EnviroSan: Vol. 8 Nomor. Juni 2025 PENGARUH VARIASI MULTIPLE PLATFORM AERATOR TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (F. PADA AIR BERSIH DI PT. Andika Taufik Nur Rahman. Nia Yuniarti Hasan. Redi Yudha Irianto. Dindin Wahyudin Poltekkes Kemenkes Bandung E-mail: andikatn08@gmail. com1, niayhasan@gmail. com2, yudharedi@gmail. com3, din. wahyudin09@gmail. ABSTRAK Hasil pemeriksaan kadar besi (F. di PT. X pada sampel air bersih yaitu 1,31 mg/L, kadar besi (F. pada air bersih di PT. melebihi standar baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi platform terhadap penurunan kadar Fe pada air bersih dengan metode multiple platform aerator. Desain penelitian yang digunakan yaitu Pretest-Posttest without Control dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi platform dengan variasi 3 platform, 4 platform, 5 platform. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk pengambilan sampel air bersih adalah teknik grab sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian air bersih yang bersumber dari air tanah dan biasa digunakan oleh pekerja di PT. Jumlah 5 platform pada proses aerasi dengan metode multiple platform aerator merupakan jumlah platform yang paling tinggi untuk menurunkan kadar Fe pada air bersih di PT. X dengan penurunan sebesar 1,33 mg/L dan persentase 93,6. Saran untuk industri dapat menerapkan alat multiple platform aerator dengan variasi 5 platform untuk menurunkan kadar besi (F. pada air bersih dan proses pembuatan alat multiple platform aerator. Kata Kunci: Air Bersih. Kadar Fe. Multiple platform Aerator ABSTRACT The results of the examination of iron (F. levels at PT X in clean water samples are 1. 31 mg/L, iron (F. levels in clean water at PT X exceed the quality standards set by the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 2 of 2023. The purpose of the study was to determine how the effect of platform variation on reducing Fe levels in clean water with the multiple platform aerator method. The research design used is Pretest-Posttest without Control with the type of research used is experimental research with the aim of knowing how the effect of platform variations with variations of 3 platforms, 4 platforms, 5 platforms. The sampling technique used for clean water sampling is grab sampling technique. The sample in this study is a portion of clean water sourced from groundwater and commonly used by workers at PT. The number of 5 platforms in the aeration process with the multiple platform aerator method is the highest number of platforms to reduce Fe levels in clean water at PT X with a decrease of 1. 33 mg/L and a percentage of 93. Suggestions for industry can apply multiple platform aerator tools with variations of 5 platforms to reduce iron (F. levels in clean water and the process of making multiple platform aerator tools. Keyword: Clean water. Fe Levels. Multiple Platform Aerator PENDAHULUAN Air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam industri harus memenuhi syarat kesehatan serta aman digunakan. Namun, kandungan zat Fe sering ditemukan di dalam sumur artesis (Edwinsyah, dkk. Masalah zat besi (F. di dalam air bersih lebih sering terjadi jika menggunakan sumur tanah sebagai sumber air baku. Kadar besi (F. yang tinggi pada air bersih dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena dapat terakumulasi dalam tubuh melalui absorbsi kulit dan saluran pencernaan. Air yang mengandung banyak kadar besi (F. dapat merusak dinding usus, menyebabkan kematian. Zat Fe memang diperlukan oleh tubuh, akan tetapi kandungan Fe dengan dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Dalam jangka panjang, kualitas air yang buruk dapat menyebabkan penyakit tulang, korosi gigi, anemia, dan kerusakan ginjal. Hal ini terjadi antara lain karena adanya kadar besi (F. yang tinggi diantaranya bersifat toksik . dan dapat mengendap di ginjal (Ronny & Hasim, 2. Kadar besi (F. tinggi dalam air tidak hanya memiliki dampak negatif pada kesehatan, tetapi juga dapat menyebabkan bakteri besi dalam kelompok besar, yang dapat menyebabkan sumbatan pada pipa. Kadar besi (F. tinggi juga dapat menyebabkan noda atau bercak kuning pada peralatan dan fasilitas yang digunakan masyarakat. Apabila sumber air yang digunakan untuk penyediaan air bersih mengandung zat besi lebih besar dari 0,2 mg/L (Kementerian Kesehatan, 2. maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2 . Fe3 ) dalam air adalah dengan cara aerasi (Sapti, dkk. Asnawati . telah melakukan penelitian terkait pengolahan air bersih menggunakan metode multiple platform aerator. Multiple platform aerator yang digunakan terdiri dari 4 lempengan dengan diameter lempengan berurutan 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm yang disusun secara vertikal dari urutan diameter paling kecil hingga diameter paling besar. Kadar Fe sebelum Andika Taufik Nur Rahman. Nia Yuniarti Hasan. Redi Yudha Irianto. Dindin Wahyudin EnviroSan: Vol. 8 Nomor. Juni 2025 dilakukan proses 4,18 mg/L dan setelah dilakukan proses aerasi dengan metode multiple platform aerator yaitu 0,30 mg/L. Penyediaan air bersih di PT. X berasal dari sumur artesis, air bersih dari air sumur di alirkan ke proses pengolahan air sebelum di distribusikan untuk keperluan hygiene Hasil pemeriksaan kadar besi (F. di PT. X pada sampel air bersih yaitu 1,31 mg/L. Kadar besi (F. pada air bersih di PT. X melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi platform terhadap penurunan kadar Fe pada air bersih dengan metode multiple platform aerator. TINJUAN PUSTAKA Air merupakan suatu zat cair yang tidak mempunyai rasa, bau dan warna. Air terdiri dari unsur hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Selain matahari yang berfungsi sebagai sumber energi, air merupakan zat yang paling penting bagi semua bentuk kehidupan . umbuhan, hewan, dan manusi. Hal ini dikarenakan air mempunyai sifat yang hampir bisa digunakan untuk apa Air dapat berupa air tawar dan air asin . ir lau. Air laut merupakan bagian terbesar dari bumi. Proses, perubahan wujud, gerakan aliran air . i permukaan tanah, di dalam tanah, dan di udar. dan jenis air di dalam lingkungan, mengikuti suatu siklus keseimbangan. Siklus tersebut dikenal dengan istilah siklus hidrologi (Syarief, 2. Keberadaan zat besi dalam air bersifat terlarut. Hal ini menyebabkan air menjadi berwarna merah kekuningkuningan, menimbulkan bau amis serta membentuk lapisan seperti minyak. Besi adalah logam yang mampu menghambat proses desinfeksi. Tubuh membutuhkan besi untuk proses pembentukan hemoglobin. Namun, besi dengan kandungan dosis berlebihan dapat merusak dinding usus. Jenis besi yang terdapat dalam air tanah adalah Besi (II) sebagai ion berhidrat yang dapat larut (Fe2 ). Air tanah yang mengandung Fe (II) memiliki sifat yang unik. Jika tidak terdapat oksigen, maka air tanah yang mengandung Fe akan jernih. Ion ferro akan berubah menjadi ferri jika mengalami oksidasi yang disebabkan oleh oksigen di atmosfer. Reaksi kimianya adalah 4Fe2 O2 10 H2O E 4Fe(OH)2 8H . Hal inilah yang menyebabkan air menjadi keruh. Jika sumber air baku yang digunakan berasal dari air tanah, maka masalah zat besi di dalam air tanah akan sering terjadi. Besi di dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida, koloid, atau dalam keadaan tergabung dengan senyawa organik. Kandungan besi (F. dalam air akan mengakibatkan warna air berubah menjadi kuningcoklat. Hal ini terjadi setelah air melakukan kontak dengan udara. Apabila sumber air yang digunakan untuk penyediaan air bersih mengandung zat besi lebih besar dari 0,2 mg/L, maka perlu dilakukan pemilihan cara pengolahan yang tepat. Cara pengolahannya pun harus disesuaikan dengan bentuk senyawa besi dalam air yang akan diolah. Adapun pilihan pengolahan kadar besi (F. dalam air salah satunya adalah dengan aerasi. Prinsip dasar penurunan kadar besi (F. dalam air adalah aerasi. Aerasi merupakan proses pengolahan air yang dilakukan dengan cara mengontakkan dengan udara. Aerasi secara luas dapat digunakan untuk pengolahan air minum yang mengandung zat berlebihan dalam air (Sucipto, 2. Multiple platform aerator dapat diartikan sebagai proses aerasi dengan menjatuhkan air dari lempengan berbentuk Lingkaran tersebut disusun bertingkat, dimulai dari lingkaran dengan diameter paling kecil seterusnya berurutan ke bawah hingga lempengan yang paling besar. Air yang jatuh dari lempengan satu ke lempengan yang lain akan menyebabkan terjadinya kontak antara udara dengan air yang mengandung logam. Sehingga reaksi oksidasi akan terjadi dan menghasilkan endapan logam (Wulandari, dkk. , 2. METODOLOGI PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan yaitu Pretest-Posttest Without Control. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi platform dengan variasi 3 platform, 4 platform, 5 platform. Diameter setiap platform yang digunakan berurutan dari 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm yang disusun secara vertikal dari urutan diameter paling kecil sampai ke diameter paling besar. Strategi penelitian dalam penelitian ini yaitu Sebelum melakukan pengujian alat multiple platform aerator, bak penampungan air dikosongkan dan dikuras serta dilakukan pembilasan pada rangkaian platform untuk menghilangkan sisa-sisa Fe pada air bersih dari hasil pengujian multiple platform aerator. Dilakukan pada setiap perlakuan 1, 2, 3 dan pada setiap pengulangan 1,2,3,4,5,6. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh air bersih yang digunakan oleh pekerja di PT. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian air bersih yang bersumber dari air tanah dan biasa digunakan oleh pekerja di PT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk pengambilan sampel air bersih adalah teknik grab sampling, yaitu sampel yang diambil secara langsung dalam suatu periode waktu dan langsung diperiksa. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu spektrofotometer untuk mengukur kaadar besi (F. , pH Andika Taufik Nur Rahman. Nia Yuniarti Hasan. Redi Yudha Irianto. Dindin Wahyudin EnviroSan: Vol. 8 Nomor. Juni 2025 meter untuk mengukur kadar keasaman . H) air bersih dan thermometer air untuk mengukur suhu air bersih. Teknik pengumpul data dilakukan dengan cara pemeriksaan laboratorium kadar Fe pada air bersih dan pengukuran pH dan suhu air bersih. Penelitian dilakukan pada bulan mei 2024 di sarana penyediaan air bersih PT. Analisis data yang digunakan adalah Uji One-way Anova dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada variasi platform dengan variasi 3 platform, 4 platform, 5 platform terhadap penurunan kadar besi (F. pada air bersih. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian didapatkan hasil pengukuran suhu, pH dan kadar besi (F. sebelum dan sesudah dilakukan proses aerasi menggunakan metode multiple platform aerator untuk menurunkan kadar besi (F. pada air bersih dengan perbedaan jumlah platform dengan variasi 3 platform, 4 platform, 5 platform. Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Suhu Air Bersih di PT. X Sebelum dan Sesudah Proses Aerasi dengan Metode Multiple Platform Aerator Mei 2024 Variasi Platform 3 platform 4 platform 5 platform Pret . C) Post . C) Pret . C) Post . C) Pret . C) Post . C) Minimal Maksim Ratarata Pengula Pada jumlah 3 platform, kisaran suhu air bersih sebelum dilakukan proses aerasi yaitu 26oC-28oC, sedangkan kisaran suhu air bersih sesudah dilakukan proses aerasi yaitu 26oC-27oC. Pada jumlah 4 platform, kisaran suhu air bersih sebelum dilakukan proses aerasi yaitu 26oC27oC, sedangkan kisaran suhu air bersih sesudah dilakukan proses aerasi yaitu 26oC-27oC. Pada jumlah 5 platfrom, kisaran suhu air bersih sebelum dilakukan proses aerasi yaitu 26oC-28oC, sedangkan kisaran suhu air bersih sesudah dilakukan proses aerasi yaitu 25oC27oC. Tabel 2. Hasil Pemeriksaan pH Air Bersih di PT. X Sebelum dan Sesudah Proses Aerasi Dengan Metode Multiple Platform Aerator Mei 2024 Variasi Platform Pengula Minimal Maksim Ratarata 3 platform 4 platform 5 platform Pret Post Pret Post Pret Post Pada jumlah 3 platform, kisaran pH air bersih sebelum dilakukan proses aerasi yaitu 7,2 Ae 7,4, sedangkan kisaran pH air bersih sesudah dilakukan proses aerasi yaitu 7,8 Ae 8,2. Pada jumlah 4 platform, kisaran pH air bersih sebelum dilakukan proses aerasi 7,2 Ae 7,4, sedangkan kisaran pH air bersih sesudah dilakukan proses aerasi yaitu 7,8 Ae 8,4. Pada jumlah 5 platfrom, kisaran pH air bersih sebelum dilakukan proses aerasi yaitu 7,2 Ae 7,4, sedangkan kisaran pH air bersih sesudah dilakukan proses aerasi yaitu 8 Ae 8,5. Tabel 3. Hasil Penurunan Kadar Besi (F. pada Air Bersih di PT. X Sebelum dan Sesudah Proses Aerasi Dengan Metode Multiple Platform Aerator Mei 2024 Variasi Platform 3 platform 4 platform Pret Post Pret Post g /L) /L) /L)t /L) 1,42 0,38 1,40 0,27 5 platform Pret Post g /L) /L) 1,43 0,09 1,45 0,42 1,43 0,30 1,44 0,06 1,41 0,43 1,42 0,34 1,41 0,12 1,39 0,40 1,40 0,31 1,42 0,10 1,41 0,39 1,41 0,30 1,39 0,09 Minimal 1,43 1,39 0,38 0,38 1,44 1,40 0,29 0,27 1,41 1,39 0,08 0,06 Maksim Ratarata 1,45 0,43 1,44 0,34 1,44 0,12 1,42 0,40 1,42 0,30 1,42 0,09 Pengula Pada jumlah 3 platform, kadar besi (F. sebelum proses aerasi berkisaran antara 1,39 mg/L Ae 1,45 mg/L dengan rata-rata yaitu 1,42 mg/L, sedangkan kadar besi (F. sesudah proses aerasi berkisaran 0,38 mg/L - 0,43 mg/L Andika Taufik Nur Rahman. Nia Yuniarti Hasan. Redi Yudha Irianto. Dindin Wahyudin EnviroSan: Vol. 8 Nomor. Juni 2025 dengan rata-rata 0,40 mg/L. Pada jumlah 4 platform, kadar besi (F. sebelum proses aerasi berkisaran antara 1,40 mg/L Ae 1,44 mg/L dengan rata-rata yaitu 1,42 mg/L, sedangkan kadar besi (F. sesudah proses aerasi berkisaran 0,27 mg/L - 0,34 mg/L dengan rata-rata 0,30 mg/L. Pada jumlah 5 platform, kadar besi (F. sebelum proses aerasi berkisaran antara 1,39 mg/L Ae 1,44 mg/L dengan rata-rata yaitu 1,42 mg/L, sedangkan kadar besi (F. sesudah proses aerasi berkisaran 0,06 mg/L - 0,12 mg/L dengan rata-rata 0,09 mg/L. Tabel 4. Persentase Penurunan Kadar Besi (F. pada Air Bersih di PT. X Sebelum dan Sesudah Proses Aerasi Dengan Metode Multiple Platform Aerator Mei 2024 Variasi Platform 3 platform 4 platform Pen Perse Pen Perse uru ntase uru ntase g (%) . g (%) /L) /L) 1,04 73,2 1,13 80,7 5 platform Pen Perse uru ntase g (%) /L) 1,34 93,7 1,03 1,13 1,38 0,98 1,08 1,29 0,99 1,09 1,32 1,02 1,11 1,30 Minimal 1,05 1,15 1,33 0,98 1,08 1,29 1,05 1,15 1,38 1,02 1,12 1,33 Pengula Maksim Ratarata Rata-rata penurunan kadar besi (F. pada air bersih di PT. setelah dilakukan proses aerasi dengan metode multiple platform aerator yang paling rendah yaitu pada jumlah 3 platform dengan rata-rata penurunan sebesar 1,02 mg/L, kemudian pada jumlah 4 platform dengan rata-rata penurunan kadar besi (F. sebesar 1,12 mg/L, sedangkan untuk rata-rata penurunan kadar besi (F. yang paling tinggi yaitu pada jumlah 5 platfrom dengan rata-rata penurunan sebesar 1,33 mg/L. Rata-rata persentase penurunan kadar besi (F. pada air bersih di PT. X setelah dilakukan proses aerasi dengan menggunakan metode multiple platform aerasi yang paling rendah yaitu pada jumlah 3 platform dengan rata-rata persentase penurunan kadar besi (F. sebesar 71,8 %, kemudian pada jumlah 4 platform yaitu dengan rata-rata persentase penurunan kadar besi (F. sebesar 78,7 %, sedangkan untuk rata-rata persentase penurunan kadar besi (F. yang paling tinggi yaitu pada jumlah 5 platform dengan rata-rata persentase penurunan kadar besi sebesar 93,6 %. Suhu terhadap Penurunan Kadar Besi (F. pada Air Bersih Pengukuran suhu dilakukan sebelum dan sesudah air bersih diberikan perlakuan menggunakan proses aerasi dengan tujuan untuk mengetahui perubahan suhu sebelum dan sesudah air bersih kontak dengan udara setelah dilakukan proses aerasi dengan metode multiple platform aerator. Suhu pada air bersih mempengaruhi terhadap penurunan kadar besi (F. sehingga kadar besi (F. mengalami penurunan karena semakin tinggi suhu kadar oksigen yang terlarut akan semakin mudah terlarut dalam air, sehingga derajat kelarutan dalam air lebih Suhu yang tinggi bisa menambah aktivitas metabolisme mikroorganisme untuk konsumsi air sehingga melarutkan air lebih meningkat. Kandungan oksigen terlarut dalam air dipengaruhi oleh suhu, suhu air yang berubah-ubah dapat menyebabkan perubahan pada kadar oksigen terlarut dalam air (Edwinsyah, dkk. Hasil pengukuran suhu air bersih, diketahui bahwa terjadi penurunan suhu setelah dilakukan proses aerasi, karena terjadi kontak antara air dengan udara. Hal ini sejalan dengan pendapat Rodiatun . , bahwa penurunan suhu air terjadi seiring dengan bertambahnya oksigen terlarut dalam air (Rodiatun, 2. pH terhadap Penurunan Kadar Besi (F. pada Air Bersih Pengukuran pH air bersih dilakukan sebelum dan sesudah air bersih diberikan perlakuan berupa proses aerasi dengan tujuan untuk mengetahui perubahan pH air bersih sebelum dan sesudah dilakukan proses aerasi dengan metode multiple platform aerator. pH atau derajat keasaman dapat berpengaruh terhadap kadar besi (F. pada air bersih. Nilai pH air berpengaruh terhadap kecepatan oksidasi besi dalam air. Menurut Hardjowigeno . , dalam kondisi pH air yang rendah. Fe dalam air berada pada kondisi terlarut. Sedangkan apabila pH mengalami peningkatan, maka Fe yang terlarut dalam air tersebut akan lebih mudah beroksidasi sehingga membentuk senyawa besi yang mudah Maka semakin tinggi nilai pH, kecepatan reaksi oksidasi antara air dengan oksigen lebih cepat karena terjadinya benturan antar ion elektron semakin cepat, sehingga kadar besi (F. dalam air dengan keadaan basa akan mudah bereaksi dengan oksigen menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air. Peningkatan nilai pH karena proses aerasi dapat mengurangi kadar besi terlarut dalam air, karena besi terlarut tersebut beroksidasi lebih cepat dan mengalami pengendapan setelah terjadi reaksi oksidasi (Hardjowigeno, 2. Hasil pengukuran pH air bersih tersebut, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai pH sebelum dan sesudah dilakukan proses aerasi. Hal ini sejalan dengan Hardjowigeno . , seiring dengan penurunan kadar besi (F. pada air bersih. pH air bersih sebelum Andika Taufik Nur Rahman. Nia Yuniarti Hasan. Redi Yudha Irianto. Dindin Wahyudin EnviroSan: Vol. 8 Nomor. Juni 2025 dilakukan proses aerasi masih dikategorikan netral sehingga reaksi oksidasi berlangsung cepat maka ketika kadar besi (F. pada air bersih turun, nilai pH juga menjadi meningkat (Hardjowigeno, 2. Penurunan Kadar Besi (F. pada Air Bersih Penelitian ini dilakukan terhadap kandungan zat besi (F. pada air bersih menggunakan variasi platform dengan 3 platform, 4 platform, 5 platform terhadap penurunan kadar besi (F. pada air bersih dengan metode multiple platform aerator yang dilakukan sebanyak 6 kali pengulangan pada masing-masing perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan proses oksidasi terhadap terhadap Fe terlarut dalam air menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air. Proses oksidasi dilakukan dengan cara memasukan udara kedalam air atau disebut aerasi. Dari hasil penurunan kadar besi (F. , maka didapatkan nilai rata-rata persentase penurunan kadar besi (F. sebelum dan sesudah dilakukan proses aerasi dengan metode multiple platform aerator yaitu pada jumlah 3 platform diperoleh persentase penurunan kadar besi (F. sebesar 71,8 %, pada jumlah 4 platform diperoleh persentase penurunan kadar besi (F. sebesar 78,7 %, kemudian pada jumlah 5 platform diperoleh persentase penurunan kadar besi (F. sebesar 93,6 %. Air bersih yang digunakan di PT. X bersumber dari air tanah yang mengandung logam berat. Menurut Afwani . , air tanah mempunyai konsentrasi karbondioksida yang tinggi sehingga menyebabkan zat besi yang sukar larut dalam air menjadi menjadi konsentrasi yang mudah larut dalam bentuk ion bervalensi dua (Fe2 ). Karena FeO yang ada dalam air tanah akan bereaksi dengan CO2 membentuk Fe(HCO)2 yang larut dalam air. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada reaksi yang digambarkan oleh Ricard Feachem, 1980 (Afwani & Gultom, 2. sebagai FeO H2O 2CO2 E Fe(HCO)2 Proses aerasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi atau menurunkan kadar besi (F. pada air bersih, proses aerasi menyebabkan terjadinya oksidasi yang akan membentuk endapan besi reaksi pembentukan senyawa besi hidroksida yang mudah mengendap akibat proses aerasi, sebagai berikut : 4Fe(HCO. 2 O2 H2O E 4Fe(OH) 8CO2 Pada proses aerasi, kadar Fe yang terlarut dalam air bersih akan bereaksi dengan OH kemudian membentuk senyawa hidroksida yang mudah mengendap, sehingga kadar besi (F. terlarut dalam air bersih akan berkurang karena mengalami proses pengendapan. Perbedaan Jumlah Platform pada Multiple Platform Aerator terhadap Penurunan Kadar Besi (F. pada Air Bersih Proses aerasi dengan metode multiple platform aerator merupakan proses mengontakkan air bersih dengan kadar besi (F. terlarut dalam air dengan oksigen sehingga menjadi senyawa Fe yang sukar larut dalam air. Senyawa Fe tersebut kemudian menbentuk endapan-endapan pada dasar bak penampung setelah melewati platform pada aerator tersebut. Pada prosesnya, air di alirkan menggunakan pipa yang diletakan dengan jarak 6 cm tepat di atas platform paling atas dengan debit air sebesar 0,064 L/detik. Air kemudian mengalir secara gravitasi dari platform paling atas ke platform paling bawah hingga akhirnya tertampung di bak penampung dengan waktu pengendapan 5 menit untuk setiap perbedaan jumlah platform. Perbedaan jumlah platform dengan jumlah 3 platform, 4 platform, 5 platform berpengaruh terhadap kontak air dengan udara. Waktu kontak aerasi pada alat multiple platform aerator dengan jumlah 3 platform yaitu 5,3 detik, waktu kontak aerasi pada jumlah 4 platform yaitu 6,1 detik, dan waktu kontak aerasi pada jumlah 5 platform yaitu 7 detik. Semakin banyak jumlah platform pada penilitian ini, maka semakin lama terjadinya kontak air dengan udara. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, alat multiple platform aerator pada jumlah 5 platform yang paling tinggi dalam menurunkan kadar besi (F. pada air bersih di PT. X dengan kadar 1,42 mg/L menjadi 0,09 mg/L dengan penurunan sebesar 1,33 mg/L dan persentase 93,6%. Kadar besi (F. pada air bersih tersebut telah memenuhi standar baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 dengan standar baku mutu air bersih parameter kimia kadar besi (F. yaitu 0,2 mg/L. Hasil Uji One-Way Anova terhadap penurunan kadar besi (F. pada air bersih, menyatakan bahwa terdapat perbedaan variasi platform pada proses aerasi dengan metode multiple platform aerator terhadap penurunan kadar besi (F. pada air bersih di PT. X didapatkan nilai dengan nilai p. < . Sehingga terdapat perbedaan antara perbedaan jumlah platform dengan variasi 3 platform, 4 platform, dan 5 platform pada proses aerasi dengan metode multiple platform aerator terhadap penurunan kadar besi (F. pada air bersih di PT. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada penurunan kadar besi (F. pada air bersih berdasarkan perbedaan jumlah platform pada proses aerasi dengan metode multiple platform aerator, maka dilakukan Uji Post Hoc. Hasil Uji Post Hoc, pada jumlah 3 platform, 4 platform, 5 platform didapatkan nilai p. < . Maka terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah 3 platform, 4 platform, 5 platform. Pada jumlah 5 platform, didapatkan waktu kontak aerasi yaitu 7 detik. Semakin banyak jumlah platform pada penelitian ini, maka semakin lama terjadinya waktu kontak air dengan udara sehingga kadar oksigen terlarut dalam air akan lebih banyak yang kemudian dapat menurunkan kadar besi (F. pada air bersih. Hal ini sejalan dengan pendapat Andika Taufik Nur Rahman. Nia Yuniarti Hasan. Redi Yudha Irianto. Dindin Wahyudin EnviroSan: Vol. 8 Nomor. Juni 2025 Rachmawati dan Joko . , bahwa semakin bertambahnya waktu kontak udara ke dalam air maka akan semakin memaksimalkan terjadinya kontak air dengan udara, sehingga oksigen terlarut akan semakin banyak larut dalam air. KESIMPULAN Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini, yaitu : Rata-rata kadar besi (F. sebelum dilakukan proses aerasi yaitu 1,42 mg/L, setelah dilakukan proses aerasi pada jumlah 3 platform yaitu 0,40 mg/L, sedangkan pada jumlah 4 platform yaitu 0,30 mg/L, dan pada jumlah 5 platform yaitu 0,09 mg/L. Penurunan kadar besi (F. pada proses aerasi pada jumlah 3 platform yaitu 1,02 mg/L . ,8%), sedangkan pada jumlah 4 platform yaitu 1,12 mg/L . ,7%), dan pada jumlah 5 platform yaitu 1,33 mg/L . ,6%). Variasi 5 platform pada proses aerasi dengan metode multiple platform aerator merupakan variasi platform yang paling tinggi untuk menurunkan kadar besi (F. pada air bersih di PT. X dengan penurunan yaitu 1,33 mg/L . ,6%). Terdapat perbedaan signifikan antara variasi 3 platform, 4 platform, dan 5 platform pada proses aerasi dengan metode multiple platform aerator terhadap penurunan kadar besi (F. pada air bersih di PT. X dengan nilai p. < . DAFTAR PUSTAKA