e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Analisa sistem sap industri manufactur komponen automotive pada pt. Sshep (Analysis of the sap system of the automotive component manufacturing industry at pt. Sshe. Sudirman1. Astriana Mulyani2 Program Studi Teknik Informatika1. Program Studi Teknik Informatika2 Fakultas Teknologi Informasi1. Fakultas Teknologi Informasi2 Universitas Nusa Mandiri1. Universitas Nusa Manidiri2 damoradir@gmail. Astriana. atm@nusamandiri. Received: 2024-09-21. Revised: 2024-11-16. Accepted: 2024-11-29. Issue Period: Vol. 8 No. Pp. Abstrak: Salah satu perusahaan manufaktur automotiv yang menggunakan SAP dalam penginputan data adalah PT. SS HEP dengan SAP HANA S/4. Untuk mengetahui penyebab masalah tersebut, dilakukan penyebaran kuisioner. Salah satu penyebab penginputan tidak sepenuhnya real time dikarenakan adanya human error. Human error menjadi penyebab yang signifikan dengan tingkat korelasi kuat. Berdasarkan hasil uji hipotesis, human error sebagai hipotesis alternaitif . diterima dengan nilai signifikan 0. 000 dan nilai T hitung 6. 735 melalui uji T dan nilai 000 dan nilai F hitung 45. 36 melalui uji F. Selain itu, human error sebagai variabel x1 terdapat korelasi yang signifikan dengan tingkat korelasi kuat dengan real time sebagai variabel y. Sedangkan usability . ariabel x. dan user interface . riabel x. tidak ada atau tidak memiliki hubungan atau korelasi. Secara keseluruhan SAP yang dijalankan PT. SS HEP efektif dan efisien. Kata kunci: sap hana s/4, real time, manufaktur, industri, otomotif Abstract: One of the automotive manufacturing companies that uses SAP in data input is PT. SS HEP with SAP HANA S/4. To find out the cause of the problem, a questionnaire was distributed. One of the causes of input is not fully real time due to human error. Human error is a significant cause with a strong correlation rate. Based on the results of the hypothesis test, human error as an alternative hypothesis . was accepted with a significant value of 0. 000 and a T value of 6. 735 through the T test and a significant value of 0. 000 and an F value of 45. 36 through the F test. In addition, human error as the x1 variable has a significant correlation with a strong correlation level with real time as the y variable. Meanwhile, usability . ariable x. and user interface . ariable x. do not exist or have no relationship or Overall. SAP run by PT. SS HEP is effective and efficient. Keywords: sap hana s/4, real time, manufacturing, industry, automotive PENDAHULUAN DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Di zaman yang semakin terhubung dan kompleks ini, sektor manufaktur harus mengalami transformasi Digitalisasi membantu bisnis membuat keputusan yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih produktif saat menghadapi tantangan di seluruh dunia . Salah satu bidang industri di Indonesia yang cukup terus menerus mempraktikan ERP (Enterprise Resources Plannin. adalah perseroan manufaktur. Karena, manufaktur merupakan pabrik yang sangat kompleks dibandingkan dengan pabrik lain . PT. Selamat Sempurna Heat Exchanges Products (SS HEP) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur komponen otomotif yang berpusat di Jakarta. Yang melatar belakangi penelitian ini adalah dikarenakan adanya penginputan data pada SAP yang tidak sepenuhnya real time. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor kegagalan dan keberhasilan. Berikut adalah beberapa faktor yang diketahui yang berkontribusi baik pada keberhasilan maupun kegagalan implementasi SAP pada industri retail di Indonesia. Kualitas output, relevansi pekerjaan, perspektif pengguna sistem, hasil yang dapat dilihat, kompatibilitas, kehandalan, kemampuan untuk menghasilkan output, dukungan internal dan eksternal, partisipasi pengguna dan manajemen proyek sistem informasi termasuk diantaranya . Sedangkan di PT. SS HEP terjadinya tidak real time ada beberapa penyebab yaitu: Adanya ketidak disiplinan dari user input data . uman erro. , keterlambatan proses GR (Good Receiv. , adanya adanya kesalahan proses UD (Use Decisio. , dan lembar pemeriksaan yang belum dibuat, serta adanya permintaan cancel UD. Terjadinya tidak real time tersebut penulis menilai termasuk dalam kualitas 0utput, hasil yang dapat ditunjukan dan juga relevansi pekerjaan serta partisipasi pengguna. Selain itu, hal ini perlu diangkat karena berpengaruh terhadap proses pelaporan data kepada CEO ( Chief Executive Officer ) perusahaan. Tujuan penelitian analisa sistem SAP yang dijalankan di PT. SS HEP adalah untuk mengetahui penyebab adanya human erro terkait penginputan data yang tidak sepenuhnya real time, untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan atau korelasi antara human error, usability, dan user interface dalam penggunaan SAP dan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi penggunaan apalikasi SAP tersebut. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh dua mahasiswi Universitas Islam Sumatera Utara dalam jurnal yang berjudul AuAnalisis System Application Product (SAP) di PTPN i Kebun Dusun HuluAy bahwa mereka menemukan penginputan data SAP yang tidak sepenuhynya real time per hari, dikarenakan keterbatasan sistem teknis dapat berdampak negatif pada efisiensi dan efektifitas penginputan data. Menurut mereka kualitas data yang buruk juga menyebabkan penginputan data SAP (System And Aplication Produc. di PTPN i Kebun Dusun Hulu, belum sepenuhnya dilakukan secara real time per hari. Mengenai penginputan data penggunaan System Application And Product (SAP) di PTPN i Kebun Dusun Hulu, belum sepenuhnya dilakukan secara real time per hari. Dikarenakan kualitas data yang buruk atau tidak lengkap karena beberapa faktor seperti keliru dalam input data, ketidak tepatan dalam mengumpulkan data, atau minimnya keterampilan operator dalam menggunakan sistem SAP. Hal ini dapat menyebabkan terlambatnya dalam proses penginputan dan membuat hasil akhir yang tidak akurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas data dan keterampilan operator dalam menggunakan sistem SAP agar input data dapat dilakukan dengan real time dan akurat . II. METODE DAN MATERI 1 Sekilas tentang aplikasi SAP SAP (System Aplication and Produc. merupakan suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP berguna untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktifitas sehari-hari salah satunya yang berkaitan dengan pengolahan data tentang sumber daya manusia atau kepegawaian . DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar II. 1 Tampilan halaman muka SAP HANA di PT. SS HEP Gambar. II. 2 Logo SAP Logon SAP S/4 HANA 2 Human Error Human error adalah suatu penyimpangan dari suatu performansi standar yang telah ditentukan sebelumnya, yang mengakibatkan adanya penundaan waktu yang tidak diinginkan, kesulitan, masalah, insiden, kegagalan . Terjadinya tidak real time atau tidak sepenuhnya real time prores input data yang dilakukan di PT. SS HEP adalah salah atau penyebabnya dikarenakan adanya faktor human error. Sehingga ini mengakibatkan adanya penundaan waktu. 3 Hipotesis penelitian Hipotesis atau anggapan dasar adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena harus dibuktikan kebenarannya. Dugaan jawaban ini adalah kebenaran sementara, yang akan diuji dengan data penelitian . Dari penjelasan hipotesis diatas, penulis telah membuat hipotesis terkait penelitian terkait sistem SAP yang tidak sepenuhnya real time yang dijalankan di PT. SS HEP yaitu sebagai berikut: Ha : Adanya human error dalam penginputan sistem SAP sehingga menjadi tidak sepenuhnya real time. Ho : Tidak adanya human error dalam penginputan sistem SAP sehingga menjadi tidak sepenuhnya real 4 Profil singkat perusahaan Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah melakukan riset di PT. SS HEP dari tanggal 20 Februari 2024 sampai dengan 28 Maret 2024. PT. SS HEP adalah kepanjangan dari Selamat Sempurna Heat Exchanges Products. Perusahaan ini merupakan bagian dari PT. Selamat Sempurna. Tbk dan merupakan unit usaha yang tergabung dalam ADR Group yang bergerak dalam industri manufactur komponen automotif. Produk yang dihasilkan adalah suku cadang kendaraan mobil seperti radiator, condenser dan evaporator. Produk-produk tersebut selain melayani lokal juga sudah di export ke berbagai negara Eropa. Asia, dan juga Amerika. Perusahaan-perusahaan ADR Group yang sudah menerapkan aplikasi SAP HANA dalam bisnisnya adalah PT. Panata Jaya Mandiri (PJM). PT. Selamat Sempurna Filter (SSF), dan PT. Selamat Sempurna Heat Exchanges Products (SS HEP) tempat penulis melakukan riset atau penelitian. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar II. 6 tampilan depan PT. SS HEP 5 METODE Dalam pengumpulan data penelitian ini, penulis melakukan wawancara, observasi, kuisioner dan analisa Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara langsung bertanya kepada orangorang ataupun bagian terkait mengenai permasalahan seputar tidak real timenya sistem SAP HANA S/4 yang dijalankan di PT. SS HEP. Hal ini dilakukan setelah mendapatkan data yang sebelumnya dikumpulkan penulis. Biasanya observasi dilakukan ditempat pemesan . ataupun pengguna . dengan melakukan pengamatan terhadap cara kerja mereka . Dari hasil pengamatan ini penulis melihat ada beberapa masalah yang ditemukan terkait tidak real timenya penginputan pada sistem SAP HANA S/4. Pengamatan yang dilakukan adalah bagaimana user melakukan proses input, sehingga terjadinya tidak real time tersebut. Hal-hal yang di amati adalah mulai dari user melakukan login pada sistem dan juga terkait proses terjadinya COGI, proses cancel UD (Use Decisio. dan proses GR (Good Recei. , serta proses input dan pembuatan LP (Lembar Pemeriksaa. pada sistem SAP HANA S/4. Kuisioner adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk mempelajari sikap, kepercayaan, pengetahuan, dan karakteristik individu di dalam suatu lingkungan yang mempengaruhi sistem yang ada. Kuisioner tediri dari daftar pertanyaan yang diajukan kepada individu yang disebut responden. Data yang dihasilkan dari kuisioner akan berisi informasi tentang kasus yang diteliti. Kuisioner yang valid dan realibilitas tinggi memberikan infromasi yang relevan . Kuisioner kemudian disebar kepada user atau penguna SAP lansgung. Dimana user atau pengguna lansgung SAP adalah merupakan karyawan dari PT. SS HEP pada bagian terkait. Setiap pernyataan atau pertanyaan diberikan alternativ jawaban berupa skala linier angka 1 sampai dengan 4. Tahapan penelitian berikutnya adalah melakukan analisa hasil. Pada tahap ini mulai memasukan nilai-nilai yang sudah di hitung sebelumnya dengan menggunakan rumus menggunakan microsoft excel untuk menghindari salah dalam perhitungan untuk kemudian dibandingkan dengan hasil pada software SPSS dan hasilnya akan dibahas pada bab pembahasan selanjutnya. Dalam tahap analisa hasil ini bisa diketahui adanya hubungan atau korelasi antar variabel-variabel dalam objek penelitian. Dan penelitian dinyatakan selesai. PEMBAHASAN DAN HASIL 1 Instrumen dan indikator penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen dengan penyebaran kuisioner kepada 30 Sedangkan indikator dalam kusioner ini dibagi dalam 3 indikator yaitu indikator mengenai penyebab tidak sepenuhnya real time, indikator terkait user interface, dan indikator terkait usability . dalam penggunaan SAP HANA S/4 yang dijalankan di PT. SS HEP. Masing-masing indikator diberikan alternatif jawaban dalam bentuk angka 1 sampai dengan 4, yaitu: Angka 1 responden menyatakan tidak setuju dengan pernyataan Angka 2 responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan Angka 3 responden menyatakan setuju dengan pernyataan Angka 4 responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tabel 3. 3 Indikator kuisioner user interface pengumpulan data pada sistem SAP Indikator Tampilan aplikasi SAP di PT. SS HEP menarik dan mudah diingat User merasa nyaman dengan tampilan SAP di PT. SS HEP yang saat ini digunakan Aplikasi yang dijalankan PT SS HEP mudah digunakan dan memiliki antar muka yang intuitif Menurut saya tampilan aplikasi ini mudah di Pengguna dapat dengan cepat menemukan fitur yang dibutuhkan Aplikasi SAP di SS HEP ini sesuai dengan tugas saya Alternatif jawaban Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tabel 3. 4 Indikator kuisioner usability pengumpulan data pada sistem SAP Alternatif jawaban Indikator Aplikasi SAP yang dijalankan PT SSHEP mudah diingat User dapat dengan mudah mengingat cara menggunakan SAP yang dijalankan di SS HEP Aplikasi yang dijalankan di SS HEP memiliki antar muka yang efisien dan User merasa nyaman dan puas saat menggunakan aplikasi SAP Pengguna dapat dengan cepat menemukan fitur yang Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak Setuju Sangat setuju Setuju Sangat setuju Tidak setuju Sangat tidak DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. 2 Tahap Pengujian Pembahasan berikutnya adalah tahap pengujian, dalam tahapan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui validitas, reliabilitas dan uji hipotesis terhadap kuisioner yang sudah disebarkan sebelumnya kepada responden. Uji validitas hasil kuisioner Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya untuk uji validitas penulis menggunakan rumus uji validitas dengan menggunan excel untuk kemudian hasilnya di bandingkan dengan menggunakan software SPSS. Apakah hasil uji tersebut sama dengan nilai yang dimasukan kedalam excel. Hasil r hitung akan dibandingkan dengan nilai pada r tabel. Dengan taraf signifikasi 0. 05 atau 5%. Sedangkan nilai r tabel 0. Instrumen penelitian dikatakan valid jika r hitung > nilai r tabel. Dan jika r hitung < nilai r tabel, maka instrumen penelitian dikatakan invalid atau tidak valid. Sebelum melakukan uji validitas, langkah awal terlebih dahulu penulis menyiapkan kuisioner untuk dibagikan ke responden. Kuisioner pertama terkait pernyataan tidak sepenunya real time terhadap SAP yang dijalankan di PT. SSHEP. Kuisioner tersebut penulis sebarkan kepada 30 user atau pengguna langsung SAP dengan pernyataan sebanyak 17 pernyataan. Data tabel hasil kuisioner dari jawaban responden seperti terlihat pada tabel 4. 5 data tabulasi hasil kuisioner. Setelah data terkumpul kemudian mulai melakukan uji validitas terhadap nilai kuisioner yang sudah di jawab oleh ke-30 responden tersebut. Seperti disampaikan sebelumnya bahwa uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya setiap pernyataan-pernyataan dalam kuisioner. Dan syarat kuisoiner dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel. Tabel 3. 5 Tabel data tabulasi hasil kuisioner tidak sepenuhnya real time Respon P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 Total DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Pada tabel 4. 6 diatas, menunjukan bahwa penelitian ini melibatkan 30 data responden, dan setiap responden diberikan pernyataan sebanyak 17 pernyataan untuk kemudian hasil jawaban responden ini dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Untuk melakukan uji validitas dan realibilitas, penulis menggunakan excel kemudian dibandingkan dengan software SPSS. Hasil pengujian seperti terlihat pada tabel 4. 6 dan 4. 7 dibawah ini. Tabel 3. 6 tabel hasil perhitungan dengan menggunakan excel R hitung 0. R Tabel 0. Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Penjelasan tabel 3. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi pada tabel 4. 6 dengan menggunakan micosoft excel bahwa kuisioner yang memuat sebanyak 17 pernyataan dengan responden sebanyak 30 orang dinyatakan valid, karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel . Berdasarkan hasil perhitungan antara microsoft excel dengan SPSS, menghasilkan nilai yang sama yaitu r hitung > dari r tabel . Hasil tersebut bisa dilihat bagian bagian A P01 1 Ae P09 dan bagian B P10 - P17. Nilai r hitung minimum pada SPSS 0. 370 dan nilai r hitung maksimum 0. Jika dilihat hasil excel r hitung minimum 0. 370 dan nilai r hitung maksimum 0. Dengan demikian hasil perbandingan hitung dengan menggunakan excel dan SPSS, dinyatakan sama dan ini berarti kuisioner dinyatakan valid untuk keduanya. Uji Realibilitas kuisioner Dalam uji relaiblitas ini, penulis menggunakan rumus CronbachAos alpha. Dengan membandingkan nilai CronbachAos alpha dengan tingkat signifikan, dengan kriteria jika nilai CronbachAos alpha lebih besar dari tingkat signifikan, maka kuisioner dinyatakan realiabel, dan sebaliknya jika nilai CronbachAos alpha lebih kecil dari nilai signifikan maka kuisioner dinyatakan tidak reliabel. Setelah mendapatkan nilai atau angka tersebut selanjutnya memasukan nilai atau angka tersebut kedalam microsoft excel. Hasil perhitungan seperti pada tabel 4. Tabel 3. 7 Tabel hasil perhitungan nilai reliabilitas dengan microsoft Excel Jumlah Varian Varian total Reliabilitas Penjelasan tabel 4. Dari hasil perhitungan nilai CronbachAos alpha pada tabel diatas dengan menggunakan excel didapatkan nilai CronbachAos alpha 0. Berdasarkan tabel perhitungan di atas kuisioner dinyatakan reliabel karena nilai CronbachAos alpha lebih besar dari taraf signifikan yaitu 0. Tabel 3. 8 Tabel perhitungan CronbachAos Alpha dengan SPS Cronbach's Alpha N of Items Penjelasan tabel 4. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Pada tabel 4. 8 hasil perhitungan menggunakan SPSS didapatkan nilai cronbachAos alpha 0. 871, ini berarti kuisioner dikatakan reliabel karena nilai cronbachAos alpha lebih besar dari taraf signifikan 0. Dan hasil perhitungan excel dengan SPSS menunjukan hasil keduanya bahwa kuisioner dinyatakan reliabel. Pengujian Hipotesis penelitian Pengujian selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis. Seperti dijelasakan sebelumnya bahwa hipotesis penelitan yang diajukan penulis adalah terkait adanya human error dalam penginputan sistem SAP sehingga menjadi tidak sepenuhnya real time. Dalam hal ini adakah pengaruhnya human error dalam penginputan SAP sehingga menjadi tidak sepenuhnya real time dan terlambatnya pelaporan data. Untuk melakukan pengujian dilakukan pengukuran variabel x terhadap variabel y, apakah human error menjadi penyebab tidak sepenuhnya real time dan adakah korelasi antar keduanya. Langkah pertama adalah menyiapkan variabel x sebagai variabel bebas atau independent dan variabel y sebagai variabel terikat atau dependent. Langkah kedua adalah menentukan variabel yang akan di ukur. Dalam penelitian ini, penulis sudah menentukan dua variabel, yaitu human error sebagai variabel x atau variabel bebas, dan real time sebagai variabel y atau variabel independent. Tabel 3. 9 Tabel variabel bebas . Variabel bebas . Indikator Nomor soal Human Error Kesalahan proses UD menyebabkan sistem SAP yang dijalankan di PT. HEP menjadi tidak real Keterlambatan proses GR, menyebabkan terjadinya tidak real time pada sistem SAP yang di jalankan di PT. SS HEP Kesalahan proses UD dikarenakan adanya kesalahan stock posting dan penulisan tanggal Kedisiplinan operator input SAP menjadi salah satu penyebab SAP di PT. HEP tidak real time Kesalahan proses UD bisa terjadi karena human error Human error adalah penyebab terjadinya keterlambatan proses GR DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tabel 3. 10 Tabel variabel terikat dependent Variabel terikat . Real time Indikator Nomor soal SAP yang dijalanakan di PT. SS HEP tidak sepenuhnya dijalankan secara real time Keterlambatan proses GR, menyebabkan terjadinya tidak real time pada sistem SAP yang di jalankan di PT. SS HEP Lembar pemeriksaan yang belum dibuat menyebabkan tidak real time pada sistem SAP Cancel UD menyebabkan terjadinya SAP yang tidak real time Dalam pengujian hipotesis ini penulis menggunakan uji T dan F , dengan menggunakan software SPSS. Dan untuk pengambilan keputusan uji hipotesis ini, penulis menggunakan taraf signifikan 0. dengan ketentuan sebagai berikut: Dasar pengambilan keputusan hipotesis uji T . jika taraf signifikan lebih kecil dari 0. 05 atau T hitung lebih besar dari T tabel, maka terdapat pengaruh variabel x terhadap variabel y. Jika taraf signifikan lebih besar dari 0. 05 atau T hitung lebih kecil dari T tabel, maka tidak terdapat pengaruh variabel x terhadap variabel y. Dasar pengambilan keputusan hipotesis uji F . jika taraf signifikan lebih kecil dari 0. 05 atau T hitung lebih besar dari T tabel, maka terdapat pengaruh signifikan variabel x secara simultan terhadap variabel y. Jika taraf signifikan lebih besar dari 0. 05 atau T hitung lebih kecil dari T tabel, maka tidak terdapat pengaruh signifikan variabel x secara simultan terhadap variabel y. Menentukan rumus untuk melihat atau mengetahui nilai T tabel dan F tabel, sebagai berikut: Rumus T = [. f=n-. ], dan Rumus F = [. f (N. =k-. N2=n-. ] = Taraf signifikansi = 0. = Taraf signifikansi = 0. df = derajat kebebasan df = derajat kebebasan n = Jumlah responden N1= df untuk pembilang k = Jumlah variabel N2= df untuk penyebut n = Jumlah responden Setelah menentukan kriteri untuk mengambil keputusan, selanjutnya menyiapkan data yang akan di lakukan uji T, dan F dengan software SPSS. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tabel 3. 11 Tabel data tabulasi pengujian Variabel bebas Res ponden Variabel terik at Human error (X) Real time (Y) Tabel 3. 12 Tabel F-Tabel DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Untuk menentukan nilai F tabel, menggunakan rumus = [. f (N. =k-. N2=n-. ], sehingga menjadi: . df= 1 . N2=28 . Dari tabel 4. 14 didapatkan nilai F-Tabel Tabel 3. 13 Tabel T- Tabel Untuk menentukan nilai T tabel, menggunakan rumus = [. f = n-. sehingga menjadi: . df = 28. Dari tabel 4. 15 didapatkan nilai T-Tabel adalah 2. ibulatkan menjadi 2. Setelah mengetahui nilai F-Tabel dan T-Tabel, berikutnya melakukan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS. Hasil uji hipotesis dan juga korelasi antar variabel seperti yang di tampilkan pada 16 dan 4. 17 dibawah ini. Tabel 3. 14 Tabel koefisien hasil uji T dengan menggunakan SPSS Coefficientsa Standardized Coefficients Beta Model (Constan. Human Dependent Variable: Real Time Sig. Berdasarkan tabel koefisien diatas dapat jelaskan sebagai berikut: Taraf signifikan 0. 000 < 0. 05, dan T hitung 6. 735 > T tabel 2. 048, maka variabel x berpengaruh signifikan terhadap variabel y. Dengan demikian berdasarkan hasil uji T, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis alternatif (H. diterima dan uji hipotesis nol (H. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tabel 3. 15 Tabel Hasil uji F dengan menggunakan SPSS ANOVAa Model Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. Dependent Variable: Real Time Predictors: (Constan. Human error Berdasarkan tabel ANOVA diatas dapat jelaskan sebagai berikut: Taraf signifikan 0. 000 < 0. 05, dan F hitung 45. 359 pada kolom regression . ibulatkan menjadi . > F tabel 4. 20, maka variabel x berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel y. Dengan demikian berdasarkan hasil uji F, maka Hipotesis alternatif (H. diterima dan uji hipotesis nol (H. ditolak KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa penginputan data ke dalam sistem SAP yang dijalankan di PT. SS HEP, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Terjadinya penginputan data ke dalam sistem SAP di PT. SS HEP tidak sepenuhnya real time disebabkan karena adanya Adanya human error, hal ini berdasarkan hasil uji hipotesis dimana Ha (Hipotesis alternati. diterima dan H0 (Hipotesis No. Dan penyebab human error dikarenakan tidak adanya training yang cukup. Terdapat korelasi atau hubungan antara human error . ariabel x. dengan real time . dengan tingkat hubungan atau korelasi kuat, dengan nilai signifikan 0. 000 dan nilai pearson correlation 0. Sedangkan usablity . ariabel x. dan user interface . ariabel x. tidak memiliki korelasi atau hubungan atau bisa dikatakan adanya hubungan yang sangat lemah dengan real time . Walaupun penginputan data ke dalam sistem SAP yang dijalankan di PT. SS HEP tidak sepenuhnya real time, tetapi sistem masih cukup efektif dan efisien. Semua kuisioner yang sudah disebarkan dalam penelitian ini terbukti valid dan reliabel, sesuai hasil perhitungan baik menggunakan software excel maupun menggunakan SPSS. Untuk pengembangan dimasa yang akan datang penulis mencoba untuk memberikan beberapa saran, sebagai berikut: Sample yang diambil dalam penelitian sebaiknya diperbanyak, bukan hanya pada pengguna atau user SAP saja, tetapi bisa juga ke seluruh karyawan agar hasil analisa lebih maksimal. Bila perlu tambahkan juga terkait knowledge atau pengetahuan mengenai aplikasi SAP ini. Seberapa besar karyawan memahami tentang aplikasi SAP tersebut. Human error merupakan salah satu penyebab, berdasarkan hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan. Human error terjadi karena kurangnya disiplin dari user dalam penginputan. Untuk Hal ini, penulis menyarankan untuk di buatkan semacam training khusus mengenai penggunaan aplikasi SAP, terkait dampak yang akan ditimbulkan jika data menjadi tidak real time. Penulis menyarankan untuk dilakukan analisa lebih mendalam terkait temuan kekurangan pada aplikasi, yang menyebabkan adanya perbedaan tampilan pada menu inspection lot. REFERENSI