Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Modal Sosial Kewirausahaan Sosial (Studi Organisasi Mahasiswa HMP UNESA) Lutfi Hariyanto NugrohoA. Diyah UtamyA Program Studi Sosiologi. Jurusan Ilmu Sosial. FISH-Unesa Lutfinugroho16040564048@mhs. Abstract Students have an important role in community development, because after they finish carrying out their lectures they will return to society with the knowledge and knowledge they have. The university has many organizations within it such as BEM. HMJ. DPM and Ormada. One organization that has a work program that goes directly to the community is the Regional Student Organization and is usually abbreviated . This research was conducted using qualitative methods with a phenomenological perspective. This study uses a conceptual approach from Robert Putnam regarding social capital, according to Putnam the role of voluntary associations is related to the idea of pluralism that exists in society and is widely developed in modern society. The idea of pluralism was developed in an effort to appreciate differences and diversity. This study aims to determine the purpose of the formation of the Ormada and its benefits for students and the local community. HMP Unesa is one of the organizations whose members are students from Ponorogo Regency. HMP Unesa often conducts work programs to serve and provide information to the Ponorogo community. In the process the organization has values and norms as well as obstacles that occur within it. Barriers that exist include members, finance, social networking. Every organization must have its own way to solve the problems in it. Keywords: HMP Unesa, social capital. Robert Putnam. Mahasiswa memiliki peran yang penting dalam pembangunan masyarakat, karena setelah mereka selesai melaksanakan perkuliahan mereka akan kembali kepada masyarakat dengan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki. Universitas memiliki banyak organisasi di dalamnya seperti BEM. HMJ. DPM dan Ormada. Salah satu organisasi yang memiliki program kerja langsung terjun kepada masyarat adalah Organisasi Mahasiswa Daerah dan biasa disingkat . Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan konsep pemikiran dari Robert Putnam mengenai modal sosial, menurut Putnam peran dari asosiasi sukarela terkait dengan ide pluralisme yang ada di dalama masyarakat dan banyak berkembang di dalam masyarakat modern. Ide pluralisme dikembangkan dalam upaya untuk menghargai perbedaan dan keragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan dari terbentuknya ormada dan manfaatnya untuk mahasiswa maupun masyarakat daerah. HMP Unesa merupakan salah satu ormada yang anggotanya mahasiswa dari Kabupaten Ponorogo. HMP Unesa sering melakukan program kerja untuk mengabdi dan memberikan informasi kepada masyarakat Ponorogo. Dalam prosesnya organisasi tersebut memiliki nilai dan norma serta hambatan yang terjadi di dalamnya. Hambatan yang ada diantaranya adalah anggota, keuangan, jejaring sosial. Setiap organisasi pasti memiliki caranya tersendiri untuk menyelesaikan masalah yang ada di dalamnya. Kata Kunci : HMP Unesa, modal sosial. Robert Putnam Pendahuluan Pendidikan adalah sebuah proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mendewasakan pikiran dari para siswa. Pendidikan merupakan sesuatu hal yang dicari-cari oleh beberapa orang. Pastinya mereka menginginkan untuk mecapai tingkat pendidikan yang tinggi orang tua juga pastinya menginginkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sebab ketika seseorang Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 mendapatkan pendidikan yang layak mereka pastinya akan mendapatkan pengetahuan yang lebih dan juga akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan ketika selesai menempuh pendidikan. Untuk mendapatkan pendidikan yang layak tak jarang beberapa orang melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkannya, salah satunya adalah dengan merantau ke luar daerahnya. Tempat yang dituju oleh seseorang pastinya adalah di daerah perkotaan. Di perkotaan sendiri pendidikan cukup maju jika dibandingkan dengan pendidikan yang ada di daerah-daerah. Sebagian besar yang merantau ke kota merupakan seseorang yang sudah tamat SMA dan ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu di Universitas. Mahasiswa merupakan seseorang yang menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di Mahasiswa membawa tanggung jawab yang harus dilakukan yaitu dari harapan orang tuanya yang mengharapkan anak yang disekolahkan tersebut dapat meningkatkan taraf hidup dari keluarganya serta menambah wawasan yang dimilikinya. Ketika menyelesaikan perkuliahannya mahasiswa memiliki tugas-tugas yang harus diselesaikan mulai dari tugas mata kuliah sampai mengerjakan skripsi dimana skripsi merupakan tugas akhir bagi mahasiswa untuk dapat lulus dari Di dalam perguruan tinggi terdapat Tri Dharma di mana hal tersebut merupakan salah satu visi yang dimiliki oleh seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tri Dharma pada perguruan tinggi juga ditujukan untuk para mahasiswa, oleh sebab itu mahasiswa haruslah tahu dan memahami maksud dari Tri Dharma tersebut. Terdapat 3 aspek pada Tri Dharma 1. Pendidikan dan Pengajaran 2. Penelitian dan Pengembangan 3. Pengabdian pada Masyarakat. Pada aspek ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat biasanya mahasiswa melakukannya melalui organisasi yang di ikutinya ketika berada di kampus. Tri Dharma tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab dari mahasiswa saja tetapi para pendidik dan juga orang yang terlibat di dalamnya memiliki tanggung jawab yang sama. Di Unesa sendiri ada berbagai macam organisasi yang ada di dalamnya. Organisasi tersebut bertujuan untuk dapat mengembangkan potensi dari setiap mahasiswa. Pertama adalah Ormawa . rganisasi mahasisw. , kedua ada UKM . nit kegiatan mahasisw. , ketiga ada ormek . rganisasi mahasiswa ekterna. , terakhir ada ormada . rganisasi mahasiswa daera. Ormada sendiri berisikan dari mahasiswa yang berasal dari suatu daerah berkumpul dan membuat sebuah organisasi yang bertujuan untuk membangun kekeluargaan dan pembangunan yang ada di daerah asal Pembangunan yang ada di dalam masyarakat di sebuah daerah bukan hanya menjadi bagian untuk pemerintah saja tetapi juga merupakan peran dari mahasiswa yang mana mereka merantau ke suatu daerah dengan harapan mereka mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi. Pembangunan yang ada di dalam masyarakat di sebuah daerah bukan hanya menjadi bagian untuk pemerintah saja tetapi juga merupakan peran dari mahasiswa yang mana mereka merantau ke suatu daerah dengan harapan mereka mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi. Mahasiswa perantau juga harup memperhatikan keadaan yang ada di dalam daerahnya dan juga memiliki inisiatif untuk membangun daerahnya. Peran dari pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan oleh mahasiswa perantauan dimana pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi para mahasiswa perantau dalam melakukan pengabdian kepada daerahnya. Banyak organisasi mahasiswa daerah yang memiliki program kerja dimana mereka mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan pembangunan daerah asalnya. Program kerja yang sering dilakukan adalah pengabdian masyarakat dan juga bakti sosial. Program kerja tersebut merupakan salah satu dari tujuan ormada itu dibentuk. Hal tersebut juga merupakan salah satu program kerja tahunan, dimana mereka melakukannya setiap satu tahun sekali selama beberapa hari. Tidak hanya dilakukan Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 satu kali saja tetapi program kerja tersebut dilakukan secara terus menerus setiap tahunnya. Bagi setiap ormada mereka memiliki program kerja unggulan yang berbeda antara satu dengan yang Sistem organisasinya pun berbeda antara satu ormada dengan yang lain. Ormada biasanya juga ikut serta menyebarkan informasi-informasi tentang dunia perkuliahan dan juga jalur masuknya, sehingga para siswa khusunya di kelas XII mendapatkan informasi dan juga termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di tingkat Universitas Terdapat berbagai macam permasalahan sosial yang ada di dalam masyarakat. Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian yang terjadi antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, dimana ketidaksesuaian tersebut dapat membahayakan kehidupan kelompok sosial masyarakat. Kondisi tersebut diluar ekspetasi dari masyarakat dan juga masyarakat tidak menginginkan permasalahan sehingga masyarakat melakukan sebuah tindakan yang mana ditujukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Masalah sosial tersebut muncul dari aspek-aspek perubahan sosial dan juga perkembangan dari perubahan sosial tersebut. Terdapat empat faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial yaitu faktor ekonomi, budaya, biologis, dan psikologis. Faktor-foktor tersebutlah yang menjadi penyebab permaslahan sosial yang ada di dalam masyarakat. Ada berbagai macam masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat antara lain: kemiskinan, pengangguran, kependudukan, pendidikan, kesenjangan sosial, kriminalitas dan lain sebagainya. Dengan banyaknya permasalahan tersebut maka diharapkan mahasiswa sebagai agen perubahan dapat memberikan pengaruh dan pembangunan yang ada di dalam masyarakat. Pembangunan tersebut dapat di lakukan melalui organisasi dan juga sebuah kegiatan yang di tujukan pada orangorang yang membutuhkan, seperti pengabdian masyarakat dan lain sebagainya. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan membutuhkan elemen-elemen yang ada pada modal sosial seperti jejaring sosial. Jejaring sosial memiliki elemen-elemen yaitu kepercayaan, nilai dan norma serta kerja sama bersama dengan masyarakat. Jejaring sosial memiliki peran yang sangat penting dalam memperoleh informasi mengenai permasalahan apa saja yang ada di dalam lingkungan Setelah memperoleh informasi tersebut kemudian bisa di diskusikan bersama-sama untuk menemukan alternatif pada pemecahan permasalahan tersebut. Mahasiswa diharapkan dapat peka terhadap permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Mahasiswa perantauan yang mana mereka membuat sebuah organisasi mahasiswa daerah yang bertujuan untuk memajukan kampung halamannya melalui kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial merupakan orang atau lembaga inovatoif yang memajukan penciptaan dan penyelenggaraan usaha yang berhasil bagi mereka yang membutuhkan. Sesuatu hal yang menbuat beda kewirausaan sosial dengan usaha biasa adalah kewirausahaan sosial lebih memperdulikan kesejahteraan orang lain daripada memperdulikan kesejahteraan diri sendiri. Pihak yang dibantu oleh wirausaha sosial adalah golongan yang kurang beruntung atau golongan miskin yang ada di dalam masyarakat. Kajian Pusataka Teori Robert Putnam Kewirausahaan sosial Kewirausahaan sosial merupakan pengembangan dari kewirausahaan bisnis dengan menambahkan aspek sosial di dalamnya. Aspek sosial dalam kewirausahaan sosial merupakan aspek terpenting atau tujuan utama dari dilakukannya usaha tersebut. Menjadi seorang wirausaha sosial haruslah peka terhadap permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Terdapat banyak permasalahan sosial yang terdapat di dalam masyarakat seperti masalah di bidang kesejahteraan, pendidikan. Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 ekonomi, kesehatan. Kewirausahaan sosial berbeda dengan kewirausahaan bisnis, jika kewirausaan bisnis mereka menitik beratkan kegiatannya untuk mendapatkan keuntungan di dalamnya. Kewirausahaan sosial sendiri mereka lebih berfokus untuk membangun masyarakat dengan mencari permasalahan sosial yang ada di masyarakat. kewirausahaan sosial biasanya menjual produk maupun layanan, hal tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan uang agar dapat mencapai tujuan yang mereka ingin capai. Kewirausahaan sosial memiliki kendala yaitu pada bidang pendanaan, oleh sebab itu mereka bekerjasama dengan pemerintah dan pihak swasta untuk melaksanakan program kerja yang akan dilaksanakan. Modal sosial Konsep yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah konsep modal sosial. Modal sosial sendiri merupakan usaha yang dilakukan untuk mengelola, menigkatkan dan memdayagunakan relasi sosial yang mana hal tersenut dilakukan untuk mendapatkan keuntungan baik dari hal ekonomi maupun Relasi-relasi yang ada didalam modal sosial sendiri berisi nilai dan norma, kepercayaan, dan hubungan yang saling menguntungkan antara satu dengan yang lain. Modal sosial memiliki sifat yang tidak kasat mata. Hal tersebut baru diketahui kebenarannya jikalau orang menjalin relasi sosial satu sama lain. Analisis modal sosial dalam sosiologi pada umumnya fokus pada level kelompok, komunitas, dan masyarakat bukan pada level individu. Teori yang digunakan sebagai acuhan dalam penelitian ini adalah konsep pandangan dari Robert Putnam mengenai modal sosial. Modal sosial dari pemikiran Putnam dibangun melalui jejaring sosial. Terdapat tiga komponen menurut Putnam yang menjadi dasar dari adanya modal sosial itu sendiri. Kepercayaan atau nilai-nilai positif yang menghargai perkembangan. Norma sosial dan obligasi 3. Jejaring sosial yang menjadi wadah dalam kegiatan sosial seperti asosiasi Perkembangan modal sosial menurut Putnam terdapat keterkaitan dan peran penting dari adanya asosiasi sukarela. Asosiasi sukarela bukan hanya tempat untuk menyalurkan informasi saja, tetapi juga menjadi tempat untuk berinteraksi dan melakukan transaksi untuk aktor-aktor yang ada di Aktor-aktor yang ada di dalamnya kemudian akan mendapatkan keuntungan karena adanya interaksi dan transaksi tersebut. Keuntungan tersebut dapat diperoleh karena dua faktor yaitu kepercayaan antara satu dengan yang lain dan juga adanya nilai-nilai positif yang menghargai . Konsep Putnam mengenai peran dari asosiasi sukarela terkait dengan adanya gagasan mengenai pluralisme yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat. Pluralisme sendiri muncul dan berkembang dalam upaya menghargai perbedaan dan keragaman yang ada di dalam masyarakat. Adanya ide pluralisme di dalam peran asosiasi sukarela diharapkan agar setiap aktor yang ada di dalamnya dapat bersatu karena mereka dapat menghargai adanya perbedaan dan keragaman yang Hal tersebut dapat menumbuhkan rasa kepercayaan atau nilai-nilai positif yang menghargai perkembangan dan juga kerja sama antara aktor satu dengan yang lain sehingga mampu menciptakan sebuah kondisi yang kondusif di dalam asosiasi sukarela tersebut. Modal sosial dapatdapat dianalisis dalam beberapa level salah satunya adalah level meso, dalam level meso terdapat beberapa tahapan untuk melaksanakan penelitian tentang modal sosial. Mengidentifikasi organisasi, asosiasi, himpunan ataupun perkumpulan yang dibentuk untuk mendapatkan keuntungan maupun merealisasikan tujuan tertentu. Menentukan jumlah organisasi, asosiasi, himpunan dan perkumpulan yang menjadi subjek Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Mengidentifikasi jenis kegiatan yang dilaksanakan agar dapat dijadikan titik awal untuk menggali data yang ada didalamnya. Menggali identitas didalamnya yang dapat dijadikan sebagai subjek penelitian seperti tujuan, sasaran, kegiatan, sistem pengelolaan, dan lainnya. Menggali dimensi struktural modal sosial seperti jejaring sosial yang ada di dalamnya. Menggali dimensi kultural meliputi relasi, norma dan nilai yang ada di dalamnya. Penelitian Terdahulu Sebelum dilaksanakan penelitian ini, terdapat beberapa penelitian serupa yang pernah hasil penelitian dari Nur Firdaus dengan judul pengatasan kemiskinan dengan pendekatan kewirausahaan sosial. Fokus pada penelitian ini adalah dengan melihat aspek kemiskinan yang ada di Kewirausahaan sosial menjadi salah satu cara agar kemiskinan yang ada di dalam masyarakat dapat sedikit berkurang. Penelitian ini memilih dua buah lembaga yang mana organisasi tersebut ditujukan untuk melakukan kewirausahaan sosial. Lembaga yang menjadi studi kasus adalah Bina Swadaya dan Mitra Bali. Kedua lembaga tersebut memiliki peran aktif di dalam masyarakat. Peran utama lembaga ini adalah dengan mendorong ekonomi masyarakat sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan. Keberadaan pelaku pengembangan kewirausahaan sosial dapat menjadi mitra dari pemerintah dalam mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Kewirausahaan sosial menggunakan studi kasus yang berbentuk social business. Social business sendiri menggunakan pendekatan konsep kewirausahaan dalam upaya membangun ekonomi masyarakat miskin yang merujuk pada Yunus . Penelitian kedua dilakukan oleh Umi Karomah Yaumidin dengan judul Kewirausahaan Sosial Sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Tantangan Sinergi Multi-Sektor dan Multi-Dimensi. Fokus pada penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara kewirausahaan sosial dengan tanggung jawab sosial perusahaan dengan studi kasus BUMN (Badan Usaha Milik Negar. Tanggung jawab perusahaan dalam hal ini adalah CSR. CSR di dalam perusahaan sejatinya adalah sebuah bentuk dari tanggunga jawab perusahaan bukan sebagai beban yang di terima oleh Penelitian ini menggunakan metode ekploratif yang bertujuan untuk menggali data sedalam-dalamnya. Penelitian ini menggunakan konsep dari Gariga dan Mele . yang memetakan berbagai penelitian tentang CSR dengan menggunakan pendekatan teoritis yang terbagi dalam empat kelompok yaitu teori moral, teori instrumental, teori intregratif dan teori politik. Penelitian ketiga dilakukan oleh Atu Bagus Wiguna and Asfi Manzilati dengan judul Social Entrepreneurship and Socio-entrepreneurship: A Study with Economic and Social Perspective. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dari kewirausahaan sosial dengan menggunakan sumber literatur buku dan juga artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwasanya kewirausahaan sosial relevan diterapkan di Indonesia dan negara-negara lain yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan rakyat. Kewirasahaan sosial memiliki pemahaman mengenai hal yang menyangkut dengan bisnis tetapi dia melihat dari aspek sosial yang lebih luas bukan dari aspek ekonomi di Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data seperti literatur ilmiah, jurnal, artikel dengan menggunakan konsep dari Bordens dan Abbot. Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Penelitian keempat dilakukan oleh Tina Saebi dengan judul Social Entrepreneurship Research: Past Achievements and Future Promises Fokus dari penelitian ini adalah dengan melihat dari pencapaian serta kekurangan yang telah di berikan oleh kewirausahaan sosial. Peneliti menyimpulkan bahwasanya kewirausahaan sosial masih merupakan konsep yang tidak jelas dan diperebutkan yang berhubungan dengan fenomena bertingkat dan bertingkat banyak, yang telah diteliti pada berbagai tingkat analisis tetapi tidak dalam pengaturan multilevel eksplisit. Penelitian ini mengekstrak dari 395 artikel jurnal papan atas di seluruh dunia. Penelitian keenam dilakukan oleh Richard Lang. Matthias Fink dengan judul Rural social entrepreneurship: The role of social capital within and across institutional levels Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari kewirausahaan pada jejaring sosial dalam pembanggunan yang ada di pedesaan. Bagaimana kewirausahaan sosial dapt memanfaatkan sumberdaya yang ada di pedesaan dengan pemerintah setempat. Penelitian ini menggunakan teori dari Robert Putnam mengenai modal sosial. Fokus pada penelitian ini adalah melihat hubungan yang ada antara kewirausahaan sosial pedesaan dengan pemerintah desa dimana banyak permasalahan yang muncul disebabkan permasalahan dengan perangkat desa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang saya lakukan adalah penelitian ini memiliki subjek penelitian kewirausahaan sosial pedesaan dan modal sosial yang ada melihat permasalahan yang ada di perangkat pemerintahan. Metode penelitian Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan konsep pemikiran dari Robert Putnam mengenai modal Penelitian ini menggukan metode deskriptif dengan tujuan agar data yang diperoleh lebih Hasil dari penelitian ini berisikan mengenai mendeskripsi dan mengkontruksi wawancarawawancara yang telah dilakukan di lapangan terhadap subyek penelitian sehingga dapat memberikan gambaran apa yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Univeritas Negeri Surabaya, sebab subjek penelitian berstatus mahasiswa di Universitas tersebut, wawancara dilaksanakan di area dalam kampus ketika subjek memiliki waktu luang setelah melaksanakan perkuliahan. Penelitian ini bersifat fleksibel yaitu penelitian ini juga bisa dilakukan di Kabupaten Ponorogo disaat narasumber sedang melaksanakan program kerja. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah mereka yang tergabung di dalam organisasi mahasiswa daerah . HMP UNESA. Subjek dipilih dengan menggunakan metode Purpose Sampling. Metode itu digunakan agar peneliti dapat mengambil subjek dengan kriteria tertentu agar sesuai dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Adapun pertimbangan dalam penentuan subjek penelitian ini sebagai berikut : Menjadi pengurus lebih dari satu tahun kepengurusan. Subjek tersebut merupakan mereka yang aktif dalam kegiatan program kerja yang dilaksanakan oleh HMP UNESA. Mengetahui seluk beluk dari HMP UNESA. Hasil dan Pembahasan Berkaitan dengan modal sosial di dalam kewirausahaan sosial Robert Putnam menjelaskan bahwasannya terdapat tiga komponen untuk terwujudnya modal sosial, yaitu 1. Kepercayaan atau nilai-nilai positif dalam yang menghargai terntang perkembangan atau prestasi. Norma sosial atau Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Jejaring sosial yang menjadi wadah untuk melaksanakan kegiatan sosial, terutama dalam organisasi sukarela. Salah satu organisasi sukarela yang saya teliti adalah Himpunan Mahasiswa Ponorogo Universitas Negeri Surabaya (HMP Unes. Dalam menjalankan organisasi HMP Unesa memiliki peran untuk membantu daerah asal untuk lebih berkembang lagi, ketika menjalankan program kerja HMP Unesa memiliki beberapa kendala dikarenakan mereka adaalah organisasi sukarela dimana tidak ada yang menyokong mereka baik dari dana maupun dari luar organisasi. Tujuan HMP Unesa HMP Unesa merupakan perkumpulan dari mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Ponorogo yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya. Tujuan utama mereka membentuk organisasi ini adalah untuk menjadi wadah bagi mahasiswa dari Ponorogo agar bisa survive atau bertahan hidup ketika mereka melaksanakan perkuliahan di Kota Surabaya. Mahasiswa dari Ponorogo bisa lebih tenang karena mereka memiliki teman satu daerah sehingga mereka bisa berkumpul dan ketika mau pulang pergi dari Ponorogo ke Surabaya mereka memiliki teman sehingga mereka tidak merasa kesepian ketika berada di Surabaya. Seiring berjalannya waktu organisasi yang mereka buat menjadi lebih berkembang sehingga mereka tidak hanya sebagai wadah untuk berkumpul tetapi mereka melakukan beberapa kegiatan HMP Unesa sadar bahwasannya selama mereka menjalankan perkuliahan mereka memiliki banyak ilmu baru dan ingin membagi ilmu tersebut kepada daerah asal mereka yaitu di Ponorogo. Dengan perkembangan tersebut mereka mulai membuat event atau program kerja yang akan dilaksanakan di daerah asal mereka yaitu Ponorogo. Program kerja tersebut bertujuan untuk memberikan informasi maupun keilmuan yang mereka dapatkan ketika berkuliah, tidak hanya untuk masyarakat umum saja tetapi juga untuk siswa SMA. Tanpa disadari mereka memberikan dampak positif kepada masyarakat di Ponorogo. Nilai dan Norma di dalam HMP Unesa Ormada HMP Unesa memiliki nilai dan norma yang harus dipatuhi oleh setiap anggota Hal tersebut terdapat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang mana menjadi pedoman dari organisasi agar menjadi patokan dan tidak melanggar aturan yang telah di AD&ART merupakan daftar pengambilan peraturan atau hukum dalam konteks ini adalah Ormada HMP Unesa. Rasa saling percaya antara anggota satu dengan yang lain juga merupakan salah satu cara untuk memperkuat hubungan. HMP Unesa dalam menjalankan program kerja mereka akan berbaur dalam masyarakat terdapat norma-norma yang harus disepakati didalamnya. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk terciptanya keuntungan diantara kedua belah pihak yaitu dari masyarakat dan juga dari HMP Unesa. Jika norma-norma tersebut dilanggar maka adaka terjadi konflik antara keduanya. HMP Unesa sendiri menanggapi perbedaan tersebut dengan cara melebur dan berbaur bersama masyarakat. dengan demikian terjadilah kerjasama yang saling menguntungkan karena mahasiswa juga mendapatkan pelajaran ketika menjalankan program kerja. Hingga saat ini HMP Unesa tidak pernah mengalami konflik dengan masyarakat karena mereka dapat bersatu dengan norma-norma yang ada di dalamnya. Jejaring Sosial HMP Unesa Jejaring sosial merupakan salah satu hal yang penting di dalam organisasi agar organisasi tersebut dapat dengan lancar melaksanakan program kerja. Jejaring sosial yang sering kali berhubungan dengan HMP Unesa adalah Pemerintah Daerah Ponorogo. Hal tersebut dikarenakan Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 program kerja yang dilaksanakan merupakan terjun langsung kedalam masyarakat, sehingga Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam terlaksananya program kerja tersebut seperti memberikan izin maupun memberikan support seperti menjadi pemateri ataupun meminta tanda tanggan untuk pembuatan sertifikat. Selain pemerintah biasanya jejaring sosial terdapat pada perusahaan yang ada di Kabupaten maupun diluar Kabupaten. Perusahaan memiliki peran penting sebagai sponsor yang memberikan dana agar terlaksanakannya program kerja. HMP Unesa termasuk dalam organisasi sukarela, sehingga mereka harus mencari dana mereka sendiri untuk bisa menjalankan organisasi. Universitas juga memiliki peran yang penting bagi HMP Unesa, karena ormada memerlukan informasi dari universitas untuk menyebarluaskan di media sosial maupun di program kerja mereka. Hambatan di dalam HMP Unesa HMP Unesa memiliki hambatan dalam menjalankan organisasi dan juga program kerja. Unesa sendiri memiliki dua tempat perkuliahan yang ada di Ketintang dan Lidah Wetan, kendalanya sendiri merupakan karena jarak yang cukup jauh sehingga koordinasi sesama anggota sedikit terganggu. Ketika mereka ingin melakukan rapat maupun berkumpul satu sama lain akan sulit karena tidak semua mahasiswa membawa kendaraan ketika di Surabaya. Banyak juga mahasiwa yang berasal dari Ponorogo yang belum terjaring dengan ormada dan juga banyak yang tidak mengikuti HMP Unesa, karena kesibukan kampus maupun mengikuti organisasi lain di dalam kampus. Dengan adanya beberapa hambatan tersebut maka HMP Unesa memiliki sikap untuk menyelesaikannya. Beberapa anggota tidak bisa mengikuti rapat kerja dan juga berkumpul ketika akan melaksanakan kegiatan, tetapi pada saat kegiatan dilaksanakan maka mereka akan datang untuk mmbantu. Hal tersebut membuktikan bahwa kekeluargaan didalam organisasi sangatlah dekat, mereka saling membantu satu dengan yang lain. Masyarakat menjadi target utama dalam program kerja yang dilaksanakan oleh HMP Unesa, dalam melakasanakannya terdpat beberapa kendala yang dialami seperti susahnya mencari tempat untuk malaksanakan program kerja. Nilai dan norma yang ada didalam masyarakat juga berbeda dengan yang ada di dalam keanggotaan, sehingga perlu adanya penyesuaian dari setiap anggota. Ketika melaksanakan program kerja mereka akan membaur dengan masyarakat agar acara dapat dilakasnakan dengan lancar. Selain mayarakat secara umum program kerja di targetkan kepada siswa di SMA sederajat, hambatan yang dialami adalah sering terjadi bentrokan jadwal antara organisasi satu dengan yang lain. Banyak organisasi mahasiswa lain yang melaksanakan program kerja sama dengan apa yang dilakukan oleh HMP, sehingga penjadwalan kegiatan sedikit terhambat ketika akan melaksanakan kegiatan. Anggaran merupakan masalah utama dalam organisasi sukarela karena mereka tidak memiliki sumber dana yang pasti. Setiap agenda program kerja yang akan dilaksanakan sering terbentur oleh kurangnya anggaran di dalam organisasi. Meskipun sudah mencari sponsor tetapi masih saja mengalami anggaran didalamnya. Oleh sebab itu HMP Unesa harus pintar mengatur keuangan mereka agar dapat menjalankan organisasi. Mereka biasanya mecari anggaran untuk agar bisa terus aktif dalam program kerja dengan cara membuat program kerja yang dapat menghasilkan banyak uang seperti perlombaan futsal antar SMA sederajat di Kabupaten Ponorogo. Dengan diadakannya kegiatan tersebut mereka bisa mendapatkan keuntungan dengan cara menjual tiket perlombaan dan juga mencari sponsor. Uang hasil kegiatan tersebut dimasukan kedalam kas organisasi dan tidak dibagikan kepada anggota lain tetapi diputar lagi untuk bisa melaksanakan program kerja yang Dengan demikian permasalahan anggaran yang dialami oleh HMP Unesa dapat terselesaikan Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 dan mereka bisa melakasanakan program kerja. Relasi atau jejaring sosial juga menjadi hambatan dalam menjalankan program kerja. Minimnya relasi yang dimiliki oleh organisasi baik kepada pemerintahan maupun perusahaan menjadi penghambat proses agenda dari HMP Unesa. Meskipun terdapat kendala tetapi mereka masih bisa masuk kedalamnya agar bisa mendapatkan jejaring sosial. Pemerintah memiliki peran yang penting dalam terlaksananya program kerja, dikarenakan program kerja kebanyakan dilaksanakan di Kabupaten Ponorogo sehingga mereka memerlukan perizinan. Kurangnya relasi menyebabkan susahnya mendapatkan izin ketika akan melaksanakan kegiatan. Kesimpulan Mahasiswa merupakan agen pergerakan untuk menciptakan perubahan di dalam masyarakat. Salah satu cara untuk melakukan perubahan adalah dengan melaksanakan kegiatan yang terjun langsung di dalam masyarakat. Organisasi merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan tersebut. HMP Unesa merupan organisasi dari mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Ponorogo dan menjadi wadah untuk berkumpul dan melaksanakan program kerja. Banyak program kerja dari HMP Unesa yang terjun langsung di dalam masyarakat dan juga murid sekolah, seperti melakukan seminar, try out SNMBTN, pengambdian masyarakat, turnamen futsal dan yang lain. Meskipun demikian HMP memiliki beberapa hambatan didalamnya, dengan adanya hambatan yang dialami oleh HMP Unesa seperti keuangan, jejaring sosial dan juga keanggotaan tidak menjadi penghambat bagi organisasi untuk terus melaksanakan program kerja bagi masyarakat yang ada di Ponorogo. Hal tersebut juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa agar ketika nanti mereka terjun langsung di dalam masyarakat mereka sudah menjadi terbiasa dan dapat berbaur dengan masyarakat. Masyarakat juga bisa berkembang lebih baik lagi dengan adanya program kerja yang dilakukan oleh HMP Unesa. Daftar Pustaka