Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (JIKKI) Volume 5 Number 3. November 2025 e-ISSN : 2827-797X. p-ISSN : 2827-8488. Hal 146-153 DOI: https://doi. org/10. 55606/jikki. Available Online at: https://researchhub. id/index. php/jikki Pengaruh Metode Peer Education Terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pesantren Aceh Besar Dewi Sartika Universitas Abulyatama,Indonesia Korespondensi penulis: dewisartika_psik@abulyatama. Abstract. Scabies is a contagious skin disease that remains a significant public health problem, particularly in developing countries such as Indonesia. This disease is commonly found in densely populated environments, including Islamic boarding schools and orphanages, where close physical contact and limited sanitation practices facilitate rapid transmission. Effective prevention of scabies requires adequate knowledge, awareness, and healthy behavioral practices among individuals at risk. Therefore, innovative educational strategies that are participatory and contextual are urgently needed. This study aims to analyze the effect of health education using the peer education method on studentsAo knowledge in preventing scabies. The research applied a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The population of the study consisted of all students in the selected institution, and the total sampling technique was used so that every student became part of the research Data were collected through structured questionnaires assessing knowledge about scabies transmission, symptoms, prevention, and treatment. Statistical analysis was performed using the paired sample t-test to measure differences between pre-test and post-test scores. The results of the study showed a significant increase in studentsAo knowledge after receiving health education through peer education. The paired sample t-test revealed a p-value 000, which is less than 0. 05, indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test These findings demonstrate that peer education is an effective method for improving knowledge in scabies By involving peers as educators, the program fosters more interactive communication, increases student engagement, and enhances the likelihood of knowledge retention and behavioral change. In conclusion, health education using the peer education method has a positive impact on studentsAo knowledge regarding scabies Keywords: Boarding schools. Health education. Peer education. Scabies Abstrak. Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini banyak ditemukan di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi, termasuk di pesantren dan panti asuhan, di mana kontak fisik erat serta keterbatasan sanitasi mempercepat penularannya. Upaya pencegahan skabies membutuhkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik perilaku sehat yang memadai pada individu yang berisiko. Oleh karena itu, strategi edukasi kesehatan yang inovatif, partisipatif, dan sesuai dengan konteks sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode peer education terhadap pengetahuan siswa dalam mencegah Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa di institusi yang diteliti, dengan teknik total sampling sehingga seluruh siswa dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan mengenai penularan, gejala, pencegahan, dan penatalaksanaan skabies. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan nilai sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui metode peer education. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (<0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Temuan ini membuktikan bahwa metode peer education efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan skabies. Dengan melibatkan teman sebaya sebagai pendidik, program ini mendorong komunikasi lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperbesar peluang terjadinya retensi pengetahuan dan perubahan perilaku. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan dengan metode peer education berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pencegahan skabies. Pendekatan ini dapat diterapkan sebagai intervensi berkelanjutan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat, khususnya di wilayah padat penduduk, guna menurunkan angka kejadian skabies dan mendorong praktik hidup sehat. Kata kunci: Pesantren. Peereducation. Pendidikan Kesehatan. Scabies Received: Juli 17, 2025. Revised: Juli 31, 2025. Accepted: Agustus 16, 2025. Online Available: Agustus 18, 2025 Pengaruh Metode Peer Education Terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pesantren Aceh Besar LATAR BELAKANG Skabies merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berperan besar dalam peningkatan morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Setiap tahunnya, sekitar 300 juta kasus skabies tercatat secara global (Alfian, 2. Skabies adalah penyakit parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei var Angka kejadian skabies di negara ini menunjukkan adanya fluktuasi, bahkan dapat mengalami peningkatan. Penyebaran, prevalensi, dan data terkait penyakit parasit di wilayah tersebut sangat dipengaruhi oleh karakteristik populasi serta area yang menjadi subjek Sebagai contoh, diperkirakan sekitar 86% anak-anak berusia 5 hingga 9 tahun di Sierra Leone terinfeksi skabies, sementara penelitian di sebuah kota miskin di Bangladesh menunjukkan bahwa hampir seluruh anak-anak berusia 6 hingga 9 tahun mengalami penyakit Pada tahun 2011, tercatat sekitar 6. 135 kasus skabies di Indonesia, yang berjumlah 2,9% dari total 238. 952 anak-anak. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2012, diperkirakan sekitar 3,6% dari seluruh populasi mengalami infeksi skabies (Depkes RI, 2. Sebagai perbandingan, menurut laporan dari Dinas Kesehatan Aceh, pada tahun 2015 tercatat 523 kasus skabies, sementara pada tahun 2016 jumlah kasusnya mencapai 5. Namun, pada tahun 2017, angka kasus mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 10,57%, dengan sejumlah besar laporan kasus yang berasal dari masyarakat setempat (Ulaiya. Skabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang dapat berkembang dengan pesat jika kondisi lingkungan tidak memadai dan tidak didukung oleh pola hidup yang sehat. Tungau Sarcoptes scabiei menimbulkan perubahan warna pada kulit, terutama di area seperti sela-sela jari, siku, dan selangkangan. Penyakit ini sering menyerang individu yang tinggal dalam lingkungan dengan tingkat kebersihan pribadi yang rendah, ketimpangan sosial dan ekonomi, masalah kesejahteraan anak, serta kondisi sosial, politik, dan lingkungan yang kurang mendukung. Pencegahan perilaku pada penyakit scabies pada pasantren dapat dilakukan dengan kesadaran akan kebersihan diri, menghindari kontak langsung ataupun tidak langsung dengan penderita scabies, tidak menggunakan barang secara bersamaan, akan tetapi anak Pasantren suka/gemar bertukar, pinjam meminjam pakaian, handuk, sarung, bahkan bantal guling dan kasurnya kepada sesama santri, sehingga disinilah faktor penyebab penyakit mudah tertular dari satu santri ke santri yang lainnya (Ridwan 2. JIKKI - VOLUME 5 NUMBER 3. NOVEMBER 2025 e-ISSN : 2827-797X. p-ISSN : 2827-8488. Hal 146-153 Skabies Skabies merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. bisa menimbulkan rasa gatal, infeksi, serta lesi kulit. Penyakit ini kerapkali melanda kanak- kanak di area yang padat serta dengan sanitasi yang kurang baik, semacam di pondok pesantren. Penyebaran skabies di pesantren bisa terjalin dengan kilat mengingat interaksi yang sangat dekat antara santri, dan keadaan kebersihan yang kurang terpelihara. Skabies merupakan Masalah yang terkait dengan kesehatan masyarakat secara luas yang memengaruhi Sarcoptes scabiei var hominis, organisme yang termasuk dalam kelas Arthropoda, menyebabkan infeksi pada sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Tungau jantan memiliki ukuran yang hampir dua kali lebih kecil daripada betina, yang memiliki panjang sekitar 0,4 mm. Setelah melakukan perkawinan sekitar empat hingga enam kali, tungau jantan mulai menggali kulit dan bertelur di permukaan kulit. Proses produksi telur berlangsung dari satu hingga tiga telur per hari, dan jumlah ini bisa meningkat menjadi tiga hingga delapan telur per Kemudian, tungau muda keluar dari liang kulit dan berkembang biak di permukaan kulit. Skabies dapat mempengaruhi seseorang tanpa memandang status sosial atau ekonomi mereka. Penyakit ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju. Sebagai contoh, di Jerman, skabies dapat muncul secara sporadis atau dalam bentuk endemik yang Di India, prevalensi skabies diperkirakan sekitar 20,4% (Egenten, 2. Faktor-faktor seperti kurang mandi, penggunaan handuk, pakaian, alat mandi, dan perlengkapan tidur bersama-sama dapat mempengaruhi risiko penularan penyakit ini. Dalam upaya menjaga kesehatan, kebersihan meliputi kebersihan pribadi, kebersihan di tempat kerja, serta kebersihan lingkungan sosial. Penularan skabies akan lebih mudah terjadi jika kebersihan pribadi tidak dijaga dengan baik. Beberapa kebiasaan, seperti mencuci tangan secara rutin, mandi menggunakan sabun, mengganti pakaian dan pakaian dalam secara teratur, menghindari peminjaman pakaian, mencuci rambut dengan sampo, tidak meminjam handuk, serta menjaga kebersihan kuku, dapat membantu menurunkan risiko tertular skabies (Parman, 2. Pengertian Peer Education Peer education merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan memilih salah satu orang yang menjadi pendidik sebaya di dalam kelompoknya, yang dilatih untuk mengubah pengetahuan, sikap, dan perilaku di dalam kelompok tersebut. Keuntungan melakukan metode ini yaitu informasi yang disampaikan oleh pendidik sebayanya akan mendapatkan umpan balik secara langsung, penggunaan bahasa yang tepat dan hampir sama akan mudah dimengerti dalam kelompok sebayanya dan mengurangi kesalahpahaman dalam menerima informasi. Peer Pengaruh Metode Peer Education Terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pesantren Aceh Besar education efektif dalam meningkatkan perubahan sikap, keyakinan, dan perilaku pada kelompok (Desnita, 2. Peer education adalah salah satu metode promosi Kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan santri di pesantren . urhayati 2016 dalam Ahmad K,F 2. , sikap dan perilaku menjaga kebersihandiri . okhmawati,2. dengan teman sesama santri dijadikan sebagai sumber informasi dan pemberian pengetahuan. Dalam penelitian Ariani dan Damayanti menjelaskan bahwa kelompok sejawat memberikan pengaruh kuat pada remaja, hal ini dapat dimengerti karna remaja lebih banyak berada di luar rumah bersama teman sejawatnya sebagai kelompok Santri Dayah juga lebih kuat interaksi sosial atar sejawat, karena satu lingkungan asrama adalah termasuk teman sejawat (Ariani dan Damayanti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan Jenis kuantitatif dengan . esain pretest- posttest one gru. Dalam desain ini, peneliti mengukur variabel dependen . engetahuan, sikap, dan perilak. re-tes. dan setelah . ost-tes. memberikan edukasi mengenai skabies. Populasi dan Sample Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari seluruh santri yang ada di pasantren Ruhul Islam Anak Bangsa, yang berjumlah 64 santri. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel. Maka jumlah sampel yang akan digunakan pada penelitian ini 64 Responden dari santri dayah Ruhul Islam Anak Bangsa. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, yang berarti setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dari pengetahuan santri tentang skabies dan sanitasi lingkungan sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education, responden diberikan Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education dan media leaflet. Berikut adalah data umum hasil penelitian tentang pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education terhadap pengetahuan santri dalam pencegahan skabies di pasantren Ruhul Islam Banda Aceh. JIKKI - VOLUME 5 NUMBER 3. NOVEMBER 2025 e-ISSN : 2827-797X. p-ISSN : 2827-8488. Hal 146-153 Tabel 1 Pengetahuan Sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan dengan pengetahuan sesudah dan sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan Metode Peer Education Pengetahuan pre-test Pengetahuan Post test Mean 62,50 90,50 Std. Deviasi 11,799 7,114 P-Value 0,000 Berdasarkan table diatas menunjukan bahwa nilai signifikansi yaitu p-value = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang skabies dengan metode peer education terhadap pengetahuan santri Ruhul Islam Anak Bangsa Banda Aceh. Tabel 2 Hasil uji paired sample T-Test Pengetahuan Mean pre -28,000 8,964 T-Table -17,110 P-value 0,000 Pembahasan Data hasil penelitian yang didapatkan nilai pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yaitu nilai paling rendah ada padaangka 30 dan paling tinggi 75 rata-rata nilai responden adalah 62,50 dengan standar deviasi 11,799. secara keseluruhan, dari hasil Nilai mean menunjukkan bahwa pengetahuan santri tentang skabies masih kurang. Pencegahan penyakit skabies dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan menghindari berbagi barang milik orang yang terinfeksi seperti pakaian, handuk, dan lain-lain. Barang-barang yang digunakan oleh penderita harus diisolasi dan dicuci terlebih dahulu dengan air panas, pakaian dan kain harus disetrika sebelum digunakan untuk membunuh tungau tersebut. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Ezdha et al . yaitu pengaruh pendidikan kesehatan tentang skabies dengan audiovisual terhadappengetahuan dan sikap santri di pondokpesantren mendapatkan hasil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang yaitu 17 orang . ,6%) dengan nilai rata-rata 62,93 dan standar deviasi 23,883. Data hasil penelitian yang didapatkan nilai pengetahuan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pengetahuan responden meningkat dengan Nilai paling rendah ada pada angka 75 dan paling tinggi 100, rata-rata nilai responden adalah 90,50 dengan standar deviasi 7,114. secara keseluruhan. Nilai mean menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang skabies sebagian besar ada peningkatan. Pengaruh Metode Peer Education Terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pesantren Aceh Besar KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan peereducation memiliki pengaruh terhadap upaya pencegahan skabies. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode peer education sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, hal ini bisa dibuktikan dengan nilai ratarata 62,50. Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education Tingkat pengetahuan santri tentang skabies dan sanitasi lingkungan rata-rata nilai responden 90,50. Dapat disimpulkanterdapatperbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode peer education pengetahuan santri tentang skabies dipasantren Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar. DAFTAR REFERENSI Agustasari. Kusumaningtyas. , & Hanifarizani. Pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi calon pengantin. Jurnal Kebidanan, 11. , 18-24. https://doi. org/10. 47560/keb. Akmal. Semiarty. , & Gayatri. Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum. Palarik Air Pacah. Kecamatan Koto Tangah Padang tahun 2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 2. , 164-167. https://doi. org/10. 25077/jka. Alfian. Muhlisin. , & Muhlisin. Gambaran faktor risiko kejadian scabies di Pondok Pesantren Nur Huda II Sambi Boyolali (Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakart. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Darsini. Fahrurrozi. , & Cahyono. Pengetahuan: Artikel review. Jurnal Keperawatan, 12. , 13-19. Dewi. Herawati. , & Adiputra. Penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif mahasiswa yang dimediasi kontrol diri. EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuanga. , 5. , 1-19. https://doi. org/10. 24034/j25485024. Egeten. Engkeng. , & Mandagi. Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan penyakit skabies di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8. Hafif. Hubungan personal hygiene dengan penyakit skabies pada santri di Pondok Pesantren Pelajar Walisongo Lamongan (Skripsi. STIKES Hang Tuah Surabay. STIKES Hang Tuah Surabaya. JIKKI - VOLUME 5 NUMBER 3. NOVEMBER 2025 e-ISSN : 2827-797X. p-ISSN : 2827-8488. Hal 146-153 Harahap. Pengaruh edukasi risiko pernikahan dini melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja di SMP Negeri 10 Kota Padangsidimpuan tahun 2023. Hilma. , & Ghazali. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian skabies di Pondok Pesantren Mlangi Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta. JKKI: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. https://doi. org/10. 20885/JKKI. Vol6. Iss3. Art6 Indah. Mania. , & Nursalam. Peningkatan kemampuan literasi matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based learning di kelas VII SMP Negeri 5 Pallangga Kabupaten Gowa. MaPan: Jurnal Matematika dan Pembelajaran, 4. , 200-210. https://doi. org/10. 24252/mapan. Marga. Pengaruh personal hygiene terhadap kejadian penyakit skabies. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9. , https://doi. org/10. 35816/jiskh. Nurlaily. , & Priyantiningsih. Hubungan PHBS dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Ngangkruk Desa Bandungsari Ngaringan Kabupaten Grobogan. Indonesia Jurnal Kebidanan, 4. , 1-7. https://doi. org/10. 26751/ijb. Nursalam. , & Efendi. Pendidikan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Oratmangun. , & Ariastita. Analisis hubungan karakteristik masyarakat dan bentuk partisipasi pengelolaan sampah di Kelurahan Maro. Distrik Merauke. Jurnal Teknik ITS, 9. C139-C146. https://doi. org/10. 12962/j23373539. Parman. Hamdani. Rachman. , & Pratama. Faktor risiko hygiene perorangan santri terhadap kejadian penyakit kulit skabies di Pesantren Al Baqiyatushshalihat Tanjung Jabung Barat tahun 2017. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 17. Prasetyo. Fauziyah. , & Anisa. Dampak edukasi kesehatan higiene diri terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit skabies. Jurnal Kedokteran Komunitas, 11. Rahman. Filsafat ilmu pengetahuan. Bandung: Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati. Sadali. Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Atta'dib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1. , 53-70. https://doi. org/10. 30863/attadib. Satria. Komara. , & Suzanto. Pengaruh sikap karyawan terhadap Majalah Bisnis IPTEK, 11. , https://doi. org/10. 55208/7tnm7e53 Suhartini. Magdalena. , & Novita. Hubungan dukungan suami, dukungan kader, dan dukungan keluarga terhadap perilaku keikutsertaan dalam kelas ibu hamil di Desa Giri Makmur Kabupaten Garut tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3. , https://doi. org/10. 55681/sentri. Pengaruh Metode Peer Education Terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pesantren Aceh Besar Suriya. , & Rosdiana. Pengaruh perilaku personal hygiene terhadap kejadian skabies di Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10. , 97-102. Wahyuni. Romansyah. , & Hardi. Pengaruh implementasi model problem based learning berbasis blended learning terhadap kemampuan memecahkan masalah. J-KIP (Jurnal Keguruan Ilmu Pendidika. , 3. , https://doi. org/10. 25157/j-kip. JIKKI - VOLUME 5 NUMBER 3. NOVEMBER 2025