolmogorof Tahun Curah Hujan (X) Jumlah Rata - rata (Sumber : Hasil Perhitunga. Log Xi P(X) = m/. <) Rekapitulasi Uji Smirnov-Kolmogorov Uji smirnov-kolmogorov test Data = 15 Signifikan (%) ikritis = 34 = 13,39 % Kesimpulan Hipotesis Kesimpulan : Nilai OImaks = 13,39 %< dari OItabel = 34 % maka dapat diterima dan memenuhi syarat. 2 Uji Chi Square / Uji Chi-Kuadrat 6=15 =(XiXr. /S P`(X) = m/. - . P'. <) 9 = nilai 1 imaks = |P. - P' . | 10 = 6 - 9 Uji ini ditetapkan untuk menguji simpangan dalam arah vertical adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sbb : Menentukan jumlah kelas distribusi (K) n = 15 K = 1 3,322 x log n = 1 3,322 x log 15 = 4,9 OO Penyelesaian : n = 10 G = 1 3,22 Log n = 4,9 OO G = 5 R=2 Dk = D - R Ae 1 n = 15 G= 5 Ei = n/G = 3 X Max = 501 X Min = 64,5 = 5 OIX = (Xmax - Xmi. /(G-. = 109,13 X Min = 64,5 OIX = 109,13 X awal = Xmin - 1/2 OIX = 9,94 Tingkat Kepercayaan = 95 % Margin Error = 5 % DK = 2 (N. kritis, = 5,991 % Menentukan harga Chi Square kritis (N. kritis, dari Tabel 2. 1 nilai kritis uji chi kuadrat berdasarkan hubungan derajat kepercayaan () dengan derajat kebebasannya . Dengan = , dan dk = 2, maka didapat harga Chi Square kritis (N. kritis sebesar 5,991. Tabel 4. 8 Uji Chi Square JUMLAH NILAI BATAS (Oi- (OiDATA SUB KELOMPOK EI)2 E. 2/Ei Oi Ei <= 50. 71
= 107. Jumlah . umber : Hasil Perhitunga. Harga Chi- Square = 5,333 % Harga Chi Ae Square Kritis = 5,991 % Interprestasi Hasil = Harga Chi Ae Square 5,333 % < 5,991 % Harga Chi Square Kritis Persamaan distribusi teoritis dapat diterima Intensitas Curah Hujan Intensitas curah hujan adalah jumlah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan dalam satuan . tiap satuan waktu . Adapun perhitungan intensitas curah hujan berikut ini. Saluran utama 1 kiri Diketahui : R24 = 90. 7923 mm . eriode 2 tahu. = 0. 1180 jam Ditanyakan: = A? Penyelesaian: 862 mm/jam Adapun hasil perhitungan terdapat pada tabel berikut: Intensitas Curah Hujan periode 2 tahun intensitas curah hujan Grafik 4. 1 Intensitas curah hujan periode 2 tahun Intensitas Curah Hujan periode 5 tahun intensitas curah hujan Grafik 4. 2 Intensitas curah hujan periode 5 tahun 8 Koefisien Limpasan Koefisien perbandingan antara jumlah air yang mengalir di suatu daerah akibat turunnya hujan, dengan jumlah yang turun di daerah tersebut. Tabel 4. 11 Koefisien Aliran Nilai Komposisi 0,95 Atap 0,70 Beton 0,16 Rumput Berikut ini perhitungan penjabaran pada koefisien pengaliran untuk bagian daerah. Saluran utama 1 kiri Diketahui: = 0,95 = 0,70 = 4555 km2 = 2168 km2 Ditanyakan : C1. A1 C2A2 Crata-rata A1 A2 Crata-rata (. ,95x4. ,70x2. )/. = 0,306 Hasil Perhitungan Koefisien pengaliran selanjutnya terdapat pada tabel berikut. 9 Perhitungan Debit Aliran Metode untuk memperkirakan laju aliran permukaan puncak yang umum dipakai adalah metode Rasional USSCS . Metode ini sangat simpel dan mudah pengunaannya. Metode ini masih cukup akurat apabila diterapkan pada suaatu wilayah perkotaan yang kecil sampai sedang. Adapun hasil perhitungan debit limpasan selanjutnya terdapat pada tabel berikut. Debit Hujan Rancangan periode 2 tahun Debit Rancangan berebentuk trapezium sedangkan saluran yang lain menggunakan saluran yang berbentuk persegi. Berikut ini merupakan perhitungan dimensi saluran Saluran utama 1 kiri Eo Trapesium Diketahui: Q = 0,1040 S = 0,0046 n = 0,013 Penyelesaian : Q=A. Oo Grafik 4. 2 Intensitas curah hujan periode 5 tahun Debit Hujan Rancangan periode 5 tahun Q=A. 0,1040 = Oo . ( ) Oo Oo = 0,23 m menghitung lebar dasar saluran (B) Oo Oo Debit Rancangan Grafik 4. 2 Intensitas curah hujan periode 5 tahun Menghitung tinggi jagaan . Oo Oo Menghitung luas penampang basah (A) Debit Hujan Rancangan Gabungan Menghitung keliling basah saluran (P) Oo Oo Menghitung jari-jari hidrolisis debit rancangan periode 5 tahun Debit Rancangan periode 2 tahun Grafik 4. 2 Intensitas curah hujan periode 5 tahun 9 Perhitungan Dimensi Saluran yang Ekonomis Dengan mengetahui debit aliran pada tiap potongan saluran drainase maka dapat direncanakan dimensi saluran yang ekonomis sebagai berikut . engan asumsi saluran berbentuk trapezium dan Untuk saluran utama menggunakan saluran Berikut ini lanjutan hasil perhitungan dimensi saluran ekonomis untuk saluran utama Tabel 4. 35 Hasil perhitungan dimensi saluran ekonomis pada saluran utama Dimensi Saluran . A) . Saluran utama 3 kanan Saluran utama 4 kiri Saluran utama 4 kanan Saluran utama 5 kiri Saluran utama 5 kanan Saluran utama 6 kiri Saluran utama 6 kanan Oo Oo Nama Saluran B. Saluran Utama 1 kiri Saluran Utama 1 kanan Saluran utama 2 kiri Saluran utama 2 kanan Saluran utama 3 kiri menghitung luas penampang basah (A) Menghitung keliling basah saluran (P) Gambar 4. 1 Penampang Eo Penampang persegi Diketahui : Q = 0,0825 S = 0,0083 n = 0,013 Penyelesaian : Q=A. Gambar 4. 2 Penampang saluran Q=A. 0,1040 = ( ) Oo = 0,17 m menghitung lebar dasar saluran (B) Menghitung tinggi jagaan . Kesimpulan Dari perhitungan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa: Periode ulang yang dipakai pada kawasan Perumahan Mulawarman Residence adalah 2, dan 5 tahun. Dan bentuk saluran yang digunakan adalah trapezium dan persegi dimana trapezium digunakan pada saluran utama sedangkan kotak digunakan untuk saluran yang lain. 1 Debit Limpasan Adapun hasil perhitungan debit limpasan pada saluran utamaya itu sebagai berikut: Eo Penampang trapezium Saluran utama 5 kanan = 3. 5815 m3/detik Eo Penampang Persegi Saluran Q2 kiri = 1. 5380 m3/detik 2 Dimensi saluran ekonomis Nilai dimensi saluran ekonomis pada penampang trapezium yaitu sebagai berikut. Eo Penampang trapezium Saluran utama 5 kanan Lebar dasar bawah saluran (B) = 0,90 m Tinggi basah saluran . = 0. Tinggi jagaan . = 0. Kemiringan saluran . = 0. Lebar atas saluran (T) = 1. Eo Penampang Persegi Saluran Q2 kiri Lebar dasar bawah saluran (B) = Tinggi basah saluran . = 0. Tinggi jagaan . = 0. Tinggi saluran (H) = 1. Saran Untuk saluran penerima agar lebih teliti bias dilakukan analisis masing- masing bagian saluaran. Perlu adanya pemeliharaan terhadap tersebut agar nantinya saluran dapat bekerja secara maksimal dan Masalah kedepanya DAFTAR PUSTAKA