Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Catring Makanan Menggunakan Metode Min-Max Stock Yeriaman Halawa Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi. Universitas Budi Darma. Medan. Indonesia Jl. Sisingamangaraja No. Siti Rejo I. Kec. Medan Kota. Kota Medan. Sumatera Utara. Indonesia Email: yerihalawa604@gmail. AbstrakOeUsaha Catering adalah usaha rumahan yang berjalan dalam persediaan makanan. Persediaan dapat diartikan sebagai bahan baku yang disimpan untuk digunakan pada masa periode yang akan datang. Akan tetapi hendaknya kuantitas persediaan itu jangan terlalu besar agar modal yang tertanam dalam persediaan dan biaya-biaya yang ditimbulkannya tidak terlalu besar dan jangan pula terlalu kecil karena dapat memperlambat proses produksi, bahan-bahan tersebut harus selalu tersedia untuk kelancaran proses produksi. Oleh sebab itu perlu dilaksanakan perencanaan dan pengendalian bahan baku. Pengawasan persediaan merupakan masalah yang sangat penting, karena jumlah persediaan akan menentukan atau mempengaruhi kelancaran proses produksi serta keefektifan dan efisiensi usaha tersebut. Metode pengendalian persediaan bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah metode min-max stock. Metode min-max stock adalah metode pengendalian bahan baku yang didasarkan atas asumsi bahwa persediaan bahan baku berada pada dua tingkat, yaitu tingkat maksimum dan tingkat minimum. Jika tingkat maksimum dan tingkat minimum sudah ditetapkan, maka pada saat persediaan sampai ke tingkat minimum pemesanan bahan baku harus dilakukan untuk menempatkan persediaan pada tingkat Hal ini untuk menghindari jumlah persediaan yang terlalu besar atau terlalu kecil. Penerapan metode min-max dilakukan sehingga gudang dapat mengetahui berapa stok minimum yang harus ada di gudang untuk memenuhi kapasitas kuantitas produksi serta berapa stok maksimum bahan baku di gudang agar tidak terjadi pemborosan biaya persediaan. Kata Kunci: Dapoer Azka. Persediaan. Min-Max. Bahan Baku. AbstractOeCatering Business is a home business that runs on food supplies or catering. Inventory can be defined as raw materials stored for use in the future. However, the quantity of inventory should not be too large so that the capital invested in inventory and the resulting costs are not too large and should not be too small because it can slow down the production process. These materials must always be available to ensure the production process runs smoothly. Therefore, it is necessary to plan and control raw materials. Inventory control is a very important issue, because the amount of inventory will determine or influence the smoothness of the production process as well as the effectiveness and efficiency of the business. The raw material inventory control method used in this research is the min-max stock method. The min-max stock method is a raw material control method which is based on the assumption that raw material inventory is at two levels, namely the maximum level and the minimum level. If the maximum level and minimum level have been set, then when the inventory reaches the minimum level an order for raw materials must be made to place the inventory at the maximum level. This is to avoid inventory amounts that are too large or too small. The application of the min-max method is carried out so that the warehouse can know what minimum stock must be in the warehouse to meet production quantity capacity and what the maximum stock of raw materials in the warehouse is to avoid wasting inventory costs. Keywords: Dapoer. Azka. Supplies. Min-Max. Raw Materials. PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya usaha rumahan catring makanan sehat di Indonesia yang dimana persaingan bisnis semakin tinggi, sehingga para pebisnis meningkatkan daya guna di segala bidang. Salah satunya dengan mewujudkan pengendalian persediaan. Tanpa persediaan, usaha dikemukakan pada resiko bahwa usaha tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu. Hal ini bisa saja terjadi karena tidak selamanya barang-barang itu tersedia, yang berarti bahwa usaha akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang seharusnya didapatkan. Pada usaha rumahan catring makanan sehat, persediaan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu persediaan bahan baku, persediaan bahan dalam proses, dan persediaan bahan jadi. Alasan utama mengapa perusahaan menyimpan bahan baku dalam jumlah besar adalah sebagai persediaan pengaman . afety stoc. apabila terjadi keterlambatan pengiriman dari pemasok sehingga proses produksi tidak terhenti. Setelah melakukan observasi ternyata usaha ini masih kurang baik dalam mempersiapkan persediaan bahan bakunya, masalah ini terbukti dengan pemilik usaha masih melakukan pemesanan kembali (Re Order Poin. ketika persediaan digudang sudah sangat sedikit dan tidak menetapkan persediaan pengaman . afety Stoc. untuk menjaga persediaan, sehingga membuat usaha catering sering mengalami kelebihan dan kekurangan bahan baku, dikarenakan bahan baku yang mudah membusuk dan kadaluarsa membuat pemilik harus lebih teliti dalam membuat stock. pemilik perlu melakukan perencanaan dan pengendalian bahan baku yang tepat agar dapat memiliki persedian yang seoptimal mungkin demi kelancaran operasi usaha. Maka dari itu digunakan metode Min-Max Stock dalam melakukan perhitungan agar persediaan bahan baku tidak lagi terjadi kekurangan dan kelebihan bahan baku dikemudian hari. Berdasarkan penelitian menyimpulkan bahwa Perusahaan perlu memberikan perhatian khusus tentang manajemen pengendalian persediaan bahan bakunya. Metode min-max dapat dijadikan acuan oleh perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku untuk ke depannya, agar tidak terjadi lagi kelebihan persediaan bahan baku . Serta menyimpulkan bahwa dari hasil perhitungan metode Min-Max Stock, maka persediaan bahan baku yang harus tersedia untuk mengantisipasi persediaan berada pada level minimum agar tidak kekurangan dan level maksimum agar tidak berlebihan sekaligus penggunaan biaya secara efisien . Penelitian ini memiliki hubungan dengan penelitian penulis kerana membahas mengenai persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Min-Max Stock. Yeriaman Halawa. JoGTC | Page 20 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah persediaan bahan baku pada usaha rumahan catring makanan sehat tersebut sudah efisien jika dibandingkan dengan hasil perhitungan dengan menggunakan metode min-max Metode min-max stock adalah metode pengendalian bahan baku yang didasarkan atas asumsi bahwa persediaan bahan baku berada pada dua tingkat, yaitu tingkat maksimum dan tingkat minimum. Jika tingkat maksimum dan tingkat minimum sudah ditetapkan, maka pada saat persediaan sampai ke tingkat minimum pemesanan bahan baku harus dilakukan untuk menempatkan persediaan pada tingkat maksimum. Hal ini untuk menghindari jumlah persediaan yang terlalu besar atau terlalu kecil. Dengan begitu pemilik usaha akan terhindar dari berlebihnya persediaan yang mengakibatkan pemborosan dan persediaan bahan baku. METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian. Penelitian yang dilakukan menerapkan beberapa tahapan penelitian sebagai berikut: Studi Literatur Pada tahap ini akan dipelajari sejumlah literatur mengenai konsep dan teknologi yang akan digunakan. Analisis Masalah Pada tahap ini, membahas mengenai analisis permasalahan yang terkait dengan kasus yang diangkat sebagai Perancangan Berdasarkan hasil analisis masalah yang telah diangkat, maka dibangun rancangan sistem meliputi arsitektur aplikasi. Implementasi Merupakan langkah penerapan yang telah dibuat ke dalam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah kecenderungan penyelesaian studi, dengan menggunakan metode Min Max. Pengujian Tahap selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap program yang dibangun untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem dan kekurangan metode yang diterapkan sehingga mampu menghasilkan informasi sesuai yang diharapkan. Dokumentasi Pada tahap ini, dilakukan penyususan laporan yang menjelaskan dasar teori dan metode yang digunakan dalam penelitian serta hasil dan implementasi aplikasi perangkat lunak yang telah dibuat. 2 Pengendalian Persediaan. Persediaan adalah sebagai suatu aktivitas lancar yang meliputi barang- barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha normal atau persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaanya dalam suatu proses produksi . Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi . iap untuk dijua. 3 Bahan Baku. Bahan baku adalah Produk seperti tembakau, plastik, kertas atau bahan lain yang diperoleh dari sumber alami atau dibeli dari pemasok atau diolah oleh perusahaan harus digunakan oleh perusahaan sendiri dalam proses produksi . Bahkan baku adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat barang jadi, bahan pasti menempel jadi satu dengan barang jadi. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bahan baku adalah bahan yang tampak pada suatu produk . 4 Data Mining. Data mining adalah kegiatan menemukan pola yang menarik dari data dalam jumlah besar, data dapat disimpan dalam database, data warehouse, atau penyimpanan informasi lainnya. Data mining berkaitan dengan bidang ilmu-ilmu lain, seperti database system, data warehousing, statistik, machine learning, information retrieval, dan komputasi tingkat Selain itu, data mining didukung oleh ilmu lain seperti neural network, pengenalan pola, spatial data analysis, image database, signal processing . Data mining didefinisikan sebagai proses menemukan pola-pola dalam data. Proses ini otomatis atau seringnya semiotomatis. Pola yang ditemukan harus penuh arti dan pola tersebut memberikan keuntungan, biasanya keuntungan secara ekonomi. Data yang dibutuhkan dalam jumlah besar . 5 Metode Min-Max Stock Metode Min-Max merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah persediaan maksimum dan minimum agar tidak terjadi kekurang dan kelebihan. Suatu persediaan bahan baku yang memiliki nilai paling besar merupakan persediaan maksimum. Sedangkan, persediaan bahan baku yang memiliki nilai paling kecil merupakan persediaan minimum maka perlunya pemesanan kembali agar tidak mengalami kekurangan atau kekosongan di gudang. Suatu kekurangan bahan baku dapat disebabkan karena adanya pemakaian bahan baku dengan jumlah besar. Sehingga dibutuhkan stok pengaman untuk mengantisipasi kekurangan tersebut. Pengendalian persediaan menggunakan metode min-max stock meliputi beberapa tahapan . , yaitu: Yeriaman Halawa. JoGTC | Page 21 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Menentukan Persediaan Pengaman (Safety Stoc. Safety stock atau persediaan pengaman adalah persediaan ekstra yang perlu ditambah untuk menjaga sewaktu-waktu ada tambahan kebutuhan atau keterlambatan kedatangan barang. Menentukan Persediaan Minimum (Minimum Inventor. Minimum Stock adalah saat atau titik dimana pemesanan kembali harus diadakan sehingga kedatangan atau penerimaan bahan tepat pada waktunya dimana jumlah persediaan sama dengan safety stock. Dalam metode persediaan yang lain, minimum stock biasanya disebut dengan Re Order Point. Menentukan Persediaan Maksimum (Maximum Inventor. Maximum Stock adalah jumlah maksimum yang diperbolehkan untuk disimpan dalam persediaan. Jumlah yang perlu dipesan untuk pengisian persediaan kembali. Perhitungan yang digunakan dalam metode Min-Max Stock . , sebagai berikut: Persediaan Pengaman (Safety Stoc. Safety Stock = (Pemakaian Maksimum T) x C Keterangan: T = Pemakaian barang rata-rata per periode . tn/sak/kg/. C = Lead Time . Persediaan Minimum (Minimum Inventor. Minimum Inventory = (T x C) R Keterangan: T = Pemakaian barang rata-rata per periode . tn/sak/kg/. C = Lead Time . R = Safety Stock . tn/sak/kg/. Persediaan Maksimum (Maximum Inventor. Maximum Inventory = 2(T x C) Keterangan: T = Pemakaian barang rata-rata per periode . tn/sak/kg/. C = Lead Time . Tingkat Pemesanan Persediaan Kembali Q = Max Ae Min Keterangan: Q = Tingkat pemesanan persediaan kembali . tn/sak/kg/. Max = Persediaan Maksimum . tn/sak/kg/. Min = Persediaan Minimum . tn/sak/kg/. HASIL DAN PEMBAHASAN Usaha Catering tentunya membutukan bahan baku utama beras, telur, tempe, dan bermacam jenis daging yang digunakan, pembelian bahan baku dari toko bahan baku yang telah menjadi rekanan selama ini. Data pembelian dan penggunaan bahan baku tahun 2018-2019 yang diperoleh dari usaha catering. Pada usaha Catring pendataan masih sangat minim dikarenakan tidak menggunakan pengendalian bahan baku yang efektif sehingga ketika bahan baku habis atau kurang hanya di belanjakan seperlunya saja, sehingga membuat pengendalian tidak efektif. Dibawah ini salah satu daftar pembelian dan pemakaian bahan baku yang menjadi acuan perhitungan pengendalian bahan baku, mulai dari bahan baku utama, beras, telur, daging ayam, daging sapi, daging ikan dan tempe. Tabel 1. Data Bahan Baku Utama Pemakaian 2018-2109 Bulan Januari Beras Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata - rata Bahan Baku Pemakaian . tahun 2018-2019 Telur Daging Ayam Daging Sapi Daging Ikan Tempe Yeriaman Halawa. JoGTC | Page 22 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc 1 Penerapan Metode Min-Max Stock. Dari hasil pengumpulan data bahan baku usaha catering, maka dapat dihitung hasil pengukuran sebagai berikut: Perhitungan Persediaan Bahan Baku Beras Tahun 2018-2019. Dari tabel berikut dapat dilihat data pembelian bahan baku beras pada usaha catering sebagai berikut: Tabel 2. Data Bahan Baku Pembelian Beras 2018-2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku Beras . Tahun Dari tabel diatas dapat dijelaskan, bahwasanya pembelian bahan baku beras pada usaha catering paling besar terdapat pada bulan November sebesar 285 kg tahun 2018 dan pada bulan oktober sebesar 330 kg tahun 2019. Adapun data pemakaian bahan baku beras tahun 2018-2019 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 3. Data Bahan Baku Pemakaian Beras 2018-2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata-Rata Bahan Baku Beras . Tahun Diketahui: Lead time = 7 hari . ,2 bula. (C) Stock Awal Tahun 2018 = 90 kg Pemakaian maksimum 2018 = 281 kg Pemakaian maksimum 2019 = 300 kg Pemakaian Rata-rata 2018 = 223. 25 kg Pemakaian Rata-rata 2019 = 254. 91666 kg Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2018 Safety Stock (Pemakaian Maksimum Ae T) x C = . kg/bulan Ae 223. 25 kg/bula. x 7 hr/bulan = 57. 75 kg/bulan x 0. 2 bulan = 11. 55 kg Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . 25 kg/bulan x 0. 2 bula. 55 kg = 44. 65 kg 11. 55 kg = 56. 2 kg Yeriaman Halawa. JoGTC | Page 23 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . 25/bulan x 0. 2 bula. = 89. 3 kg Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum = 89. 3 kg Ae 56. 2 kg = 33. 1 kg Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2019 Safety Stock (Pemakaian Maksimum Ae T) x C = . kg/bulan Ae 254. 91666 kg/bula. x 7 hr/bulan = 45. 08334 kg/bulan x 0. 2 bulan = 9. 016668 kg Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . 91666 kg/bulan x 0. 2 bula. 016668 kg = 50. 983332 kg 9. 016668 kg = 60 kg Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . 91666 kg/bulan x 0. 2 bula. = 101. 966664 kg Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum = 101. 966664 kg Ae 60 kg = 41. 966664 kg Stock Akhir 2018 (Total Pembelian - Total Pemakaia. Stock Awal = . 0 Kg Ae 2679 k. 90 kg = 181 90 = 271 kg Persediaan akhir pada tahun 2018 sebesar 271 kg inilah yang akan menjadi persediaan awal pada tahun 2019. Stock Awal Tahun 2019 = 271 kg Stock Akhir Tahun 2019 (Total Pembelian - Total Pemakaia. Stock Awal = . 0 kg Ae 3059 k. 271 kg = 171 271 = 442 kg Perhitungan Persediaan Bahan Baku Telur Tahun 2018-2019. Dari tabel berikut dapat dilihat data pembelian bahan baku telur usaha catering sebagai berikut: Tabel 4. Data Bahan Baku Pembelian Telur 2018-2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku Telur . Tahun Dari tabel diatas dapat dijelaskan, bahwasanya pembelian bahan baku telur pada usaha catering paling besar terdapat pada bulan juli sebesar 1015 butir tahun 2018 dan pada bulan oktober sebesar 1100 tahun 2019. Adapun data pemakaian bahan baku telur tahun 2018-2019 dapat dilihat pada tabel 4. Yeriaman Halawa. JoGTC | Page 24 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Tabel 5. Data Bahan Baku Pemakaian telur 2018-2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata-Rata Bahan Baku Telur . Tahun Diketahui: Lead time = 7 hari Stock (C) Stock Awal Tahun 2018 = 325 butir Pemakaian maksimum 2018 = 980 butir Pemakaian maksimum 2019 = 1075 butir Pemakaian Rata-rata 2018 = 802 butir Pemakaian Rata-rata 2019 = 905 butir Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2018 Safety Stock (Pemakaian Maksimum Ae T) x C = . butir/bulan Ae 802 butir/bula. x 7 hr/bulan = 178 butir/bulan x 0. 2 bulan = 35. 6 butir Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . butir/bulan x 0. 2 bula. 6 butir = 160. 4 butir 35. 6 butir = 196 butir Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . butir/bulan x 0. 2 bula. = 320. 8 butir Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum = 320. 8 butir Ae 196 butir = 124. 8 butir Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2019 Safety Stock (Pemakaian Maksimum Ae T) x C = . 5 butir/bulan Ae 905 butir/bula. x 7 hr/bulan = 170 butir/bulan x 0. 2 bulan = 34 butir Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . butir/bulan x 0. 2 bula. 34 butir = 181 butir 34 butir = 215 butir Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . 5 butir/bulan x 0. 2 bula. = 430 butir Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum Yeriaman Halawa. JoGTC | Page 25 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 20-27 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc = 430 butir Ae 215 butir = 215 butir Stock Akhir 2018 (Total Pembelian - Total Pemakaia. Stock Awal = . 0 butir Ae 9625 buti. 325 butir = 285 butir 325 buir = 610 butir Persediaan akhir pada tahun 2018 sebesar 610 butir inilah yang akan menjadi persediaan awal pada tahun 2019. Stock Awal Tahun 2019 = 610 butir Stock Akhir Tahun 2019 (Total Pembelian - Total Pemakaia. Stock Awal = . 40 butir Ae 10868 buti. 610 butir = 172 butir 610 butir = 782 butir Lakukan dengan cara yang sama untuk mencari stock akhir bahan baku daging ayam, daging sapi, daging ikan dan Dari hasil perhitungan semua bahan baku dapat dilihat pada table 6 dibawah ini: Tabel 6. Total Hasil Evaluasi Bahan Baku Beras (K. Telur . Daging Ayam . Danging Sapi . Daging Ikan . Tempe (Bungku. Safety Stock ( R ) 55/9. 6/34 383333/7. 85/6. 566666/8. 95/6. Hasil Evaluasi 2018/2019 Persediaan Min Persediaan Max 2/60 3/101. 196/215 8/430 599999/33. 4333333/51. 18/17. 3/23. 23/23 86666/29. 52/52. 1/92. Pemesanan Kembali (Q) 1/41. 8/215 83333/18. 3/5. 86666/6. 1/39. Dari Perhitungan di atas ini lah yang akan menjadi acuan untuk Persediaan di tahun 2020 setiap bulannya. KESIMPULAN Berdasarkan dari pembahasan sebelumnya, maka penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa, perhitungan stock persediaan bahan baku utama usaha catering belum efektif dan efesien, dikarenakan belum adanya metode khusus yang mendukung keberhasilan dari proses perhitungan sistem stock persediaan dengan masih dilakukannya perhitungan Metode min max stock dimulai dengan mencari nilai pemakaian tertinggi pada suatu bulan, lalu mencari nilai safety stock, kemudian menentukan persediaan minimun dan maksimum serta mencari nilai pemesanan kembali, sehingga mendapatkan hasil dari perhitungan metode min max stock. Melakukan perhitungan sistem stock persediaan berdasarkan data pembelian dan pemakaian di usaha catering pada tahun 2018-2019. REFERENCES