Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 NILAI EKONOMI DAN RAP RICE-FISH PACET BANDUNG ECONOMIC VALUE AND RICE-FISH PACET RAP BANDUNG Nindya Dendrania Fitra. Kastana Sapanli. Mahasiswa Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan. Institut Pertanian Bogor . Dosen Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan. Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Dramaga Kampus IPB Dramaga Bogor 16680 Jawa Barat E-mail: dendranian@gmail. ABSTRACT Pacet Subdistrict is one of the areas in Bandung Regency that applies the concept of Ricefish farming. Rice-fish farming uses some different inputs with monoculture farming because this farming requires more production factor costs. Various aspects can be reviewed in research on rice-fish farming, especially economic aspects because it is very closely related to community welfare and ecological benefits. The potential of rice-fish farming has been widely studied, but the analysis of income and sustainability status of the farm is not known more detailed yet. Therefore, this study aims: . Analyzing the patterns of rice-fish farming, . Analyzing the income of rice-fish farming in Pacet Subdistrict. Bandung Regency, and . Knowing the value of the sustainability index of rice-fish farming in Pacet Subdistrict. Bandung Regency. The methods that used in this study are descriptive analysis, income analysis, and Multi-Dimensional Scaling (MDS). The results showed that the rice-fish farming pattern basically had similarities with monoculture farming, but one of the different is in the land processing process which consists of making caren activities for living fish. The receipts earned on rice-fish farming are Rp 21. 560,0 per hectare per planting season. Rice-fish farmers earn income from cash costs with a value of Rp 9. 524,1 and income from total costs Rp 7. 605,6. The value of the R/C ratio for cash costs is 1,73 and R/C for total costs is 1,57. The sustainability index of rice-fish farming is 54,88 which indicates a fairly sustainable status. Keywords: MDS, income, farming pattern, rap rice-fish, rice-fish farming ABSTRAK Kecamatan Pacet merupakan daerah di Kabupaten Bandung yang menerapkan konsep usahatani minapadi. Usahatani minapadi menggunakan input-input yang berbeda dengan usahatani monokultur karena usahatani ini memerlukan lebih banyak biaya faktor produksi. Beragam aspek dapat ditinjau dalam penelitian pada usahatani minapadi, terutama aspek ekonomi karena memiliki hubungan keterkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan manfaat Potensi usahatani minapadi sudah banyak diteliti namun analisis pendapatan dan status keberlanjutan usahatani tersebut belum diketahui secara lebih rinci. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan: . Menganalisis pola usahatani minapadi, . Menganalisis pendapatan pada usahatani minapadi di Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung, dan . Mengetahui besarnya indeks keberlanjutan usahatani minapadi di Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan MultiDimensional Scalling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola usahatani minapadi pada dasarnya memiliki kesamaan dengan usahatani monokultur, namun yang membedakannya yaitu pada kegiatan pengolahan lahan yang terdiri dari kegiatan pembuatan caren untuk tempat tinggal ikan. Penerimaan yang diperoleh pada usahatani minapadi yaitu Fitra dan Sapanli Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung sebesar Rp 21. 560,0 per hektar per musim tanam. Pendapatan atas biaya tunai yang diperoleh sebesar Rp 9. 524,1 per hektar per musim tanam dan pendapatan atas biaya total sebesar Rp 7. 605,6 per hektar per musim tanam. Nilai R/C rasio atas biaya tunai sebesar 1,73 dan nilai R/C rasio atas biaya total sebesar 1,57. Nilai indeks keberlanjutan usahatani minapadi di Kecamatan Pacet adalah 54,88 yang menunjukkan status cukup berkelanjutan Kata Kunci: MDS, minapadi, pendapatan, pola usahatani. Rap rice-fish Nindya Dendrania Fitra. Kastana Sapanli. Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung. Jurnal Mina Sains 5. : 58 Ae 76. PENDAHULUAN Latar Belakang Pertanian merupakan suatu sektor yang memiliki peranan strategis dalam menunjang pembangunan nasional. Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan berkontribusi pada PDB nasional sebesar Rp 395,7 triliun dibandingkan triwulan i2017 yang hanya Rp 375,8 triliun. Sektor tersebut berkontribusi sekitar 13,53% terhadap ekonomi nasional (Kementerian Pertanian 2. Lahan sawah sebagai sumber daya lahan utama produksi beras semakin berkurang seiring dengan berjalannya waktu dan peningkatan jumlah Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan usaha pendayagunaan lahan yang tersedia melalui program Intensifikasi lahan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membudidayakan beberapa komoditas dalam satu lahan usahatani atau sering disebut dengan usahatani minapadi. Usaha ini dilakukan dengan melakukan budidaya ikan di sawah bersamaan dengan tanaman padi pada areal yang sama. Kabupaten Bandung adalah salah satu kabupaten yang unggul dalam usahatani minapadi dan secara konsisten menerapkan usahatani tersebut baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Kabupaten Bandung merupakan kabupaten di Jawa Barat dengan jumlah produksi padi dan ikan yang terus meningkat setiap Kecamatan Pacet merupakan salah satu kecamatan yang memiliki luas lahan yang paling luas diantara kecamatan lainnya yang berada di Kabupaten Bandung. Jawa Barat. Adapun hal yang harus diteliti yaitu berkenaan dengan keberlanjutan usahatani minapadi. Rumusan Masalah Usaha tani minapadi menggunakan input-input yang berbeda dengan usahatani membutuhkan lebih banyak biaya faktor produksi namun penggunaan pupuk masih relatif lebih rendah. Biaya produksi yang mahal berkesinambungan dengan hasil output yang didapatkan karena petani minapadi akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan optimal. Status keberlanjutan usahatani minapadi perlu diketahui agar dapat meningkatkan keberlanjutan usahatani tersebut di kecamatan ini. Beragam aspek dapat ditinjau pada usahatani minapadi, terutama aspek ekonomi karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Selain aspek ekonomi, sistem ini juga memiliki sejumlah manfaat ekologi yang belum disadari keberadaannya oleh sebagian besar Menurut Nurhayati et al. kearifan lokal yang sudah ada di suatu daerah dengan cara memanfaatkan unsurunsur yang ada di alam. Berdasarkan permasalahan di atas maka muncul pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pola usahatani minapadi jika Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 Bagaimana pendapatan pada usahatani Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung? Bagaimana status keberlanjutan di Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : Menganalisis pola usahatani minapadi. Menganalisis pendapatan pada usahatani Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung. Menganalisis usahatani minapadi di Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara langsung menggunakan kuesioner kepada responden yang menjadi objek penelitian yaitu petani yang melakukan usahatani minapadi di Desa Tanjungwangi dan Cipeujeuh. Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang relevan diantaranya Badan Pusat Statistika (BPS). Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bandung, jurnal, buku referensi, internet, serta instansi terkait. Ruang Lingkup Penelitian ini berfokus pada usahatani minapadi di Desa Tanjungwangi dan Desa Cipeujeuh. Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan usahatani minapadi dan key person di Kecamatan Pacet. Penelitian hanya dilakukan untuk mengestimasi pendapatan petani dan status keberlanjutan terhadap tiga dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial budaya. Penggunaan aplikasi rap-ricefish sampai analisis Monte Carlo. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang menjalankan usahatani minapadi dan key person yakni orang yang dianggap ahli dalam usahatani minapadi. Jumlah responden yang dijadikan sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 56 petani minapadi dan sepuluh orang key person. Pengambilan sampel untuk petani minapadi dilakukan menggunakan metode purposive Formula penentuan sampel menggunakan rumus Slovin, sebagai berikut (Sevilla. Consuelo G. et al. METODE PENELITIAN n = 1 ycA . 2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan untuk mengestimasi pendapatan dan indeks keberlanjutan yang terdapat pada usahatani minapadi di Desa Tanjungwangi dan Desa Cipeujeuh. Kecamatan Pacet. Kabupaten Bandung. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut berpotensi untuk dilakukan usahatani minapadi, secara konsisten menerapkan usahatani tersebut, dan memiliki area paling luas untuk pelaksanaan usahatani Kabupaten Bandung. Pengambilan data penelitian dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019. Metode Pengumpulan data = ukuran sampel . = ukuran populasi . rang/har. = standar error . %) n = 1 125 . 2 = 55,55 Pengambilan data mengenai analisis keberlanjutan ditentukan secara purposive sampling dimana responden yang dipilih sesuai dengan kriteria tertentu yang sudah mewakili key person usahatani minapadi. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dari Tabel Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung Fitra dan Sapanli Tabel 1 Matriks metode analisis data No Tujuan Penelitian 1 Menganalisis pola usahatani 2 Menganalisis pendapatan pada usahatani minapadi 3 Menganalisis status keberlanjutan usahatani Jenis Data Primer Sumber Data Petani minapadi Metode Analisis Analisis Deskriptif Primer Petani minapadi Analisis Pendapatan Primer dan Key person Analisis Multidimensional Scaling (MDS) dengan Rapfish Sumber : Penulis . Pola Usahatani Minapadi Proses identifikasi pola usahatani minapadi dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis ini dilakukan dengan cara melakukan proses wawancara langsung untuk mengetahui kondisi aktual dengan menganalisa teknis usahatani. Tahapan dalam usahatani minapadi meliputi persiapan lahan yang terdiri dari pembuatan caren, pembajakan, pembuatan . aren penebaran benih ikan. pemberian pakan. pemanenan ikan. pemanenan padi. Analisis Pendapatan Usahatani Minapadi Penerimaan yang diperoleh dari usahatani minapadi merupakan perkalian antara produksi dengan harga jualnya. Secara sistematis penerimaan dapat dituliskan sebagai berikut (Soekartawi ycNycI = Oc2ycn=1 Yycn. Pycn . Keterangan : TR = penerimaan total Yi = output yang dihasilkan untuk Pi = harga jual output yang dihasilkan untuk komoditas i i1 = padi i2 = ikan Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan termasuk biaya tunai dan biaya . on (Soekartawi 1. Secara sistematis pendapatan usahatani dapat dituliskan sebagai berikut: = TR - TC . ycNya = Oc9ycn=1 Vycn . Xycn Oc4yc=1 Byc. Keterangan: = pendapatan usahatani (R. TR = total penerimaan usahatani (R. TC = biaya total (R. Vi = harga untuk input i (Rp/uni. Xi = jumlah input i yang digunakan . Bj = biaya tetap untuk j (Rp/uni. i = 1,2,3,4,5,6,7,8,9 . aitu 1 = benih padi (Rp/k. 2 = benih ikan (Rp/cangki. = pakan ikan (Rp/k. 4 = pupuk urea (Rp/k. 5 = pupuk TSP (Rp/k. pupuk NPK (Rp/k. 7 = pupuk organik cair (Rp/boto. 8 = obat supergrow (Rp/boto. 9 = obat arrivo (Rp/boto. } j = 1,2,3,4,5 . aitu 1 = biaya sewa kerbau (Rp/musim tana. 2 = pajak lahan (Rp/tahu. 3 = biaya penyusutan alat (Rp/musim tana. 4 = tenaga kerja dalam keluarga (Rp/HOK)} Biaya penyusutan alat-alat pertanian dihitung dengan membagi nilai pembelian dikurangi nilai sisa dengan lamanya modal Rumus biaya penyusutan adalah sebagai berikut (Suratiyah 2. Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 ycAyaAOeycAycI Biaya penyusutan = . ycu Keterangan: = nilai pembelian (R. = nilai sisa (R. = umur ekonomis . Kadariyah . menyebutkan bahwa analisis kelayakan finansial dapat digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha terhadap perbandingan antara penerimaan dan biaya (R/C rati. Secara sistematis analisis R/C dapat dituliskan sebagai berikut (Soekartawi Total Penerimaan (TR) R/C atas biaya tunai = Biaya Tunai (TC) . Total Penerimaan (TR) R/C atas biaya total = Biaya Total (BC) . Apabila nilai R/C>1 maka usahatani apabila nilai R/C<1 maka usahatani tersebut dalam kondisi merugikan, sedangkan apabila R/C=1 maka usahatani menguntungkan dan juga tidak merugikan. Analisis Multidimensional Scaling (MDS) Keberlanjutan usahatani minapadi Multidimensional Scaling (MDS). Metode ini menggunakan alat analisis Rapid Appraisal for fisheries status (Rapfis. Rapfish keberlanjutan berdasarkan atribut yang mudah diskoring. Menurut Fauzi dan Anna . Rapfish didasarkan pada teknik ordinasi . enetapkan sesuatu pada urutan atribut yang teruku. Metode ini merupakan salah satu metode multi variate yang dapat menangani data metrik . kala ordinal atau nomina. Menurut Syafruddin et al . indeks MDS dibagi menjadi empat kategori seperti dalam Tabel 2. Tabel 2 Kategori keberlanjutan berdasarkan nilai hasil analisis MDS Nilai indeks Kategori Buruk . idak Berkelanjuta. Kurang (Kurang Berkelanjuta. Cukup (Cukup Berkelanjuta. Baik (Berkelanjuta. Sumber: Syafruddin et al. Analisis keberlanjutan dengan teknik Rapfish ini dimulai dengan mereview, atribut perikanan yang digunakan. Setelah itu dilakukan penilaian . perikanan yang dianalisis. Penilaian . didasarkan pada ketentuan yang sudah ditetapkan dalam teknik Rapfish. Data hasil scoring selanjutnya diproses dengan menggunakan fasilitas perangkat lunak (Softwar. Rapfish yang dipautkan . pada MS-Excel. Dalam perangkat lunak (Softwar. Rapfish, pengolahan terjadi dalam tiap modul VBA (Visual Basic Application. multidimensional scaling (MDS), analisis leverage, dan analisis Monte Carlo. Analisis keberlanjutan usahatani minapadi akan dilakukan pada 3 dimensi, . dimensi ekologi. dimensi sosial. Setiap dimensi tersebut memiliki atribut-atribut yang akan masing-masing yang terdapat pada Lampiran 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Usahatani Minapadi Kegiatan memiliki kesamaan dengan budidaya padi monokultur, namun ada hal yang membedakannya yaitu pada budidaya membudidayakan ikan yang meliputi Fitra dan Sapanli kegiatan pembuatan caren, penebaran benih ikan, pemberian pakan, dan pemanenan Berikut merupakan kegiatan pada Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung usahatani minapadi beserta lama hari dalam melakukan kegiatan tersebut tercantum pada Tabel 3. Tabel 3 Kegiatan usahatani minapadi dan waktu melakukan kegiatannya Kegiatan Usahatani Persiapan lahan Pembuatan caren Pembajakan Pembuatan pematang Persiapan benih dan persemaian Penanaman Pemupukan Pengairan Penebaran benih ikan Pemberian pakan Pengendalian hama dan penyakit Penyiangan Pemanenan ikan Pemanenan padi Waktu . 21 dan 40 *HST Setiap hari selama musim tanam 2-5 *HST Setiap hari Saat terserang hama 31 *HST 20-30 *HST 90-110 *HST Sumber : Hasil olahan data primer . *HST : Hari Setelah Tanam Penjelasan pelaksanaan secara teknis dari pola budidaya minapadi adalah sebagai Persiapan Lahan Kegiatan ini merupakan tahapan awal Kecamatan Pacet hanya membudidayakan ikan secara pendederan dan ikan Pendederan merupakan kegiatan pemeliharaan larva yang berasal dari kolam penetasan hingga mencapai benih yang selanjutnya akan dipelihara di tempat pembesaran. Persiapan lahan ini berfungsi ganda, yaitu untuk persiapan padi dan mikroorganisme tumbuh, dimana mikroorganisme ini berfungsi sebagai makanan ikan. Pembuatan Caren Caren merupakan kolam tempat tinggal ikan yang digunakan sebagai tempat berlindung ikan. Pembuatan caren dilakukan dengan menggali tanah dengan lebar 50-80 cm dan kedalaman caren 50 cm dibuat miring mengarah ke saluran pembuangan air. Pembuatan caren hanya dilakukan sekali pada awal melakukan budidaya minapadi, pada musim tanam selanjutnya hanya memperbaiki caren. Pembajakan Pembajakan pertama dilakukan untuk membalik tanah kurang lebih sedalam 20 cm, kemudian pembajakan kedua dilakukan setelah diinkubasi selama 5-7 hari yang bertujuan untuk menghaluskan tanah. Pembajakan sawah masih menggunakan tenaga kerbau, dimana kekuatan tenaga kerbau dalam waktu satu hari hanya 150 tumbak, dimana satu tumbak yaitu sebesar 14 m2 dengan biaya sebesar Rp 150. 000,00 dalam sehari. Pembuatan Pematang Lebar pematang pada budidaya minapadi kurang lebih 50 cm dan tinggi 40 cm dari lahan sawah, dimana tinggi airnya kira-kira 5-10 cm. Petani hanya melakukan perbaikan pematang apabila kondisi pematang sudah tidak memungkinkan. Persiapan Benih dan Persemaian Benih padi yang digunakan oleh petani berasal dari bandar atau tengkulak. Benih standar yang dibutuhkan setiap 2. 000 m2 adalah 5 kg. Sebelum dilakukannya penebaran benih di lahan persemaian, lahan diberi air sekitar 2-5 cm. Ikan yang digunakan yaitu ikan mas (Cyprinus Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 Penanaman Penanaman dilakukan oleh tenaga kerja perempuan. Jarak tanam pada usahatani minapadi yaitu 30 cm. Tanaman padi yang dianjurkan untuk ditanam pada usahatani minapadi adalah IR 46. Ciliwung. Citanduy. Dodokan. Ciherang, dan Cisadane. Pemupukan Pemupukan pada usahatani minapadi rata-rata dilakukan sebanyak dua kali setiap satu musim tanam, yaitu pemupukan pertama pada saat padi berumur 15 atau 20 hari dan pemupukan kedua dilakukan pada saat padi berumur 40 hari. Pupuk yang digunakan diantaranya adalah pupuk TSP, urea, phonska, dan organik. Penggunaan pupuk pada usahatani minapadi lebih sedikit karena kotoran ikan mengandung unsur hara (N. Ca. yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Pengairan Pengairan pada usahatani minapadi memerlukan air yang lebih banyak Tidak ada pungutan untuk membayar air karena sumber daya air di Kecamatan Pacet sangat melimpah. Penebaran Benih Ikan Penebaran benih ikan dilakukan 2-5 hari setelah penanaman padi. Waktu penebaran benih ikan yang baik yaitu pada pagi atau sore hari, karena pada saat itu suhu udara sudah rendah sehingga tidak menimbulkan stress. Rata-rata ketinggian permukaan air yaitu berkisar antara 4-6 cm. Pemberian Pakan Pemberian pakan bertujuan untuk mempercepat ikan dalam tumbuh dan berkembang serta meningkatkan nilai gizi yang terkandung dalam ikan. Jenis pakan yang secara umum digunakan yaitu dedak Sebagian besar petani tidak memberikan pakan pada ikan, sehingga ikan tersebut memperoleh pakan alami seperti cacing, larva, mollusca, serangga kecil, kutu air, phytoplankton, dan Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian dimaksudkan supaya tidak menimbulkan kerugian pada kedua komoditas tersebut. Apabila padi terserang hama, maka dapat dilakukan pemberian pestisida maupun obat-obatan. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ikan mas sering kali mengalami penyakit bengkak insang yang disebabkan oleh parasit Myxosoma sp. , penyakit ini dapat disebabkan karena keadaan lingkungan yang buruk seperti kualitas air. Penyiangan Penyiangan merupakan suatu kegiatan membersihkan gulma yang berada diantara tanaman pertanian. Penyiangan juga bertujuan untuk menggemburkan tanah. Kegiatan penyiangan tidak dilakukan saat ikan dipelihara di lahan sawah. Setelah ikan dipanen, maka kegiatan penyiangan akan tetap dilakukan. Pemanenan Ikan Pemanenan ikan dilakukan sebanyak satu kali. Lama waktu pemeliharaan ikan berkisar 20-30 hari. Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada umumnya benih ikan yang dihasilkan memiliki ukuran 5-8 cm dengan berat 2,5-10 gram/ekor. Pemanenan ikan dilakukan oleh bandar. Pemanenan Padi Waktu untuk melakukan pemanenan padi yaitu antara 90-110 hari. Pemanenan padi dilakukan oleh bandar dengan harga Rp 5. 200,00/kilogram untuk gabah kering panen (GKP). Hasil panen tersebut dapat dijual seluruhnya ke tengkulak dan dapat disimpan sebagian untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga petani. Pemasaran Ikan dan Padi Petani pemasaran hasil produksinya baik ikan maupun padi menggunakan jasa bandar. Pemasaran benih ikan hasil budidaya minapadi akan dijual kepada pembudidaya pembesaran ikan dikolam, di keramba (KJA), memasarkannya hingga keluar kota. Perbedaan keragaan pola usahatani antara usahatani minapadi usahatani monokultur tidak hanya sebatas Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung Fitra dan Sapanli membudidayakan ikan, namun dapat ditinjau dari indikator pembanding lainnya seperti yang tercantum pada Tabel 4 di bawah ini. Tabel 4 Perbedaan pola usahatani minapadi dengan usahatani monokultur Indikator Peralatan Pola tanam Kondisi Produksi Kelembagaan Pemasaran Usahatani Minapadi Menggunakan . di sepanjang lahan sawah dan serokan untuk menanen ikan. -Menggunakan benih padi yang lebih sedikit karena perlu ruang . untuk tempat tinggal ikan. -Pemanenan padi dilakukan saat padi sudah berumur 90-110 hari, dilakukan saat 20-30 hari setelah benih ditebar. -Membutuhkan ketersediaan air yang melimpah, paling tidak memiliki debit air sekitar 1-2 l/detik. -Memiliki lima bulan musim penghujan dalam satu tahun. -Memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dan dapat menahan air. Memproduksi dua jenis komoditas yaitu padi dan ikan. -Menjadi anggota kelompok tani. -Tidak tersedianya koperasi. Dilakukan oleh tengkulak, beras dijual ke pasar dan ikan dijual ke pembudidaya pembesaran di kolam ataupun ke pasar. Usahatani Monokultur Menggunakan alat-alat pertanian pada umumnya seperti cangkul, parang, sabit, dan semprotan . -Menggunakan benih padi yang lebih banyak karena hanya ada satu komoditas yang diusahakan. -Pemanenan padi dilakukan saat padi sudah berumur 90-110 hari. -Kebutuhan air hanya mengandalkan dari hujan. -Memiliki empat bulan musim penghujan dalam satu tahun. -Dapat ditanam baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. -Dapat tumbuh pada berbagai jenis Memproduksi satu jenis komoditas yaitu padi. -Menjadi anggota kelompok tani. -Tidak tersedianya koperasi. Dilakukan oleh tengkulak, beras dijual ke pasar. Sumber: Hasil olahan data primer . Analisis Pendapatan Usahatani Minapadi Input dan Biaya Usahatani Minapadi Usahatani minapadi di Kecamatan Pacet melakukan pemanenan selama tiga kali dalam setahun. Biaya pada penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu biaya tunai . dan biaya yang diperhitungkan atau tidak tunai . idak Penggunaan input produksi dan biaya yang dikeluarkan pada usahatani minapadi dapat dilihat pada Tabel 5. Umur ekonomis untuk cangkul, sprayer, dan waring selama lima tahun, sedangkan ember selama empat tahun dan parang selama tiga tahun. Nilai penyusutan diperoleh dari perkalian antara nilai sisa dengan jumlah alat pertanian yang dimiliki. Besarnya pajak ditentukan berdasarkan luas lahan dan jarak lahan terhadap kantor Semakin dekat jarak suatu lahan dengan kantor kecamatan, maka pajak yang harus dibayarkan juga semakin Kecamatan ini belum memiliki koperasi sehingga tidak ada iuran yang wajib dikeluarkan oleh petani. Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 Tabel 5 Penggunaan input dan biaya usahatani minapadi per ha per musim tanam Uraian Biaya dan Input Input Biaya Tunai Biaya Tetap Cangkul . Ember . Sprayer . Parang . Waring . Pajak Sewa Kerbau Sub Total Biaya Variabel Benih Padi . Benih Ikan . Pupuk Urea . Pupuk TSP . Pupuk NPK . Pupuk Organik Cair . Supergrow . Arrivo . Pakan Ikan . Sub Total Tenaga Kerja Luar Keluarga Pengolahan lahan Persemaian Penanaman Penyiangan Pemupukan 1 Pemupukan 2 Penyemprotan 1 Penyemprotan 2 Sub Total Total Biaya Tunai Biaya Tidak Tunai Tenaga Kerja Dalam Keluarga Penyusutan Alat Total Biaya Tidak Tunai Total Biaya (Rp/ha/musim tana. Harga (Rp/satua. Biaya (R. Sumber: Hasil olahan data primer . Penerimaan Usahatani Minapadi Penerimaan merupakan perkalian antara hasil produksi dengan harga jualnya. Beras yang dijual merupakan beras yang sudah kering dan mengalami proses penggilingan, sedangkan ikan yang dijual merupakan ikan hasil pendederan. Rataan nilai produksi usahatani minapadi disajikan pada Tabel 6. Tabel 6 Rataan nilai produksi usahatani minapadi per hektar di Kecamatan Pacet tahun 2019 Penerimaan Usahatani Beras Ikan Jumlah Rata-Rata Produksi Per Musim . g/h. Sumber: Hasil olahan data primer . Rata-Rata Harga Jual (Rp/k. Nilai Produksi (Rp/ha/musi. Fitra dan Sapanli Pendapatan Usahatani Minapadi Pendapatan merupakan selisih antara penerimaan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan. Analisis ini juga dapat melihat tingkat kelayakan ekonomi berdasarkan perbandingan besaran nilai penerimaan dengan nilai pengeluaran. Pendapatan atas biaya total akan lebih Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung rendah daripada pendapatan atas biaya tunai karena analisis pendapatan atas biaya total memperhitungkan seluruh biaya termasuk penyusutan. Analisis pendapatan dan R/C ratio pada usahatani minapadi di Kecamatan Pacet dapat dilihat pada Tabel Tabel 7 Pendapatan dan R/C ratio pada usahatani minapadi Komponen Penerimaan (R. Biaya Tunai (R. Biaya yang Diperhitungkan (R. Biaya Total (R. = b . Pendapatan Atas Biaya Tunai (R. = a-. Pendapatan Atas Biaya Total (R. = a-. R/C Atas Biaya Tunai . = a/. R/C Atas Biaya Total . = a/. Usahatani Minapadi 1,73 1,57 Sumber: Hasil olahan data primer . Tingkat minapadi dapat dilihat berdasarkan nilai R/C ratio yang diperoleh dari usahatani minapadi tersebut. Berdasarkan tabel diatas, maka nilai R/C atas biaya tunai ialah sebesar 1,73. Nilai ini memiliki arti bahwa setiap pengeluaran tunai sebesar Rp 1,00 akan memperoleh penerimaan sebesar 1,73. Sedangkan R/C ratio atas biaya total adalah sebesar 1,57 yang berarti setiap pengeluaran total sebesar Rp 1,00 akan memperoleh penerimaan sebesar 1,57. Nilai R/C atas biaya tunai dan total bernilai lebih dari satu yang artinya usahatani tersebut menguntungkan dan layak secara Indeks dan Status Keberlanjutan Usahatani Minapadi Penelitian mengenai keberlanjutan usahatani minapadi di Kecamatan Pacet dilakukan pada tiga dimensi dengan 24 atribut yang terdiri dari sembilan atribut dimensi ekologi, tujuh atribut dimensi ekonomi, dan delapan atribut dimensi Status Keberlanjutan Dimensi Ekologi Hasil MDS dengan rap-ricefish usahatani minapadi menghasilkan indeks keberlanjutan pada dimensi ekologi sebesar 50,87 yang menunjukkan usahatani Indeks keberlanjutan untuk dimensi ekologi terdapat pada Lampiran 2. Analisis leverage dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui atribut mana yang sensitif dalam suatu dimensi. Berdasarkan analisis leverage, terdapat tiga atribut yang tergolong kategori sensitif yaitu sistem pemeliharaan ikan, pemanfaatan limbah ikan untuk pupuk kandang, dan kualitas air. Hasil analisis leverage dapat dilihat pada Lampiran 2. Status Keberlanjutan Dimensi Ekonomi Hasil analisis MDS dengan rapricefish usahatani minapadi menunjukkan indeks keberlanjutan sebesar 52,96 yang menandakan bahwa dari segi ekonomi usahatani minapadi memiliki status cukup Indeks keberlanjutan untuk dimensi ekonomi terdapat pada Lampiran Status disebabkan dari tujuh atribut pendukung Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 dimensi ekonomi yang diamati, tiga diantaranya termasuk kategori sensitif. Ketiga atribut tersebut adalah lembaga keuangan . ank/kredi. , besarnya subsidi, dan rata-rata penghasilan petani minapadi. Hasil analisis leverage tersedia pada Lampiran 3. Status Keberlanjutan Dimensi Sosial Hasil analisis MDS dengan rapricefish usahatani minapadi menunjukkan indeks keberlanjutan sebesar 56,31 yang menandakan bahwa dari segi sosial usahatani minapadi memiliki status cukup Nilai indeks dimensi sosial paling tinggi diantara dimensi ekologi dan dimensi ekonomi, namun tetap diperlukan perbaikan pada atribut-atribut yang Indeks keberlanjutan dimensi sosial ditunjukkan pada Lampiran 4. Berdasarkan hasil analisis leverage terdapat dua atribut yang sensitif mempengaruhi nilai indeks keberlanjutan dimensi sosial, atribut tersebut adalah frekuensi konflik dan minat petani untuk melakukan usahatani minapadi. Hasil analisis leverage dapat tercantum pada Lampiran 4. Analisis Multi Dimensi Keberlanjutan Analisis multi dimensi keberlanjutan usahatani minapadi menunjukkan nilai indeks keberlanjutan sebesar 54,88 yang menandakan bahwa status usahatani minapadi cukup berkelanjutan. Status tersebut diperoleh dari setiap nilai indeks pada setiap dimensi. Nilai indeks keberlanjutan tercantum dalam Tabel 8. Tabel 8 Nilai indeks keberlanjutan usahatani minapadi tahun 2019 Dimensi keberlanjutan 1 Ekologi 2 Ekonomi 3 Sosial Indeks 50,87 52,96 56,31 Indikator Cukup berkelanjutan Cukup berkelanjutan Cukup berkelanjutan Sumber: Hasil olahan data primer . Nilai indeks keberlanjutan pada ketiga dimensi tersebut, yakni dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Hal ini menandakan usahatani minapadi layak untuk dilaksanakan dan pada masa mendatang dapat lebih dikembangkan. Indeks keberlanjutan dari masing-masing dimensi tersebut saling berinteraksi sehingga menjadi satu kesatuan indeks Perubahan yang terjadi pada suatu dimensi akan mempengaruhi dimensi lainnya dan total nilai indeks keberlanjutan. Atribut yang sensitif dapat diperbaiki sehingga akan mempengaruhi nilai indeks keberlanjutan dari setiap dimensi. Keragaan indeks keberlanjutan ketiga dimensi tersebut digambarkan dalam bentuk diagram layang-layang seperti pada Gambar 1. Gambar 1 Diagram layang-layang nilai keberlanjutan usahatani minapadi Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung Fitra dan Sapanli Nilai stress dan nilai R2 . oefisien determinas. digunakan untuk menentukan perlu atau tidaknya penambahan atribut agar mencerminkan dimensi yang lebih Stress ketidakcocokan antara data dengan pengukuran MDS. Dimensi yang memiliki nilai stress lebih kecil dari ketetapan yakni 25% digolongkan kategori cukup memadai atau baik. R2 merupakan kuadrat dari koefisien korelasi yang menunjukkan proporsi dari optimalisasi pengukuran nilai dari data. Nilai koefesien determinasi (R. akan semakin baik apabila nilai yang diperolehnya semakin besar, yakni mendekati 1 menunjukkan bahwa tingkat Berikut merupakan nilai stress dan R yang ditunjukkan pada Tabel 9. Tabel 9 Hasil analisis usahatani minapadi untuk beberapa parameter statistik usahatani Nilai Statistik Stress Jumlah Iterasi Multi Dimensi 0,13 0,95 Ekologi 0,15 0,95 Ekonomi 0,16 0,94 Sosial 0,16 0,94 Sumber: Hasil olahan data primer . Tahap akhir dalam menganalisis keberlanjutan yaitu melakukan analisis Monte Carlo, analisis ini digunakan untuk ketidakpastian yang terbentuk dalam pembuatan skor setiap atribut pada masingmasing dimensi, faktor tersebut berasal dari perbedaan penilaian tiap responden memasukkan data, dan data yang kurang lengkap atau hilang (Kavanagh 2001 dalam Fauzi dan Anna 2. Berikut ini merupakan nilai indeks keberlanjutan melalui analisis Monte Carlo pada selang kepercayaan 95% pada dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial yang ditunjukkan oleh Tabel 10. Berdasarkan perbandingan hasil analisis MDS dengan analisis Monte Carlo sangat kecil, hal ini menunjukkan adanya kesalahan yang kecil dan membuktikan pengaruh kesalahan dapat dihindari. Tabel 10 Hasil analisis MDS dan Monte Carlo usahatani minapadi dengan selang kepercayaan Dimensi Hasil MDS Hasil Monte Carlo Perbedaan Ekologi 50,87 50,32 0,55 Ekonomi 52,96 52,57 0,39 Sosial 56,31 56,22 0,09 Sumber: Hasil olahan data primer . KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Kesimpulan Pola usahatani minapadi memiliki kesamaan dengan pola usahatani padi konvensional, yang membedakannya yaitu tambahan kegiatan untuk melakukan budidaya ikan seperti pembuatan caren, penebaran benih ikan, pemberian pakan, dan pemanenan Pembuatan caren dilakukan pada saat persiapan lahan, sehingga pada usahatani minapadi kegiatan persiapan lahan membutuhkan waktu yang lebih banyak jika dibandingkan dengan usahatani padi konvensional. Usahatani minapadi menguntungkan dan layak secara ekonomi yang ditunjukkan dengan nilai R/C rasio atas biaya tunai sebesar 1,73 dan nilai R/C Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 rasio atas biaya total sebesar 1,57. Penerimaan petani setiap musim tanam yaitu sebesar Rp 21. 560,0 per Pendapatan atas biaya tunai yang diperoleh sebesar Rp 9. dan pendapatan atas biaya total sebesar Rp 7. 605,6 per hektar per musim Usahatani minapadi di Kecamatan Pacet berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar 54,88. Begitupun dengan ketiga dimensi yaitu dimensi ekologi sebesar 50,87. dimensi ekonomi sebesar 52. dimensi sosial sebesar 56,31. Nilai stress multidimensi memiliki nilai sebesar 0,13 dan R2 sebesar 0,95 yang menunjukkan tingkat keakuratan hasil analisis dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisis Monte Carlo memiliki nilai yang tidak jauh berbeda dengan analisis MDS sehingga menunjukkan status cukup berkelanjutan. Implikasi Pemerintah dan Dinas terkait seperti Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan pengadaan bantuan yang sebaiknya lebih mengutamakan bentuk bantuan yang akan diberikan disesuaikan dengan kondisi petani agar efektifitas dapat terwujud. Dalam rangka memotong rantai pasok yang selama ini telah terbentuk diperlukan adanya koperasi sehingga dapat memperkuat posisi petani dalam kegiatan pembelian dan pemasaran hasil produksinya. Perlu adanya penelitian selanjutnya yang menggunakan atribut dari setiap dimensi keberlanjutan pada analisis MDS pada saat ini di Kecamatan Pacet untuk evaluasi pada tahun selanjutnya setelah melakukan perbaikan atribut- atribut yang sensitif oleh petani, stakeholder, dan pemerintah. Perbaikan atribut yang sensitif ini akan DAFTAR PUSTAKA Biro Perencanaan Kementrian Pertanian. Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Nasional. Kementan (ID): Jakarta. Fauzi A dan Anna S. Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan untuk Analisis Kebijakan. Jakarta (ID) : PT Gramedia Pustaka Utama. Nurhayati A. Lili W. Herawati T, &. Riyantini I. Derivatif Analysis of Economics and Social Aspect of Added Value Minapadi (Paddy-fish Integrative Farmin. a Case Study in the Village of Sagaracipta Ciparay SubDistrict. Bandung West Java Province. Indonesia. Aquatic Procedia, 7, 12 18. Sevilla. Consuelo G. Research Methods. Rex Printing Company. Quezon City. Soekartawi. Analisis Usahatani. Jakarta (ID): Universitas Indonesia Press. Suratiyah K. IlmuUsahatani. Jakarta(ID): Penebar Swadaya. Suwandi. Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah-Sapi Potong Terpadu di Kabupaten Sragen. Disertasi. IPB. Bogor. Syafruddin. Surjono H. Yayuk F. , dan Rita Nurmalina. Strategi Pengelolaan dan Analisis Status Keberlanjutan Ketahanan Pangan di Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. No. Juni 2007: 30-38. Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung Fitra dan Sapanli Lampiran 1 Matriks analisis keberlanjutan Dimensi dan Atribut Dimensi Ekologi Kesesuaian lahan untuk padi Kesesuaian lahan untuk ikan Tingkat pemanfaatan lahan untuk padi Tingkat penggunaan pupuk/ pestisida Pemanfaatan limbah ikan untuk pupuk Sistem pemeliharaan ikan Kepadatan ikan . kor/m. Skor Baik Buruk Keterangan Sumber . tanah tidak sesuai. kurang sesuai S3. sesuai S2. sangat sesuai S1 . tanah tidak sesuai. kurang sesuai S3. sesuai S2. sangat sesuai S1 . melebihi kapasitas. Rendah . melebihi standar. tidak dimanfaatkan. sebagian kecil dimanfaatkan. sebagian besar dimanfaatkan. seluruhnya dimanfaatkan . >50 % diumbar/liar. 25%-50%diumbar/liar . 10%-25% diumbar/liar. <10% yang diumbar/liar . sangat padat . jarang (<. Ristianingrum et Ristianingrum et Suwandi . Suwandi . Suwandi . Suwandi . Suwandi . Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 Kualitas air Hama/penyakit terhadap ikan . sangat buruk. cukup baik. tidak ada Penulis . Penulis . Dimensi Ekonomi Kelayakan finansial dan ekonomi Kontribusi terhadap PDRB Rata-rata penghasilan petani minapadi Lembaga keuangan . ank/kredi. Transfer keuntungan Mengacu analisis kelayakan: rugi/tidak layak. impas/kembali modal. untung/layak. sangat untung/layak . tidak ada, . di bawah . lebih tinggi. jauh lebih tinggi . tidak ada. ada tapi menjangkau sebagian kecil petani. ada dan menjangkau sebagai besar petani. menjangkau seluruh petani . sebagian besar dinikmati penduduk luar daerah. seimbang antara penduduk lokal dengan penduduk luar daerah. sebagian besar penduduk lokal. seluruhnya penduduk lokal. Suwandi . Muliawan et. Muliawan et. Suwandi . Suwandi . Besarnya pasar Besarnya subsidi Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung Fitra dan Sapanli Minapadi lebih menguntungkan daripada monokultur Dimensi Sosial Sosialisasi pekerjaan . ndividual atau kelompo. Jumlah rumah tangga petani minapadi Pengetahuan terhadap lingkungan Persepsi/peran masyarakat dalam usahatani minapadi . pasar lokal. pasar provinsi, . pasar nasional. pasar internasional . mutlak 100% subsdi. tidak ada subsidi . tidak setuju. cukup setuju. sangat setuju Suwandi . pekerjaan dilakukan secara individual. kerjasama satu keluarga. sebagian kerjasama kelompok. seluruhnya kerjasama kelompok 0 . <10%. 10-25%. 25-50%. >50ri total jumlah rumah tangga di Pacet 0 . tidak ada . banyak/luas 0 . sangat positif Suwandi . Suwandi . Penulis . Suwandi . Muliawan et. Suwandi . Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 Frekuensi penyuluhan dan pelatihan Kelembagaan/Kelompok tani Frekuensi Konflik Minat petani untuk melakukan usahatani minapadi 0 . tidak pernah ada. sekali dalam 5 tahun. sekali dalam setahun. dua kali atau lebih dalam Setahun 0 . <25% punya. 25-50% punya. 50-75% punya. >75% punya 0 . banyak/sering. ada sedikit. jarang sekali. tidak ada 3 . cukup tinggi. tinggi Sumber : Suwandi . Muliawan et al. Penulis . , dan Ristianingrum et al. Suwandi . Suwandi . Suwandi . Penulis . Nilai Ekonomi dan Rap Rice-Fish Pacet Bandung Fitra dan Sapanli Lampiran 3 Keberlanjutan Usahatani Minapadi Dimensi Ekonomi Lampiran 2 Keberlanjutan Usahatani Minapadi Dimensi Ekologi Rap-Paddyfish Usahatani Minapadi Dimensi Ekologi Other Distingishing Features Other Distingishing Features Bad Real Fisheries Good 50,87 Down Gambar 2 Indeks keberlanjutan usahatani minapadi dimensi ekologi Down Fisheries Status ,682 Besarnya subsidi Attribute 1,90 Kepadatan ikan Reference Anchors Minapadi lebih menguntungkan daripada 0,18 Kualitas air Attribute Real Fisheries Leverage of Attributes Dimensi Ekonomi Rap-paddyfish Usahatani Minapadi Leverage of Attributes Dimensi Ekologi Rap-paddyfish Usahatani Minapadi 1,11 Sistem pemeliharaan ikan 3,10 Pemanfaatan limbah ikan untuk pupukA 1,806 Besarnya pasar ,955 Transfer keuntungan 1,100 Lembaga keuangan . ank/kredi. 2,477 1,94 Tingkat penggunaan pupuk/ pestisida Rata-rata penghasilan petani minapadi 0,68 Tingkat pemanfaatan lahan untuk padi Good Gambar 4 Indeks keberlanjutan usahatani minapadi dimensi Fisheries Status Hama / penyakit terhadap ikan 52,96 Anchors Bad 150 Reference Rap-Paddyfish Usahatani Minapadi Dimensi Ekonomi 0,17 kesesuaian lahan untuk ikan 1,277 Kelayakan finansial dan ekonomi ,865 0,74 Kesesuaian lahan untuk padi Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed . n Status scale 0 0,01 Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed . n Status scale 0 to . Gambar 3 Atribut pengungkit dimensi ekologi usahatani minapadi Gambar 5 Atribut pengungkit dimensi ekonomi usahatani minapadi Jurnal Mina Sains ISSN: 2407-9030 Volume 5 Nomor 2. Oktober 2019 Lampiran 4 Keberlanjutan Usahatani Minapadi Dimensi Sosial Rap-Paddyfish Usahatani Minapadi Up Dimensi Sosial Other Distingishing Features Bad Real Fisheries Good 56,31 Reference