Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 151-159 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Kualitas pelayanan posyandu balita di RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kemantren Ngampilan. Kota Yogyakarta Rohmah Ida Fitria1*. Ghina Raudataul Al Jannah2. Evi Wahyuntari3. Hagia Faradhita Borealis4. Shilva Dwi Wiranti4. Aulia Nur Lailiah2. Namila Ajeng Syawitri5. Debby Sannya Indah Putry M6. Arfi Ikhsan Fauzi7 Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Program Studi Gizi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Program Arsitektur. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Program Studi Psikologi. Fakultas Ekonomi Ilmu Sosial dan Humaniora. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Program Studi Fisioterapi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia E-mail: fitriarohmahida@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan Posyandu Balita di RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kemantren Ngampilan. Kota Yogyakarta. Kualitas pelayanan kesehatan balita di Posyandu sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mencegah berbagai masalah kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei untuk mengumpulkan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada orang tua balita dan wawancara mendalam dengan petugas Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kualitas pelayanan Posyandu di RW 03 Gendingan tergolong baik, dengan aspek yang mencakup ketersediaan layanan, profesionalisme tenaga kesehatan, dan kepuasan orang tua terhadap pelayanan. Namun, terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan, seperti peningkatan frekuensi penyuluhan kesehatan dan penambahan fasilitas pendukung. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di wilayah tersebut dan memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan balita di Kota Yogyakarta. Kata Kunci Balita. Kualitas Pelayanan. Posyandu Abstract This study aims to evaluate the quality of Posyandu services for toddlers in RW 03 Gendingan. Notoprajan Village. Ngampilan District. Yogyakarta City. The quality of toddler health services at Posyandu is very important in supporting children's growth and development, as well as preventing various health problems. This study uses a descriptive approach with a survey method to collect data through questionnaires distributed to toddlers' parents and in-depth interviews with Posyandu officers. The results of the study indicate that in general, the quality of Posyandu services in RW 03 Gendingan is classified as good, with aspects that include the availability of services, the professionalism of health workers, and parental satisfaction with the services. However, there are several areas that need improvement, such as increasing the frequency of health education and adding supporting facilities. These findings are expected to provide recommendations for improving the quality of Posyandu services in the area and make a positive contribution to toddler health in Yogyakarta City. Keywords toddler. service quality. Posyandu This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Masa balita atau golden age adalah Masa dimana manusia mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat (Faiqah. & Suhartatik. , 2. Pada usia balita, anak akan semakin berkembang dalam berpikir, berbicara, panca indra, dan kemampuan motorik (Kartika & Rifqi, 2. https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Masa balita adalah masa kritis dalam upaya menciptakan sumber daya yang berkualitas (Dhillon & Harahap, 2. Masa ini adalah kunci bagi pembentukan kecerdasan balita atau anak. Hal ini merupakan hal penting bagi orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak selama berada di masa golden age, salah satunya dengan memenuhi kebutuhan gizi anak. Tingkat kecukupan gizi balita dapat dilihat berdasarkan status gizi yang terbagi menjadi tiga yaitu balita kurus, normal atau gemuk (Faiqah & Suhartatik, 2. Pemantauan status gizi balita dapat dilakukan di pelayanan posyandu. Upaya yang dilakukan penerintah untuk mecegah stunting yakni dengan melakukan deteksi dini melalui pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) pada anak pra sekolah. Hal tersebut untuk mencapai pertumbuhan yang optimal pada anak (Kemenkes RI, 2. Hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya di dapatkan pemantauan pertumbuhan bayi dibawah dua tahun . berhubungan status gizi balita (Sari et al. , 2. Selain itu pemberdayaan masyarakat dalam hal ini kader Kesehatan atau Guru sekolah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan (Wahyuntari et al. , 2. Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. adalah cabang pelayanan kesehatan dari organisasi masyarakat yang menerima dukungan teknis dari tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit Selain itu. Posyandu merupakan forum pemberdayaan masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat (Wigati & Ekasari, 2. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah meliputi perluasan cakupan pemberian vaksinasi, pemberian vitamin A, pemberian ASI Eksklusif, gizi dan pengobatan yang tepat untuk penyakit umum, serta pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam upaya meningkatkan kualitas sanitasi dan gizi, mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak serta stunting, dan menurunkan jumlah penyakit tidak menular, kehadiran Posyandu telah menjadi sebuah strategi, sehingga pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan untuk menghidupkan kembali kesehatan masyarakat semua Posyandu (Has et al. , 2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 menyatakan bahwa keselamatan pasien dan masyarakat, peraturan kelembagaan, dan tata kelola diperlukan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang efektif, efisien dan bertanggung jawab. Masyarakat semakin menuntut daerah yang membutuhkan pelayanan tingkat tinggi. Kinerja Posyandu sangat bergantung pada peran, motivasi dan kemampuan kader dalam melaksanakan kegiatan Posyandu. Permasalahan ini perlu diwaspadai mengingat munculnya berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja dan motivasi pengurus Posyandu, baik internal maupun eksternal. Pelayanan posyandu di RW 03 juga berfokus pada pemberian informasi yang tepat kepada orang tua mengenai perawatan balita dan pentingnya gizi seimbang. Program penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua tentang pentingnya pola makan yang baik dan praktik kesehatan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan optimal balita. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan kebutuhan kesehatan anak mereka (Wahyuni, 2. Selama beberapa tahun terakhir. RW 03 Notoprajan telah mengalami berbagai upaya perbaikan dalam pelayanan posyandu melalui dukungan dana dari pemerintah dan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya memperbaiki fasilitas posyandu tetapi juga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan, yang berdampak positif pada kesehatan anak-anak di komunitas tersebut (Hadi, 2. Namun, meskipun ada kemajuan yang signifikan, masih ada tantangan yang harus diatasi untuk memastikan bahwa layanan posyandu dapat diakses oleh seluruh keluarga di RW 03 Notoprajan. Masalah seperti keterbatasan sumber daya, keterampilan kader, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya posyandu memerlukan perhatian dan solusi berkelanjutan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat secara optimal (Iskandar, 2. Berdasarkan beberapa uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait kualitas pelayanan di Posyandu. Objek yang dipilih peneliti adalah Posyandu Bayi Balita yang terletak di RW 03 Gendingan Kelurahan Notoprajan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta. Posyandu ini memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak meliputi pelayanan kesehatan bayi balita, penimbangan serta pengukuran bulanan, dan pemberian makanan tambahan. Posyandu Bayi Balita RW 03 diselenggarakan rutin setiap satu bulan sekali yakni pada tanggal 20 dengan jumlah kader 12 di Balai RW 03 Gendingan. Ada beberapa alasan mengapa penulis memilih Posyandu Bayi Balita RW 03 sebagai tujuan Pada pengamatan pertama penulis menemukan informasi bahwa kader Posyandu sangat baik Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 dalam melayani masyarakat. Mereka ramah dan membantu serta menjaga ibu dan anak yang datang. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang kurang mendukung seperti sarana dan prasarananya, kesalahan pengukuran dari kader, kesadaran dari masing-masing ibu, serta kesibukan masing-masing ibu yang kemudian berdampak pada kehadirannya di pertemuan Posyandu. Dalam suatu kesempatan, peneliti melakukan observasi terkait pelayanan posyandu bayi balita RW 03 Gendingan dan ditemukan adanya kesalahan atau tidak sesuai standar pengukuran LILA (Lingkar Lenga. LK (Lingkar Kepal. PB (Panjang Bada. dan Interpretasi Hasil. Selain itu penulis menemukan adanya alat eror pada Timbang Berat Badan Bayi dan Balita sehingga memakan waktu yang lama saat akan atau dilakukannya Masalah lain yang peneliti temukan ketika melakukan wawancara langsung dengan salah satu kader tersebut adalah bahwa tidak semua ibu dan anak menghadiri pertemuan rutin Posyandu tersebut setiap bulannya. Dukungan serta kesadaran dari ibu-ibu balita lah yang menjadi salah satu penentu tersampaikan atau tidaknya pelayanan kesehatan yang telah diusahakan oleh kader-kader Posyandu Berdasarkan Penelitian lain yang mendukung, yaitu artikel yang berjudul AuAnalisis Kualitas Pelayanan Posyandu Bougenvile Desa Sukorejo Kecamatan Widodaren Kabupaten NgawiAy yang ditulis oleh (Mufassaroh & Widodo, 2. bahwa kualitas pelayanan publik dapat diukur dari beberapa unsur antara lain: kehandalan . , daya tanggap . , jaminan . , empati . dan bukti fisik . Optimalisasi posyandu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang pelayanan yang dilaksanakan di posyandu tersebut, menyediakan perawatan fasilitas yang ada di posyandu tersebut, demi kelancaran kegiatan di posyandu, tenaga kesehatan merupakan sesuatu hal yang penting di Posyandu, untuk itu kegiatan promosi posyandu harus lebih ditingkatkan, dan pembukuan di Posyandu Bougenvile harus lebih baik lagi agar data-base yang dibuat lebih teratur. Berdasarkan pada pendahuluan penelitian maka rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana kualitas pelayanan Posyandu Bayi Balita RW 03 Gendingan Kelurahan Notoprajan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta. METODE Metode pelaksanaan yang akan dilakukan pada pengabdian masyarakat di RW 03 Gendingan. Notoprajan. Kota Yogyakarta sebagai berikut : Pemaparan program kerja terkait pelaksanaan posyandu balita yang akan kami ikuti Dilakukannya wawancara kepada kader pada tahap awal terkait jumlah balita yang ada di posyandu RW 03, jumlah kader, teknik pelaksanaan posyandu, dan cara pengumpulan data hasil posyandu Melakukan observasi secara langsung pada kader terkait pendaftaran, cara pengukuran lingkar kepala, pengukuran lingkar lengan, penimbangan bayi balita, pengukuran tinggi dan panjang badan pada bayi balita, cara pemeriksaan SDIDTK, cara pemberian vitamin A, cara memberikan konseling kepada ibu dan balita dan cara pemberian PMT pada ibu dan balita. Untuk tahap akhir yakni penyusunan laporan dilakukan secara bersama dan meminta data hasil pelaksanaan posyandu pada kader. Proses kerja sama dengan mitra berjalan dengan lancar, para kader antusias untuk dilakukannya wawancara dan observasi terkait pelaksanaan posyandu balita di RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kota Yogyakarta. Dengan demikian tidak ada hambatan yang terjadi pada proses penyusunan laporan dan publikasi jurnal. Key informan Pengabdian Masyarakat ini adalah Ibu Endah. Kader Posyandu Bayi Balita. RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kecamatan Ngampilan. Kota Yogyakarta. Untuk memperoleh data yang lebih akurat dan terpercaya, selanjutnya Ibu Endah menunjuk beberapa pengurus yaitu Ibu Sri, dan Ibu Endang. Subjek penelitian ini adalah Posyandu Bayi Balita RW 03 Gendingan dengan sumber data sebagai Kader - kader Posyandu Bayi Balita RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kecamatan Ngampilan. Kota Yogyakarta yaitu Ibu Endah. Ibu Sri. Ibu Endang. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Ibu Anggota Posyandu Bayi Balita RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kecamatan Ngampilan. Kota Yogyakarta yaitu Ibu Hanum. Bapak Paijo. Ibu Ratna. Ibu Septi. Ibu Nita dan Ibu Hepi. Pengabdian masyarakat ini berlokasikan di Posyandu Bayi Balita yang terletak di Kelurahan Notoprajan RW 03 Gendingan. Kecamatan Ngampilan. Kota Yogyakarta, yang lebih tepatnya bertempat di rumah Balai RW 03. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal 12 Agustus - 11 September 2024. Pengabdian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Program PKM terkait Kualitas Pelayanan Posyandu Balita yang dilaksanakan di RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kota Yogyakarta di terima sangat antusias oleh kader dan warga RW 03. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah Wawancara, observasi langsung pelaksanaan posyandu dan dokumentasi pada posyandu balita. Posyandu Balita RW 03 Gendingan termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Ngampilan Kota Yogyakarta. Posyandu Notoprajan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu sesuai dengan RW masing - masing. Sampai saat ini Posyandu Balita RW 03 diselenggarakan di Balai RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kecamatan Ngampilan. Kota Yogyakarta. Posyandu Balita RW 03 diketuai oleh Ibu Desi. Gambar 1. Tempat pelaksanaan posyandu Balita Kegiatan diawali dengan memaparkan program kerja secara tatap muka terlebih dahulu pada tanggal 14 Agustus 2024 kepada pak RW 03, kader posyandu, kepala kampung Gendingan dan semua RT dari RT 15-20. Kegiatan ini mensosialisasikan program kepada mitra terkait pelaksanaan posyandu Program yang akan di terapkan disambut antusias oleh kader dan juga pihak petinggi-petinggi RW 03 Gendingan. Notoprajan. Kota Yogyakarta. Hasil dari pertemuan tersebut di sepakati akan dilakukan pertemuan kader dengan update terkait dengan kualitas pelayanan posyandu balita di RW 03 Gendingan. Gambar 2. Pemaparan Program Kerja Bersama Kader dan Pengurus RW 03 Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Kegiatan selanjutnya ialah melakukan wawancara kepada kader posyandu terkait jumlah balita yang ada di RW 03, jumlah kader, sistem pelaksanaan posyandu balita di RW 03 dan kendala yang terjadi pada pelaksanaan posyandu balita. Wawancara yang telah dilakukan oleh kami kepada beberapa informan menghasilkan data sebagai berikut: Posyandu Balita RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kecamatan Ngampilan. Kota Posyandu Bayi Balita ini membawahi enam RT di RW 03 yaitu RT 15. RT 16. RT 17. RT 18. RT 19 dan RT 20. Posyandu Balita ini belum mempunyai kantor sendiri, jadi masih menumpang di Balai RW 03. Alat-alat kesehatan yang dimiliki oleh Posyandu Balita diantaranya: timbangan, tiang timbangan, meja, kursi, alat ukur tinggi badan, alat cuci tangan, serta mainan anak-anak APE (Alat Permainan Edukati. Pelaksanaan PMT (Pemberian Makanan Tambaha. di Posyandu Balita bersumber pada dana dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Menu dalam pelaksanaan PMT tersebut telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sehingga kader Posyandu tidak perlu memikirkan variasi menunya. Terdapat Yogyakarta beranggotakan 12 kader tetap. pelayanan khusus untuk anak dengan gizi kurang yang difasilitasi oleh Posyandu Balita. Ada beberapa kendala yang seringkali dijumpai oleh kader Posyandu ketika memberikan pelayanan rutin kesehatan, yaitu ada beberapa ibu balita sibuk dan tidak bisa menemani anaknya untuk menghadiri pertemuan rutin tersebut. Selain itu juga adanya orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mengikuti posyandu. Gambar 3. Wawancara Bersama Kader Posyandu Kegiatan ketiga yang dilakukan ialah pelaksanaan pelayanan posyandu di Balai RW 03 Gendingan. Notoprajan. Kota Yogyakarta. Pelaksanaan posyandu dilakukan sesuai standar pemerintah yakni menggunakan sistem 5 meja. Bentuk pelayanan kesehatan di Posyandu adalah penimbangan berat badan Balita dan Baduta, pemantauan tumbuh kembang Balita atau penentuan status pertumbuhan Balita/Baduta, penyuluhan kesehatan, gizi, imunisasi, pemberian vitamin A. Data menunjukkan bahwa sebagian besar balita di RW 03 mendapatkan akses ke layanan ini secara teratur, dengan tingkat partisipasi yang cukup baik (Yuliani et al. , 2. Secara spesifik penulis akan memaparkan satu persatu hasil dari pengabdian masayarakat yang dilkukan penulis mengenai pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu berdasarkan informasi dan data yang penulis peroleh dari hasil PKM yang telah penulis lakukan sebagai berikut : Meja 1 . kader dan 1 mahasisw. : Pendaftaran, pengukuran LILA (Lingkar Lenga. dan LK (Lingkar Kepal. Setiap bayi balita yang datang atau pengantar tersebut harus mengisi daftar hadir untuk keperluan data posyandu, kantor kelurahan, puskesmas Ngampilan, kemantren dan juga dinas kesehatan kota. Selain itu juga untuk informasi yang akurat tentang setiap peserta posyandu dalam membantu penjadwalan kegiatan selanjutnya. Pada meja pendaftaran, ibu dan balita akan mengisi formulir untuk mncatat data diri dan riwayat kesehatan. Pengukuran LILA dapat mendeteksi didni balita yang Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 mengalami wasting . izi kurang dan gizi buru. Lingkar lengan atas yang kecil menunjukkan bahwa anak memiliki berat badan yang kurang atau kekurangan gizi. Pita LILA digunakan untuk mengukur lingkar lengan atas anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Pengukuran LK (Lingkar Kepal. dapat memantau pertumbuhan otak anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk melakukan pengukuran lingkar kepala terutama sampai usia 2 tahun. Pemerintah melalui menteri kesehatn mengeluarkan Peraturan Menteri kesehatann No. 2 tahun 2020 tentang standar atropometri anak untuk menciptakan sumberdaya manuasi yang berkualitas dan sebagi pemantau gizi dan tren pertumbuhan anak sesuai standar. Pada pengukuran LILA dan LK di pelayanan posyandu balita di RW 03 terdapat kesalahan pengukuran sehingga ada perbedaan hasil pada bulan ini dan bulan lalu. Pentingnya pelaksanaan penentuan status pertumbuhan balita selain dapat mengetahui pertumbuhan Balita setiap bulannya, apabila dari hasil penentuan status pertumbuhannya terdapat Balita yang mengalami gangguan pertumbuhan, orangtua Balita akan mendapatkan penyuluhan atau arahan dari petugas Posyandu. Meja 2 . : Stimulasi. Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Tujuan pemeriksaan SDIDTK (Stimulasi. Deteksi. DAN Intervensi Dini Tumbuh Kemban. di posyandu adalah untuk memantau dan memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan Selain itu juga untuk mengetahui adanya penyimpangan tumbuh kembang apada anak, mencegah kondisi terparah anak, seperti gizi buruk, memperbaiki penyimpangan tmbuh kembang anak agar kembali ke jalur normal. Pemeriksaan SDIDTK dilakukan pada anak mulai dari usia 0-72 bulan. Frekuensi pemeriksaannya adalah setiap 3 bulan sekali untuk anak usia 0-24 bulan dan setiap 6 bulan sekali untuk usia 24-72 bulan. Pada meja ini bayi balita di tes perkembangan nya terkait motorik kasar . emampuan duduk, berdir. dan motorik halus . emegang pensil untuk menulis, melipat, menggambar, menyusun puzzle atau rubi. Selain itu juga ditanya terkait kemampuan bicara dan baerbahasa , sosial kemandirian, tes daya lihat, tes daya dengar, mental emosional serta mengecek kesehatan gigi dan asupan makanan. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pada meja SDIDTK tidak ada kendala ataupun kekeliruan dalam penyampaian dan Pada observasi yang kami lakukan juga pada pemeriksaan ini kader melakukan pemeriksaan motorik halus, motorik kasar, pemeriksaan gigi, asupan makanan, tes dayalihat, tes daya dengar dan sosial kemandiriannya. Apabila ada Balita tumbuh kembangnya tidak sesuai dengan umurnya maka akan segera ditindak lanjuti oleh petugas Posyandu dengan melaporkan hasil kepada pihak puskesmas dengan adanya rujukan khusus dan dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Meja 3 . kader dan 5 mahasisw. : Pengukuran TB/PB, penimbangan bayi, balita dan anak serta pengisian KMS. Pengukuran dan penimbangan bayi, balita, anak dilakukan setiap bulan di posyandu. Kegiatan ini berguna untuk mengetahui pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan Selain itu juga untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak sudah opyimal atau belum, mengetahui apakah anak mengalami penyimpangan gizi atau tidak, mendeteksi dini kekurangan gizi atau gizi buruk, mengetahui anak mengalami gangguan tumbuh kembang atau tidak. Penimbangan dan pengukuran dilakukan mulai usia 1 bulan sampai 5 tahun. Hasil dari penimbangan dan pengukuran tersebut dapat menentukan status gizi balita. Setelah dilakukan pengukuran dan penimbangan hasilnya kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita. Pada KMS petugas dapat mencatat pemberian vitamin A, mencatat pemberian ASI Eksklusif dan kejadian sakit, menilai hasil penimbangan, mendeteksi dini gangguan pertumbuhan seperti gizi kurang, gizi lebih, atau obesitas, selain itu juga sebagai alat edukasi. Apabila ada Balita yang berat badannya tidak sesuai dengan target setiap bulannya dapat segera ditindak lanjuti oleh petugas Posyandu dengan melaporkan hasil kepada pihak puskesmas dengan adanya rujukan khusus dan dilakukan pemeriksaan dan pengobatan Untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan penimbangan berat badan di Posyandu Balita RW 03 sudah cukup baik, namun terdapat kendala pada alat timbangan dikarenakan sering eror sehingga memperlambat waktu penimbangan. Hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan penimbangan berat badan yang dilakukan oleh kader Posyandu sudah berjalan dengan baik yang berarti dengan terus memberikan solusi atau penyuluhan kesehatan lanjutan agar kedepannya Balita atau Baduta tersebut berat badannya sesuai dengan target kenaikan berat badan setiap bulannya. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Meja 4 . kader dan 2 mahasisw. : Penyuluhan dan pemberian vitamin A. Setiap yang datang akan diberikan penyuluhan diantaranya mengenai pentingnya rutin datang ke posyandu, mengenai gizi, perkembangan dan pertumbuhan bayi, balita, anak, mengenai MPASI, seputar informasi stunting dan memberikan vitamin A. Penyuluhan ini tidak hanya dikhususkan kepada ibu balita dan anak saja melainkan juga ditujukan kepada Ibu Hamil dan masyarakat secara umum. Pemberian vitamin pada Balita yaitu kapsul vitamin A yang dilaksanakan setiap bulan Februari dan Agustus, vitamin A itu sendiri ada dua jenis yaitu yang berwarna merah dan biru, dimana kapsul vitamin A yang berwarna biru untuk anak yang berusia 6-11 bulan sementara yang merah untuk anak yang berusia 12-59 bulan. Pentingnya pemberian kapsul vitamin A bagi Balita dapat meningkatkan daya tahan tubuh Balita terhadap serangan penyakit dan mencegah penyakit mata yang disebut Xerophthalmia yang apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan kebutaan. Pada Posyandu Balita RW 03 pelayanan kesehatan pemberian vitamin A bagi Balita sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ada dan pengarahan dari petugas Puskesmas. Meskipun kendala terjadi pada kesadaran akan ibu-ibu Balita yang tidak datang pelayanan kesehatan terus dilakukan sesuai arahan dari Puskesmas yaitu dengan melakukan sosialiasi secara menerus. Pada pemberian vitamin A di RW 03 juga ada kendala lain yakni terkadang anak tidak mau diberikan di tempat posyandu sehingga dibawa pulang, selain itu ada juga anak yg muntah ketika diberikan nya vitamin A tersebut sehingga dosis tidak sepenuhnya masuk kedalam mulut. Meja 5 . -3 kade. : Pemberian Makanan Tumbuhan. Tujuan dengan adanya meja PMT ini yakni agar meningkatkan status gizi anak dan mencukupi kebutuhan zat gizi anak. Menu PMT dijadwalkan dalam 90 hari, tentunya jadwal menu PMT yang diberikan sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi Puskesmas Notoprajan, dengan aneka ragam menu yang disukai balita dan anak tanpa mengurangi nilai gizi di dalamnya. Pada hari selasa tanggal 20 Aguztus 2024 di meja PMT ini menu nya ialah sayur bobor santen dan buah pisang. Gambar 4. Pelaksanaan Posyandu Balita di Balai RW 03 Gendingan Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Kualitas Pelayanan: Evaluasi kualitas pelayanan posyandu di RW 03 menunjukkan adanya peningkatan kepuasan masyarakat terkait dengan pelayanan kesehatan. Sebagian besar orang tua merasa puas dengan layanan yang diberikan, meskipun ada beberapa area yang perlu perbaikan (Hidayati et al. Tingkat Kunjungan: Data menunjukkan bahwa tingkat kunjungan ke posyandu mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Ada peningkatan kunjungan pada bulan-bulan tertentu, seperti saat program imunisasi berlangsung, namun juga terdapat penurunan pada bulan-bulan lainnya (Ayu et al. , 2. Imunisasi dan Cakupan: Program imunisasi di posyandu RW 03 menunjukkan cakupan yang memuaskan dengan hampir seluruh balita mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Ini berkontribusi pada penurunan angka kejadian penyakit menular di kalangan balita (Putra et al. , 2. Edukasi Kesehatan: Edukasi tentang pola makan sehat dan kebersihan sangat penting bagi orang tua balita. Posyandu di RW 03 menyelenggarakan sesi penyuluhan secara rutin, namun keterlibatan orang tua dalam sesi ini masih perlu ditingkatkan (Susanti et al. , 2. Kendala dan Tantangan: Salah satu tantangan yang dihadapi posyandu adalah keterbatasan sumber daya dan fasilitas. Meskipun upaya perbaikan terus dilakukan, masih ada kendala terkait dengan ketersediaan alat kesehatan dan tenaga medis (Sari et al. , 2. Peran Tenaga Kesehatan: Tenaga kesehatan di posyandu RW 03 memainkan peran kunci dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Mereka juga terlibat dalam pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani berbagai kasus kesehatan balita (Julianto et al. Partisipasi Masyarakat: Partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu sangat beragam. Upaya untuk meningkatkan partisipasi orang tua dan anggota keluarga lainnya sangat penting untuk keberhasilan program posyandu (Wulandari et al. , 2. Rekomendasi dan Kesimpulan: Untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu di RW 03, perlu adanya upaya perbaikan dalam hal fasilitas, pelatihan tenaga kesehatan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan dukungan yang memadai, diharapkan pelayanan posyandu dapat lebih optimal dalam mendukung kesehatan balita (Ningsih et al. , 2. SIMPULAN Penelitian mengenai kualitas pelayanan Posyandu Balita di RW 03 Gendingan. Kelurahan Notoprajan. Kemantren Ngampilan. Kota Yogyakarta mengungkapkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh Posyandu secara umum berada dalam kategori baik. Aspek-aspek utama seperti ketersediaan layanan, keterampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan, serta kepuasan orang tua terhadap layanan telah memenuhi standar yang diharapkan. Namun, analisis mendalam menunjukkan adanya beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Beberapa area yang menjadi perhatian meliputi perlunya peningkatan frekuensi penyuluhan kesehatan untuk orang tua dan penambahan fasilitas pendukung di Posyandu. Adanya kekurangan ini menunjukkan bahwa meskipun kualitas pelayanan sudah baik, masih terdapat peluang untuk penyempurnaan lebih lanjut guna meningkatkan efektivitas dan kepuasan. Rekomendasi untuk perbaikan meliputi peningkatan program pelatihan bagi tenaga kesehatan, penambahan alat dan fasilitas kesehatan di Posyandu, serta penguatan program penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat. Dengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan kualitas pelayanan Posyandu di wilayah ini dapat terus ditingkatkan, memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan balita dan kepuasan orang tua di Kota Yogyakarta. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kami ucapkan kepada Rektor Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Ketua LPPM Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Dosen Pembimbing Lapangan KKN Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Kelompok 05 di Wilayah RW 03 Notoprajan. Ketua Posyandu Balita RW 03 Gendingan. Kader Posyandu RW 03 Gendingan dan semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA