Konferensi Nasionaldan CallForPaper Fakultas Ekonomi danBisnis UNWAHAS xLembagaPendidikan Tinggi NahdlatulUlama AuDigital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023Ay DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 Universitas Sebelas Maret surakarta. Indonesia sitizubaida@student. Universitas Sebelas Maret Surakarta Indonesia Asrilaksmi_fe@staff. Universitas Sebelas Maret Surakarta Indonesa Akbaroedin. akbar@staff. ABSTRAK Digital marketing merupakan strategi promosi dan pemasaran melalui platform online yang menggunakan media digital, terutama jejaring sosial, untuk mencapai pasar yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif digital marketing dalam meningkatkan perekonomian pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Kabupaten Bojonegoro. Masalah yang diidentifikasi adalah kurangnya media promosi secara digital yang dilakukan oleh pengrajin bubut kayu serta masih rendahnya tingkat pendapatan mereka. Selain itu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing memiliki dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Penggunaan media promosi digital, seperti media sosial, dan platform e-commerce, memungkinkan pengrajin bubut kayu untuk mencapai pasar yang lebih luas dan menjangkau pelanggan potensial di luar wilayah lokal. Digital marketing juga membantu meningkatkan visibilitas dan keberlanjutan usaha pengrajin bubut kayu. Pengrajin bubut kayu mampu menguasai keterampilan digital marketing dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dalam bisnis Kata kunci: Digital marketing, pengrajin bubut kayu, social media. Abstract Digital marketing is a promotional and marketing strategy conducted through online platforms, primarily utilizing digital media, especially social networks, to reach a wider audience. This research aims to analyze the positive impact of digital marketing on improving the economic status of wood lathe craftsmen in Kasiman District. Bojonegoro Regency. The identified issues include the limited use of digital promotional media by wood lathe craftsmen and their relatively low income levels. Furthermore, this study employs a qualitative research method with data collection techniques involving interviews and observations of wood lathe craftsmen in Kasiman District. The research results reveal that digital marketing has a significant positive impact on enhancing the economic well-being of wood lathe craftsmen in Kasiman District. The utilization of digital promotional media, such as social media and e-commerce platforms, enables wood lathe craftsmen to expand their market reach and connect with potential customers beyond their local region. Digital marketing also aids in increasing visibility and the sustainability of wood lathe craftsmen's businesses. Wood lathe craftsmen have successfully acquired digital marketing skills, and by implementing appropriate marketing strategies, they can achieve greater profitability in their businesses. In conclusion, all wood lathe craftsmen express a strong interest in consistently utilizing social media marketing. Keywords: Digital marketing, wood lathe craftsmen, social media. DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 PENDAHULUAN Digital pemasaran digital telah menjadi salah satu tren terdepan dalam dunia bisnis Dengan kemajuan teknologi informasi dan internet, peluang baru terbuka untuk pengusaha dalam upaya memperluas jangkauan pasar dan memasarkan produk atau layanan Dalam era digital yang terus berkembang, pemasaran digital telah terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi Perubahan perilaku konsumen telah terjadi seiring dengan peningkatan penggunaan internet dan platform Adanya banyak pengguna internet dan media sosial menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha untuk potensial dan yang sudah ada. Berbagai strategi pemasaran digital, seperti pemanfaatan media sosial, konten digital yang relevan, dan iklan online, telah membantu pengusaha untuk lebih efisien dalam menyampaikan pesan pemasaran mereka kepada target pasar yang dituju. Dalam era digital saat ini, transformasi bisnis telah melanda berbagai sektor usaha. Usaha skala kecil dan menengah, termasuk pelaku usaha mikro, kini dapat dengan mudah produk mereka dan mencapai pasar yang lebih luas, bahkan hingga skala Kemunculan berbagai platform belanja online telah membuka peluang pasar yang sangat potensial, terutama bagi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) untuk aktif berperan dalam ranah digital. Hampir seluruh platform ini bergantung pada internet, termasuk media sosial yang saat ini telah menjadi sarana populer bagi masyarakat Indonesia memasarkan produk, jasa, serta layanan mereka Dalam konteks ekonomi, digital marketing telah membuka pintu peluang baru untuk Perusahaan yang menerapkan strategi digital marketing yang efektif dapat mengalami peningkatan dalam hal visibilitas merek, pertumbuhan jumlah pelanggan, serta peningkatan dalam volume penjualan. Dampak positif ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, melainkan juga oleh pelaku usaha kecil, menengah, dan individu yang terlibat dalam dunia Transformasi ini mencerminkan pergeseran besar dalam paradigma bisnis menuju pemanfaatan teknologi digital sebagai alat utama dalam Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) beragam jenis bisnis yang dikelola oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, atau bahkan rumah tangga. Indonesia. UMKM memainkan peran yang sangat signifikan sebagai landasan Mereka berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di kalangan Perkembangan UMKM di Indonesia peningkatan baik dalam hal kualitas maupun dukungan dari pemerintah dalam upaya memajukan para pelaku UMKM. Dukungan ini menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dan untuk menjaga serta memperkuat struktur perekonomian nasional. Kabupaten Bojonegoro adalah salah satu daerah yang aktif dalam upaya pengembangan UMKM meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Dengan jumlah UMKM yang cukup besar di Kabupaten Bojonegoro, pemerintah daerah perlu terus melakukan upaya pengembangan memberikan panduan dibutuhkan oleh para pelaku UMKM Kabupaten Bojonegoro terdiri DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 dari 28 kecamatan, dan berikut adalah Trucuk jumlah UMKM yang tercatat di sana. Sukose Kedewa Gondan Adapun Tabel 1 Total Jumlah UMKM di Kabupaten Bojonegoro Sekar Gayam Sumber: Tahu Kecama Jml Ngraho Tambak Ngambo Ngasem Jml Usah Mikr Jml Usah Men Bubulan Dander Bojonegoro, industri kerajinan bubut kayu jati. Kecamatan ini dikenal sebagai pusat kerajinan kayu dengan keunggulan dalam sumber daya alam, terutama pasokan kayu jati yang berlimpah. Keseluruhan Kabupaten Bojonegoro juga kaya akan hutan dan kayu, yang Kedung merupakan bahan baku utama dalam Kepohb Baureno Kanor proses kerajinan bubut kayu. Selain itu. Kecamatan Kasiman memiliki tenaga kerja yang sangat terampil dan berpengalaman dalam kerajinan ini, dengan pengetahuan dan keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sumber Pengrajin Balen menciptakan berbagai produk unik dari kayu jati, termasuk lampu kayu. Kapas Bojoneg dekorasi dinding, vas, miniatur, dan Kabupaten Sugihwa Contohnya, di Kecamatan Kasiman. Berdasarkan informasi yang tertera pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi UMKM yang sangat melimpah. https://data. berbagai karya seni lainnya, dengan desain yang kreatif dan tingkat keahlian yang tinggi. Keseluruhan potensi ini DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU 9DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN peluang besar bagi para BOJONEGORO 1. Asri Laksmi Riani 2. Akbarudin Arif3 Siti Zubaida Kalitidu 4. Malo Purwosa Kasima Temaya Margom akan mengkaji tentang dampak positif ekonomi pengrajin bubut kayu. kepada seluruh pelaku uisaha bahwa media digital sangat penting dalam penelitian ini dapat menjadi literasi Berdasarkan digital marketing terhadap peningkatan belakang di atas, maka penelitian ini Padanga upaya peningkatan pendapatan dari usaha yang dijalankan. DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 TINJAUAN PUSTAKA Digital Marketing Digital marketing saat ini menjadi salah satu pilihan utama yang sangat populer di kalangan masyarakat sebagai alat pendukung dalam rutinitas sehari-hari (Saputra et al. , 2. Definisi yang diberikan oleh American Marketing Association (AMA) mengenai digital marketing adalah bahwa ini adalah suatu rangkaian kegiatan, lembaga, dan proses yang memanfaatkan teknologi digital guna menghadirkan nilai kepada konsumen dan pihak-pihak terkait lainnya. Strategi melibatkan berbagai elemen penting yang mencakup: penyediaan informasi serta panduan produk, penggunaan gambar-gambar seperti foto atau ilustrasi produk, penggunaan video untuk menggambarkan produk atau dengan berbagai format informasi, pelaksanaan komunikasi online dengan pelaku bisnis, menyediakan alat pembayaran, memberikan layanan mendukung berbagai pendapat online, pelanggan, melacak catatan kunjungan, melalui SMS atau blog, mempermudah visibilitas dan kesadaran merek, serta kemampuan untuk mengidentifikasi serta menarik pelanggan baru. Semua elemen ini berperan penting dalam mencapai keberhasilan dalam strategi pemasaran digital. Dalam dunia pemasaran digital, terdapat lima saluran utama yang digunakan untuk melakukan promosi produk dan layanan. Pertama, kita memiliki website, yang merupakan halaman informasi yang dapat diakses melalui internet dari mana saja di seluruh dunia asalkan terhubung dengan internet. Kemudian, ada media berinteraksi, berbagi konten dalam berbagai bentuk seperti teks, gambar, video, dan streaming online. Beberapa contoh media sosial yang populer adalah Facebook. Instagram. Twitter, dan YouTube, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai tempat untuk Selanjutnya, ada online advertising, bentuk iklan yang ditampilkan secara online di situs web atau platform tertentu untuk menarik perhatian Perusahaan dapat dengan mudah memasang iklan di situs web pemasangan iklan. Forum diskusi adalah saluran lain yang digunakan dalam pemasaran digital, berupa kumpulan forum online yang berisi berbagai jenis data dan media, seperti gambar, animasi, suara, dan video, serta terhubung ke jaringan. Dan Terakhir, kita memiliki aplikasi seluler, perangkat smartphone dan tablet. Dengan seluler, semua informasi dapat diakses melalui perangkat seluler, termasuk peluang untuk melakukan transaksi secara mobile. Sistem yang terintegrasi dan selalu terupdate secara real-time mempromosikan produk dengan lebih efisien dalam bentuk konten, gambar, animasi, video, dan suara. Ini tidak hanya memudahkan konsumen dalam mencari produk yang mereka inginkan tetapi juga dapat mengurangi beban operasional yang harus ditanggung oleh perusahaan. Semua saluran ini menjadi elemen penting dalam strategi pemasaran digital yang sukses. UMKM Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) diatur oleh Undang-Undang DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008. Pasal 1 dari undang-undang ini menjelaskan bahwa Usaha Mikro adalah jenis usaha produktif yang dimiliki oleh individu atau badan usaha perorangan. Untuk diklasifikasikan sebagai Usaha Mikro, suatu usaha harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan dalam undang-undang tersebut. Selain itu. Usaha Kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan tidak terkait langsung atau tidak langsung dengan entitas yang masuk dalam kategori usaha menengah atau besar, selama usaha tersebut memenuhi syarat sebagai Usaha Kecil yang diatur dalam undang-undang yang sama Sementara itu. Usaha Mikro adalah jenis usaha ekonomi produktif yang juga berdiri sendiri dan tidak memiliki keterkaitan langsung atau tidak langsung dengan usaha mikro, kecil, atau besar lainnya yang sesuai dengan definisi Usaha Mikro yang telah diatur dalam undangundang tersebut. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan jenis usaha dengan ciri-ciri khas seperti pasar yang terbatas, tenaga kerja yang terbatas, dan dikelola oleh pemiliknya sendiri, seperti yang disebutkan oleh Simmons. Armstrong & Durkin . Menurut definisi Bank Dunia. UMKM adalah bisnis yang memenuhi minimal dua dari tiga kriteria, yaitu jumlah karyawan, ukuran aset, atau pendapatan tahunan. Definisi UMKM ini juga sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah, yang mendefinisikan tiga kategori utama: Usaha perorangan yang memenuhi kriteria ketentuan undang-undang ini. Usaha Kecil adalah jenis usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh individu atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian langsung atau tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sesuai dengan undangundang ini. Usaha Menengah adalah jenis usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh individu atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian langsung atau tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan yang ditetapkan dalam undangundang ini. Dalam kerangka Inpres No. 10/1999 tentang Pemberdayaan Usaha Menengah. UMKM adalah produktif yang dimiliki oleh warga negara Indonesia, dapat berbentuk badan usaha perorangan, badan usaha berbadan hukum atau tidak berbadan hukum, termasuk juga koperasi, yang berdiri secara independen dan bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang lebih besar. Kriteria kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang digunakan adalah dalam rentang tertentu, dan tidak termasuk dalam perhitungan tanah dan bangunan. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan metodologi Metode penelitian kualitatif dan digunakan untuk menganalisis situasi alam tanpa melibatkan eksperimen. Peneliti bertindak sebagai alat utama dalam proses penelitian ini, mengadopsi teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan menerapkan analisis data dengan pendekatan induktif/kualitatif. Sumber data utama dalam penelitian ini diperoleh dari para informan, melalui DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 dokumentasi kata-kata dan tindakan Budi Sabat Romidi Maryanto Agus Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut melakukan kunjungan langsung ke lokasi penelitian. Penelitian ini secara Tarom Kayu Pengrajin Bubut khusus berfokus pada Desa Batokan yang terletak di Kecamatan Kasiman. Nuri Kayu Pengrajin Bubut Kabupaten Bojonegoro, sebagai tempat Melalui Lasdi Kayu Pengrajin Bubut Madrim Udin Anang Arif mereka, serta didukung oleh data tambahan seperti dokumen terkait, literatur, jurnal, dan regulasi yang Peneliti melakukan investigasi serta memberikan penjelasan mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di Desa Industri Kecil dan Menengah dengan berinteraksi dengan para pengrajin yang ahli dalam pembuatan produk bubut Selanjutnya, data-data yang diperoleh dikelola dengan melakukan informasi yang relevan, serta melakukan seleksi data yang akan diintegrasikan ke dalam analisis penelitian. HASIL DAN DISKUSI Penerapan digital marketing, memberikan manfaat yang signifikan bagi pengrajin bubut kayu. Ini menjadi alat yang sangat berguna untuk mereka dalam beberapa aspek, termasuk sebagai saluran komunikasi langsung dengan calon pembeli, platform untuk mempromosikan produk-produk hasil konsumen, dan memberikan tanggapan kepada masyarakat. Berikut adalah data mengenai peserta pengrajin bubut Tabel 2. Daftar Pengrajin Bubut Kayu Nama Eko Kristato Huda Keterangan Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Pengrajin Bubut Kayu Dari total peserta sebanyak 15 orang, sebanyak 11 di antaranya telah secara aktif menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan produk mereka. Mereka cenderung menggunakan platform-media sosial utama seperti Facebook. Instagram, dan WhatsApp, karena merasa platformplatform ini sangat akrab dan mudah Meskipun menganggap bahwa pemasaran digital memiliki tingkat kesulitan tertentu, transaksi aktual yang terjadi melalui media sosial masih belum sebanding dengan metode penjualan langsung. Ada juga 3 peserta lainnya yang telah mencoba memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produk mereka, namun tingkat keterlibatan mereka tidak begitu aktif. Sedangkan sisanya, yaitu peserta yang tersisa, belum pernah menggunakan media sosial sama sekali. Mereka enggan mencobanya karena kurangnya pengetahuan tentang cara mengoperasikan teknologi tersebut. Tidak hanya itu, pengrajin kayu di Desa Batokan. Kecamatan Kasiman, juga telah menggunakan media digital DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 Umumnya, aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp untuk berkomunikasi, mempromosikan Selain itu, mereka juga sebagai metode pembayaran yang lebih Penerapan digital marketing memberikan dampak positif yang perekonomian pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan wawancara dengan para pengrajin bubut kayu, ditemukan beberapa manfaat marketing diantaranya adalah: Kemunculan beragam platform belanja online membuka peluang yang sangat besar bagi pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Dengan menggunakan internet dan media sosial, pengrajin dapat memperluas jangkauan pasar mereka hingga mencapai tingkat nasional dan Ini menjangkau audiens yang lebih luas penjualan produk bubut kayu. Pemanfaatan digital marketing mempermudah pengrajin dalam memasarkan produk dan layanan mereka dengan efisien. Lewat website, media sosial, dan iklan lengkap tentang produk bubut kayu yang mereka tawarkan. Penggunaan gambar dan video juga membantu konsumen untuk lebih memahami meningkatkan daya tariknya. Kehadiran forum diskusi dan alat komunikasi online memungkinkan pengrajin untuk berinteraksi secara langsung dengan calon pelanggan. Hal pemesanan produk dengan lebih cepat dan efisien. Di samping itu, ketersediaan testimoni dan ulasan dari pelanggan sebelumnya juga konsumen terhadap produk dan reputasi pengrajin. Kemudahan dalam mencari produk dan melakukan transaksi online berbelanja yang lebih nyaman bagi Dengan aplikasi seluler, konsumen dapat dengan mudah menemukan produk bubut kayu yang mereka cari dan melakukan pembelian kapan saja dan di mana saja. Hasil menunjukkan bahwa pengrajin yang aktif dalam menggunakan strategi perekonomian yang positif. wawancara dengan Pak Budi, seorang pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman, terlihat bahwa penggunaan digital marketing telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi Sebelum menggunakan digital marketing, pasar produk bubut kayu Pak Budi terbatas hanya di sekitar daerah Namun, setelah menggunakan media digital seperti website dan media sosial untuk mempromosikan produknya, ia berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar kota dan pulau lainnya. Menurutnya, digital meningkatkan jumlah pesanan dari konsumen di luar daerah dan juga mendatangkan banyak pelanggan baru. Dengan semakin banyak orang yang mengetahui produknya, pendapatan dari usaha bubut kayu Pak Budi juga meningkat secara signifikan. Meskipun terdapat tantangan dalam menggunakan digital marketing, seperti memperbarui konten secara berkala dan memastikan transaksi online berjalan lancar. Pak Budi menyatakan bahwa keuntungan yang didapatkan jauh lebih besar. berharap dapat terus memanfaatkan DAMPAK POSITIF DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN BUBUT KAYU DI KECAMATAN KASIMAN KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida1. Asri Laksmi Riani2. Akbarudin Arif3 digital marketing untuk meningkatkan kualitas produk dan memberikan dampak positif bagi perekonomiannya dan kelompok pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Dalam wawancara dengan Pak Eko, seorang pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Kabupaten Bojonegoro, penggunaan digital marketing telah memberikan peningkatan signifikan dalam aspek ekonominya. Sebelum menggunakan strategi digital marketing, usaha bubut kayu Pak Eko terbatas pada pasar lokal dan konsumen tetap yang sudah dikenal secara pribadi. Namun, setelah memanfaatkan media sosial dan website untuk memasarkan produknya, ia berhasil menjangkau pasar yang lebih luas dan mendapatkan permintaan dari Indonesia. Menurutnya, digital marketing telah membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan omset penjualan secara Dengan jumlah pesanan dan permintaan produk bubut kayu. Pak Eko telah dapat meningkatkan pendapatan usahanya secara konsisten. Ia juga merasa terbantu dengan kemudahan dalam bertransaksi online, yang memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesadaran mereknya di kalangan Dalam beberapa tahun terakhir. Pak Eko berhasil membangun citra merek yang kuat melalui digital marketing dan berharap dapat terus meningkatkan kualitas produk serta Bagi Pak Eko, digital marketing telah menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan perekonomian usaha bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Dengan demikian. Penggunaan digital marketing membuka peluang baru bagi pengrajin untuk mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dan Selain itu, melalui platform digital, pengrajin juga dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain, seperti supplier dan distributor, untuk meningkatkan distribusi produk secara lebih efisien. KESIMPULAN Berdasarkan mengenai dampak positif digital perekonomian pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Kabupaten Bojonegoro, dapat disimpulkan bahwa digital marketing memiliki peran yang sangat penting dalam mengangkat perekonomian pengrajin. Implementasi strategi digital marketing, seperti penggunaan media sosial, website, dan online advertising, telah membuka peluang baru bagi pengrajin untuk Selain itu, digital marketing juga membantu membangun citra merek yang kuat bagi pengrajin. Dengan berpromosi melalui media sosial dan website, pengrajin dapat memperkuat identitas merek mereka konsumen terhadap produk yang Hal ini berdampak positif pada peningkatan penjualan dan loyalitas konsumen terhadap produk pengrajin bubut kayu. digital marketing juga telah membawa perubahan positif dalam perekonomian pengrajin bubut kayu di Kecamatan Kasiman. Pengrajin telah berhasil memanfaatkan digital marketing sebagai alat yang efisien untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan penjualan, dan mencapai keberhasilan bisnis yang lebih baik. Diharapkan marketing ini terus ditingkatkan dan dijadikan sebagai strategi pemasaran yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha pengrajin bubut kayu di Kabupaten Bojonegoro. DAFTAR PUSTAKA