Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN GANGGUAN HAID Mega Ade Nugrahmi Program Studi Di Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Jl. By Pass No. Aur Birugo Tigo Baleh. Bukittinggi. Sumatera Barat e-mail : mega_gaulya@yahoo. ABSTRAK Kejadian status gizi kurang pada remaja putri sering luput dan terabaikan, padahal kualitas sumber daya manusia sebagai indicator keberhasilan pembangunan nasional terletak ditangan remaja. Salah satu cara untuk menentukan keadaan gizi seseorang adalah dengan menentukan Indeks Masa Tubuh ( IMT ), yaitu dengan membandingkan berat badan dan tinggi Tujuan Penelitian ini Diketahuinya hubungan Indeks Masa Tubuh dengan gangguan haid pada mahasiswi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. Desain penelitian menggunakan metode analitik dengan design cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi yang berjumlah 83 orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara Instrumen menggunakan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan dilakukan melalui uji statistik ChiAeSquare. Uji statistik bermakna bila diperoleh nilai P A 0,05 pada CI 95%. Hasil didapatkan bahwa responden yang terganggu pada saat haid lebih banyak pada responden dengan IMT yang kurang yaitu 78,6% dibandingkan dengan IMT yang normal ( 15,15 % ) dan lebih ( 1,2% ). Sedangkan responden yang tidak terganggu pada saat haid lebih banyak pada responden dengan IMT yang normal yaitu 84,84 % dibandingkan dengan IMT yang kurang ( 21,4% ) dan lebih . ,4% ). Terdapat hubungan signifikan antara indeks massa tubuh dengan gangguan haid pada mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. Kata Kunci : indeks massa tubuh,gangguan haid, remaja Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 81 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT The occurrence of malnutrition status among young girls is often missed and neglected, whereas the quality of human resources as an indicator of the success of national development lies in the hands of adolescents. One way to determine a person's nutritional state is by determining the Body Mass Index (BMI), which is by comparing weight and height. Objective Knowing the relationship of Body Mass Index with menstrual disorders in D-i Midwifery students at Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. The study design used analytical methods with cross sectional The population in this study were all female college students at the Second D-i Study Program of Stikes Prima Nusantara Bukittinggi, totaling 83 people. The data used are primary data with interview methods. The instruments used questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square statistical test. Statistical tests were significant when P values 0. 05 were obtained at 95% CI. It was found that respondents who were disturbed during menstruation were more in respondents with less BMI ie 78. 6% compared to normal BMI . 15%) and more . 2%). Whereas respondents who were not interrupted during menstruation were more likely to be respondents with a normal BMI of 84. 84% compared with less BMI . 4%) and more . 4%). There is a significant relationship between body mass index and menstrual disorders in the level II students of D-i Study Program Midwifery in Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. Keyword : body mass index, menstrual disorders, teenagers Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 82 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitary pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam sekitar dua tahun. Dorongan pertumbuhan terjadi lebih awal pada pria dari pada wanita. Juga menandakan bahwa wanita lebih dulu matang secara seksual dari pada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi atau haid Sundari,2009 ). Salah reproduksi adalah haid yang merupakan perdarahan periodik dan siklik dari rahim. Perdarahan terebut merupakan akibat dari runtuhnya jaringan endometrium, tanpa terjadinya suatu kehamilan (Enud J. Suryana dkk, 2. Jika ada gangguan hormon terutama berhubungan dengan hormon Salah satu indicator kesehatan reproduksi adalah haid yang merupakan perdarahan periodik dan siklik dari rahim. Perdarahan terebut merupakan akibat dari runtuhnya jaringan tanpa terjadinya suatu kehamilan (Enud J. Suryana dkk, 2. Jika berhubungan dengan hormon progesteron, estrogen. LH dan FSH hal ini akan mempengaruhi fungsi kerja hormon lain termasuk kerja hormon reproduksi yang mempengaruhi perangsangan terjadinya gangguan haid. Indeks Masa Tubuh (IMT) merupakan faktor yang berperan dalam kelainan siklus haid. Banyak kelainan haid yang diderita seseorang yang memiliki nilai IMT di atas normal atau di bawah normal. JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Pada seseorang yang memiliki IMT diatas normal akan mengalami kelainan haid berupa oligomenore, sedangkan seseorang yang memiliki IMT dibawah normal akan mengalami kelainan haid berupa amenorea ( Sundary,2009 ) WHO menjelaskan, kenaikan IMT merupakan faktor risiko besar untuk beberapa jenis penyakit dan Johanes menambahkan risiko penyakit lainnya seperti perlemakan hati, batu empedu, gangguan hormonal sehingga haid jarang, sulit hamil, kolesterol dan lain-lain. Menurut proyeksi global WHO di tahun 2005 mengindikasikan sekitar 1,6 miliar orang dewasa . tahun ke ata. mengalami overweight dan sedikitnya 400 juta orang dewasa mengalami obesitas. Diperkirakan pada tahun 2015 sekitar 2,3 miliar orang mengalami overweight dan lebih dari 700 juta yang obesitas ( WHO, 2005 ) Pada penelitian yang dilakukan pada 734 wanita di Polandia didapatkan angka kejadian poliminorea mencapai 6. (Skierska, 1. Pada penelitian lain pada 146 remaja di belanda didapatkan angka kejadian polimenorea 1. 37% (Van Hoof. Penelitian terhadap 53 penderita insulin dependent diabetes melitus (IDDM) 95% diantaranya mengalami polimenorea (Snadjrova, 1. Sebuah penelitian di Arab Saudi . % underweight, 17% normal, 42% overweight, dan 38% obes. mendapatkan bahwa angka kejadian oligominorea meningkat antara 18% sampai 32% sebanding dengan meningkatnya IMT (Hamilton dkk, 1. Data statistik menunjukkan kurang lebih 37 % dari jumlah penduduk di Indonesia adalah remaja. Dalam survei 2 tahunan, angka obesitas pada remaja meningkat. Tingkat obesitas pada 2007 saja ditemukan 19,1 %. (Depke. Sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 3040%. (Depkes, 2007 ) Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 83 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Berdasarkan hasil survey awal dari 13 orang mahasiswi Tingkat II Program Studi Di Kebidanan di Stikes Prima Nusantara Bukittinggi yang diteliti diketahui sekitar 13 % mahasiswi yang mengalami gangguan haid. BAHAN DAN METODE Desain penelitian menggunakan metode analitik dengan design cross Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi yang berjumlah 96 orang, dimana 13 orang sudah dijadikan sampel pada survey awal sehingga populasi penelitian menjadi 83 orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan Instrumen menggunakan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan dilakukan melalui uji statistik ChiAeSquare. Uji statistik bermakna bila diperoleh nilai P A 0,05 pada CI 95%. HASIL Hasil Analisa Univariat Gambaran Indeks Massa Tubuh Tabel 1 Distribusi Responden Menurut Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswi Tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi Indeks Massa Tubuh Kurang Normal Lebih Total Jumlah Presentase Dari frekuensi responden menurut Indeks Massa Tubuh didapatkan bahwa sebagian besar JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 responden memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal yaitu sebanyak 66 orang ( 79,5% ). Gangguan Haid Tabel 2 Distribusi Responden Menurut Gangguan Haid Pada Mahasiswi Tingkat II Prodi Di Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi Gangguan Jumlah Presentase Haid Terganggu Tidak Total Dari frekuensi responden menurut gangguan haid didapatkan bahwa sebagian besar mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittnggi tidak terganggu saat haid yaitu sebanyak 61 orang ( 73,4% ). Hasil Analisa Bivariat Tabel 3 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Gangguan Haid Pada Mahasiswi Tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi Gangguan Haid Indeks Massa Tubuh Tergangg Tidak Tergangg Kurang Norma l Lebih Total Total 5,05 Dari table analisis hubungan Indeks Massa Tubuh dengan gangguan haid terganggu pada saat haid lebih banyak pada Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 84 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index responden dengan IMT yang kurang yaitu 78,6% disbandingkan dengan IMT yang normal ( 15,15 % ) dan lebih ( 1,2% ). Sedangkan responden yang tidak terganggu pada saat haid lebih banyak pada responden dengan IMT yang normal yaitu 84,84 % dibandingkan dengan IMT yang kurang ( 21,4% ) dan lebih . ,4% ). Analisa tersebut memperlihatkan bahwa semakin baik indeks massa tubuh semakin rendah kemungkinan terjadinya gangguan responden pada saat Berdasarkan hasil analisa statistic chisquare diperoleh nilai p=0. Dari nilai p tersebut dapat dijelaskan bahwa Ho ditolak artinya terdapat hubungan signifikan antara indeks massa tubuh dengan gangguan haid pada mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi yang mengalami gangguan pada saat haid lebih banyak terjadi pada responden dengan IMT yang kurang yaitu 78,6% dibandingkan dengan IMT yang normal ( 15,15% ) dan IMT lebih ( 1,2% ). Sedangkan responden yang tidak mengalami gangguan pada saat haid lebih banyak pada responden dengan IMT normal yaitu 84,84% dibandingkan dengan IMT yang kurang ( 21,4% ) dan IMT lebih ( 2,4% ). Analisa tersebut memperlihatkan bahwa IMT yang normal dapat menurunkan kemungkinan terjadinya gangguan haid. Melalui uji person chi-square test diperoleh nilai p= 0,001. Dari nilai p tersebut dapat dijelaskan bahwa Ho ditolak artinya terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan gangguan haid pada mahasiswi tingkat II Prodi D-i Kebidanan Stikes Prima Nusantara Bukittinggi. JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Dahliansyah ( 2008 ), dimana hasil penelitiannya 46 % responden mempunyai nilai IMT dalam kategori mempunyai siklus haid yang tidak teratur. Disini menunjukkan bahwa semakin baik nilai IMT seseorang maka semakin baik pula siklus haid orang tersebut. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini akan berdampak pada gangguan haid, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik. Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat haid, terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase lutea ( produksi progesteron ) akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid ( Paath & Erna Francin,2004 ) Siklus datang bulan tidak teratur merupakan salah satu keluhan seputar organ reproduksi yang paling sering dikeluhkan Pada umumnya siklus datang bulan berlangsung 28 hari, tetapi pada sebagian wanita siklus tersebut tidak sama, antara 20 dan 35 hari. Hasil penelitian ini juga sama dengan hasil penelitian Lennita ( 2008 ), dimana status gizi mempengaruhi gangguan dari siklus haid. Dari hasil penelitiannya pada responden yang mengalami gangguan haid didapatkan pada responden yang mempunyai nilai IMT dalam kategori kurus yaitu sebanyak 56,4 %. Disini menunjukkan bahwa status gizi yang baik akan terhindar Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 85 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index dari gangguan haid dibandingkan dengan status gizi yang kurang. Dari kecendrungan terjadinya gangguan haid hormonal,penurunan berat badan yang drastis, stress, kecemasan dan diet yang tidak terkontrol. Oleh karena itu pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan oleh setiap Mempertahankan berat badan normal memugkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang dengan penerapan hidangan sehari-hari yang lebih seimbang. KEPUSTAKAAN