Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 3. No 2. Mei 2025, hal 44-51 E-ISSN: 3025-0102 EFEKTIVITAS MEDIA BIG BOOK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU KELAS DASAR IV DI SLB PUTRA MANDIRI TARIK SIDOARJO Punasri SLB Putra Mandiri Tarik sidoarjo Email: punasri. saiful@gmail. Artikel Info Received: 13 November 2024 Accepted: 28 April 2025 Published: 30 Mei 2025 This is an open access article under the CC BY-SA Copyright A 2025 by Author. Published by CV Arthamara Media. Abstrak Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui kevalidan media literasi Big Book, terhadap kecakapan membaca permulaan anak tunarungu kelas Dasar IV di SDLB Putra Mandiri Tarik Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa ketika pelajaran bahasa Indonesia. Subyek penelitian yaitu satu orang anak tunarungu kelas Dasar IV di SDLB Putra Mandiri Tarik Sidoarjo. Tes kemampuan membaca permulaan dan observasi merupakan cara pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini. Adapun pelaksanannya dilakukan dalam 2 siklus yang dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Pada hasil penelitian siklus I, siklus ke II, siklus ke i dan pada akhir siklus ke IV menunjukkan penggunaan media big book memberikan pengaruh positif akan kemampuan membaca awal anak Kata Kunci: kemampuan membaca permulaan, media big books, anak PENDAHULUAN Tunarungu adalah keterhambatan dalam berfungsinya alat pendengaran baik sebagian atau seluruhnya, hal ini disebabkan karena kerusakan atau tidak berfungsinya organ pendengaran. Terhambatnya kemampuan mendengar, akan berpengaruh pada perkembangan berbicara dan berbahasa, karena mereka tidak dapat menangkap suara atau bunyi dengan baik. Anak tunarungu membutuhkan bimbingan dan pelayanan dalam pendidikan untuk mengembangkan potensi dan komunikasi mereka. Hal ini disebabkan karena anak tunarungu tidak dapat menangkap bunyi yang ada di sekitarnya, sehingga ia tidak dapat melakukan eksplorasi bunyi. Pelajaran bahasa Indonesia memiliki beberapa aspek pembelajaran antara lain: menulis, membaca, menangkap bunyi atau suara dan berbicara. Membaca adalah suatu komponen Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 3. No 2. Mei 2025, hal 44-51 E-ISSN: 3025-0102 terpenting dalam meningkatkan kemampuan berbahasa. Kemampuan membaca pada tingkat awal sangat menentukan keberhasilan seorang siswa dalam belajar pada tingkat berikutnya. Tidak mampu membaca akan membuat siswa kesulitan dalam memahami bidang studi sayang ada. Sebab semua bidang studi menuntuk siswa mampu membaca untuk paham akan makna sebuah informasi, kemudian kemampuan membaca amat penting bagi siswa. Berdasarkan standar kompetensi dan keterampilan inti anak tunarungu SDLB Semester I, program KTSP menetapkan standar keterampilan harapan dalam membaca, terutama ketika meniru kata serta kalimat sederhana. Sementara itu, keterampilan awal yang dibutuhkan adalah membaca beberapa kata sederhana dan kalimat sederhana. Tetapi, pada hasil pengamatan yaitu bulan September 2021, di SDLB Putra Mandiri Tarik Sidoarjo terdapat siswa disabilitas tuli (Tunarung. kelas IV yang memiliki hambatan dalam pelajaran bahasa indonesia terlebih pada aspek membaca awal. Siswa yang kurang bisa membaca kata-kata dalam bahasa lisan. Anak sudah dapat mengenali semua huruf abjad baik vokal maupun konsonan dalam bahasa isyarat, tetapi kesulitan dalam membaca kata dan kalimat. Pembelajaran membaca pada anak tunarungu di sekolah SLB Putra Mandiri Tarik Sidoarjo untuk anak kelas IV masih menggunakan media belajar yang tradisional, contoh seperti papan tulis dan buku paket. Hal inilah yang kadang membuat para siswa mejadi bosan dan kurang tertarik dalam belajar. Kasihanilah K. Suyanto . memaparkan jika aktivitas membaca cerita bisa memakai Big Book, sebab buku ini memiliki banyak gambar dan merupakan media membaca ideal. Sejalan dengan teori ini, maka penggunaan media ajar penting untuk memperlancar transfer informasi untuk mencapai hasil yang lebih maksimal, terkhusus dalam Ingatlah kalau kemampuan belajar siswa tunarungu lebih kepada penggunaan indera penglihatannya, sehingga pengalaman belajarnya adalah apa yang dilihatnya. Media bisa menjadi alat untuk mengungkapkan apa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata, namun peran media tidak memiliki arti apabila dalam penggunaannya tidak sejalan dengan isi serta tujuan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan Miarso (Giri 2016: . yang menjelaskan bahwa media merupakan segela sesuatu yang bisa dipergunakan dalam menyampaikan pesan, bisa merangsang ide, emosi, perhatian dan keinginan belajar siswa. Berdasarkan penelitian yang dikemukan oleh Gagne (Bachtiar, 2013: . mengatakan jika media bisa dalam berbagai jenis komponen apapun di lingkungan siswa yang bisa memotivasinya dalam proses pembelajaran. Bersumber pada pemikiran para pakar hingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan perlengkapan yang dimanfaatkan pada proses pendidikan baik itu berbentuk alat-alat peraga, barang hidup semacam manusia ataupun area dekat guna menolong Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 3. No 2. Mei 2025, hal 44-51 E-ISSN: 3025-0102 pendidikan menggapai tujuan yang di idamkan Proses pendidikan yang memakai seperangkat media ialah upaya efisien buat tingkatkan energi tarik pendidikan. Media Big book merupakan media pembelajaran seperti buku cerita yang mempunyai ukuran, gambar, dan tulisan yang besar, sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran agar memudahkan siswa dan guru dalam penyampaian dan penerima informasi. Media ini dapat menarik perhatian, membangkitkan minat, dan memotivasi siswa untuk belajar membaca. Media Big book memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain: memiliki gambar besar dan banyak, memiliki tulisan besar, menggunakan kata-kata yang sering didengar siswa, menggunakan latar cerita yang ada di sekitar serta sesuai dengan kebutuhan, dan tidak memperkenalkan kekerasan dan sara. Big book dalam bahasa Indonesia artinya buku besar. Nurmansyah . 6: . berpendapat bahwa buku ini merupakn buku besar yang berisi tulisan serta gambar yang diperbesar. Dalam pembelajaran media ini dibuat dan dimodifikasi agar membangkitkan minat siswa agar ia bisa berpartisipasi dalam pembelajaran dengan baik. Buku Big Book diklasifikasikan sebagai buku Pengunaan buku bergambar terbukti sangat bermanfaat bagi pembelajaran anak. Sehingga dapat ditarik simpulan bahwa Big Book merupakan suatu media atupun alat yang bisa membantu proses belajar mengajar berupa buku cerita yang bergambar serta mempunyai ciri-ciri menggugah, baik tertulis maupun visual. Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang mesti dimiliki oleh siswa sebelum bisa membaca secara lancar serta memahami makna bacaan. Kemampuan membaca permulaan meliputi beberapa aspek, antara lain: mengenal huruf dan bunyinya, mengenal kata dan maknanya, mengenal kalimat dan strukturnya, serta mengenal konsep tentang Mengembangkan keterampilan membaca sejak dini penting dilakukan sebab membaca merupakan aktivitas yang dapat mengembangkan pengetahuan dan merupakan alat dalam komunikasi antar individu. Hubungan antara media Big book dengan kemampuan membaca permulaan anak tunarunngu adalah media Big book dapat digunakan sebagai media ajar yang efektif untuk memaksimalkan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu. Hal ini karena media Big book dapat memberikan rangsangan visual yang kuat bagi anak tunarungu, yang bergantung pada indera penglihatan mereka dalam belajar. Media Big book juga dapat membantu anak tunarungu mengenali huruf, kata, kalimat, dan konsep tentang cetak melalui gambar dan tulisan yang besar dan jelas. Selain itu, media Big book dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kesenangan anak tunarungu dalam membaca, karena mereka dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan membaca bersama dengan guru dan teman-temannya. Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 3. No 2. Mei 2025, hal 44-51 E-ISSN: 3025-0102 Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Big book dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak-anak, termasuk anak tunarungu. Media Big book dapat membantu anak-anak dalam memahami cerita yang terdapat dalam buku tersebut dengan lebih Namun, efektivitas penggunaan media Big book juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas buku, kemampuan guru dalam menggunakan media tersebut dan motivasi anak-anak dalam belajar. Berdasarkan uraian masalah di atas, peneliti mencoba menguji keefektifan penggunaan buku Big Book terhadap kemampuan membaca awal anak tunarungu kelas I. Hal ini didasarkan karena karakteristik belajar anak tunarungu yang banyak menggunakan prespektif inderanya. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dirancang menggunakan model penelitian siklus sitem spiral oleh Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian tindakan kelas memiliki tujuan utama untuk mengubah perilaku siswa di kelas serta memaksimalkan kualitas pembelajaran dalam menyelesaikan permasalahan secara langsung lewat tindakan serta refleksi diri berdasarkan hasil belajar. Latihan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang dimana pada pendekatan ini memiliki tiga prinsip yaitu . naturalisme, . pemahaman, . Siswa kelas IV sebanyak 10 orang di SLB Putra Mandiri Sidoarjo menjadi subjek penelitian ini yang dimana data pada penelitian ini berdasarkan hasil dari tes siswa serta observasi. Pada penelitian ini, ada petunjuk dalam pekasanaan penerapan media. Prosedur dalam penerapan pada penelitian ini terbagi atas. Kegiata pra membaca yang dimana guru memperlihatkan sampul dari buku dan membaca judul kemudian mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai gambar dan judul yang ada pada sampul yang dimana segala prosesnya menggunakan bahasa isyarat, . Kegiatan membaca berupa membacakan cerita . enggunakan bahasa isyara. sesuai dengan isi Big Book sambil menunjukkan kata perkata, . Memungkinkan semua siswa melihat tulisan yang sama dengan yang dibacakan guru, . Memberikan kesempatan siswa untuk mengeksplorasi makan bacaan yang ada pada buku, . Diskusi terkait dengan siswa tentang isi bacaan dapat diselingi sehingga topik bacaan berkembang bisa berdasarkan imajinasi serta pengalaman siswa, . Kegiatan pasca membaca pada kegiatan ini guru melaksanakan tindak lanjut yang bisa dalam bentuk permainan, menceritakan kembali cerita, cerita secara berpasangan, menggambar atau kegiatan yang sejalan dengan tujuan pembelajara. Rencana tindakan adalah rencana serta struktur penyelidikan yang dirancang agar peneliti bisa memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan desain Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 3. No 2. Mei 2025, hal 44-51 E-ISSN: 3025-0102 penelitian tindakan kelas dengan model siklus. Secara umum proses penelitian tindakan terdiri dari empat tingkatan menurut Arikunto . yang menyatakan bahwa secara umum ada empat tahap yang biasa dilakukan dalam PTK yaitu perencanaan, kemudian pelaksanaa, observasi, dan Bagan alur tindakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Hasil Kesimpulan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa menggunakan media big book memiliki pengaruh dari siklus I ke siklus berikutnya. Berdasarkan hasil dari observasi proses belajar siswa selama proses penelitian, terlihat bahwa tingkat kehadiran siswa pada setiap pembelajaran sebesar 98%. Terbukti siswa mempunyai keinginan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran di sekolah dan memperhatikan apa yang dikatakan atau dijelaskan oleh guru. Siswa yang fokus pada isi bacaan akan mempunyai pengalaman membaca yang lebih baik. Pada siklus I masih ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan. 50% siswa masih memerlukan bimbingan guru dalam memvaca pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa mengalami peningkatan. Tingkat keikutsertaan siswa dalam pembelajaran nyaman dan bebas stres pada siklus I sampai siklus IV adalah 100%. Jumlah siswa yang berani tampil di depan kelas mengalami peningkatan. Ditinjau dari hasil penerapan media Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 3. No 2. Mei 2025, hal 44-51 E-ISSN: 3025-0102 big book guru bisa menjadi media ini sebagai pilihan dalam meningkatkan keterampilan membaca SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca permulaan siswa bisa dimaksimalkan dengan media big book. Peningkatan ditijau dari keikut sertaan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Tidakan yang diberikan pada siklus I siswa masih ragu saat ingin mengajukan pendapat dan bertanya serta malu dalam membaca . enggunakan bahasa isyara. Pada pembelajaran ke dua siswa mulai benari dalam mengajukan pendapat, pertanyaan, serta membaca. Peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa menggunakan media big book dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata kemampuan membaca siswa meningkat. Guru dapat menggunakan media Big Book sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif. Guru dapat membuat media Big Book sendiri atau bersama-sama dengan anak, dengan memperhatikan ciri-ciri dan kriteria media Big Book yang baik sesuai dengan karakteristik muridnya. Guru juga dapat mengintegrasikan media Big Book dengan media lain yang relevan, seperti benda-benda nyata, gerak, dan lain-lain. Guru harus merencanakan kegiatan pembelajaran dengan media Big Book secara sistematis dan kreatif, dengan menyesuaikan tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran. Guru juga harus memberikan umpan balik dan penguatan positif kepada anak yang menggunakan media Big Book. DAFTAR PUSTAKA