2021. : 14-20 E-ISSN 2722709X http://ojs. stikes-muhammadiyahku. id/index. php/herbapharma FORMULASI SIRUP ANTIDIARE EKSTRAK ETHANOL BUAH HARENDONG (Melastoma malabathricum L. ) DENGANGELATIN DAN NATRIUM CARBOXYMETHIL CELULLOSE SEBAGAI PENGENTAL Sri Wahyuni . Imas Maesaroh Program Studi Farmasi. STIKes Muhammadiyah Kuningan *E-mail : wsri4923@gmail. ABSTRAK Ekstrak etanol 96% buah harendong 50% telah terbukti memiliki efektivitas antidiare. Salah satu Gelatin natriumCarboxymethilcelullose digunakan sebagai pengental untuk meningkatkan viskositas sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi formula sirup antidiare ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabathricum L. ) dengan variasi gelatin dan natrium carboxymethilcellulosa sebagai pengental yang paling baik secara sifat fisika . ji organoleptis, uji homogenitas, uji bobot jenis, dan uji viskosita. dan sifat kimia . ji pH). F1 menggunakan pengental gelatin 3%. F2 menggunakan natrium carboxymethilcelullose 0,3%. F3 menggunakan pengental gelatin 2% dan natrium carboxymethilcelullose 0,2%. Hasil penelitian uji organoleptis ketiga formula tersebut yaitu warna ungu pekat, memiliki bau khas buah harendong, dan rasa manis. Hasil uji homogenitas yaitu F1 tidak homogen. F2 homogen dan F3 tidak omogen. Hasil bobot jenis yang di peroleh yaitu F1 1,071 g/ml. F2 1,021 g/ml. F3 1,046 g/ml. Hasil uji viskositas yang paling tinggi adalah F3 dengan hasil 13,49 cps dibanding F1 dengan hasil 11,24 cps, dan F2 11,18 cps. Hasil dari uji pH F1. F2, dan F3 yaitu pH 5. Konsentrasi formula yang terbaik yaitu F3, meskipun belum memenuhi standar yang ditentukan, tetapi hasil uji secara sifat fisika dan sifat kimia dari F3 ini mendekati dari standar Kata Kunci :Ekstrak buah harendong. Gelatin. Natrium carboxymethilcelullose. ABSTRACT Ethanol extract 96% harendong fruit 50% has been shown to have antidiarrhoea effectiveness. One to facilitate the use of syrup. Gelatin and sodium Carboxymethilcelullose are used as thickeners to increase the viscosity of the syrup. This research aims to find out the concentration of the antidiarrhoea syrup formula of harendong fruit ethanol extract (Melastoma malabathricum L. ) with variations of gelatin and sodium carboxymethilcellulosa as the best thickeners by physical properties . rganoleptic test, homogeneity test, type weight test, and viscosity tes. and chemical properties . H F1 uses a 3% gelatin thickener. F2 uses 0. 3% carboxymethilcelullose sodium. F3 uses a 2% gelatin thickener and 0. 2% sodium carboxymethilcelullose. The results of the third organoleptic test of the formula are a deep purple color, have a distinctive smell of harendong fruit, and sweetness. Homogeneity test results i. F1 is not homogeneous. F2 homogeneous and F3 is not omogen. The result of the type weight obtained is F1 1,071 g/ml. F2 1,021 g/ml. F3 1,046 g/ml. The highest viscosity test results were F3 with 13. 49 cps compared to F1 with 11. 24 cps, and F2 11. 18 cps. The results of the F1. F2, and F3 pH tests are pH 5. The best concentration of formulas is F3, although it does not meet the specified standards, but the test results of the physical properties and chemical properties of this F3 are close to the standard stipulation. Farmasi 2021. : 14-20 Keywords :Harendong fruit extract. Gelatin. Sodium carboxymethilcelullose. PENDAHULUAN Kekayaan alam Indonesia, memiliki berbagai tumbuhan yang berkhasiat obat dari 40 ribu jenis flora yang tumbuh di dunia, dan 30 ribu diantaranya ada di Indonesia. Dari 30 ribu flora yang ada di Indonesia, 74% diantaranya tumbuh liar di hutandan 26% sudah dibudidayakan. Lebih dari oleh penduduk di seluruh didunia (Arsyah, 2. Tanaman harendong telah banyak digunakan sebagai obat tradisional di beberapa daerah di Indonesia. Tanaman harendong dengan nama latin yaitu Melastoma malabathricum L. sebagai tanaman liar. Di Kabupaten Kuningan (Wilayah Taman Nasional Gunung Cirema. buah harendong dimanfaatkan sebagai pengobatan diare (Salsabila, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kiki bahwa ekstrak etanol 98% buah harendong mentah dengan konsentrasi ekstrak 50% memiliki efek antidiare yang lebih kuat dibanding dengan loperamid HCl. (Kiki, 2. Diare adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan massa feses, frekuensi defekasi (Ou3 kali per kali ) atau fluiditas . ingkat keencera. (Robbins, 2. Menurut catatan WHO, diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun. Sebagian dari penderita . Ae 2%) akan mengalami dehidrasi dan jika tidak segera ditolong 50Ae60% diantaranya dapat meninggal (Noerasid. Suraatmadja, 2. Diare ini sering terjadi pada bayi dan balita, yang tidak memungkinkan untuk menelan sediaan dalam bentuk kapsul dan tablet serta membutuhkan sediaan yang memiliki hasil efek yang cepat. Sirup adalah salah satu yang memenuhi kriteria sediaan yang dibutuhkan oleh bayi dan balita. Namun dalam pengembangan obat herbal untuk menjadi sediaan sirup memiliki kendala yang sering ditemui yaitu sulit menghasilkan sediaan yang memenuhi syarat sifat fisika dan kimia karena berpengaruh terhadap bioavailabilitas bahan aktif obat. Ekstrak cair dan kental dapat digunakan untuk membuat sediaan cair. Namun ekstrak memiliki sifat yang sukar larut dalam larutan karena dapat terdispersi membentuk partikel kasar, oleh karena itu dalam pembuatan sediaan sirup dibutuhkan bahan pengental (Rowe C. Penggunaan bahan pengental pada sirup dilakukan untuk meningkatkan viskositas dan memperlambat atau menahan proses pengendapan sehingga menghasilkan sirup yang stabil (Nash, 1. BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan berkhasiat yang digunakan adalah ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabthricum L. Pelarut yang digunakan adalah etanol 96%. Bahan Ae bahan yang digunakan dalam pembuatan sirup ini adalah serbuk simplisia buah harendong (Melastoma malabthricum L. etanol 96%, natrium carboxymethilcelullose, gliserin, sukrosa, gelatin, methil paraben, essense. Alat yang digunakan untuk pembuatan ekstrak etanol buah harendong dengan metode maserasi diantara lain, maserator, gelas ukur, timbangan analitik, beakerglass, batang pengaduk, kain flanel, cawan, dan waterbath. Sedangkan alat Ae alat untuk pembuatan dan evaluasi sediaan sirup adalah botol kaca 60ml, mortir stemper, beakerglass, gelas ukur, kaca arloji, cawan, viknometer ostwald, piknometer, pH universal. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental research Prosedur Penelitian Esktraksi Buah Harendong Farmasi 2021. : 14-20 Dilakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi. Timbang serbuk buah harendong mentah sebanyak 200 gram menggunakan timbangan analitik. Kemudian ekstraksi serbuk buah harendong menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 x 24 jam dengan 8 jam sekali pengadukan. Pada 3 x 24 jam baru dilakukan filtrasi pertama menggunakan kain fllanel, dan setiap 24 jam sekali di filtrasi. Setelah itu semua filtrat digabung dan dilakukan penguapan diatas waterbath sampai membentuk ekstrak kental (Kiki, 2. Pembuatan Sirup Buah Harendong Tabel 1. Formula Sirup Ekstrak Etanol Buah Harendong (Melastoma malabathricum L. Bahan Fungsi Ektrak Buah Harendong Sukrosa Gelatin Na. CMC Gliserin Zat aktif 0,3% 0,2% Pemanis Pengental Pengental Pelarut Essense Metil 0,25% 0,25 0,25% Pengarom Pengawet Aquadest Pelarut Pembuatan sirup buah harendong pertama siapkan alat dan bahan, timbang masing masing bahan sesuai dengan formula yang terdapat pada tabel 1. Kalibrasi botol sirup 60ml, beri tanda. Memasukan ekstrak etanol buah harendong ke dalam mortir dan ditambah metil paraben aduk rata . Pembuatan mucilago gelatin dan mucilago Na. CMC dengan cara didispersikan gelatin ataupun Na. CMC dalam sebagian gliserin dan air sampai terbentuk cairan yang kental . ntuk F1 menggunakan gelatin. F2 menggunakan Na. CMC dan F3 menggunakan gelatin dan Na. CMC). Pembuatan sirup sukrosa dengan cara melarutkan sukrosa dan air dengan bantuan panas tunggu agak dingin . Masukan masa 2 ke masa 3 lalu campurkan dengan masa 1, aduk hingga homogen. Tambahkan essense secukupnya sebagai pengaroma aduk hingga homogen. Tambahkan aquadest hingga batas kalibrasi. Evaluasi Sediaan Uji Organoleptik Sirup ekstrak etanol buah harendong diperiksa menggunakan panca indra atau tanpa alat bantu terhadap aroma, rasa, warna sediaan (Chater, 1. Uji Homogenitas Sirup ekstrak etanol buah harendong diperiksa dengan cara dituang pada kaca transparan, lalu bagian yang tidak tercampurkan dengan baik diamati (Charter, 1. Uji Viskositas Pengukuran viskositas dilakukan menggunakan viskometer Ostwald. Viskositas sediaan uji dihitung menggunakan rumus sebagai berikut (Sinko, 2. Masukan sirup sebanyak 10 ml ke dalam viskometer. Kemudian dinaikkan menggunakan pompa hingga permukaannya berada pada bagian batas garis atas ostwald. Saat permukaan sirup sudah berada pada bagian batas bagian garis atas, pompa dilepaskan dan perhitungan waktu dengan stopwatch dimulai dan di berhentikan saat sirup sudah mencapai batas bawah bagian pompa. Kemudian catat waktu alir tersebut, dan hitung. Farmasi 2021. : 14-20 Viskositas = yue yayaoyayayayau ya ya yayaoyayayayau yue yaoyaya yayayauyayaya ya ya yaoyaya yayayauyayaya x air suling Keterangan : = viskositas air suling A = bobot jenis larutan pada 25AC . /mL) t = waktu yang dibutuhkan larutan untuk mengalir pada 25AC . Uji Bobot Jenis Penetepan bobot jenis dilakukan menggunakan piknometer yang bersih dan kering. Pada suhu ruangan, piknometer kosong . ditimbang, lalu diisi dengan air suling, bagian luar piknometer dilap sampai kering kemudian ditimbang . Air suling yang ada di dalam piknometer dibuang lalu dikeringkan selanjutnya piknometer yang sudah kering diisi dengan sediaan sirup kemudian ditimbang . Bobot jenis cairan dihitung dengan rumus: (Depkes RI, yue= yeoyc Oe yeoya ya yauyayauyaya yayayayaya yaoyaya ya/yayau yeoya Oe yeoya Keterangan : A = Bobot jenis sirup w1 = Bobot piknometer kosong w2 = Bobot piknometer air suling w3 = Bobot piknometer kosong sirup Uji pH pH yang digunakan adalah pH universal, tuangkan sediaan sirup kedalam beakerglass, lalu celupkan kertas pH. Cocokkan warna yang dihasilkan oleh pHstripdenganindikator warna yang ada pada kemasan pH universal indicator. HASIL DAN PEMBAHASAN Ekstraksi Buah Harendong (Melastoma malabathricum L. )dengan metode maserasi digunakan serbuk buah harendong dan pelarut etanol 96% dengan 200 gram serbuk buah harendong dimasukan ke dalam maserator lalu ditambahkan etanol 96 % sampai terendam . dan didiamkan selama 3x24 jam sambil diaduk setiap 8 jam sekali. Maserasi dilakukan sebanyak dua kali. Filtrasi menggunakan kain flanel, hasil filtrat disatukan mendapatkan hasil 1250 ml. Setelah itu hasil filtrat tersebut diuapkan di atas waterbath sampai membentuk ekstrak kental dan didapat ekstrak kental buah harendong (Melastoma malabathricum L. ) sebanyak 197 gram. Farmasi 2021. : 14-20 Uji Organoleptik Tabel 2. Hasil Uji Organoleptik Sirup Warna Rasa Aroma Ungu Ungu Ungu Manis Khas buah Khas buah Khas buah Agak manis Sangat Pada formula 1, formula 2, formula 3 mendapat hasil warna dan aroma yang sama, yaitu warna ungu pekat yang didapat dari ekstrak buah harendong, dan memiliki aroma khas buah Sedangkan untuk hasil dari rasa formula 1 memiliki rasa manis yang lebih baik dibanding formula 2. Formula 2 paling kurang manis nya dibanding formula 1 dan 3. Sedangkan formula 3 memiliki rasa manis paling baik diantara formula yang lainnya. Tetapi dari rasa manis tersebut ada rasa sepat di lidah, karena pada buah harendong mengandung senyawa tanin yang mebuat rasa sepat tersebut (Harbon,1. Uji Homogenitas Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Sirup Homogenitas Ada partikel Homogen Ada partikel Dari hasil uji homogenitas pada formula 1 terdapat partikel. Partikel tersebut adalah gelatin yang tidak tercampur homogen saat pembuatan, sehingga membentuk partikel seperti gumpalan Formula 2 tidak terdapat partikel karena tidak menggunakan gelatin sehingga tidak terjadi penggumpalan dari gelatin tersebut. Sedangkan pada formula 3 sama seperti formula 1 terdapat partikel yang disebabkan dari gelatin yang saat pembuatannya terjadi penggumpalan. Uji Bobot Jenis Tabel 4. Hasil Uji Bobot Jenis Sirup Pikno Kosong 9,41 g 10,21 g 11,83 g Pikno Air 18,87 g 19,89 g 21,29 g Pikno Sirup 20,12 g 20,61 g 22,29 g Bobot Jenis 1,071 g/ml 1,021 g/ml 1,046 g/ml Uji bobot jenis memiliki tujuan untuk menjamin sediaan memiliki bobot jenis sesuai dengan spesifikasi yang telah di tetapkan dengan menggunakan alat piknometer, bobot jenis sirup kira-kira 1,3 (Depkes RI, 1. Dari hasil pengujian bobot jenis sirup ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabathricum L. )pada formula 1 mendapat hasil 1,071 g/ml, pada formula 2 Farmasi 2021. : 14-20 mendapat hasil 1,021 g/ml, pada formula 3 mendapat hasil 1,046 g/ml. Jadi bobot jenis ketiga formula belum memenuhi persyartan mutu bobot jenis yang telah ditetapkan. Uji Viskositas Tabel 5. Hasil Uji Viskositas Sirup Waktu Alir Air 1,07 detik 1,07 detik 1,07 detik Waktu Alir Sirup 10,64 detik 11,07 detik 13,03 detik Viskositas 11,24 cps 11,18 cps 13,49 cps Faktor yang mempengaruhi viskositas yaitu, suhu, konsentrasi larutan, berat molekul solute, dan tekanan. Pada pembuatan sirup ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabathricum )ada beberapa yang menyebabkan kekentalan sirup tersebut menurun. Ekstrak yang digunakan adalah ekstrak kental, namun saat penyimpanan ekstrak yang tadinya di simpan pada lemari pendingin lalu di keluarkan dan didiamkan beberapa lama ekstrak menjadi cair yang seharusnya ekstrak tetap kental. Saat pengadukan gelatin terjadi gumpalan sehingga sediaan tidak homogen dan partikel tidak terlarut dengan baik, sehingga konsentrasi kelarutan bahan tidak sempurna. Formula yang lebih kental adalah formula 3, karena menggunakan bahan pengental gelatin dan Na CMC. Sedangkan formula 1 yang menggunakan bahan pengental gelatin lebih kental daripada formula 2 yang menggunakan bahan pengental Na CMC. Tetapi dari ketiga formulasi ini tidak ada yang memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan pada Farmakope IV tahun 1995 yang menyebutkan ketentuan viskositas sirup adalah 27 cps -396 cps. Uji pH Tabel 6. Hasil Uji pH Sirup Standar pH Dari hasil pengujian pH diatas bahwa dari masing-masing formula sirup ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabathricum L. )memiliki karakteristik nilai pH yang baik. Karena pH yang baik untuk sediaan sirup adalah 4-7 (Depkes RI, 1. Pada formula 1, formula 2,dan formula 3 mendapatkan nilai pH 5. SIMPULAN Penggunaan gelatin dan natrium carboxymethilcellulose pada sirup antidiare ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabathricum L. ) dapat digunakan sebagai pengental meskipun belum memenuhi standar ketentuan. Formula 1 dengan gelatin 3%, formula 2 dengan natrium carboxymethilcellulose 0,3%, formula 3 dengan gelatin 2% dan natrium carboxymethilcellulose 0,2%. Formula 3 merupakan konsentrasi formula terbaik karena memiliki rasa yang sangat manis, pH yang yang dihasilkan pH 5, bobot jenis 1,046 g/ml, dan viskositas 13,49 cps. Farmasi 2021. : 14-20 REFERENSI