Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK MERAH (Jatropha gossypifolia L. ) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa Yusvilina Umbu Ngedo 1. Baiq Yulia Hasni Pratiwi 2. Mia Ariasti 3 Universitas Bumigora Mataram yusvilinaumbun7@gmail. com, 2yulia_hasni@universitasbumigora. ariasti@universitasbumigora. ABSTRAK Penyakit kulit yang timbul akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun jarak merah (Jatropha gossypifolia L. ) dalam penghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut. Uji dilakukan dengan metode sumuran pada konsentrasi 10, 25, 50, dan 75%, dengan ciprofloxacin ( ) DMSO (-). Hasil memperlihatkan ekstrak terbukti menghambat perkembangan S. ditandai dengan luas inhibisi bakteri 9,7 mm pada konsentrasi 50% dan 11 mm pada konsentrasi 75% sedangkan tidak ada penghambatan yang terbentuk pada P. Aktivitas antibakteri ini kemungkinan disebabkan oleh senyawa aktif dalam daun jarak merah yang merusak dinding dan membran Hasil penelitian mengidentifikasikan ekstrak etanol daun jarak merah memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri Gram positif. Kata Kunci: Penyakit kulit, daun jarak merah, antibakteri. Staphylococcus aureus. Pseudomonas aeruginosa, zona hambat PENDAHULUAN Penyakit mikroorganisme seperti virus, bakteri, masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia (Dewi et al. , 2. Bakteri aureus dan P. aeruginosa sering menyebabkan infeksi luka serius yang memerlukan penanganan tepat agar tidak menyebar (Wulandari et al. aeruginosa, dengan angka kematian mencapai 1 juta jiwa per tahun. Indonesia, infeksi bakteri menempati urutan ketiga kasus rawat jalan dengan 60,77% kasus baru (Lathifah et al. Di NTB, infeksi kulit di RSUD Kota Mataram tahun 2016 mencapai 50% dari total kasus, sementara upaya pengendalian infeksi baru 65,4%, masih di bawah target nasional 80% Menurut WHO . , sekitar 5% pasien rumah sakit di dunia mengalami infeksi kulit, umumnya Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu (Riskesdas. Kondisi kulit terhadap infeksi. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. aureus, bakteri gram positif. Penggunaan antibiotik tidak rasional, sering ditemukan pada luka, kulit, dan termasuk terapi tunggal, memperparah selaput lendir, serta menyebar melalui masalah ini. Salah satu solusinya kontak langsung atau benda pribadi. adalah mencari alternatif pengobatan Bakteri ini berbahaya karena dapat dari bahan alami untuk menekan risiko resistensi (Wulandari & Umam, 2. terutama pada luka terbuka yang tidak Indonesia sebagai negara tropis terjaga kebersihannya (Sardi, 2. dengan kelembaban tinggi mendukung Sementara itu. aeruginosa termasuk pertumbuhan berbagai tanaman obat bakteri gran negatif oportunitik yang (Anugrah. & Astuti. , 2. Salah umumnya menyerang pasien berimun satunya. Jatropha gossypiifolia L. mengandung saponin, flavonoid dan Infeksi ini umum pada otitis eksterna, ulkus diabetikum, dan luka bakar derajat IIAei, di mana Daun jarak merah bermanfaat memudahkan kolonisasi yang dapat mempercepat penyembuhan luka, serta berkembang menjadi infeksi sistemik digunakan dalam pengobatan diare, fatal (Rugayyah et al. , 2. Infeksi (Wahyuddin et al. , 2. dengan antibiotik, namun penggunaan METODE PENELITIAN Alat mikroorganisme bertahan meski diberi pengolahan simplisia dan ekstraksi Antara 2000Ae2015, . lender, ayakan mesh 60, wadah meningkat 65% di 76 negara, dengan kaca, rotary evaporator, gelas beaker, konsumsi rata-rata naik 39% per 1. pasien/hari. Di Indonesia, resistensi antibakteri . ipet, cawan petri, tabung terhadap antibiotik seperti ampisilin, reaksi, inkubator, laminar air flow, co-amoxiclav, tetrasiklin, sulfonamid, klindamisin, dan eritromisin telah antibiotik, sterilizer, jarum ose, colony melebihi 50% (Rahmadi et al. , 2. counter, pH meter, cotton swa. , serta Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. alat dokumentasi . amera/ponse. Bahan-bahan Sebanyak 1 ml ekstrak daun jarak merah di reaksikan dengan yaitu ekstrak etanol daun jarak. aureus ATCC 25923. Timbulnya warna merah, kuning aquades steril, etanol 96%. MHA, atau jingg, maka dinyatakan positif DMSO Tanin H2SO4, etanol. HCl pekat, serbuk Mg. Ekstrak HCl. diambil 1 ml yang dipanaskan Tahapan Penelitian dengan 10 ml air, kemudian Determinasi Tanaman Warna biru ke hitaman Determinasi untuk mengetahui maupun coklat kehijauan yang kebenaran tumbuhan yang digunakan muncul saat sampel direaksikan (Adriana et al. , 2. Determinasi dengan FeCl3 menandakan adanya tanaman daun jarak merah dilakukan kandungan tanin. Saponin Laboratorium Terpadu UIN Ekstrak Mataram direaksikan denga 10 ml air panas. Pembuatan Ekstrak Sebanyak 200 g bahan serbuk dikocok, lalu didiamkan. Busa sdari daun jarak merah diekstraksi yang bertahan menujukan pasotif. Uji aktivitas antibakteri Ekstrak Perbandingan 1= serbuk :10= pelarut selama 3y24 jam, sambil diadukan dengan bervariasi konsentrasi 10, 25, tiga kali setiap hari. Larutan hasil 50, dan 75% dengan pelarut DMSO, disiapkan, dan disimpan. Bakteri P. Pengentalan ekstrak dilakukan melalui aeruginosa dan S. aureus diinkubasi rotary evaporator pada temperatur 24 jam pada 37AC, kemudian dibuat 70AC dan dianginkan hingga diperoleh suspensi sesuai standar McFarland ekstrak pekat (Hasriyani et al. , 2. 0,5%. Skrining Fitokimia dilaksanakan melalui metode difusi . Flavonoid sumuran menggunakan ciprofloxacin Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu Uji Jatropha Media MHA Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. ( ) dan DMSO (-). Setelah inokulasi bakteri, dibuat sumuran A6 mm, diisi Penyiapan Simplisia Daun Jatropha gossypiifolia L. 50 AAL ekstrak, lalu diinkubasi 24 jam Sampel sebanyak 3 kg diperoleh pada 37AC. Zona hambat diukur dalam dari Desa Sukadana. Lombok Tengah, mm, dan semua perlakuan diulang tiga NTB. Pembuatan denga beberapa tahap, yaitu sortasi basah, pencucian, pengeringan tiga hari, sortasi Analisis Data Analisis simplisia dilakukan Kruskal-Wallis signifikansi p < 0,05. Uji antibakteri kering, penghalusan, dan pengayakan mesh no. 60 hingga diperoleh 200 g Pengeringan mengurangi kadar air agar awet dan melibatkan pengukuran zona hambat untuk menilai efektivitas senyawa pengayakan memperbesar luas permukaan untuk memudahkan ekstraksi. Persentase simplisia setelah pengeringan dihitung HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Determinasi dilakukan di Universitas Islam Negeri Mataram spesies yang digunakan. Hasilnya menunjukkan sampel adalah Jatropha gossypiifolia L. (Astika et al. , 2. untuk mengetahui kehilangan senyawa (Wulandari et al. , 2023. Rasydy et al. Meserasi Metode maserasi dipilih karena praktis, tanpa pemanasan langsung, dan cocok untuk senyawa sensitif suhu (Hasriyani et al. , 2. Sebanyak serbuk daun jarak merah direndam dalam etanol 96% selama 3y24 jam dengan pengadukan tiga kali sehari untuk mempercepat difusi senyawa (Amananti & Riyanta, 2. Etanol melarutkan senyawa polar dan semipolar seperti flavonoid, tanin, dan Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Ramadhani et al. , 2. Filtrat hasil Skrining Fitokimia Mengidentifikasi rotary evaporator pada 70AC untuk mencegah kerusakan senyawa, lalu diantaranya saponin, flavonoid dan diangin-anginkan tanin yang memiliki peran penting ekstrak kental yang siap digunakan (Pramitasari & Angelica, 2. dilakukan dengan penambahan reagen Rendemen Ekstrak Kental Daun Prosedur keberadaan senyawa tersebut pada Jarak Merah Rendemen adalah persentase ekstrak daun jarak merah. Hasil yang sampe yang diperoleh dari bahan awal, didapatkan ekstrak daun jarak merah yang mengidentifikasikan bahwa nilai memiliki kandungan senyawa bioaktif rendemen yang besar nunjukan banyak yaitu saponin flavonoid dan tanin. senyawa bioaktif pada sampel (Sobari Tabel II. et al. , 2. Dari 200 g serbuk Tabel II. Hasil Identifikasi Senyawa simplisia daun jarak merah diperoleh rendemen 13,5%, memenuhi standar Ou10% (Farmakope Herbal Indonesia, 2. Uji Organoleptik Ekstrak Daun Jarak Merah Uji Warna Ekstrak Warna Standar Peruba Warna Hasil Uji Flavon Mg H Hijau Pekat Merah. Jingga Merah Tanin FeCl3 Hijau Pekat Hitam. Hijau Hitam Saponi Aqua Hijau Pekat Busa Stabil Busa Stabil Keterangan: ( ) ada senyawa (-) tidak ada senyawa Pewarnaan Gram menggunakan panca indera, meliputi bentuk, warna, aroma, dan rasa. Tabel Pewarnaan Gram berdasarkan struktur dinding selnya (Raihana et al. , 2. Tabel I. Hasil Uji Organoleptik Daun Jarak Merah Parameter Warna Rasa Aroma Bentuk Reag pengamatan awal sifat fisik simplisia Golon Senya Hasil Pengujian Hijau Tua Pahit Aroma Khas Kental Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu merupakan Gram positif berwarna ungu karena lapisan peptidoglikan tebal yang mempertahankan kristal berkelompok (Rizky et al. , 2. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Hasil sajikan pada Gambar 1a. kerja luas yang mampu mengatasi aeruginosa termasuk Gram negatif bakteri gram ( ) maupun gram (-), berwarna merah muda akibat lapisan bekerja dengan menurunkan fungsi peptidoglikan tipis dan membran luar enzim DNA girase dan topoisomerase yang melindunginya, berbentuk basil IV sehingga mengganggu replikasi dan tersebar tunggal DNA bakteri (Utami et al. , 2022. Patel (Hasbi et al. Gambar 1. et al. , 2. Sementara itu. DMSO dipakai sebagai kontrol negatif karena berfungsi suntuk mengencer ekstrak dan tidak memiliki efek antibakteri, dibuktikan dengan tidak terbentuknya Gambar Hasil Pengamatan Mikraskop: . aureaus, . zona hambat pada kedua bakteri uji Penguji Kemampuan Aktivitas (Ardiansah et al. , 2. Hal ini Antibakteri Daun Jarak Merah antibakteri yang diamati benar-benar Penelitian ini dilakukan uji berasal dari ekstrak daun jarak merah, aktivitas penghambatan bakteri ekstrak bukan dari pelarutnya. kontrol positif. aureus menunjukkan (Jatropha Pada uji konsentrasi 10%, 25%, 50%, dan 75% ciprofloxacin, menandakan efektivitas terhadap S. aureus dan P. tinggi antibiotik tersebut. Ekstrak daun Metode aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50% . ,7 m. dan 75% . , dalam media, sehingga hasilnya lebih sedangkan pada 10% dan 25% tidak menyeluruh (Sofyana et al. , 2. terbentuk zona hambat (Gambar . Media yang digunakan adalah MHA consistent dengan penelitian Torokano . yang melaporkan luas memengaruhi hasil uji (Anggraini et daereh penghambatan bakteri 7,72 mm , 2. pada konsentrasi 60%, menunjukkan Penelitian efektivitas ekstrak terhadap bakteri Gram positif. antibiotik golongan kuinolon spektrum Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. terbentuknya zona hambat pada semua ciprofloxacin sebagai kontrol positif membentuk zona hambat 28 mm Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Gambar 1. Hasil Uji Antibakteri Ekstrak Daun Jarak Merah Terhadap (Gambar Ketidak ekstrak disebabkan struktur dinding sel P. aeruginosa yang kompleks Diameter Zona Hambat . i Rata-rata Zona Hambat . Konsentrasi dengan lapisan lipopolisakarida serta sistem pompa efluks sehingga senyawa antibakteri dari ekstrak sulit menembus dan memberi Replikasi 2 Replikasi 1 Daya hambat S. aureus terjadi karena senyawa aktif dalam ekstrak. Flavonoid merusak dinding sel dan Konsentrasi mengganggu enzim, tanin mengikat Diameter Zona Hambat . i Rata-rata Zona Hambat . meningkatkan permeabilitas membran Replikasi 3 Gambar 2. Hasil Uji Antibakteri Ekstrak Daun Jarak Merah Terhadap P. seperti flavonoid, tanin, dan saponin. yang kuat, hingga menimbulkan kematian sel. Senyawa-senyawa ini juga bekerja secara sinergis untuk memperkuat efek antibakteri (Coleman et al. , 2. Hasil pengujian ekstrak etanol Selain itu, faktor lain yang Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. senyawa aktif, distribusi bakteri, serta vs 25%, tidak berbeda signifikan. Pada aeruginosa, hampir semua pasangan ekstrak, konsentrasi, ukuran inokulum, ekstrak tidak menunjukkan perbedaan dan waktu inokulasi di mana semakin signifikan . = 1,. , sementara kontrol positif tetap menunjukkan efek cenderung lebih kecil (Andriyana et hambat nyata. Uji statistik MannAe , 2021. Nurhayati et al. , 2020. Whitney Primadiamanti et al. , 2. Selain membandingkan pasangan kelompok faktor tersebut, kandungan metabolit setelah penguujian KruskalAeWallis. dipengaruhi oleh faktor internal seperti KESIMPULAN DAN SARAN genetik, serta faktor eksternal seperti Kesimpulan intensitas cahaya, suhu, kelembaban. Penelitian dapat disimpulkan pH tanah, unsur hama, dan ketinggian bahwa ekstrak etanol daun Jatropha gossypifolia L. mampu menghambat bakteri S. aureus, ditandai dengan luas terhadap bakteri. Analisis Data konsentrasi 50% dan 11 mm pada Analisis yang digunakan yaitu konsentrasi 75%. Sebaliknya pada Kruskal-Wallis. Hasilnya pengujian bakteri P. aeruginosa tidak menunjukkan nilai p < 0,05 untuk S. ditemukan adanya daerah hambat aureus . = 0,. dan P. = 0,. , menandakan adanya sehingga ekstrak daun jarak merah perbedaan signifikan antar kelompok tidak efektif terhadap bakteri P. Uji lanjut MannAeWhitney KruskalAeWallis Pengujjian MannAe konsentrasi ekstrak 75% lebih efektif Whitney dibanding konsentrasi 10% dan 25% penelitian,di mana terdapat signifikan . = 0,. , serta kontrol positif pada S. aureus dan tidak pada P. memiliki daya hambat lebih tinggi dibanding ekstrak dan kontrol negatif Saran . = 0,037Ae0,. Beberapa pasangan ekstrak, seperti 50% vs 75% dan 10% Sekolah Tinggi Kesehatani Al-Fatah Bengkulu Penelitian GC-MS Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. atau LC-MS untuk mengidentifikasi struktur senyawa secara detail, serta menguji bakteri Gram negatif lain dengan metode ekstraksi yang lebih efektivitas terhadap P. DAFTAR PUSTAKA